Lovebird Kacamata Nyasa

Lovebird Kacamata Nyasa

Terdapat banyak sekali jenis burung Lovebird yang ada di dunia, salah satunya adalah jenis Lovebird kacamata Nyasa atau Lovebird Lilianae Nyasa. Jenis Lovebird ini pertama kali diidentifikasi di alam liar sekitar tahun 1864, yang merupakan hasil mutasi langsung dari peach face.

Jenis Lovebird lilianae Nyasa baru mendapat tempat tersendiri dalam taksonomi Lovebird yaitu pada tahun 1894, tepatnya ketika Shelley berhasil membuktikan bahwa Lilianae Nyasa merupakan spesies tersendiri yang berbeda dengan jenis Lovebird lainnya.

Diberi nama Agapornis Lilianae atau Lilianae Nyasa adalah sebagai bentuk dukungan kepada Miss Lilian Sclater, yang merupakan saudara perempuan dari WL Sclater, seorang ahli oritologi terkenal.

Burung Lovebird Kacamata Nyasa (Lilianae Nyasa)

Lovebird Kacamata Nyasa
Sumber Gambar: i0.wp.com

Habitat alami jenis Lovebird Lilianae Nyasa ini berada di Tanzania selatan, Zimbabwe utara, dan bagian timur Zambia. Ia hidup secara berkoloni besar dengan jumlah lebih dari 100 ekor dalam setiap koloninya.

Selain itu, Lovebird Nyasa juga memiliki kebiasaan mandi untuk mendinginkan tubuhnya karena ia hidup di daerah dengan iklim panas. Untuk makanannya sendiri, Lovebird Nyasa sering memakan biji-bijan seperti milet, beras, biji rumput, dan juga buah segar.

Baca Juga : Cara Menurunkan Birahi Kenari

Ciri-Ciri Lovebird Kacamata Nyasa

Lovebird Kacamata Nyasa
Sumber Gambar: image.cermati.com

Cara membedakan Lovebird jantan dan betina memang terbilang sulit, terlebih lagi jika kita masih sebagai pemula di dunia kicau mania khususnya pecinta jenis burung paruh bengkok. Hal ini karena jika dilihat secara sekilas, maka penampilan fisiknya terlihat sangat mirip.

Namun untuk menilai usia Lovebird Nyasa, maka kita dapat mengamati pada ciri-ciri seperti pada pembahasan dibawah ini.

Ciri-Ciri Lovebird Kacamata Nyasa Dewasa

Warna hijau merupakan warna dominan yang dimiliki oleh Lovebird Nyasa serta terlihat lebih kekuningan di bagian bawah dan juga bagian tunggirnya.

Sementara pada bagian dahi, kerongkongan berwarna oranye dan akan berubah menjadi merah muda kekuningan pada saat waktu tiba di bagian mahkota, lorus, pipi dan bagian atas dadanya. Sedangkan pada bagian ekor dominan berwarna hijau.

Ciri-ciri Lovebird Nyasa dewasa selanjutnya adalah terletak pada bagian klep atau lingkar putih disekitar matanya dengan paruh yang berwarna merah tua. Sedangkan di bagian irisnya berwarna kecokelatan dan lebih mengarah ke warna merah tua. Adapun untuk bagian kaki berwarna abu-abu kecokelatan.

Baca Juga : Perawatan Kenari Mabung

Ciri-Ciri Lovebird Kacamata Nyasa Muda

Setelah mengetahui ciri-ciri Lovebird Nyasa dewasa, selanjutnya adalah mengetahui ciri-ciri yang dimiliki oleh Lovebird Nyasa yang masih berusia muda.

Lovebird Nyasa yang berusia muda memiliki ciri yaitu pada bagian bulu di pipinya berwarna kehitaman. Sedangkan pada bagian pangkal paruhnya terdapat bercak kecil berwarna hitam.

Burung Lovebird Nyasa ini memiliki perpaduan warna yang cukup menarik, yaitu berwarna hijau terang dengan kepala yang didominasi oleh warna oranye yang mengarah pada warna merah di bagian dahinya.

Meskipun dalam membedakan jenis kelaminnya terbilang cukup sulit, namun untuk mengetahui usia Lovebird Nyasa terbilang cukup mudah. Lovebird Nyasa yang berusia muda jelas memiliki penampakan yang terlihat jauh berbeda dengan yang telah berusia dewasa.

Jika pada bagian kepala burung Lovebird Nyasa berwarna kehitaman, maka bisa dipastikan bahwa itu adalah burung Lovebird kacamata Nyasa yang masih berusia muda. Semoga pembahasan kali ini dapat membantu kalian yang saat ini sedang mencari referensi tentang jenis Lovebird Nyasa ini.

Perawatan Kenari Mabung

Perawatan Kenari Mabung

Perawatan Kenari Mabung – Bisa dikatakan, dalam merawat jenis burung Kenari tidaklah sesulit seperti merawat burung Murai Batu. Hal ini karena burung Kenari tergolong ke dalam jenis burung yang tidak mudah stress, sehingga dalam cara merawat burung Kenari tidak begitu merepotkan.

Namun berbeda ketika burung Kenari yang kita pelihara sedang mengalami proses mabung. Mabung atau moulting merupakan kondisi dimana burung sedang mengalami pergantian bulu. Saat terjadinya mabung, biasanya burung akan berhenti berkicau.

Untuk perawatan Kenari mabung sendiri harus diperhatikan dengan cermat dan juga hati-hati. Ketika kita melakukan perawatan Kenari mabung dengan asal-asalan, maka akan mengakibatkan dampak yang buruk bagi burung itu sendiri, sehingga kita wajib mengetahui cara merawat Kenari mabung.

Cara Perawatan Kenari Mabung Agar Cepat Selesai

Perawatan Kenari Mabung
Sumber Gambar: 2.bp.blogspot.com

Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai cara perawatan Kenari mabung, maka kita harus mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi Kenari mabung dan ciri-ciri ketika burung Kenari mengalami proses mabung.

Tujuannya adalah agar kita tahu kapan saatnya kita melakukan tindakan dan perawatan yang tepat untuk Kenari mabung. Jangan sampai kita salah atau bahkan mengabaikannya karena ketidaktahuan kita mengenai faktor penyebab Kenari mabung dan ciri-ciri kenari mabung.

Faktor yang Mempengaruhi Kenari Mabung

Burung Kenari mabung bukanlah tanpa sebab. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi Kenari mabung. Beberapa faktor penyebab Kenari mabung adalah:

Faktor Cuaca

Cuaca yang kurang bersahabat merupakan salah satu faktor yang menyebabkan burung Kenari mabung.

Faktor Lingkungan

Jika dalam satu lingkungan terdapat salah satu burung Kenari yang mabung, maka ini juga dapat menjadi penyebab burung Kenari lainnya ikut mabung.

Faktor Usia

Burung Kenari yang berusia muda umumnya akan mengalami masa mabung yang relatif lebih lama jika dibandingkan dengan Kenari yang sudah berusia tua. Hal ini karena Kenari yang berusia tua sudah sering mengalami mabung berkali-kali.

Faktor Hormon

Hormon yang tidak stabil pada saat Kenari sedang birahi juga dapat menjadi penyebab Kenari mabung. Maka kita juga sebaiknya mengetahui cara menurunkan birahi Kenari.

Ciri-Ciri Kenari Mabung

Perawatan Kenari Mabung
Sumber Gambar: burungkicau.net

Fase mabung merupakan proses alami yang terjadi pada semua jenis burung kicau tanpa terkecuali burung Kenari. Pada saat mabung, umumnya burung Kenari akan menunjukkan ciri-ciri sebagai penanda bahwa ia akan mengalami fase mabung.

Adapun beberapa ciri-ciri burung Kenari akan atau sedang mengalami fase mabung adalah:

  • Burung Kenari mabung biasanya akan malas bergerak dan berkicau. Ia lebih sering diam pada satu tempat.
  • Bulu bagian ekor dan sayap terlihat kusut dan nyerit.
  • Ciri-ciri yang paling terlihat adalah terjadinya kerontokan bulu burung Kenari.
  • Pada bagian tubuh burung Kenari terlihat bulu-bulu muda yang baru tumbuh.

Pada saat burung Kenari sedang dalam Kondisi mabung, maka ia membutuhkan tambahan nutrisi berupa vitamin dan protein yang cukup.

Cara Perawatan Kenari Mabung

Perawatan Kenari Mabung
Sumber Gambar: 3.bp.blogspot.com

Pada umumnya, fase Kenari mabung biasanya membutuhkan waktu antara 5 sampai 8 minggu. Namun ada juga lho burung Kenari yang masa mabungnya lebih dari waktu tersebut.

Maka dari itu, perawatan Kenari mabung harus benar-benar dilakukan dengan tepat, supaya proses mabungnya cepat selesai. Nah, jika burung Kenari yang kita pelihara sedang mengalami fase mabung, maka sebaiknya kita melakukan perawatan Kenari mabung seperti pada pembahasan berikut ini.

Menempatkan Kenari Pada Tempat yang Tenang dan Sepi

Hal yang harus dilakukan ketika Kenari yang kita pelihara sedang mengalami fase mabung adalah dengan menempatkan Kenari pada tempat yang tenang dan sepi. Jauhkan dari segala aktivitas manusia serta dari berbagai gangguan dari binatang lain.

Melakukan Pengerodongan

Pada saat Kenari mabung, usahakan agar kita tetap mengerodongnnya. Tujuannya adalah agar suhu di dalam sangkar tetap stabil sehingga dapat membantu agar bulunya cepat rontok.

Mengangin-Angingkan Kenari

Meskipun dalam keadaan mabung, kita juga perlu mengangin-anginkan satu dua kali di tempat terbuka sehingga Kenari tidak merasa kesepian.

Hindari dari Suara Burung Lain

Sebaiknya tidak memperdengarkan suara burung lain serta hindarkan Kenari mabung dari suara atau jenis burung lainnya.

Jangan Memandikan Burung Kenari Mabung

Jangan memandikan burung Kenari yang sedang dalam kondisi mabung. Tunggulah hingga bulu-bulu jarum sudah mulai terlihat. Jika bulu-bulu jarum sudah terlihat, maka kita dapat memandikannya.

Jangan Menjemur Burung Kenari Mabung

Selain itu, kita juga tidak melakukan penjemuran pada Kenari yang sedang mabung. Tunggu sampai bulu-bulu jarum pada burung Kenari sudah mulai terlihat.

Pakan untuk Kenari Mabung

Kenari yang sedang mabung dapat diberi pakan berupa kuning telur puyuh, sayuran, apel, kecambah, vitamin tambahan, dan lain sebagainya. Memberikan pakan tambahan (EF) pada Kenari mabung juga diperlukan. Ini karena pada saat proses mabung berlangsung, burung Kenari membutuhkan nutrisi yang cukup untuk membantu dalam pertumbuhan bulu baru.

Adapun beberapa extra fooding (EF) yang baik untuk Kenari mabung adalah telur puyuh dan kroto. Kita dapat memberikan telur puyuh sebanyak 3 kali dalam seminggu. Sedangkan untuk kroto dapat diberikan sebanyak 1 sendok makan satu kali dalam seminggu.

Melakukan Pemasteran

Ketika bulu-bulu jarum sudah mulai terlihat tumbuh, maka kita dapat melakukan pemasteran. Karena di waktu tersebut merupakan waktu yang sangat baik untuk memaster Kenari kesayangaan kita. Untuk memaster burung Kenari ini kita dapat menggunakan suara burung asli atau memanfaatkan suara mp3 dari smartphone yang kita miliki.

Bagaimana, sederhana bukan perawatan Kenari mabung? Meski terbilang sederhana, namun sebaiknya lakukan cara-cara tersebut diatas dengan benar agar dapat mempercepat proses mabungnya. Semoga bermanfaat.

Cara Menurunkan Birahi Kenari

Cara Menurunkan Birahi Kenari

Cara Menurunkan Birahi Kenari – Jenis burung kenari merupakan salah satu jenis burung yang hingga saat ini masih memiliki banyak penggemar. Hal ini lantaran Kenari memiliki suara kicauan yang indah serta memiliki warna bulu bervariasi seperti halnya jenis burung Lovebird.

Selain itu, Kenari juga merupakan salah satu jenis burung yang mudah untuk dipelihara. Meskipun mudah, namun bukan berarti di dalam cara merawat burung Kenari tidak akan terbebas dari masalah.

Nah masalah yang sering dihadapi bagi pemilik burung kenari adalah masalah tentang kenari over birahi. Jika masalah itu terjadi pada burung Kenari yang kita pelihara, maka hal yang wajib kita ketahui adalah mengetahui bagaimana cara menurunkan birahi Kenari.

Tips Mudah Cara Menurunkan Birahi Kenari

Cara Menurunkan Birahi Kenari
Sumber Gambar: i.ytimg.com

Sebelum membahas pada pembahasan inti, ada baiknya kita mengetahui karakteristik atau ciri-ciri ketika burung Kenari sedang dalam kondisi over birahi. Mengetahui karakteristik Kenari yang sedang over birahi merupakan hal yang cukup penting karena nantinya akan berkaitan dengan bagaimana cara perawatannya.

Ciri-Ciri Burung Kenari Over Birahi

Cara Menurunkan Birahi Kenari
Sumber Gambar:i1.wp.com

Kondisi Kenari yang over birahi sudah tentu bukanlah hal yang diinginkan. Sebab hal ini akan mengganggu para pecinta burung Kenari, terlebih lagi jika burung Kenari yang sedang mengalami over birahi ini merupakan burung Kenari yang sering diikutsertakan ke dalam lomba.

Burung Kenari yang sedang mengalami over birahi umumnya dapat dilihat dari ciri-ciri atau tingkah lakunya. Salah satu ciri-ciri Kenari over birahi adalah ia akan sering menabrak jeruji, tangkringan, atau berperilaku naik-turun dari satu tangkringan ke tangkringan yang lainnya.

Adapun burung Kenari yang diperuntukkan khusus untuk lomba, maka harus memiliki level birahi yang pas sehingga dinilai sangat baik. Hal ini karena saat Kenari dalam kondisi birahi yang tidak stabil, maka dapat menyebabkan burung tidak dapat kerja maksimal.

Misalnya saja ketika di gantangkan, burung tidak ngotot serta lebih sering diam atau ngetem. Keadaan burung Kenari yang sedang dalam kondisi over birahi ini memang tidak ada untungnya. Malah dapat berdampak pada kondisi burung yang kerap berubah menjadi lebih agresif sehingga tenaganya lebih cepat terkuras.

Banyaknya tenaga yang terkuras ini membuat burung Kenari tidak dapat konsentrasi dalam berkicau sehingga hasilnya burung Kenari yang diikutsertakan dalam lomba akan tidak dapat memperoleh respon yang baik dari para juri.

Cara menurunkan birahi Kenari ini sebenarnya dapat dilakukan dalam perawatan harian atau perawatan menjelang lomba. Nah agar kita dapat lebih memahaminya, berikut ini adalah tips mudah cara menurunkan birahi Kenari yang dapat dilakukan di rumah.

Baca Juga : Cara Merawat Burung Kacer Mabung

Cara Menurunkan Birahi Kenari

Cara Menurunkan Birahi Kenari
Sumber Gambar:1.bp.blogspot.com

Cara untuk menurunkan birahi Kenari adalah dapat dilakukan dengan mengurangi porsi pemberian pakan berupa biji-bijian terhadap burung Kenari yang kita pelihara. Berikanlah mentimun dan buah pir secara rutin setiap hari dengan cara bergantian.

Selain itu, kurangi juga dalam memberikan makanan yang membuat birahi Kenari semakin tinggi, seperti telur puyuh rebus, kroto, egg food, dan buah apel. Kita juga perlu mengurangi waktu penjemuran dari yang pada umumnya kita lakukan.

Tambahkan frekuensi mandi pada burung Kenari menjadi 3 kali sehari menggunakan air bersih biasa atau mencampurkannya dengan sampo yang mengandung Aloe vera.

Untuk mengatasi Kenari over birahi yang lainnya adalah dengan cara mengawinkannya, yaitu cukup menyatukan antara Kenari jantan yang sedang dalam kondisi birahi tinggi dengan Kenari betina dalam satu sangkar.

Jangan lupa untuk mengawasinya hingga terlihat Kenari jantan mengawini si betina. Jika sudah mengawininya, selanjutnya adalah mengambil dari sangkar yang sebelumnya berisi Kenari betina. Setelah itu, pastikan juga agar burung Kenari jantan tidak melihat atau mendengar suara Kenari betina.

Lakukan cara menurunkan birahi Kenari seperti yang telah kita bahas bersama-sama ini setiap hari sampai burung Kenari yang kita pelihara dapat kembali normal seperti biasanya.

Cara Ternak Murai Batu

Cara Ternak Murai Batu

Tips cara ternak Murai Batu saat ini memang menjadi salah satu hal yang sangat diminati oleh para kicau mania, khususnya para pecinta burung Murai Batu.

Seperti pepatah, sekali gayung dua pulau terlampaui yang maksudnya adalah bukan hanya hobi memelihara burung Murai Batu saja namun bagaimana menjadikan hobi yang disukai untuk dijadikan sebagai ladang penghasilan.

Salah satu jenis burung kicau yang sangat populer adalah burung Murai Batu. Di alam liar, burung jenis ini menjadi salah satu jenis burung yang statusnya terancam akibat perburuan liar.

Tips Mudah Cara Ternak Murai Batu Bagi Pemula

Cara Ternak Murai Batu
Sumber Gambar: omkicau.com

Burung Murai Batu merupakan jenis burung kicau yang termasuk ke dalam keluarga Muscicapidae atau burung cacing.

Penyebaran burung Murai Batu ini berada di seluruh pulau Sumatra, Kalimantan, Semenanjung Malaysia, serta tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa. Beberapa para ahli menganggap bahwa ras yang berasal dari Kalimantan Utara Kucica Alis-putih menjadi spesies yang tersendiri.

Burung yang memiliki ciri khas pada ekornya yang panjang ini memiliki harga yang jauh lebih tinggi daripada rata-rata harga burung kicau lainnya, misalnya saja burung Cucak Ijo Kalimantan atau Cucak Rowo Papua.

Hal ini lantaran ia memiliki kelebihan sangat baik dalam menirukan suara burung lainnya serta memiliki karakter yang sangat indah ketika sedang berkicau. Sehingga menjadikannya burung kicau yang selalu diikutsertakan ke dalam lomba kontes burung.

Dengan alasan itulah banyak orang-orang yang tidak bertanggungjawab yang hanya mementingkan keuntungan semata sehingga mereka melakukan perburuan liar di hutan.

Namun saat ini banyak para pecinta burung yang peduli dan mulai menangkarkan Murai Batu dengan tujuan agar populasi di alam liarnya tetap terjaga serta dapat dijadikan sebagai ladang bisnis yang cukup menggiurkan.

Akan tetapi dalam cara ternak Murai Batu agar berhasil memang dibutuhkan cara khusus yang harus dikuasai terlebih lagi bagi kita yang masih berstatus sebagai pemula dan baru akan belajar memulai dalam beternak Murai Batu.

Nah, pada pembahasan kali ini, kita akan belajar bersama-sama tentang bagaimana cara ternak Murai Batu agar berhasil dan tentunya cocok bagi pemula.

Pemilihan Bibit Burung Murai Batu

Cara Ternak Murai Batu
Sumber Gambar: ilmubudidaya.com

Cara pertama ketika kita ingin beternak Murai Batu adalah kita harus menyiapkan bibit Murai Batu yang memiliki kualitas bagus. Bibit Murai Batu yang baik untuk ditangkarkan adalah yang berusia sekitar 1-2 tahun.

Usia tersebut merupakan usia yang ideal bagi burung Murai Batu dalam bereproduksi. Selain itu, kita juga harus memperhatikan kesehatan burung jantan dan betinanya dan pastikan agar fisik burung tidak terlalu kurus.

Persiapan Kandang

Cara Ternak Murai Batu
Sumber Gambar: dayaternak.com

Setelah kita mendapatkan bibit yang berkualitas bagus, selanjutnya adalah menyiapkan kandang yang sekiranya cocok untuk beternak Murai Batu. Pastikan kandang sesuai dengan prosedur berdasarkan pengalaman peternak yang telah berhasil.

Siapkan kandang untuk beternak Murai Batu yang tidak terlalu sempit serta memiliki sirkulasi udara yang cukup baik. Perhatikan juga dalam menempatkan kandang. Penempatan kandang yang ideal adalah diletakkan pada tempat yang aman serta jauh dari jangkauan anak-anak.

Selain itu, pastikan juga agar penempatan kandang ternak jauh dari kebisingan dan juga dapat terkena sinar matahari yang cukup pada pagi hari. Tujuannya adalah untuk memperoleh vitamin D.

Kita juga harus memastikan bahwa kandangnya berada pada tempat yang teduh ketika sinar matahari sudah bersinar cukup terik agar burung Murai Batu tidak kepanasan.

Menjaga Kebersihan Kandang Burung Murai Batu

Dalam cara merawat Murai Batu, kebersihan sangkar merupakan hal yang harus diperhatikan, begitu pun ketika kita ingin beternak burung Murai Batu, maka kebersihan kandang ternak juga harus selalu dijaga agar terbebas dari penyakit.

Kondisi kandang yang bersih juga dapat membuat burung Murai Batu akan merasa nyaman berada di dalam kandang. Dengan kondisi burung yang nyaman juga dapat menghindarkan agar burung agar tidak stress.

Kita juga perlu membersihkan wadah pakan dan minumannya setiap hari. Ganti juga sisa makanan dan minumannya setiap hari agar kondisi burung tetap dalam keadaan sehat. Untuk pembersihan sangkar secara keseluruhan, kita dapat membersihkannya setiap satu minggu sekali.

Pakan Burung Murai Batu

Cara Ternak Murai Batu
Sumber Gambar: 4.bp.blogspot.com

Pakan merupakan hal paling penting di dalam cara ternak Murai Batu. Murai Batu sangat membutuhkan nutrisi yang cukup untuk membantu menunjang aktivitas dan produktivitasnya.

Agar nutrisinya terpenuhi, maka Murai Batu harus selalu diberikan pakan yang segar dan juga bervariasi. Selain itu, memberikan vitamin pada Murai Batu juga diperlukan.

Adapun untuk pakan Murai Batu ini dapat menggunakan pakan alami, buatan, atau mencampurkan pakan alami dan pakan buatan. Kita juga perlu memberikan pakan tambahan agar dapat membantu pertumbuhannya.

Beberapa pakan tambahan yang baik untuk burung Murai Batu adalah berupa jangkrik, orong-orong, belalang, ulat hongkong, kroto, dan cacing.

Perkembangbiakan Burung Murai Batu

Seperti yang telah dijelaskan diatas, indukan yang baik adalah berusia sekitar 1-2 tahun. Cara mengembangbiakannya adalah dengan memasukkan 2 ekor betina ke dalam kandang ternak selama kurang lebih 2 minggu.

Setelah itu, biarkan indukan betina untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru, kemudian masukkan burung Murai Batu jantan beserta sangkarnya ke dalam kandang betina (kandang ternak).

Ini bertujuan untuk mencegah penyerangan terhadap Murai Batu jantan pada 2 ekor betina yang sebelumnya telah berada di dalam kandang ternak. Biarkan selama sekitar 1 minggu untuk beradaptasi.

Tunggu hingga burung betina birahi. Umumnya, Murai Batu betina akan bersiul-siul kemudian mendekati sangkar Murai Batu jantan. Jika burung Murai Batu jantan dan betina saling berdekatan, tandanya keduanya sudah berjodoh sehingga Murai Batu jantan siap untuk dilepaskan dari sangkarnya.

Mengapa kita memasukkan 2 ekor burung Murai Batu Betina? Tujuannya adalah agar Murai Batu jantan dapat memilih mana yang sekiranya paling cocok untuk dijadikan sebagai pasangannya.

Perawatan Anakan Burung Murai Batu

Cara Ternak Murai Batu
Sumber Gambar: muraicityfarmkuningan.files.wordpress.com

Pada saat telur Murai Batu menetas, sebaiknya kita mencermati perilaku indukannya. Jika induk burung Murai Batu dapat memberi pakan dengan baik, maka kita dapat menambahkan pakan yang cukup berupa serangga. Misalnya jangkrik dan juga kroto agar gizi indukan dan anakannya terpenuhi.

Namun ada juga indukan yang tidak suka terhadap anaknya, kadang bisa indukan jantan atau betina yang tega membuang anaknya dari sangkar. Jika hal tersebut terjadi, maka kita dapat mengambil anaknya untuk kemudian merawatnya sendiri.

Dalam perawatan anakan yang berusia sekitar 5-7 hari yang di ambil dari sangkar, maka kita harus menyiapkan tempat yang cukup hangat. Misalnya dengan memanfaatkan kardus atau sangkar untuk diubah menjadi inkubator sehingga dapat menjaga suhu udara agar tetap hangat.

Berikan pakan berupa jangkrik atau kroto yang di campur dengan voer halus. Kita dapat memberikan pakan minimal 3-5 kali dalam sehari sesuai dengan kondisi burung masih dalam keadaan lapar atau tidak.

Cara pemeliharaan anakan ini juga dapat dijadikan alternatif supaya indukan dapat cepat untuk berproduksi kembali. Hal ini karena indukan Murai Batu mudah untuk birahi dan bereproduksi.

Biasanya mereka membutuhkan waktu 1-2 minggu setelah anakan Murai Batu diambil maka mereka dapat kembali menata sangkar untuk bertelur kembali.

Untuk merawat anakan Murai Batu dapat dilakukan hingga burung dapat makan sendiri, kemudian ganti voer basah ke voer kering dan kemudian burung dapat di pisahkan dengan sangkar sendiri-sendiri.

Memandikan Burung Murai Batu

Cara terakhir untuk beternak Murai Batu adalah dengan rutin memandikannya agar kesehatan dan kebugaran tubuhnya dapat terjaga. Dengan memandikan Murai Batu juga dapat mempercepat proses pergantian bulu-bulunya sehingga akan merangsang tumbuhnya bulu-bulu baru.

Dengan kita melakukan cara ternak Murai Batu seperti pada pembahasan tersebut diatas dengan baik dan benar, maka kita pasti dapat memperoleh hasil sesuai dengan yang kita inginkan namun tentunya harus dengan ketekunan dan juga kesabaran. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

Cucak Rowo Papua

Cucak Rowo Papua

Jenis burung Cucak Rowo Papua atau beberapa orang menyebutnya dengan nama burung Cucak Rotan, merupakan salah satu spesies burung yang banyak digemari oleh para kicau mania.

Seperti namanya, burung ini berasal dari Papua dimana nama aslinya adalah Pitohui yang masuk ke dalam keluarga Oriolidae. Di alam liar, burung Cucak Rotan biasa hidup berkelompok di hutan sekitaran Papua dan dapat di temukan di semak-semak serta dapat ditemukan di pinggiran hutan dengan ketinggian sekitar 1.500 mdpl.

Semua jenis burung Pitohui terkenal memiliki racun syaraf alkanoid yang terdapat di bagian kulit dan bulunya. Ini adalah sebuah pertahanan kimia yang dimiliki oleh burung Cucak Rotan yang sangat efektif dalam menghindari ektoparasit dan serangan predator.

Mengenal Burung Cucak Rowo Papua (Cucak Rotan)

Cucak Rowo Papua
Sumber Gambar: i.ytimg.com

Meski tergolong ke dalam jenis burung yang menyeramkan, namun racun yang dimilikinya ini malah justru menjadikan nilai plus sehingga banyak digandrungi oleh para kicau mania.

Namun jika kita ingin memeliharanya, maka kita jangan sekali-kali melakukan kontak langsung dengan burung Cucak Rotan ini karena racun yang ada pada bagian tubuh Cucak Rotan dapat menyebabkan efek buruk, seperti rasa panas, peradangan kulit, mati rasa, kesemutan, bahkan lebih parahnya dapat mengakibatkan kelumpuhan hingga kematian!

Jenis Burung Cucak Rowo Papua

Cucak Rowo Papua
Sumber Gambar: i.ytimg.com

Cucak Rotan memiliki 3 jenis yang paling populer dan banyak dipelihara oleh para pecinta burung. 3 jenis burung Cucak Rotan yang dimaksud adalah:

  • Pitohui Selatan atau Southem Variable Pitohui (Pitohui Uropygialis)
  • Pitohui Raja Ampat atau Raja Ampat PITOHUI (Pitohui Cerviniventris)
  • Pitohui Belang atau Variable Pitohui (Pitohui Kirthocepalus)

Makanan Burung Cucak Rowo Papua

Untuk makanannya sendiri sama seperti halnya jenis burung cucak lainnya, seperti burung Cucak Ijo Kalimantan atau burung Cucak Jenggot yang gemar memakan buah-buahan kecil.

Selain itu, Cucak Rotan juga dapat di beri pakan beberapa jenis serangga, seperti jangkrik, kroto, ulat hongkong, dan belalang.

Suara Kicauan Burung Cucak Rowo Papua

Adapun untuk suara kicauannya sendiri memiliki beberapa variasi suara seperti suara campuran siulan dengan cegukan keras yang berirama. Sepintas kicauannya ini mirip seperti suara kicauan burung Kepudang dan Samyong. Bedanya adalah suara burung Cucak Rotan selalu diselingi dengan teriakan kasar yang terdengar mirip seperti suara kucing.

Harga Burung Cucak Rowo Papua

Cucak Rowo Papua
Sumber Gambar: apollo-singapore.akamaized.net

Sama seperti halnya jenis burung kicau yang lainnya, burung yang berasal dari Papua ini memiliki harga yang bervariasi mulai dari harga bakalan hingga harga gacoran/juara.

Beberapa faktor yang membuat harganya bervariasi adalah dilihat dari jenis, prestasi, daerah asal, usia, serta kondisi fisik dari burung itu sendiri.

Untuk harga burung Cucak Rotan sendiri berada di kisaran Rp. 800.000 untuk yang bakalan, sedangkan untuk yang anakan ada yang menjualnya dengan harga Rp. 2.500.000.

Nah, itulah sekilas mengenai burung Cucak Rowo Papua. Meskipun menjadi salah satu jenis burung yang menjadi primadona, namun lebih baik untuk berfikir terlebih dahulu jika kita ingin memeliharanya mengingat jenis burung ini mengandung racun yang sangat berbahaya bagi manusia.

Cucak Ijo Kalimantan

Cucak Ijo Kalimantan

Salah satu jenis burung kicau yang selalu diikutsertakan ke dalam lomba kontes burung adalah jenis burung Cucak Ijo Kalimantan. Sebenarnya burung Cucak Ijo yang berasal dari Pulau Borneo ini masih kalah populer jika dibandingkan dengan Cucak Ijo yang berasal dari Banyuwangi.

Jenis burung Cucak-Cucakan memang terbilang cukup banyak, seperti misalnya burung Cucak Jenggot, Cucakrowo, Cucak Ijo atau jenis burung Cucak lainnya.

Nah, jika kalian sedang mencari referensi tentang burung Cucak Ijo Kalimantan, maka kalian tepat berada di sini karena kami akan membahas mengenai burung Cucak Ijo Kalimantan.

Ciri-Ciri Burung Cucak Ijo Kalimantan

Cucak Ijo Kalimantan
Sumber Gambar: 3.bp.blogspot.com

Jika dilihat secara sekilas, baik itu Cucak Hijau Kalimantan, Cucak Hijau Banyuwangi atau Cucak Hijau lainnya tentu akan sangat sulit untuk membedakannya. Terlebih lagi jika kalian masih pemula di dalam dunia kicau mania.

Namun sebenarnya, perbedaannya ini dapat dilihat dari postur tubuh, warna tubuh, bentuk ekor, dan suara kicauan yang dikeluarkan.

Burung Cucak Hijau Kalimantan memiliki postur tubuh yang terlihat lebih kecil daripada Cucak Hijau yang berasal dari Banyuwangi. Sedangkan warna tubuhnya terlihat lebih dominan berwarna hijau segar dan cenderung sedikit kekuningan.

Selain itu, ia juga memiliki ekor yang lebih pendek jika dibandingkan dengan Cucak Hijau yang berasal dari daerah lain. Ketika diraba, kalian akan merasakan bahwa ekor Cucak Hijau Kalimantan terasa lebih lentur dan terdapat sedikit warna biru serta terlihat lebih melengkung.

Ciri-ciri seperti ini juga dapat dilihat ketika burung dalam kondisi ngerol. Ngerol adalah kemampuan yang ditunjukkan oleh Cucak Hijau ketika sedang berkicau secara terus-menerus. Ketika sedang ngerol, kalian akan mendapati jambul burung Cucak Hijau Kalimantan yang tidak terlalu njegrik/berdiri.

Keistimewaan Burung Cucak Ijo Kalimantan

Cucak Ijo Kalimantan
Sumber Gambar: abahtani.com

Keistimewaan yang dimiliki oleh Cucak Hijau Kalimantan jika dilihat dari suara kicauannya adalah ia memiliki suara kicauan yang cukup varitaif. Hal ini yang menjadikannya banyak diburu oleh para kicau mania.

Meskipun suara kicauannya terdengar tidak terlalu lantang, namun Cucak Hijau Kalimantan sangat ahli dalam menirukan suara burung lainnya.

Bagi kalian yang ingin membeli jenis burung Cucak Hijau dengan harga yang terjangkau, maka dengan memilih Cucak Hijau kalimantan merupakan pilihan yang tepat. Hal ini karena burung Cucak Hijau Kalimantan memiliki harga yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan Cucak Hijau Banyuwangi.

Agar tidak salah memilih ketika ingin membelinya, maka kalian harus bisa mengetahui bagaimana cara membedakan Cucak Ijo jantan dan betina. Karena burung yang berjenis kelamin jantan memiliki kemampuan berkicau yang lebih variatif daripada betina yang terdengar monoton.

Setelah mendapatkan Cucak Ijo jantan, maka kalian dapat segera melatih burung ini agar semakin cepat gacor dan ngetrok. Burung Cucak Hijau Kalimantan juga memiliki mental juara sehingga sangat cocok jika kalian ingin mengikutsertakannya ke dalam lomba kontes burung.

Perbedaan Cucak Ijo Kalimantan dan Banyuwangi

Cucak Ijo Kalimantan
Sumber Gambar: fokussatu.com

Seperti yang telah dijelaskan di atas, baik itu Cucak Hijau Kalimantan atau Banyuwangi tentunya memiliki perbedaan kualitas dan harga. Nah agar kalian tidak salah ketika ingin membelinya di pasar, maka kalian wajib mengetahui perbedaan yang dimiliki oleh kedua jenis burung tersebut.

Berikut ini merupakan tips mudah cara membedakan Cucak Ijo Kalimantan dan Banyuwangi berdasarkan ciri fisiknya.

Postur Tubuh

Cara pertama untuk dapat membedakan darimana asal burung Cucak Ijo adalah dengan mengamati bentuk atau postur tubuhnya. Pada umunya, Cucak Ijo Banyuwangi memiliki postur tubuh yang lebih panjang serta terlihat agak lentur sehingga nampak sedikit melengkung.

Sedangkan burung Cucak Hijau Kalimantan postur tubuhnya sedikit lebih pendek dan tidak melengkung.

Warna

Dengan melihat warna bulu burung Cucak Ijo juga dapat menjadi patokan untuk mengetahui darimana ia berasal. Cucak Ijo Banyuwangi memiliki bulu berwarna hijau tua. Berbeda dengan Cucak Hijau Kalimantan dimana warna bulunya cenderung lebih pucat serta memiliki warna hijau kekuning-kuningan.

Bentuk Ekor

Bentuk ekor burung Cucak Ijo Banyuwangi terlihat lebih panjang, lentur, dan terlihat melengkung. Sementara Cucak Hijau Kalimantan ekornya lebih pendek, kaku,dan tidak melengkung.

Perbedaan Ketika Sedang Ngerol

Pada saat burung Cucak Hijau ngerol, maka umumnya Cucak Hijau Banyuwangi akan menjenggirkan bagian jambulnya sehingga terlihat lebih atraktif. Sedangkan Cucak Hijau Kalimantan tidak aktraktif baik ketika dalam keadaan ngerol atau tidak.

Perbedaan Suara Kicauan

Kualitas suara antara Cucak Hijau Kalimantan dan Banyuwangi pun jelas berbeda. Burung Cucak Hijau Banyuwangi memiliki suara kicauan yang lebih variatif, panjang, dan atraktif, terutama ketika sedang di adu. Sementara pada Cucak Hijau Kalimantan suara kicauannya cenderung lebih pendek dan terdengar monoton.

Namun hal ini juga dapat dilihat dari karakter dasar dari burung Cucak Ijo itu sendiri. Umumnya Cucak Ijo Banyuwangi jika dirawat hanya untuk dijadikan sebagai burung peliharaan, maksudnya adalah tidak di adu/dilombakan, maka suara kicauannya terdengar kurang tajam dan kurang bervariasi.

Akan tetapi, secara keseluruhan baik itu Cucak Ijo Banyuwangi atau Kalimantan sama-sama memiliki kualitas yang bagus. Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan mengenai burung Cucak Ijo Kalimantan. Salam kicau mania!

Burung Cucak Jenggot

Burung Cucak Jenggot

Di kalangan para kicau mania, tentunya sudah tidak asing lagi dengan yang namanya burung Cucak Jenggot. Ya, seperti halnya burung Wambi, Cucak Jenggot juga memiliki ciri khas unik yang membedakannya dengan jenis burung kicau lainnya.

Cucak Jenggot umumnya dijadikan sebagai burung master untuk memaster jenis burung ocehan lainnya. Ini karena Cucak Jenggot memiliki suara yang cukup kasar dengan besetan-besetan dan tembakan yang sangat tajam.

Selain dijadikan sebagai masteran, saat ini juga sudah banyak lomba kontes burung yang di khususkan untuk kelas Cucak Jenggot lho yang menjadikannya semakin terkenal seperti burung Pentet Madura.

Mengenal Lebih Dekat Dengan Burung Cucak Jenggot

Burung Cucak Jenggot
Sumber Gambar: 1.bp.blogspot.com

Cucak Jenggot merupakan jenis burung ocehan yang masih berkerabat dengan Cucakrawa dan juga Cucak Ijo. Meski berkerabat, namun tingkat kepopulerannya masih kalah jauh jika di bandingkan dengan Cucakrowo.

Tetapi jangan salah, Cucak Jenggot merupakan jenis burung kicau yang selalu di pilih untuk dijadikan sebagai burung master yang cukup populer untuk memaster burung Murai Batu atau burung kicau lainnya.

Ia memiliki ciri fisik dimana ukuran tubuhnya tergolong besar, yaitu sekitar 22 cm. Pada bagian atas tubuhnya terdapat jambul yang terlihat tegak, terlebih lagi ketika sedang berkicau, maka jambul diatas kepalanya akan terlihat dengan jelas.

Sedangkan pada bagian tenggorokannya terdapat bulu halus yang cukup lebat dan panjang. Bagian bulu yang ada di tenggorokannya ini terlihat mirip seperti jenggot. Ciri-ciri inilah yang menjadi asal mula burung ini diberi nama burung Cucak Jenggot.

Bukan hanya burung Nuri Kepala Hitam, Cucak Jenggot juga memiliki warna bulu yang cukup bervariasi. Mulai dari warna hitam keabu-abuan, coklat zaitun, kuning, dan juga putih. Warna hitam keabu-abuan terlihat di bagian pipi sampai bagian arah tengkuknya.

Pada bagian atas tubuh mulai dari kepala, sayap, punggung, dan ekor tampak berwarna coklat zaitun. Sedangkan pada bagian bawah tubuhnya terlihat berwarna kuning cerah.

Ciri-ciri Cucak Jenggot ketika berkicau di alam liar sebetulnya tidak jauh berbeda dengan Cucak Jenggot dari hasil tangkaran. Kicauannya terdengar cukup keras dan nyaring dengan nada seperti suara cret… cret…

Keunikan lainnya adalah ketika Cucak Jenggot berkicau, maka ia akan menampakkan tegaknya bulu-bulu yang terdapat di area mahkota kepala dan tenggorokannya sehingga terlihat lebih gagah.

Baca Juga : Burung Cucak Biru

Habitat Asli dan Kebiasaan Hidup Burung Cucak Jenggot

Burung Cucak Jenggot
Sumber Gambar:sentrabudidaya.com

Habitat asli Cucak Jenggot berada di hutan yang penuh dengan semak-semak serta di hutan yang cukup lembap. Bukan hanya itu, Cucak Jenggot memiliki kebiasaan hidup di alam liar yaitu suka memburu serangga seperti kumbang yang sedang terbang untuk dijadikan sebagai makanannya.

Ia juga sering dijumpai selalu bersama-sama dengan pasangannya. Di Indonesia sendiri, persebarannya terbilang cukup luas, mulai dari Pulau Sumatra hingga hampir di seluruh provinsi yang ada di Pulau Jawa pun dapat dengan mudah menemuinya di alam liar.

Cara Membedakan Burung Cucak Jenggot Jantan dan Betina

Burung Cucak Jenggot
Sumber Gambar: 2.bp.blogspot.com

Seperti cara membedakan Lovebird jantan dan betina, dalam membedakan jenis kelamin Cucak Jenggot juga dibutuhkan kejelian yang ekstra. Adapun untuk mengetahui jenis kelaminnya kita dapat melihat dari ciri-ciri fisiknya. Berikut adalah cara mudah dalam membedakan Cucak Jenggot jantan dan betina.

Ciri-Ciri Cucak Jenggot Jantan

  • Cucak Jenggot jantan memiliki ukuran tubuh yang lebih besar daripada Cucak Jenggot betina. Bentuk fisiknya terlihat simetris mulai dari kepala, punggung, hingga bagian ekor.
  • Warna bulu pada bagian dagu tampak lebih jelas dan mirip menyerupai jenggot.
  • Sedangkan warna bulu bagian dada Cucak Jenggot jantan lebih didominasi oleh warna kuning.
  • Jika bertemu dengan burung yang masih satu jenis atau lainnya, maka gaya penampilannya tidak menggetarkan sayap.
  • Memiliki suara kicauan yang lebih bervariasi dan tidak monoton serta terlihat lebih agresif.
  • Ketika usia produktif, jika kita memberikan EF secara berlebihan, maka tidak berpengaruh dan tidak menyebabkan Cucak Jenggot jantan bertelur.

Ciri-Ciri Cucak Jenggot Betina

  • Cucak Jenggot betina memiliki ukuran tubuh yang terlihat lebih kecil daripada Cucak Jenggot jantan serta bentuknya tidak simetris.
  • Memiliki bulu jenggot yang terlihat kurang jelas serta tidak terlalu nampak.
  • Bagian bulu di dadanya lebih didominasi dengan warna putih.
  • Jika di trek atau di satukan dengan burung sejenis jenis burung lainnya, maka ia akan bergaya dimana sayapnya bergetar dan mengeleper.
  • Suara kicauannya cenderung monoton.
  • Ciri terakhir Cucak Jenggot betina adalah ketika diberi EF berlebih, maka ia akan mengeluarkan telur akibat birahi meskipun tidak dikawinkan.

Itulah pembahasan mengenai burung Cucak Jenggot lengkap beserta cara membedakan jenis kelaminnya. Semoga bermanfaat.

Burung Wambi

Burung Wambi

Hwa Mei atau kebanyakan kicau mania di Indonesia menyebutnya dengan nama burung Wambi, merupakan salah satu jenis burung kicau yang memiliki ciri-ciri unik yang jarang dimiliki oleh burung kicau lainnya.

Dilihat dari nama aslinya, burung ini berasal dari negeri tirai bambu. Ya, ia berasal dari Cina. Wambi memiliki ukuran tubuh sekitar 27 cm dengan warna bulu berwarna coklat tua di bagian kepala serta memiliki warna putih di sekitar mata yang mirip menyerupai topeng.

Sedangkan pada bagian kepala hingga tengkuknya terdapat garis kehitam-hitaman. Karena memiliki suara kicauan yang cukup keras, banyak kicau mania di Indonesia yang menyukainya.

Mengenal Lebih Dekat dengan Burung Wambi

Burung Wambi
Sumber Gambar: arenahewan.com

Di negara asalnya, Hwa Mei dapat dengan mudah ditemui di daerah hutan sekunder terbuka yang penuh semak di dekat hulu atau tepian sungai dengan sumber mata air yang sangat disukai oleh burung Hwa Mei ini.

Selain itu, ia juga dapat ditemui di hutan bambu dan tempat berkembang biaknya jenis burung yang satu ini kebanyakan di bantaran sungai.

Kelebihan yang dimiliki oleh burung Hwa Mei ini ketika sudah gacor adalah ketika dalam berkicau akan nampak penampilannya yang cukup agresif dan liar dengan gaya yang memiliki ciri khas tersendiri sama seperti halnya burung hantu celepuk yang juga memiliki ciri khas.

Pada saat berkicau, ia akan bergerak dengan penuh energik hingga menggetarkan seluruh tubuhnya sampai kepakan sayapnya juga ikut bergetar.

Cara Membedakan Burung Wambi Jantan dan Betina

Burung Wambi
Sumber Gambar: 2.bp.blogspot.com

Sama seperti jenis burung kicau lainnya, kebanyakan burung kicau yang dapat bersuara dengan gacor dan bervariasi adalah yang berjenis kelamin jantan.

Nah, agar kita tidak salah dalam membedakan jenis kelamin burung yang berasal dari Cina ini, maka kita perlu mengetahui bagaimana caranya dalam membedakan Wambi jantan dan betina.

Berikut ini adalah cara membedakan jenis kelamin Wambi jantan dan betina berdasarkan ciri fisiknya.

  • Ukuran Tubuh

Berbeda dengan burung Branjangan Jawa dimana yang berjenis kelamin jantan umumnya memiliki ukuran tubuh lebih besar. Burung Wambi yang berjenis kelamin betina memiliki ukuran tubuh yang lebih besar daripada si jantan. Hal inilah yang membuat pergerakan Wambi jantan terlihat lebih gesit sehingga lebih cocok dijadikan sebagai burung kontes.

Meskipun memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil daripada si betina, namun tubuh Wambi jantan terlihat lebih padat dan berisi sehingga membuatnya nampak lebih gagah. Sedangkan Wambi betina memiliki bentuk tubuh besar dan terlihat bulat.

  • Mengamati Bagian Mata

Jika dilihat dari bagian mata, maka akan terlihat perbedaan antara Wambi jantan dan betina. Wambi jantan memiliki Mata yang berwarna lebih biru daripada mata Wambi betina.

Ketika kita memegang burung Wambi jantan, maka ia akan cenderung membelalakkan matanya sedangkan Wambi betina akan terlihat menutup bola matanya.

  • Perhatikan Lubang Hidung

Dengan melihat bagian lubang hidung Wambi juga dapat membedakan jenis kelaminnya. Pada umumnya Wambi jantan memiliki lubang hidung yang lebih mancung dan lancip. Berbeda dengan Wambi betina yang terlihat lebih lebar dan bulat.

  • Leher

Selain melihat bentuk lubang hidung, dalam membedakan jenis kelamin burung Hwa Mei juga dapat dilihat dari bentuk lehernya. Hwa Mei jantan memiliki leher yang berbulu tegas dimana struktur lehernya terlihat lebih panjang dan kekar.

Ini berbeda dengan Hwa Mei betina yang memiliki bentuk leher lebih pendek dengan warna bulu yang lebih lembut. Kita dapat melihat perbedaan bentuk lehernya ini terutama ketika burung Hwa Mei sedang meliukkan tubuhnya.

  • Mengamati Tulang Panggul

Wambi betina memiliki struktur tulang panggul yang lebih lebar daripada Wambi jantan. Ini karena berkaitan dengan fungsi reproduksi.

  • Cek dan Perhatikan Alat Vital (Kloaka)

Cara selanjutnya untuk mengetahui jenis kelamin burung Hwa Mei adalah dengan mengecek dan memperhatikan alat vital atau kloakanya. Sama halnya jenis burung Kenari, Hwa Mei jantan memiliki bentuk kloaka yang lebih menonjol berbeda dengan Hwa Mei betina dimana bentuk kloakanya mendatar.

  • Ekor

Wambi jantan pada umumnya memiliki bulu ekor yang lebih panjang daripada Wambi betina, ini sama seperti burung Murai, dimana yang berjenis kelamin jantan memiliki bulu ekor lebih panjang daripada si betina.

  • Kaki

Adapun pada kaki Wambi jantan memiliki struktur yang lebih kuat, tebal, dan kokoh. Sementara untuk kaki Wambi betina terlihat lebih lembut dan juga berdaging lebih tipis.

  • Warna Bulu

Nah cara terakhir untuk mengetahui jenis kelamin burung Hwa Mei adalah dengan melihat warna bulunya. Bulu burung Hwa Mei jantan terlihat lebih bagus dengan warna coklat mengkilap. Sedangkan burung Hwa Mei betina memiliki warna bulu yang lebih kusam.

Cara Merawat Burung Wambi

Burung Wambi
Sumber Gambar: i.ytimg.com

Salah satu syarat agar burung Hwa Mei yang kita pelihara dapat berkicau dengan gacor adalah kita harus bisa merawatnya dengan baik dan benar. Di dalam perawatannya sendiri pun dapat dibilang tidak terlalu sulit seperti pada cara merawat jenis burung kicau lainnya.

Seperti misalnya dengan memandikannya setiap hari, menjaga kebersihan sangkar dan lainnya. Jika kebersihan sangkar tidak dijaga, maka dapat membuat burung Hwa Mei stres. Alih-alih membuatnya berkicau, malah dapat membuatnya mati karena stres yang diakibatkan kebersihan sangkar tidak terjaga.

Kita juga harus rajin dalam memberikan makanan yang banyak mengandung nutrisi agar burung Hwa Mei yang kita pelihara tidak kekurangan gizi/nutrisi.

Harga Burung Wambi

Burung Wambi
Sumber Gambar: omkicau.com

Dengan informasi tersebut mengenai burung Wambi, semoga dapat menambah wawasan dan juga perkembangan seputar burung kicau yang satu ini. Namun jika kita ingin memelihara jenis burung yang satu ini maka setidaknya harus menyiapkan uang yang cukup banyak.

Hal ini karena burung Hwa Mei merupakan burung impor yang langka dan sulit ditemui di Indonesia. Untuk harganya sendiri berkisar antara Rp. 2 jutaan untuk yang berjenis kelamin jantan dalam kondisi masih berupa bahan.

Sedangkan untuk Hwa Mei jantan gacor memiliki harganya jauh lebih mahal, yaitu berkisar antara 3-7 juta. Harga tersebut adalah harga rata-rata dan di tiap daerah biasanya memiliki perbedaan harga namun tidak begitu signifikan.

Demikianlah penjelasan mengenai burung Wambi lengkap beserta cara membedakan jenis kelaminnya, cara perawatan, dan harganya. Semoga bermanfaat.

Burung Hantu Celepuk

Burung Hantu Celepuk

Bukan hanya burung kicau saja yang banyak jenisnya, burung hantu juga memiliki berbagai jenis, salah satunya burung hantu celepuk.

Sama seperti burung Cendet, burung hantu juga tergolong ke dalam burung yang bersifat buas pemakan daging namun bedanya adalah burung hantu aktif pada malam hari (nokturnal).

Burung hantu memiliki bola mata yang besar mengarah ke depan dimana piringan wajahnya dikelilingi oleh bulu berupa karangan yang berbentuk bulat mirip seperti jantung.

Burung Hantu Celepuk

Burung Hantu Celepuk
Sumber Gambar: 1.bp.blogspot.com

Jenis burung hantu tergolong ke dalam keluarga Strigidea dimana sebagian besarnya memiliki genus otus yang tersebar di berbagai negara.

Burung hantu celepuk lebih suka mencari makan di pohon-pohon tua yang berlubang. Ia biasanya memakan serangga, reptil kecil, burung kecil dan tikus. Di Indonesia sendiri, burung hantu mempunyai banyak manfaat khususnya bagi petani karena dapat membantu untuk membasmi hama di sawah.

Namun agar burung hantu celepuk dapat jinak dan patuh terhadap pemiliknya, maka sebelumnya harus melakukan perawatan dengan baik.

Baca Juga : Cara Merawat Burung Cendet

Cara Merawat Burung Hantu Celepuk

Burung Hantu Celepuk
Sumber Gambar: arenahewan.com

Terdapat beberapa cara dalam merawat burung hantu jenis ini. Lakukan cara-cara perawatan di bawah ini agar burung hantu yang kita pelihara dapat jinak dan membantu petani untuk membasmi hama di sawah. Beberapa cara-cara dalam merawat burung hantu celepuk adalah:

Memperhatikan Ukuran Sangkar

Cara pertama dalam perawatan burung hantu adalah dengan memperhatikan ukuran sangkar yang akan digunakan sebagai tempat si burung hantu itu sendiri. Di alam liar, burung hantu sangat menyukai tempat yang luas. Maka jika kita ingin memeliharanya, pastikan untuk memberikan sangkar yang cukup untuk burung hantu.

Jangan sampai sangkarnya terlalu kecil karena dapat mengakibatkan burung hantu stres dan tidak mau makan sehingga dapat mengakibatkan mati. Sesekali kita juga dapat mengikatkan tali pada salah satu kakinya untuk kemudian melepaskannya agar ia dapat menghirup udara bebas.

Meletakkan Sangkar di Tempat yang Teduh

Burung Hantu Celepuk
Sumber Gambar : s3.bukalapak.com

Burung hantu merupakan salah satu jenis burung yang aktif pada malam hari. Maka sangat disarankan agar sangkarnya di tempatkan pada tempat teduh yang sekiranya tidak terkena sinar matahari langsung.

Jangan sampai kita memperlakukan burung hantu seperti dalam merawat jenis burung kicau atau jenis burung paruh bengkok yang suka berjemur.

Pada malam hari sebaiknya matikan lampu yang sekiranya dekat dengan sangkar burung hantu. Tujuannya adalah untuk menjaga siklus metabolisme burung hantu agar tetap dalam keadaan stabil dan tidak mudah sakit. Selain itu, burung hantu terkenal aktif pada malam hari dengan keadaan gelap atau minim cahaya.

Perhatikan Pakan Burung Hantu

Untuk pakannya sendiri, burung hantu yang masih berusia 3 bulan dapat di beri pakan berupa jangkrik sebanyak 7 ekor pada pagi dan sore hari. Cara memberikan makanannya pun sama seperti halnya memberikan makan burung Pentet Madura yang masih anakan.

Menjaga Kebersihan Sangkar

Burung hantu merupakan salah satu burung predator yang tidak memiliki gigi seperti halnya burung Cendet. Sehingga ia akan mencabik-cabik makanannya terlebih dahulu menggunakan paruhnya sebelum dimakan. Sementara untuk bulu dan tulangnya akan dimuntahkan kembali.

Sehingga kita harus rajin dalam membersihkan sangkarnya setiap hari. Bukan hanya itu, bersihkan juga wadah air dan makanannya sampai benar-benar bersih.

Kondisi sangkar yang bersih juga mempengaruhi kesehatan burung hantu itu sendiri. Jika sangkar selalu dalam keadaan bersih, maka ia pun akan tidak mudah untuk terserang penyakit.

Memandikan Burung Hantu

Selain membersihkan sangkar, memandikan burung hantu celepuk juga diperlukan agar membuatnya tidak mudah stres. Cara memandikannya sendiri dapat menggunakan semprotan air. Berbeda dengan memandikan jenis burung kicau kecil, dalam memandikan burung hantu sendiri cukup dilakukan sekali dalam seminggu saja.

Menjinakkan Burung Hantu

Sementara itu, untuk menjinakkan burung hantu mini ini cukup dengan cara membiarkan burung hantu melihat secara langsung pemiliknya yang sedang tertidur. Perlakuan seperti ini dapat membuat burung celepuk akan merasa nyaman dan percaya bahwa pemiliknya tidak akan menyakitinya.

Lakukan cara ini setiap hari maka lama-kelamaan ia akan menjadi jinak secara alami dan tidak menyerang kita sebagai pemiliknya.

Menjalin Keakraban

Ada salah satu cara untuk dapat menjalin keakraban dengan burung hantu agar membuatnya terbiasa dengan keberadaan kita. Burung hantu adalah jenis hewan yang suka mengikuti pergerakan mangsanya serta memiliki kelebihan dapat memutar kepalanya hingga 180 derajat.

Burung hantu juga terkenal akan penglihatannya yang sangat tajam baik dalam keadaan minim cahaya atau bahkan tanpa cahaya sehingga dapat melihat mangsa yang ada di hadapannya meskipun dalam keadaan gelap.

Melakukan Interaksi dengan Burung Hantu

Melakukan interaksi langsung dengan burung hantu merupakan salah satu cara agar kita dapat membuat burung hantu ini menjadi lebih terbiasa dengan keadaan kita. Untuk interaksinya sendiri dapat dengan cara yang sederhana.

Misalnya saja dengan menatap matanya pada pagi dan sore hari atau melakukan obrolan singkat agar menarik perhatiannya.

Memberi Makan Menggunakan Tangan

Ada cara lainnya agar kita dapat menjadikan burung hantu yang kita pelihara akan patuh terhadap kita sebagai pemiliknya. Salah satu caranya adalah dengan memberikan makan dengan menggunakan tangan secara langsung.

Dalam memberikan makan, usahakan untuk selalu menatap matanya serta mengajak ngobrol agar burung hantu tidak takut terhadap kita.

Memberi Nama Pada Burung Hantu

Sama halnya dalam memberikan nama pada jenis burung jalak, memberikan nama pada burung hantu mini juga merupakan cara yang cukup baik agar kita dapat berkomunikasi dengannya sehingga lebih akrab.

Tujuannya adalah agar kita dapat memanggil nama burung hantu yang kita pelihara dengan nama yang telah kita berikan sehingga ia akan merasa spesial di mata pemiliknya.

Melatih dengan Siulan

Meski bukan tergolong ke dalam jenis burung kicau, bukan berarti kita tidak bisa memberikan siulan untuk memancing atau memanggilnya. Caranya cukup mudah, cukup pancing dengan makanan agar burung hantu yang kita pelihara datang dengan kita menyiulnya.

Kita juga dapat menaruh burung hantu di tempat ketinggian lalu pancing menggunakan jangkrik yang kita pegang. Lakukan cara ini secara terus-menerus agar burung hantu percaya terhadap kita sehingga menjadi jinak dan bersahabat dengan kita.

Memperhatikan Kesehatan Burung Hantu

Burung Hantu Celepuk
Sumber Gambar: i.ytimg.com

Seperti halnya dengan hewan peliharaan lainnya, meski dalam perawatannya terbilang cukup mudah, namun burung hantu tetap dapat terserang penyakit. Ada beberapa tanda-tanda yang terlihat ketika burung hantu yang kita pelihara terserang penyakit, yaitu dapat dilihat dari matanya.

Jika mata burung hantu tertutup baik itu pada siang atau malam hari maka sebaiknya kita segera melakukan pengobatan dan perawatan khusus.

Caranya adalah dengan memberi makanan berupa minyak ikan yang mengandung protein baik serta dengan memberikan jangkrik setiap harinya.

Jika burung hantu tidak mau berdiri dan kepalanya sering tertunduk, maka itu juga merupakan tanda bahwa burung hantu yang kita pelihara terkena penyakit dan jika tidak segera dilakukan penanganan yang tepat maka dapat mengakibatkan kematian.

Gejala seperti ini dapat menyerang dengan tiba-tiba dimana burung hantu dapat mendadak muntah hingga cara berdirinya pun terlihat tidak stabil.

Tanda-tanda burung hantu terserang penyakit lainnya adalah badan burung hantu menggigil dan gemetar. Ini merupakan gejala awal bahwa burung hantu sedang terkena penyakit.

Cara mengobatinya adalah cukup dengan menghangatkan tubuh burung hantu yang kita pelihara dengan menjemurnya di bawah sinar matahari langsung pada pukul 6-7 pagi. Jangan terlalu lama dalam menjemurnya karena burung hantu merupakan jenis burung yang aktif pada malam hari.

Jika burung hantu terlihat murung dan sering menutup mata serta nafsu makannya berkurang, maka itu merupakan tanda bahwa burung hantu yang kita pelihara mengalami stres.

Untuk mengatasinya adalah cukup memberi makan jangkrik dan tikus putih (mencit) yang sehat dan bersih selama 4 hari berturut-turut. Ini bertujuan agar mood burung hantu dapat kembali normal.

Moulting

Moulting adalah kondisi dimana burung hantu mengalami mabung atau pergantian bulu. Jika burung hantu mengalami fase ini, maka kita perlu melakukan perawatan khusus terhadapnya.

Proses pergantian bulu terjadi tiap 6 bulan sekali dengan durasi selama 10 hari. Pada saat pergantian bulu ini burung hantu akan merasa tidak nyaman. Nah untuk mengurangi rasa tidak nyaman, maka kita dapat memberikan jangkrik yang telah diolesi madu.

Demikian pembahasan lengkap mengenai burung hantu celepuk dan cara perawatannya. Cara tersebut diatas juga dapat dilakukan oleh pemula yang ingin memelihara burung hantu celepuk yang bermanfaat untuk membantu petani dalam membasmi hama di sawah ini.

Burung Pentet Madura

Burung Pentet Madura

Seperti pada pembahasan sebelumnya, terdapat banyak jenis burung Cendet atau Pentet yang ada di Indonesia, salah satunya adalah burung Pentet Madura. Jika diperhatikan dengan seksama, Pentet Madura memiliki ciri fisik yang terlihat berbeda dengan Pentet yang berasal dari daerah lain.

Pentet merupakan salah satu jenis burung kicau pemakan serangga yang memiliki sifat petarung atau teritorial.

Ciri khas burung Pentet Madura yang paling menonjol adalah terletak pada bagian kepala, dada, tengkuk, dan pada bagian ekornya. Ia memiliki warna hitam penuh pada bagian kepalanya, bulu dada berwarna putih bersih seperti kapas, tengkuk berwarna abu-abu, serta memiliki ekor yang panjang.

Baca Juga : Burung Branjangan Jawa

Ciri-Ciri Burung Pentet Madura

Burung Pentet Madura
Sumber Gambar: i0.wp.com/hobiburung.org

Jika dilihat secara keseluruhan, ciri-ciri burung Cendet Madura memang terlihat hampir sama dengan Cendet yang berasal dari daerah lain, yaitu sama-sama memiliki blangkon berwarna hitam di kepalanya.

Akan tetapi, tidak semua jenis burung Cendet Madura memiliki ciri khas yang mirip seperti itu, sehingga blangkon hitam diatas kepalanya tidak dapat dijadikan sebagai patokan untuk mengetahui bahwa itu jenis burung Cendet yang berasal dari Madura atau bukan.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan ulasan selengkapnya dibawah ini mengenai ciri-ciri burung Pentet Madura.

  • Pentet Madura memiliki postur tubuh berukuran kecil, ramping, dan terlihat panjang.
  • Bulu di bagian dada berwarna putih bersih dan halus mirip seperti kapas.
  • Bulu ekor Pentet Madura terlihat lebih panjang daripada jenis Pentet lainnya.
  • Memiliki warna bulu yang sangat kontras antara dada dan bulu dibagian tubuh lainnya.
  • Pada bagian tengkuk Pentet Madura berwarna abu-abu atau silver terang.
  • Pentet Madura memiliki sorot mata yang sangat tajam dan terlihat seperti melotot.
  • Umumnya Pentet Madura memiliki kepala berwarna hitam pekat atau biasa disebut blangkon dan warna bulu hitamnya terkadang dapat mencapai tengkuk sehingga tampak seperti gondrong.

Baca Juga : Cara Merawat Burung Cendet

Kelebihan Burung Pentet Madura

Burung Pentet Madura
Sumber Gambar: i.ytimg.com

Dapat dikatakan, burung Cendet Madura merupakan satu dari sekian banyak jenis burung Cendet yang ada di Indonesia yang memiliki kualitas terbaik serta memiliki harga yang cukup tinggi.

Hal ini karena burung Cendet Madura terkenal akan kecerdasannya dalam menirukan suara burung kicau lainnya. Bukan hanya itu saja, terdapat beberapa kelebihan lainnya yang dimiliki oleh burung Cendet yang berasal dari Pulau Madura ini.

Inilah kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh burung Cendet Madura.

  • Cendet Madura terkenal lebih cerdas jika di bandingkan dengan Cendet yang berasal dari daerah lainnya.
  • Burung Cendet Madura terkenal baik dalam menirukan atau merekam materi isian lebih banyak.
  • Suara kicauannya lebih kristal dan kasar serta terdengar sangat keras.
  • Memiliki mental bertarung lebih tinggi.
  • Karena memiliki daya tahan tubuh yang baik, maka Cendet Madura sangat jarang sakit.
  • Kelebihan terakhir yang dimiliki oleh Cendet Madura adalah bersifat sangat bandel dan tidak mudah stres.

Dengan kelebihan-kelebihan inilah yang membuat banyak kicau mania lebih memilih untuk memelihara jenis Pentet yang berasal dari Madura daripada Pentet yang berasal dari daerah lain meskipun Pentet Madura memiliki harga yang cukup tinggi.

Cara paling mudah jika kita ingin membeli Burung Pentet Madura yang asli adalah dengan melihat ukuran tubuhnya yang kecil dan ramping, bulu di dada terlihat putih bersih, tengkuk berwarna abu-abu, serta memiliki ekor yang cukup panjang. Dengan kita melihat ciri-ciri tersebut maka dapat mengantisipasi manakala ada penjual yang berniat ingin menipu kita.