Perbedaan Pantun, Syair, dan Gurindam

Perbedaan Pantun, Syair, dan Gurindam

Perbedaan Pantun, Syair, dan Gurindam – Apakah masih ingat ketika kita masih belajar di sekolah bahwa kita pernah belajar mengenai pantun, syair, dan gurindam?

Ya, ketiganya merupakan bagian dari karya sastra atau puisi lama yang di dalamnya kita dapat mengekspresikan sebuah perasaan dan juga dapat digunakan sebagai sarana untuk menyampaikan pesan melalui karya tulis.

Meskipun ketiganya tergolong ke dalam puisi lama, namun faktanya di antara ketiganya ini memiliki perbedaan yang cukup mendasar seperti halnya perbedaan cerpen dan novel.

Perbedaan Pantun, Syair, dan Gurindam

Perbedaan Pantun, Syair, dan Gurindam
www.haipedia.com

Secara garis besar, perbedaan antara pantun, syair, dan gurindam terletak pada:

  • Jumlah kata dalam tiap baris
  • Jumlah baris pada setiap bait
  • Struktur
  • Rima
  • Isi atau kandungan

Lantas apa saja perbedaannya? Berikut adalah hal-hal yang membedakan antara pantun, syair, dan gurindam berdasarkan pengertian dan ciri-cirinya.

Pantun

Pantun merupakan salah satu puisi lama yang ada di Indonesia yang diperkenalkan dalam bahasa nusantara. Jika dilihat berdasarkan sejarahnya, pantun berasal dari Minangkabau ‘patuntun’ yang berarti penuntun.

Sedangkan di Jawa, pantun lebih dikenal dengan sebutan parikan. Sementara di tanah Pasundan, pantun disebut dengan paparikan. Di Indonesia sendiri terdapat beberapa jenis pantun, seperti pantun humor, pantun nasihat, pantun teka-teki, dan lain-lain.

Meskipun di tiap daerah menyebut pantun dengan nama yang berbeda-beda, namun ternyata pantun memiliki ciri-ciri yang sama, yaitu:

  • Terdiri dari 4 baris dalam setiap baitnya
  • Memiliki sajak a-b-a-b atau a-a-a-a
  • Setiap baris umumnya terdiri dari 8-12 suku kata
  • Baris pertama dan kedua disebut sampiran
  • Baris ketiga dan keempat adalah isi

Syair

Syair juga tergolong ke dalam puisi lama yang berfokus pada irama dari sajak. Berbeda dengan pantun yang berasal dari Indonesia, syair berasal dari bahasa Arab, yaitu syu’ur yang berarti perasaan. Seiring berjalannya waktu, kata syu’ur kemudian berkembang menjadi syi’ir yang berarti puisi.

Kita dapat mengetahui syair dengan melihat ciri-cirinya, yaitu:

  • Tiap bait pada syair terdiri dari 4 baris
  • Setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata
  • Bahasa yang digunakan pada syair merupakan bahasa kiasan
  • Memiliki sajak a-a-a-a
  • Syair berisi tentang kisah yang di dalamnya terdapat nasihat
  • Keseluruhan baris merupakan isi
  • Sebuah karya sastra yang berasal dari Arab

Gurindam

Gurindam merupakan puisi lama yang hanya memiliki 2 bait. Menilik dari sejarahnya, gurindam berasal dari bahasa Tamil, India, yaitu kirindam yang dapat diartikan menjadi asal mula, mula-mula, atau dapat juga diartikan sebagai perumpamaan.

Karya sastra gurindam memiliki ciri-ciri seperti:

  • Setiap baitnya hanya terdiri dari 2 baris
  • Baris pertama merupakan sebab, sedangkan baris kedua adalah akibat
  • Sajak a-a
  • Pada tiap barisnya terdapat 10-14 suku kata
  • Berisi tentang nasihat dan kata-kata mutiara

Karmina

Selain pantun, syair, dan gurindam, terdapat salah satu karya sastra atau puisi lama lainnya, yaitu karmina. Karmina atau pantun kilat atau pantun dua seuntai, merupakan pantun yang hanya terdiri dari 2 baris saja serta memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Hanya terdiri dari 2 baris pada tiap baitnya.
  • Bersajak a-b
  • Setiap baris terdiri dari 9-12 suku kata
  • Baris pertama berupa sampiran, sedangkan baris kedua adalah isi
  • Karmina berisi tentang ejekan, sindiran, dan cemoohan

Berdasarkan ciri-ciri di atas, maka kita dapat menyimpulkan perbedaan ketiga karya sastra ini, yaitu:

  • Jumlah kata

Pada pantun terdiri dari 8-12 suku kata, sementara pada syair terdiri dari 8-12 suku kata, sedangkan pada gurindam terdiri dari 10-14 suku kata.

  • Jumlah baris

Pantun dan syair umumnya terdiri dari 4 baris, sementara pada gurindam terdiri dari 2 baris.

  • Struktur

Struktur pantun pada baris pertama dan kedua merupakan sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempat adalah isi. Ini berbeda dengan syair yang mana semua barisnya adalah isi.

Adapun pada gurindam, isi atau maksudnya adalah terdapat pada baris kedua. Hal ini karena baris kedua berisi jawaban yang diakibatkan masalah atau perjanjian yang terdapat pada baris pertama.

  • Rima akhir baris

Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa pantun pada umumnya memiliki rima a-b-a-b, syair a-a-a-a, serta untuk gurindam berima a-a, b-b, c-c, dan seterusnya.

  • Kandungan isi

Salah satu bagian terpenting untuk mengetahui beda dari pantun, syair, dan gurindam adalah dengan melihat kandungan isinya.

Umumnya pantun berisi tentang nasihat maupun teguran secara tidak langsung yaitu dengan cara menggunakan kata-kata yang menghibur. Kandungan isi di dalam syair biasanya juga berupa nasihat, namun juga berisi tentang filosofi hidup, atau kata-kata mutiara.

Berbeda dengan pantun dan syair, gurindam lebih mengandung nilai-nilai kehidupan atau nilai-nilai moral.

Baca Juga : Perbedaan Drama dan Teater

Persamaan Pantun, Syair dan Gurindam

Perbedaan Pantun, Syair, dan Gurindam
www.yuksinau.id

Selain memiliki perbedaan, ketiga karya sastra ini juga memiliki persamaan. Di bawah ini adalah persamaannya.

  • Ketiga karya sastra ini tidak dapat diketahui siapa pengarangnya
  • Penyampaiannya bersifat turun-temurun, yaitu dari mulut ke mulut
  • Kandungan isi pada ketiganya berupa nasihat
  • Termasuk dalam jenis sastra yang kaku, karena tidak terikat oleh aturan-aturan jumlah kata dalam tiap baris dan juga jumlah baris dalam setiap bait
  • Pengulangan kata pada awal dan akhir sajak biasanya disebut dengan rima

Contoh Pantun, Syair, dan Gurindam

Perbedaan Pantun, Syair, dan Gurindam
www.kelaspintar.id

Agar kita lebih memahami tentang ketiga karya sastra tersebut, berikut adalah contoh-contohnya.

Contoh Pantun

Ke apotek membeli obat

Toko Indo menjual pulsa

Jika kita ingin selamat

Berdoalah Kepada Tuhan Yang Maha Esa

Contoh Syair

Meski kaya jangan menghina

Karena harta adalah titipan-Nya

Jangan lupa terus berdoa

Agar selamat untuk selamanya

Contoh Gurindam

Jika kita terus berusaha

Maka sukses di depan mata

Setelah kita membahas tentang perbedaan dan persamaan antara pantun, syair, dan gurindam lengkap beserta contohnya, kini kita tentu telah memahami hal-hal mendasar yang terdapat pada puisi lama tersebut bukan? Semoga artikel ini dapat dijadikan referensi dan semoga bermanfaat.

Perbedaan Cerpen dan Novel

Perbedaan Cerpen dan Novel

Perbedaan Cerpen dan Novel – Prosa merupakan sebuah karya sastra yang di dalamnya mengandung tulisan naratif dan terdiri dari unsur-unsur cerita. Unsur-unsur cerita pada prosa ini dapat berupa tema, alur, latar, watak, penokohan, dan konflik.

Sementara itu, prosa memiliki beberapa contoh yang cukup terkenal di kalangan masyarakat, Dua di antaranya adalah cerpen dan novel.

Namun kebanyakan masyarakat luas menganggap bahwa cerpen dan novel adalah sama. Padahal faktanya kedua kata tersebut memiliki perbedaan yang cukup jelas.

Baca Juga: Pengertian, Perbedaan Advokat dan Pengacara

Perbedaan Cerpen dan Novel

Perbedaan Cerpen dan Novel
wirahadie.com

Agar kita tidak salah lagi dalam mengartikan kedua kata tersebut, berikut adalah pembahasan mengenai perbedaan cerpen dan novel secara umum yang wajib kita ketahui.

1. Alur

Alur adalah sebuah urutan cerita yang terdapat pada cerpen dan novel yang bertujuan untuk menyampaikan suatu cerita yang ingin disampaikan oleh si penulis.

Sementara itu, alur terbagi ke dalam beberapa macam, seperti alur maju, alur mundur, dan alur campuran yang mana alur ini merupakan gabungan dari kedua alur tersebut.

Jika dilihat dari alurnya, cerpen memiliki alur cerita yang sederhana serta ruang geraknya terbatas/sempit.

Pada umumnya alur yang ada pada cerpen hanya membahas tentang perkenalan tokoh, munculnya konflik, puncak konflik, serta penyelesaian masalah.

Berbeda dengan novel yang memiliki alur cerita yang lebih kompleks sehingga alur ceritanya lebih panjang, rumit, dan lebih luas.

Bukan hanya itu saja, novel tidak hanya menggunakan satu alur saja namun juga lebih banyak menggunakan alur gabungan yang cukup rumit yang membuat pembaca harus lebih memahami.

2. Penokohan

Penokohan adalah cara yang dilakukan oleh si penulis untuk menyampaikan karakter para tokoh yang terdapat di dalam cerita. Pada cerpen maupun novel, umumnya penokohan dilakukan pada dua cara yaitu secara langsung dan tidak langsung.

Maksud dari penokohan secara langsung adalah si penulis ingin mendeskripsikan karakter tokoh menggunakan kalimat yang jelas.

Sementara jika secara tidak langsung adalah penulis akan dengan sengaja menceritakan karakter menggunakan maksud tersirat yang terlihat dari sikap tokoh tersebut terhadap tokoh lainnya.

Maka dapat disimpulkan jika penokohan pada cerpen pada umumnya disampaikan dengan tidak terlalu detail dan juga secara langsung. Karakter-karakter pada tokoh cerpen pun tidak terlalu banyak, yaitu hanya sekitar empat hingga enam tokoh saja dalam satu cerpen.

Adapun pada novel, karakter dari tokohnya akan disampaikan hingga detail. Novel juga akan memperlihatkan tokoh yang lebih banyak dengan berbagai karakter.

Bahkan kehidupan yang diceritakan pada novel dapat dimulai dari masa kecil si penokoh sampai ia meninggal.

Bukan hanya itu saja, tokoh pada novel pun amatlah banyak. Selain tokoh utama, ada pula tokoh lainnya seperti tokoh pendukung. Namun umumnya tokoh dalam novel berjumlah lebih dari 10 karakter.

3. Tema

Di dalam sebuah cerpen, tema yang di angkat pada umumnya berupa masalah-masalah yang cenderung sederhana sehingga alur dari ceritanya mudah ditebak oleh si pembaca.

Ini berbeda dengan novel yang mana isinya lebih kompleks sehingga alurnya lebih rumit daripada cerpen. Novel juga memiliki lebih dari satu impresi, emosi, dan efek.

4. Latar

Dapat dikatakan bahwa latar cerita pada cerpen amatlah sempit dan juga terbatas, yaitu hanya berjumlah tidak lebih dari 10 dalam satu cerpen.

Namun pada sebuah novel biasanya terdapat latar dengan jumlah yang banyak serta jangkauan geografis yang juga sangat luas. Pada latar, perbedaan antara cerpen dan novel meliputi waktu, tempat, dan suasananya.

5. Perwatakan

Watak pada cerpen akan diungkap dengan jelas, singkat, dan juga terarah langsung pada yang dituju. Sedangkan pada novel, tiap watak yang dimiliki oleh para tokoh nantinya juga akan diungkapkan namun secara perlahan dan sedikit demi sedikit pada setiap cerita.

Inilah yang menjadikan novel lebih diminati oleh orang dewasa yang memiliki wawasan luas. Berbeda dengan cerpen yang lebih banyak diminati oleh anak-anak dan remaja. Ini dikarenakan cerpen biasanya mengungkapkan watak yang jelas serta lebih mudah dipahami oleh anak-anak.

6. Konflik

Cerita pendek pada umumnya hanya mengeluarkan satu konflik dengan satu titik klimaks saja. Berbeda dengan novel yang dapat mengeluarkan lebih dari satu konflik serta dengan beberapa titik klimaks.

Alasan itulah yang membuat novel lebih banyak diminati jika dibandingkan dengan cerpen. Karena dengan membaca novel, pembaca dapat larut ke dalam konflik yang ada di dalam novel tersebut.

7. Penggunaan Kata

Nah, perbedaan selanjutnya antara cerita pendek dengan novel adalah terletak pada penggunaan kata-katanya. Biasanya cerpen menggunakan cerita atau gambaran yang mudah untuk dipahami oleh pembaca.

Sementara penggunaan kata pada novel terbilang cukup sulit untuk dipahami terlebih lagi jika dibaca sekilas. Sehingga pada saat kita membaca novel, kita harus konsentrasi agar paham dengan alur cerita pada novel tersebut.

8. Jumlah Kata

Perbedaan cerita pendek dan novel yang terakhir adalah terletak pada jumlah kata yang digunakan. Umumnya, jumlah kata pada cerita pendek adalah kurang dari 10.000 kata. Sedangkan pada novel umumnya memiliki jumlah kata lebih dari 35.000 kata.

Cerpen dapat dibuat dengan satu halaman saja karena jumlah katanya yang tidak terlalu banyak. Berbeda dengan novel yang bisa mencapai lebih dari 100 halaman.

Baca Juga: Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini PAUD

Pengertian Cerpen dan Novel

Perbedaan Cerpen dan Novel
www.ririabdillah.com

Setelah kita mengetahui perbedaan antara cerita pendek dengan novel, apakah kita mengetahui juga pengertian di antara keduanya? Jika belum mengetahuinya, berikut adalah penjelasan selengkapnya.

Pengertian Cerpen

Cerpen merupakan suatu karya sastra yang berbentuk prosa dan bersifat fiktif di mana pada karya tersebut terdapat isi yang menceritakan/menggambarkan suatu kisah yang dialami oleh seorang tokoh dengan ditulis secara ringkas.

Gambaran cerita pada cerpen biasanya disertai dengan berbagai macam konflik serta terdapat beberapa macam penyelesaian/solusi dari permasalahan yang sedang terjadi.

Selain itu, cerita pendek memiliki kesan tunggal, yaitu hanya terfokus pada satu tokoh saja. Seperti yang telah di jelaskan di atas, cerpen biasanya hanya memiliki kata kurang dari 10.000 saja yang mana di dalamnya terdapat sebuah puncak masalah dan solusi dari permasalahan yang terjadi.

Isi pada cerita pendek juga cenderung singkat, padat, dan juga langsung tertuju pada tujuan utamanya.

Pengertian Novel

Novel adalah sebuah karya sastra yang berbentuk prosa naratif yang alur ceritanya panjang dan juga cenderung kompleks. Seperti halnya cerpen, novel juga terdapat gambaran yang menceritakan tentang kehidupan seorang tokoh orang-orang di sekitarnya.

Di dalam novel biasanya menonjolkan watak atau sifat dari tokoh yang terdapat dalam cerita tersebut. Novel juga mengandung sebuah pesan tersembunyi yang nantinya akan disampaikan ke pembaca.

Itulah pembahasan mengenai perbedaan cerpen dan novel lengkap beserta pengertiannya. Semoga pembahasan kali ini bermanfaat ya!

Pengertian Advokat

Pengertian Advokat

Pengertian Advokat – Advokat merupakan salah satu profesi pada bidang hukum yang dapat dikatakan tidak banyak dipahami dengan benar oleh sebagian masyarakat.

Bahkan banyak masyarakat yang malah memberikan pendapat bahwa advokat dan pengacara memiliki pengertian yang sama.

Sampai dengan saat ini, masalah hukum hingga pengadilan selalu dikaitkan hanya dengan pengacara saja. Padahal faktanya tidak hanya pengacara, namun juga terdapat pihak lain yang juga memberikan/menyediakan jasa hukum terhadap seseorang, seperti advokat.

Baca Juga: Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

Pengertian Advokat dan Pengacara

Pengertian Advokat
muslimobsession.com

Sebenarnya kedua profesi tersebut memiliki makna yang sama. Akan tetapi berdasarkan aturan regulasi yang ada dan berlaku di Indonesia, kedua profesi tersebut memiliki beberapa perbedaan yang cukup mendasar, tepatnya sebelum adanya UU Advokat.

Advokat sendiri diatur pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 yang kemudian Undang-Undang ini lebih dikenal dengan sebutan UU Advokat. Agar kita lebih memahami pengertian di antara keduanya, berikut adalah penjelasan selengkapnya.

Pengertian Advokat

Dalam regulasi yang dituangkan pada tahun 2003, jabatan advokat merupakan seseorang yang bekerja dalam memberikan bantuan hukum atau hukum jasa yang lebih dalam dan juga lanjut kepada publik.

Jasa hukum yang diberikan oleh advokat sendiri terjadi pada saat seseorang memiliki agenda hukum baik itu hukum perdata maupun hukum pidana.

Sementara itu, jasa hukum yang diberikan ini dapat dilakukan oleh seorang advokat baik itu pada saat berada di dalam maupun di luar lokasi kewenangannya seperti misalnya pengadilan hukum, pengadilan agama, sampai pengadilan tata usaha negara.

Pengertian Pengacara

Sebelum adanya UU secara khusus yang mengatur tentang advokat hukum, ternyata banyak istilah  yang memiliki makna yang hampir sama dengan advokat.

Seperti misalnya pengacara, konsultan hukum, penasihat hukum, dan lainnya. Sehingga sebelum adanya UU Advokat Tahun 2003, kedudukan profesi advokat dan juga pengacara tidak atau bahkan belum terlihat jelas, namun malah terdapat jurang pemisah antara advokat dengan pengacara.

Advokat sendiri merupakan seseorang yang telah mengantongi izin untuk memberikan jasa hukum kepada klien di seluruh wilayah di Indonesia.

Hal ini secara lebih lanjut diatur berdasarkan dokumen resmi dari kementerian terkait yaitu Kementerian Hukum dan HAM yang berstatus sebagai lembaga negara yang memiliki hak untuk mengatur.

Sedangkan pengacara memiliki cakupan yang cenderung lebih sempit daripada advokat. Meskipun demikian, pengacara dapat memberikan jasa hukumnya selama klien yang akan dibantu memegang izin dari pengadilan setempat.

Kualifikasi atau Syarat Profesi Advokat

Pengertian Advokat
www.dslalawfirm.com

Bukan sembarang orang dapat memiliki profesi sebagai advokat. Melainkan seorang advokat harus lulusan dari pendidikan tinggi dengan jurusan yang masih sejalan dengan profesi hukum.

Ini tercantum dalam Pasal 2 Ayat (1) UU Advokat, seseorang yang bisa atau dapat diangkat sebagai advokat yaitu sarjana hukum dengan pendidikan khusus profesi advokat.

Pendidikan khusus yang dimaksud adalah suatu pendidikan yang hanya diselenggarakan oleh organisasi profesi atau lebih terkenal dengan Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI).

Selain itu, menurut Pasal 3 Ayat (1), seorang sarjana hukum yang telah mengikuti pendidikan khusus advokat, ia harus melewati tahapan ujian sampai dengan magang di kantor hukum dalam waktu 2 tahun berturut-turut.

Jika seorang sarjana hukum telah melewati tahapan tersebut, maka ia baru layak diangkat melalui Pengadilan Tinggi guna diambil sumpah untuk menjadi seorang advokat.

Baca Juga: Perbedaan Drama dan Teater

Hal yang Perlu Dihindari oleh Advokat

Meskipun dijamin kebebasannya untuk memberikan jasa hukum kepada klien dengan melalui peraturan perundang-undangan, akan tetapi seorang advokat juga dapat dikenai beberapa tindakan.

Hal ini sesuai dengan penjelasan pada Pasal 6, bahwasanya advokat adalah pemberi jasa hukum yang bisa dikenai sanksi jika melakukan tindakan yang berlawanan dengan sumpah jabatannya.

Beberapa tindakan-tindakan yang wajib dihindari oleh seorang advokat adalah:

  • Melakukan perbuatan tidak patut terhadap rekan seprofesi
  • Mengabaikan kepentingan klien
  • Melakukan perbuatan yang bertentangan dengan kewajiban, kehormatan, harkat dan martabat profesi advokat
  • Bersikap tidak menghormati hukum dan pengadilan
  • Melakukan pelanggaran terhadap peraturan
  • Melanggar sumpah advokat atau kode etik profesi advokat

Adapun sanksi yang diberikan kepada seorang advokat yang terbukti telah melakukan tindakan-tindakan tersebut akan dilakukan secara resmi dengan adanya Keputusan Dewan Kehormatan Organisasi Advokat.

Berikut adalah beberapa sanksi yang diperoleh seorang advokat yang terbukti melakukan pelanggaran:

  • Teguran lisan
  • Teguran tertulis
  • Pemberhentian sementara dari profesi advokat dalam kurun waktu tiga hingga dua belas bulan
  • Atau pemberhentian tetap sebagai profesi advokat

Hak dan Kewajiban Advokat

Guna memberikan bantuan hukum secara maksimal, seorang yang berprofesi sebagai advokat harus dapat mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang menjadi tanggung jawabnya dengan berpegang teguh pada kode etik profesi.

Seorang advokat juga harus memiliki hak untuk tidak dapat dituntut baik secara perdata maupun pidana tentang pernyataan yang dibuatnya pada saat menjalankan tugas dan tanggung jawab di bidang hukum.

Perbedaan Advokat dan Pengacara

Pengertian Advokat
sabrweb.com

Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa advokat merupakan seseorang yang telah memegang izin untuk memberikan jasa hukum di Pengadilan dengan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehakiman dan memiliki wilayah untuk “beracara” di seluruh wilayah Republik Indonesia.

Sedangkan pengacara merupakan seseorang yang memiliki izin praktik beracara sesuai dengan surat izin praktik di wilayah yang diberikan oleh pengadilan setempat.

Jika seorang pengacara berniat untuk ingin memberikan jasa hukum di luar wilayah izin praktiknya, maka sebelumnya ia wajib memperoleh izin terlebih dahulu dari pengadilan di mana ia akan beracara.

Perbedaan di antara keduanya ini dapat kita temui dalam Reglement op de Rechterlijke Organisatie en het Beleid der Justitie in Indonesia (Stb. 1847 Nomor 23 jo. Stb. 1848 Nomor 57), Pasal 185 sampai Pasal 192 namun dengan segala perubahan dan penambahannya.

Baca Juga: Sejarah Wayang Kulit di Indonesia

Perbedaan Pengacara dan Konsultan Hukum

Pengertian Advokat
artikel.rumah123.com

Setelah mengetahui perbedaan antara advokat dengan pengacara, kini kita akan membahas mengenai perbedaan antara pengacara dengan konsultan hukum.

Kedua istilah ini memiliki beberapa perbedaan di mana salah satu perbedaannya terletak pada tugas dan tanggung jawabnya. Seorang pengacara memiliki tugas yaitu memberikan jasa hukum di dalam pengadilan di lingkup wilayah tertentu yang sesuai dengan izin praktik beracaranya.

Sementara konsultan hukum atau dikenal juga dengan penasihat hukum merupakan orang yang memberikan pelayanan jasa hukum namun dalam bentuk konsultasi dalam sistem hukum yang berlaku di negara masing-masing.

Sehingga kita dapat menyimpulkan bahwa jasa konsultan hukum hanyalah sebatas memberikan layanan konsultasi dan juga memberikan jasa hukumnya di luar pengadilan.

Hingga sejak diberlakukannya UU Advokat, istilah tersebut kemudian disamakan dengan advokat agar terdapat standarisasi yang jelas.

Itulah penjelasan mengenai pengertian advokat dan pengacara lengkap beserta perbedaannya yang berhasil dirangkum dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat.

Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini

Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini

Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini – Terdapat banyak pendidikan formal yang diterapkan di negara kita ini. Salah satunya adalah Pendidikan Anak Usia Dini atau lebih dikenal dengan singkatan PAUD.

Namun untuk menjalankan PAUD dengan benar sehingga dapat memenuhi standar, maka dibutuhkan sebuah manajemen PAUD.

Manajemen PAUD ini sangat penting agar dapat memberikan sebuah sistem pendidikan terbaik untuk anak sehingga dapat membantu tumbuh kembangnya anak, membentuk kepribadian anak, serta bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya.

Baca Juga: Perbedaan Drama dan Teater

Pengertian Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini (Manajemen PAUD)

Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini
siedoo.com

Sebelum membahas lebih jauh mengenai manajemen PAUD, alangkah baiknya kita terlebih dahulu mengetahui apa itu pengertian dari manajemen PAUD.

Kata manajemen sendiri berasal dari bahasa Inggris ‘management’ yang mana kata dasarnya adalah ‘manage’ yang berarti mengelola.

Sehingga manajemen dapat diartikan sebagai pengelolaan, pengaturan, pengarahan yang terdapat pada suatu lembaga.

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa pengertian dari manajemen PAUD merupakan suatu upaya dalam mengatur, mengelola, atau mengarahkan proses interaksi edukatif antara peserta didik, guru, dan lingkungan secara teratur, terencana serta tersistem guna mencapai tujuan PAUD.

Ruang Lingkup Manajemen PAUD

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat mendirikan sekolah, tata kelola, bahkan pada pengembangan sekolah PAUD pun harus tidak luput dari perhatian.

Ruang lingkup manajemen PAUD meliputi apa yang akan dikelola, bagaimana cara dan merencanakannya, serta kemana manajemen PAUD akan diarahkan.

Ada beberapa hal penting yang menjadi fokus sekolah PAUD, seperti:

  • Manajemen kurikulum PAUD
  • Manajemen anak didik di lembaga PAUD
  • Manajemen pendidikan dan juga tenaga pendidik
  • Manajemen desain lingkungan PAUD
  • Manajemen sarana dan prasarana

Usia Anak untuk PAUD

Jika dilihat berdasarkan ruang lingkupnya, usia anak PAUD dibagi ke dalam beberapa bagian. Di antaranya adalah:

  • Infant (usia 0-1 tahun)
  • Toddler (usia 2-3 tahun)
  • Preschool atau kindergarten children (usia 3-6 tahun)
  • Early primary school (SD Kelas Awal atau pada usia 6-8 tahun)

Lembaga Pendidikan PAUD

Sementara itu, terdapat beberapa lembaga pendidikan PAUD di Indonesia, yaitu:

  • Taman Kanak-kanak atau TK
  • Kelompok Bermain atau KB
  • Raudatul Athfal atau RA
  • Bustanul Athfal atau BA
  • Taman Penitipan Anak atau TPA
  • Satuan PAUD Sejenis atau SPS

Lantas apakah anak usia dini wajib untuk masuk ke lembaga PAUD? Jawabannya adalah tidak wajib. Hal ini karena pendidikan anak usia dini juga dapat dilakukan sendiri oleh orang tua di rumah dan lingkungannya.

Baca Juga: Sejarah Wayang Kulit di Indonesia

Prinsip Manajemen PAUD

Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini
www.kabaruang.com

Pada umumnya manajemen PAUD dilakukan oleh kepala sekolah atau yang disebut juga dengan pengelola PAUD. Secara umum, terdapat 4 prinsip yang harus dijalankan agar manajemen yang dipimpinnya ini dapat berjalan dan berfungsi dengan baik.

4 prinsip manajemen PAUD yang dimaksud adalah:

Profesionalisme

Profesionalisme sendiri berkaitan dengan kedisiplinan dalam menjalankan lembaga sesuai dengan standar prosedur yang berlaku. Lembaga PAUD yang dikelola dengan profesional tentu akan lebih unggul sehingga akan tampak lebih rapi teratur, disiplin, serta jelas dalam melaksanakan program.

Komitmen dan Ketegasan

Pada dasarnya komitmen ditunjukkan terhadap kesanggupan kepala sekolah dalam memajukan lembaga yang dipimpin olehnya. Guru, staf administrasi anak didik, orang tua, dan lingkungan masyarakat juga turut andil mendukungnya.

Mereka wajib memiliki komitmen yang kuat sehingga dapat mengoptimalkan tumbuh kembangnya anak sesuai dengan tugas masing-masing.

Seorang kepala sekolah sebagai pemimpin PAUD juga wajib memiliki ketegasan terhadap semua komponen manajemen yang dikelola olehnya.

Komunikasi dan Koordinasi

Pada sebuah lembaga PAUD pasti melibatkan banyak komponen sumber daya manusia. Adapun salah satu tugas kepala sekolah sebagai pengelola PAUD adalah mengkomunikasikan dan juga mengkoordinasikan program yang sedang berjalan.

Tujuannya adalah agar program terlaksana sesuai harapan sehingga mendapatkan hasil yang efektif dan efisien.

Tanpa komunikasi dan koordinasi yang baik, manajemen sebaik apapun pasti tidak akan berhasil menjalankan roda kelembagaan PAUD, karena dapat memunculkan sikap lempar tanggung jawab, serta menghindari beban pekerjaan antar personel.

Kompetisi

Kepala sekolah yang baik tentunya harus membebaskan para pengajar/guru dalam mendidik anak asuhnya tanpa campur tangan. Jika kepala sekolah ikut campur tangan, maka dapat mengganggu seorang guru dalam menjalankan tugasnya.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan hadiah/penghargaan dan hukuman agar dapat menciptakan iklim kompetisi yang baik dan sehat.

Seperti misalnya seorang guru PAUD pernah menjuarai lomba hingga ke tingkat kabupaten atau provinsi, maka guru yang berprestasi tersebut perlu mendapatkan penghargaan dari sekolah di mana ia mengajar.

Hal ini tentu akan menjadi penyemangat dan motivasi guru lainnya untuk dapat memacu diri mereka agar menjadi lebih baik lagi dan hasilnya PAUD yang dipimpin akan semakin maju.

Baca Juga: 10 Tokoh Seniman Patung Indonesia Paling Terkenal

Fungsi Manajemen PAUD

Melalui manajemen PAUD tentu akan mempermudah bagi kepala/pengelola PAUD untuk melakukan berbagai hal seperti perencanaan, pengorganisasian, pengendalian/kepemimpinan, serta pengawasan.

Perencanaan

Perencanaan pada penyelenggaraan PAUD tentu sudah dituangkan pada visi dan misi lembaga dan juga strategi untuk mencapai tujuan.

Dalam membuat perencanaan, usahakan dilengkapi dengan tabel penjadwalan kapan program akan dimulai dan kapan program selesai. Perencanaan tentunya akan membuat program dapat berjalan dengan matang dan juga tepat waktu.

Pengorganisasian

Selanjutnya adalah pengorganisasian. Bagilah tugas profesional dengan melihat kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing sumber daya individu yang ada.

Pengorganisasian sendiri dapat dilakukan dengan mudah karena komponen PAUD di dalamnya terdapat sumber daya yang dapat bekerja sama dalam membentuk sebuah sistem untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Kepemimpinan

Pengelola PAUD tidak boleh disibukkan dengan pekerjaan interal lembaga yang ia pimpin. Namun ia juga harus melihat keluar untuk mencari ide inspirasi baru sehingga PAUD yang dipimpin olehnya dapat lebih maju.

Selain itu, pengelola PAUD juga harus mengajar di kelas namun dengan jam mengajarnya yang tidak lebih banyak dari guru pengajar lainnya karena pengelola PAUD harus mengetahui kondisi lapangan dengan instansi yang dipimpin olehnya.

Tujuannya adalah agar mengetahui persis program yang mana yang ia harus laksanakan.

Pengawasan

Dengan adanya manajemen PAUD tentu akan lebih mudah karena kepala sekolah yang dalam hal ini berstatus sebagai pengelola PAUD akan dapat membagi pekerjaan terhadap individu-individu yang terlibat agar mencapai tujuan.

Sementara itu, sebuah rencana program juga harus diawasi, dikontrol, serta di supervisi yang mana tujuannya bukan hanya untuk menilai baik atau buruknya individu namun juga kepala sekolah harus memberikan arahan, motivasi untuk lebih mengoptimalkan lagi hasil kerja yang dicapai oleh para individu.

Tujuan Manajemen PAUD

Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini
news.schmu.id

Manajemen PAUD tentunya memiliki tujuan yang harus terealisasi. Adapun tujuan utamanya adalah untuk memastikan anak usia dini mendapatkan pertumbuhan dan juga perkembangan yang maksimal.

Beberapa pertumbuhan dan perkembangan yang dimaksud adalah:

  • Perkembangan kecerdasan kognitif yang meliputi daya pikir dan daya cipta
  • Perkembangan fisik yang baik meliputi koordinasi motorik halus dan kasar
  • Perkembangan komunikasi bahasa
  • Perkembangan sosio emosional yang meliputi sikap dan emosi

Namun secara khusus, terdapat dua tujuan manajemen PAUD, yaitu:

Efektif

Dengan adanya manajemen PAUD diharapkan semua program PAUD dapat terlaksana dengan baik dan benar. Program pada PAUD tentunya melibatkan semua komponen lembaga PAUD, mulai dari orang tua, lingkungan sekolah, tenaga pendidik, dan lain sebagainya.

Efisien

Efisien sendiri memiliki hubungan sangat erat dengan penghematan. Maksudnya adalah semua program PAUD dapat terlaksana dengan baik yaitu dengan menggunakan sumber daya seminimal mungkin.

Itulah penjelasan mengenai manajemen Pendidikan Anak Usia Dini lengkap beserta pengertian, ruang lingkup, prinsip, fungsi, dan tujuannya.

Dengan adanya manajemen PAUD ini diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih optimal bagi tumbuh berkembangnya anak.

1 Hektar Berapa Meter

1 Hektar Berapa Meter

1 Hektar Berapa Meter – Pada kesempatan sebelumnya kita telah membahas mengenai besaran pokok dan besaran turunan. Nah, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas bersama mengenai satuan ukuran, tepatnya konversi hektar ke meter.

Seperti yang diketahui, satuan ukuran dalam ilmu matematika ini bermacam-macam, mulai dari meter, hektar, ons, dan lain sebagainya dimana dari ukuran-ukuran tersebut memiliki besaran ukuran yang berbeda-beda.

Lantas, apakah kita mengetahui jika dalam satu hektar itu terdapat berapa meter? Berikut penjelasan selengkapnya.

1 Hektar Berapa Meter

1 Hektar Berapa Meter

 

Satuan hektar biasanya digunakan untuk mengukur luas suatu lahan atau tanah yang mana pada satu hektar itu sama dengan 10.000 meter persegi (m²).

1 Hektar = 10.000 meter persegi (m²)

Sementara itu, satuan dasar dari hektar adalah are, kemudian satu are bernilai 100 m². Sedangkan kata hekto bermakna 100 kali, sehingga balasan untuk satu hektar berapa meter adalah seperti pada penjabaran tersebut diatas.

Namun selain klarifikasi mengenai satu hektar berapa meter, disini kita juga akan membahas mengenai satuan are serta konversi satuannya.

Satuan Are

Satuan are dapat dikonversikan menjadi meter persegi. Lalu berapakah nilai dari 1 are berapa meter persegi? Jawabannya adalah 1 are bernilai 100 meter persegi. Sedangkan dalam satuan are ditulis menggunakan huruf “a”.

Maka jika terdapat nilai 50 are lebih pantas ditulis 50a. Penggunaan satuan are ini bertujuan untuk memperlihatkan besarnya ukuran luas tanah atau lahan.

Satuan Hektar

Sama seperti halnya satuan are, satuan hektar juga dapat dikonversikan menjadi meter persegi. Jika dikonversikan ke meter persegi, maka nilai satu hektar adalah 10.000 meter persegi. Sedangkan satuan hektar dapat ditulis menjadi “ha”.

Berdasarkan hal tersebut, maka jika terdapat nilai 100 hektar dapat ditulis menjadi 100ha. Nah, untuk satu hektar juga dapat dikonversikan menjadi are, yaitu dengan nilai 1 hektar = 100 are.

Satuan Luas Berbasis Are

Dalam satuan luas berbasis are ini tidak hanya bernilai satu hektar berapa meter persegi saja, namun juga terdapat satuan luas lainnya yang berbasis are ,seperti:

  • kiloare (ka)
  • ektaare (ha)
  • dekaare (daa)
  • are (a)
  • desiare (da)
  • centiare (ca)
  • miliare (ma)

Baca Juga : Cara Membaca Jangka Sorong

Diagram Konversi Hektar ke Meter Persegi

Agar kita lebih memahaminya, berikut adalah tabel atau diagram konversi dari hektar ke meter persegi.

Contoh Soal Hektar dan Meter Persegi

Contoh soal 1

Yoto memiliki lahan pertanian dengan luas total mencapai 9,5 are. Berapakah luas lahan Yoto jika dikonversikan ke dalam bentuk meter persegi?

Jawaban:

Diketahui nilai 1 are adalah 100 meter persegi.

9,5 are = 9,5 x 100 meter persegi = 950 meter persegi.

Sehingga luas lahan Yoto jika dikonversikan ke dalam satuan meter adalah 950 meter persegi.

Contoh soal 2

Terdapat sebuah ladang jagung berbentuk persegi panjang yang mana panjangnya adalah 600 meter dan lebar 300 meter. Berapa are luas lahan jagung tersebut?

Jawaban:

Nilai 1 are adalah 100 meter persegi

Luas ladang jagung 600 m x 300 m= 180.000 meter persegi

Konversikan ke are: 180.000:100 = 1.800 are.

Maka jawabannya adalah 1.800 are.

Contoh soal 3

Miftah memiliki lahan persawahan dengan luas mencapai 5 hektar. Jika dikonversikan ke meter persegi, berapa luas lahan persawahan yang dimiliki oleh Miftah?

Jawaban:

Diketahui, nilai 1 hektar adalah 10.000 meter persegi.

Luas lahan persawahan adalah 5 x 10.000 = 50.000 meter persegi.

Setelah dihitung, maka luas lahan persawahan Miftah adalah 50.000 meter persegi.

Contoh soal 4

Desa Sawangan Wetan mempunyai lapangan dengan ukuran 100 m x 50 m. Jika diubah menjadi hektar, berapakah luas lapangan tersebut?

Jawaban:

Nilai dalam 1 hektar jika dikonversi ke meter persegi adalah 10.000 meter persegi.

Luas lapangan adalah 100 m x 50 m = 5.000 meter persegi.

Konversi meter persegi ke hektar = 5.000:10.000 = 0,5 hektar.

Sehingga luas lapangan di desa Sawangan Wetan dalam satuan hektar adalah 0,5 hektar.

Itulah pembahasan mengenai 1 hektar berapa meter lengkap beserta rumus, diagram, hingga contoh soalnya. Semoga dapat menambah wawasan kita akan satuan ukuran dan semoga bermanfaat!

Besaran Pokok dan Besaran Turunan

Besaran Pokok dan Besaran Turunan

Besaran pokok dan besaran turunan merupakan salah satu materi dalam fisika yang sangat penting dalam kehidupan manusia.

Bahkan dapat dikatakan jika materi ini sering kita dijumpai dalam kehidupan sehari-hari tanpa kita sadari. Seperti contohnya pada saat kita menyaksikan balapan MottoGP yang dapat melaju hingga kecepatan 350 km/jam.

MottoGP ini memiliki kecepatan yang jauh lebih cepat daripada kecepatan kuda yang biasanya hanya mencapai kecepatan maksimal 70 km/jam. Lantas dari mana kita dapat melihat perbedaan dari nilai kecepatan tersebut? Jawabannya adalah dari pengukuran kecepatan.

Pengertian Besaran Pokok dan Besaran Turunan

Besaran Pokok dan Besaran Turunan
slideplayer.info

Sebelum membahas lebih jauh, mengetahui pengertian daripada keduanya merupakan hal yang wajib diketahui agar kita tidak gagal di dalam memahaminya.

Besaran Pokok

Besaran pokok adalah besaran yang mana satuannya telah ditetapkan atau didefinisikan terlebih dahulu, berdiri sendiri, dan tidak tergantung pada besaran lainnya.

Adapun dimensi merupakan cara untuk menyusun suatu besaran yang susunannya berdasarkan besaran pokok serta ditandai dengan menggunakan lambang/huruf tertentu yang ditempatkan dalam kurung siku.

Para ahli fisika di seluruh dunia telah bersepakat bahwa terdapat tujuh besaran pokok dalam fisika. Berikut adalah tabel besaran pokok lengkap beserta satuan, singkatan, dan dimensinya.

Besaran Pokok dan Besaran Turunan
www.markijar.com

Berikut adalah penjelasan selengkapnya.

Massa

Besaran massa umumnya digunakan untuk mengukur massa atau kandungan materi yang terdapat di suatu benda. Sementara massa memiliki satuan internasional (SI) yaitu kilogram dengan dimensi [M].

Dalam massa satu kilogram didefinisikan oleh massa silinder logam. Nah, massa silinder logam ini terbuat dari campuran logam platina dan iridium serta disimpan dengan ketat di Sevres, Prancis, tepatnya di International Bureau of Weights and Measures.

Panjang

Sedangkan penggunaan besaran panjang digunakan untuk mengukur panjang suatu benda yang mana satuan internasionalnya adalah meter (M) dan berdimensi [L]

Satuan meter ini didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh cahaya dalam ruang hampa yaitu selama 1/299.792.458 sekon.

Waktu

Sementara besaran waktu digunakan untuk mengukur waktu suatu kejadian atau peristiwa. Adapun salah satu contoh alat ukur waktu adalah stopwatch. Waktu memiliki satuan internasional (SI) sekon dan dimensi [T].

Dapat dikatakan, satu sekon didefinisikan sebagai selang waktu yang diperlukan atom Cesium-133 untuk bergetar sebanyak 9.192.631.770 kali.

Suhu

Suhu merupakan ukuran panas pada suatu benda dimana satuan internasionalnya (SI) adalah kelvin [K], sedangkan alat untuk mengukur suhu disebut termometer.

Kuat Arus

Penggunaan kuat arus digunakan guna mengukur arus listrik dari satu tempat ke tempat lainnya yang memiliki satuan internasional berupa ampere (A) dan berdimensi [I].

Pada satu ampere didefinisikan sebagai kuat arus yang diperlukan untuk memindahkan muatan satu Coulomb per detiknya.

Intensitas Cahaya

Intensitas cahaya pada umumnya digunakan untuk mengukur mengenai terang atau tidaknya cahaya yang jatuh pada benda. Satuan internasional intensitas cahaya adalah candela atau disingkat (Cd) dan berdimensi [J].

Sementara itu, satu candela didefinisikan intensitas pancaran radiasi monokromatik dengan frekuensi yaitu 540 x1012 Hz serta mempunyai intensitas radian 1/683 wall per radian.

Jumlah Zat

Jumlah zat memiliki satuan internasional (SI) yaitu mol serta berdimensi [N]. Sedangkan pada satu mol sendiri didefinisikan sebagai jumlah zat yang sama atau sebanding dengan banyaknya 12 gram atom karbon -12.

Baca Juga: Cara Membaca Jangka Sorong

Besaran Turunan

Secara umum, besaran turunan merupakan besaran yang satuannya berasal dari kombinasi besaran-besaran pokok. Sementara jumlah besaran turunan terbilang sangat banyak dan dapat dikatakan hampir semua besaran fisika adalah besaran turunan.

Seperti yang telah diketahui, bahwa kita mengenal besaran turunan seperti luas, (kombinasi antara perkalian besaran panjang), kecepatan (kombinasi dari besaran panjang yang dibagi dengan besaran waktu), massa jenis (kombinasi besaran massa dibagi dengan besaran turunan volume), dan masih banyak lagi yang lainnya.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan tabel berikut ini:

Besaran Pokok dan Besaran Turunan
moztrip.com

Pengukuran Besaran dalam Fisika

Besaran Pokok dan Besaran Turunan
smp.prasacademy.com

Pengukuran merupakan suatu kegiatan membandingkan antara besaran satu dengan besaran yang lainnya dimana tujuannya adalah untuk mendapatkan data real secara pasti.

Terdapat banyak peristiwa pengukuran yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Seperti contohnya pengukuran tekanan darah pasien di rumah sakit, bayi yang ditimbang di puskesmas, pengukuran tegangan arus listrik, dan masih banyak lagi contoh yang lainnya.

Namun perlu kita ketahui, bahwa dalam teori yang terdapat pada fisika ini harus mampu selaras dengan hasil pengukuran.

Jika teori tidak sesuai dengan hasil pengukuran, maka teori tersebut ditolak! Sehingga pengukuran dalam fisika dapat dikatakan sangat penting dalam mendasari kevalidan suatu data.

Di dalam pengukuran sederhana, kita sering menjumpai bahkan malah menggunakan beberapa alat ukur untuk mengukur suatu benda.

Seperti misalnya menggunakan alat ukur mistar, meteran, jangka sorong, pengukuran besaran massa yang menggunakan alat ukur berupa timbangan dan lainnya.

Adapun baik itu konsep besaran pokok dan besaran turunan yang telah kita bahas bersama-sama ini telah ditetapkan oleh para ahli fisika dan telah menggunakan satuan baku yaitu satuan internasional (SI) yang memudahkannya di dalam pencocokan ukuran. Semoga bermanfaat ya!

Cara Membaca Jangka Sorong

Cara Membaca Jangka Sorong

Cara Membaca Jangka Sorong – Jangka sorong merupakan alat ukur yang memiliki ketelitian tinggi hingga mencapai seperseratus mm yang biasanya digunakan untuk mengukur dimensi bagian dalam benda atau bagian luarnya.

Selain itu, jangka sorong juga digunakan untuk mengukur kedalaman lubang, celah, dan lain sebagainya. Meskipun memiliki ukuran yang tidak terlalu besar, namun alat ini nyatanya dapat menghasilkan pengukuran yang lebih tepat jika dibandingkan dengan penggaris biasa.

Adapun skala nonius yang terdapat pada jangka sorong ini bervariasi, yaitu mulai dari 0,01, 0,02, 0,05 serta beberapa skala lainnya.

Baca Juga: Perkembangan Demokrasi di Indonesia

Cara Membaca Jangka Sorong

Cara Membaca Jangka Sorong
Sumber Gambar: i.ytimg.com

Secara umum, alat ukur yang satu ini memiliki beberapa model atau tipe, seperti jangka sorong analog, digital, dan manual.

Namun apakah kita mengetahui tentang bagaimana caranya membaca atau jangka sorong? Jika belum mengetahuinya, maka berikut ini adalah penjabaran mengenai cara membaca jangka sorong:

  • Pada alat pengukur ini terdapat dua skala, yaitu skala utama dan skala nonius. Nilai dari skala utama adalah cm, sedangkan skala nonius bernilai 1/10.
  • Lihatlah angka nol pada skala nonius. Terdapat garis pada skala utama yang berada tepat di belakang nol pada skala nonius. Garis tersebut adalah nilai ukur skala utamanya.
  • Jika telah mendapatkan nilai ukur skala utamanya, maka kita juga perlu membaca nilai ukur skala nonius. Caranya adalah menentukan garis yang berhimpitan antara skala utama dengan skala nonius. Garis yang berhimpitan ini adalah nilai ukur skala noniusnya.
  • Kemudian jumlahkan hasil nilai ukur skala utama dengan skala noniusnya. Tujuannya adalah agar kita mendapatkan hasil pengukuran panjang benda.

Cara Menggunakan Jangka Sorong

  • Untuk menggunakan jangka sorong, maka hal pertama yang perlu kita lakukan adalah membuka pengunci rahangnya terlebih dahulu.
  • Setelah itu untuk mengukur panjang suatu benda, kita dapat menggunakan rahang jangka sorong bagian bawah, yaitu dengan cara menaruh benda di antara rahang jangka sorong hingga kedua rahangnya menyentuh benda.
  • Terakhir adalah kunci rahang menggunakan pengunci lalu baca skala yang tertera pada jangka sorong.

Bagian-bagian Jangka Sorong

Cara Membaca Jangka Sorong
Sumber Gambar: www.diedit.com

Jangka sorong terdiri dari beberapa bagian yang mana di tiap bagiannya ini memiliki fungsi yang berbeda-beda. Berikut ini adalah bagian-bagian yang terdapat pada jangka sorong lengkap beserta fungsinya.

  • Rahang atas pada jangka sorong berfungsi untuk mengukur diameter benda.
  • Rahang bawah berfungsi untuk mengukur kedalaman benda.
  • Skala utama adalah untuk pembacaan nilai ukur.
  • Skala nonius digunakan untuk membaca nilai ukur.
  • Pengunci rahang berfungsi untuk mengunci supaya rahang tidak bergerak.
  • Pada bagian roda penggerak digunakan untuk menggerakkan rahang.

Macam-macam Jangka Sorong

Cara Membaca Jangka Sorong
Sumber Gambar: mechanical-engineering19.blogspot.com

Seperti pada penjelasan di atas bahwa terdapat tiga macam atau jenis jangka sorong, yaitu jangka sorong digital, jangka sorong manual, dan jangka sorong analog.

Jangka Sorong Digital

Sesuai dengan namanya, jenis jangka sorong ini memiliki skala nonius yang ditunjukkan dalam bentuk skala digital.

Hal ini yang menjadikan jangka sorong digital paling mudah digunakan untuk mengetahui hasil pengukuran jika dibandingkan dengan tipe jangka sorong yang lainnya.

Jangka Sorong Manual

Selanjutnya adalah jenis jangka sorong manual. Berhubung jangka sorong ini ini adalah manual, maka jika kita menggunakannya, kita harus mampu mengetahui skala nonius dengan teliti.

Ini karena di dalam menggunakan jangka sorong manual dibutuhkan ketelitian dalam melihat garis yang sejajar pada skala nonius.

Jangka Sorong Analog

Terakhir adalah jangka sorong analog. Pada tipe jangka sorong analog ini sebenarnya sama seperti jangka sorong manual. Bedanya adakah terletak pada bentuk skalanya yang berbentuk jarum atau analog. Maka kita harus mampu membaca secara tepat nilai yang ditunjuk oleh analog tersebut.

Fungsi Jangka Sorong

Cara Membaca Jangka Sorong
Sumber Gambar: www.alihamdan.id

Meskipun terlihat sederhana, namun jangka sorong memiliki beberapa fungsi yang membantu untuk memudahkan pekerjaan manusia. Di antara fungsi dari jangka sorong adalah:

  • Untuk mengukur diameter luar atau outside diameter, panjang, ketebalan, serta lebar dari suatu material menggunakan rahang luar jangka sorong.
  • Sementara untuk mengukur diameter dalam atau inside diameter adalah menggunakan rahang dalam.
  • Berfungsi untuk mengukur kedalaman dengan depth probe.

Baca Juga: Klasifikasi Demokrasi

Kelebihan dan Kekurangan Jangka Sorong

Cara Membaca Jangka Sorong
Sumber Gambar: ae01.alicdn.com

Terdapat kelebihan dan kekurangan jika kita menggunakan jangka sorong untuk mengukur suatu benda.

Kelebihan Jangka Sorong

Jika kita menggunakan jangka sorong, maka kita akan mendapatkan beberapa keuntungan atau kelebihan, seperti:

  • Jangka sorong dapat digunakan untuk mengukur ketebalan, inside dan outside diameter dengan lebih teliti jika dibandingkan dengan penggaris biasa.
  • Memiliki tingkat ketelitian yang cukup baik dan tinggi daripada alat pengukur lainnya seperti penggaris atau roll meter.
  • Bisa digunakan untuk mengukur kedalaman lubang dengan lebih teliti.

Kekurangan Jangka Sorong

Walaupun mempunyai kelebihan, namun ternyata jangka sorong juga memiliki kekurangan, yaitu:

  • Permukaan material yang diukur harus sama rata karena jika tidak sama rata maka diperlukan surface preparation guna mendapatkan hasil pengukuran yang akurat.
  • Ukuran benda yang diukur sangat terbatas dan tidak dapat mengukur ukuran benda yang panjang. Biasanya panjang benda yang akan diukur menggunakan jangka sorong adalah 30 dan 60 cm.
    Namun jika ukuran bendanya lebih panjang dari ukuran tersebut, maka dalam mengukurnya dapat menggunakan Penggaris dan roll meter.

Demikian pembahasan mengenai cara menggunakan dan membaca jangka sorong lengkap beserta bagian, macam, fungsi, kelebihan dan kekurangannya yang berhasil dirangkum dari berbagai sumber terpercaya.

Perkembangan Demokrasi di Indonesia

Perkembangan Demokrasi di Indonesia

Berdasarkan catatan sejarah, perkembangan demokrasi di Indonesia dimulai dari awal kemerdekaan sampai dengan saat ini telah mengalami pasang surut.

Adapun salah satu masalah yang sering dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah bagaimana caranya untuk meningkatkan kehidupan ekonomi serta menghubungkan kehidupan sosial dan politik yang demokrasi dalam lingkup masyarakat yang memiliki keanekaragaman budayanya.

Masalah ini terjadi pada penyusunan suatu sistem politik dengan kepemimpinan cukup kuat untuk melaksanakan pembangunan ekonomi, character and nation building, dengan partisipasi rakyat serta menghindarkan timbulnya diktatur perorangan, partai dan militer.

Baca Juga: Klasifikasi Demokrasi

Perkembangan Demokrasi di Indonesia

Perkembangan Demokrasi di Indonesia
Sumber Gambar: slideplayer.info

Secara umum, periode demokrasi di Indonesia dapat dikategorikan menjadi empat, yaitu Demokrasi Parlementer atau Liberal, Demokrasi Terpimpin, Demokrasi Pancasila, dan Demokrasi Transisi atau era Reformasi.

Di bawah ini adalah penjelasan mengenai demokrasi di Indonesia lengkap beserta karakteristik dan peralihannya.

Demokrasi Parlementer atau Liberal (1950-1959)

Demokrasi Parlementer atau dikenal juga dengan Demokrasi Liberal terjadi pada awal-awal kemerdekaan, yaitu pada tahun 1950-1959.

Karakteristik Demokrasi Parlementer:

  • Menganut sistem multipartai, maksudnya adalah parlemennya terdiri dari wakil-wakil partai yang berasal dari berbagai aliran/ideologi
  • Parlemen memegang kekuasaan politik yang sangat besar
  • Kabinet pemerintahan koalisi pada era demokrasi ini tidak stabil sehingga sering berganti
  • Pemilihan umum tahun 1955 dilaksanakan dengan sangat demokratis
  • Diawasi dengan sangat ketat oleh parlemen sehingga menyebabkan akuntabilitas pejabat negara sangat tinggi
  • Perihal berserikat dan juga berkumpul terjamin dengan sangat jelas

Peralihan:

  • Terjadinya instabilitas dan pemberontakan di berbagai daerah
  • Pemilihan dilakukan dengan cara mengakhiri Demokrasi Parlementer serta menerapkan demokrasi baru, yaitu Demokrasi Terpimpin
  • Dekrit Presiden 5 Juli 1959 menghasilkan konstituante bubar sehingga kembali ke UUD 1945

Demokrasi Terpimpin (1959-1966)

Setelah berakhirnya periode Demokrasi Liberal, maka digantilah dengan demokrasi yang baru. Demokrasi ini dikenal dengan nama Demokrasi Terpimpin yang digunakan pada tahun 1959-1966.

Karakteristik Demokrasi Terpimpin:

  • Sistem kepartaian pada masa demokrasi ini melemah yang disebabkan karena kekuasaan presiden semakin besar
  • Peran kontrol DPR Gotong Royong atau disingkat DPR-GR melemah
  • Tidak terselenggaranya pemilu
  • Adanya upaya konsolidasi kekuatan politik dengan cara pembentukan Dewan Nasional. Dewan ini dibentuk dari golongan fungsional (wakil buruh, ulama, pendeta, petani, wanita, dan lain-lain)
  • Terjadinya upaya konsolidasi kekuatan politik dengan cara pembentukan Kabinet Gotong Royong yang mana kabinet ini mewakili semua fraksi/partai
  • Kewenangan di tingkat daerah terbatas
  • Sentralisasi kekuasaan berada di tangan presiden
  • Kebebasan pers dibatasi yang mengakibatkan sejumlah media dibredel

Peralihan:

  • Kepemimpinan yang dijalankan pada saat itu tidak mampu memperbaiki masalah ekonomi dan sosial
  • Kudeta gagal PKI melalui G30S di tahun 1965
  • Presiden Soekarno tersingkir dari kekuasaannya dan digantikan oleh Soeharto

Demokrasi Pancasila atau Orde Baru (1966-1998)

Tergulingnya Ir. Soekarno sebagai presiden RI yang kemudian digantikan oleh Soeharto menjadikan Demokrasi Terpimpin juga diganti dengan Demokrasi Pancasila atau lebih dikenal dengan era Orde Baru terjadi pada tahun 1966-1998.

Karakteristik Demokrasi Pancasila atau Orde Baru:

  • Pada masa Orde Baru, kekuasaan presiden sebagai kepala negara dan juga kepala pemerintahan sangat tinggi dan kuat
  • Pemilihan umum diselenggarakan secara teratur setiap lima tahun
  • Meskipun terdapat partai politik, namun keberadaannya dibatasi baik itu dari jumlah maupun peran politiknya
  • Perekrutan politik bersifat sangat tertutup
  • Tidak ada pergantian kekuasaan politik yang menjadikan Soeharto berkuasa selama lima periode pemilu
  • Militer berperan sangat kuat ditandai dengan konsep dwifungsi ABRI
  • Hak kebebasan pers dibatasi, bahkan pembredelan media massa sering terjadi

Peralihan:

  • Di akhir-akhir era Orde Baru, perekonomian negara sangat kacau, harga BBM dan kebutuhan pokok melambung tinggi
  • Pemerintahan mandek/berhenti akibat sebagian besar menteri yang menjabat mengundurkan diri
  • Terjadi demonstrasi masa besar-besaran yang dimotori oleh mahasiswa yang menuntut reformasi dan mundurnya Soeharto
  • Puncaknya adalah Soeharto mengundurkan diri sebagai presiden RI pada tanggal 21 Mei 1998

Demokrasi Transisi atau Reformasi (1998-kini)

Dengan berakhirnya masa Orde Baru, maka muncullah Demokrasi Transisi atau era Reformasi. Masa Reformasi ini terjadi mulai tahun 1998 hingga kini.

Karakteristik Demokrasi Transisi:

  • Parlemen terdiri dari banyak partai (multipartai)
  • Sistem pemerintahan pada era Reformasi ini adalah presidensial
  • Lembaga perwakilan dibagi menjadi dua, yaitu DPR dan DPD
  • Sistem pemilihan langsung untuk memilih presiden dan juga kepala daerah
  • Kebebasan pers lebih diperhatikan sehingga lebih baik
  • Desentralisasi kekuasaan menggunakan model otonomi daerah
  • Dibentuknya komisi-komisi independen negara, contohnya adalah KPK

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Demokrasi

Perkembangan Demokrasi di Indonesia
Sumber Gambar: pinterpolitik.com

Setelah membahas mengenai perkembangan demokrasi di Indonesia, kini kita akan membahas mengenai kelebihan dan kekurangan dari sistem demokrasi. Berikut adalah penjelasan selengkapnya.

Kelebihan Sistem Demokrasi

Beberapa kelebihan yang diakibatkan dari sistem demokrasi adalah:

Melindungi kepentingan rakyat

Demokrasi adalah sebuah sistem yang melindungi kepentingan bangsa/rakyat. Sehingga kekuasaan sesungguhnya terletak di tangan orang-orang yang mewakili rakyat banyak.

Para wakil rakyat yang berhasil terpilih melalui pemilu wajib bertanggung jawab kepada rakyat yang telah memilihnya. Maka dengan cara inilah kepentingan ekonomi, sosial, dan juga politik menjadi lebih terjamin.

Pemerintahan stabil

Sistem demokrasi didasarkan pada kehendak rakyat sehingga dalam penyelenggaraannya didasarkan atas dukungan rakyat. Hal ini yang menjadikan demokrasi dianggap lebih stabil jika dibandingkan dengan bentuk pemerintahan lain.

Berdasarkan prinsip kesetaraan

Maksud dari demokrasi berdasarkan prinsip kesetaraan adalah semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum.

Semua warga negara memiliki hak politik, sosial, dan juga ekonomi yang sama sehingga negara tidak boleh membedakan warga negara atas dasar agama, kasta, jenis kelamin, dan kepemilikan.

Kekurangan Sistem Demokrasi

Meskipun memiliki kelebihan, namun sistem demokrasi juga memiliki kekurangan. Berikut adalah beberapa kekurangan yang diakibatkan dari sistem demokrasi.

Pemerintahan oleh orang tidak kompeten

Sistem demokrasi bisa saja dijalankan oleh orang-orang yang tidak kompeten dalam bidangnya. Ini karena di dalam demokrasi, setiap warga negara berhak untuk mengambil bagian, namun tidak semua orang cocok dalam bidang itu.

Sekelompok manipulator yang bisa mengumpulkan suara akan sangat mampu mendapatkan kekuasaan dalam demokrasi. Hasilnya adalah demokrasi dijalankan oleh orang yang tidak ahli dan tidak kompeten.

Lebih menekankan pada kuantitas daripada kualitas

Demokrasi umumnya lebih mengutamakan kuantitas daripada kualitas yang disebabkan oleh partai yang mayoritas memiliki wewenang dalam memegang pemerintahan.

Bukan hanya itu, beberapa orang yang terpilih akibat hasil pemilu juga memungkinkan orang yang tidak memiliki kecerdasan, visi dan bahkan korup bisa saja terpilih menjadi penyelenggara negara.

Menurunkan standar moral

Satu-satunya tujuan kandidat adalah untuk memenangkan pemilihan agar terpilih menjadi wakil rakyat. Bahkan tidak jarang ditemui bahwa orang yang ingin menjadi anggota dewan secara terang-terangan menggunakan politik uang.

Kekuatan uang dan otot saling bekerja sama bahu-membahu untuk dapat memastikan kemenangan seorang kandidat. Dengan demikian, moralitas menjadi korban pertama dalam pemilu.

Itulah pembahasan mengenai perkembangan demokrasi di Indonesia dari awal kemerdekaan hingga saat ini lengkap beserta kelebihan dan kekurangan daripada sistem demokrasi.

Klasifikasi Demokrasi

Klasifikasi Demokrasi

Klasifikasi Demokrasi – Saat ini, demokrasi telah dijadikan sebagai suatu sistem politik yang banyak dianut oleh negara-negara di dunia, termasuk Indonesia.

Secara umum, negara yang menganut sistem demokrasi ini merupakan negara yang kekuasaan tertingginya berada di tangan rakyat.

Hal ini karena dalam menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin negara, pemerintahan atau wakil rakyat harus dipilih melalui sistem pemilihan langsung dan bebas.

Sementara itu, Abraham Lincoln menyatakan bahwa demokrasi merupakan suatu sistem pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Klasifikasi Demokrasi di Indonesia

Klasifikasi Demokrasi
Sumber Gambar: ichamay15.blogspot.com

Di negara yang menganut sistem demokrasi, maka rakyatnya memiliki kebebasan di dalam melakukan aktivitas kehidupan termasuk juga aktivitas politik tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun.

Sebagai salah satu konsep politik, demokrasi merupakan landasan dalam menata sistem pemerintahan negara agar dapat berproses ke arah yang lebih baik.

Nah, dalam proses ini, rakyat berperan penting dalam menentukan berbagai hal yang menyangkut kehidupan bersama sebagai sebuah bangsa dan negara.

Meski sudah banyak dianut oleh sebagian besar negara-negara di dunia, namun  dalam pelaksanaan demokrasi ini berbeda-beda tergantung sudut pandang masing-masing.

Dengan adanya keanekaragaman sudut pandang inilah membuat demokrasi dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam bentuk, yaitu berdasarkan titik berat perhatian, berdasarkan ideologi, dan berdasarkan proses penyaluran kehendak rakyat.

Berdasarkan Titik Berat Perhatian

Jika dilihat berdasarkan titik berat perhatiannya, maka bentuk demokrasi dapat dikategorikan menjadi tiga, yaitu:

Demokrasi Formal

Demokrasi formal merupakan sebuah demokrasi yang menjunjung tinggi persamaan dalam bidang politik tanpa disertai dengan upaya mengurangi kesenjangan di bidang ekonomi. Adapun bentuk demokrasi formal ini biasanya dianut oleh negara-negara liberal.

Demokrasi Material

Selanjutnya adalah demokrasi material. Demokrasi ini merupakan suatu demokrasi yang menitikberatkan upaya menghilangkan perbedaan di dalam bidang ekonomi.

Sementara persamaan di bidang politik tidak begitu diperhatikan dan bahkan dihilangkan. Negara komunis merupakan negara yang menganut sistem ini.

Demokrasi Gabungan

Terakhir adalah demokrasi gabungan, yang merupakan bentuk demokrasi yang hanya mengambil kebaikannya saja dan membuang keburukan dari bentuk demokrasi formal dan demokrasi material. Pada umumnya demokrasi ini dianut oleh negara-negara nonblok.

Berdasarkan Ideologi

Berbeda dengan demokrasi yang berdasarkan titik perhatian, demokrasi yang berdasarkan ideologi ini dibagi menjadi dua bentuk demokrasi, yaitu:

Demokrasi Konstitusional (Liberal)

Demokrasi konstitusional atau liberal ialah suatu demokrasi yang dilandaskan pada kebebasan (individualisme). Ciri-ciri pemerintahan yang menganut demokrasi ini adalah kekuasaan pemerintahannya terbatas, yaitu dibatasi oleh konstitusi.

Pada sistem demokrasi liberal ini tidak diperkenankan banyak campur tangan serta bertindak sewenang-wenang terhadap rakyat.

Demokrasi Rakyat (Proletar)

Proletar atau demokrasi rakyat adalah demokrasi yang dilandaskan pada paham marxisme-komunisme yang mana demokrasi ini bertujuan kepada kehidupan yang tidak mengenal kelas sosial.

Maksudnya adalah rakyat dibebaskan dari keterikatan pada pemilikan pribadi tanpa adanya paksaan dan penindasan. Namun untuk mencapai hal tersebut jika perlu menggunakan paksaan dan kekerasan.

Berdasarkan Proses Penyaluran Kehendak Rakyat

Jika berdasarkan proses penyaluran kehendak rakyat, maka bentuk demokrasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

Demokrasi Langsung

Maksud dari demokrasi langsung adalah sebuah paham demokrasi yang mengikutsertakan setiap warga negaranya dalam permusyawaratan guna menentukan kebijaksanaan umum negara dan juga undang-undang secara langsung.

Demokrasi Tidak Langsung

Sedangkan demokrasi tidak langsung adalah suatu paham demokrasi yang mana pelaksanaannya ini dilakukan melalui perwakilan. Penerapan demokrasi ini terkait berdasarkan kondisi suatu negara yang mana jumlah penduduknya banyak, rumit dan kompleks.

Nah, demokrasi tidak langsung ini pada umumnya dilaksanakan dengan cara pemilihan umum.

Pengertian Demokrasi

Klasifikasi Demokrasi
Sumber Gambar: listontap.com-desainzamroni

Pengertian demokrasi secara umum adalah suatu bentuk pemerintahan politik yang mana kekuasaan pemerintahannya berasal dari rakyat, baik itu secara langsung atau melalui perwakilan.

Ciri-ciri Pemerintahan Demokrasi

Klasifikasi Demokrasi
Sumber Gambar: pixabay

Ciri-ciri dari pemerintahan yang menganut sistem demokrasi adalah:

  • Adanya keterlibatan warga negaranya di dalam pengambilan keputusan politik baik itu secara langsung maupun tidak langsung (perwakilan).
  • Adanya pengakuan, penghargaan, dan juga perlindungan terhadap hak-hak asas rakyat atau warga negara.
  • Adanya persamaan hak bagi seluruh warga negara di dalam semua bidang.
  • Adanya kebebasan dan juga kemerdekaan bagi seluruh warga negara.
  • Terdapat lembaga peradilan/kekuasaan kehakiman yang independen yang dijadikan sebagai alat penegakan hukum.
  • Dibuatnya pemilihan umum guna memilih wakil rakyat yang nantinya akan duduk di lembaga perwakilan rakyat.
  • Adanya pers atau media massa yang bebas untuk menyampaikan suatu informasi serta mengontrol perilaku dari kebijakan pemerintah.
  • Terselenggaranya pemilihan umum yang bebas, jujur dan adil guna menentukan/memilih pemimpin negara dan pemerintahan serta anggota lembaga perwakilan rakyat.
  • Adanya pengakuan terhadap perbedaan keragaman suku, budaya, agama, golongan dan lain sebagainya.

Baca Juga: Nilai Nilai yang Terkandung dalam Pancasila

Fungsi Demokrasi

Klasifikasi Demokrasi
Sumber Gambar: newnaratif.b-cdn.net

Terdapat beberapa fungsi dari demokrasi, di antaranya adalah:

  • Sistem politik memberikan kekuatan di dalam memilih pemimpin rakyat dan pemerintahan secara bebas, jujur dan adil, yaitu dalam pemilihan umum.
  • Memberikan perlindungan terhadap hak asasi setiap warga negara.
  • Memberikan individu untuk menjadi warga negara yang aktif dalam berpartisipasi baik itu dalam hal politik atau sebagai warga negara (rakyat).
  • Untuk menghasilkan suatu aturan yang berlaku terhadap semua warga negara tanpa terkecuali dan tanpa pandang bulu.

Demikianlah pembahasan mengenai klasifikasi demokrasi lengkap beserta pengertian, fungsi, dan ciri-cirinya. Semoga bermanfaat.

Nilai Nilai yang Terkandung dalam Pancasila

Nilai Nilai yang Terkandung dalam Pancasila

Nilai Nilai yang Terkandung dalam Pancasila – Selain dijadikan sebagai lambang negara, Pancasila merupakan landasan dasar bagi masyarakat Indonesia dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam setiap aktivitas, keputusan maupun kebijakan baik itu oleh pemerintah atau masyarakat semestinya berpedoman pada Pancasila.

Sehingga dapat dikatakan bahwa Pancasila merupakan suatu simbol untuk membangun masyarakat yang adil dan makmur.

Nilai Nilai yang Terkandung dalam Pancasila

Nilai Nilai yang Terkandung dalam Pancasila
Sumber Gambar: id.wikipedia.org

Pancasila sendiri memiliki lima sila yang menjadi landasan negara Indonesia. Berikut adalah lima sila yang terangkum di dalam Pancasila:

  1. Ketuhanan yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
  5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Pada tiap-tiap sila tersebut mengandung nilai atau makna yang berbeda-beda yang semestinya diterapkan di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Lantas, nilai-nilai apa sajakah yang terdapat di dalam Pancasila? Berikut penjelasan selengkapnya.

Sila Ke-1

Nilai Nilai yang Terkandung dalam Pancasila
Sumber Gambar: id.wikipedia.org

Sila pertama pada Pancasila ini dilambangkan dengan bintang berwarna emas serta berlatar belakang warna hitam. Lambang pertama ini menggambarkan bahwa seluruh bangsa Indonesia percaya dan mengakui adanya Tuhan yang Maha Esa.

Adapun warna emas yang terdapat pada bintang ini adalah gambaran sumber cahaya dari Tuhan yang akan selalu menerangi Indonesia. Sedangkan latar belakang hitam adalah menggambarkan warna alami.

Dengan adanya berkah dari Tuhan yang Maha Esa ini diharapkan bangsa Indonesia tidak tersesat di dalam menjalani kehidupan.

Sementara itu, nilai-nilai yang terdapat dalam sila pertama ini adalah:

  • Mempercayai bahwa Tuhan itu ada, menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya sesuai dengan kepercayaannya masing-masing.
  • Menghormati terhadap pemeluk agama lain.
  • Menjaga toleransi antar sesama umat beragama.
  • Tidak mencemooh atau menghina kepercayaan orang lain.
  • Tidak memaksakan kehendak antar umat beragama meskipun berkeyakinan berbeda.

Sila Ke-2

Nilai Nilai yang Terkandung dalam Pancasila
Sumber Gambar: id.wikipedia.org

Selanjutnya adalah sila ke-2 dalam Pancasila yang dilambangkan dengan rantai emas yang berlatar belakang warna merah.

Jika diperhatikan dengan seksama, maka gelang-gelang pada rantainya ini memiliki bentuk yang tidak sama namun terikat tanpa putus, yaitu berbentuk persegi dan lingkaran.

Bentuk rantai ini melambangkan pria dan wanita sebagai rakyat Indonesia yang saling terikat dan membantu satu sama lain.

Nilai-nilai yang terdapat pada sila ke-2 ini adalah:

  • Seluruh rakyat Indonesia mempunyai hak yang sama baik itu di mata hukum, agama, masyarakat, dan lainnya tanpa terkecuali.
  • Mengutamakan sikap tenggang rasa, tolong menolong, dan bergotong-royong.
  • Tidak terdapat perbedaan sosial antar sesama rakyat Indonesia.
  • Menghargai pendapat masing-masing meskipun pendapatnya berbeda-beda.
  • Nilai kemanusiaan antar rakyat Indonesia harus dijaga dan dijunjung tinggi.

Sila ke-3

Nilai Nilai yang Terkandung dalam Pancasila
Sumber Gambar: www.markijar.com

Pohon beringin dengan latar belakang putih merupakan lambang dari sila ke-3 yang melambangkan negara Indonesia itu sendiri. Sejatinya, pohon beringin merupakan pohon yang besar, tinggi dan memiliki daun yang lebat yang digunakan untuk berteduh bagi rakyat Indonesia.

Sedangkan akar pada pohon beringin ini menggambarkan suku-suku di Indonesia. Meski memiliki banyak cabang akar, namun akar tersebut tetap bersatu guna membangun pohon beringin agar mampu berdiri dengan kokoh sebagai negara kesatuan.

Beberapa nilai-nilai yang terkandung dalam sila ke-3 ini adalah:

  • Menggunakan bahasa persatuan Indonesia untuk berkomunikasi antar daerah.
  • Cinta terhadap tanah air, yaitu Indonesia.
  • Mengharumkan dan memperjuangkan nama Indonesia.
  • Berjiwa patriotisme di mana pun rakyat Indonesia berada.
  • Menjunjung tinggi dan mengutamakan persatuan dan kesatuan.

Sila Ke-4

Nilai Nilai yang Terkandung dalam Pancasila
Sumber Gambar: id.wikipedia.org

Lambang kepala banteng berwarna hitam dan putih serta berlatar belakang merah merupakan lambang dari sila ke-4 dalam Pancasila.

Maksud dari simbol kepala banteng ini adalah menggambarkan kehidupan rakyat Indonesia yang hidup rukun dalam bersosial. Lambang ini juga memperjelas bahwa keputusan bersama harus dicapai di dalam hidup bersosial serta mengesampingkan pendapat pribadi.

Makna atau nilai yang terkandung pada sila ke-4 ini adalah:

  • Seseorang yang memimpin bangsa Indonesia adalah harus yang bijaksana.
  • Kedaulatan bangsa mutlak ada di tangan rakyat.
  • Kekeluargaan wajib diutamakan.
  • Keputusan yang diambil adalah berdasarkan musyawarah hingga mencapai kesepakatan bersama.
  • Bersikap bijaksana dalam mengambil solusi.
  • Tidak memaksakan kehendak dari orang lain.

Sila Ke-5

Nilai Nilai yang Terkandung dalam Pancasila
Sumber Gambar: kids.grid.id

Terakhir adalah sila ke-5 yang dilambangkan dengan gambar padi berwarna kuning dan kapas hijau serta berlatar belakang putih. Padi dan kapas ini dijadikan sebagai simbol sumber sandang dan pangan yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia.

Lambang ini adalah gambaran tujuan bangsa Indonesia yang ingin menggapai kesejahteraan sosial baik itu sandang maupun pangan tanpa adanya kesenjangan baik itu dari segi ekonomi, sosial, budaya, ataupun politik sehingga keadilan dapat terwujud.

Nilai-nilai yang terkandung di dalam sila ke-5 ini adalah:

  • Berperilaku adil baik itu di bidang ekonomi, sosial, dan juga politik.
  • Sebagai perwujudan keadilan sosial bagi bangsa Indonesia.
  • Wajib menghormati hak dan kewajiban setiap orang.
  • Turut serta dalam mendukung kemajuan dan pembangunan Indonesia.
  • Menjadi rakyat Indonesia yang adil dan makmur.

Meskipun terlihat sederhana, namun ternyata lambang negara kita ini mengandung makna yang sangat luar biasa bukan?

Maka dari itu, sebagai bangsa Indonesia kita harus menjaga agar Pancasila tetap menjadi lambang atau landasan dari keragaman budaya yang ada di negara kita ini.

Nah, itulah pembahasan mengenai nilai nilai yang terkandung dalam Pancasila. Agar tujuan bangsa Indonesia tercapai, maka kita wajib menerapkan nilai-nilai Pancasila ini dalam kehidupan sehari-hari. Tetap jaga keutuhan Pancasila ya!