Sungai Terpanjang di Dunia

Sungai Terpanjang di Dunia

Sungai Terpanjang di Dunia – Pada pembahasan sebelumnya kita telah membahas mengenai sungai terpanjang di Indonesia. Nah, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai sungai terpanjang yang ada di planet yang kita tinggali ini.

Menentukan sungai terpanjang seantero jagat bukanlah suatu hal yang mudah. Adapun kesulitan terbesarnya ini terdapat dalam menentukan dimana  sungai tersebut dimulai (hulu sungai).

Pada umumnya, hulu sungai berlokasi di daerah yang sulit untuk dicapai, seperti misalnya di pegunungan atau daerah terpencil serta melewati hutan lebat sehingga tidak terlihat dengan jelas dari udara (satelit).

10 Sungai Terpanjang di Dunia

Tepatnya pada tahun 2007, sempat terjadi perbedaan pendapat di kalangan para ahli mengenai sungai mana yang mencatatkan rekor sebagai sungai terpanjang di bumi. Apakah Sungai Nil atau Sungai Amazon.

Nah, untuk lebih jelasnya, marilah kita bahas bersama-sama mengenai sungai-sungai terpanjang yang ada di dunia.

1. Sungai Nil (6.650 Kilometer)

Sungai Terpanjang di Dunia
Sumber Gambar: diksinews.co.id

Setelah terjadi perdebatan yang panjang, akhirnya sungai terpanjang di bumi adalah Sungai Nil yang terletak di Afrika Timur yang memiliki panjang mencapai 6.650 Km atau 4.160 mil.

Sungai yang memiliki pembuangan air seluas lebih dari 3 juta Km ini mengalir melewati Gurun Sahara dan bermuara di Laut Mediterania.

Adapun Sungai Nil bahkan melewati 11 negara di Afrika. Negara-negara yang dilewati oleh sungai ini adalah Tanzania, Rwanda, Uganda, Kongo, Kenya, Burundi, Eritrea, Ethiopia, Sudan, Sudan Selatan, dan Mesir.

Sungai Nil terbentuk dari dua anak sungai utama, yaitu Sungai Nil Putih dan Sungai Nil Biru. Hulu Sungai Nil Putih berada di Danau Victoria, sedangkan hulu Sungai Nil Biru berasal dari Danau Tana di Ethiopia.

Hingga pada akhirnya kedua anak sungai ini bertemu menjadi satu di Kota Khartoum (Ibu Kota Sudan).

2. Sungai Amazon (6.400 Kilometer)

Sungai Terpanjang di Dunia
Sumber Gambar: www.minews.id

Seperti halnya Sungai Nil, Sungai Amazon juga terkenal sebagai salah satu sungai terpanjang di bumi dan menduduki peringkat kedua terpanjang setelah Sungai Nil. Hal ini karena Sungai Amazon memiliki panjang mencapai 6.400 Km atau 4.049 mil.

Letak daripada sungai ini berada di Amerika Selatan dan mengalir di beberapa negara, seperti Brazil, Peru, Bolivia, Ekuador, dan Kolombia. Hulu sungai ini berada di Danau Mantaro dan hilir sungainya terletak di Samudera Atlantik.

Meski berstatus sebagai sungai terpanjang kedua, namun Sungai Amazon merupakan sungai terbesar berdasarkan volume airnya yang mencapai 184.000 m³ per detik.

Bukan hanya itu, Sungai Amazon juga menjadi habitat flora dan fauna serta menjadi tempat tinggal bagi suku-suku pedalaman seperti misalnya suku Amazon.

3. Sungai Yangtze (6.300 Kilometer)

Sungai Terpanjang di Dunia
Sumber Gambar: upload.wikimedia.org

Selanjutnya adalah Sungai Yangtze yang merupakan sungai terpanjang ketiga di bumi setelah Sungai Nil dan Sungai Amazon.

Meskipun hanya berstatus sebagai sungai terpanjang ketiga, namun Sungai Yangtze merupakan sungai terpanjang di Asia. Bahkan saking panjangnya, lembah sungai ini menampung sepertiga penduduk China.

Berlokasi di Negeri Tirai Bambu (China), hulu Sungai Yangtze berada di Gletser di Dataran Tinggi Qinhai serta bermuara di Laut China Timur.

4. Sungai Mississippi (6.275 Kilometer)

Sungai Terpanjang di Dunia
Sumber Gambar: rickysetiawan96.blogspot.com

Hulu Sungai Mississippi berada di Danau Itasca hingga kemudian berakhir di Teluk Meksiko. Terletak di Amerika Serikat, sungai ini melewati sedikitnya 31 negara bagian di Amerika Serikat serta dua provinsi di Kanada.

Berbagai flora dan fauna tinggal di sungai ini menjadikan Sungai Mississippi sebagai salah satu wisata alam yang indah. Sehingga jika kita berkunjung ke Amerika Serikat, maka kita perlu mengarungi sungai yang mana sungai ini melintasi hutan, perkebunan dan ladang.

5. Sungai Yenisei (5.539 Kilometer)

Sungai Terpanjang di Dunia
Sumber Gambar: cdni.rbth.com

Terletak di Benua Asia, Sungai Yenisei merupakan sungai terpanjang kelima di bumi serta merupakan bagian dari Sungai Yellow.

Hulu sungai ini berada di Mongolia dan bermuara di Laut Kara, teluk Yensei, Samudera Arktik. Sungai Yenisei memiliki saluran pembuangan seluas 2,5 juta Km persegi.

Walaupun berlokasi di Asia, namun sebagian sungai ini juga berada di Rusia serta melewati beberapa wilayah di Mongolia seperti Krai Krasnoyarsk, Tuva, Oblast Irkutsk, Khakassia, Buryatia, dan Krai Zabaykalsky.

6. Sungai Yellow (5.464 Kilometer)

Sungai Terpanjang di Dunia
Sumber Gambar: www.thoughtco.com

Disebut dengan nama Sungai Yellow karena diambil berdasarkan kandungan lumpur di dalamnya yang berwarna kuning.

Meskipun memiliki warna kuning, namun lumpur yang terdapat di sungai ini memiliki kandungan yang sangat baik untuk tumbuhan sehingga mendukung setengah produksi dari tanaman kapas dan juga gandum.

Sementara itu, hulu Sungai Yellow berada di Pegunungan Kunlun di Provinsi Qinghai serta bermuara di Laut Bohai China.

7. Sungai Ob (5.410 Kilometer)

Sungai Terpanjang di Dunia
Sumber Gambar: upload.wikimedia.org

Selain Sungai Yellow, terdapat sungai terpanjang di bumi lainnya yang terletak di Benua Asia, yaitu Sungai Ob. Sungai Ob memiliki saluran pembuangan air hampir seluas 3 juta Km persegi dan merupakan bagian dari Sungai Siberian.

Bermuara di persimpangan Sungai Biya dan Katun, Sungai Ob melintasi Siberia hingga ke Teluk Ob.

8. Sungai Rio de la Plata (4.876 Kilometer)

Sungai Terpanjang di Dunia
Sumber Gambar: thegorbalsla.com

Setelah Sungai Ob yang berada di Asia, sungai yang berhasil masuk ke jajaran sungai terpanjang di bumi selanjutnya adalah Sungai Rio de la Plata.

Hulu sungai ini berada di Uruguay dan Panama. Sementara itu, sungai ini juga memiliki peran yang sangat penting bagi negara di Amerika Latin seperti Argentina, Brazil, dan juga Paraguay. Hal ini karena sungai ini merupakan sumber air utama di negara-negara tersebut.

9. Sungai Congo (4.700 Kilometer)

Sungai Terpanjang di Dunia
Sumber Gambar: upload.wikimedia.org

Sungai Congo atau dikenal juga dengan nama Sungai Zaire merupakan sungai terpanjang kedua di Benua Afrika dan merupakan sungai dengan volume air terbesar kedua di dunia setelah Sungai Amazon.

Meskipun hanya menduduki peringkat ke-9 sebagai sungai terpanjang di bumi, namun faktanya Sungai Congo merupakan sungai terdalam di dunia. Hal ini karena Sungai Congo memiliki kedalaman hingga mencapai 220 m.

Selain itu, Sungai Congo juga menjadi urat nadi perekonomian utama di negara-negara Afrika Tengah. Ini karena Sungai Congo memiliki arus air yang tenang sehingga dapat dilalui oleh kapal.

10. Sungai Amur (4.444 Kilometer)

Sungai Terpanjang di Dunia
Sumber Gambar: upload.wikimedia.org

Sungai Amur terdiri dari 3 sungai utama, yaitu Sungai Amur, Sungai Argun/Ergune, dan Sungai Kherlen. Mengalir di daerah Rusia, sungai ini juga mengalir di China bagian utara sehingga Sungai Amur kerap kali disebut dengan Sungai Heilong Jiang.

Sungai Amur adalah simbol dan faktor geopolitik yang penting di dalam hubungan antara Rusia dan China.

Selain ke sepuluh sungai tersebut, tentunya masih terdapat puluhan bahkan ratusan sungai lainnya di dunia yang termasuk ke dalam sungai terpanjang. Salah satunya adalah di negara kita ini, yaitu Sungai Kapuas yang memiliki panjang lebih dari 1.000 Km.

Demikianlah penjelasan mengenai sungai terpanjang di dunia yang berhasil dirangkum dari sumber-sumber terpercaya. Semoga bermanfaat.

Sungai Terpanjang di Indonesia

Sungai Terpanjang di Indonesia

Sungai Terpanjang di Indonesia – Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki bentang alam sangat indah. Sebut saja contohnya adalah pada bentang alam Pulau Jawa yang di mana di dalamnya terdapat puluhan sungai yang tersebar di berbagai daerah.

Selain sungai-sungai yang terdapat di Pulau Jawa, ternyata terdapat ratusan sungai lainnya yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Sungai-sungai yang terdapat di Indonesia ini bahkan beberapa di antaranya tergolong ke dalam sungai terpanjang di Indonesia serta masuk sebagai salah satu sungai terpanjang di dunia.

7 Sungai Terpanjang di Indonesia

Untuk menambah pengetahuan kita mengenai sungai-sungai apa saja yang ada di Indonesia yang terkenal sebagai sungai terpanjang, berikut adalah penjelasan mengenai 7 sungai terpanjang di Indonesia yang berhasil dirangkum dari berbagai sumber.

1. Sungai Kapuas

Sungai Terpanjang di Indonesia
Sumber Gambar: advancedbiofuelssummit.com

Sungai Kapuas merupakan sungai terpanjang di Indonesia yang terletak di Pulau Kalimantan, tepatnya di Provinsi Kalimantan Barat.

Jika diukur dari hulu ke hilir, total keseluruhan panjang Sungai Kapuas mencapai 1.143 Km. Hulu Sungai Kapuas ini dimulai dari Pegunungan Muller dan bermuara di Selat Karimata atau Laut China.

Karena melintasi berbagai daerah di Provinsi Kalimantan Barat, maka sungai ini banayk dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai jalur transportasi utama.

Bukan hanya itu, beberapa daerah yang dilintasi oleh Sungai Kapuas juga dimanfaatkan sebagai tempat wisata yang cukup terkenal.

Hutan yang masih terlindungi dengan baik juga menjadi salah satu faktor Sungai Kapuas masih tetap terjaga kelestariannya.

Namun tidak hanya dimanfaatkan sebagai jalur transportasi saja, dengan masih terjaganya flora dan fauna di sungai ini juga dijadikan sumber mata pencaharian bagi para nelayan yang tinggal di tepian Sungai Kapuas.

2. Sungai Mahakam

Sungai Terpanjang di Indonesia
Sumber Gambar: picture.triptrus.com

Masih dari Pulau Kalimantan, sungai terpanjang kedua di negara kita ini adalah Sungai Mahakam yang memiliki panjang sekitar 920 Km.

Bedanya adalah kalau Sungai Kapuas terletak di Provinsi Kalimantan Barat, sedangkan Sungai Mahakam terletak di Provinsi Kalimantan Timur yang mana sungai ini bermuara di Selat Makassar.

Beberapa wilayah yang dilintasi oleh sungai ini adalah Kabupaten Kutai Barat bagian hulu sampai Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Samarinda berada di bagian hilir Sungai Mahakam.

Sejak dari dulu hingga sekarang sungai ini berperan sangat penting di dalam menunjang kehidupan masyarakat yang dilintasi oleh Sungai Mahakam baik itu dijadikan sebagai transportasi maupun potensi perikanan.

Berbagai binatang air hidup di sungai ini, salah satunya adalah mamalia yang sudah terancam punah, yaitu Pesut Mahakam.

3. Sungai Barito

Sungai Terpanjang di Indonesia
Sumber Gambar: aktual.com

Dengan panjang total sekitar 890 Km dan mengalir dari Provinsi Kalimantan Tengah hingga Provinsi Kalimantan Selatan menjadikan Sungai Barito menjadikan sungai terpanjang ketiga di Nusantara.

Hulu sungai ini berada di Pegunungan Schwaner serta bermuara di Laut Jawa. Di sungai ini terdapat pasar apung tradisional yang mana dalam praktik jual belinya dilakukan di atas perahu.

Selain dijadikan sebagai sarana jual beli, pasar apung ini juga dijadikan sebagai destinasi wisata. Hal ini terbukti dengan banyaknya wisatawan yang datang dari berbagai daerah di Indonesia dan juga mancanegara.

Di atas sungai ini juga terdapat Jembatan Barito yang termasuk sebagai salah satu jembatan terpanjang di Indonesia.

4. Sungai Batanghari

Sungai Terpanjang di Indonesia
Sumber Gambar: disk.mediaindonesia.com

Pulau Sumatera juga memiliki banyak sungai yang terkenal panjang, salah satunya adalah Sungai Batanghari.

Selain berstatus sebagai salah satu sungai terpanjang di negara kita ini, Sungai Batanghari juga tercatat sebagai sungai terpanjang di Pulau Sumatera.

Adapun panjang Sungai Batanghari mencapai 800 Km yang mana sungai ini mengalirkan air dari Gunung Rasan hingga ke Laut China Selatan. Letak sungai ini berada di Kabupaten Solok, Sumatera Barat dan mengalir sampai ke Jambi.

Namun sayangnya terdapat wilayah yang dilewati oleh Sungai Batanghari yang mana wilayah ini dilakukan kegiatan eksploitasi hutan. Akibatnya berdampak terhadap perubahan arus sungai, pendangkalan atau sendimentasi, serta erosi.

5. Sungai Musi

Sungai Terpanjang di Indonesia
Sumber Gambar: picture.triptrus.com

Masih di Pulau Sumatera, terdapat juga sungai yang masuk ke dalam salah satu sungai terpanjang di Nusantara. Sungai ini terkenal dengan nama Sungai Musi yang memiliki panjang mencapai 750 Km.

Terletak di Provinsi Sumatera Selatan, Sungai Musi mengalirkan air dari mata air yang terletak di kawasan Kepahiang (Bengkulu) dan bermuara di Selat Bangka.

Selain itu, Sungai Musi juga membelah Kota Palembang menjadi dua wilayah yang mana di atasnya di bangun Jembatan Ampera untuk menghubungkan dua wilayah tersebut.

Sampai dengan saat ini, Jembatan Ampera terkenal sebagai maskot dari Kota Palembang dan dijadikan sebagai tempat wisata terkenal.

Sejak dari sejarah Kerajaan Sriwijaya sampai dengan sekarang, Sungai Musi telah digunakan sebagai sarana transportasi utama bagi masyarakat di sekitar sungai tersebut.

6. Sungai Mamberamo

Sungai Terpanjang di Indonesia
Sumber Gambar: jubi.co.id

Beralih ke Pulau Papua. Pulau yang terletak di Indonesia bagian timur ini memiliki sungai terpanjang yang bernama Sungai Mamberamo. Sungai Mamberamo memiliki panjang keseluruhan mencapai 670 Km.

Terletak di Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua, hulu sungai ini berada di Puncak Mandala dan bermuara di Samudera Pasifik.

Kawasan yang dilintasi oleh sungai ini terbilang masih sangat alami sehingga memiliki kekayaan hayati yang juga sangat indah dan beragam. Hal ini yang membuat Sungai Mamberamo dijuluki sebagai “Amazon”-nya Indonesia.

7. Sungai Martapura

Sungai Terpanjang di Indonesia
Sumber Gambar: upload.wikimedia.org

Meskipun Sungai Martapura merupakan anak dari Sungai Barito, namun sungai ini menjadi salah satu sungai terpanjang yang ada di Nusantara. Terletak di Kalimantan Selatan, Sungai Martapura memiliki panjang sekitar 600 Km yang bermuara di Sungai Barito.

Masyarakat sekitar juga menyebut sungai ini dengan beberapa sebutan, yaitu Sungai Bandar Kecil atau Sungai Kayutangi.

Pada saat sejarah Kerajaan Kutai masih berdiri, Sungai Martapura dijadikan sebagai jalur perdagangan utama bagi para pedagang yang berasal dari China, sehingga sungai ini pernah dijuluki sebagai Sungai China.

Selain ketujuh sungai tersebut di atas, masih terdapat sungai-sungai lainnya yang termasuk ke dalam sungai terpanjang di Nusantara.

Diantarannya seperti Sungai Bengawan Solo yang terletak di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur yang mana panjangnya mencapai 548 Km, Sungai Digul di Papua dengan panjang sekitar 525 Km, Sungai Indragiri di Riau dengan panjang mencapai 500 Km dan sungai-sungai lainnya.

Demikianlah pembahasan mengenai sungai terpanjang di Indonesia yang mana sungai-sungai ini masih terjaga kealamiannya namun juga beberapa di antaranya sudah tercemar oleh limbah pabrik dan tindakan-tindakan serakah manusia yang tidak bertanggung jawab.

Sistem Tanam Paksa

Sistem Tanam Paksa

Sistem Tanam Paksa – Pasca Perang Jawa berakhir pada tahun 1830, Belanda berada di ujung kebangkrutan yang mengakibatkan roda perekonomian hancur.

Kerugian yang diakibatkan dari Perang Jawa yang terjadi pada tahun 1825-1830 ini terbilang sangat besar, yaitu mencapai 20 juta Gulden.

Selain itu, Belanda juga harus menghadapi Perang Padri yang tidak kunjung usai serta Revolusi Belgia yang meledak di tahun yang sama juga semakin merugikan Belanda. Hal ini menjadikan kas Belanda mengalami kekosongan dan hutang semakin menumpuk.

Sistem Tanam Paksa yang Menyengsarakan Rakyat Indonesia

Sistem Tanam Paksa
Sumber Gambar: i.ytimg.com

Krisis yang dialami oleh Belanda ini membuat Raja Wiliam I pada saat Perang Jawa terjadi memerintahkan agar Jawa dieksploitasi untuk dijadikan sebagai sumber pemasukan Kerajaan Belanda.

Namun tidak ada satu usulan pun yang dianggap dapat menutupi kerugian dan melunasi hutang-hutang Belanda setelah Perang Jawa usai.

Kemudian Raja Wiliam I memanggil seseorang yang bernama Johannes van den Bosch di tahun 1828. Johannes van den Bosch kemudian diutus untuk mengatasi krisis ekonomi yang sedang menerpa Kerajaan Belanda.

Selain itu, Johannes van den Bosch diangkat menjadi Gubernur Jenderal Hindia-Belanda yang baru dan diberi tugas untuk melakukan eksploitasi Jawa demi menyelamatkan Kerajaan Belanda dari kebangkrutan.

Akhirnya pada bulan Januari 1830, Johannes menginjakkan kakinya di Indonesia yang kala itu masih bernama Hindia Belanda. Johannes membawa rancangan kebijakan-kebijakan yang disebut Cultuurstelsel (Sistem Kultivasi).

Melalui rancangan kebijakan yang dibuatnya ini Johannes berniat untuk menghapus sistem kebijakan liberal yang dibuat oleh Raffles.

Sistem liberal karangan Raffles ini bertumpu pada pajak tanah dan juga sewa tanah yang dianggap menyengsarakan rakyat Hindia-Belanda dengan sistem pajaknya yang berupa uang yang kemudian Johannes mengubahnya menjadi hasil tanaman laku ekspor dan juga sistem kerja.

Praktik Sistem Tanam Paksa

Sistem Tanam Paksa
Sumber Gambar: filososial.blogspot.com

Cultuurstelsel atau Sistem Kultivasi yang dirancang oleh Johannes van den Bosch memiliki beberapa aturan, seperti:

  • Petani Hindia Belanda yang mempunyai tanah diwajibkan untuk menyiapkan 20% dari tanah yang mereka punya untuk ditanami tanaman laku ekspor yang telah ditentukan oleh pemerintah Hindia Belanda.
    Adapun beberapa tanaman laku ekspor yang saat itu sedang menjadi primadona adalah kopi, teh, tebu, dan tarum (nila).
    Hasil panen ini nantinya akan dibayar dengan harga yang juga telah ditentukan oleh pemerintah Hindia Belanda untuk kemudian hasil dari tanaman tersebut akan di ekspor.
  • Tanah yang dikhususkan untuk menanam tanaman laku ekspor ini akan dibebaskan dari pajak karena telah dianggap sebagai pengganti alat pembayaran pajak.
  • Adapun bagi petani Hindia Belanda yang tidak memiliki tanah akan diwajibkan untuk mengganti bentuk pajak.
    Bentuk pajak yang dimaksud adalah dengan cara bekerja selama 66 hari dalam kurun waktu setahun di perkebunan pemerintah Hindia Belanda.
  • Waktu pengerjaan tanaman laku ekspor ini hanya berlangsung dalam kurun waktu sekitar tiga bulan sejak awal pengerjaannya.
  • Jika terdapat kelebihan hasil dari produksi tanaman laku ekspor yang berada di luar ketentuan yang di tetapkan oleh pemerintah Hindia Belanda, maka hasilnya akan diserahkan kepada rakyat Hindia Belanda/Indonesia.
  • Kerugian gagal panen yang diakibatkan tanaman terserang hama atau bencana alam sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah Hindia Belanda.
  • Pelaksanaan Sistem Kultivasi ini diserahkan serta diawasi oleh bupati, kepala desa dan pejabat desa.
    Sedangkan pemerintah Hindia Belanda sendiri hanya akan mengawasi bagian kontrol panen dan transportasi. Tujuannya agar semua proses berjalan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan.

Meskipun sudah dibuat kebijakan yang jelas, namun pada praktiknya, Sistem Kultivasi rancangan Johannes ini mengalami banyak penyimpangan-penyimpangan yang malah membuat rakyat Indonesia semakin miskin dan sengsara.

Sehingga para sejarawan menyebut sistem ini sebagai Sistem Tanam Paksa atau Enforcing Planting. Seluruh wilayah pertanian pada akhirnya wajib untuk ditanami tanaman laku ekspor dan para petani yang tidak memiliki lahan dipaksa untuk bekerja selama setahun penuh.

Bukan hanya itu saja, dalam proses panen, pemerintah Hindia Belanda sama sekali tidak mengembalikan kelebihan hasil panen kepada petani sedangkan jika terjadi gagal panen maka yang menanggung adalah para petani itu sendiri.

Ironisnya, berbagai masalah penyimpangan ini tidak hanya dilakukan oleh pemerintah Hindia Belanda saja, namun juga dilakukan oleh para bupati dan juga pejabat desa yang dipercaya untuk mengawasi pelaksanaan tanam paksa.

Mereka dengan sengaja melakukan penyimpangan ini demi mendapatkan bonus berupa presentase penjualan tanaman laku ekspor sehingga menimbulkan kemiskinan terstruktur bagi rakyat Indonesia kala itu.

Berbagai penyimpangan-penyimpangan ini membuat Johannes berhasil mencapai target yang diberikan oleh Kerajaan Belanda kepadanya.

Kerajaan Belanda dapat melunasi semua hutangnya serta dapat mengisi kembali kas kerajaan dari hasil keuntungan yang dihasilkan dari kebijakan sistem ini.

Tercatat dalam kurun waktu 10 tahun sistem ini diterapkan, Kerajaan Belanda berhasil menaikkan rata-rata ekspor Hindia Belanda hingga mencapai 14%.

Jika ditotal selama empat dekade, kebijakan tanam paksa tercatat telah menyumbang sekitar 823 juta Gulden masuk ke kas Kerajaan Belanda. Karena jasanya ini, van den Bosch kemudian gelar Graaf oleh Raja Belanda di tanggal 25 Desember 1839.

Baca Juga: Jenis Pekerjaan yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Sumber Daya Laut

Kritikan Terhadap Kebijakan Sistem Tanam Paksa

Dengan jam kerja yang tidak manusiawi yang diberlakukan pada masa tanam paksa ini membuat para petani hanya sibuk mengurus lahan untuk tanaman laku ekspor milik pemerintah Hindia Belanda saja.

Hal ini membuat mereka tidak memiliki waktu untuk menggarap lahan padi mereka sendiri. Padahal para petani menanam padi untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka sendiri.

Akibat dari kebijakan tersebut, banyak petani yang pada akhirnya meninggal karena kelelahan dan kelaparan.

Dengan banyaknya petani yang kelaparan ini membuat Cultuurstelsel yang dirancang oleh Johannes mendapatkan kritikan keras dari para golongan liberal dan juga golongan humanis.

Mereka mengkritik Kerajaan Belanda yang telah terang-terangan melakukan eksploitasi yang berlebihan terhadap rakyat Hindia Belanda serta menuntut agar sistem tersebut dihentikan.

Adapun salah satu kritikan paling keras ini dilancarkan oleh penulis Eduard Douwes Dekker. Douwes Dekker sendiri mengkritik kebijakan ini melalui roman tentang tanam paksa yang terjadi di Lebak, Banten.

Namun agar selamat dari persekusi Belanda, Douwes Dekker menggunakan nama samaran untuk mengkritik pihak pemerintah Hindia Belanda. Ia menggunakan nama samaran Multatuli.

Karyanya ini diterbitkan pada tahun 1860 dengan judul Max Havelaar, of de koffij-veilingen der Nederlandsche Handel-Maatschappij (Max Havelaar, atau jika diartikan dalam bahasa Indonesia menjadi Lelang Kopi Perusahaan Dagang Belanda).

Kritikan-kritikan yang mereka lancarkan ini akhirnya didengar oleh pihak Kerajaan Belanda.

Sehingga pada tahun 1870, pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan UU Agraria dan UU Gula yang mengakibatkan Cultuurstesel dihentikan yang kemudian mengawali era baru, yaitu era liberalisasi ekonomi.

Dampak Akibat Kebijakan Sistem Tanam Paksa

Sistem Tanam Paksa
Sumber Gambar: images.theconversation.com

Terdapat banyak dampak yang diakibatkan dari kebijakan tanam paksa, baik itu bagi Belanda maupun rakyat Indonesia yang kala itu di jajah.

Namun dampak positif hanya dirasakan oleh pihak pemerintahan Hindia Belanda saja, yaitu meningkatnya hasil tanaman laku ekspor sehingga dapat mengembalikan kejayaan, melunasi defisit hutang, dan kestabilan keuangan mereka yang sebelumnya krisis akibat peperangan.

Sedangkan bagi rakyat Indonesia, sistem ini merupakan suatu penyiksaan yang menyebabkan rakyat menjadi kelaparan, kemiskinan merajalela serta mengalami penderitaan baik itu fisik maupun mental.

Bukan hanya itu saja, rakyat Indonesia juga semakin tersiksa akibat beban pajak yang harus ditanggung menjadi semakin banyak.

Itulah pembahasan mengenai sejarah kelam Sistem Tanam Paksa yang sangat menyengsarakan rakyat Indonesia. Semoga sejarah kelam tersebut tidak akan terulang kembali di Indonesia mengingat saat ini negara kita ini sudah menjadi negara merdeka.

Jenis Pekerjaan yang Berkaitan dengan Pemanfaatan Sumber Daya Laut

Jenis Pekerjaan yang Berkaitan dengan Pemanfaatan Sumber Daya Laut

Sebagai negara maritim dan kepulauan membuat Indonesia memiliki banyak jenis pekerjaan yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya laut.

Indonesia sendiri memiliki wilayah laut yang sangat luas yang mana telah diakui secara internasional sebagai negara maritim yang ditetapkan oleh UNCLOS (1982).

Hal inilah yang menjadikan masyarakat di Indonesia diberi kebebasan untuk memanfaatkan potensi sumber daya laut yang ada.

Jenis Pekerjaan yang Berkaitan dengan Pemanfaatan Sumber Daya Laut di Indonesia

Dengan cakupan wilayah yang begitu besar dan luas membuat laut Indonesia memiliki keanekaragaman sumber daya alam laut yang sangat potensial baik itu keragaman hayati ataupun non-hayati.

Beberapa sumber daya laut Indonesia antara lain ikan, wisata bahari, terumbu karang, bahan mineral, sumber energi minyak dan gas bumi serta media transportasi antar pulau juga tersedia yang di tandai dengan banyaknya pelabuhan di Indonesia.

Besarnya peluang ekonomi yang berasal dari pemanfaatan potensi sumber daya laut ini tentunya dapat memberikan kontribusi di dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat Indonesia.

Untuk lebih mengetahui pekerjaan apa saja yang berhubungan dengan laut, di bawah ini adalah penjelasan singkat mengenai jenis-jenis pekerjaan yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya laut.

Nelayan

Jenis Pekerjaan yang Berkaitan dengan Pemanfaatan Sumber Daya Laut
Sumber Gambar: assets.pikiran-rakyat.com

Nelayan merupakan seseorang yang mendapatkan penghasilan dari suatu pekerjaan yang mana pekerjaan ini berasal dari mencari dan juga menangkap ikan.

Adapun jenis perairan yang menjadi tempat para nelayan menangkap hasil tangkapannya adalah di air laut, air payau, dan air tawar.

Namun jenis nelayan yang paling banyak di Indonesia adalah mereka yang mencari ikan di air laut sehingga para nelayan pada umumnya tinggal di pesisir pantai.

Jenis Nelayan Berdasarkan Perairan

  • Nelayan Laut

Jenis nelayan pertama jika dilihat berdasarkan perairannya adalah jenis nelayan laut. Nelayan laut merupakan jenis nelayan yang menangkap ikan di perairan air laut.

Di Indonesia sendiri, jenis nelayan ini sangat banyak ditemukan dan tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Hal ini karena Indonesia memiliki lautan yang sangat luas. Lebih jelasnya, nelayan jenis ini adalah mereka yang melakukan pekerjaan yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya laut.

  • Nelayan Laut Lepas

Jenis nelayan laut lepas yaitu orang yang berprofesi sebagai nelayan yang menangkap ikan di lautan lepas atau High Seas.

  • Nelayan Pantai

Nelayan pantai adalah nelayan yang menangkap ikan di perairan laut teritorial. Maksud dari perairan laut teritorial adalah wilayah laut kedaulatan suatu negara.

  • Nelayan Lepas Pantai

Sementara itu, nelayan laut lepas pantai adalah jenis nelayan yang menangkap ikan pada perairan laut lepas pantai atau yang disingkat ZEE.

  • Nelayan Perairan Umum Pedalaman (PUD)

Seperti namanya, jenis nelayan ini menangkap ikan di area perairan umum pedalaman atau PUD.

Selain menangkap ikan di lautan lepas, para nelayan Indonesia juga menangkap ikan di danau, sungai, dan rawa.

Petani Rumput Laut

Jenis Pekerjaan yang Berkaitan dengan Pemanfaatan Sumber Daya Laut
Sumber Gambar: www.harianinhuaonline.com

Saat ini banyak para petani yang telah membudidayakan rumput laut. Kita dapat melihat dari begitu banyaknya pantai di Indonesia yang terdapat petani rumput laut.

Salah satu faktor penunjangnya adalah karena Indonesia memiliki garis pantai yang sangat panjang, yaitu mencapai 81.000 Km yang menjadikan peluang usaha budidaya rumput laut sangat menjanjikan.

Adapun tips atau cara budidaya rumput laut adalah dilakukan dengan mengikat bibit rumput laut pada tali-tali. Tali-tai ini sebelumnya telah dipatok secara berjajar di perairan laut yang dangkal dengan kedalaman antara 30-60 cm. Kemudian bibit rumput laut ditanam di dasar perairan.

Jenis olahan yang berbahan dasar rumput laut yang dijual di pasaran biasanya berupa Nori, Wakame, Kombu, agar-agar, manisan rumput laut, dan berbagai jenis olahan makanan lainnya.

Manfaat Rumput Laut Bagi Kesehatan

Didalam rumput laut terkandung berbagai manfaat yang baik untuk kesehatan. Sejak dari dulu rumput laut telah dikenal oleh bangsa Cina dan Jepang karena memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Tanaman rumput laut faktanya mampu menjadi anti kanker bagi orang yang tidak atau belum memiliki riwayat penyakit kanker serta dapat juga mencegah terjadinya kanker.

Selain itu, rumput laut juga dapat menjadi antioksidan. Ini karena klorofil pada rumput laut yang memiliki fungsi sebagai antioksidan. Zat inilah yang dapat membantu tubuh agar tubuh bersih dan terhindar dari radikal bebas yang berbahaya.

Terdapat manfaat lainnya jika kita mengkonsumsi rumput laut, yaitu dapat mencegah kardiovaskular atau dapat menurunkan tekanan darah tinggi atau hipertensi serta baik dikonsumsi bagi seseorang yang sedang menjalani program diet.

Hal ini karena rumput laut mengandung serat yang tinggi.

Baca Juga : Subsektor Industri Kreatif di Indonesia

Petani Garam

Jenis Pekerjaan yang Berkaitan dengan Pemanfaatan Sumber Daya Laut
Sumber Gambar: disk.mediaindonesia.com

Seperti namanya, petani garam adalah seseorang yang melakukan pekerjaan membuat garam. Petani garam adalah jenis pekerjaan yang juga memanfaatkan sumber daya laut.

Biasanya garam yang dihasilkan adalah garam yang berbentuk butiran-butiran kasar dan lembut, berwarna putih serta memiliki rasa yang sangat asin bercampur sedikit pahit.

Dalam memproduksi garam ini dihasilkan dari air laut yang memiliki kadar garam 5 sampai 8 permilnya yang kemudian air laut ini ditampung pada petak-petak yang dibuat oleh para petani garam.

Pengrajin Kerang

Jenis Pekerjaan yang Berkaitan dengan Pemanfaatan Sumber Daya Laut
Sumber Gambar: nurdian.com

Pengrajin kerang merupakan suatu pekerjaan yang juga memanfaatkan sumber daya laut, yaitu dengan memanfaatkan cangkang kerang laut untuk nantinya diproduksi menjadi kerajinan yang memiliki nilai jual tinggi.

Para pengrajin kerang biasanya mendapatkan cangkang kerang dengan memungut secara gratis di tepian pantai. Inilah yang membuat pengrajin kerang laut masih berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya laut.

Beberapa kerajinan yang berbahan dasar cangkang kerang ini biasanya berupa kalung, gelang, kotak tisu, pigura, gantungan kunci, bunga, lampion, dan lain sebagainya.

Petani Budidaya Kerang Mutiara

Jenis Pekerjaan yang Berkaitan dengan Pemanfaatan Sumber Daya Laut
Sumber Gambar: i.ytimg.com

Petani budidaya kerang mutiara merupakan sebuah jenis pekerjaan yang dilakukan dengan cara membudidayakan kerang yang mana kerang ini nantinya akan menghasilkan mutiara.

Seperti yang telah diketahui, mutiara kerang adalah salah satu perhiasan yang memiliki nilai jual sangat tinggi. Terdapat dua jenis kerang mutiara, yaitu kerang mutiara laut dan kerang mutiara air tawar.

Meski sama-sama dapat menghasilkan mutiara, namun kerang yang dihasilkan dari kerang mutiara laut lebih berkualitas daripada mutiara yang dihasilkan oleh kerang mutiara air tawar.

Daerah yang terkenal sebagai penghasil mutiara terbaik adalah Lombok di Nusa Tenggara Barat. Banyak petani yang membudidayakan kerang yang telah sukses di sana karena mutiara yang dihasilkan berhasil menembus pasar internasional.

Pemandu Wisata Bawah Laut

Jenis Pekerjaan yang Berkaitan dengan Pemanfaatan Sumber Daya Laut
Sumber Gambar: tourscabo.com

Seseorang yang berprofesi sebagai pemandu wisata bawah laut juga dapat dikategorikan sebagai salah satu pekerjaan yang memanfaatkan sumber daya laut.

Jenis pekerjaan ini banyak dilakukan karena banyak pantai di Indonesia yang menyuguhkan keindahan pemandangan bawah laut sehingga banyak wisatawan yang ingin menikmati indahnya pemandangan di bawah laut.

Kondisi geografis Pulau Bali adalah salah satu daerah di Indonesia yang terkenal karena memiliki keindahan pesona bawah laut yang sangat mempesona.

Meskipun terbilang mudah, namun faktanya menjadi pemandu wisata bawah laut harus memiliki pengetahuan mengenai snorkeling sekaligus menjamin keselamatan wisatawan yang ingin menggunakan jasanya.

Selain jenis pekerjaan tersebut, terdapat banyak lagi pekerjaan lainnya yang memanfaatkan sumber daya laut, di antaranya adalah menteri kelautan dan perikanan, pemburu hewan laut lainnya selain ikan, petambak udang, pekerja di pelelangan ikan, pedagang ikan, pembuat kapal laut, dan masih banyak lagi.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai jenis pekerjaan yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya laut. Jenis-jenis pekerjaan tersebut dapat kita coba lakukan terlebih lagi jika kita tinggal di pesisir pantai. Ini karena jenis pekerjaan tersebut nyatanya dapat menghasilkan keuntungan yang sangat menjanjikan.

Subsektor Industri Kreatif

Subsektor Industri Kreatif

Subsektor Industri Kreatif – Akhir-akhir ini industri kreatif di Indonesia tengah menjadi sorotan, hal ini karena industri kreatif menyumbang cukup signifikan terhadap perekonomian nasional.

Berdasarkan data resmi Badan Ekonomi Kreatif atau disingkat BEKRAF, ekonomi kreatif berkontribusi terhadap produk domestik bruto Indonesia pada tahun 2007 mencapai 7,28%.

Melihat kontribusinya yang cukup besar ini, maka kita perlu mengetahui bahwa apa sebenarnya yang dimaksud dengan industri kreatif itu.

16 Subsektor Industri Kreatif di Indonesia yang Perlu Kita Ketahui

Beberapa sumber mendefinisikan industri kreatif yang berbeda-beda, meskipun pada intinya sama.

Seperti misalnya Simatupang (2007). Ia mengatakan bahwa industri kreatif merupakan industri yang mengandalkan talenta, keterampilan, dan juga unsur kreativitas yang memiliki potensi untuk dapat meningkatkan kesejahteraan.

Sementara itu menurut Departemen Perdagangan RI di tahun 2009, industri kreatif ialah suatu industri yang berasal dari pemanfaatan keterampilan, kreativitas, dan juga bakat yang dimiliki oleh individu di dalam menciptakan kesejahteraan dan juga lapangan pekerjaan.

Industri yang dimaksud ini nantinya akan berfokus untuk memberdayakan daya cipta dan juga daya kreasi suatu individu.

Selain itu, menilik dari situs resmi Badan Ekonomi Kreatif, setidaknya terdapat 16 subsektor industri ekonomi di Indonesia yang menunjukkan tren positif. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai 16 subsektor industri yang dimaksud.

1. Arsitektur

Subsektor Industri Kreatif
Sumber Gambar: mamikos.com

Arsitektur adalah salah satu subsektor ekonomi kreatif yang berperan penting jika dilihat dari sisi kebudayaan dan juga pembangunan.

Sedangkan dari segi sisi budaya, arsitektur mampu menunjukkan karakter keragaman budaya yang terdapat di Indonesia. Sementara itu, jika dilihat dari sisi pembangunannya, arsitektur berperan dalam perancangan pembangunan sebuah wilayah/kota.

BEKRAF juga menyatakan jika sektor ini masih memiliki kendala, yaitu dari sisi jumlah arsitek yang kurang mencukupi.

Di Indonesia sendiri, saat ini jumlah arsitek baru mencapai 15.000 orang. Hal ini tentu tidak sebanding dengan jumlah populasi penduduk di Indonesia yang mencapai lebih dari 250 juta orang.

2. Fashion

Fashion merupakan sebuah subsektor industri kreatif yang berjalan dengan sangat dinamis. Berbagai tren fashion bermunculan di setiap tahunnya karena dipengaruhi oleh inovasi serta produktivitas para designer.

Subsektor fashion juga menunjukkan peningkatan daya saing yang signifikan di tingkat global. Data Kementerian Perindustrian pada tahun 2016 menyebutkan bahwa nilai ekspor dari bidang industri ini mencapai USD 11,7 miliar. Ini merupakan sebuah pencapaian yang cukup baik.

3. Aplikasi dan Pengembangan Permainan

Seiring dengan begitu banyaknya pengguna smartphone di Indonesia memberikan pengaruh dalam pengembangan aplikasi dan permainan di tanah air pun semakin hari semakin meningkat sehingga banyak pengembang aplikasi dan game muncul.

Namun sektor ini juga mengalami beberapa kendala seperti misalnya kurangnya peminat dari para investor. Hal ini karena belum adanya kebijakan proteksi yang memihak atau mendukung pada kepentingan developer domestik.

4. Desain Produk

Hasil dari subsektor desain produk ini sering dijumpai di dalam kehidupan sehari-hari. Banyak  tangan-tangan terampil dari para desainer produk yang mengkreasikan suatu produk dengan cara menggabungkan unsur fungsi dan estetika sehingga menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat.

Sektor industri ini dapat dibilang memiliki tren yang cukup baik seiring dengan bertambahnya populasi usia produktif yang telah membentuk interaksi antara pelaku industri dengan pasar.

Bukan hanya itu, industri ini juga didorong dari banyaknya apresiasi masyarakat yang juga semakin tinggi terhadap produk-produk yang memiliki kualitas tinggi.

5. Desain Interior

Menurut data BEKRAF, selama dua dekade terakhir ini, sektor desain interior memperlihatkan perkembangan yang sangat baik.

Banyak masyarakat yang telah menggunakan jasa desainer untuk merancang suatu interior hunian, perkantoran, hingga hotel pun semakin meningkat sehingga mempengaruhi apresiasi masyarakat terhadap bidang yang satu ini menjadi semakin baik.

Meski terdapat perkembangan yang baik, namun sektor ini juga terdapat beberapa hal yang masih perlu menjadi perhatian lebih.

Seperti misalnya proteksi terhadap para pelaku kreatif desain interior di lingkup pasar domestik, dibuatnya sertifikasi untuk menciptakan standar serta perlindungan terhadap hak cipta.

6. Desain Komunikasi Visual (DSV)

Desain Komunikasi Visual atau disingkat DSV merupakan suatu ilmu yang khusus mempelajari tentang konsep komunikasi dengan cara memanfaatkan elemen visual sebagai cara untuk mencapai tujuan tertentu.

Subsektor Desain Komunikasi Visual ini memiliki peran yang cukup penting dalam mendukung pertumbuhan bisnis swasta, pemilik merek atau bahkan program-program pemerintah.

7. Film, Animasi, dan Video

Subsektor Industri Kreatif
Sumber Gambar: rencongpost.com

Selain sektor DSV, industri perfilman juga sedang mengalami perkembangan yang cukup positif. Berbagai judul film silih berganti dalam menghiasi layar bioskop Indonesia.

Adapun animasi juga menunjukkan perkembangan yang baik pula. Saat ini kita dapat melihat sebuah serial animasi di televisi yang mana animasi ini diciptakan oleh anak bangsa yang sebelumnya film animasi hanya diisi oleh animasi-animasi yang berasal dari luar negeri.

Sementara itu, terdapat beberapa permasalahan yang muncul pada sektor ini, di antaranya seperti masalah sumber daya manusia yang belum memadai, tidak meratanya jumlah bioskop di Indonesia serta pembajakan.

8. Seni Pertunjukan

Negara Indonesia merupakan negara yang kaya akan seni pertunjukan. Kesenian-kesenian telah ada sejak lama baik itu dalam bentuk wayang, ludruk, tari, teater, dan lainnya.

Kesenian-kesenian ini menyebar di berbagai daerah di Indonesia dengan ciri khasnya yang berbeda-beda.

9. Fotografi

Perkembangan sektor industri fotografi dipengaruhi oleh meningkatnya anak muda yang semakin menyukai dunia fotografi.

Beberapa hal yang mempengaruhi tingginya minat anak muda terhadap fotografi adalah disebabkan karena semakin berkembangnya media sosial serta harga kamera yang terjangkau.

10. Kuliner

Subsektor Industri Kreatif
Sumber Gambar: www.rimma.co

Sektor kuliner juga memiliki potensi yang kuat untuk berkembang. BEKRAF menyebutkan bahwa sektor kuliner menyumbang kontribusi sekitar 30% dari total sektor pariwisata dan juga ekonomi kreatif.

Namun ada beberapa hal yang masih perlu mendapatkan perhatian lebih bagi pemerintah. Hal tersebut adalah terkait masalah perizinan satu pintu, panduan perizinan dan bisnis serta pendampingan hukum di dalam proses pendirian suatu usaha kuliner.

11. Kriya

Kriya adalah segala kerajinan yang berbahan dasar dari kayu, kulit, logam, keramik, kaca, dan tekstil. Indonesia sendiri merupakan salah satu negara yang kaya akan kerajinan yang tergolong ke dalam seni kriya.

Selain untuk pasar domestik, seni kriya ini juga di ekspor ke luar negeri. Namun terdapat masalah klasik yang sering dihadapi pada sektor ini yaitu terkait bahan baku kayu yang menjadi masalah utamanya serta permodalan.

12. Musik

Subsektor Industri Kreatif
Sumber Gambar: www.fajarpendidikan.co.id

Musik adalah suatu industri yang cukup dinamis. Perkembangan terbaru yang terlihat di dunia musik tanah air adalah semakin banyaknya platform pembelian musik digital yang mudah dan juga murah sehingga dapat meminimalisir pembajakan.

13. Seni Rupa

Sektor seni rupa di Indonesia juga dapat dikatakan berjalan dengan baik, Tercatat terdapat beberapa acara pameran seni rupa rutin yang diselenggarakan. Diantaranya adalah Jakarta Biennale, Art Jog, Jogja Biennale, dan OK Video Festival.

14. Penerbitan

Industri penerbitan saat ini berperan dalam membantu membangun kekuatan intelektualitas bangsa. Meski pangsa pasar industri ini tidak sebesar sektor yang lainnya, namun industri penerbitan juga memiliki potensi yang cukup kuat.

Selain itu, industri penerbitan juga terus berupaya untuk dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang ditandai dengan hadirnya produk-produk penerbitan seperti buku dan majalah dalam bentuk digital.

15. Periklanan

Subsektor Industri Kreatif
Sumber Gambar: keluhkesah.com

Periklanan adalah suatu penyajian materi yang di dalamnya berisi mengenai pesan persuasif kepada masyarakat guna mempromosikan suatu produk atau jasa.

Konten iklan pada umumnya dibuat khusus oleh sekelompok orang yang disebut sebagai agensi iklan.

Menurut data dari BEKRAF, periklanan adalah subsektor industri kreatif yang juga memiliki daya sebar paling tinggi. Hal ini karena tidak terlepas dari sinergi dengan para pemilik modal yang memasarkan suatu produk yang mereka keluarkan/produksi.

16. Televisi dan Radio

Meskipun arus informasi saat ini semakin masif, ternyata peran televisi dan radio masih dapat menunjukkan eksistensinya. Peranan dari kedua sektor industri ini terbilang besar dengan nilai mencapai 3,17% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Jika dilihat dari sisi ketenagakerjaannya, industri televisi dan juga radio menduduki peringkat ke-6 terbesar di dalam kontribusinya terhadap total tenaga kerja industri kreatif di Indonesia.

Manfaat Subsektor Industri Kreatif di Indonesia

Terdapat beberapa manfaat yang dapat dirasakan akibat dari bertumbuhnya industri kreatif di Indonesia, di antaranya adalah:

  • Membuka dan juga menambah lapangan pekerjaan
  • Nilai dan kualitas suatu produk semakin baik dan meningkat
  • Inovasi-inovasi baru semakin berkembang dengan cepat
  • Menjadikan persaingan yang kompetitif dan sehat
  • Manusia akan dituntut untuk semakin kreatif
  • Meningkatnya pertumbuhan ekonomi

Nah, itulah penjelasan mengenai 16 subsektor industri kreatif di Indonesia yang menunjukkan tren positif yang perlu kita ketahui. Jangan lupa, simak juga seputar ilmu pengetahuan lainnya di sini.

Nama Pelabuhan di Indonesia

Nama Pelabuhan di Indonesia

Nama Pelabuhan di Indonesia – Indonesia merupakan negara yang memiliki kondisi geografis sebagai negara kepulauan dan juga maritim. Maka tak heran jika di negara kita ini memiliki banyak pelabuhan yang tersebar di berbagai pulau.

Seperti contohnya pada kondisi geografis Pulau Bali, meski Bali tergolong sebagai pulau yang kecil namun di dalamnya terdapat beberapa pelabuhan yang berperan penting untuk menunjang perekonomian masyarakatnya.

Ya, keberadaan pelabuhan memang sangat penting baik itu dalam hubungan perdagangan atau sebagai sarana transportasi manusia untuk menghubungkan antara satu pulau dengan pulau yang lainnya.

10 Nama Pelabuhan di Indonesia yang Terkenal

Nama Pelabuhan di Indonesia
Sumber Gambar: www.marketeers.com

Di Indonesia sendiri terdapat sekitar 70 pelabuhan yang telah beroperasi dan tersebar di berbagai daerah/pulau.

Untuk menambah wawasan kita mengenai pelabuhan-pelabuhan yang ada di Indonesia, maka di bawah ini adalah penjelasan tentang 10 nama pelabuhan yang terkenal di Indonesia.

1. Pelabuhan Tanjung Priok

Nama Pelabuhan di Indonesia
Sumber Gambar: aktual.com

Tanjung Priok merupakan pelabuhan yang terletak di utara Provinsi DKI Jakarta dan disebut sebagai pelabuhan tersibuk di Indonesia.

Bukan hanya mengangkut penumpang saja, pelabuhan ini juga disibukkan dengan angkutan barang yang keluar-masuk dari pulau dan juga luar negeri.

Adapun pembangunan pelabuhan ini diawali saat terjadi pengendapan lumpur di muara sungai Ciliwung pada pertengahan tahun 1960. Endapan lumpur ini menghambat keluar-masuknya kapal-kapal yang hendak berlabuh di Pelabuhan Sunda Kelapa.

Atas dasar itulah dibangun Pelabuhan Tanjung Priok untuk dijadikan sebagai lokasi alternatif mengingat hanya berjarak sekitar 9 Km dari Sunda Kelapa.

2. Pelabuhan Tanjung Mas

Nama Pelabuhan di Indonesia
Sumber Gambar: live.staticflickr.com

Tanjung Mas merupakan pelabuhan yang terletak di Semarang, Jawa Tengah. Pelabuhan ini memiliki luas 500 hektare yang di dalamnya terdapat fasilitas lengkap seperti Alur Pelayaran, Dermaga, Kolam Pelabuhan, Terminal, dan Gudang.

Di area pelabuhan ini juga terdapat sebuah mercusuar yang diberi nama Willem 3. Mercusuar Willem 3 dibangun pada tahun 1884 dan dibangun oleh Pemerintahan Kolonial Belanda yang pada saat itu ingin menjadikan kota Semarang sebagai kota pelabuhan dan juga kota dagang.

3. Pelabuhan Tanjung Perak

Nama Pelabuhan di Indonesia
Sumber Gambar: supplychainindonesia.com

Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya adalah pelabuhan teramai kedua setelah Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. Setiap harinya terdapat ratusan kapal beraktivitas di pelabuhan yang terkenal karena fasilitasnya yang super lengkap ini.

Selain itu, Pelabuhan Tanjung Perak juga berfungsi untuk menghubungkan antara Kota Surabaya dengan kota-kota pelabuhan lainnya di Indonesia. Informasi mengenai pembangunan pelabuhan ini dimulai pada tahun 1910.

4. Pelabuhan Merak

Nama Pelabuhan di Indonesia
Sumber Gambar: faktabanten.co.id

Pelabuhan Merak merupakan sebuah pelabuhan yang terletak di Provinsi Banten. Dapat dikatakan, pelabuhan ini memiliki letak yang sangat strategis karena menghubungkan antara Pulau Jawa dengan Pulau Sumatera yang mana kedua pulau ini terpisah oleh Selat Sunda.

Adapun pelabuhan ini juga menjadi pintu masuk dari Provinsi Lampung yang terdapat di ujung selatan Pulau Sumatera dengan Provinsi Banten serta sebaliknya.

Pada umumnya, terdapat puluhan bahkan ratusan kapal yang beroperasi dari Merak ke Bakauheni dan juga sebaliknya.

5. Pelabuhan Bakauheni

Nama Pelabuhan di Indonesia
Sumber Gambar: harianmomentum.com

Pulau Sumatera memiliki banyak pelabuhan yang terkenal, nah salah satunya adalah Pelabuhan Bakauheni yang menjadi pelabuhan penting mengingat letaknya yang juga strategis untuk menghubungkan antara Pulau Sumatera dan Jawa.

Pelabuhan yang terletak di Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan ini setiap harinya disinggahi ratusan kapal.

Sementara itu, kapal yang paling sering berlabuh di pelabuhan ini adalah kapal feri yang umumnya melayani jasa penyeberangan angkutan darat seperti bus penumpang, truk, mobil dan motor.

Puncak kepadatan di pelabuhan ini biasanya terjadi pada saat hari raya Idul Fitri yang mana banyak masyarakat yang mudik ke kampung halaman setelah bekerja di Jawa ataupun sebaliknya.

6. Pelabuhan Soekarno-Hatta

Nama Pelabuhan di Indonesia
Sumber Gambar: inaport4.co.id

Jika mendengar kata Soekarno-Hatta pasti yang terbesit pertama kali di pikiran kita adalah sebuah bandara Internasional yang terletak di Provinsi Banten, ya kan?

Namun ternyata terdapat juga pelabuhan di Indonesia yang juga diberi nama Soekarno-Hatta. Ya, pelabuhan ini memang benar adanya dan di beri nama Pelabuhan Soekarno-Hatta yang terletak di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Adapun pelabuhan ini dikelola oleh PT Pelindo (Pelabuhan Indonesia). Didalam pelabuhan ini terdapat berbagai fasilitas yang mendukung seperti terminal peti kemas. Terminal peti kemas ini adalah wilayah keluar-masuknya barang dari dan ke Makassar.

7. Pelabuhan Ketapang

Nama Pelabuhan di Indonesia
Sumber Gambar: www.indonesiaferry.co.id

Di ujung timur Pulau Jawa juga terdapat salah satu pelabuhan yang cukup terkenal, yaitu Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi, Jawa Timur. Pelabuhan Ketapang menjadi pintu gerbang utama dari Pulau Jawa menuju Pulau Bali atau sebaliknya yang mana kapal-kapal ini harus melintasi Selat Bali.

Setiap harinya pelabuhan ini disibukkan oleh aktivitas puluhan kapal feri yang singgah atau berlabuh di Pelabuhan Ketapang.

8. Pelabuhan Harbour Bay

Nama Pelabuhan di Indonesia
Sumber Gambar: upload.wikimedia.org

Jika dilihat dari namanya, pelabuhan ini seolah-olah tidak terletak di Indonesia. Namun jika kita berkunjung ke Pulau Batam, maka kita pasti menemukan sebuah pelabuhan terkenal yang di beri nama Pelabuhan Harbour Bay.

Pelabuhan ini tidak seperti pelabuhan pada umumnya terlebih lagi pada saat malam hari. Hal ini karena dari Pelabuhan Harbour Bay kita dapat menikmati indahnya lampu-lampu yang terletak di Singapura.

Maka tak heran jika di sekitar pelabuhan banyak restoran-restoran bertarif mahal yang berjejer di Pelabuhan Harbour Bay. Saat ini Pelabuhan Harbour Bay telah menjadi salah satu destinasi wisata terkenal di pulau Batam.

9. Pelabuhan Batam Center

Nama Pelabuhan di Indonesia
Sumber Gambar: storage.googleapis.com

Meskipun sama-sama terletak di Batam, namun Pelabuhan Batam Center berbeda dengan Pelabuhan Harbour Bay. Hal ini karena Pelabuhan Batam Center lebih didominasi oleh kapal-kapal pengangkut barang.

Banyak barang dari luar negeri yang masuk melalui pelabuhan ini sehingga tidak heran jika di sekitar area pelabuhan kita dapat dengan mudah menjumpai barang-barang impor yang di jual dengan harga yang sangat murah.

Hingga kini, terdapat dua jenis kapal feri yang sering beroperasi, yaitu Batam Fast dan Penguin dengan jadwal keberangkatan hampir setiap jam mulai dari pukul 6:00 hingga pukul 21:00.

10. Pelabuhan Sunda Kelapa

Nama Pelabuhan di Indonesia
Sumber Gambar: panduanwisata.id

Selain Tanjung Priok, di Provinsi DKI Jakarta juga terdapat satu pelabuhan lagi yang juga sangat terkenal, yaitu Pelabuhan Sunda Kelapa.

Sering juga disebut sebagai pasar ikan, pelabuhan ini juga dikenal sebagai saksi bisu sejarah panjang Kota Jakarta. Hal ini karena Pelabuhan Sunda Kelapa sudah ada sejak masa Kerajaan Pajajaran atau tepatnya sekitar abad ke-12.

Pada awalnya, pelabuhan ini bernama Pelabuhan Kalapa. Di masa kejayaannya, pelabuhan ini dijadikan sebagai pelabuhan utama yang sangat penting di dalam keluar-masuknya barang ke Jakarta yang saat itu masih dikuasai oleh Kerajaan Pajajaran.

Hingga kemudian pada awal tahun 1970, pelabuhan ini diubah namanya dari Pelabuhan Kalapa menjadi Pelabuhan Sunda Kelapa.

Dengan keberadaan pelabuhan-pelabuhan ini faktanya dapat membantu dalam kehidupan masyarakat yang hendak menuju ke pulau lain. Selain itu, pelabuhan juga berfungsi sebagai keluar-masuknya barang dari dalam dan luar negeri.

Itulah pembahasan mengenai 10 nama pelabuhan di Indonesia yang paling terkenal. Diluar daripada yang telah kita bahas bersama, tentu masih banyak pelabuhan-pelabuhan lainnya yang tersebar di berbagai pulau di Indonesia. Semoga pembahasan kali ini bermanfaat.

Kondisi Geografis Pulau Bali

Kondisi Geografis Pulau Bali

Kondisi Geografis Pulau Bali – Pulau Bali merupakan salah satu pulau di Indonesia yang masuk dalam gugusan Kepulauan Nusa Tenggara. Saat ini Pulau Bali termasuk wilayah Provinsi Bali yang dikenal juga dengan nama Pulau Dewata atau Pulau Seribu Pura.

Daerah ini menjadi salah satu destinasi wisata paling terkenal di seluruh dunia yang terdapat di Indonesia. Bukan hanya kaya akan keragaman budayanya saja, panorama alam juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para turis asing maupun lokal.

Karena memiliki banyak kekayaan alam seperti halnya bentang alam Pulau Jawa, maka sektor pariwisata di Pulau Bali menjadi roda perekonomian utama masyarakatnya.

Kondisi Geografis Pulau Bali Berdasarkan Peta

Kondisi Geografis Pulau Bali
Sumber Gambar: wikipedia

Di pulau ini terdapat sembilan kabupaten/kota yang mana Kabupaten Buleleng yang terletak di Pulau Bali bagian utara ini tercatat sebagai kabupaten dengan wilayah terluas dengan luas wilayah mencapai 1.264 Km persegi.

Sebagai bangsa Indonesia, kita patut bangga karena Bali menjadi salah satu pulau dengan destinasi wisata unggulan yang sudah terkenal hingga ke seluruh penjuru dunia. Namun bukan hanya sektor wisata saja yang wajib diketahui dari pulau yang di juluki sebagai Pulau Seribu Pura ini.

Mengetahui kondisi geografis pulau ini juga perlu kita ketahui sebagai bahan referensi tambahan yang sekiranya bermanfaat untuk di kemudian hari. Nah, sebagai bahan referensi, di bawah ini adalah pembahasan mengenai kondisi geografis Pulau Dewata berdasarkan peta.

Letak Astronomis

Jika melihat dari segi letak astronomis, pulau yang memiliki luas sekitar 5.700 Km persegi ini terletak pada posisi 08º03′ – 08º50′ Lintang Selatan serta membentang dari posisi 114º26′ – 115º42′ Bujur Timur.

Batas Wilayah Pulau Bali

Adapun informasi terkait batas wilayah Pulau Bali di bagian utara adalah berbatasan dengan Laut Bali dan bagian selatan berbatasan langsung dengan Samudra Hindia.

Sementara pada bagian bagian barat Pulau Bali berbatasan dengan Selat Bali dan Provinsi Jawa Timur, sedangkan bagian timur berbatasan dengan Selat Lombok dan juga Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Gunung di Pulau Bali

Kondisi Geografis Pulau Bali
Sumber Gambar: phinemo.com

Meski berstatus sebagai pulau yang jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan Pulau Jawa, ternyata pulau ini juga memiliki puluhan gunung baik itu yang masih aktif atau sudah mati.

Adapun gunung yang paling terkenal di Bali adalah Gunung Agung yang memiliki ketinggian 3.031 mdpl (dikutip dari wikipedia). Secara administratif, Gunung Agung terletak di Kabupaten Karangasem dan dikategorikan sebagai salah satu gunung api aktif di Indonesia.

Berdasarkan catatan sejarah, Gunung Agung pernah meletus dahsyat pada tahun 1963 dengan indeks letusan mencapai VEI 5 dan mengakibatkan sedikitnya 1.700 nyawa orang melayang.

Namun selain Gunung Agung, Pulau Bali juga memiliki gunung-gunung lainnya yang terletak di berbagai wilayah di pulau ini, di antaranya adalah:

  • Gunung Batu, Gunung Abang dan Gunung Penulisan yang terletak di Bangli
  • Gunung Catur dan Gunung Batu Karu terletak di Kabupaten Tabanan
  • Gunung Silang Jana dan Gunung Lesong di Kabupaten Buleleng

Pantai di Pulau Bali

Kondisi Geografis Pulau Bali
Sumber Gambar: arifsetiawan.com

Berbicara mengenai pantai, Pulau Bali adalah gudangnya pantai-pantai indah. Hampir di setiap pesisir di pulau ini memiliki wisata pantai yang sangat menarik.

Beberapa pantai yang sangat terkenal dan menjadi wisata andalan di Pulau Bali adalah Pantai Sanur, Pantai Kuta, Pantai Pandawa, Pantai Mengiat Nusa Dua, Pantai Dreamland, Pantai Jimbaran, Pantai Legian, Pantai Karma Kandara, dan lainnya.

Sungai di Pulau Bali

Kondisi Geografis Pulau Bali
Sumber Gambar: thetravellingsquid.com

Pulau yang terletak di sebelah timur Pulau Jawa ini juga memiliki ratusan sungai yang mana sungai terpanjang di pulau ini bernama Tukad (sungai) Ayung yang bermuara di Selat Badung.

Berdasarkan data laporan Provinsi Bali dalam angka 2020, sungai ini memiliki panjang mencapai 62,5 Km. Beberapa wilayah yang dilewati oleh Tukad Ayung bahkan dijadikan sebagai petualangan alam seperti rafting dan arung jeram.

Salah satu lokasi paling terkenal dari Sungai Ayung ini adalah terdapat di kawasan Ubud. Tidak hanya Tukad Ayung saja, Pulau Bali juga memiliki sungai lainnya yang juga cukup terkenal, seperti Sungai Yeh Abe, Tukad Bayat, Tukad Penet, Tukad Pakerisan, Tukad Pang, Tukad Medaum, dan lain sebagainya.

Danau di Pulau Bali

Kondisi Geografis Pulau Bali
Sumber Gambar: www.kundurnews.co.id

Bali juga memiliki beberapa danau yang cukup terkenal sebagai tempat wisata unggulan karena memiliki pesona yang sangat indah. Beberapa yang di maksud adalah Danau Bedugul atau Danau Beratan, Danau Batur, Danau Buyan, Danau Uluwatu dan Danau Tamblingan.

Nah, Itulah pembahasan mengenai kondisi geografis Pulau Bali jika dilihat berdasarkan peta. Semoga ulasan kali ini bermanfaat sehingga dapat menjadi rujukan utama bagi kita yang saat ini sedang membutuhkan referensi tentang pulau yang di juluki sebagai Pulau Dewata ini.

Bentang Alam Pulau Jawa

Bentang Alam Pulau Jawa

Bentang Alam Pulau Jawa – Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan terbesar di dunia yang mana di dalamnya terdapat lebih dari 17 ribu pulau yang tersebar mulai dari Sabang sampai Merauke.

Berbicara mengenai pulau di Indonesia tentu tidak bisa dipisahkan dari bentang alam Pulau Jawa. Bentang alam sendiri merupakan pemandangan suatu daerah dengan berbagai ragam penampakan alam.

Adapun bentang alam ini telah ada jauh sebelum Indonesia menjadi negara merdeka. Bahkan pada era Mahapatih Gajah Mada masih menjadi patih di Kerajaan Majapahit atau lebih jauh dari itu, bentang alam Nusantara memang telah ada.

Bentang Alam Pulau Jawa Secara Umum

Jika dilihat secara umum, bentang alam pulau terpadat di Indonesia ini terdiri dari penampakan alam seperti gunung, bukit, sungai hingga pantai.

Selain itu, kekayaan alam yang terdapat di pulau ini juga memiliki karakter yang berbeda-beda dengan wilayah lainnya.

Seperti contohnya gunung di Pulau Jawa yang menjadi salah satu penampakan alam yang sangat indah dengan karakteristik gunung aktif.

Ada juga lembah di pulau ini yang juga menjadi salah satu pemandangan alam yang indah dengan dihiasi lereng-lereng hijau dengan tanah yang subur.

Untuk lebih mengetahui pengetahuan tentang bentang alam, di bawah ini adalah penjelasan singkat dan jelas mengenai bentang alam yang terdapat di pulau dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia lengkap beserta contoh dan kenampakan alamnya.

Gunung

Bentang Alam Pulau Jawa
Sumber Gambar: i.misteraladin.com

Meski berstatus sebagai pulau terpadat di Indonesia, ternyata di pulau ini juga terdapat belasan bahkan puluhan gunung berapi yang masih aktif dan terkenal.

Adapun gunung tertinggi di Pulau Jawa adalah Gunung Semeru di Jawa Timur, disusul Gunung Slamet dan Gunung Sumbing yang terletak di Jawa Tengah.

Ketiga gunung ini cukup terkenal di kalangan para pendaki gunung serta dijuluki sebagai “Triple S” Pulau Jawa. Hal ini karena ketiga gunung tersebut memiliki nama dengan awalan S serta menjadi gunung favorit untuk di daki.

Pulau Jawa juga memiliki gunung berapi teraktif di Indonesia, yaitu Gunung Merapi. Selain gunung-gunung tersebut di atas, terdapat juga gunung lainnya yang cukup terkenal dan menjadi tujuan para pendaki gunung.

Diantaranya adalah Gunung Bromo, Gunung Ciremai, Gunung Salak, Gunung Lawu, Gunung Raung, Gunung Merbabu, Gunung Prau, dan masih banyak lagi.

Bukit

Bentang Alam Pulau Jawa
Sumber Gambar: destinasiku.com

Selain gunung, Pulau Jawa juga memiliki bukit yang menjadi destinasi wisata unggulan, seperti Bukit Candi Abang yang terletak di Sleman Yogyakarta, Bukit Sikunir Jawa Tengah, Bukit Pangonan Jawa Tengah, Bukit Teletubis Malang, Bukit Mangunan di Imogiri Yogyakarta, Bukit Moko di Bandung, dan Bukit Sumedang di Jawa Barat.

Lembah

Bentang Alam Pulau Jawa
Sumber Gambar: ksmtour.com

Terdapat beberapa lembah yang cukup terkenal di Pulau Jawa, seperti Lembah Grand Canyon, Lembah Kaliurang, Lembah Dieng, Lembah Cilengkrang, Lembah Posong, Lembah Diro, Lembah Gunung Madu.

Dataran Tinggi

Bentang Alam Pulau Jawa
Sumber Gambar: www.gayahidup.co.id

Sementara itu, terdapat juga dataran tinggi yang terdapat di Pulau Jawa yang cukup terkenal.

Beberapa dataran tinggi yang dimaksud Dataran Tinggi Dieng Jawa Tengah, Dataran Tinggi Magelang Jawa Tengah, Dataran Tinggi Tengger Jawa Timur, Dataran Tinggi Malang Jawa Timur, Dataran Tinggi Cianjur Jawa Barat dan Dataran Tinggi Puncak, Jawa Barat.

Dataran Rendah

Bentang Alam Pulau Jawa
Sumber Gambar: risalridwan.blogspot.com

Pulau yang memiliki 6 provinsi ini juga mempunyai wilayah dataran rendah, di antaranya adalah Dataran Rendah Semarang, Dataran Rendah Surakarta, dan Dataran Rendah Madiun.

Sungai

Bentang Alam Pulau Jawa
Sumber Gambar: www.jawapos.com

Jika berbicara mengenai sungai, Pulau Jawa juga memiliki puluhan bahkan ratusan sungai yang tersebar di berbagai provinsi di Pulau Jawa.

Sungai-sungai ini Sungai Bengawan Solo, Sungai Brantas, Sungai Serayu, Sungai Citanduy, Sungai Citarum, Sungai Ciliwung, Sungai Cisadane, dan lainnya.

Pantai

Bentang Alam Pulau Jawa
Sumber Gambar: haecceities.files.wordpress.com

Pulau Jawa juga memiliki pantai yang membentang dari ujung barat sampai ujung timur yang mana pantai-pantai ini menyimpan keindahan yang tidak kalah indahnya seperti pantai yang terdapat di Pulau Bali.

Beberapa pantai yang cukup terkenal dan dijadikan sebagai wisata unggulan adalah Pantai Karimun Jawa, Pantai Anyer, Pantai Pangandaran, Pantai Banyutibo, Pantai Pelabuhan Ratu, Pantai Sawarna, Pantai Tanjung Lesung, Pantai Karangbolong, dan lainnya.

Bagaimana, begitu indah dan beragam bukan bentang alam yang terdapat di Pulau Jawa? Setelah membaca ulasan ini, kini kita sudah lebih tahu tentang anugerah alam yang telah Tuhan berikan kepada Pulau Jawa ini.

Biografi Gajah Mada

Biografi Gajah Mada

Biografi Gajah Mada – Sebelum Indonesia menjadi negara yang merdeka seperti sekarang ini, berdirilah berbagai kerajaan-kerajaan yang pernah jaya pada masanya yang banyak meninggalkan jejak sejarah berikut dengan tokoh-tokohnya.

Nah, salah satu kerajaan besar yang pernah berdiri dan berjaya di Nusantara adalah Majapahit. Ya, sebelum runtuhnya Kerajaan Majapahit, terdapat banyak tokoh besar yang sangat berpengaruh terhadap kebesaran kerajaan ini.

Tokoh besar pada masa Majapahit sendiri kebanyakan adalah seorang raja yang memegang pemerintahan tertinggi di Kerajaan Majapahit.

Namun ternyata terdapat satu tokoh yang sangat terkenal pada masa Kerajaan Majapahit yang bukan berasal dari golongan raja, dialah Gajah Mada, seorang Mahapatih Amangkubhumi.

Biografi Gajah Mada, Mahapatih Kerajaan Majapahit

Biografi Gajah Mada
Sumber Gambar: akulah-indonesia.blogspot.com

Gajah Mada sendiri merupakan Patih yang kemudian naik jabatan menjadi Mahapatih di Kerajaan Majapahit yang mana ia berperan sangat penting dalam mengantarkan kerajaan ini untuk mencapai puncak kejayaan.

Tidak diketahui secara pasti sumber sejarah yang menyatakan biografi atau kapan dan di mana Gajah Mada lahir. Namun yang pasti ia memulai karirnya di Majapahit sebagai bekel.

Karena jasanya yang berhasil menyelamatkan Prabu Jayanagara sebagai raja kedua Kerajaan Majapahit (1309-1328) serta mampu mengatasi pemberontakan yang dilakukan oleh Ra Kuti.

Kemudian ia juga diangkat sebagai Patih Kahuripan pada tahun 1319, selang dua tahun, Gajah Mada juga di angkat sebagai Patih Kediri.

Pada tahun 1329, Majapahit memiliki seorang patih yang bernama Aryo Tadah (Mpu Krewes), namun ia berniat ingin mengundurkan diri dari jabatannya. Sebelum mengundurkan diri, ia menunjuk Gajah Mada yang saat itu menjabat sebagai Patih Kediri untuk menggantikannya.

Akan tetapi, Gajah Mada tidak langsung menyetujuinya sebelum ia membuat jasa terlebih dahulu kepada Majapahit. Maksud dari jasa tersebut adalah dengan cara menaklukkan Keta dan Sadeng yang pada saat itu sedang memberontak terhadap Majapahit.

Selanjutnya Gajah Mada menyerang Keta dan Sadeng hingga akhirnya berhasil menaklukannya. Setelah itu, Gajah Mada secara resmi diangkat oleh Ratu Tribhuwana Tunggadewi sebagai patih di Kerajaan Majapahit (1334).

Sumpah Palapa

Pada saat pengangkatannya, Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa, bahwasanya ia baru akan menikmati palapa (rempah-rempah) yang diartikan sebagai kenikmatan duniawi jika benar-benar telah berhasil menaklukkan Nusantara.

Hal ini tercatat dalam kitab Pararaton dalam teks Jawa Pertengahan yang mana berbunyi seperti pada kutipan di bawah ini:

Meski terdapat sejumlah orang yang meragukan sumpahnya, namun Patih Gajah Mada pada akhirnya berhasil menaklukkan Nusantara.

Daerah yang Ditaklukkan oleh Gajah Mada

Biografi Gajah Mada
Sumber Gambar: pendidikanmu.com

Saat Majapahit di bawah pimpinan Tribhuwana Tunggadewi, Mahapatih Gajah Mada berhasil menaklukkan daerah Bedahulu (Bali), Lombok, Swarnabhumi (Sriwijaya), Palembang, Swarnadwipa (Sumatra), Tamiang, Samudera Pasai, Pulau Bintan.

Selanjutnya Tumasik (Singapura), Semenanjung Malaya, Sampit, Katingan, Kapuas, Kotawaringin, Kotalingga (Tanjunglingga), Sambas, Kandangan, Lawai, Tirem, Samadang, Sedu, Brunei, Kalka, Solok, Saludung, Barito, Pasir, Tabalung, Sawaku, Tanjungkute dan Malano.

Kemudian pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk (1350-1289) atau pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit, Mahapatih Gajah Mada menaklukkan Logajah, Sukun, Gurun, Sapi, Taliwung, Seram dan Gunungapi.

Daerah lain seperti Sasak, Hutankadali, Luwuk, Bantayan, Bunton, Makassar, Kunir, Banggai, Salayar, Galiyan, Muar (Saparua), Sumba, Bima, Solor, Wandan (Banda), Wanin, Ambon, Timor, Seran dan Dompo juga ia taklukkan.

Perang Bubat

Biografi Gajah Mada
Sumber Gambar: indonesianserikat.blogspot.com

Didalam Kidung Sunda dijelaskan bahwa Perang Bubat (1357) bermula ketika Hayam Wuruk berniat untuk menikahi Dyah Pitaloka yang merupakan putri dari Kerajaan Sunda untuk dijadikan sebagai permaisuri.

Sehingga Hayam Wuruk melamar Dyah Pitaloka. Lamarannya ini kemudian diterima oleh pihak Kerajaan Sunda. Setelah itu, rombongan besar Kerajaan Sunda datang ke Majapahit dengan maksud akan melangsungkan pernikahan.

Namun Gajah Mada yang sangat menginginkan Sundah takluk pada akhirnya memaksa untuk menginginkan Dyah Pitaloka sebagai persembahan pengakuan atas kekuasaan Majapahit.

Akan tetapi keinginan dari Gajah Mada ditolak oleh pihak Sunda sehingga terjadilah pertempuran yang tidak seimbang antara pasukan Majapahit yang di pimpin oleh Gajah Mada dengan rombongan Kerajaan Sunda.

Pertempuran ini terjadi di daerah Bubat yang mana daerah tersebut dijadikan sebagai tempat penginapan sementara rombongan Sunda.

Akibat dari pertempuran itu, raja dari Kerajaan Sunda berikut seluruh rombongannya tewas yang mengakibatkan Dyah Pitaloka bunuh diri. Dengan peristiwa yang fatal tersebut akhirnya Gajah Mada diberhentikan dari jabatannya sebagai Patih Majapahit.

Namun dalam Nagarakretagama diceritakan sedikit berbeda. Di dalamnya tertulis bahwa Raja Hayam Wuruk sangat menghargai Gajah Mada sebagai Mahamantri yang agung, bijaksana, wira, setia dan berbakti pada negara.

Namun akibat kesalahannya kemudian sang raja memberikan dukuh Madakaripura yang terletak di Tongas, Probolinggo kepada Gajah Mada.

Ada juga pendapat yang menyatakan, pada tahun 1359, Gajah Mada diangkat kembali sebagai patih, namun ia hanya dapat memerintah dari Makaripura saja.

Meninggalnya Gajah Mada

Biografi Gajah Mada
Sumber Gambar: www.suratkabar.id

Negarakretagama juga menjelaskan bahwa sekembalinya Prabu Hayam Wuruk dari upacara keagamaan di Simping, ia sempat menjumpai Gajah Mada dalam keadaan sakit.

Disebutkan juga bahwa Gajah Mada meninggal dunia pada tahun 1286 Saka atau 1364 Masehi. Namun hingga kini tidak diketahui secara pasti di mana Sang Patih dikebumikan.

Sepeninggal Gajah Mada, Hayam Wuruk kemudian menunjuk enam Mahamantri Agung untuk membantu menjalankan roda pemerintahan.

Demikianlah penjelasan mengenai biografi Mahapatih Gajah Mada yang berhasil kami rangkum dari berbagai sumber. Sampai dengan saat ini, sejarah mengenai Sang Patih masih menjadi misteri tentang kehidupannya yang sebenar-benarnya.

Runtuhnya Kerajaan Majapahit

Runtuhnya Kerajaan Majapahit

Runtuhnya Kerajaan Majapahit – Kerajaan Majapahit merupakan salah satu kerajaan bercorak Hindu-Buddha terbesar yang pernah berdiri di Nusantara pada abad ke-13.

Meskipun tidak termasuk dalam sejarah sebagai kerajaan tertua di Indonesia, namun Kerajaan Majapahit disebut-sebut sebagai kerajaan Hindu-Buddha terakhir yang pernah menguasai hampir seluruh wilayah di Nusantara dan bahkan mancanegara.

Kerajaan ini didirikan oleh Raden Wijaya yang mana ia merupakan menantu Raja Kertanegara dari Singosari. Ia dinobatkan menjadi raja Majapahit pada tahun 1293 Masehi yang bergelar Kertarajasa Jayawardhana (1293-1309 M).

5 Faktor Utama Penyebab Runtuhnya Kerajaan Majapahit

Runtuhnya Kerajaan Majapahit
Sumber Gambar: blue.kumparan.com

Terkenal dengan Sumpah Palapa-nya yang sangat melegenda, Kemaharajaan Majapahit di bawah pimpinan Mahapatih Gajah Mada berhasil menyatukan wilayah-wilayah di Nusantara serta mengantarkan Majapahit ke masa kejayaan dengan rajanya yang kala itu di pimpin oleh Hayam Wuruk.

Tercatat lebih dari 98 kerajaan bernaung di bawah kekuasaan Majapahit baik itu dari kerajaan yang ada di Nusantara hingga mancanegara.

Penyebab utama runtuhnya kerajaan ini hingga kini masih menjadi perbincangan di kalangan para ahli. Banyak perbedaan yang menyebut mengenai berakhirnya Kemaharajaan Majapahit.

Namun banyak juga yang menyimpulkan bahwa Kerajaan Majapahit runtuh pada tahun 1400 saka (1478 M). Keruntuhannya ini disimpulkan dalam Candrasengakala “sirna ilang kertaning bhumi”.

Untuk mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan keruntuhan Kerajaan Majapahit, di bawah ini akan kami jelaskan mengenai 5 faktor utama yang menyebabkan runtuhnya Kerajaan Majapahit yang berhasil kami rangkum dari berbagai sumber.

1. Meninggalnya Hayam Wuruk dan Gajah Mada

Ya, kedua tokoh tersebut merupakan dua tokoh yang berperan sangat penting dalam kejayaan Kerajaan Majapahit di Nusantara. Namun setelah keduanya meninggal, kejayaan kerajaan ini berangsur-angsur meredup.

Disebutkan bahwa setelah Gajah Mada wafat, Hayam Wuruk menjadi bimbang. Berdasarkan sejarah, Hayam Wuruk sampai meminta saran kepada ibu, kedua adik serta kedua iparnya untuk mendiskusikan siapa yang pantas untuk menggantikan kedudukan sang Patih.

Akan tetapi setelah melakukan perundingan, Hayam Wuruk tidak juga menemukan pengganti yang pantas untuk menggantikannya.

Saking sedihnya akibat Gajah Mada meninggal, Hayam Wuruk tidak menunjuk Mahapatih baru untuk menggantikannya sehingga posisi tersebut ia pegang sendiri hingga beliau meninggal dunia.

Bukan hanya sampai disitu, akibat meninggalnya Gajah Mada dan juga Hayam Wuruk, beberapa wilayah yang sebelumnya berada di bawah kekuasaan Majapahit pada akhirnya mulai melepaskan diri.

2. Perang Saudara atau Perang Paregreg (1405-1406)

Sepeninggal Hayam Wuruk, terjadilah perebutan kekuasaan untuk menggantikannya hingga mengakibatkan perang saudara atau lebih dikenal dengan nama Perang Paregreg antara Wikramawardhana melawan Bhre Wirabuhi.

Wikramawardhana merupakan suami dari putri Hayam Wuruk dari permaisuri yang bernama Kusumawarhani. Sedangkan Bhre Wirabhumi merupakan putra Hayam Wuruk yang dihasilkan dari istri selir.

3. Banyak Wilayah Kekuasaan yang Melepaskan Diri dari Majapahit

Meski setelah Hayam Wuruk wafat, Kerajaan Majapahit tetap memiliki raja, namun karena kepemiminannya tidak ada yang mampu menandingi Hayam Wuruk dan Gajah Mada, maka hal tersebut menyebabkan kewibawaan dan pengaruh Kerajaan Majapahit memudar.

Hal inilah yang membuat banyak wilayah yang sebelumnya dikuasai oleh Majapahit pada akhirnya kehilangan kepercayaan sehingga mereka lebih memilih untuk melepaskan diri.

4. Pengaruh Perkembangan Islam

Faktor selanjutnya yang mempengaruhi kemunduran Majapahit adalah mulai berkembangnya agama Islam di pesisir utara Pulau Jawa sehingga secara tidak langsung mengurangi dukungan terhadap Kerajaan Majapahit.

5. Serangan dari Kerajaan Demak

Meskipun dalam sejarah kerajaan Islam di Jawa,  Demak menjadi bagian dari Majapahit, namun Demak telah menjadi sebuah kerajaan yang berlandaskan Islam.

Hal tersebutlah yang mendorong Demak untuk dapat melepaskan diri dari kekuasaan Majapahit dan mendirikan kerajaan sendiri yang berlandaskan Islam hingga di kemudian hari Kesultanan Demak berbalik menyerang Kerajaan Majapahit.

Berdirinya Kerajaan Majapahit

Runtuhnya Kerajaan Majapahit
Sumber Gambar: diadona.id

Kerajaan Majapahit didirkan oleh Raden Wijaya yang mana ia setelah menjadi raja diberi gelar Kertarajasa Jayawardhana (1293-1309).

Nama Majapahit sendiri berasal dari kata “buah maja yang memiliki rasa pahit” yang mana buah tersebut banyak ditemukan di daerah hutan di mana kerajaan ini berdiri.

Pada awalnya, Majapahit berpusat di Mojokerto, namun pada masa Jayanegara, ibukota dari kerajaan ini dipindahkan ke Triwulan, hingga pada tahun 1456 Masehi, ibukota Majapahit kembali dipindahkan ke Kediri.

Baca Juga : Kerajaan Pajajaran

Silsilah Raja Majapahit

Runtuhnya Kerajaan Majapahit
Sumber Gambar: theinsidemag.com

Kerajaan Majapahit berdiri hampir mencapai 2 abad. Adapun beberapa raja yang pernah menduduki tahta tertinggi di Kerajaan Majapahit adalah:

  • Raden Wijaya (Kertarajasa Jayawardhana), pendiri sekaligus raja pertama Kerajaan Majapahit yang berkuasa pada tahun 1293-1309 M
  • Jayanegara, berkuasa pada tahun 1309-1328 M
  • Tribuana Tunggadewi, menjadi raja Majapahit pada tahun 1328-1350 M
  • Hayam Wuruk, raja yang berhasil membawa Kerajaan Majapahit mencapai masa kejayaan dengan di dampingi oleh Mahapatih Gajah Mada. Berkuasa pada tahun 1350-1389 M
  • Kusumawardani Wikramawardhana, melanjutkan kepemimpinan Raja Hayam Wuruk pada tahun 1389-1399 M
  • Suhita di tahun 1399-1429 M
  • Bhre Tumapel atau Kertawijaya, menjadi raja Majapahit pada tahun 1447-1451 M
  • Rajasawardhana, berkuasa di Majapahit pada tahun 1451-1453 M
  • Purwawisesa, raja Majapahit pada tahun 1456-1466 M
  • Kertabumi, raja Kerajaan Majapahit yang berkuasa pada tahun 1466-1478 M

Meskipun setelah Raja Hayam Wuruk meninggal, pergantian kekuasaan di kerajaan ini masih terus berlanjut, namun tetap tidak ada yang mampu menandingi kekuatannya yang dibantu oleh Mahapatih Gajah Mada untuk memerintah Kerajaan Majapahit.

Hingga pada akhirnya Kerajaan Majapahit benar-benar runtuh setelah diserang oleh Kesultanan Demak pada tahun 1478 Masehi. Kala itu, Kesultanan Demak dipimpin oleh Pati Unus yang berhasil menduduki Majapahit untuk kemudian mengambil alih pemerintahan.

Itulah penjelasan singkat mengenai 5 faktor utama runtuhnya Kerajaan Majapahit. Meski telah lama runtuh, namun kebesaran dari Kerajaan Majapahit hingga saat ini masih dapat dirasakan baik itu dari peninggalan-peninggalan maupun sejarahnya.