Perbedaan Kebudayaan dan Peradaban Beserta Pengertian & Contohnya

Perbedaan Kebudayaan dan Peradaban Beserta Pengertian & Contohnya

Indonesia adalah sebuah negara yang dikaruniai oleh Tuhan dengan banyak kebudayaan dan peradaban yang harus dilestarikan oleh para generasi muda agar negara yang kita cintai tidak kehilangan identitasnya. Namun, apakah kita mengetahui apa itu perbedaan kebudayaan dan peradaban?

Jika belum mengetahuinya, maka kita tepat berada di sini karena kali ini satrianesia akan membahas mengenai hal tersebut secara tuntas.

Budaya sendiri umumnya ada dalam suatu peradaban yang mana setiap peradaban dapat mengandung tidak hanya satu namun beberapa budaya.

Perbedaan Kebudayaan dan Peradaban

Perbedaan Kebudayaan dan Peradaban
idntimes.com

Kebanyakan orang masih rancu dalam mengistilahkan budaya dan peradaban hingga akhirnya mereka lebih sering menggunakannya secara sinonim. Padahal keduanya memiliki perbedaan yang cukup mendasar seperti halnya perbedaan pantun, syair, dan gurindam.

Adapun kedua hal tersebut sama-sama memberikan kita ide, cita-cita, arti nilai-nilai, dan juga cara untuk menjalani kehidupan yang layak. Ini senada dengan yang disampaikan oleh Mahatma Gandhi. Menurutnya, dalam peradaban, budaya pikiran harus tunduk pada hati dan kemanusiaan.

Untuk lebih jelanya, berikut adalah 7 poin utama untuk mengetahui perbedaan kebudayaan dan peradaban.

1. Istilah budaya mengacu pada perwujudan dari cara berpikir, berperilaku, dan bertindak. Sementara tahap peningkatan masyarakat manusia, di mana anggotanya memiliki banyak organisasi dan juga pengembangan sosial politik. Hal inilah yang disebut dengan peradaban.

2. Budaya sendiri dapat menggambarkan siapa kita, namun peradaban dapat menjelaskan apa yang kita miliki atau gunakan.

3. Budaya dapat menunjukkan tingkat penyempurnaan batin terbesar dan internal. Hal ini tentu berbeda dengan peradaban yang bersifat eksternal seperti perwujudan teknologi, perangkat, produk, infrastruktur, dan lainnya.

4. Budaya merupakan tujuan yang tidak memiliki standar pengukuran. Ini tentu berbeda dengan peradaban di mana peradaban memiliki standar pengukuran yang tepat mengingat itu adalah sarana.

5. Budaya daerah dapat tercermin dari agama, adat, seni, tari-tarian, moral, musik, sastra, filsafat, dan lain sebagainya. Sedangkan peradaban ditampilkan dalam bidang hukum, infrastruktur, administrasi, pengaturan sosial, arsitektur, dan lain sebagainya.

6. Secara umum, budaya dapat terus berkembang meskipun peradaban tidak ada. Berbeda dengan peradaban yang tidak dapat berkembang/tumbuh dan eksis tanpa adanya budaya.

7. Perubahan dalam budaya dapat diamati dengan waktu, seperti misalnya dalam pemikiran lama dan tradisi yang hilang dengan berlalunya waktu dan juga hal yang baru ditambahkan ke dalamnya sampai dapat ditransmisikan dari satu generasi ke generasi selanjutnya.

Sedangkan peradaban akan terus maju, misalnya dalam berbagai elemen peradaban seperti komunikasi, transportasi, dan elemen lain yang berkembang seiring berjalannya waktu.

Pengertian Kebudayaan dan Peradaban Secara Umum

Perbedaan Kebudayaan dan Peradaban

Karena memiliki perbedaan, sudah tentu baik kebudayaan maupun peradaban juga memiliki pengertian yang berbeda pula. Berikut adalah pengertian kebudayaan dan peradaban secara umum.

Kebudayaan

Kebudayaan merupakan cara manusia hidup yang tercermin dalam tutur kata/bahasa yang diucapkan, makanan yang mereka makan, atau pakaian yang mereka kenakan.

Hal tersebut mengapresiasi cara seseorang berpikir dan juga melakukan sesuatu. Maka dapat disimpulkan bahwa kebudayaan adalah seperangkat pengetahuan, pengalaman dan perilaku yang umum dimiliki oleh sekelompok orang yang diperoleh melalui pembelajaran.

Budaya sendiri meliputi seni, kepercayaan, pengetahuan, tradisi, adat istiadat, festival, moral, sikap, nilai-nilai, kebiasaan dan lain sebagainya yang diwarisi oleh seseorang sebagai anggota masyarakat.

Semua itu dapat dilihat dalam literatur, bentuk tarian, musik, gaya pikiran, praktik keagamaan, cara menyapa orang lain, kebiasaan makan, rekreasi dan lainnya.

Sementara itu, budaya yang berbeda dapat ditemukan di tempat yang berbeda pula karena bervariasi dari satu daerah dengan daerah yang lain.

Seorang sarjana terkenal asal Thailand, Phraya Anumanrajathon mendefinisikan “budaya” sebagai sebuah pemikiran, konsep, dan kepercayaan manusia yang muncul dalam empat cara, yaitu kegiatan sosial, karakteristik umum dalam masyarakat, perilaku sosial dan Penciptaan dalam masyarakat.

Peradaban

Peradaban merupakan proses mengembangkan keadaan masyarakat sejauh budaya, teknologi, industri, pemerintah, dan lainnya untuk mencapai tingkat maksimal.

Istilah peradaban sendiri dapat diartikan tentang mengadopsi cara hidup yang lebih baik serta memanfaatkan sebaik mungkin sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan sekelompok orang.

Peradaban juga menekankan pada sistematisasi masyarakat ke dalam berbagai kelompok yang bekerja secara kolektif dan juga terus-menerus untuk meningkatkan kualitas hidup, pendidikan, makanan, pakaian, transportasi, komunikasi, dan sebagainya.

Pengertian Kebudayaan dan Peradaban Menurut Para Ahli

Perbedaan Kebudayaan dan Peradaban
integriti.web.id

Selain mengetahui secara umum pengertian kebudayaan dan peradaban, para ahli juga memberikan pendapatnya akan kebudayaan dan peradaban. Di antara para ahli yang mengemukakan pendapatnya tentang hal tersebut adalah Soekmono dan Herkovits.

Soekmono

Menurut Soekmono. kebudayaan merupakan segala sesuatu hasil usaha manusia baik itu berupa benda atau hanya sebatas buah pikiran/penghidupan. Ia juga berpendapat bahwa peradaban merupakan perbedaan yang dihasilkan dari unsur budaya sehingga tergolong dalam kemajuan.

Herkovist

Berbeda dengan Soekmono, Herkovist mengemukakan bahwa kebudayaan adalah segala sesuatu yang diteruskan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi selanjutnya (superorganic).

Kebudayaan berisikan seluruh nilai, norma, ilmu pengetahuan, pengertian, religius, sistem sosial, struktur, dan nilai lainnya sebagai wujud budaya intelektual dan juga rasa seni yang menjadi identitas/ciri khas suatu masyarakat. Adapun menurut Herkovits, peradaban merupakan nilai-nilai yang dihasilkan dari kebudayaan itu sendiri.

Contoh Kebudayaan dan Peradaban

Perbedaan Kebudayaan dan Peradaban
idntimes.com

Agar kita lebih memahami tentang kebudayaan dan peradaban, berikut adalah beberapa contoh dari kebudayaan dan juga peradaban yang ada di dunia.

Budaya dan Peradaban Barat

Istilah budaya barat sendiri sering digunakan secara luas untuk merujuk pada warisan norma sosial, adat istiadat tradisional, nilai-nilai estetika, sistem politik, sistem kepercayaan, artefak-artefak, dan teknologi khusus yang memiliki asal atau hubungan dengan Eropa.

Hal tersebut telah berlaku untuk negara-negara yang sejarahnya ditandai oleh imigrasi Eropa, seperti negara-negara Amerika dan Australasia serta tidak terbatas pada benua Eropa saja. Selain itu, Eropa Tengah juga dianggap sebagai penyumbang unsur-unsur asli dari kebudayaan barat.

Budaya Barat sendiri ditandai dengan sejumlah tema dan tradisi artistik, sastra, filosofi, hukum, warisan Celtic, Jermanik, Slavia, Hellenic, Yahudi, Latin, kelompok etnis, dan bahasa lainnya dan agama Kristen yang memainkan peran penting dalam membentuk peradaban Barat yang dimulai sejak abad ke-4.

Konsep budaya Barat sendiri biasanya memiliki keterkaitan dengan definisi klasik dari Dunia Barat. Dalam definisi tersebut, kebudayaan Barat dapat dikatakan sebagai himpunan sastra, politik, sains, prinsip-prinsip artistik dan filosofi yang menjadi pembeda dengan kebudayaan lain.

Sebagian besar rangkaian tradisi dan pengetahuan tersebut biasanya sudah dikumpulkan dalam kanon Barat.

Ada beberapa kecenderungan yang dianggap dapat mendefinisikan masyarakat Budaya Barat modern, di antaranya adalah pluralisme politik, berbagai subkultur atau budaya tandingan penting (misalnya seperti gerakan-gerakan zaman baru), peningkatan sinkretisme budaya sebagai akibat dari globalisasi dan juga migrasi manusia.

Budaya dan Peradaban Amerika Latin

Budaya Amerika Latin merupakan ekspresi formal atau informal dari masyarakat yang terdapat di wilayah Amerika Latin yang mencakup budaya tingkat tinggi (kesusastraan, kesenian tingkat tinggi) serta budaya populer (musik, seni rakyat, dan tari), agama dan praktik kebiasaan lainnya.

Amerika Latin sendiri mempunyai beberapa ras dan meliputi sebagian wilayah dari benua Amerika di mana Spanyol, Portugis/Prancis bermukim, Meksiko, sebagian besar Amerika Tengah, dan Amerika Selatan.

Selain itu terdapat juga pengaruh keberadaan kebudayaan Amerika Latin yang terdapat di Amerika Serikat, yaitu California dan Southwest, dan kota-kota besar lainnya seperti New York city dan Miami. Selain itu, terdapat juga peningkatan perhatian hubungan antara Amerika Latin dan Karibia.

Demikian penjelasan tentang perbedaan kebudayaan dan peradaban di dunia lengkap beserta pengertiannya secara umum, menurut para ahli dan contohnya. Semoga bermanfaat.

Perbedaan Pantun, Syair, dan Gurindam

Perbedaan Pantun, Syair, dan Gurindam

Perbedaan Pantun, Syair, dan Gurindam – Apakah masih ingat ketika kita masih belajar di sekolah bahwa kita pernah belajar mengenai pantun, syair, dan gurindam?

Ya, ketiganya merupakan bagian dari karya sastra atau puisi lama yang di dalamnya kita dapat mengekspresikan sebuah perasaan dan juga dapat digunakan sebagai sarana untuk menyampaikan pesan melalui karya tulis.

Meskipun ketiganya tergolong ke dalam puisi lama, namun faktanya di antara ketiganya ini memiliki perbedaan yang cukup mendasar seperti halnya perbedaan cerpen dan novel.

Perbedaan Pantun, Syair, dan Gurindam

Perbedaan Pantun, Syair, dan Gurindam
www.haipedia.com

Secara garis besar, perbedaan antara pantun, syair, dan gurindam terletak pada:

  • Jumlah kata dalam tiap baris
  • Jumlah baris pada setiap bait
  • Struktur
  • Rima
  • Isi atau kandungan

Lantas apa saja perbedaannya? Berikut adalah hal-hal yang membedakan antara pantun, syair, dan gurindam berdasarkan pengertian dan ciri-cirinya.

Pantun

Pantun merupakan salah satu puisi lama yang ada di Indonesia yang diperkenalkan dalam bahasa nusantara. Jika dilihat berdasarkan sejarahnya, pantun berasal dari Minangkabau ‘patuntun’ yang berarti penuntun.

Sedangkan di Jawa, pantun lebih dikenal dengan sebutan parikan. Sementara di tanah Pasundan, pantun disebut dengan paparikan. Di Indonesia sendiri terdapat beberapa jenis pantun, seperti pantun humor, pantun nasihat, pantun teka-teki, dan lain-lain.

Meskipun di tiap daerah menyebut pantun dengan nama yang berbeda-beda, namun ternyata pantun memiliki ciri-ciri yang sama, yaitu:

  • Terdiri dari 4 baris dalam setiap baitnya
  • Memiliki sajak a-b-a-b atau a-a-a-a
  • Setiap baris umumnya terdiri dari 8-12 suku kata
  • Baris pertama dan kedua disebut sampiran
  • Baris ketiga dan keempat adalah isi

Syair

Syair juga tergolong ke dalam puisi lama yang berfokus pada irama dari sajak. Berbeda dengan pantun yang berasal dari Indonesia, syair berasal dari bahasa Arab, yaitu syu’ur yang berarti perasaan. Seiring berjalannya waktu, kata syu’ur kemudian berkembang menjadi syi’ir yang berarti puisi.

Kita dapat mengetahui syair dengan melihat ciri-cirinya, yaitu:

  • Tiap bait pada syair terdiri dari 4 baris
  • Setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata
  • Bahasa yang digunakan pada syair merupakan bahasa kiasan
  • Memiliki sajak a-a-a-a
  • Syair berisi tentang kisah yang di dalamnya terdapat nasihat
  • Keseluruhan baris merupakan isi
  • Sebuah karya sastra yang berasal dari Arab

Gurindam

Gurindam merupakan puisi lama yang hanya memiliki 2 bait. Menilik dari sejarahnya, gurindam berasal dari bahasa Tamil, India, yaitu kirindam yang dapat diartikan menjadi asal mula, mula-mula, atau dapat juga diartikan sebagai perumpamaan.

Karya sastra gurindam memiliki ciri-ciri seperti:

  • Setiap baitnya hanya terdiri dari 2 baris
  • Baris pertama merupakan sebab, sedangkan baris kedua adalah akibat
  • Sajak a-a
  • Pada tiap barisnya terdapat 10-14 suku kata
  • Berisi tentang nasihat dan kata-kata mutiara

Karmina

Selain pantun, syair, dan gurindam, terdapat salah satu karya sastra atau puisi lama lainnya, yaitu karmina. Karmina atau pantun kilat atau pantun dua seuntai, merupakan pantun yang hanya terdiri dari 2 baris saja serta memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Hanya terdiri dari 2 baris pada tiap baitnya.
  • Bersajak a-b
  • Setiap baris terdiri dari 9-12 suku kata
  • Baris pertama berupa sampiran, sedangkan baris kedua adalah isi
  • Karmina berisi tentang ejekan, sindiran, dan cemoohan

Berdasarkan ciri-ciri di atas, maka kita dapat menyimpulkan perbedaan ketiga karya sastra ini, yaitu:

  • Jumlah kata

Pada pantun terdiri dari 8-12 suku kata, sementara pada syair terdiri dari 8-12 suku kata, sedangkan pada gurindam terdiri dari 10-14 suku kata.

  • Jumlah baris

Pantun dan syair umumnya terdiri dari 4 baris, sementara pada gurindam terdiri dari 2 baris.

  • Struktur

Struktur pantun pada baris pertama dan kedua merupakan sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempat adalah isi. Ini berbeda dengan syair yang mana semua barisnya adalah isi.

Adapun pada gurindam, isi atau maksudnya adalah terdapat pada baris kedua. Hal ini karena baris kedua berisi jawaban yang diakibatkan masalah atau perjanjian yang terdapat pada baris pertama.

  • Rima akhir baris

Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa pantun pada umumnya memiliki rima a-b-a-b, syair a-a-a-a, serta untuk gurindam berima a-a, b-b, c-c, dan seterusnya.

  • Kandungan isi

Salah satu bagian terpenting untuk mengetahui beda dari pantun, syair, dan gurindam adalah dengan melihat kandungan isinya.

Umumnya pantun berisi tentang nasihat maupun teguran secara tidak langsung yaitu dengan cara menggunakan kata-kata yang menghibur. Kandungan isi di dalam syair biasanya juga berupa nasihat, namun juga berisi tentang filosofi hidup, atau kata-kata mutiara.

Berbeda dengan pantun dan syair, gurindam lebih mengandung nilai-nilai kehidupan atau nilai-nilai moral.

Baca Juga : Perbedaan Drama dan Teater

Persamaan Pantun, Syair dan Gurindam

Perbedaan Pantun, Syair, dan Gurindam
www.yuksinau.id

Selain memiliki perbedaan, ketiga karya sastra ini juga memiliki persamaan. Di bawah ini adalah persamaannya.

  • Ketiga karya sastra ini tidak dapat diketahui siapa pengarangnya
  • Penyampaiannya bersifat turun-temurun, yaitu dari mulut ke mulut
  • Kandungan isi pada ketiganya berupa nasihat
  • Termasuk dalam jenis sastra yang kaku, karena tidak terikat oleh aturan-aturan jumlah kata dalam tiap baris dan juga jumlah baris dalam setiap bait
  • Pengulangan kata pada awal dan akhir sajak biasanya disebut dengan rima

Contoh Pantun, Syair, dan Gurindam

Perbedaan Pantun, Syair, dan Gurindam
www.kelaspintar.id

Agar kita lebih memahami tentang ketiga karya sastra tersebut, berikut adalah contoh-contohnya.

Contoh Pantun

Ke apotek membeli obat

Toko Indo menjual pulsa

Jika kita ingin selamat

Berdoalah Kepada Tuhan Yang Maha Esa

Contoh Syair

Meski kaya jangan menghina

Karena harta adalah titipan-Nya

Jangan lupa terus berdoa

Agar selamat untuk selamanya

Contoh Gurindam

Jika kita terus berusaha

Maka sukses di depan mata

Setelah kita membahas tentang perbedaan dan persamaan antara pantun, syair, dan gurindam lengkap beserta contohnya, kini kita tentu telah memahami hal-hal mendasar yang terdapat pada puisi lama tersebut bukan? Semoga artikel ini dapat dijadikan referensi dan semoga bermanfaat.

Perbedaan Cerpen dan Novel

Perbedaan Cerpen dan Novel

Perbedaan Cerpen dan Novel – Prosa merupakan sebuah karya sastra yang di dalamnya mengandung tulisan naratif dan terdiri dari unsur-unsur cerita. Unsur-unsur cerita pada prosa ini dapat berupa tema, alur, latar, watak, penokohan, dan konflik.

Sementara itu, prosa memiliki beberapa contoh yang cukup terkenal di kalangan masyarakat, Dua di antaranya adalah cerpen dan novel.

Namun kebanyakan masyarakat luas menganggap bahwa cerpen dan novel adalah sama. Padahal faktanya kedua kata tersebut memiliki perbedaan yang cukup jelas.

Baca Juga: Pengertian, Perbedaan Advokat dan Pengacara

Perbedaan Cerpen dan Novel

Perbedaan Cerpen dan Novel
wirahadie.com

Agar kita tidak salah lagi dalam mengartikan kedua kata tersebut, berikut adalah pembahasan mengenai perbedaan cerpen dan novel secara umum yang wajib kita ketahui.

1. Alur

Alur adalah sebuah urutan cerita yang terdapat pada cerpen dan novel yang bertujuan untuk menyampaikan suatu cerita yang ingin disampaikan oleh si penulis.

Sementara itu, alur terbagi ke dalam beberapa macam, seperti alur maju, alur mundur, dan alur campuran yang mana alur ini merupakan gabungan dari kedua alur tersebut.

Jika dilihat dari alurnya, cerpen memiliki alur cerita yang sederhana serta ruang geraknya terbatas/sempit.

Pada umumnya alur yang ada pada cerpen hanya membahas tentang perkenalan tokoh, munculnya konflik, puncak konflik, serta penyelesaian masalah.

Berbeda dengan novel yang memiliki alur cerita yang lebih kompleks sehingga alur ceritanya lebih panjang, rumit, dan lebih luas.

Bukan hanya itu saja, novel tidak hanya menggunakan satu alur saja namun juga lebih banyak menggunakan alur gabungan yang cukup rumit yang membuat pembaca harus lebih memahami.

2. Penokohan

Penokohan adalah cara yang dilakukan oleh si penulis untuk menyampaikan karakter para tokoh yang terdapat di dalam cerita. Pada cerpen maupun novel, umumnya penokohan dilakukan pada dua cara yaitu secara langsung dan tidak langsung.

Maksud dari penokohan secara langsung adalah si penulis ingin mendeskripsikan karakter tokoh menggunakan kalimat yang jelas.

Sementara jika secara tidak langsung adalah penulis akan dengan sengaja menceritakan karakter menggunakan maksud tersirat yang terlihat dari sikap tokoh tersebut terhadap tokoh lainnya.

Maka dapat disimpulkan jika penokohan pada cerpen pada umumnya disampaikan dengan tidak terlalu detail dan juga secara langsung. Karakter-karakter pada tokoh cerpen pun tidak terlalu banyak, yaitu hanya sekitar empat hingga enam tokoh saja dalam satu cerpen.

Adapun pada novel, karakter dari tokohnya akan disampaikan hingga detail. Novel juga akan memperlihatkan tokoh yang lebih banyak dengan berbagai karakter.

Bahkan kehidupan yang diceritakan pada novel dapat dimulai dari masa kecil si penokoh sampai ia meninggal.

Bukan hanya itu saja, tokoh pada novel pun amatlah banyak. Selain tokoh utama, ada pula tokoh lainnya seperti tokoh pendukung. Namun umumnya tokoh dalam novel berjumlah lebih dari 10 karakter.

3. Tema

Di dalam sebuah cerpen, tema yang di angkat pada umumnya berupa masalah-masalah yang cenderung sederhana sehingga alur dari ceritanya mudah ditebak oleh si pembaca.

Ini berbeda dengan novel yang mana isinya lebih kompleks sehingga alurnya lebih rumit daripada cerpen. Novel juga memiliki lebih dari satu impresi, emosi, dan efek.

4. Latar

Dapat dikatakan bahwa latar cerita pada cerpen amatlah sempit dan juga terbatas, yaitu hanya berjumlah tidak lebih dari 10 dalam satu cerpen.

Namun pada sebuah novel biasanya terdapat latar dengan jumlah yang banyak serta jangkauan geografis yang juga sangat luas. Pada latar, perbedaan antara cerpen dan novel meliputi waktu, tempat, dan suasananya.

5. Perwatakan

Watak pada cerpen akan diungkap dengan jelas, singkat, dan juga terarah langsung pada yang dituju. Sedangkan pada novel, tiap watak yang dimiliki oleh para tokoh nantinya juga akan diungkapkan namun secara perlahan dan sedikit demi sedikit pada setiap cerita.

Inilah yang menjadikan novel lebih diminati oleh orang dewasa yang memiliki wawasan luas. Berbeda dengan cerpen yang lebih banyak diminati oleh anak-anak dan remaja. Ini dikarenakan cerpen biasanya mengungkapkan watak yang jelas serta lebih mudah dipahami oleh anak-anak.

6. Konflik

Cerita pendek pada umumnya hanya mengeluarkan satu konflik dengan satu titik klimaks saja. Berbeda dengan novel yang dapat mengeluarkan lebih dari satu konflik serta dengan beberapa titik klimaks.

Alasan itulah yang membuat novel lebih banyak diminati jika dibandingkan dengan cerpen. Karena dengan membaca novel, pembaca dapat larut ke dalam konflik yang ada di dalam novel tersebut.

7. Penggunaan Kata

Nah, perbedaan selanjutnya antara cerita pendek dengan novel adalah terletak pada penggunaan kata-katanya. Biasanya cerpen menggunakan cerita atau gambaran yang mudah untuk dipahami oleh pembaca.

Sementara penggunaan kata pada novel terbilang cukup sulit untuk dipahami terlebih lagi jika dibaca sekilas. Sehingga pada saat kita membaca novel, kita harus konsentrasi agar paham dengan alur cerita pada novel tersebut.

8. Jumlah Kata

Perbedaan cerita pendek dan novel yang terakhir adalah terletak pada jumlah kata yang digunakan. Umumnya, jumlah kata pada cerita pendek adalah kurang dari 10.000 kata. Sedangkan pada novel umumnya memiliki jumlah kata lebih dari 35.000 kata.

Cerpen dapat dibuat dengan satu halaman saja karena jumlah katanya yang tidak terlalu banyak. Berbeda dengan novel yang bisa mencapai lebih dari 100 halaman.

Baca Juga: Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini PAUD

Pengertian Cerpen dan Novel

Perbedaan Cerpen dan Novel
www.ririabdillah.com

Setelah kita mengetahui perbedaan antara cerita pendek dengan novel, apakah kita mengetahui juga pengertian di antara keduanya? Jika belum mengetahuinya, berikut adalah penjelasan selengkapnya.

Pengertian Cerpen

Cerpen merupakan suatu karya sastra yang berbentuk prosa dan bersifat fiktif di mana pada karya tersebut terdapat isi yang menceritakan/menggambarkan suatu kisah yang dialami oleh seorang tokoh dengan ditulis secara ringkas.

Gambaran cerita pada cerpen biasanya disertai dengan berbagai macam konflik serta terdapat beberapa macam penyelesaian/solusi dari permasalahan yang sedang terjadi.

Selain itu, cerita pendek memiliki kesan tunggal, yaitu hanya terfokus pada satu tokoh saja. Seperti yang telah di jelaskan di atas, cerpen biasanya hanya memiliki kata kurang dari 10.000 saja yang mana di dalamnya terdapat sebuah puncak masalah dan solusi dari permasalahan yang terjadi.

Isi pada cerita pendek juga cenderung singkat, padat, dan juga langsung tertuju pada tujuan utamanya.

Pengertian Novel

Novel adalah sebuah karya sastra yang berbentuk prosa naratif yang alur ceritanya panjang dan juga cenderung kompleks. Seperti halnya cerpen, novel juga terdapat gambaran yang menceritakan tentang kehidupan seorang tokoh orang-orang di sekitarnya.

Di dalam novel biasanya menonjolkan watak atau sifat dari tokoh yang terdapat dalam cerita tersebut. Novel juga mengandung sebuah pesan tersembunyi yang nantinya akan disampaikan ke pembaca.

Itulah pembahasan mengenai perbedaan cerpen dan novel lengkap beserta pengertiannya. Semoga pembahasan kali ini bermanfaat ya!

Pengertian Advokat

Pengertian Advokat

Pengertian Advokat – Advokat merupakan salah satu profesi pada bidang hukum yang dapat dikatakan tidak banyak dipahami dengan benar oleh sebagian masyarakat.

Bahkan banyak masyarakat yang malah memberikan pendapat bahwa advokat dan pengacara memiliki pengertian yang sama.

Sampai dengan saat ini, masalah hukum hingga pengadilan selalu dikaitkan hanya dengan pengacara saja. Padahal faktanya tidak hanya pengacara, namun juga terdapat pihak lain yang juga memberikan/menyediakan jasa hukum terhadap seseorang, seperti advokat.

Baca Juga: Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

Pengertian Advokat dan Pengacara

Pengertian Advokat
muslimobsession.com

Sebenarnya kedua profesi tersebut memiliki makna yang sama. Akan tetapi berdasarkan aturan regulasi yang ada dan berlaku di Indonesia, kedua profesi tersebut memiliki beberapa perbedaan yang cukup mendasar, tepatnya sebelum adanya UU Advokat.

Advokat sendiri diatur pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 yang kemudian Undang-Undang ini lebih dikenal dengan sebutan UU Advokat. Agar kita lebih memahami pengertian di antara keduanya, berikut adalah penjelasan selengkapnya.

Pengertian Advokat

Dalam regulasi yang dituangkan pada tahun 2003, jabatan advokat merupakan seseorang yang bekerja dalam memberikan bantuan hukum atau hukum jasa yang lebih dalam dan juga lanjut kepada publik.

Jasa hukum yang diberikan oleh advokat sendiri terjadi pada saat seseorang memiliki agenda hukum baik itu hukum perdata maupun hukum pidana.

Sementara itu, jasa hukum yang diberikan ini dapat dilakukan oleh seorang advokat baik itu pada saat berada di dalam maupun di luar lokasi kewenangannya seperti misalnya pengadilan hukum, pengadilan agama, sampai pengadilan tata usaha negara.

Pengertian Pengacara

Sebelum adanya UU secara khusus yang mengatur tentang advokat hukum, ternyata banyak istilah  yang memiliki makna yang hampir sama dengan advokat.

Seperti misalnya pengacara, konsultan hukum, penasihat hukum, dan lainnya. Sehingga sebelum adanya UU Advokat Tahun 2003, kedudukan profesi advokat dan juga pengacara tidak atau bahkan belum terlihat jelas, namun malah terdapat jurang pemisah antara advokat dengan pengacara.

Advokat sendiri merupakan seseorang yang telah mengantongi izin untuk memberikan jasa hukum kepada klien di seluruh wilayah di Indonesia.

Hal ini secara lebih lanjut diatur berdasarkan dokumen resmi dari kementerian terkait yaitu Kementerian Hukum dan HAM yang berstatus sebagai lembaga negara yang memiliki hak untuk mengatur.

Sedangkan pengacara memiliki cakupan yang cenderung lebih sempit daripada advokat. Meskipun demikian, pengacara dapat memberikan jasa hukumnya selama klien yang akan dibantu memegang izin dari pengadilan setempat.

Kualifikasi atau Syarat Profesi Advokat

Pengertian Advokat
www.dslalawfirm.com

Bukan sembarang orang dapat memiliki profesi sebagai advokat. Melainkan seorang advokat harus lulusan dari pendidikan tinggi dengan jurusan yang masih sejalan dengan profesi hukum.

Ini tercantum dalam Pasal 2 Ayat (1) UU Advokat, seseorang yang bisa atau dapat diangkat sebagai advokat yaitu sarjana hukum dengan pendidikan khusus profesi advokat.

Pendidikan khusus yang dimaksud adalah suatu pendidikan yang hanya diselenggarakan oleh organisasi profesi atau lebih terkenal dengan Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI).

Selain itu, menurut Pasal 3 Ayat (1), seorang sarjana hukum yang telah mengikuti pendidikan khusus advokat, ia harus melewati tahapan ujian sampai dengan magang di kantor hukum dalam waktu 2 tahun berturut-turut.

Jika seorang sarjana hukum telah melewati tahapan tersebut, maka ia baru layak diangkat melalui Pengadilan Tinggi guna diambil sumpah untuk menjadi seorang advokat.

Baca Juga: Perbedaan Drama dan Teater

Hal yang Perlu Dihindari oleh Advokat

Meskipun dijamin kebebasannya untuk memberikan jasa hukum kepada klien dengan melalui peraturan perundang-undangan, akan tetapi seorang advokat juga dapat dikenai beberapa tindakan.

Hal ini sesuai dengan penjelasan pada Pasal 6, bahwasanya advokat adalah pemberi jasa hukum yang bisa dikenai sanksi jika melakukan tindakan yang berlawanan dengan sumpah jabatannya.

Beberapa tindakan-tindakan yang wajib dihindari oleh seorang advokat adalah:

  • Melakukan perbuatan tidak patut terhadap rekan seprofesi
  • Mengabaikan kepentingan klien
  • Melakukan perbuatan yang bertentangan dengan kewajiban, kehormatan, harkat dan martabat profesi advokat
  • Bersikap tidak menghormati hukum dan pengadilan
  • Melakukan pelanggaran terhadap peraturan
  • Melanggar sumpah advokat atau kode etik profesi advokat

Adapun sanksi yang diberikan kepada seorang advokat yang terbukti telah melakukan tindakan-tindakan tersebut akan dilakukan secara resmi dengan adanya Keputusan Dewan Kehormatan Organisasi Advokat.

Berikut adalah beberapa sanksi yang diperoleh seorang advokat yang terbukti melakukan pelanggaran:

  • Teguran lisan
  • Teguran tertulis
  • Pemberhentian sementara dari profesi advokat dalam kurun waktu tiga hingga dua belas bulan
  • Atau pemberhentian tetap sebagai profesi advokat

Hak dan Kewajiban Advokat

Guna memberikan bantuan hukum secara maksimal, seorang yang berprofesi sebagai advokat harus dapat mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang menjadi tanggung jawabnya dengan berpegang teguh pada kode etik profesi.

Seorang advokat juga harus memiliki hak untuk tidak dapat dituntut baik secara perdata maupun pidana tentang pernyataan yang dibuatnya pada saat menjalankan tugas dan tanggung jawab di bidang hukum.

Perbedaan Advokat dan Pengacara

Pengertian Advokat
sabrweb.com

Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa advokat merupakan seseorang yang telah memegang izin untuk memberikan jasa hukum di Pengadilan dengan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehakiman dan memiliki wilayah untuk “beracara” di seluruh wilayah Republik Indonesia.

Sedangkan pengacara merupakan seseorang yang memiliki izin praktik beracara sesuai dengan surat izin praktik di wilayah yang diberikan oleh pengadilan setempat.

Jika seorang pengacara berniat untuk ingin memberikan jasa hukum di luar wilayah izin praktiknya, maka sebelumnya ia wajib memperoleh izin terlebih dahulu dari pengadilan di mana ia akan beracara.

Perbedaan di antara keduanya ini dapat kita temui dalam Reglement op de Rechterlijke Organisatie en het Beleid der Justitie in Indonesia (Stb. 1847 Nomor 23 jo. Stb. 1848 Nomor 57), Pasal 185 sampai Pasal 192 namun dengan segala perubahan dan penambahannya.

Baca Juga: Sejarah Wayang Kulit di Indonesia

Perbedaan Pengacara dan Konsultan Hukum

Pengertian Advokat
artikel.rumah123.com

Setelah mengetahui perbedaan antara advokat dengan pengacara, kini kita akan membahas mengenai perbedaan antara pengacara dengan konsultan hukum.

Kedua istilah ini memiliki beberapa perbedaan di mana salah satu perbedaannya terletak pada tugas dan tanggung jawabnya. Seorang pengacara memiliki tugas yaitu memberikan jasa hukum di dalam pengadilan di lingkup wilayah tertentu yang sesuai dengan izin praktik beracaranya.

Sementara konsultan hukum atau dikenal juga dengan penasihat hukum merupakan orang yang memberikan pelayanan jasa hukum namun dalam bentuk konsultasi dalam sistem hukum yang berlaku di negara masing-masing.

Sehingga kita dapat menyimpulkan bahwa jasa konsultan hukum hanyalah sebatas memberikan layanan konsultasi dan juga memberikan jasa hukumnya di luar pengadilan.

Hingga sejak diberlakukannya UU Advokat, istilah tersebut kemudian disamakan dengan advokat agar terdapat standarisasi yang jelas.

Itulah penjelasan mengenai pengertian advokat dan pengacara lengkap beserta perbedaannya yang berhasil dirangkum dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat.

Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini

Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini

Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini – Terdapat banyak pendidikan formal yang diterapkan di negara kita ini. Salah satunya adalah Pendidikan Anak Usia Dini atau lebih dikenal dengan singkatan PAUD.

Namun untuk menjalankan PAUD dengan benar sehingga dapat memenuhi standar, maka dibutuhkan sebuah manajemen PAUD.

Manajemen PAUD ini sangat penting agar dapat memberikan sebuah sistem pendidikan terbaik untuk anak sehingga dapat membantu tumbuh kembangnya anak, membentuk kepribadian anak, serta bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya.

Baca Juga: Perbedaan Drama dan Teater

Pengertian Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini (Manajemen PAUD)

Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini
siedoo.com

Sebelum membahas lebih jauh mengenai manajemen PAUD, alangkah baiknya kita terlebih dahulu mengetahui apa itu pengertian dari manajemen PAUD.

Kata manajemen sendiri berasal dari bahasa Inggris ‘management’ yang mana kata dasarnya adalah ‘manage’ yang berarti mengelola.

Sehingga manajemen dapat diartikan sebagai pengelolaan, pengaturan, pengarahan yang terdapat pada suatu lembaga.

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa pengertian dari manajemen PAUD merupakan suatu upaya dalam mengatur, mengelola, atau mengarahkan proses interaksi edukatif antara peserta didik, guru, dan lingkungan secara teratur, terencana serta tersistem guna mencapai tujuan PAUD.

Ruang Lingkup Manajemen PAUD

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat mendirikan sekolah, tata kelola, bahkan pada pengembangan sekolah PAUD pun harus tidak luput dari perhatian.

Ruang lingkup manajemen PAUD meliputi apa yang akan dikelola, bagaimana cara dan merencanakannya, serta kemana manajemen PAUD akan diarahkan.

Ada beberapa hal penting yang menjadi fokus sekolah PAUD, seperti:

  • Manajemen kurikulum PAUD
  • Manajemen anak didik di lembaga PAUD
  • Manajemen pendidikan dan juga tenaga pendidik
  • Manajemen desain lingkungan PAUD
  • Manajemen sarana dan prasarana

Usia Anak untuk PAUD

Jika dilihat berdasarkan ruang lingkupnya, usia anak PAUD dibagi ke dalam beberapa bagian. Di antaranya adalah:

  • Infant (usia 0-1 tahun)
  • Toddler (usia 2-3 tahun)
  • Preschool atau kindergarten children (usia 3-6 tahun)
  • Early primary school (SD Kelas Awal atau pada usia 6-8 tahun)

Lembaga Pendidikan PAUD

Sementara itu, terdapat beberapa lembaga pendidikan PAUD di Indonesia, yaitu:

  • Taman Kanak-kanak atau TK
  • Kelompok Bermain atau KB
  • Raudatul Athfal atau RA
  • Bustanul Athfal atau BA
  • Taman Penitipan Anak atau TPA
  • Satuan PAUD Sejenis atau SPS

Lantas apakah anak usia dini wajib untuk masuk ke lembaga PAUD? Jawabannya adalah tidak wajib. Hal ini karena pendidikan anak usia dini juga dapat dilakukan sendiri oleh orang tua di rumah dan lingkungannya.

Baca Juga: Sejarah Wayang Kulit di Indonesia

Prinsip Manajemen PAUD

Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini
www.kabaruang.com

Pada umumnya manajemen PAUD dilakukan oleh kepala sekolah atau yang disebut juga dengan pengelola PAUD. Secara umum, terdapat 4 prinsip yang harus dijalankan agar manajemen yang dipimpinnya ini dapat berjalan dan berfungsi dengan baik.

4 prinsip manajemen PAUD yang dimaksud adalah:

Profesionalisme

Profesionalisme sendiri berkaitan dengan kedisiplinan dalam menjalankan lembaga sesuai dengan standar prosedur yang berlaku. Lembaga PAUD yang dikelola dengan profesional tentu akan lebih unggul sehingga akan tampak lebih rapi teratur, disiplin, serta jelas dalam melaksanakan program.

Komitmen dan Ketegasan

Pada dasarnya komitmen ditunjukkan terhadap kesanggupan kepala sekolah dalam memajukan lembaga yang dipimpin olehnya. Guru, staf administrasi anak didik, orang tua, dan lingkungan masyarakat juga turut andil mendukungnya.

Mereka wajib memiliki komitmen yang kuat sehingga dapat mengoptimalkan tumbuh kembangnya anak sesuai dengan tugas masing-masing.

Seorang kepala sekolah sebagai pemimpin PAUD juga wajib memiliki ketegasan terhadap semua komponen manajemen yang dikelola olehnya.

Komunikasi dan Koordinasi

Pada sebuah lembaga PAUD pasti melibatkan banyak komponen sumber daya manusia. Adapun salah satu tugas kepala sekolah sebagai pengelola PAUD adalah mengkomunikasikan dan juga mengkoordinasikan program yang sedang berjalan.

Tujuannya adalah agar program terlaksana sesuai harapan sehingga mendapatkan hasil yang efektif dan efisien.

Tanpa komunikasi dan koordinasi yang baik, manajemen sebaik apapun pasti tidak akan berhasil menjalankan roda kelembagaan PAUD, karena dapat memunculkan sikap lempar tanggung jawab, serta menghindari beban pekerjaan antar personel.

Kompetisi

Kepala sekolah yang baik tentunya harus membebaskan para pengajar/guru dalam mendidik anak asuhnya tanpa campur tangan. Jika kepala sekolah ikut campur tangan, maka dapat mengganggu seorang guru dalam menjalankan tugasnya.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan hadiah/penghargaan dan hukuman agar dapat menciptakan iklim kompetisi yang baik dan sehat.

Seperti misalnya seorang guru PAUD pernah menjuarai lomba hingga ke tingkat kabupaten atau provinsi, maka guru yang berprestasi tersebut perlu mendapatkan penghargaan dari sekolah di mana ia mengajar.

Hal ini tentu akan menjadi penyemangat dan motivasi guru lainnya untuk dapat memacu diri mereka agar menjadi lebih baik lagi dan hasilnya PAUD yang dipimpin akan semakin maju.

Baca Juga: 10 Tokoh Seniman Patung Indonesia Paling Terkenal

Fungsi Manajemen PAUD

Melalui manajemen PAUD tentu akan mempermudah bagi kepala/pengelola PAUD untuk melakukan berbagai hal seperti perencanaan, pengorganisasian, pengendalian/kepemimpinan, serta pengawasan.

Perencanaan

Perencanaan pada penyelenggaraan PAUD tentu sudah dituangkan pada visi dan misi lembaga dan juga strategi untuk mencapai tujuan.

Dalam membuat perencanaan, usahakan dilengkapi dengan tabel penjadwalan kapan program akan dimulai dan kapan program selesai. Perencanaan tentunya akan membuat program dapat berjalan dengan matang dan juga tepat waktu.

Pengorganisasian

Selanjutnya adalah pengorganisasian. Bagilah tugas profesional dengan melihat kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing sumber daya individu yang ada.

Pengorganisasian sendiri dapat dilakukan dengan mudah karena komponen PAUD di dalamnya terdapat sumber daya yang dapat bekerja sama dalam membentuk sebuah sistem untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Kepemimpinan

Pengelola PAUD tidak boleh disibukkan dengan pekerjaan interal lembaga yang ia pimpin. Namun ia juga harus melihat keluar untuk mencari ide inspirasi baru sehingga PAUD yang dipimpin olehnya dapat lebih maju.

Selain itu, pengelola PAUD juga harus mengajar di kelas namun dengan jam mengajarnya yang tidak lebih banyak dari guru pengajar lainnya karena pengelola PAUD harus mengetahui kondisi lapangan dengan instansi yang dipimpin olehnya.

Tujuannya adalah agar mengetahui persis program yang mana yang ia harus laksanakan.

Pengawasan

Dengan adanya manajemen PAUD tentu akan lebih mudah karena kepala sekolah yang dalam hal ini berstatus sebagai pengelola PAUD akan dapat membagi pekerjaan terhadap individu-individu yang terlibat agar mencapai tujuan.

Sementara itu, sebuah rencana program juga harus diawasi, dikontrol, serta di supervisi yang mana tujuannya bukan hanya untuk menilai baik atau buruknya individu namun juga kepala sekolah harus memberikan arahan, motivasi untuk lebih mengoptimalkan lagi hasil kerja yang dicapai oleh para individu.

Tujuan Manajemen PAUD

Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini
news.schmu.id

Manajemen PAUD tentunya memiliki tujuan yang harus terealisasi. Adapun tujuan utamanya adalah untuk memastikan anak usia dini mendapatkan pertumbuhan dan juga perkembangan yang maksimal.

Beberapa pertumbuhan dan perkembangan yang dimaksud adalah:

  • Perkembangan kecerdasan kognitif yang meliputi daya pikir dan daya cipta
  • Perkembangan fisik yang baik meliputi koordinasi motorik halus dan kasar
  • Perkembangan komunikasi bahasa
  • Perkembangan sosio emosional yang meliputi sikap dan emosi

Namun secara khusus, terdapat dua tujuan manajemen PAUD, yaitu:

Efektif

Dengan adanya manajemen PAUD diharapkan semua program PAUD dapat terlaksana dengan baik dan benar. Program pada PAUD tentunya melibatkan semua komponen lembaga PAUD, mulai dari orang tua, lingkungan sekolah, tenaga pendidik, dan lain sebagainya.

Efisien

Efisien sendiri memiliki hubungan sangat erat dengan penghematan. Maksudnya adalah semua program PAUD dapat terlaksana dengan baik yaitu dengan menggunakan sumber daya seminimal mungkin.

Itulah penjelasan mengenai manajemen Pendidikan Anak Usia Dini lengkap beserta pengertian, ruang lingkup, prinsip, fungsi, dan tujuannya.

Dengan adanya manajemen PAUD ini diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih optimal bagi tumbuh berkembangnya anak.

Perbedaan Drama dan Teater

Perbedaan Drama dan Teater

Tak dapat dipungkiri bahwa sebagian dari kita tidak bisa menjelaskan perbedaan antara drama dan teater. Sehingga tak jarang dijumpai kedua kata tersebut digunakan dalam makna yang sama.

Namun bagaimanapun juga, kedua kata tersebut memiliki makna yang berbeda. Hal ini diperkuat dengan pernyataan dari Dewojati (2010:14) dalam bukunya. Ia menuliskan bahwa teater adalah sebuah pertunjukan yang dapat langsung dinikmati hingga ke seluruh elemen-elemennya.

Sedangkan menurut Aristoteles (dalam Dewojati, 2010:14), drama adalah esensi dari teater.  Drama juga memiliki struktur peristiwa yang bergerak mulai dari bagian awal hingga akhir yang mana drama membuat pertunjukan bergerak menjadi sebuah teater.

Baca Juga: Sejarah Wayang Kulit

Perbedaan Drama dan Teater

Perbedaan Drama dan Teater
cdn.ayobandung.com

Berdasarkan penjelasan di atas kita dapat menyimpulkan bahwa teater memiliki keterkaitan langsung dengan pertunjukan. Adapun drama sendiri berkaitan dengan lakon/naskah cerita yang akan dipentaskan.

Nah, agar kita tidak salah lagi dalam mengartikan kedua kata tersebut, berikut adalah penjelasan mengenai perbedaan antara drama dan teater.

Perbedaan dari Segi Istilah

Dapat dikatakan, perbedaan paling mencolok di antara keduanya adalah dari segi istilah yang digunakan. Seperti yang telah dijelaskan di atas. Beberapa ahli lainnya juga mengemukakan bahwa drama dan teater itu berbeda.

Menurut Tim Matrix Media Literata, drama merupakan suatu bentuk narasi yang menggambarkan kehidupan dan alam manusia yang ditunjukkan melalui perilaku (akting) yang dipentaskan.

Sementara menurut Anne Civardi, drama yaitu sebuah kisah yang ditampilkan/diceritakan melalui kata-kata dan gerakan. Drama sendiri berasal dari kata “draomai” yang berarti berbuat, bertindak, atau berlaku.

Maka dapat disimpulkan jika drama merupakan sebuah kisah yang dinarasikan dan juga diceritakan melalui sebuah seni pertunjukan gerak atau seni peran di atas panggung.

Istilah “teater” sendiri dapat di definisikan dalam arti luas yaitu sebagai kisah hidup dan kehidupan manusia yang dituangkan/diceritakan di atas pentas dengan menggunakan media seperti percakapan, gerak, dan juga laku yang didasarkan pada naskah yang tertulis dengan ditunjang oleh dekor, musik, tarian, nyanyian, dan lain sebagainya.

Namun jika dilihat dari segi bahasa atau dalam artian yang lebih sempit, teater merupakan sebuah gedung pertunjukan (auditorium).

Perbedaan dari Segi Ciri-cirinya

Sementara dari segi ciri-cirinya, baik itu drama maupun teater mempunyai ciri-ciri sendiri-sendiri yang membedakan keduanya. Di antara ciri-ciri yang membedakan drama dan teater adalah:

  • Pengucapan Vocal

Drama tidak memerlukan pengucapan vocal yang kuat. Hal ini karena drama didukung oleh teknologi penunjang seperti microphone dan juga speaker.

Ini tentu berbeda dengan teater yang harus memerlukan pengucapan vocal yang keras dan kuat. Sebab penampilan dilakukan di atas panggung maka vocal harus terdengar hingga ke penonton di bagian paling belakang.

  • Emosi

Pada seni drama, emosi yang dikeluarkan oleh pemain/lakon tidak harus terlalu kuat karena diperkuat atau didukung oleh alat-alat seperti kamera dengan berbagai teknik pengambilan gambar.

Sementara pada teater, emosi yang dikeluarkan oleh pemeran/lakon harus dengan perasaan yang ekstrem. Sama seperti pengucapan vocal, emosi perasaan juga harus terlihat hingga ke penonton di barisan paling belakang.

  • Make Up

Para pemeran pada drama biasanya menggunakan make up yang biasa/tidak mencolok. Ini berbanding terbalik dengan teater yang mana make up para pemerannya harus mencolok.

Teater ditampilkan di atas panggung dengan tambahan lighting. Maka make up para pemerannya juga harus terlihat kuat dan jelas hingga ke ujung panggung.

  • Pengambilan Adegan

Dari segi pengambilan adegan pun drama dapat melakukan adegan berkali-kali. Sebab drama bisa direkam oleh kamera. Adapun pada teater, cerita atau penampilannya harus dilakukan secara terus-menerus tanpa adanya jeda hingga ceritanya selesai.

Teater juga harus dilakukan tanpa kesalahan karena cerita yang ditampilkan adalah secara langsung.

Perbedaan dari Segi Cerita

Jika dilihat dari segi cerita, baik itu drama maupun teater memiliki perbedaan yang cukup mencolok. Pada umumnya drama menampilkan cerita dengan berdasarkan kehidupan sehari-hari. Contohnya ketika kita melihat sinetron atau film.

Untuk teater sendiri biasanya menampilkan cerita yang diambil dari hasil pemilihan naskah dan juga penggarapan yang terstruktur. Bukan hanya itu saja, teater juga menampilkan narasi/cerita yang mana adalah proses dari pemahaman publik.

Tempat Pertunjukan

Perbedaan mencolok lainnya adalah tempat yang digunakan untuk menampilkan/mementaskan masing-masing ceritanya.

Drama bisa ditampilkan di mana saja yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari seperti misalnya di rumah sakit, terminal, sekolah, stasiun kereta api, dan lainnya.

Sementara pada teater hanya dapat dilaksanakan di tempat pementasan saja, yaitu di atas panggung dengan dekorasi tertentu sesuai dengan naskah.

Perbedaan Jenis Drama dan Teater

Kita pasti pernah melihat atau menyaksikan drama dan teater dengan beragam jenis. Hal ini karena drama memiliki banyak jenisnya. Misalnya saja seperti horror, romance, dan lain-lain.

Sedangkan pada teater hanya lebih kepada dua jenis, yaitu tradisional dan modern. Teater tradisional merupakan sebuah seni pertunjukan yang muncul di masing-masing daerah dan biasanya berhubungan dengan adat istiadat setempat sesuai dengan kehidupan masyarakat di tempat tersebut.

Sementara teater modern merupakan suatu bentuk perkembangan dari seni teater tradisional yang telah diubah/dimodifikasi sedemikian rupa sesuai dengan ilmu drama yang berasal dari bangsa barat.

Akan tetapi kenapa pada akhirnya drama sering disebut sama dengan teater? Kesalahan ini terjadi karena drama yang sering kita liat di televisi seperti misalnya sinetron juga dapat dibuat menjadi sebuah pertunjukan langsung di atas panggung seperti halnya teater.

Hal inilah yang menjadi rancu sehingga kita sering menganggap bahwa kedua kata tersebut memiliki makna yang sama.

Baca Juga: Seniman Patung di Indonesia

Contoh Drama dan Teater

Perbedaan Drama dan Teater
klatenkab.go.id

Agar kita lebih memahami perbedaan kedua kata tersebut, berikut adalah beberapa contoh drama dan teater.

Contoh Drama

  • Drama Sekolah
  • Film
  • Sinetron

Contoh Teater

  • Seni Pertunjukan Ketoprak
  • Pertunjukan Reog
  • Teater Ludruk
  • Pertunjukan Lenong
  • Seni Drama dan Tari
  • Pertunjukan Mamanda
  • Pertunjukan  Sanghyang
  • Dll

Baca Juga: Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi

Tujuan Drama

Perbedaan Drama dan Teater
kebudayaan.kemdikbud.go.id

Secara umum, drama bertujuan untuk menghibur penonton yang menyaksikannya. Namun Dewojati (2010:1) berpendapat bahwa selain sebagai hiburan, drama juga memberikan kegunaan khususnya kepada pembaca (jika drama ditulis) dan juga kepada penonton (jika drama dipentaskan).

Biasanya seni pertunjukan juga erat sekali hubungannya dengan emansipasi manusia itu sendiri (Harymawan, 1986:7).

Berdasarkan penjelasan tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa selain untuk menghibur kepada penonton, drama juga memberikan gambaran langsung baik itu cara bersosialisasi dalam menghadapi kehidupan nyata, permasalahan kehidupan, maupun dalam cara berpikir dan bertindak seseorang dalam segala sesuatu yang terjadi pada kehidupan manusia pada umumnya serta mempertajam kepekaan emosi.

Sementara bagi para pemain adalah untuk meningkatkan imajinasi yang tertuang di dalam naskah, berlatih pengembangan ujar atau cara bicara, membentuk postur tubuh, dan sebagai sarana untuk menyalurkan bakat/hobi.

Itulah penjelasan mengenai perbedaan drama dan teater lengkap beserta contoh dan tujuannya. Dengan pembahasan kali ini, semoga kita tidak lagi salah dalam mengartikan kedua kata tersebut.

Sejarah Wayang Kulit

Sejarah Wayang Kulit

Sejarah Wayang Kulit – Wayang kulit merupakan salah satu cabang seni pertunjukan di Indonesia dimana perkembangannya terbilang cukup pesat.

Pada tanggal 7 November 2003, UNESCO juga menobatkan wayang sebagai “Masterpiece of Oral and Intagible Heritage of Humanity” atau sebagai warisan mahakarya dunia tak ternilai dalam dunia seni bertutur asli Indonesia sehingga termasuk ke dalam salah satu budaya Indonesia yang mendunia.

Adapun seni pertunjukan wayang sendiri sangat digemari oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia sehingga pagelaran wayang banyak diadakan ci acara-acara sakral di berbagai daerah di Nusantara.

Sejarah Wayang Kulit dan Perkembangannya di Indonesia

Sejarah Wayang Kulit
id.wikipedia.org

Saat ini wayang kulit tidak hanya terkenal di Indonesia saja, namun juga sudah terkenal hingga ke mancanegara. Maka tak heran jika di luar negeri banyak acara khusus yang menyelenggarakan pagelaran wayang kulit.

Menilik dari sejarahnya, wayang muncul pertama kali pada tahun 1500 sebelum Masehi yang lahir dari para cendekia, yaitu nenek moyang suku Jawa di masa lalu.

Dahulu wayang masih terbuat dari rumput-rumputan yang diikat sehingga bentuknya pun terlihat masih sangat sederhana dan hanya dimainkan untuk sarana ritual pemujaan roh nenek moyang saja yaitu pada saat upacara-upacara adat Jawa.

Sampai pada periode selanjutnya, penggunaan bahan-bahan lain berupa kulit binatang, kulit kayu mulai dikenal sebagai bahan dalam pembuatan wayang kulit.

Ini ditandai dengan ditemukannya wayang kulit tertua yang pernah ditemukan, yaitu berasal dari abad ke 2 Masehi. Perkembangan wayang terus terjadi hingga membuat cerita-cerita yang dimainkan pun semakin berkembang.

Wayang Kulit dan Kebudayaan Hindu Budha

Sejarah Wayang Kulit
derypkc24.blogspot.com

Asal usul wayang kulit sendiri tidak terlepas dari sejarah kesenian wayang secara umum. Hal ini dapat dilihat dari catatan sejarah dimana belum ada bukti kuat yang menjelaskan mengenai adanya kebudayaan wayang sebelum abad pertama.

Ini bertepatan dengan masuknya budaya Hindu Budha ke wilayah Asia Tenggara. Hal ini diperkuat dengan kenyataan jika seni pertunjukan wayang kulit kebanyakan mengangkat cerita Ramayana dan Mahabharata.

Meski itu bukan sebuah standar yang mengikat seorang dalang, namun dalam setiap pertunjukannya, dalang diperbolehkan untuk membuat pertunjukan dari lakon carangan (gubahan).

Budayawan terkenal, Jivan Pani pernah menyatakan pendapat bahwa wayang berkembang dari dua jenis seni. Adapun kesenian ini berasal dari Odisha, India Timur, yaitu Ravana Chhaya. Ravana Chhaya adalah sebuah teater boneka dan juga tarian Chhau.

Berawal dari sini hipotesis baru mulai berkembang, bahwasanya akulturasi kebudayaan India atau China merupakan hal yang mempengaruhi/menciptakan kesenian wayang kulit di Nusantara.

Wayang Kulit di Masa Kerajaan

Sejarah Wayang Kulit
id.wikipedia.org

Salah satu bukti pertama yang ditemukan mengenai seni wayang adalah berbentuk catatan. Catatan ini mengacu pada prasasti yang berasal dari tahun 930.

Dalam prasasti ini tertulis mengenai Galigi Mawayang. Galigi Mawayang merupakan seorang dalang di dalam pertunjukan seni wayang kulit. Hal ini juga senada dengan isi kitab “Kakawin Arjunawiwaha” karya Empu Kanwa di tahun 1035.

Dijelaskan bahwa sosok Galigi merupakan seorang dalang yang cepat serta hanya berjarak satu wayang dari Jagatkarana atau dalang terbesar yang hanya berjarak satu layar dari kita.

Wayang Purwa adalah wayang yang pertama kali dimiliki oleh Sri Jayabaya yang merupakan seorang Raja Kediri di tahun 939 M. Selanjutnya Wayang Purwa dikembangkan oleh Raden Panji pada tahun 1223 M.

Kemudian pada tahun 1283 M, Raden Jaka Susuruh menciptakan wayang berbahan dasar kertas. Wayang ciptaan Raden Jaka ini kemudian dikenal dengan “Wayang Beber”. Hingga kemudian pada tahun 1301 M, Sangging Prabangkara mengembangkan karakter wayang beber yang sesuai dengan adegannya.

Wayang Kulit di Masa Kerajaan Islam

Sejarah Wayang Kulit
ganaislamika.com

Kita pasti mengetahui bahwa Sunan Kalijaga merupakan satu dari sembilan wali yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Seorang wali Allah yang memiliki nama asli Raden Said ini lahir pada tahun 1450 M.

Di masa kerajaan Islam, wayang kulit yang ada merupakan karya inovasi dari Sunan Kalijaga yang mana Wayang Beber Kuno yang pada awalnya menggambarkan wujud manusia dengan detail kemudian oleh beliau diubah menjadi lebih samar.

Beberapa karakter wayang seperti Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong merupakan lakon yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga.

Lakon-lakon yang diciptakannya ini dibuat sedemikian rupa agar dapat membawa corak Islam di dalam pertunjukan wayang kulit yang mana saat itu masih di dominasi oleh kebudayaan Hindu Budha.

Di masa inilah tercipta beberapa istilah pewayangan yang merupakan serapan atau merujuk pada bahasa Arab, seperti:

  • Dalang, merujuk pada kata “Dalla” yang dapat diartikan sebagai menunjukkan. Beliau memilih kata tersebut dengan tujuan agar dalang dapat menunjukkan kebenaran terhadap para penonton wayang.
  • Tokoh Semar berasal dari kata “Simaar” yang memiliki arti paku. Dipilihnya kata tersebut adalah agar tokoh Semar dapat menjadi inspirasi orang agar memiliki karakter iman yang kuat dan juga kokoh seperti halnya paku.
  • Gareng, berasal dari kata “Qariin” yang mana artinya adalah teman. Raden Said memilih kata tersebut bertujuan agar seorang muslim harus pandai dalam mencari teman untuk diajak ke jalan kebaikan.
  • Petruk berasal dari kata “Fat-ruuk” yang memiliki arti tinggalkan. Maksud dari kata tersebut adalah bertujuan bahwa tokoh Petruk secara tidak langsung memberitahukan kepada kita bahwa seseorang wajib meninggalkan apa yang disembah selain Allah SWT.
  • Terakhir adalah Bagong. Bagong sendiri berasal dari kata “Baghaa” dimana dapat diartikan menjadi berontak. Beliau memilih kata ini agar seorang muslim wajib memberontak ketika melihat kedzaliman yang ada di hadapannya.

Jenis-jenis Wayang Kulit di Indonesia

Sejarah Wayang Kulit
klubanet.files.wordpress.com

Terdapat banyak jenis wayang kulit yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dimana di setiap daerahnya memiliki ciri khas yang berbeda-beda.

Berikut adalah jenis-jenis wayang kulit yang ada di Indonesia:

  • Wayang kulit Gagrag (Yogyakarta)
  • Wayang kulit Cengkok (Kedu)
  • Wayang kulit Cirebon (Jawa Barat)
  • Wayang kulit Madura
  • Wayang kulit Betawi (Jakarta)
  • Wayang Siam
  • Wayang kulit Bali
  • Wayang kulit Banjar (Kalimantan Selatan)
  • Wayang kulit Palembang (Sumatera Selatan)

Dalang Wayang Kulit Legendaris di Indonesia

Sejarah Wayang Kulit
ceknricek.com

Indonesia sendiri memiliki banyak dalang kondang bahkan menjadi legenda yang pernah mencapai puncak kejayaan baik itu yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Di antaranya adalah:

  • Ki Anom Suroto (gaya Solo)
  • Ki Soeparman (gaya Yogyakarta)
  • Ki Agus Wiranto
  • Almarhum Ki Manteb Soedarsono (gaya Solo)
  • Almarhum Ki Narto Sabdo (Semarang, gaya Solo)
  • Almarhum Ki Enthus Susmono (Tegal)
  • Almarhum Ki Sugino Siswocarito (gaya Banyumas)
  • Almarhum Ki Tristuti Rachmadi (Solo)
  • Almarhum Ki Surono (Banjarnegara, gaya Banyumas)
  • Almarhum Ki Hadi Sugito (Kulonprogo, Yogyakarta)
  • Almarhum Ki Timbul Hadi Prayitno (Yogyakarta)
  • Almarhum Ki Suleman (gaya Jawa Timur)

Sebenarnya terdapat masih banyak lagi dalang legendaris di Indonesia, namun dalam hal ini kita hanya menjelaskan beberapa saja.

Nah, demikianlah penjelasan mengenai sejarah wayang kulit lengkap beserta perkembangannya di Indonesia. Semoga artikel kali ini bermanfaat bagi kita semua.

Seniman Patung

Seniman Patung

Seniman Patung – Terdapat banyak sekali macam atau jenis seni yang ada di dunia. Dari sekian banyak cabang seni, seni patung merupakan salah satu jenis seni yang dapat dengan mudah di jumpai di berbagai negeri, tanpa terkecuali di Indonesia.

Seni patung sendiri merupakan suatu hasil ekspresi jiwa manusia yang diwujudkan yaitu dengan membuat bentuk visual melalui media tiga dimensi yang mana salah satu tujuannya adalah sebagai keindahan.

Patung sendiri dapat dengan mudah kita temui bahkan di jalan-jalan yang mana biasanya dibangun sebagai monumen atau pengingat jasa atas peristiwa yang pernah terjadi di masa lalu.

Baca Juga : Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi

10 Tokoh Seniman Patung Indonesia Paling Terkenal

Di negara kita ini terdapat banyak seniman patung yang mana karya-karyanya bahkan terkenal hingga ke mancanegara. Penasaran, siapa sajakah tokoh seni patung yang dimaksud? Berikut adalah 10 tokoh seni patung paling terkenal di Indonesia.

1. Ali Umar

Ali Umar adalah seorang tokoh seni patung yang lahir di Padang Pariaman, Sumatera Barat. Seniman yang lahir pada tahun 1976 ini mendapatkan gelar S1 bidang seni (S.Sn.) di Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

Ia mulai menggeluti dunia seni patung tepatnya pada saat masuk ke Fakultas Seni Rupa dan Desain yang mana ia mengambil jurusan seni patung.

Adapun hampir semua karya-karyanya menginterpretasikan sikap dirinya sendiri yang sangat peka terhadap realitas seksual. Sementara itu, salah satu idealisme dalam karyanya adalah agama.

Menurutnya, agama merupakan aturan-aturan yang wajib dijalankan dalam berkarya. Dalam rentang masa karirnya ini, ia sudah banyak malang melintang dalam dunia seni patung.

Berbagai pameran seni telah dilaluinya, mulai dari pameran solo, grup, hingga ke penghargaan-penghargaan yang membanjiri kiprahnya di dunia seni.

Salah satu penghargaan yang membuatnya semakin terkenal adalah Karya Terbaik dalam acara Kemah Budaya 2000 yang di selenggarakan di Pantai Parangtritis Yogyakarta.

2. I Nyoman Nuarta

Seniman Patung
dolanyok.com

Hampir semua rakyat Indonesia mengenal tokoh seni patung yang satu ini. Ya, inilah I Nyoman Nuarta. I Nyoman Nuarta lahir di Tabanan pada tanggal 14 November 1951.

Beberapa karyanya yang paling terkenal hingga ke mancanegara adalah Garuda Wisnu Kencana (GWK), Monumen Proklamasi Indonesia, dan Monumen Jalesveva Jayamahe.

Tokoh seni yang lahir di Pulau Dewata ini dibesarkan dari keluarga yang berlatar belakang pengusaha. Namun karena ingin mengasah bakatnya di bidang seni, ia kemudian menempuh studi jurusan Seni Rupa di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1972.

Semenjak itulah kiprahnya di dunia seni dimulai. Awalnya, I Nyoman Nuarta lebih tertarik pada cabang seni lukis, namun sejak ia mengikuti studi di jurusan seni patung, ia kemudian lebih tertarik dan menyadari bahwa dirinya lebih berbakat di dunia seni patung.

Cerita awal mengenai titik balik kehidupannya adalah pada saat I Nyoman Nuarta mengikuti lomba desain patung proklamator Indonesia.

3. Edhi Sunarso

Seniman Patung
nowjakarta.co.id

Lahir di Salatiga pada tanggal 2 Juli 1932, Edhi Sunarso merupakan tokoh seorang seni yang pada awal kiprahnya di dunia seni juga mengemban tugas sebagai staff mengajar di Akademi Kesenian Surakarta.

Edhi Sunasro juga pernah mengajar sekaligus menjadi ketua jurusan seni patung, yaitu di Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia Yogyakarta.

Selanjutnya, ia menjadi tenaga pengajar di Institut Kejuruan Ilmu Pendidikan (IKIP) Negeri Yogyakarta, hingga kemudian ia juga mengajar di Institut Seni Indonesia (ISI).

Seperti halnya I Nyoman Nuarta, Edhi Sunarso juga banyak menciptakan karya seni patung yang cukup terkenal, seperti patung monumen Selamat Datang di Bundaran HI dan Diorama Sejarah Monumen Nasional di Jakarta.

Baca Juga: Contoh Tari Kreasi

4. Kasman KS

Kasman KS adalah salah satu legenda tokoh seni patung di Indonesia yang lahir pada tanggal 19 Desember 1954 dan meninggal pada tanggal 10 November 2009 di Yogyakarta. Beliau merupakan salah satu dari pendiri Asosiasi Pematung Indonesia (API).

Selain itu, Kasman KS juga pernah memimpin komunitas seni sekato, yaitu sebuah kelompok perupa Indonesia yang mana seluruh anggotanya merupakan mahasiswa dan juga alumni dari Institut Seni Yogyakarta yang berasal dari etnis Minangkabau Sumatera Barat.

5. Arlan Kamil

Arlan Kamil adalah seorang seni jebolan dari Fakultas Seni Rupa jurusan seni patung di Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Ia sukses menjadi seorang pematung setelah kerja kerasnya bekerja di sebuah pusat kerajinan patung-patung publik di kota Padang, Sumatera Barat.

Keyakinannya di dunia seni patung ini turut mengantarkannya ke Yogyakarta guna menempuh studi hingga menyelesaikannya di tahun 1992.

Karya yang dilahirkannya pun terbilang cukup banyak, di antaranya adalah karya-karya pembuatan patung tokoh KAA di Gedung Asia Afrika Bandung, Relief Bung Hatta di Kali Bata Jakarta, Patung Flora dan Fauna untuk Arab Saudi, dan masih banyak lagi yang lainnya.

6. Syahrizal Koto

Memiliki nama lengkap Syahrizal Zain Koto, merupakan seorang seniman patung yang berasal dari kota Pariaman, Sumatera Barat yang lahir pada tanggal 6 September 1960.

Syahrizal Koto mengenyam pendidikan terakhir di Fakultas Seni Rupa jurusan seni patung di ISI Yogyakarta. Di masa hidupnya, ia telah menerima berbagai penghargaan.

Berbagai penghargaan yang pernah ia dapatkan adalah Depdikbud Bidang Kesenian Provinsi Sumatera Barat (1978), Anugerah Sketsa terbaik tingkat SLTA dan Perguruan Tinggi Sumatera Barat (1979), Karya terbaik Dies Natalis ISI (1990).

Syahrizal juga meraih penghargaan di Anugerah ke II kategori karya non abstrak lomba rancang patung Citra Raya Kota Nuansa Seni (1996) dan Anugerah Tiga Karya Nasional Sayembara Landmark Ancol (2001).

7. Dolorosa Sinaga

Pada awalnya Dolorosa Sinaga tidak memiliki cita-cita sebagai pematung atau seniman. Akan tetapi, berawal dari menempuh pendidikan di Institut Kesenian Jakarta (IKJ), ia kemudian mulai serius serta memberikan perhatian penuh terhadap karya seni patung.

Setelah Dolorosa selesai sekolah di IKJ, ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan seninya di St. Martins School of Art London, Inggris. Kemudian ia melanjutkan belajarnya di Karnarija Lubliyana, Yugoslavia hingga kemudian melanjutkan di Piero’s Art Foundry Berkeley, Amerika Serikat.

Karya-karyanya pun saat ini sudah tersebar di beberapa negara, salah satunya adalah di Kuala Lumpur, Malaysia.

Baca Juga: Fungsi Seni Kriya

8. Herry Maizul

Seniman Patung
s.abcnews.com

Seniman yang lahir pada tahun 1963 dan berasal dari Padang Panjang Sumatera Barat ini adalah pematung senior dan juga pemimpin kelompok Khatulistiwa di Yogyakarta.

Nah, apakah kita mengetahui patung Ronald McDonald’s Indonesia? Jika mengetahuinya, maka Herry Maizul lah yang membuat patung tersebut atas dasar pesanan dari pihak McDonlad’s Indonesia! Luar biasa bukan?

Saat ini patung karyanya telah tersebar di seluruh Indonesia bahkan hingga ke kawasan Asia Pasifik.

9. Arby Samah Datuak Majo Indo

Tokoh seniman patung asal Indonesia selanjutnya adalah H. Arby Samah Datuak Majo Indo. Arby Samah lahir di Pandai Sikek, Tanah Datar, Sumatera Barat pada tanggal 1 April 1933.

Mengenai karya patung yang ia ciptakan adalah beraliran abstrak. Pematung asal Sumatera Barat ini juga tercatat sebagai pematung pertama di Indonesia. Legenda patung Indonesia ini memperoleh pendidikan seni di Akademi Seni Rupa Indonesia Yogyakarta (ASRI) di tahun 1953.

Selain terkenal sebagai seorang seniman yang hebat, Arby Samah juga bergabung dan juga berjuang yaitu dengan angkat senjata tepatnya pada masa agresi militer Belanda II.

Ia berjuang bersama anggota INS Kayutaman lainnya. Setelahnya, ia kemudian bergabung dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Solok Selatan.

10. Yusman

Seniman Patung
macropocket.blogspot.com

Yusman adalah pematung terkenal yang lahir di Padang, 12 November 1964. Beliau berpendapat bahwa sejarah tidak hanya hadir dalam bentuk teks atau buku saja, namun juga dapat di hadirkan melalui seni patung.

Ia juga menambahkan bahwa seni patung dapat merekonstruksi peristiwa/sejarah yang pernah terjadi di masa lalu. Maka tak heran jika sebagian besar karya ciptaannya berbentuk monumen sejarah atau patung tokoh pahlawan.

Banyak karya-karyanya yang sangat terkenal di Indonesia, beberapa di antaranya adalah Monumen Mandala Pembebasan Irian Barat, Monumen Sultan Agung Tirtayasa, Monumen Museum Lubang Buaya, Monumen Dwikora dan Trikora di Mabes TNI, Monumen Kostrad Jakarta, dan lain sebagainya.

Demikianlah pembahasan mengenai 10 tokoh seniman patung di Indonesia paling terkenal. Selain terkenal di Indonesia, seni patung yang mereka buat bahkan juga terkenal sampai ke mancanegara hingga menjadi kebanggaan tersendiri bagi bangsa Indonesia.

Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi

Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi

Sebenarnya terdapat banyak jenis karya seni rupa 3 dimensi yang dapat ditemukan di sekitar kita. Seperti misalnya setiap benda yang dipajang di ruangan terbuka maupun tertutup juga termasuk sebagai karya seni rupa.

Namun kebanyakan orang biasanya hanya mengenal seni sekedar dari jenisnya saja. Seperti misalnya patung, lukisan, seni cetak, grafis, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Selebihnya, hanya sebagian orang saja yang dapat memahami kategori dari karya seni, misalnya seni rupa 3 dimensi yang akan kita bahas bersama-sama ini.

Baca Juga: Contoh Tari Kreasi

Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi

Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi
www.coretanpemuda.com

Karya seni rupa 3 dimensi juga memiliki jenis yang sama seperti yang terdapat pada seni rupa 2 dimensi. Selain dapat dibagi berdasarkan dimensinya, seni rupa juga dapat dibagi berdasarkan tema dan fungsinya.

Berdasarkan Tema

Dalam hal ini, tema merupakan gagasan pokok dari suatu karya seni. Misalnya adalah karya seni religius, cinta, lingkungan, kehidupan, kematian, dan lainnya. Akan tetapi, tema tidak selalu tampak secara kasat mata (eksplisit) namun malah lebih tampak secara tersirat (implisit).

Berdasarkan Fungsi

Jika berdasarkan fungsinya, terdapat dua jenis seni, yaitu seni rupa terapan (applied art) dan seni rupa murni (fine art). Adapun seni rupa terapan dibuat dengan tujuan yaitu lebih mengutamakan fungsi dan kenyamanan penggunanya.

Sedangkan seni rupa murni merupakan sebuah karya yang dibuat hanya untuk keindahan atau unsur estetis lainnya saja.

Baca Juga: Fungsi Seni Kriya

Pengertian Seni Rupa 3 Dimensi

Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi
bataviaexpress.id

Seni rupa 3 dimensi merupakan suatu karya seni rupa yang memiliki tiga ukuran atau sisi serta memiliki ruang ketiga yaitu berupa kedalaman. Inilah yang membedakan dengan karya 2 dimensi yang hanya memiliki ukuran panjang dan lebar saja.

Contoh Karya Seni Rupa 3 Dimensi

Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi
cf.shopee.co.id

Beberapa contoh yang termasuk ke dalam contoh karya seni rupa 3 dimensi adalah:

Seni Patung

Contoh pertama dari karya seni rupa 3 dimensi adalah patung. Patung dapat dilihat dari segala arah serta dapat diraba bentuknya. Sementara itu, terdapat beraneka macam karya patung yang ada di dunia ini.

Umumnya patung dibuat dengan menggunakan bahan dasar kayu, batu, logam, atau benda-benda keras lainnya yang cenderung memiliki volume dan tekstur yang kuat.

Beberapa contoh karya patung yang cukup terkenal di Indonesia adalah patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali, patung Martha Christina Tiaharu di Maluku, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Seni Kriya

Seni kriya merupakan sebuah seni yang mana dalam membuatnya adalah menitikberatkan pada keterampilan tangan namun tetap dengan memperhatikan fungsi untuk mengolah bahan baku untuk dijadikan sebagai bahan yang mempunyai nilai guna dan juga nilai estetis.

Selain itu, seni kriya juga diciptakan/dibuat untuk membantu kehidupan sehari-hari. Contohnya adalah cangkir dan poci untuk alat rumah tangga, produk furnitur seperti meja dan kursi, sampai ke wayang golek untuk seni pertunjukan.

Keramik

Seni keramik pada awalnya terbuat dari tanah liat yang diproses dengan cara dibakar, seperti contohnya adalah genteng dan gerabah.

Namun seiring dengan perkembangan teknologi, bahan dasar dalam pembuatan keramik saat ini digabung dengan logam kimia tertentu sehingga membentuk bahan dasar baru.

Keramik memiliki motif yang menarik sehingga selain digunakan sebagai pelapis material bangunan, keramik juga dapat dijadikan sebagai hiasan.

Kerajinan keramik ini banyak dan mudah dijumpai pada perabotan rumah tangga seperti vas bunga, gucci dan lain sebagainya.

Anyaman

Selanjutnya adalah anyaman. Seni anyaman merupakan teknik merangkai bambu/rotan dengan pola tertentu yang nantinya dibentuk menjadi beraneka ragam barang yang berguna untuk kebutuhan rumah tangga.

Beberapa contoh dari seni anyaman ini adalah pagar anyaman bambu, kursi anyaman rotan, tempat nasi, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Arsitektur

Arsitektur merupakan seni membuat bangunan atau lingkungan sebagai sarana prasarana untuk menunjang kehidupan manusia dari segala aspek baik itu tempat istirahat, berlindung maupun tempat untuk beraktivitas.

Baca Juga: Fungsi Musik Tradisional

Unsur-unsur Seni Rupa 3 Dimensi

Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi
macropocket.blogspot.com

Seni rupa 3 dimensi memiliki unsur-unsur khusus, seperti garis, bidang, bentuk, dan warna yang mana unsur-unsurnya ini digunakan untuk memperindah pada bentuk.

Contoh yang paling mudah dikenali dari unsur ini adalah patung. Sampai dengan saat ini, patung terus berkembang menjadi lebih baik sehingga nilai seni yang dimilikinya cukup tinggi.

Nilai Estetis Karya Seni Rupa 3 Dimensi

Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi
igedewirasena.blogspot.com

Sementara nilai estetis pada karya seni rupa ini dapat bersifat objektif maupun subjektif. Nilai estetis atau objektif ini memandang keindahan sebuah karya seni rupa agar berada pada karya seni itu sendiri secara kasat mata (eksplisit).

Sedangkan pandangan bersifat objektif akan menilai bagaimana keindahan fisik suatu karya seni jika dinilai berdasarkan efektivitas penerapan unsur dan juga prinsip seni rupa yang digunakan.

Keindahan ini tersusun dari komposisi yang baik yang berasal dari perpaduan warna harmonis, penempatan objek yang seimbang dan juga tampak menyatu. Adapun secara subjektif, keindahannya ditentukan oleh selera penikmatnya.

Seperti misalnya ketika seseorang melihat karya seni abstrak, maka orang biasa tidak dapat menemukan nilai estetis dari penataan unsur rupa pada karya tersebut serta menganggap karya abstraknya jelek dan juga sangat mudah untuk dibuat.

Ia menganggap bahwa anak kecil pun sanggup membuat karya seperti itu. Meski terasa nyata, namun seseorang yang menilai dengan cara tersebut sangatlah tidak tepat.

Sebelum menghakimi suatu karya yang terlihat abstrak, alangkah baiknya nilai terlebih dahulu secara objektif. Jika unsur dan prinsipnya memang ternyata tidak menunjukkan karya yang baik, maka sebaiknya cari sisi lainnya seperti apa konsep dibalik karya tersebut.

Bahkan sebagian orang akan lebih menyukai karya abstrak serta menganggap lukisan realistik justru terlalu biasa atau menjemukan. Pandangan yang berbeda inilah yang disebut dengan pandangan subjektif.

Itulah pembahasan kali ini mengenai Jenis karya seni rupa 3 dimensi lengkap beserta pengertian, contoh, unsur, dan nilai estetisnya. Semoga bermanfaat.

Contoh Tari Kreasi

Contoh Tari Kreasi

Contoh Tari Kreasi – Indonesia adalah negara yang terkenal karena memiliki keberagaman budaya, suku, agama, bahasa, adat, hingga tarian daerahnya.

Hingga seiring berjalannya waktu, tarian daerah pun ikut mengalami perkembangan sehingga menjadi suatu inovasi tersendiri khususnya bagi para pelaku seni, yaitu para penari.

Salah satu bukti seni tari mengalami perkembangan adalah adanya tari kreasi yang mana jenis tari ini merupakan tarian daerah yang dikembangkan mengikuti jaman yang sedang terjadi.

Baca Juga: Fungsi Seni Kriya

Contoh Tari Kreasi yang ada di Indonesia

Contoh Tari Kreasi
www.goodnewsfromindonesia.id

Jenis seni tari yang ada di Indonesia sendiri terbilang sangat banyak, salah satunya adalah tari kreasi. Tari ini merupakan tarian khas daerah yang dikembangkan mengikuti perkembangan jaman.

Adapun tari kreasi di tiap-tiap daerah di Indonesia pun beragam sehingga dapat dibedakan berdasarkan klasifikasinya. Namun secara umum tari kreasi dibedakan menjadi tiga, yaitu tari kreasi baru, tari kreasi tunggal, dan tari kreasi berpasangan.

Agar lebih jelas, berikut adalah pembahasan mengenai contoh tari kreasi di Indonesia.

Tari Kreasi Baru

Tari kreasi baru adalah tarian klasik yang telah mengalami perkembangan dan juga penambahan dari segi aransemennya seiring dengan mengikuti perkembangan jaman. Namun meski telah mengalami perubahan, tari kreasi baru tidak kehilangan nilai-nilai dasar yang dimilikinya.

Di bawah ini adalah beberapa contoh dar tarian kreasi baru.

Tari Merak

Tari Merak merupakan seni tari kreasi baru yang berasal dari provinsi Jawa Barat. Jenis Tari Merak ini merupakan salah satu jenis tari kreasi baru yang sangat indah.

Hal ini karena busana yang dikenakan oleh para penarinya berwarna biru dan emas yang membuatnya terlihat sangat menawan seperti halnya burung merak.

Tari Manuk Rawa

Selanjutnya adalah Tari Manuk Rawa. Tarian ini berasal dari Bali, tepatnya dari Sendratari Mahabharata dengan kisah lakon Bale Sigale-gale yang diciptakan oleh koreografer terkenal, I Wayan Dibia serta dibantu oleh komposer I Wayan Beratha pada tahun 1981.

Tari Nguri

Berasal dari kerajaan Sumbawa dan berfungsi sebagai hiburan. Asal mula Tari Nguri termasuk dalam jenis tarian hiburan adalah karena pada saat itu Raja Sumbawa sedang berduka.

Sehingga sang raja memerintahkan untuk mempertunjukkan tarian ini yang dipentaskan oleh beberapa wanita dengan tujuan untuk menghibur sang raja yang sedang berduka tersebut.

Tari Kuntulan

Tari Kuntulan pertama kali muncul di abad ke-20, sehingga tarian ini termasuk ke dalam jenis tari kreasi baru. Tarian ini berasal dari Pemalang, Jawa Tengah di mana ciri-cirinya memiliki gerakan serupa dengan pencak silat.

Tari Yapong

DKI Jakarta juga memiliki jenis tari kreasi baru yang terkenal dengan nama Tari Yapong. Pencipta dari tarian ini adalah Bagong Kusdiarjo dan diciptakan pada saat pementasan Ulang Tahun Jakarta ke-450 tahun. Jenis tarian ini menggambarkan tentang kehidupan masyarakat Betawi di tahun 1977.

Baca Juga: Fungsi Musik Tradisional

Tari Kreasi Tunggal

Seperti namanya, jenis tari kreasi tunggal hanya dimainkan oleh seorang penari saja sehingga harus dimainkan oleh seorang penari yang benar-benar sudah profesional.

Beberapa contoh dari tarian kreasi tunggal adalah:

Tari Gambir Anom

Tari Gambir Anom berasal dari provinsi Jawa Tengah dan telah ada sejak jaman Kesultanan Mataram Islam. Tarian ini menceritakan tentang anak Arjuna yang sedang dirundung asmara.

Tari Gambyong

Masih berasal dari Jawa Tengah, Tari Gambyong merupakan tarian tunggal khas Surakarta yang diciptakan oleh Maridi.

Pada awal kemunculannya, Tari Gambyong hanya dimainkan oleh seorang penari saja, namun seiring perkembangan jaman, Tari Gambyong dimainkan secara berkelompok.

Tari Jaipong

Tari Jaipong adalah tarian tradisional tunggal yang sangat terkenal yang berasal dari daerah Parahyangan yang dimainkan oleh seorang penari wanita dengan kain kebaya sebagai kostum tari sehingga si penari akan terkesan lembut dan feminim.

Tari Golek Menak

Contoh jenis tarian kreasi tunggal selanjutnya adalah Tari Golek Menak yang mana tarian ini adalah tarian dari Kesultanan Yogyakarta. Adapun Tari Golek Menak ini diciptakan langsung oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX pada tahun 1940-an.

Beliau menciptakan tarian ini karena terinspirasi oleh pertunjukan wayang golek.

Tari Klasik Gatotkoco

Karena diambil dari salah satu tokoh pewayangan, maka jenis tarian ini diberi nama Tari Klasik Gatotkoco yang mengisahkan tentang kehidupan Gatotkaca.

Seni tari yang berkembang di wilayah Jawa Tengah ini menggambarkan sosok Gatotkaca yang mampu terbang serta sakti mandraguna sebagai seorang keturunan Werkudara atau Bima.

Tari Kreasi Berpasangan

Baca Juga: Unsur-unsur Musik

Contoh tari kreasi yang terakhir adalah tari kreasi berpasangan yang mana dalam pementasannya melibatkan penari laki-laki dan perempuan dalam pertunjukannya.

Jika kita bandingkan dengan tari kreasi tunggal, tari kreasi berpasangan ini lebih sulit dilakukan karena diperlukan harmonisasi dan juga keselarasan gerak.

Berikut ini adalah contoh tari kreasi berpasangan di Indonesia.

Tari Payung

Berasal dari Sumatera Barat, Tari Payung memiliki ciri khas yaitu menggunakan properti payung yang mana tarian ini mengisahkan tentang seorang bujang yang sedang mencari jodohnya.

Tari Bambangan Cakil

Dimainkan oleh dua penari pria, Tari Bambangan Cakil memerankan tokoh ksatria dan raksasa.

Tarian ini menceritakan tentang peperangan antara kebaikan dan juga kejahatan yang mana ksatria tersebut berperan sebagai Arjuna sebagai sosok yang baik, sedangkan raksasa Cakil dicontohkan sebagai sosok yang jahat.

Tari Yosim

Jenis Tari Yosim berkembang di Provinsi Papua yang dimainkan secara berpasangan dan menceritakan seorang bujang dan gadis yang sedang mencari cinta sejati.

Di daerah asalnya, Tari Yosim terbilang cukup populer serta kerap ditampilkan dalam upacara adat setempat.

Tari Serampang Dua Belas

Provinsi Sumatera Utara juga memiliki tari kreasi berpasangan yang terkenal dengan nama Tari Serampang Dua Belas, tepatnya berasal dari Melayu Deli.

Tarian ini menceritakan tentang sepasang bujangan yang sedang menjalin cinta dalam menemukan jodohnya.

Tari Janger

Contoh tarian kreasi berpasangan yang terakhir ini berasal dari pulau Dewata, yaitu Tari Janger. Meskipun dimainkan oleh 10 orang penari, namun para penarinya tetap berpasang-pasangan dalam melakukan gerakan-gerakan tariannya.

Hal inilah yang menjadikan Tari Janger termasuk ke dalam tari kreasi berpasangan.

Baca Juga: Alat Musik Petik Tradisional

Pengertian Tari Kreasi

Contoh Tari Kreasi
www.selasar.com

Tari kreasi merupakan salah satu jenis tarian yang mempunyai gerakan berirama serta senada dengan alunan musiknya.

Biasanya tarian ini ditampilkan dalam waktu dan tempat khusus guna menceritakan maksud, pikiran, serta perasaan kepada penonton baik itu secara tunggal maupun berpasangan.

Sementara itu, bunyi-bunyian yang berasal dari iringan musik tari ini berfungsi sebagai pengatur gerak si penari serta untuk menguatkan tujuan yang ingin dicapai.

Tari kreasi sendiri dapat dijelaskan dalam kosakata yaitu sebagai bentuk pengungkapan ekspresi manusia melalui media gerakan dan irama.

Selain itu, tarian ini bersifat non etnik. Maksudnya adalah bukan dari jenis tari tradisi yang berkaitan erat dengan adat istiadat masyarakat. Sehingga dapat dikatakan bahwa tarian ini bukan jenis tari yang berfungsi untuk melengkapi acara adat/ritual kebudayaan.

Tari kreasi juga dikenal sebagai tari non etnik, tari non tradisi, tari modern dance, kontemporer, tari komposisi, serta tari latar. Istilah-istilah inilah yang menunjukkan karya seni yang baru berkembang untuk menyesuaikan jaman.

Ciri-ciri Tari Kreasi

Contoh Tari Kreasi
materitertulis.blogspot.com

Untuk mengetahui tari kreasi, kita dapat melihat ciri-cirinya, yaitu:

  • Pesan atau makna yang timbul dari tari kreasi merupakan ungkapan ekspresi pribadi.
  • Lebih memprioritaskan repertoar pra gerakan sebagai hasil dari eksplorasi.
  • Tidak memperlihatkan identitas kultural.
  • Menunjukkan kebebasan dalam berinteraksi, yaitu secara koreografi.

Jenis-jenis Tari Kreasi

Contoh Tari Kreasi
www.goodnewsfromindonesia.id

Tari kreasi sendiri dapat dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu:

1. Tari Kreasi Berpola Tradisi

Jenis tari kreasi berpola tradisi ini merupakan tari kreasi yang dilakukan/digarap berdasarkan kaidah tradisi, baik itu dari koreografi, iringan musik, tata rias, busana, dan teknik pementasannya. Meski dilakukan pengembangan, tarian dasar ini tetap tidak dihilangkan esensi tradisinya.

2. Tari Kreasi tidak Berpola Tradisi (Non Tradisi)

Kedua adalah tari kreasi tidak berpola tradisi, yaitu jenis tari kreasi yang digarap dengan lepas, tanpa masuk pola-pola tradisi yang mengikat, baik itu unsur koreografi, iringan musik, tata rias, tata busana, dan teknik pertunjukannya.

Walaupun jenis tarian ini tidak menggunakan pola tradisi, bukan berarti meninggalkan unsur tradisi sama sekali, melainkan bisa saja memakai gagasannya saja.

Baca Juga: Pengertian Alat Musik Ritmis

Fungsi Tari Kreasi

Contoh Tari Kreasi
ringgoabrio.blogspot.com

Fungsi utama dari tari kreasi adalah untuk menunjukkan dan juga menyajikan hiburan yang estetis. Karena bertujuan untuk pementasan, maka penampilan sebuah tari harus memerlukan latihan yang berulang-ulang serta mengandung kaidah-kaidah khusus yang harus dipertimbangkan.

Selain harus memenuhi kaidah-kaidah umum seperti wiraga, wirasa, dan wirama, setiap etnisnya juga harus memiliki keindahan yang berbeda-beda.

Seperti contohnya yaitu tari Sunda klasik yang mana tarian ini mempertimbangkan wiraga (postur tubuh penari), wirasa (ekspresi pada saat menari), wirama (kemampuan si penari dalam menyesuaikan iringan), alus (harmonisasi), dan sari (penghayatan).

Itulah pembahasan mengenai contoh tari kreasi di Indonesia lengkap beserta pengertian, ciri, jenis, dan fungsinya. Dengan pembahasan tersebut, semoga dapat menjadi referensi bagi kita semua.