Perbedaan Kebudayaan dan Peradaban Beserta Pengertian & Contohnya

Perbedaan Kebudayaan dan Peradaban Beserta Pengertian & Contohnya

Indonesia adalah sebuah negara yang dikaruniai oleh Tuhan dengan banyak kebudayaan dan peradaban yang harus dilestarikan oleh para generasi muda agar negara yang kita cintai tidak kehilangan identitasnya. Namun, apakah kita mengetahui apa itu perbedaan kebudayaan dan peradaban?

Jika belum mengetahuinya, maka kita tepat berada di sini karena kali ini satrianesia akan membahas mengenai hal tersebut secara tuntas.

Budaya sendiri umumnya ada dalam suatu peradaban yang mana setiap peradaban dapat mengandung tidak hanya satu namun beberapa budaya.

Perbedaan Kebudayaan dan Peradaban

Perbedaan Kebudayaan dan Peradaban
idntimes.com

Kebanyakan orang masih rancu dalam mengistilahkan budaya dan peradaban hingga akhirnya mereka lebih sering menggunakannya secara sinonim. Padahal keduanya memiliki perbedaan yang cukup mendasar seperti halnya perbedaan pantun, syair, dan gurindam.

Adapun kedua hal tersebut sama-sama memberikan kita ide, cita-cita, arti nilai-nilai, dan juga cara untuk menjalani kehidupan yang layak. Ini senada dengan yang disampaikan oleh Mahatma Gandhi. Menurutnya, dalam peradaban, budaya pikiran harus tunduk pada hati dan kemanusiaan.

Untuk lebih jelanya, berikut adalah 7 poin utama untuk mengetahui perbedaan kebudayaan dan peradaban.

1. Istilah budaya mengacu pada perwujudan dari cara berpikir, berperilaku, dan bertindak. Sementara tahap peningkatan masyarakat manusia, di mana anggotanya memiliki banyak organisasi dan juga pengembangan sosial politik. Hal inilah yang disebut dengan peradaban.

2. Budaya sendiri dapat menggambarkan siapa kita, namun peradaban dapat menjelaskan apa yang kita miliki atau gunakan.

3. Budaya dapat menunjukkan tingkat penyempurnaan batin terbesar dan internal. Hal ini tentu berbeda dengan peradaban yang bersifat eksternal seperti perwujudan teknologi, perangkat, produk, infrastruktur, dan lainnya.

4. Budaya merupakan tujuan yang tidak memiliki standar pengukuran. Ini tentu berbeda dengan peradaban di mana peradaban memiliki standar pengukuran yang tepat mengingat itu adalah sarana.

5. Budaya daerah dapat tercermin dari agama, adat, seni, tari-tarian, moral, musik, sastra, filsafat, dan lain sebagainya. Sedangkan peradaban ditampilkan dalam bidang hukum, infrastruktur, administrasi, pengaturan sosial, arsitektur, dan lain sebagainya.

6. Secara umum, budaya dapat terus berkembang meskipun peradaban tidak ada. Berbeda dengan peradaban yang tidak dapat berkembang/tumbuh dan eksis tanpa adanya budaya.

7. Perubahan dalam budaya dapat diamati dengan waktu, seperti misalnya dalam pemikiran lama dan tradisi yang hilang dengan berlalunya waktu dan juga hal yang baru ditambahkan ke dalamnya sampai dapat ditransmisikan dari satu generasi ke generasi selanjutnya.

Sedangkan peradaban akan terus maju, misalnya dalam berbagai elemen peradaban seperti komunikasi, transportasi, dan elemen lain yang berkembang seiring berjalannya waktu.

Pengertian Kebudayaan dan Peradaban Secara Umum

Perbedaan Kebudayaan dan Peradaban

Karena memiliki perbedaan, sudah tentu baik kebudayaan maupun peradaban juga memiliki pengertian yang berbeda pula. Berikut adalah pengertian kebudayaan dan peradaban secara umum.

Kebudayaan

Kebudayaan merupakan cara manusia hidup yang tercermin dalam tutur kata/bahasa yang diucapkan, makanan yang mereka makan, atau pakaian yang mereka kenakan.

Hal tersebut mengapresiasi cara seseorang berpikir dan juga melakukan sesuatu. Maka dapat disimpulkan bahwa kebudayaan adalah seperangkat pengetahuan, pengalaman dan perilaku yang umum dimiliki oleh sekelompok orang yang diperoleh melalui pembelajaran.

Budaya sendiri meliputi seni, kepercayaan, pengetahuan, tradisi, adat istiadat, festival, moral, sikap, nilai-nilai, kebiasaan dan lain sebagainya yang diwarisi oleh seseorang sebagai anggota masyarakat.

Semua itu dapat dilihat dalam literatur, bentuk tarian, musik, gaya pikiran, praktik keagamaan, cara menyapa orang lain, kebiasaan makan, rekreasi dan lainnya.

Sementara itu, budaya yang berbeda dapat ditemukan di tempat yang berbeda pula karena bervariasi dari satu daerah dengan daerah yang lain.

Seorang sarjana terkenal asal Thailand, Phraya Anumanrajathon mendefinisikan “budaya” sebagai sebuah pemikiran, konsep, dan kepercayaan manusia yang muncul dalam empat cara, yaitu kegiatan sosial, karakteristik umum dalam masyarakat, perilaku sosial dan Penciptaan dalam masyarakat.

Peradaban

Peradaban merupakan proses mengembangkan keadaan masyarakat sejauh budaya, teknologi, industri, pemerintah, dan lainnya untuk mencapai tingkat maksimal.

Istilah peradaban sendiri dapat diartikan tentang mengadopsi cara hidup yang lebih baik serta memanfaatkan sebaik mungkin sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan sekelompok orang.

Peradaban juga menekankan pada sistematisasi masyarakat ke dalam berbagai kelompok yang bekerja secara kolektif dan juga terus-menerus untuk meningkatkan kualitas hidup, pendidikan, makanan, pakaian, transportasi, komunikasi, dan sebagainya.

Pengertian Kebudayaan dan Peradaban Menurut Para Ahli

Perbedaan Kebudayaan dan Peradaban
integriti.web.id

Selain mengetahui secara umum pengertian kebudayaan dan peradaban, para ahli juga memberikan pendapatnya akan kebudayaan dan peradaban. Di antara para ahli yang mengemukakan pendapatnya tentang hal tersebut adalah Soekmono dan Herkovits.

Soekmono

Menurut Soekmono. kebudayaan merupakan segala sesuatu hasil usaha manusia baik itu berupa benda atau hanya sebatas buah pikiran/penghidupan. Ia juga berpendapat bahwa peradaban merupakan perbedaan yang dihasilkan dari unsur budaya sehingga tergolong dalam kemajuan.

Herkovist

Berbeda dengan Soekmono, Herkovist mengemukakan bahwa kebudayaan adalah segala sesuatu yang diteruskan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi selanjutnya (superorganic).

Kebudayaan berisikan seluruh nilai, norma, ilmu pengetahuan, pengertian, religius, sistem sosial, struktur, dan nilai lainnya sebagai wujud budaya intelektual dan juga rasa seni yang menjadi identitas/ciri khas suatu masyarakat. Adapun menurut Herkovits, peradaban merupakan nilai-nilai yang dihasilkan dari kebudayaan itu sendiri.

Contoh Kebudayaan dan Peradaban

Perbedaan Kebudayaan dan Peradaban
idntimes.com

Agar kita lebih memahami tentang kebudayaan dan peradaban, berikut adalah beberapa contoh dari kebudayaan dan juga peradaban yang ada di dunia.

Budaya dan Peradaban Barat

Istilah budaya barat sendiri sering digunakan secara luas untuk merujuk pada warisan norma sosial, adat istiadat tradisional, nilai-nilai estetika, sistem politik, sistem kepercayaan, artefak-artefak, dan teknologi khusus yang memiliki asal atau hubungan dengan Eropa.

Hal tersebut telah berlaku untuk negara-negara yang sejarahnya ditandai oleh imigrasi Eropa, seperti negara-negara Amerika dan Australasia serta tidak terbatas pada benua Eropa saja. Selain itu, Eropa Tengah juga dianggap sebagai penyumbang unsur-unsur asli dari kebudayaan barat.

Budaya Barat sendiri ditandai dengan sejumlah tema dan tradisi artistik, sastra, filosofi, hukum, warisan Celtic, Jermanik, Slavia, Hellenic, Yahudi, Latin, kelompok etnis, dan bahasa lainnya dan agama Kristen yang memainkan peran penting dalam membentuk peradaban Barat yang dimulai sejak abad ke-4.

Konsep budaya Barat sendiri biasanya memiliki keterkaitan dengan definisi klasik dari Dunia Barat. Dalam definisi tersebut, kebudayaan Barat dapat dikatakan sebagai himpunan sastra, politik, sains, prinsip-prinsip artistik dan filosofi yang menjadi pembeda dengan kebudayaan lain.

Sebagian besar rangkaian tradisi dan pengetahuan tersebut biasanya sudah dikumpulkan dalam kanon Barat.

Ada beberapa kecenderungan yang dianggap dapat mendefinisikan masyarakat Budaya Barat modern, di antaranya adalah pluralisme politik, berbagai subkultur atau budaya tandingan penting (misalnya seperti gerakan-gerakan zaman baru), peningkatan sinkretisme budaya sebagai akibat dari globalisasi dan juga migrasi manusia.

Budaya dan Peradaban Amerika Latin

Budaya Amerika Latin merupakan ekspresi formal atau informal dari masyarakat yang terdapat di wilayah Amerika Latin yang mencakup budaya tingkat tinggi (kesusastraan, kesenian tingkat tinggi) serta budaya populer (musik, seni rakyat, dan tari), agama dan praktik kebiasaan lainnya.

Amerika Latin sendiri mempunyai beberapa ras dan meliputi sebagian wilayah dari benua Amerika di mana Spanyol, Portugis/Prancis bermukim, Meksiko, sebagian besar Amerika Tengah, dan Amerika Selatan.

Selain itu terdapat juga pengaruh keberadaan kebudayaan Amerika Latin yang terdapat di Amerika Serikat, yaitu California dan Southwest, dan kota-kota besar lainnya seperti New York city dan Miami. Selain itu, terdapat juga peningkatan perhatian hubungan antara Amerika Latin dan Karibia.

Demikian penjelasan tentang perbedaan kebudayaan dan peradaban di dunia lengkap beserta pengertiannya secara umum, menurut para ahli dan contohnya. Semoga bermanfaat.

Perbedaan Drama dan Teater

Perbedaan Drama dan Teater

Tak dapat dipungkiri bahwa sebagian dari kita tidak bisa menjelaskan perbedaan antara drama dan teater. Sehingga tak jarang dijumpai kedua kata tersebut digunakan dalam makna yang sama.

Namun bagaimanapun juga, kedua kata tersebut memiliki makna yang berbeda. Hal ini diperkuat dengan pernyataan dari Dewojati (2010:14) dalam bukunya. Ia menuliskan bahwa teater adalah sebuah pertunjukan yang dapat langsung dinikmati hingga ke seluruh elemen-elemennya.

Sedangkan menurut Aristoteles (dalam Dewojati, 2010:14), drama adalah esensi dari teater.  Drama juga memiliki struktur peristiwa yang bergerak mulai dari bagian awal hingga akhir yang mana drama membuat pertunjukan bergerak menjadi sebuah teater.

Baca Juga: Sejarah Wayang Kulit

Perbedaan Drama dan Teater

Perbedaan Drama dan Teater
cdn.ayobandung.com

Berdasarkan penjelasan di atas kita dapat menyimpulkan bahwa teater memiliki keterkaitan langsung dengan pertunjukan. Adapun drama sendiri berkaitan dengan lakon/naskah cerita yang akan dipentaskan.

Nah, agar kita tidak salah lagi dalam mengartikan kedua kata tersebut, berikut adalah penjelasan mengenai perbedaan antara drama dan teater.

Perbedaan dari Segi Istilah

Dapat dikatakan, perbedaan paling mencolok di antara keduanya adalah dari segi istilah yang digunakan. Seperti yang telah dijelaskan di atas. Beberapa ahli lainnya juga mengemukakan bahwa drama dan teater itu berbeda.

Menurut Tim Matrix Media Literata, drama merupakan suatu bentuk narasi yang menggambarkan kehidupan dan alam manusia yang ditunjukkan melalui perilaku (akting) yang dipentaskan.

Sementara menurut Anne Civardi, drama yaitu sebuah kisah yang ditampilkan/diceritakan melalui kata-kata dan gerakan. Drama sendiri berasal dari kata “draomai” yang berarti berbuat, bertindak, atau berlaku.

Maka dapat disimpulkan jika drama merupakan sebuah kisah yang dinarasikan dan juga diceritakan melalui sebuah seni pertunjukan gerak atau seni peran di atas panggung.

Istilah “teater” sendiri dapat di definisikan dalam arti luas yaitu sebagai kisah hidup dan kehidupan manusia yang dituangkan/diceritakan di atas pentas dengan menggunakan media seperti percakapan, gerak, dan juga laku yang didasarkan pada naskah yang tertulis dengan ditunjang oleh dekor, musik, tarian, nyanyian, dan lain sebagainya.

Namun jika dilihat dari segi bahasa atau dalam artian yang lebih sempit, teater merupakan sebuah gedung pertunjukan (auditorium).

Perbedaan dari Segi Ciri-cirinya

Sementara dari segi ciri-cirinya, baik itu drama maupun teater mempunyai ciri-ciri sendiri-sendiri yang membedakan keduanya. Di antara ciri-ciri yang membedakan drama dan teater adalah:

  • Pengucapan Vocal

Drama tidak memerlukan pengucapan vocal yang kuat. Hal ini karena drama didukung oleh teknologi penunjang seperti microphone dan juga speaker.

Ini tentu berbeda dengan teater yang harus memerlukan pengucapan vocal yang keras dan kuat. Sebab penampilan dilakukan di atas panggung maka vocal harus terdengar hingga ke penonton di bagian paling belakang.

  • Emosi

Pada seni drama, emosi yang dikeluarkan oleh pemain/lakon tidak harus terlalu kuat karena diperkuat atau didukung oleh alat-alat seperti kamera dengan berbagai teknik pengambilan gambar.

Sementara pada teater, emosi yang dikeluarkan oleh pemeran/lakon harus dengan perasaan yang ekstrem. Sama seperti pengucapan vocal, emosi perasaan juga harus terlihat hingga ke penonton di barisan paling belakang.

  • Make Up

Para pemeran pada drama biasanya menggunakan make up yang biasa/tidak mencolok. Ini berbanding terbalik dengan teater yang mana make up para pemerannya harus mencolok.

Teater ditampilkan di atas panggung dengan tambahan lighting. Maka make up para pemerannya juga harus terlihat kuat dan jelas hingga ke ujung panggung.

  • Pengambilan Adegan

Dari segi pengambilan adegan pun drama dapat melakukan adegan berkali-kali. Sebab drama bisa direkam oleh kamera. Adapun pada teater, cerita atau penampilannya harus dilakukan secara terus-menerus tanpa adanya jeda hingga ceritanya selesai.

Teater juga harus dilakukan tanpa kesalahan karena cerita yang ditampilkan adalah secara langsung.

Perbedaan dari Segi Cerita

Jika dilihat dari segi cerita, baik itu drama maupun teater memiliki perbedaan yang cukup mencolok. Pada umumnya drama menampilkan cerita dengan berdasarkan kehidupan sehari-hari. Contohnya ketika kita melihat sinetron atau film.

Untuk teater sendiri biasanya menampilkan cerita yang diambil dari hasil pemilihan naskah dan juga penggarapan yang terstruktur. Bukan hanya itu saja, teater juga menampilkan narasi/cerita yang mana adalah proses dari pemahaman publik.

Tempat Pertunjukan

Perbedaan mencolok lainnya adalah tempat yang digunakan untuk menampilkan/mementaskan masing-masing ceritanya.

Drama bisa ditampilkan di mana saja yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari seperti misalnya di rumah sakit, terminal, sekolah, stasiun kereta api, dan lainnya.

Sementara pada teater hanya dapat dilaksanakan di tempat pementasan saja, yaitu di atas panggung dengan dekorasi tertentu sesuai dengan naskah.

Perbedaan Jenis Drama dan Teater

Kita pasti pernah melihat atau menyaksikan drama dan teater dengan beragam jenis. Hal ini karena drama memiliki banyak jenisnya. Misalnya saja seperti horror, romance, dan lain-lain.

Sedangkan pada teater hanya lebih kepada dua jenis, yaitu tradisional dan modern. Teater tradisional merupakan sebuah seni pertunjukan yang muncul di masing-masing daerah dan biasanya berhubungan dengan adat istiadat setempat sesuai dengan kehidupan masyarakat di tempat tersebut.

Sementara teater modern merupakan suatu bentuk perkembangan dari seni teater tradisional yang telah diubah/dimodifikasi sedemikian rupa sesuai dengan ilmu drama yang berasal dari bangsa barat.

Akan tetapi kenapa pada akhirnya drama sering disebut sama dengan teater? Kesalahan ini terjadi karena drama yang sering kita liat di televisi seperti misalnya sinetron juga dapat dibuat menjadi sebuah pertunjukan langsung di atas panggung seperti halnya teater.

Hal inilah yang menjadi rancu sehingga kita sering menganggap bahwa kedua kata tersebut memiliki makna yang sama.

Baca Juga: Seniman Patung di Indonesia

Contoh Drama dan Teater

Perbedaan Drama dan Teater
klatenkab.go.id

Agar kita lebih memahami perbedaan kedua kata tersebut, berikut adalah beberapa contoh drama dan teater.

Contoh Drama

  • Drama Sekolah
  • Film
  • Sinetron

Contoh Teater

  • Seni Pertunjukan Ketoprak
  • Pertunjukan Reog
  • Teater Ludruk
  • Pertunjukan Lenong
  • Seni Drama dan Tari
  • Pertunjukan Mamanda
  • Pertunjukan  Sanghyang
  • Dll

Baca Juga: Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi

Tujuan Drama

Perbedaan Drama dan Teater
kebudayaan.kemdikbud.go.id

Secara umum, drama bertujuan untuk menghibur penonton yang menyaksikannya. Namun Dewojati (2010:1) berpendapat bahwa selain sebagai hiburan, drama juga memberikan kegunaan khususnya kepada pembaca (jika drama ditulis) dan juga kepada penonton (jika drama dipentaskan).

Biasanya seni pertunjukan juga erat sekali hubungannya dengan emansipasi manusia itu sendiri (Harymawan, 1986:7).

Berdasarkan penjelasan tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa selain untuk menghibur kepada penonton, drama juga memberikan gambaran langsung baik itu cara bersosialisasi dalam menghadapi kehidupan nyata, permasalahan kehidupan, maupun dalam cara berpikir dan bertindak seseorang dalam segala sesuatu yang terjadi pada kehidupan manusia pada umumnya serta mempertajam kepekaan emosi.

Sementara bagi para pemain adalah untuk meningkatkan imajinasi yang tertuang di dalam naskah, berlatih pengembangan ujar atau cara bicara, membentuk postur tubuh, dan sebagai sarana untuk menyalurkan bakat/hobi.

Itulah penjelasan mengenai perbedaan drama dan teater lengkap beserta contoh dan tujuannya. Dengan pembahasan kali ini, semoga kita tidak lagi salah dalam mengartikan kedua kata tersebut.

Sejarah Wayang Kulit

Sejarah Wayang Kulit

Sejarah Wayang Kulit – Wayang kulit merupakan salah satu cabang seni pertunjukan di Indonesia dimana perkembangannya terbilang cukup pesat.

Pada tanggal 7 November 2003, UNESCO juga menobatkan wayang sebagai “Masterpiece of Oral and Intagible Heritage of Humanity” atau sebagai warisan mahakarya dunia tak ternilai dalam dunia seni bertutur asli Indonesia sehingga termasuk ke dalam salah satu budaya Indonesia yang mendunia.

Adapun seni pertunjukan wayang sendiri sangat digemari oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia sehingga pagelaran wayang banyak diadakan ci acara-acara sakral di berbagai daerah di Nusantara.

Sejarah Wayang Kulit dan Perkembangannya di Indonesia

Sejarah Wayang Kulit
id.wikipedia.org

Saat ini wayang kulit tidak hanya terkenal di Indonesia saja, namun juga sudah terkenal hingga ke mancanegara. Maka tak heran jika di luar negeri banyak acara khusus yang menyelenggarakan pagelaran wayang kulit.

Menilik dari sejarahnya, wayang muncul pertama kali pada tahun 1500 sebelum Masehi yang lahir dari para cendekia, yaitu nenek moyang suku Jawa di masa lalu.

Dahulu wayang masih terbuat dari rumput-rumputan yang diikat sehingga bentuknya pun terlihat masih sangat sederhana dan hanya dimainkan untuk sarana ritual pemujaan roh nenek moyang saja yaitu pada saat upacara-upacara adat Jawa.

Sampai pada periode selanjutnya, penggunaan bahan-bahan lain berupa kulit binatang, kulit kayu mulai dikenal sebagai bahan dalam pembuatan wayang kulit.

Ini ditandai dengan ditemukannya wayang kulit tertua yang pernah ditemukan, yaitu berasal dari abad ke 2 Masehi. Perkembangan wayang terus terjadi hingga membuat cerita-cerita yang dimainkan pun semakin berkembang.

Wayang Kulit dan Kebudayaan Hindu Budha

Sejarah Wayang Kulit
derypkc24.blogspot.com

Asal usul wayang kulit sendiri tidak terlepas dari sejarah kesenian wayang secara umum. Hal ini dapat dilihat dari catatan sejarah dimana belum ada bukti kuat yang menjelaskan mengenai adanya kebudayaan wayang sebelum abad pertama.

Ini bertepatan dengan masuknya budaya Hindu Budha ke wilayah Asia Tenggara. Hal ini diperkuat dengan kenyataan jika seni pertunjukan wayang kulit kebanyakan mengangkat cerita Ramayana dan Mahabharata.

Meski itu bukan sebuah standar yang mengikat seorang dalang, namun dalam setiap pertunjukannya, dalang diperbolehkan untuk membuat pertunjukan dari lakon carangan (gubahan).

Budayawan terkenal, Jivan Pani pernah menyatakan pendapat bahwa wayang berkembang dari dua jenis seni. Adapun kesenian ini berasal dari Odisha, India Timur, yaitu Ravana Chhaya. Ravana Chhaya adalah sebuah teater boneka dan juga tarian Chhau.

Berawal dari sini hipotesis baru mulai berkembang, bahwasanya akulturasi kebudayaan India atau China merupakan hal yang mempengaruhi/menciptakan kesenian wayang kulit di Nusantara.

Wayang Kulit di Masa Kerajaan

Sejarah Wayang Kulit
id.wikipedia.org

Salah satu bukti pertama yang ditemukan mengenai seni wayang adalah berbentuk catatan. Catatan ini mengacu pada prasasti yang berasal dari tahun 930.

Dalam prasasti ini tertulis mengenai Galigi Mawayang. Galigi Mawayang merupakan seorang dalang di dalam pertunjukan seni wayang kulit. Hal ini juga senada dengan isi kitab “Kakawin Arjunawiwaha” karya Empu Kanwa di tahun 1035.

Dijelaskan bahwa sosok Galigi merupakan seorang dalang yang cepat serta hanya berjarak satu wayang dari Jagatkarana atau dalang terbesar yang hanya berjarak satu layar dari kita.

Wayang Purwa adalah wayang yang pertama kali dimiliki oleh Sri Jayabaya yang merupakan seorang Raja Kediri di tahun 939 M. Selanjutnya Wayang Purwa dikembangkan oleh Raden Panji pada tahun 1223 M.

Kemudian pada tahun 1283 M, Raden Jaka Susuruh menciptakan wayang berbahan dasar kertas. Wayang ciptaan Raden Jaka ini kemudian dikenal dengan “Wayang Beber”. Hingga kemudian pada tahun 1301 M, Sangging Prabangkara mengembangkan karakter wayang beber yang sesuai dengan adegannya.

Wayang Kulit di Masa Kerajaan Islam

Sejarah Wayang Kulit
ganaislamika.com

Kita pasti mengetahui bahwa Sunan Kalijaga merupakan satu dari sembilan wali yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Seorang wali Allah yang memiliki nama asli Raden Said ini lahir pada tahun 1450 M.

Di masa kerajaan Islam, wayang kulit yang ada merupakan karya inovasi dari Sunan Kalijaga yang mana Wayang Beber Kuno yang pada awalnya menggambarkan wujud manusia dengan detail kemudian oleh beliau diubah menjadi lebih samar.

Beberapa karakter wayang seperti Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong merupakan lakon yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga.

Lakon-lakon yang diciptakannya ini dibuat sedemikian rupa agar dapat membawa corak Islam di dalam pertunjukan wayang kulit yang mana saat itu masih di dominasi oleh kebudayaan Hindu Budha.

Di masa inilah tercipta beberapa istilah pewayangan yang merupakan serapan atau merujuk pada bahasa Arab, seperti:

  • Dalang, merujuk pada kata “Dalla” yang dapat diartikan sebagai menunjukkan. Beliau memilih kata tersebut dengan tujuan agar dalang dapat menunjukkan kebenaran terhadap para penonton wayang.
  • Tokoh Semar berasal dari kata “Simaar” yang memiliki arti paku. Dipilihnya kata tersebut adalah agar tokoh Semar dapat menjadi inspirasi orang agar memiliki karakter iman yang kuat dan juga kokoh seperti halnya paku.
  • Gareng, berasal dari kata “Qariin” yang mana artinya adalah teman. Raden Said memilih kata tersebut bertujuan agar seorang muslim harus pandai dalam mencari teman untuk diajak ke jalan kebaikan.
  • Petruk berasal dari kata “Fat-ruuk” yang memiliki arti tinggalkan. Maksud dari kata tersebut adalah bertujuan bahwa tokoh Petruk secara tidak langsung memberitahukan kepada kita bahwa seseorang wajib meninggalkan apa yang disembah selain Allah SWT.
  • Terakhir adalah Bagong. Bagong sendiri berasal dari kata “Baghaa” dimana dapat diartikan menjadi berontak. Beliau memilih kata ini agar seorang muslim wajib memberontak ketika melihat kedzaliman yang ada di hadapannya.

Jenis-jenis Wayang Kulit di Indonesia

Sejarah Wayang Kulit
klubanet.files.wordpress.com

Terdapat banyak jenis wayang kulit yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dimana di setiap daerahnya memiliki ciri khas yang berbeda-beda.

Berikut adalah jenis-jenis wayang kulit yang ada di Indonesia:

  • Wayang kulit Gagrag (Yogyakarta)
  • Wayang kulit Cengkok (Kedu)
  • Wayang kulit Cirebon (Jawa Barat)
  • Wayang kulit Madura
  • Wayang kulit Betawi (Jakarta)
  • Wayang Siam
  • Wayang kulit Bali
  • Wayang kulit Banjar (Kalimantan Selatan)
  • Wayang kulit Palembang (Sumatera Selatan)

Dalang Wayang Kulit Legendaris di Indonesia

Sejarah Wayang Kulit
ceknricek.com

Indonesia sendiri memiliki banyak dalang kondang bahkan menjadi legenda yang pernah mencapai puncak kejayaan baik itu yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Di antaranya adalah:

  • Ki Anom Suroto (gaya Solo)
  • Ki Soeparman (gaya Yogyakarta)
  • Ki Agus Wiranto
  • Almarhum Ki Manteb Soedarsono (gaya Solo)
  • Almarhum Ki Narto Sabdo (Semarang, gaya Solo)
  • Almarhum Ki Enthus Susmono (Tegal)
  • Almarhum Ki Sugino Siswocarito (gaya Banyumas)
  • Almarhum Ki Tristuti Rachmadi (Solo)
  • Almarhum Ki Surono (Banjarnegara, gaya Banyumas)
  • Almarhum Ki Hadi Sugito (Kulonprogo, Yogyakarta)
  • Almarhum Ki Timbul Hadi Prayitno (Yogyakarta)
  • Almarhum Ki Suleman (gaya Jawa Timur)

Sebenarnya terdapat masih banyak lagi dalang legendaris di Indonesia, namun dalam hal ini kita hanya menjelaskan beberapa saja.

Nah, demikianlah penjelasan mengenai sejarah wayang kulit lengkap beserta perkembangannya di Indonesia. Semoga artikel kali ini bermanfaat bagi kita semua.

Seniman Patung

Seniman Patung

Seniman Patung – Terdapat banyak sekali macam atau jenis seni yang ada di dunia. Dari sekian banyak cabang seni, seni patung merupakan salah satu jenis seni yang dapat dengan mudah di jumpai di berbagai negeri, tanpa terkecuali di Indonesia.

Seni patung sendiri merupakan suatu hasil ekspresi jiwa manusia yang diwujudkan yaitu dengan membuat bentuk visual melalui media tiga dimensi yang mana salah satu tujuannya adalah sebagai keindahan.

Patung sendiri dapat dengan mudah kita temui bahkan di jalan-jalan yang mana biasanya dibangun sebagai monumen atau pengingat jasa atas peristiwa yang pernah terjadi di masa lalu.

Baca Juga : Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi

10 Tokoh Seniman Patung Indonesia Paling Terkenal

Di negara kita ini terdapat banyak seniman patung yang mana karya-karyanya bahkan terkenal hingga ke mancanegara. Penasaran, siapa sajakah tokoh seni patung yang dimaksud? Berikut adalah 10 tokoh seni patung paling terkenal di Indonesia.

1. Ali Umar

Ali Umar adalah seorang tokoh seni patung yang lahir di Padang Pariaman, Sumatera Barat. Seniman yang lahir pada tahun 1976 ini mendapatkan gelar S1 bidang seni (S.Sn.) di Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

Ia mulai menggeluti dunia seni patung tepatnya pada saat masuk ke Fakultas Seni Rupa dan Desain yang mana ia mengambil jurusan seni patung.

Adapun hampir semua karya-karyanya menginterpretasikan sikap dirinya sendiri yang sangat peka terhadap realitas seksual. Sementara itu, salah satu idealisme dalam karyanya adalah agama.

Menurutnya, agama merupakan aturan-aturan yang wajib dijalankan dalam berkarya. Dalam rentang masa karirnya ini, ia sudah banyak malang melintang dalam dunia seni patung.

Berbagai pameran seni telah dilaluinya, mulai dari pameran solo, grup, hingga ke penghargaan-penghargaan yang membanjiri kiprahnya di dunia seni.

Salah satu penghargaan yang membuatnya semakin terkenal adalah Karya Terbaik dalam acara Kemah Budaya 2000 yang di selenggarakan di Pantai Parangtritis Yogyakarta.

2. I Nyoman Nuarta

Seniman Patung
dolanyok.com

Hampir semua rakyat Indonesia mengenal tokoh seni patung yang satu ini. Ya, inilah I Nyoman Nuarta. I Nyoman Nuarta lahir di Tabanan pada tanggal 14 November 1951.

Beberapa karyanya yang paling terkenal hingga ke mancanegara adalah Garuda Wisnu Kencana (GWK), Monumen Proklamasi Indonesia, dan Monumen Jalesveva Jayamahe.

Tokoh seni yang lahir di Pulau Dewata ini dibesarkan dari keluarga yang berlatar belakang pengusaha. Namun karena ingin mengasah bakatnya di bidang seni, ia kemudian menempuh studi jurusan Seni Rupa di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1972.

Semenjak itulah kiprahnya di dunia seni dimulai. Awalnya, I Nyoman Nuarta lebih tertarik pada cabang seni lukis, namun sejak ia mengikuti studi di jurusan seni patung, ia kemudian lebih tertarik dan menyadari bahwa dirinya lebih berbakat di dunia seni patung.

Cerita awal mengenai titik balik kehidupannya adalah pada saat I Nyoman Nuarta mengikuti lomba desain patung proklamator Indonesia.

3. Edhi Sunarso

Seniman Patung
nowjakarta.co.id

Lahir di Salatiga pada tanggal 2 Juli 1932, Edhi Sunarso merupakan tokoh seorang seni yang pada awal kiprahnya di dunia seni juga mengemban tugas sebagai staff mengajar di Akademi Kesenian Surakarta.

Edhi Sunasro juga pernah mengajar sekaligus menjadi ketua jurusan seni patung, yaitu di Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia Yogyakarta.

Selanjutnya, ia menjadi tenaga pengajar di Institut Kejuruan Ilmu Pendidikan (IKIP) Negeri Yogyakarta, hingga kemudian ia juga mengajar di Institut Seni Indonesia (ISI).

Seperti halnya I Nyoman Nuarta, Edhi Sunarso juga banyak menciptakan karya seni patung yang cukup terkenal, seperti patung monumen Selamat Datang di Bundaran HI dan Diorama Sejarah Monumen Nasional di Jakarta.

Baca Juga: Contoh Tari Kreasi

4. Kasman KS

Kasman KS adalah salah satu legenda tokoh seni patung di Indonesia yang lahir pada tanggal 19 Desember 1954 dan meninggal pada tanggal 10 November 2009 di Yogyakarta. Beliau merupakan salah satu dari pendiri Asosiasi Pematung Indonesia (API).

Selain itu, Kasman KS juga pernah memimpin komunitas seni sekato, yaitu sebuah kelompok perupa Indonesia yang mana seluruh anggotanya merupakan mahasiswa dan juga alumni dari Institut Seni Yogyakarta yang berasal dari etnis Minangkabau Sumatera Barat.

5. Arlan Kamil

Arlan Kamil adalah seorang seni jebolan dari Fakultas Seni Rupa jurusan seni patung di Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Ia sukses menjadi seorang pematung setelah kerja kerasnya bekerja di sebuah pusat kerajinan patung-patung publik di kota Padang, Sumatera Barat.

Keyakinannya di dunia seni patung ini turut mengantarkannya ke Yogyakarta guna menempuh studi hingga menyelesaikannya di tahun 1992.

Karya yang dilahirkannya pun terbilang cukup banyak, di antaranya adalah karya-karya pembuatan patung tokoh KAA di Gedung Asia Afrika Bandung, Relief Bung Hatta di Kali Bata Jakarta, Patung Flora dan Fauna untuk Arab Saudi, dan masih banyak lagi yang lainnya.

6. Syahrizal Koto

Memiliki nama lengkap Syahrizal Zain Koto, merupakan seorang seniman patung yang berasal dari kota Pariaman, Sumatera Barat yang lahir pada tanggal 6 September 1960.

Syahrizal Koto mengenyam pendidikan terakhir di Fakultas Seni Rupa jurusan seni patung di ISI Yogyakarta. Di masa hidupnya, ia telah menerima berbagai penghargaan.

Berbagai penghargaan yang pernah ia dapatkan adalah Depdikbud Bidang Kesenian Provinsi Sumatera Barat (1978), Anugerah Sketsa terbaik tingkat SLTA dan Perguruan Tinggi Sumatera Barat (1979), Karya terbaik Dies Natalis ISI (1990).

Syahrizal juga meraih penghargaan di Anugerah ke II kategori karya non abstrak lomba rancang patung Citra Raya Kota Nuansa Seni (1996) dan Anugerah Tiga Karya Nasional Sayembara Landmark Ancol (2001).

7. Dolorosa Sinaga

Pada awalnya Dolorosa Sinaga tidak memiliki cita-cita sebagai pematung atau seniman. Akan tetapi, berawal dari menempuh pendidikan di Institut Kesenian Jakarta (IKJ), ia kemudian mulai serius serta memberikan perhatian penuh terhadap karya seni patung.

Setelah Dolorosa selesai sekolah di IKJ, ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan seninya di St. Martins School of Art London, Inggris. Kemudian ia melanjutkan belajarnya di Karnarija Lubliyana, Yugoslavia hingga kemudian melanjutkan di Piero’s Art Foundry Berkeley, Amerika Serikat.

Karya-karyanya pun saat ini sudah tersebar di beberapa negara, salah satunya adalah di Kuala Lumpur, Malaysia.

Baca Juga: Fungsi Seni Kriya

8. Herry Maizul

Seniman Patung
s.abcnews.com

Seniman yang lahir pada tahun 1963 dan berasal dari Padang Panjang Sumatera Barat ini adalah pematung senior dan juga pemimpin kelompok Khatulistiwa di Yogyakarta.

Nah, apakah kita mengetahui patung Ronald McDonald’s Indonesia? Jika mengetahuinya, maka Herry Maizul lah yang membuat patung tersebut atas dasar pesanan dari pihak McDonlad’s Indonesia! Luar biasa bukan?

Saat ini patung karyanya telah tersebar di seluruh Indonesia bahkan hingga ke kawasan Asia Pasifik.

9. Arby Samah Datuak Majo Indo

Tokoh seniman patung asal Indonesia selanjutnya adalah H. Arby Samah Datuak Majo Indo. Arby Samah lahir di Pandai Sikek, Tanah Datar, Sumatera Barat pada tanggal 1 April 1933.

Mengenai karya patung yang ia ciptakan adalah beraliran abstrak. Pematung asal Sumatera Barat ini juga tercatat sebagai pematung pertama di Indonesia. Legenda patung Indonesia ini memperoleh pendidikan seni di Akademi Seni Rupa Indonesia Yogyakarta (ASRI) di tahun 1953.

Selain terkenal sebagai seorang seniman yang hebat, Arby Samah juga bergabung dan juga berjuang yaitu dengan angkat senjata tepatnya pada masa agresi militer Belanda II.

Ia berjuang bersama anggota INS Kayutaman lainnya. Setelahnya, ia kemudian bergabung dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Solok Selatan.

10. Yusman

Seniman Patung
macropocket.blogspot.com

Yusman adalah pematung terkenal yang lahir di Padang, 12 November 1964. Beliau berpendapat bahwa sejarah tidak hanya hadir dalam bentuk teks atau buku saja, namun juga dapat di hadirkan melalui seni patung.

Ia juga menambahkan bahwa seni patung dapat merekonstruksi peristiwa/sejarah yang pernah terjadi di masa lalu. Maka tak heran jika sebagian besar karya ciptaannya berbentuk monumen sejarah atau patung tokoh pahlawan.

Banyak karya-karyanya yang sangat terkenal di Indonesia, beberapa di antaranya adalah Monumen Mandala Pembebasan Irian Barat, Monumen Sultan Agung Tirtayasa, Monumen Museum Lubang Buaya, Monumen Dwikora dan Trikora di Mabes TNI, Monumen Kostrad Jakarta, dan lain sebagainya.

Demikianlah pembahasan mengenai 10 tokoh seniman patung di Indonesia paling terkenal. Selain terkenal di Indonesia, seni patung yang mereka buat bahkan juga terkenal sampai ke mancanegara hingga menjadi kebanggaan tersendiri bagi bangsa Indonesia.

Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi

Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi

Sebenarnya terdapat banyak jenis karya seni rupa 3 dimensi yang dapat ditemukan di sekitar kita. Seperti misalnya setiap benda yang dipajang di ruangan terbuka maupun tertutup juga termasuk sebagai karya seni rupa.

Namun kebanyakan orang biasanya hanya mengenal seni sekedar dari jenisnya saja. Seperti misalnya patung, lukisan, seni cetak, grafis, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Selebihnya, hanya sebagian orang saja yang dapat memahami kategori dari karya seni, misalnya seni rupa 3 dimensi yang akan kita bahas bersama-sama ini.

Baca Juga: Contoh Tari Kreasi

Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi

Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi
www.coretanpemuda.com

Karya seni rupa 3 dimensi juga memiliki jenis yang sama seperti yang terdapat pada seni rupa 2 dimensi. Selain dapat dibagi berdasarkan dimensinya, seni rupa juga dapat dibagi berdasarkan tema dan fungsinya.

Berdasarkan Tema

Dalam hal ini, tema merupakan gagasan pokok dari suatu karya seni. Misalnya adalah karya seni religius, cinta, lingkungan, kehidupan, kematian, dan lainnya. Akan tetapi, tema tidak selalu tampak secara kasat mata (eksplisit) namun malah lebih tampak secara tersirat (implisit).

Berdasarkan Fungsi

Jika berdasarkan fungsinya, terdapat dua jenis seni, yaitu seni rupa terapan (applied art) dan seni rupa murni (fine art). Adapun seni rupa terapan dibuat dengan tujuan yaitu lebih mengutamakan fungsi dan kenyamanan penggunanya.

Sedangkan seni rupa murni merupakan sebuah karya yang dibuat hanya untuk keindahan atau unsur estetis lainnya saja.

Baca Juga: Fungsi Seni Kriya

Pengertian Seni Rupa 3 Dimensi

Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi
bataviaexpress.id

Seni rupa 3 dimensi merupakan suatu karya seni rupa yang memiliki tiga ukuran atau sisi serta memiliki ruang ketiga yaitu berupa kedalaman. Inilah yang membedakan dengan karya 2 dimensi yang hanya memiliki ukuran panjang dan lebar saja.

Contoh Karya Seni Rupa 3 Dimensi

Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi
cf.shopee.co.id

Beberapa contoh yang termasuk ke dalam contoh karya seni rupa 3 dimensi adalah:

Seni Patung

Contoh pertama dari karya seni rupa 3 dimensi adalah patung. Patung dapat dilihat dari segala arah serta dapat diraba bentuknya. Sementara itu, terdapat beraneka macam karya patung yang ada di dunia ini.

Umumnya patung dibuat dengan menggunakan bahan dasar kayu, batu, logam, atau benda-benda keras lainnya yang cenderung memiliki volume dan tekstur yang kuat.

Beberapa contoh karya patung yang cukup terkenal di Indonesia adalah patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali, patung Martha Christina Tiaharu di Maluku, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Seni Kriya

Seni kriya merupakan sebuah seni yang mana dalam membuatnya adalah menitikberatkan pada keterampilan tangan namun tetap dengan memperhatikan fungsi untuk mengolah bahan baku untuk dijadikan sebagai bahan yang mempunyai nilai guna dan juga nilai estetis.

Selain itu, seni kriya juga diciptakan/dibuat untuk membantu kehidupan sehari-hari. Contohnya adalah cangkir dan poci untuk alat rumah tangga, produk furnitur seperti meja dan kursi, sampai ke wayang golek untuk seni pertunjukan.

Keramik

Seni keramik pada awalnya terbuat dari tanah liat yang diproses dengan cara dibakar, seperti contohnya adalah genteng dan gerabah.

Namun seiring dengan perkembangan teknologi, bahan dasar dalam pembuatan keramik saat ini digabung dengan logam kimia tertentu sehingga membentuk bahan dasar baru.

Keramik memiliki motif yang menarik sehingga selain digunakan sebagai pelapis material bangunan, keramik juga dapat dijadikan sebagai hiasan.

Kerajinan keramik ini banyak dan mudah dijumpai pada perabotan rumah tangga seperti vas bunga, gucci dan lain sebagainya.

Anyaman

Selanjutnya adalah anyaman. Seni anyaman merupakan teknik merangkai bambu/rotan dengan pola tertentu yang nantinya dibentuk menjadi beraneka ragam barang yang berguna untuk kebutuhan rumah tangga.

Beberapa contoh dari seni anyaman ini adalah pagar anyaman bambu, kursi anyaman rotan, tempat nasi, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Arsitektur

Arsitektur merupakan seni membuat bangunan atau lingkungan sebagai sarana prasarana untuk menunjang kehidupan manusia dari segala aspek baik itu tempat istirahat, berlindung maupun tempat untuk beraktivitas.

Baca Juga: Fungsi Musik Tradisional

Unsur-unsur Seni Rupa 3 Dimensi

Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi
macropocket.blogspot.com

Seni rupa 3 dimensi memiliki unsur-unsur khusus, seperti garis, bidang, bentuk, dan warna yang mana unsur-unsurnya ini digunakan untuk memperindah pada bentuk.

Contoh yang paling mudah dikenali dari unsur ini adalah patung. Sampai dengan saat ini, patung terus berkembang menjadi lebih baik sehingga nilai seni yang dimilikinya cukup tinggi.

Nilai Estetis Karya Seni Rupa 3 Dimensi

Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi
igedewirasena.blogspot.com

Sementara nilai estetis pada karya seni rupa ini dapat bersifat objektif maupun subjektif. Nilai estetis atau objektif ini memandang keindahan sebuah karya seni rupa agar berada pada karya seni itu sendiri secara kasat mata (eksplisit).

Sedangkan pandangan bersifat objektif akan menilai bagaimana keindahan fisik suatu karya seni jika dinilai berdasarkan efektivitas penerapan unsur dan juga prinsip seni rupa yang digunakan.

Keindahan ini tersusun dari komposisi yang baik yang berasal dari perpaduan warna harmonis, penempatan objek yang seimbang dan juga tampak menyatu. Adapun secara subjektif, keindahannya ditentukan oleh selera penikmatnya.

Seperti misalnya ketika seseorang melihat karya seni abstrak, maka orang biasa tidak dapat menemukan nilai estetis dari penataan unsur rupa pada karya tersebut serta menganggap karya abstraknya jelek dan juga sangat mudah untuk dibuat.

Ia menganggap bahwa anak kecil pun sanggup membuat karya seperti itu. Meski terasa nyata, namun seseorang yang menilai dengan cara tersebut sangatlah tidak tepat.

Sebelum menghakimi suatu karya yang terlihat abstrak, alangkah baiknya nilai terlebih dahulu secara objektif. Jika unsur dan prinsipnya memang ternyata tidak menunjukkan karya yang baik, maka sebaiknya cari sisi lainnya seperti apa konsep dibalik karya tersebut.

Bahkan sebagian orang akan lebih menyukai karya abstrak serta menganggap lukisan realistik justru terlalu biasa atau menjemukan. Pandangan yang berbeda inilah yang disebut dengan pandangan subjektif.

Itulah pembahasan kali ini mengenai Jenis karya seni rupa 3 dimensi lengkap beserta pengertian, contoh, unsur, dan nilai estetisnya. Semoga bermanfaat.

Contoh Tari Kreasi

Contoh Tari Kreasi

Contoh Tari Kreasi – Indonesia adalah negara yang terkenal karena memiliki keberagaman budaya, suku, agama, bahasa, adat, hingga tarian daerahnya.

Hingga seiring berjalannya waktu, tarian daerah pun ikut mengalami perkembangan sehingga menjadi suatu inovasi tersendiri khususnya bagi para pelaku seni, yaitu para penari.

Salah satu bukti seni tari mengalami perkembangan adalah adanya tari kreasi yang mana jenis tari ini merupakan tarian daerah yang dikembangkan mengikuti jaman yang sedang terjadi.

Baca Juga: Fungsi Seni Kriya

Contoh Tari Kreasi yang ada di Indonesia

Contoh Tari Kreasi
www.goodnewsfromindonesia.id

Jenis seni tari yang ada di Indonesia sendiri terbilang sangat banyak, salah satunya adalah tari kreasi. Tari ini merupakan tarian khas daerah yang dikembangkan mengikuti perkembangan jaman.

Adapun tari kreasi di tiap-tiap daerah di Indonesia pun beragam sehingga dapat dibedakan berdasarkan klasifikasinya. Namun secara umum tari kreasi dibedakan menjadi tiga, yaitu tari kreasi baru, tari kreasi tunggal, dan tari kreasi berpasangan.

Agar lebih jelas, berikut adalah pembahasan mengenai contoh tari kreasi di Indonesia.

Tari Kreasi Baru

Tari kreasi baru adalah tarian klasik yang telah mengalami perkembangan dan juga penambahan dari segi aransemennya seiring dengan mengikuti perkembangan jaman. Namun meski telah mengalami perubahan, tari kreasi baru tidak kehilangan nilai-nilai dasar yang dimilikinya.

Di bawah ini adalah beberapa contoh dar tarian kreasi baru.

Tari Merak

Tari Merak merupakan seni tari kreasi baru yang berasal dari provinsi Jawa Barat. Jenis Tari Merak ini merupakan salah satu jenis tari kreasi baru yang sangat indah.

Hal ini karena busana yang dikenakan oleh para penarinya berwarna biru dan emas yang membuatnya terlihat sangat menawan seperti halnya burung merak.

Tari Manuk Rawa

Selanjutnya adalah Tari Manuk Rawa. Tarian ini berasal dari Bali, tepatnya dari Sendratari Mahabharata dengan kisah lakon Bale Sigale-gale yang diciptakan oleh koreografer terkenal, I Wayan Dibia serta dibantu oleh komposer I Wayan Beratha pada tahun 1981.

Tari Nguri

Berasal dari kerajaan Sumbawa dan berfungsi sebagai hiburan. Asal mula Tari Nguri termasuk dalam jenis tarian hiburan adalah karena pada saat itu Raja Sumbawa sedang berduka.

Sehingga sang raja memerintahkan untuk mempertunjukkan tarian ini yang dipentaskan oleh beberapa wanita dengan tujuan untuk menghibur sang raja yang sedang berduka tersebut.

Tari Kuntulan

Tari Kuntulan pertama kali muncul di abad ke-20, sehingga tarian ini termasuk ke dalam jenis tari kreasi baru. Tarian ini berasal dari Pemalang, Jawa Tengah di mana ciri-cirinya memiliki gerakan serupa dengan pencak silat.

Tari Yapong

DKI Jakarta juga memiliki jenis tari kreasi baru yang terkenal dengan nama Tari Yapong. Pencipta dari tarian ini adalah Bagong Kusdiarjo dan diciptakan pada saat pementasan Ulang Tahun Jakarta ke-450 tahun. Jenis tarian ini menggambarkan tentang kehidupan masyarakat Betawi di tahun 1977.

Baca Juga: Fungsi Musik Tradisional

Tari Kreasi Tunggal

Seperti namanya, jenis tari kreasi tunggal hanya dimainkan oleh seorang penari saja sehingga harus dimainkan oleh seorang penari yang benar-benar sudah profesional.

Beberapa contoh dari tarian kreasi tunggal adalah:

Tari Gambir Anom

Tari Gambir Anom berasal dari provinsi Jawa Tengah dan telah ada sejak jaman Kesultanan Mataram Islam. Tarian ini menceritakan tentang anak Arjuna yang sedang dirundung asmara.

Tari Gambyong

Masih berasal dari Jawa Tengah, Tari Gambyong merupakan tarian tunggal khas Surakarta yang diciptakan oleh Maridi.

Pada awal kemunculannya, Tari Gambyong hanya dimainkan oleh seorang penari saja, namun seiring perkembangan jaman, Tari Gambyong dimainkan secara berkelompok.

Tari Jaipong

Tari Jaipong adalah tarian tradisional tunggal yang sangat terkenal yang berasal dari daerah Parahyangan yang dimainkan oleh seorang penari wanita dengan kain kebaya sebagai kostum tari sehingga si penari akan terkesan lembut dan feminim.

Tari Golek Menak

Contoh jenis tarian kreasi tunggal selanjutnya adalah Tari Golek Menak yang mana tarian ini adalah tarian dari Kesultanan Yogyakarta. Adapun Tari Golek Menak ini diciptakan langsung oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX pada tahun 1940-an.

Beliau menciptakan tarian ini karena terinspirasi oleh pertunjukan wayang golek.

Tari Klasik Gatotkoco

Karena diambil dari salah satu tokoh pewayangan, maka jenis tarian ini diberi nama Tari Klasik Gatotkoco yang mengisahkan tentang kehidupan Gatotkaca.

Seni tari yang berkembang di wilayah Jawa Tengah ini menggambarkan sosok Gatotkaca yang mampu terbang serta sakti mandraguna sebagai seorang keturunan Werkudara atau Bima.

Tari Kreasi Berpasangan

Baca Juga: Unsur-unsur Musik

Contoh tari kreasi yang terakhir adalah tari kreasi berpasangan yang mana dalam pementasannya melibatkan penari laki-laki dan perempuan dalam pertunjukannya.

Jika kita bandingkan dengan tari kreasi tunggal, tari kreasi berpasangan ini lebih sulit dilakukan karena diperlukan harmonisasi dan juga keselarasan gerak.

Berikut ini adalah contoh tari kreasi berpasangan di Indonesia.

Tari Payung

Berasal dari Sumatera Barat, Tari Payung memiliki ciri khas yaitu menggunakan properti payung yang mana tarian ini mengisahkan tentang seorang bujang yang sedang mencari jodohnya.

Tari Bambangan Cakil

Dimainkan oleh dua penari pria, Tari Bambangan Cakil memerankan tokoh ksatria dan raksasa.

Tarian ini menceritakan tentang peperangan antara kebaikan dan juga kejahatan yang mana ksatria tersebut berperan sebagai Arjuna sebagai sosok yang baik, sedangkan raksasa Cakil dicontohkan sebagai sosok yang jahat.

Tari Yosim

Jenis Tari Yosim berkembang di Provinsi Papua yang dimainkan secara berpasangan dan menceritakan seorang bujang dan gadis yang sedang mencari cinta sejati.

Di daerah asalnya, Tari Yosim terbilang cukup populer serta kerap ditampilkan dalam upacara adat setempat.

Tari Serampang Dua Belas

Provinsi Sumatera Utara juga memiliki tari kreasi berpasangan yang terkenal dengan nama Tari Serampang Dua Belas, tepatnya berasal dari Melayu Deli.

Tarian ini menceritakan tentang sepasang bujangan yang sedang menjalin cinta dalam menemukan jodohnya.

Tari Janger

Contoh tarian kreasi berpasangan yang terakhir ini berasal dari pulau Dewata, yaitu Tari Janger. Meskipun dimainkan oleh 10 orang penari, namun para penarinya tetap berpasang-pasangan dalam melakukan gerakan-gerakan tariannya.

Hal inilah yang menjadikan Tari Janger termasuk ke dalam tari kreasi berpasangan.

Baca Juga: Alat Musik Petik Tradisional

Pengertian Tari Kreasi

Contoh Tari Kreasi
www.selasar.com

Tari kreasi merupakan salah satu jenis tarian yang mempunyai gerakan berirama serta senada dengan alunan musiknya.

Biasanya tarian ini ditampilkan dalam waktu dan tempat khusus guna menceritakan maksud, pikiran, serta perasaan kepada penonton baik itu secara tunggal maupun berpasangan.

Sementara itu, bunyi-bunyian yang berasal dari iringan musik tari ini berfungsi sebagai pengatur gerak si penari serta untuk menguatkan tujuan yang ingin dicapai.

Tari kreasi sendiri dapat dijelaskan dalam kosakata yaitu sebagai bentuk pengungkapan ekspresi manusia melalui media gerakan dan irama.

Selain itu, tarian ini bersifat non etnik. Maksudnya adalah bukan dari jenis tari tradisi yang berkaitan erat dengan adat istiadat masyarakat. Sehingga dapat dikatakan bahwa tarian ini bukan jenis tari yang berfungsi untuk melengkapi acara adat/ritual kebudayaan.

Tari kreasi juga dikenal sebagai tari non etnik, tari non tradisi, tari modern dance, kontemporer, tari komposisi, serta tari latar. Istilah-istilah inilah yang menunjukkan karya seni yang baru berkembang untuk menyesuaikan jaman.

Ciri-ciri Tari Kreasi

Contoh Tari Kreasi
materitertulis.blogspot.com

Untuk mengetahui tari kreasi, kita dapat melihat ciri-cirinya, yaitu:

  • Pesan atau makna yang timbul dari tari kreasi merupakan ungkapan ekspresi pribadi.
  • Lebih memprioritaskan repertoar pra gerakan sebagai hasil dari eksplorasi.
  • Tidak memperlihatkan identitas kultural.
  • Menunjukkan kebebasan dalam berinteraksi, yaitu secara koreografi.

Jenis-jenis Tari Kreasi

Contoh Tari Kreasi
www.goodnewsfromindonesia.id

Tari kreasi sendiri dapat dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu:

1. Tari Kreasi Berpola Tradisi

Jenis tari kreasi berpola tradisi ini merupakan tari kreasi yang dilakukan/digarap berdasarkan kaidah tradisi, baik itu dari koreografi, iringan musik, tata rias, busana, dan teknik pementasannya. Meski dilakukan pengembangan, tarian dasar ini tetap tidak dihilangkan esensi tradisinya.

2. Tari Kreasi tidak Berpola Tradisi (Non Tradisi)

Kedua adalah tari kreasi tidak berpola tradisi, yaitu jenis tari kreasi yang digarap dengan lepas, tanpa masuk pola-pola tradisi yang mengikat, baik itu unsur koreografi, iringan musik, tata rias, tata busana, dan teknik pertunjukannya.

Walaupun jenis tarian ini tidak menggunakan pola tradisi, bukan berarti meninggalkan unsur tradisi sama sekali, melainkan bisa saja memakai gagasannya saja.

Baca Juga: Pengertian Alat Musik Ritmis

Fungsi Tari Kreasi

Contoh Tari Kreasi
ringgoabrio.blogspot.com

Fungsi utama dari tari kreasi adalah untuk menunjukkan dan juga menyajikan hiburan yang estetis. Karena bertujuan untuk pementasan, maka penampilan sebuah tari harus memerlukan latihan yang berulang-ulang serta mengandung kaidah-kaidah khusus yang harus dipertimbangkan.

Selain harus memenuhi kaidah-kaidah umum seperti wiraga, wirasa, dan wirama, setiap etnisnya juga harus memiliki keindahan yang berbeda-beda.

Seperti contohnya yaitu tari Sunda klasik yang mana tarian ini mempertimbangkan wiraga (postur tubuh penari), wirasa (ekspresi pada saat menari), wirama (kemampuan si penari dalam menyesuaikan iringan), alus (harmonisasi), dan sari (penghayatan).

Itulah pembahasan mengenai contoh tari kreasi di Indonesia lengkap beserta pengertian, ciri, jenis, dan fungsinya. Dengan pembahasan tersebut, semoga dapat menjadi referensi bagi kita semua.

Fungsi Seni Kriya

Fungsi Seni Kriya

Fungsi Seni Kriya – Negara kita adalah negara yang terkenal karena memiliki kesenian dan keragaman budaya Indonesia yang tidak ada duanya. Nah, salah satu keragaman budaya atau kesenian di Indonesia adalah seni kriya.

Keberadaan seni kriya ini sangat erat dengan aktivitas dan kebutuhan bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Seni kriya sendiri merupakan sebuah karya seni yang dibuat atau dihasilkan menggunakan keterampilan tangan.

Namun seni kriya juga harus memperhatikan kebutuhan fisik dan juga nilai keindahan (estetika).

Fungsi Seni Kriya dalam Kehidupan Manusia

Fungsi Seni Kriya
serambipintar.blogspot.com

Seni kriya sendiri telah ada di Indonesia sejak zaman prasejarah nenek moyang kita. Ini dibuktikan dengan ditemukannya benda-benda sejak zaman neolitikum yang mana pada waktu itu manusia sudah mulai tinggal menetap pada satu tempat.

Lantas, apa saja fungsi seni kriya dalam kehidupan manusia? Berikut penjelasan selengkapnya.

Hiasan (Dekorasi)

Salah satu hasil dari seni kriya ini banyak dijadikan sebagai hiasan atau dekorasi yang mana tujuannya adalah untuk mengelola permukaan benda sehingga terlihat lebih menarik untuk dinikmati.

Gambar dekorasi adalah gambar hiasan yang membuat wujud ruangan menjadi terlihat lebih hidup serta memiliki nilai estetik.

Banyak hasil karya seni kriya yang dijadikan sebagai pajangan karena seni kriya merupakan kelompok seni rupa yang menonjolkan rupa daripada fungsinya seperti halnya cindera mata, ukir, hiasan dinding, dan lain sebagainya.

Benda Terapan

Jenis seni kriya dalam hal ini adalah lebih mengutamakan fungsinya sebagai benda yang siap pakai. Umumnya mempunyai sifat nyaman, enak dipandang namun tetap tidak menghilangkan unsur keindahan seni kriya itu sendiri. Seperti contohnya adalah keramik, furnitur, senjata, dan lain-lain.

Benda Mainan

Tanpa disadari ternyata produk dari seni kriya sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya adalah sebuah terapan ukir yang memiliki fungsi sebagai alat permainan.

Biasanya produk seni kriya ini dikemas secara sederhana, bahan yang digunakan mudah di dapatkan serta harga yang ditawarkan murah namun tidak murahan. Contoh dari seni kriya benda mainan adalah dakon, kipas kertas, boneka, dan lainnya.

Baca Juga: Fungsi Musik Tradisional

Pengertian Seni Kriya

Fungsi Seni Kriya
info.naminakiky.com

Secara etimologi, kata kriya berasal dari bahasa Sansekerta yaitu “Krya” yang berarti mengerjakan. Seiring berjalannya waktu, kata Krya berkembang menjadi karya, kriya, dan kerja.

Maka dalam arti khusus, kriya adalah mengerjakan suatu hal yang menghasilkan sebuah objek, benda atau karya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata kriya diartikan sebagai jenis pekerjaan kerajinan tangan.

Adapun dalam bahasa Inggris, kriya atau Craft memiliki arti energi atau kekuatan, maksudnya adalah suatu keterampilan dalam membuat sesuatu.

Dengan begitu, pengertian seni kriya dapat diartikan sebagai seni yang sempurna karena tidak hanya pemenuhan yang dibutuhkan saja namun keindahan juga tetap diperhatikan.

Baca Juga: Unsur-unsur Musik

Jenis-Jenis Seni Kriya Nusantara

Fungsi Seni Kriya
www.inacraftnews.com

Wujud atau bentuk dari seni kriya di Indonesia sangatlah beragam, termasuk juga bahan-bahan yang digunakan. Dari beberapa seni kriya khas Nusantara, ternyata ada juga seni kriya yang tetap mempertahankan ciri atau keanekaragaman khas tradisionalnya.

Beberapa jenis seni kriya yang ada di Indonesia adalah:

Seni Kriya Kayu

Seni kriya kayu merupakan suatu jenis seni kriya yang mana dalam proses pengerjaannya selalu mengkombinasikan nilai fungsi dan juga estetika yaitu dengan menggunakan bahan kayu.

Adapun seni kriya kayu ini dapat dibagi menjadi dua, yaitu tingkatan dasar dan profesional. Contohnya adalah patung, wayang golek, topeng, hiasan ukiran, dan lain sebagainya.

Seni Kriya Tekstil

Jenis seni kriya selanjutnya adalah seni kriya tekstil yang berbahan dasar menggunakan kain. Adapun istilah tekstil di sini mempunyai lingkup yang cukup luas.

Biasanya kain terbuat dari serat kualitas terbaik sehingga menghasilkan benang berkualitas untuk selanjutnya ditenun dan dijadikan sebagai barang yang sesuai dengan keinginan si pembuatnya.

Sama seperti halnya seni kriya kayu, seni kriya tekstil juga dikelompokkan menjadi dua, yaitu karya tenun dan karya batik.

Seni Kriya Keramik

Selanjutnya adalah seni kriya keramik yaitu merupakan benda yang terbuat dari tanah liat. Pembuatannya sendiri menggunakan teknik slab, putar, kemudian dicetak tuang.

Beberapa daerah di Indonesia yang terkenal sebagai penghasil seni kriya keramik adalah Banjarnegara, Bandung, Jepara, Malang, Yogyakarta, dan beberapa daerah lain di Indonesia.

Seni Kriya Batu

Seni kriya batu merupakan jenis seni kriya yang terbuat dari batu sebagai bahan dasar utamanya yang kemudian batu ini akan dibentuk sedemikian rupa sehingga terlihat indah dan memiliki nilai jual tinggi. Contoh dari seni kriya batu adalah batu permata, fosil, batu akik, dan lainnya.

Seni Kriya Logam

Seni kriya logam adalah seni kriya yang bahan dasar dalam membuat seninya adalah menggunakan logam. Teknik pembuatannya sendiri terdiri dari dua cara, yaitu teknik bivalve dan cetak lilin.

Seni Kriya Kulit

Terakhir adalah seni kriya kulit. Seperti namanya, seni kriya ini berbahan dasar utama adalah kulit binatang. Beberapa jenis kulit yang digunakan untuk membuat seni kriya kulit adalah kulit kerbau, kulit sapi, kulit kambing, dan beberapa jenis binatang lainnya.

Sebelum dibuat kerajinan, kulit tersebut harus melalui beberapa proses pengolahan, mulai dari pemisahan kulit dari daging hewan, pencucian menggunakan cairan tertentu, pembersihan, perendaman hingga ke tahap proses finishing.

Banyak seni kriya kulit yang ada di Indonesia, di antaranya adalah wayang kulit, dompet, ikat pinggang, jaket, dan lain-lain.

Demikianlah pembahasan kali ini mengenai fungsi seni kriya lengkap beserta pengertian, jenis, dan contohnya. Semoga dapat menjadi sumber rujukan bagi kita yang saat ini sedang mencari pengetahuan akan hal tersebut.

Fungsi Musik Tradisional

Fungsi Musik Tradisional

Fungsi Musik Tradisional – Di era seperti sekarang ini mungkin tidak banyak orang yang mengetahui tentang jenis musik tradisional. Hal ini karena di jaman serba modern ini banyak orang yang lebih menyukai musik modern sehingga banyak yang mulai meninggalkan musik tradisional.

Ini tentu merupakan hal yang tidak boleh dibiarkan karena musik tradisional merupakan bagian dari kekayaan nusantara yang wajib kita jaga.

Salah satu hal yang perlu kita lakukan untuk menjaganya agar tetap ada dan tidak tergerus oleh jaman adalah dengan mengenal jenis musik tradisional. Maka pada kesempatan kali ini, kita akan membahas bersama-sama mengenai musik tradisional.

Baca Juga: Unsur-unsur Musik

Fungsi Musik Tradisional

Fungsi Musik Tradisional
www.djarumcoklat.com

Sebelum membahas lebih jauh mengenai apa itu musik tradisional, mengetahui fungsi daripada jenis musik ini merupakan hal yang perlu kita ketahui. Jika demikian, lantas musik tradisional berfungsi sebagai apa? Berikut adalah beberapa fungsi dari musik traditional.

Pengiring Tarian

Di beberapa daerah di Indonesia, musik tradisional digunakan sebagai sarana untuk mengiringi tari-tarian daerah. Sehingga kita dapat dengan mudah menjumpai tarian khas daerah yang diiringi oleh musik tradisional.

Bukan hanya itu saja, saat ini musik tradisional juga sering dijadikan sebagai pengiring tarian modern seperti dansa, poco-poco, dan lainnya.

Sebagai Sarana Upacara Adat (Ritual)

Sudah tidak dipungkiri lagi bahwa musik tradisional sering dijadikan sebagai sarana upacara adat, seperti misalnya untuk upacara perkawinan, kelahiran, kematian, keagamaan, dan juga kenegaraan.

Bahkan di beberapa daerah di Indonesia, bunyi yang dihasilkan dari musik tradisional dipercaya memiliki kekuatan magis. Inilah yang dijadikan sebagai alasan jika musik tradisional dipilih untuk sarana kegiatan adat istiadat dan budaya.

Sebagai Sarana Hiburan

Seni musik merupakan salah satu cara untuk menghilangkan perasaan stres/jenuh akibat dari rutinitas sehari-hari dan juga dijadikan sebagai sarana rekreasi.

Jika di suatu daerah ada yang menyelenggarakan kesenian musik tradisional, maka biasanya masyarakat Indonesia berbondong-bondong untuk menyaksikannya.

Sebagai Sarana Komunikasi

Musik tradisional juga berfungsi sebagai sarana untuk berkomunikasi antar anggota kelompok masyarakat.

Bunyi bunyi yang berasal dari musik tradisional ini memiliki pola ritme tertentu sehingga dapat menjadi tanda untuk anggota masyarakat akan suatu peristiwa atau kegiatan tertentu.

Adapun beberapa alat musik tradisional yang umumnya dipakai untuk berkomunikasi adalah kentongan, bedug, dan lonceng.

Sebagai Sarana Ekonomi

Bagi para pekerja seni atau musisi profesional, musik tentu tidak hanya dijadikan sebagai sarana ekspresi dan aktualisasi diri saja, melainkan musik juga dijadikan sebagai sumber penghasilan.

Mereka biasanya akan merekam hasil karya seninya baik itu dalam bentuk pita kaset maupun cakram padat (Compact Disk/CD) untuk dijual.

Dari hasil penjualan inilah mereka mendapatkan penghasilan sehingga dapat dijadikan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Selain itu, para pekerja seni musik juga sering kali mengadakan pertunjukan yang dipungut biaya.

Sementara itu, pertunjukannya pun tidak hanya diselenggarakan di satu tempat saja, melainkan juga diselenggarakan di berbagai daerah di Indonesia dan bahkan luar negeri.

Sebagai Sarana Ekspresi Diri

Khususnya bagi para seniman, musik adalah suatu media untuk mengekspresikan diri. Melalui musik, mereka akan menunjukkan atau mengaktualisasikan potensi yang mereka miliki.

Dengan melalui musik juga mereka mengungkapkan perasaan, pikiran, emosi, gagasan, dan juga cita-cita tentang diri sendiri, masyarakat, dunia, atau bahkan mengekspresikan akan Kebesaran Tuhan.

Baca Juga: Alat Musik Petik Tradisional

Pengertian Musik Tradisional

Fungsi Musik Tradisional
www.penaseo.com

Setelah mengetahui fungsi dari musik tradisional, kini saatnya kita membahas mengenai pengertian daripada musik tradisional. Seni musik sendiri dapat didefinisikan sebagai sebuah sarana ekspresi atau pikiran yang dikeluarkan secara teratur dalam bentuk bunyi.

Sementara kata musik berasal dari bahasa Yunani “mousike” yang mana kata tersebut diambil dari nama dewa dalam mitologi Yunani kuno yaitu Mousa yang memimpin seni dan ilmu. (Ensiklopedia Nasional Indonesia, 1990 : 413).

Sedangkan kata tradisional adalah berasal dari kata Traditio” (Latin) yang berarti kebiasaan masyarakat yang bersifat turun-temurun.

Dalam hal ini, kata tradisional merupakan sifat yang berpegang teguh terhadap kebiasaan yang terjadi secara turun-temurun (Salim dan Salim, 1991 : 1626).

Sedayawati (1992 : 23) berpendapat jika pengertian musik tradisional merupakan jenis musik yang digunakan sebagai perwujudan dan juga nilai-nilai yang sesuai/sejalan dengan tradisi.

Berbeda dengan Sedyawati, Tumbijo (1977 : 13) mengatakan bahwa musik tradisional adalah suatu seni budaya yang telah lama turun temurun dan telah ada serta berkembang di daerah tertentu.

Akan tetapi pengertian musik tradisional secara umum adalah musik masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun dan juga berkelanjutan pada masyarakat di suatu daerah.

Ciri-ciri Musik Tradisional

Fungsi Musik Tradisional
wikimedia.org

Terdapat beberapa ciri atau karakteristik dari musik tradisional. Ciri-cirinya ini dapat dilihat dari segi melodi dan juga aransemen khas. Jenis musik yang satu ini tidak ditulis atau didokumentasikan dan diturunkan dengan cara lisan.

Agar lebih jelas, berikut adalah ciri-ciri musik tradisional yang berhasil dirangkum dari Kemendikbud (2017, hlm. 6).

  • Ide musik baik itu vokal maupun cara memainkan alat musiknya ditularkan serta diwariskan secara langsung dan tidak tertulis untuk kemudian langsung harus dihafalkan
  • Alunan melodi dan iramanya menunjukkan ciri khas yang bersifat kedaerahan
  • Jika menggunakan vokal, syair lagu harus menggunakan bahasa daerah
  • Alat musik yang digunakan adalah alat-alat musik khas daerah.

Jenis Musik Tradisional Indonesia

Fungsi Musik Tradisional
hidupsimpel.com

Seni musik tradisional umumnya dikelompokkan pada saat kedudukan musik tersebut ketika dalam acara atau upacara adat istiadat tertentu.

Setiap daerah memiliki budaya, etnis dan suku bangsa mempunyai corak yang digunakan untuk perayaan adat tradisi ini memiliki ragam musik khasnya masing-masing.

Jenis musik tradisional di Indonesia sendiri dapat dibedakan menjadi:

  • Musik tradisi yang dikhususkan untuk upacara kehidupan dan kematian
  • Musik tradisi untuk acara perawatan sumber daya alam dan juga kelestarian lingkungan hidup
  • Musik tradisi untuk perayaan sosial, kenegaraan, dan lain sebagainya.

Selain musik tradisi, beberapa jenis musik lainnya juga termasuk ke dalam jenis musik tradisional Indonesia. Di antaranya adalah musik perjuangan, musik keroncong, musik pop, dan musik dangdut.

Baca Juga: Pengertian Alat Musik Ritmis

Contoh Musik Tradisional Indonesia

Fungsi Musik Tradisional
annienugraha.com

Beberapa contoh musik tradisional yang ada di negara kita ini adalah:

  • Musik Krumpyung
  • Musik Gong Luang
  • Musik Laras Madya dan Santi Swara
  • Musik Huda
  • Musik Goong Rentang
  • Musik Gambang Kromong
  • Musik Karang Dodou

Nah, demikianlah pembahasan kali ini mengenai fungsi musik tradisional lengkap beserta pengertian, jenis, dan contohnya yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Mari kita jaga bersama kekayaan budaya yang tidak ternilai harganya ini agar tetap lestari.

Unsur-unsur Musik

Unsur-unsur Musik

Unsur-unsur Musik – Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, definisi musik adalah sebuah ilmu seni menyusun nada atau suara dalam urutan, kombinasi dan juga hubungan temporal guna mendapatkan komposisi suara agar menghasilkan kesatuan dan juga kesinambungan.

Musik sendiri merupakan salah satu jenis seni yang telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Kehadiran musik juga dapat menjadi media ekspresi manusia untuk mengungkapkan segala bentuk perasaan yang dialaminya.

Selain itu, musik juga memiliki banyak manfaat lainnya baik itu dalam hal spiritual, pendidikan, maupun hiburan.

Baca Juga: Alat Musik Petik Tradisional

Unsur-unsur Musik dalam Bernyanyi

Unsur-unsur Musik
www.yuksinau.id

Salah satu dasar dari unsur seni musik adalah kerangka yang mengkombinasikan beberapa hal agar menghasilkan sebuah seni atau unsur seni musik.

Adapun secara umum terdapat 8 unsur utama dalam musik, yaitu melodi, birama, ritme atau irama, harmoni, tangga nada, dinamika, tempo, dan timbre. Berikut adalah penjelasan selengkapnya.

Melodi

Unsur-unsur Musik
miro.medium.com

Melodi adalah suatu kesatuan frase yang tersusun dari nada-nada dengan urutan, interval, serta tinggi rendah yang teratur. Singkatnya, pengertian melodi adalah suatu tingkatan tinggi rendah dan panjang pendek nada yang terdapat dalam sebuah musik.

Dengan adanya melodi inilah yang membuat musik menjadi lebih berwarna sehingga enak untuk didengarkan/dinikmati.

Musik melodi juga terdengar seperti nada yang seakan-akan bergerak menuju puncak dan kemudian kembali ke kondisi sebelumnya. Sementara itu, susunan melodi terdiri dari pitch, durasi, dan tone.

Birama

Unsur-unsur Musik
www.yuksinau.id

Selanjutnya adalah birama. Birama ialah ketukan atau ayunan yang terjadi secara berulang-ulang dan teratur pada waktu bersamaan.

Pada umumnya birama ditulis dalam angka pecahan seperti 2/4, 2/3, 3/4 dan lainnya. Sedangkan angka di atas tanda “/” atau penyebut menunjukkan nilai nada dalam satu ketukan.

Jika dilihat dari bilangan penyebutnya, terdapat 2 jenis birama, yaitu birama ganjil dan genap. Adapun birama yang nilainya ganjil disebut dengan birama tenair, sedangkan birama yang nilai penyebutnya genap disebut dengan birama bainar.

Ritme (Irama)

Unsur-unsur Musik
www.dictio.id

Ritme atau disebut juga irama merupakan suatu rangkaian gerak beraturan yang menjadi unsur dasar pada musik. Irama juga dapat diartikan sebagai pengertian dari panjang pendek, tinggi rendah, dan juga keras lembut nada atau bunyi yang terdapat dalam suatu rangkaian musik.

Unsur musik yang satu ini juga turut menentukan ketukan dalam musik. Jika kita mendengarkan musik secara sekilas, maka ritme atau iramanya memang tidak dapat langsung dirasakan. Namun jika kita ingin mengetahuinya, maka kita harus mendengarkan musik secara berulang-ulang.

Harmoni

Unsur-unsur Musik
www.ngelmu.co

Harmoni merupakan sekumpulan nada yang apabila dimainkan secara bersama-sama akan menghasilkan sebuah bunyi yang enak untuk dinikmati. Lebih jelasnya, harmoni adalah suatu bentuk keselarasan paduan bunyi atau nada.

Unsur yang terkandung dalam harmoni sendiri meliputi susunan, peranan, serta hubungan dari sebuah paduan bunyi dengan bentuk keseluruhan.

Akan tetapi harmoni juga dapat diartikan sebagai suatu rangkaian akor-akor yang disusun secara selaras dan dimainkan/dijadikan sebagai iringan musik. Adapun akor-akor ini dijadikan sebagai pengiring melodi.

Tangga Nada

Unsur-unsur Musik
www.guitarsquartz.net

Pengertian tangga nada yaitu urutan dari suatu nada yang disusun untuk membentuk tangga. Tangga nada sendiri dibagi menjadi dua, yaitu tangga nada diatonik dan tangga nada pentatonik.

Tangga nada diatonik merupakan tangga nada yang terdiri dari 7 buah nada serta terdiri dari 2 jenis jarak (1/2 dan 1). Berbeda dengan tangga nada diatonik, tangga nada pentatonik merupakan tangga nada yang hanya terdiri dari 5 nada pokok saja.

Dalam setiap tangga nada pasti memiliki satu nada dasar untuk diikuti oleh nada-nada lainnya baik itu lebih rendah maupun dapat juga lebih tinggi, dengan pola interval tertentu sehingga membentuk sebuah ciri khas tertentu.

Baca Juga: Pengertian Alat Musik Ritmis

Dinamika

Dalam seni musik, dinamika dapat diartikan sebagai tanda untuk memainkan nada baik itu dengan volume nyaring maupun lembut.

Dinamika sendiri memiliki fungsi sangat penting karena dapat menunjukkan nuansa sebuah lagu, baik itu nuansa senang, sedih, agresif, datar, dan lain sebagainya. Bukan hanya itu saja, dinamika juga dapat menunjukkan emosi dan juga perasaan yang terdapat pada sebuah lagu.

Kondisi nyaring (keras) atau lembut pada dinamika juga memiliki istilah sendiri-sendiri, seperti misalnya pianissiomo (sangat lembut), piano (lembut), mezzo piano (setengah lembut), forte (keras), mezzo forte (setengah keras), fortissimo (sangat keras), dan lainnya.

Tempo

Definisi daripada tempo adalah ukuran kecepatan birama lagu. Hal ini yang menjadikan semakin cepat sebuah lagu yang dimainkan membuat semakin besar pula nilai tempo yang ada pada sebuah lagu tersebut.

Tempo juga memiliki ukuran, yaitu beat. Beat adalah ketukan yang menunjukkan banyaknya ketukan dalam waktu satu menit. Unsur yang satu ini menjadi hal yang sangat penting dalam musik yaitu untuk memastikan kesesuaian kecepatan lagu dengan iringan musik.

Terdapat 8 kategori tempo, yaitu largo (lambat sekali), lento (lebih lambat), adagio (lambat), andante (sedang), moderato (sedang sedikit cepat), allegro (cepat), vivace (lebih cepat), dan terakhir adalah presto (cepat sekali).

Timbre

Timbre juga termasuk sebagai salah satu unsur-unsur musik yang mana timbre ini merupakan perbedaan sifat antara dua nada yang sama kuat dan juga sama tinggi nadanya dalam konstruksi instrumen.

Selain itu, timbre juga dapat diartikan sebagai kualitas atau warna bunyi yang terdapat dalam seni musik. Bunyi timbre ini akan sangat dipengaruhi oleh sumber bunyinya, yaitu alat musik.

Contohnya adalah timbre yang dihasilkan dari alat musik tiup tentu berbeda dengan timbre yang dihasilkan dari alat musik petik meskipun keduanya dimainkan pada nada yang sama.

Nah, itulah pembahasan mengenai unsur-unsur musik lengkap beserta penjelasannya. Semoga dengan pembahasan tersebut dapat menjadi wawasan tambahan bagi kita akan seni musik.

Alat Musik Petik Tradisional

Alat Musik Petik Tradisional

Alat musik petik tradisional adalah salah satu jenis instrumen yang telah dimodifikasi dan dibentuk sedemikian rupa agar mampu mengeluarkan suatu bunyi sehingga dapat digunakan pada sebuah acara pertunjukan seni musik.

Selain alat musik petik, terdapat juga jenis alat musik lainnya, seperti alat musik gesek, pukul, tiup, dan tekan.

Nah, salah satu negara yang banyak memiliki kekayaan keragaman budaya adalah Indonesia. Ya, negara kita ini memiliki banyak tradisi budaya atau kesenian tradisional, seperti misalnya alat musik.

Baca Juga: Pengertian Alat Musik Ritmis

Pengertian Alat Musik Petik

Alat Musik Petik Tradisional
saintif.com

Dapat dikatakan, alat musik petik adalah salah satu instrumen musik yang paling sering digunakan dalam acara musik yang membuat keberadaannya ini tidak dapat terpisahkan dari seni pertunjukan musik itu sendiri.

Sementara itu, semua jenis alat musik petik memiliki ciri-ciri yaitu menggunakan dawai atau senar untuk menghasilkan suara/bunyi.

Sedangkan perbedaan panjang dan pendek senar yang terdapat pada alat musik petik inilah yang mempengaruhi terhadap tinggi dan rendahnya nada yang dihasilkan.

Adapun pengertian alat musik petik secara umum adalah suatu alat musik yang dapat mengeluarkan suara atau bunyi pada saat alat musik tersebut digetarkan atau dipetik pada bagian dawai atau senarnya.

Contoh Alat Musik Petik Tradisional Indonesia

Alat Musik Petik Tradisional
www.carabermainalatmusik.com

Indonesia memiliki banyak alat musik tradisional yang mana cara memainkannya dengan cara dipetik. Berikut adalah beberapa contohnya:

1. Kecapi

Kecapi merupakan salah satu alat musik petik yang pertama kali ditemukan di tanah Pasundan. Alat musik yang satu ini memiliki jumlah dawai yang bermacam-macam.

Namun pada umumnya terdapat sekitar 15-20 dawai sesuai dengan jenis dan ukuran kecapi. Berdasarkan bentuknya, kecapi memiliki dua jenis, yaitu Parahu dan Siter.

Kedua jenis kecapi ini memiliki ciri yaitu menggunakan dawai yang diikatkan pada bagian kanan kotak yang berfungsi untuk mengontrol nada lagu.

Sementara jika dilihat berdasarkan fungsinya, kecapi memiliki dua jenis, yaitu Rincik dan Indung. Jenis kecapi Indung memiliki ukuran lebih besar daripada kecapi Rincik.

2. Sasando

Sasando merupakan salah satu alat musik petik tradisional asli Indonesia, tepatnya berasal dari pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan sejarahnya, sasando telah dimainkan oleh masyarakat di pulau tersebut sejak abad ke-7 Masehi.

Alat musik yang unik ini terbuat dari bambu yang dibentuk menjadi sebuah tabung yang panjang. Pada awalnya hanya terdapat dua tipe/jenis sasando, yaitu sasando Engkel dan sasando Dobel. Namun saat ini sudah ada tipe sasando elektrik.

3. Siter

Siter merupakan alat musik petik yang juga asli Indonesia, yaitu dari Jawa Tengah. Sekilas bentuknya mirip seperti kecapi, bedanya terletak pada cara memainkannya.

Biasanya siter digunakan sebagai alat musik pengiring pertunjukan seni musik. Siter memiliki ruang penggema yang berbentuk trapesium dan di bagian atasnya terdapat bentangan senar kawat yang panjang.

4. Jentreng

Jentreng adalah alat musik petik yang mirip seperti kecapi. Bedanya terletak pada ukurannya yang lebih kecil. Di Jawa Barat sendiri masyarakat lebih mengenal jentreng dengan sebutan tawangsa.

Karena memiliki ukuran yang lebih kecil dari kecapi, maka jentreng hanya memiliki 7 buah dawai, sementara kecapi memiliki dawai 15-20 buah.

Bahan untuk membuatnya ini berasal dari kayu nangka atau kenanga yang membuatnya memiliki suara yang khas.

5. Celempung

Provinsi Jawa Barat memang memiliki banyak alat musik tradisional, seperti halnya celempung. Berdasarkan fungsinya, alat musik petik yang satu ini kerap kali digunakan sebagai instrumen pelengkap musik gamelan daerah.

Terdapat keunikan dari alat musik ini, yaitu terletak pada penyetelan senarnya yang menggunakan nada prelog, sementara nada slendro digunakan untuk senar lainnya.

6. Japen

Japen merupakan alat musik tradisional yang berasal dari Kalimantan Tengah yang memiliki instrumen hampir sama seperti kecapi. Saking miripnya, bahkan bunyi nada dari japen juga mirip seperti bunyi nada kecapi.

7. Sampek

Berasal dari suku Dayak, sampek merupakan salah satu alat musik tradisional yang mana dalam memainkannya adalah dengan cara dipetik. Umumnya sampek terbuat dari kayu ulin dan kapur.

Awalnya senar sampek terbuat dari pohon enau, namun kini senarnya terbuat dari kawat kecil. Ciri khas dari alat musik ini adalah memiliki 3-6 senar.

Suku Dayak biasanya menggunakan sampek untuk mengiringi proses acara adat serta digunakan juga untuk mengiringi tarian tradisional.

Keunikan daripada alat musik ini adalah terletak pada bagian ujungnya yang memiliki semacam hiasan yang dijadikan sebagai ciri khas utama suku Dayak, yaitu kepala burung elang.

Baca Juga: Karakteristik Musik Kontemporer

Contoh Alat Musik Petik Modern

Alat Musik Petik Tradisional
Pinterest

Setelah kita mengetahui alat musik petik tradisional, kini kita akan membahas tentang contoh alat musik modern. Sebenarnya terdapat banyak sekali alat musik petik modern yang ada di dunia. Berikut adalah beberapa contohnya:

1. Gitar

Gitar merupakan alat musik petik modern paling terkenal dan paling sering dimainkan oleh orang-orang di seluruh dunia. Kemunculan alat musik yang satu ini berasal dari Spanyol.

Namun seiring berjalannya waktu, gitar kemudian menyebar hingga ke seluruh negara. Maka tak heran jika sebagian masyarakat di dunia mengenal dan dapat memainkannya.

Karena dimainkan dengan cara dipetik, maka gitar pasti memiliki senar/dawai yang menjadi sumber bunyi. Dibuat menggunakan bahan kayu serta memiliki bentuk leher dan badan yang sebagaimana sering kita lihat.

Bukan hanya dipetik saja, gitar juga dapat dimainkan dengan cara di “genjreng” menggunakan jari. Gitar sendiri memiliki dua tipe yang populer di dunia, yaitu gitar akustik dan yang satunya lagi adalah gitar elektrik.

Meskipun terlihat sederhana, namun gitar memiliki 144 kord yang dapat digunakan sesuai kebutuhan untuk menghasilkan nada/bunyi yang diinginkan.

2. Banjo

Banjo adalah alat musik petik yang berasal dari Amerika. Sejarah munculnya alat musik banjo di Amerika ini berawal dari kehidupan budak Afrika.

Budak-budak inilah yang menciptakan sekaligus mengembangkan instrumen menjadi sebuah alat musik petik yang dapat mengeluarkan suara sangat khas.

Di sana, banjo sering digunakan untuk mengiringi pertunjukan musik seperti folk, country, serta irish tradisional.

3. Ukulele

Sekilas ukulele berbentuk mirip seperti gitar. Akan tetapi ukulele memiliki ukuran badan yang lebih kecil jika dibandingkan dengan gitar, yaitu hanya memiliki panjang sekitar 20 inchi.

Karena berasal dari Hawaii, maka nama ukulele pun diambil dari bahasa Hawaii yang berarti “kutu loncat”. Tepatnya pada tahun 1880, ukulele mulai menyebar ke beberapa negara termasuk Indonesia.

Ukulele sering kali dijadikan instrumen utama dalam seni musik keroncong, hal ini karena bunyi yang dihasilkannya terdengar sangat unik.

Karena keunikannya ini menjadikan banyak para pemusik Indonesia yang memainkannya. Secara umum, terdapat 4 jenis ukulele, yaitu Concert (38 cm), Soprana (33 cm), Baritone (48 cm), dan Tenor (43 cm).

4. Gambus

Berasal dari wilayah Timur Tengah, alat musik petik modern yang diberi nama gambus dikenal oleh masyarakat melayu yang pada awalnya dibawa oleh bangsa Timur Tengah yang datang ke melayu.

Bentuknya mirip seperti gitar, namun gambus memilik bentuk yang menyerupai labu dibagi dua. Gambus sering digunakan sebagai alat musik untuk mengiringi tarian zapin dan juga musik islami.

5. Sitar

Meski di Indonesia alat musik yang diberi nama sitar kurang terkenal, namun saat ini sudah banyak yang memainkannya. Sitar sendiri berasal dari Asia Selatan. Alat musik ini sering digunakan untuk mengiringi tarian India yang dikolaborasikan dengan instrumen musik klasik Hindustan.

Sitar sendiri menggunakan dawai yang berjumlah 7 buah serta memiliki dua jenis, yaitu dawai biasa dan dawai simpatetik. Sementara untuk mendapatkan nada yang unik, maka dawai memiliki ruang yang disebut resonasi ground.

6. Harpa

Harpa adalah salah satu alat musik petik tertua di dunia yang mana di dalamnya memiliki beberapa bagian, seperti sound board, neck, dan string. Sementara jumlah dawai pada harpa pun bervariasi, yaitu sekitar 22-47 buah.

Sementara itu, pada tahun 1500 SM, dawai harpa dibuat menggunakan rambut atau serat tanaman yang dikaitkan di antara kedua sisinya.

7. Pipa

Pipa adalah salah satu alat musik yang tergolong dalam alat musik petik murni yang berasal dari China. Alat musik ini telah ada sejak jaman dinasti Qing atau tepatnya antara tahun 221-206 SM.

Keunikan dari alat musik pipa terletak pada bentuknya yang mirip seperti buah pir dengan dawai berjumlah 4-5. Sejak ada dinasti Tang, pipa mulai dimainkan dan bahkan digunakan sebagai pengiring acara kerajaan.

Seiring berjalannya waktu, alat musik petik ini terus dimodifikasi dan dikembangkan mulai dari bentuk, jumlah fret, hingga cara memainkannya.

Demikianlah pembahasan mengenai alat musik petik tradisional dan modern. Dengan keberagaman alat musik petik yang ada hingga saat ini menandakan jika dunia memiliki beragam seni dan budaya yang unik, tanpa terkecuali Indonesia.