Perbedaan Drama dan Teater

Tak dapat dipungkiri bahwa sebagian dari kita tidak bisa menjelaskan perbedaan antara drama dan teater. Sehingga tak jarang dijumpai kedua kata tersebut digunakan dalam makna yang sama.

Namun bagaimanapun juga, kedua kata tersebut memiliki makna yang berbeda. Hal ini diperkuat dengan pernyataan dari Dewojati (2010:14) dalam bukunya. Ia menuliskan bahwa teater adalah sebuah pertunjukan yang dapat langsung dinikmati hingga ke seluruh elemen-elemennya.

Sedangkan menurut Aristoteles (dalam Dewojati, 2010:14), drama adalah esensi dari teater.  Drama juga memiliki struktur peristiwa yang bergerak mulai dari bagian awal hingga akhir yang mana drama membuat pertunjukan bergerak menjadi sebuah teater.

Baca Juga: Sejarah Wayang Kulit

Perbedaan Drama dan Teater

Perbedaan Drama dan Teater
cdn.ayobandung.com

Berdasarkan penjelasan di atas kita dapat menyimpulkan bahwa teater memiliki keterkaitan langsung dengan pertunjukan. Adapun drama sendiri berkaitan dengan lakon/naskah cerita yang akan dipentaskan.

Nah, agar kita tidak salah lagi dalam mengartikan kedua kata tersebut, berikut adalah penjelasan mengenai perbedaan antara drama dan teater.

Perbedaan dari Segi Istilah

Dapat dikatakan, perbedaan paling mencolok di antara keduanya adalah dari segi istilah yang digunakan. Seperti yang telah dijelaskan di atas. Beberapa ahli lainnya juga mengemukakan bahwa drama dan teater itu berbeda.

Menurut Tim Matrix Media Literata, drama merupakan suatu bentuk narasi yang menggambarkan kehidupan dan alam manusia yang ditunjukkan melalui perilaku (akting) yang dipentaskan.

Sementara menurut Anne Civardi, drama yaitu sebuah kisah yang ditampilkan/diceritakan melalui kata-kata dan gerakan. Drama sendiri berasal dari kata “draomai” yang berarti berbuat, bertindak, atau berlaku.

Maka dapat disimpulkan jika drama merupakan sebuah kisah yang dinarasikan dan juga diceritakan melalui sebuah seni pertunjukan gerak atau seni peran di atas panggung.

Istilah “teater” sendiri dapat di definisikan dalam arti luas yaitu sebagai kisah hidup dan kehidupan manusia yang dituangkan/diceritakan di atas pentas dengan menggunakan media seperti percakapan, gerak, dan juga laku yang didasarkan pada naskah yang tertulis dengan ditunjang oleh dekor, musik, tarian, nyanyian, dan lain sebagainya.

Namun jika dilihat dari segi bahasa atau dalam artian yang lebih sempit, teater merupakan sebuah gedung pertunjukan (auditorium).

Perbedaan dari Segi Ciri-cirinya

Sementara dari segi ciri-cirinya, baik itu drama maupun teater mempunyai ciri-ciri sendiri-sendiri yang membedakan keduanya. Di antara ciri-ciri yang membedakan drama dan teater adalah:

  • Pengucapan Vocal

Drama tidak memerlukan pengucapan vocal yang kuat. Hal ini karena drama didukung oleh teknologi penunjang seperti microphone dan juga speaker.

Ini tentu berbeda dengan teater yang harus memerlukan pengucapan vocal yang keras dan kuat. Sebab penampilan dilakukan di atas panggung maka vocal harus terdengar hingga ke penonton di bagian paling belakang.

  • Emosi

Pada seni drama, emosi yang dikeluarkan oleh pemain/lakon tidak harus terlalu kuat karena diperkuat atau didukung oleh alat-alat seperti kamera dengan berbagai teknik pengambilan gambar.

Sementara pada teater, emosi yang dikeluarkan oleh pemeran/lakon harus dengan perasaan yang ekstrem. Sama seperti pengucapan vocal, emosi perasaan juga harus terlihat hingga ke penonton di barisan paling belakang.

  • Make Up

Para pemeran pada drama biasanya menggunakan make up yang biasa/tidak mencolok. Ini berbanding terbalik dengan teater yang mana make up para pemerannya harus mencolok.

Teater ditampilkan di atas panggung dengan tambahan lighting. Maka make up para pemerannya juga harus terlihat kuat dan jelas hingga ke ujung panggung.

  • Pengambilan Adegan

Dari segi pengambilan adegan pun drama dapat melakukan adegan berkali-kali. Sebab drama bisa direkam oleh kamera. Adapun pada teater, cerita atau penampilannya harus dilakukan secara terus-menerus tanpa adanya jeda hingga ceritanya selesai.

Teater juga harus dilakukan tanpa kesalahan karena cerita yang ditampilkan adalah secara langsung.

Perbedaan dari Segi Cerita

Jika dilihat dari segi cerita, baik itu drama maupun teater memiliki perbedaan yang cukup mencolok. Pada umumnya drama menampilkan cerita dengan berdasarkan kehidupan sehari-hari. Contohnya ketika kita melihat sinetron atau film.

Untuk teater sendiri biasanya menampilkan cerita yang diambil dari hasil pemilihan naskah dan juga penggarapan yang terstruktur. Bukan hanya itu saja, teater juga menampilkan narasi/cerita yang mana adalah proses dari pemahaman publik.

Tempat Pertunjukan

Perbedaan mencolok lainnya adalah tempat yang digunakan untuk menampilkan/mementaskan masing-masing ceritanya.

Drama bisa ditampilkan di mana saja yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari seperti misalnya di rumah sakit, terminal, sekolah, stasiun kereta api, dan lainnya.

Sementara pada teater hanya dapat dilaksanakan di tempat pementasan saja, yaitu di atas panggung dengan dekorasi tertentu sesuai dengan naskah.

Perbedaan Jenis Drama dan Teater

Kita pasti pernah melihat atau menyaksikan drama dan teater dengan beragam jenis. Hal ini karena drama memiliki banyak jenisnya. Misalnya saja seperti horror, romance, dan lain-lain.

Sedangkan pada teater hanya lebih kepada dua jenis, yaitu tradisional dan modern. Teater tradisional merupakan sebuah seni pertunjukan yang muncul di masing-masing daerah dan biasanya berhubungan dengan adat istiadat setempat sesuai dengan kehidupan masyarakat di tempat tersebut.

Sementara teater modern merupakan suatu bentuk perkembangan dari seni teater tradisional yang telah diubah/dimodifikasi sedemikian rupa sesuai dengan ilmu drama yang berasal dari bangsa barat.

Akan tetapi kenapa pada akhirnya drama sering disebut sama dengan teater? Kesalahan ini terjadi karena drama yang sering kita liat di televisi seperti misalnya sinetron juga dapat dibuat menjadi sebuah pertunjukan langsung di atas panggung seperti halnya teater.

Hal inilah yang menjadi rancu sehingga kita sering menganggap bahwa kedua kata tersebut memiliki makna yang sama.

Baca Juga: Seniman Patung di Indonesia

Contoh Drama dan Teater

Perbedaan Drama dan Teater
klatenkab.go.id

Agar kita lebih memahami perbedaan kedua kata tersebut, berikut adalah beberapa contoh drama dan teater.

Contoh Drama

  • Drama Sekolah
  • Film
  • Sinetron

Contoh Teater

  • Seni Pertunjukan Ketoprak
  • Pertunjukan Reog
  • Teater Ludruk
  • Pertunjukan Lenong
  • Seni Drama dan Tari
  • Pertunjukan Mamanda
  • Pertunjukan¬† Sanghyang
  • Dll

Baca Juga: Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi

Tujuan Drama

Perbedaan Drama dan Teater
kebudayaan.kemdikbud.go.id

Secara umum, drama bertujuan untuk menghibur penonton yang menyaksikannya. Namun Dewojati (2010:1) berpendapat bahwa selain sebagai hiburan, drama juga memberikan kegunaan khususnya kepada pembaca (jika drama ditulis) dan juga kepada penonton (jika drama dipentaskan).

Biasanya seni pertunjukan juga erat sekali hubungannya dengan emansipasi manusia itu sendiri (Harymawan, 1986:7).

Berdasarkan penjelasan tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa selain untuk menghibur kepada penonton, drama juga memberikan gambaran langsung baik itu cara bersosialisasi dalam menghadapi kehidupan nyata, permasalahan kehidupan, maupun dalam cara berpikir dan bertindak seseorang dalam segala sesuatu yang terjadi pada kehidupan manusia pada umumnya serta mempertajam kepekaan emosi.

Sementara bagi para pemain adalah untuk meningkatkan imajinasi yang tertuang di dalam naskah, berlatih pengembangan ujar atau cara bicara, membentuk postur tubuh, dan sebagai sarana untuk menyalurkan bakat/hobi.

Itulah penjelasan mengenai perbedaan drama dan teater lengkap beserta contoh dan tujuannya. Dengan pembahasan kali ini, semoga kita tidak lagi salah dalam mengartikan kedua kata tersebut.

Tinggalkan komentar