Karakteristik Musik Kontemporer

Karakteristik Musik Kontemporer

Karakteristik Musik Kontemporer – Musik adalah salah satu seni yang dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Hadirnya musik ternyata tidak hanya dijadikan sebagai sarana hiburan saja, namun juga dapat dijadikan sebagai penenang pikiran di kala jenuh.

Seperti halnya seni yang lainnya, seni musik juga memiliki berbagai aliran, seperti misalnya aliran musik tradisional, jenis musik kontemporer hingga musik modern. Ya, dari sekian banyak jenis atau aliran musik, terdapat salah satu aliran musik, yaitu musik kontemporer.

Namun apakah kita mengetahui, apa itu musik kontemporer? Jika belum mengetahuinya, maka pada kesempatan kali ini kita akan membahas bersama-sama mengenai karakteristik musik kontemporer lengkap beserta pengertian dan hal lainnya yang masih berhubungan dengan musik kontemporer.

Karakteristik Musik KontemporerKarakteristik Musik Kontemporer

www.yuksinau.id

Untuk membedakan antara musik kontemporer dan dengan musik yang lainnya, maka sebelumnya kita wajib mengetahui karakteristiknya. Di bawah ini adalah karakteristik dari musik kontemporer:

  • Musik kontemporer memiliki melodi lirik yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan musik yang telah ada pada periode sebelumnya
  • Ritmenya kompleks
  • Memiliki banyak suara perkusi
  • Terdapat beberapa harmoni yang sengaja dibuat tidak selaras
  • Khusus frekuensi alat musik tiup wood wind, brass dan bunyi perkusi lainnya cenderung lebih sering terdengar jika dibandingkan dengan musik pada periode sebelumnya.
  • Musik kontemporer menggunakan suara sintetis dan elektronik

Pengertian Musik Kontemporer

Karakteristik Musik Kontemporer
www.ngelmu.co

Jenis musik kontemporer sendiri jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia adalah suatu hal yang mengedepankan aktivitas dan juga kreativitas.

Adapun dalam bahasa Inggris, musik kontemporer disebut juga dengan musik yang telah ada mulai dari zaman dahulu hingga sampai dengan saat ini.

Namun secara umum, pengertian musik kontemporer adalah sebuah cabang seni musik yang muncul sekitar abad ke-19 dan sampai dengan saat ini.

Baca Juga: Pengertian Tari Menurut Para Ahli

Sejarah Musik Kontemporer

Karakteristik Musik Kontemporer
www.whiteboardjournal.com

Membahas sedikit mengenai sejarah musik kontemporer yang mana musik ini pertama kali muncul sekitar abad ke 19, tepatnya berawal dari suatu gerakan seni lukis yang impresionis. Nah, kelompok yang membentuk ini yaitu kelompok pelukis yang berasal dari Prancis.

Sementara itu, pembentukan seni musik kontemporer ini didasarkan ketidaksetujuan terhadap pandangan romantisme yang diterima oleh masyarakat dengan aliran seni baru yaitu impersionalisme.

Aliran baru yang lebih mengedepankan kesan impresi ini dibuat dari karya seni, sehingga dalam musik kontemporer banyak menggunakan elemen baru yang menciptakan dan juga menonjolkan impresi.

Tepatnya 3 bulan terakhir di abad ke-19, mulailah muncul musik orkestrasi dan piano yang menghasilkan suara yang sangat bagus.

Bahannya sendiri berasal dari seni sastra kemudian dibarengi dengan munculnya tangga nada, chord, dan ritme yang masih dipakai hingga sampai dengan saat ini.

Hingga kemudian masuk pada abad ke-20, mulailah menunjukkan sastra dan seni di dalam mekanisme musik yang kemudian musik kini sudah memiliki variasi dan warna yang beragam dari modernisasi ke impresionisme.

Indonesia sendiri memiliki beberapa jenis musik kontemporer dan variasi yang juga beragam dan telah di akui dan di tetapkan sebagai gerakan besar yang di tiap tahunnya di adakan pekan komponis dan wadah bagi para komposer di seluruh Nusantara.

Ciri-ciri Musik Kontemporer

Karakteristik Musik Kontemporer
berita.upi.edu

Terdapat beberapa ciri-ciri dari musik kontemporer yang membedakan dengan aliran seni musik lainnya. Inilah ciri-ciri dari musik kontemporer:

  • Memiliki notasi musik yang hanya dapat dimengerti oleh pemusik saja. Hal ini karena notasinya ditulis menggunakan simbol atau tanda
  • Warna bunyi dapat saja sejenis namun dapat pula terdiri dari berbagai jenis
  • Bunyi atau suara yang tercipta didapat dari sumber yang beragam (elektronik) dan tidak hanya dari instrumen musik saja
  • Improvisasi dari musik kontemporer sangat bervariasi serta mengikuti keinginan dari si penciptanya
  • Biramanya tidak terpaku pada satu birama saja
  • Menggunakan tangga nada yang bervariasi
  • Musik kontemporer juga memiliki tempo dan dinamik yang lebih bervariasi

Unsur-unsur Musik Kontemporer

Karakteristik Musik Kontemporer
theinsidemag.com

Pada umumnya, seni musik memiliki unsur seperti nada, ritme, melodi dan harmoni. Begitu pula dengan musik kontemporer yang juga memiliki unsur-unsur tersebut.

Berikut adalah penjelasan mengenai unsur-unsur yang terdapat pada musik kontemporer:

Warna Nada (Tone Color)

Musik kontemporer memiliki sedikit penekanan pada campuran suara, namun disini perkusi memainkan peran utama, sedangkan warna nada yang dimainkan secara individu akan terdengar lebih jelas.

Harmoni

Pada aliran musik ini dikenal istilah polychord, yang mana 2 kunci nadanya terdengar pada waktu yang bersamaan. Namun dalam harmoni musik kontemporer juga menggunakan 4 kunci nada.

Ritme

Dapat dibilang, ritme merupakan salah satu unsur musik kontemporer yang paling menonjol/mencolok.

Disini, kebanyakan ritme yang digunakan adalah ritme yang membangkitkan semangat, dorongan, dan juga kegembiraan serta terdapat kelompok ketukan yang tidak beraturan.

Dalam ritme musik kontemporer, dikenal istilah polyrhrthm yang merupakan penggunaan dua ritme yang kontras dalam waktu bersamaan.

Melodi

Melodi adalah tingkatan tinggi-rendah dan juga panjang-pendek nada yang terdapat dalam musik. Adapun melodi dalam musik kontemporer ini dikenal memiliki range yang sangat besar atau lebar serta menggunakan 12 nada kromatik tanpa tonel center.

Baca Juga: Pengertian Seni Menurut Para Ahli

Jenis Musik Kontemporer

Karakteristik Musik Kontemporer
www.law-justice.co

Ada beberapa jenis musik kontemporer, seperti:

  • Musik Klasik
  • Musik Pop
  • Musik Rock
  • Musik Jazz
  • Musik Blues
  • Musik R&B

Alat Musik Kontemporer

Karakteristik Musik Kontemporer
s2.bukalapak.com

Beberapa jenis alat musik yang tergolong ke dalam musik kontemporer adalah:

  • Talempong
  • Sasando
  • Biola
  • Piano
  • Kecapi
  • Angklung
  • Suling
  • Gitar
  • Kolintang
  • Gamelan
  • Gelas Plastik
  • Perkusi

Fungsi Musik Kontemporer

Selain berfungsi sebagai kesenian, musik kontemporer juga memiliki beberapa fungsi lainnya, seperti:

Fungsi Keagamaan

Musik kontemporer dapat digunakan sebagai sarana untuk menyebarkan agama, yaitu dengan mengajarkan nilai kebaikan. Hal ini karena musik adalah salah satu media pembelajaran yang bagus dan dapat dengan mudah dipahami oleh masyarakat.

Fungsi Pendidikan

Fungsi pendidikan dalam konteks musik kontemporer adalah pada saat kerja sama dalam tim atau kelompok ketika sedang memainkan alat musik sehingga terbentuk musik yang harmonis.

Fungsi Hiburan

Sementara itu, fungsi paling umum dari sebuah musik adalah sebagai hiburan. Beberapa orang percaya, bahwa dengan mendengarkan musik ternyata dapat dijadikan sebagai hiburan tersendiri serta dapat menjadikan lebih relax dan santai serta bersemangat saat mendengarkan musik.

Fungsi Komunikasi

Musik juga dapat dijadikan sebagai media berkomunikasi untuk para pendengarnya. Seperti misalnya untuk menyampaikan ide, kritik sosial, motivasi, dan lainnya.

Fungsi Artistik

Maksud dari fungsi artistik pada musik kontemporer adalah sebagai media ekspresi seorang seniman guna untuk menyajikan sebuah karya yang ia ciptakan.

Fungsi Umum

  • Sebagai bentuk penemuan dan juga perkembangan gramatika musik
  • Aktualisasi gaya bermusik pada musik kontemporer dari komposer
  • Mengembangkan jenis dan juga variasi seni musik baik itu yang bersumber dari tradisi maupun bukan

Demikianlah pembahasan mengenai karakteristik musik kontemporer lengkap dari pengertian hingga fungsinya. Dengan pembahasan kali ini, semoga kita dapat lebih memahami seni musik kontemporer.

Pengertian Tari Menurut Para Ahli

Pengertian Tari Menurut Para Ahli

Pengertian Tari Menurut Para Ahli – Sebagai bangsa yang memiliki keragaman budaya Indonesia, negara kita ini mempunyai banyak kesenian yang tersebar di berbagai daerah di Nusantara.

Nah, salah satu kesenian di Indonesia yang cukup terkenal adalah seni tari. Seni tari sendiri merupakan salah satu cabang seni yang sangat melekat dengan budaya di Indonesia.

Hal ini terlihat dari perkembangannya yang cukup pesat yaitu dapat dilihat dari munculnya seni tari modern yang semakin eksis di zaman yang juga modern seperti sekarang ini.

Pengertian Tari Menurut Para Ahli

Pengertian Tari Menurut Para Ahli
infotenmem.blogspot.com

Meskipun kita sering menyaksikan seni tari baik itu secara langsung maupun melalui internet, namun apakah kita mengetahui mengenai definisi tari menurut para ahli?

Jika belum mengetahuinya, berikut adalah penjelasan mengenai definisi tari berdasarkan pendapat para ahli.

Aristoteles

Seni tari menurut Aristoteles adalah sebuah gerakan ritmis yang mana gerakannya ini memiliki tujuan tertentu. Tujuannya adalah untuk menghadirkan sebuah karakter yang dimiliki oleh manusia, tepatnya yang sebagaimana mereka bertindak dan menderita.

Hawkins

Sedangkan menurut Hawkins, seni tari adalah suatu ekspresi perasaan manusia yang diubah dalam sebuah imajinasi menjadi bentuk media gerak sehingga gerakan yang simbolis ini menggambarkan sebuah ungkapan bagi si penciptanya.

Jazuli

Jazuli mendefinisikan seni tari merupakan irama musik yang sebagai pengiring juga dapat digunakan untuk mengungkapkan maksud atau suatu tujuan yang sejatinya hendak disampaikan oleh si pencipta tari melalui si penari.

Suadarsa Prionggo Broto

Suadarsa Prionggo Broto mendefinisikan bahwa seni tari merupakan suatu ketentuan dari bentuk-bentuk gerakan tubuh manusia dan juga ruang.

Soedarsono

Tari menurut Soedarsono adalah menggambarkan sebuah ekspresi jiwa manusia yaitu melalui gerak-gerak ritmis dan indah.

Baca Juga: Pengertian Seni Menurut Para Ahli

Pengertian Tari Secara Umum

Pengertian Tari Menurut Para Ahli
ringgoabrio.blogspot.com

Adapun pengertian seni tari secara umum yaitu tari merupakan salah satu cabang seni yang mengungkapkan ekspresi, keindahan, hingga makna tertentu dengan melalui media gerak tubuh.

Gerak tubuh ini disusun serta diperagakan sedemikian rupa dengan tujuan untuk memberikan penampilan dan pengalaman yang menyenangkan sehingga dapat menumbuhkan horison yang baru bagi seseorang yang menontonnya.

Jenis-jenis Seni Tari

Pengertian Tari Menurut Para Ahli
wikimedia.org

Secara umum, seni tari terbagi dalam tiga kelompok, yaitu seni tari tradisional, modern, dan kontemporer. Berikut penjelasan selengkapnya.

Seni Tari Tradisional

Jenis tari tradisional ialah cabang seni tari yang telah melalui perjalanan yang cukup panjang dan memiliki nilai-nilai masa lalu yang tetap dipertahankan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.

Bukan hanya itu saja, seni tari tradisional juga memiliki hubungan dengan ritual adat istiadat. (Sekarningsih dan Rohayani, 2006, hal. 5).

Sementara menurut Hidayat (205, hal. 14) berpendapat bahwa seni tari tradisional juga dapat dipahami sebagai tata cara yang berlaku di suatu wilayah/lingkungan etnik adat tertentu dimana sifatnya ini turun-temurun.

Maka dapat disimpulkan bahwa tari tradisional merupakan seni tari yang sebelumnya telah berkembang dari masa ke masa serta telah terjadi dalam waktu yang cukup lama di suatu daerah etnik tertentu sehingga memiliki nilai-nilai masa lalu yang dijaga secara turun-temurun.

Seni Tari Modern

Tari modern merupakan jenis seni tari yang sudah tidak terikat oleh aturan adat-istiadat di suatu daerah. Tari modern ini cenderung lebih bebas serta meninggalkan berbagai tradisi menari untuk mengembangkan seni tari ke tahap yang lebih lanjut dan tidak melulu turun-temurun.

Namun bukan hanya itu, tari modern juga sarat akan budaya yang cenderung populer.

Seperti contohnya bagaimana tari modern digunakan untuk menjadi tarian latar pada saat konser penyanyi tunggal atau pada saat sebuah band sedang tampil sehingga penari modern akan menari di atas panggung untuk mengirinya.

Seni Tari Kontemporer

Dapat dikatakan bahwa seni tari kontemporer merupakan puncak dari pengembangan seni tari pada masa kini. Akan tetapi karena merupakan puncak tari pada konteks masa sekarang, maka bentuknya pun terbilang masih radikal.

Sehingga banyak gerakan yang terlihat eksperimental dan masih belum bisa dipahami dengan jelas oleh masyarakat secara umum.

Nah, untuk mendalami seni tari kontemporer, ada baiknya kita terlebih dahulu memahami seni tari kontemporer secara umum sehingga kita mengetahui maksud yang terkandung dalam seni tari kontemporer.

Fungsi Seni Tari

Pengertian Tari Menurut Para Ahli
miro.medium.com

Menurut Soedarsono (Sekarningsih & Rohayani, 2006, hal. 9-11), setidaknya terdapat lima fungsi seni tari, yaitu tari sebagai sarana upacara ritual, hiburan, tontonan, pendidikan, dan sebagai wujud rasa syukur.

  • Tari Berfungsi Sebagai Sarana Upacara Ritual dan Adat

Dalam hal ini, seni tari yang akan digunakan untuk upacara ritual adat adalah seni tari yang wajib mengikuti dan juga memenuhi kaidah-kaidah secara turun-temurun serta telah menjadi tradisi di suatu daerah tertentu.

Untuk pelaksanaannya pun biasanya diselenggarakan hanya pada waktu tertentu saja dan juga di pimpin oleh orang-orang tertentu saja.

  • Tari Berfungsi Sebagai Hiburan

Fungsi tari sebagai sarana hiburan adalah digunakan untuk memeriahkan suatu acara. Misalnya acara pernikahan, pesta budaya, dan lain sebagainya.

  • Tari Berfungsi Sebagai Tontonan

Maksudnya adalah tari yang memang khusus dipertunjukkan dan pelaksanaannya dipersiapkan hanya untuk dinikmati.

Contohnya adalah suatu lembaga sengaja menggelar seni tari untuk menunjukkan kebolehan para peserta didiknya yang membuat satu grup tari memiliki tujuan untuk meraih dan memanjakan para penggemarnya.

  • Tari Berfungsi Sebagai Sarana Pendidikan

Seni tari sebagai sarana pendidikan adalah untuk mendidik anak agar bersikap dewasa dan juga menghindari tingkah laku yang buruk/menyimpang. Nilai-nilai keindahan dan keluhuran yang terdapat pada seni tari juga secara tidak langsung dapat mengasah perasaan seseorang.

  • Tari Berfungsi Sebagai Wujud Rasa Syukur

Tari juga dapat dijadikan sebagai wujud rasa syukur baik itu dalam ranah syukuran, peringatan hari besar nasional, hingga peresmian gedung atau instansi yang baru dibangun/berdiri. Biasanya mereka sengaja menggunakan seni tari untuk rasa syukur atas tercapainya suatu target.

Itulah pembahasan mengenai pengertian tari menurut para ahli dan secara umum lengkap beserta jenis dan fungsinya. Semoga artikel yang telah kita bahas bersama-sama ini bermanfaat bagi kita semua!

Pengertian Seni Menurut Para Ahli

Pengertian Seni Menurut Para Ahli

Pengertian Seni Menurut Para Ahli – Istilah seni tentu bukanlah suatu hal yang aneh, bahkan sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari.

Seni dapat diartikan sebagai sebuah karya yang dibuat/diciptakan secara artistik baik itu dalam bentuk audio, media visual, atau bahkan hasil dari kombinasi keduanya.

Adapun pengertian seni sendiri dapat mewakili perasaan manusia yang di dalamnya mengandung unsur estetik atau keindahan yang diungkapkan melalui suatu media yang bersifat nyata dan dapat dirasakan oleh panca indera manusia.

Pengertian Seni Menurut Para Ahli

Pengertian Seni Menurut Para Ahli
Sumber Gambar: www.portaljawa.com

Banyak para ahli yang mendefinisikan pengertian seni. Berikut adalah pendapat para ahli mengenai apa itu seni.

Ki Hajar Dewantara

Salah satu pejuang Indonesia atau yang lebih dikenal dengan sebutan “Bapak Pendidikan Nasional”, yaitu Ki Hajar Dewantara mengemukakan pengertian daripada seni.

Menurutnya, seni adalah hasil keindahan yang dapat menggerakkan perasaan indah siapa pun yang melihatnya. Maka apa pun perbuatan manusia yang mampu mempengaruhi dan menciptakan perasaan indah itu juga dapat disebut sebagai seni.

Aristoteles

Sementara itu, Aristoteles menyatakan bahwa seni merupakan suatu aktivitas meniru alam melalui bentuk atau cara pengungkapan dan penampilannya yang tidak menyimpang dari realitas atau fakta yang ada.

Alexander Baum Garton

Alexander Baum Garton berpendapat bahwa seni adalah suatu hal yang berkaitan dengan keindahan serta memiliki tujuan positif, sehingga mampu menciptakan perasaan senang dan bahagia bagi mereka yang menikmatinya.

James Murko

Seni menurut James Murko adalah penjelasan dari ungkapan perasaan indah yang ada dan terkandung pada setiap jiwa manusia.

Ia juga menyatakan bahwa seni dilahirkan atau diciptakan melalui perantara, baik itu berupa media atau alat komunikasi yang bisa ditangkap oleh panca indera manusia, baik itu pendengaran, penglihatan, atau perantara gerak.

Immanuel Kant

Berbeda dengan James Murko, Imamanuel Kant berpendapat bahwa seni merupakan sebuah impian yang dituangkan menjadi suatu karya. Hal ini karena rumus-rumus tertentu yang tidak dapat mewujudkan realitas atau kenyataan.

Hillary Bel

Hillary Bel mengemukakan bahwa seni adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sebuah karya yang dapat menyentuh hati serta dapat menimbulkan rasa penasaran bagi para penikmatnya sehingga mereka berusaha mencari tahu siapa penciptanya.

Leo Tolstoy

Sedangkan menurut Leo Tolstoy, seni adalah suatu ungkapan perasaan dari si pencipta seni untuk menyampaikan apa yang dirasakannya terhadap orang lain yaitu mereka sebagai penikmat karyanya.

Eric Ariyanto

Menurut Eric Ariyanto, seni adalah suatu kegiatan atau aktivitas rohani (batin) yang direfleksikan ke dalam bentuk karya yang mana karyanya ini mampu menciptakan timbulnya rasa penasaran dan juga ketertarikan orang lain untuk melihat dan mendengarnya.

Plato

Plato menyebut bahwa seni adalah sebuah hasil tiruan alam berikut dengan segala isinya (ars imitator naturam).

Ensiklopedi Indonesia

Sementara itu, ensiklopedi Indonesia menyatakan bahwa seni adalah sebuah karya cipta dari segala hal yang mengandung unsur keindahan yang membuat orang yang melihat atau mendengarnya menjadi senang dan bahagia.

Baca Juga: Identitas Nasional Indonesia

Pengertian Seni Secara Umum

Pengertian Seni Menurut Para Ahli
Sumber Gambar: www.yuksinau.id

Istilah seni sendiri berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu kata “Sani” yang memiliki arti persembahan atau pemujaan.

Ini dapat dilihat dalam kehidupan masyarakat secara umum bahwa seni sangat berkaitan erat dengan upacara adat atau keagamaan atau lebih tepatnya kesenian daerah. Sementara seni dalam bahasa Inggris adalah “Art” yang memiliki arti art visual atau seni rupa.

Maka dapat disimpulkan bahwa pengertian seni secara umum adalah suatu produk yang mengandung unsur kesenian yang diciptakan oleh manusia yang bertujuan untuk membawa kesenangan.

Seni sendiri sengaja diciptakan oleh manusia dengan membawa unsur keindahan yang terkandung di dalamnya sehingga dapat mempengaruhi perasaan orang lain, khususnya yang melihat atau mendengarkannya.

Macam-macam Seni

Pengertian Seni Menurut Para Ahli
Sumber Gambar: asarpua.com

Setelah mengetahui pengertian seni menurut para ahli dan juga secara umum, maka kita juga perlu mengetahui mengenai macam-macam seni.

Hasil dari seni sendiri dapat kita nikmati melalui media penglihatan atau visual, pendengaran atau audio, dan juga kombinasi di antara keduanya.

Di bawah ini adalah penjelasan mengenai macam-macam seni.

Seni Rupa

Macam-macam seni yang pertama adalah seni rupa yang mana definisinya adalah sebuah hasil karya visual berupa lukisan, gambar, patung, kerajinan tangan, multimedia, dan lain sebagainya yang mana wujudnya dapat dinikmati dengan indera penglihatan.

Seni Musik

Kedua adalah seni musik. Seperti namanya, seni musik adalah hasil karya cipta manusia yang menekankan pada unsur bunyi namun juga tetap memperhatikan unsur lainnya, baik itu unsur melodi, notasi musik, serta harmoni yang indah sehingga enak didengar.

Seni Tari

Seni tari adalah hasil karya cipta manusia yang terwujud dalam bentuk gerakan tubuh yang mampu menciptakan sebuah keindahan.

Macam seni tari juga menggunakan unsur bunyi yang berasal dari seni musik yang berfungsi sebagai sarana untuk mengomunikasikan atau menyampaikan maksud dan juga tujuan tertentu, yaitu dari seorang koreografer kepada penonton yang melihatnya.

Seni Teater

Selanjutnya adalah seni teater yang merupakan suatu karya seni yang mencoba untuk memvisualisasikan imajinasi seseorang yang berhubungan dengan perilaku makhluk hidup.

Adapun seni ini diperagakan dalam bentuk adegan-adegan yang diperankan oleh para pemain teater itu sendiri baik secara individu maupun kelompok.

Seni Sastra

Terakhir adalah seni sastra, yaitu sebuah bentuk atau wujud seni berupa kata-kata, seperti misalnya kaligrafi atau puisi yang dapat dinikmati dengan indera penglihatan dan indera pendengaran.

Sementara itu, seni sastra bertujuan untuk menyampaikan pesan dan kesan terhadap para penikmatnya dengan cara yang indah.

Fungsi Seni

Pengertian Seni Menurut Para Ahli
Sumber Gambar: www.haipedia.com

Secara umum, terdapat dua fungsi daripada seni, yaitu fungsi individu dan fungsi sosial.

Fungsi Individu

  • Sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan emosional, sehingga seseorang yang menikmati seni dapat merasakan senang, cinta, benci, marah, sedih, haru, dan perasaan lainnya guna meluapkan perasaannya.
  • Sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan fisik. Misalnya terdapat seorang seniman yang membuat guci unik dan bernilai seni sebagai pajangan rumah yang mana tujuannya untuk memuaskan kebutuhan fisik dan juga memberikan kenyamanan kepada para penikmat dari hasil karya seni tersebut.

Fungsi Sosial

  • Dalam fungsi sosial, seni dapat dijadikan sebagai sarana untuk menyampaikan pesan keagamaan yang dapat dilihat dari busana pakaian, prosesi upacara, lagu rohani, kaligrafi, dan lainnya.
  • Seni juga berfungsi dalam dunia pendidikan. Maksudnya adalah seni dapat dipelajari baik itu nilai dan ilmunya sebagai bentuk mengekspresikan diri dengan cara yang menyenangkan.
  • Sebagai sarana untuk mengekspresikan diri yang bertujuan untuk menghibur diri sendiri maupun orang lain yang melihatnya.
  • Untuk memudahkan dalam menjelaskan suatu hal kepada orang lain. Contohnya penggunaan poster untuk menyampaikan suatu informasi yang menggunakan gambar menarik makan akan lebih mudah dimengerti oleh para pembacanya.

Berdasarkan penjelasan tersebut, kini kita telah lebih memahami mengenai pengertian seni secara umum dan menurut para ahli lengkap beserta macam dan fungsinya. Bahkan fungsi seni ternyata bermanfaat baik bagi kehidupan secara individu maupun sosial.

Identitas Nasional Indonesia

Identitas Nasional Indonesia

Pada dasarnya identitas nasional Indonesia merupakan bentuk manifestasi dari nilai-nilai budaya yang tumbuh berkembang dalam suatu negara, khususnya Indonesia. Namun seiring berjalannya waktu, nilai-nilai tersebut berubah menjadi ciri khas suatu bangsa atau negara.

Identitas sendiri berasal dari kata “identity” yang berarti ciri khas, ciri-ciri, tanda-tanda, jati diri perorangan atau kelompok tertentu yang membedakannya dengan orang atau kelompok lainnya.

Sementara kata “nasional” adalah sebuah gambaran akan identitas yang melekat pada diri seseorang, kelompok tertentu, atau organisasi yang lebih besar berdasarkan kesamaan fisik, ragam, bahasa, budaya, cita-cita atau tujuan.

Pengertian Identitas Nasional Indonesia

Identitas Nasional Indonesia
jalankuliah.blogspot.com

Identitas nasional sendiri memiliki banyak pengertian, namun secara umum, Identitas nasional Indonesia adalah sebuah jati diri, ciri, atau sifat yang tumbuh dan berkembang di negara Indonesia sehingga dapat menjadi pembeda dengan negara lainnya.

Meskipun negara kita ini memiliki keragaman budaya Indonesia yang berbeda-beda, namun kita telah sepakat untuk menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika yang mempersatukan berbagai identitas, baik itu bahasa, budaya, agama, ras atau lainnya.

Sehingga dapat dikatakan bahwa identitas nasional merupakan kristalisasi dari kumpulan identitas-identitas yang heterogen.

Faktor Pembentuk Identitas Nasional

Identitas Nasional Indonesia
kresna2202.blogspot.com

Terdapat 5 faktor utama yang mempengaruhi pembentuk identitas nasional yang terdapat di suatu bangsa/negara. 5 faktor yang dimaksud adalah:

Primordialisme

Primordialisme sendiri merupakan kecintaan atau fanatisme pada suatu golongan, etnis atau suku yang sama. Dalam hal ini, kecintaan atau fanatismenya didasarkan oleh sistem kekerabatan dan kekeluargaan yang identik karena adanya hubungan darah antar anggota.

Faktor primordialisme ini menyebabkan seseorang cenderung lebih mudah berteman dan juga menyukai sesama golongan.

Seperti misalnya orang Jawa dengan orang Jawa, golongan menengah ke atas dengan golongan menengah ke atas, dan lain sebagainya.

Bukan hanya itu, primordialisme yang kuat juga menyebabkan pengelompokan individu-individu dengan karakteristik sama yang pada akhirnya akan menghasilkan suatu kelompok komunitas yang memiliki karakteristik/identitas tertentu.

Pemimpin Bangsa

Pemimpin suatu bangsa merupakan figur atau tokoh pemimpin karismatik yang menjadi kebanggaan rakyatnya. Seorang pemimpin bangsa/negara yang karismatik adalah yang berprinsip sebagai pelayan masyarakat, bukan pelayan diri sendiri.

Maksudnya adalah pemimpin yang mampu membuat rakyat merasa bangga, merasa diayomi dan dilindungi oleh pemimpinnya. Seorang pemimpin yang berprinsip seperti ini nantinya akan dapat menciptakan kelompok/komunitas yang juga ingin seperti dia.

Bukan hanya itu, pemikiran dari seorang pemimpin yang baik juga dapat mempengaruhi pemikiran bangsa yang ia pimpin. Banyak negara di dunia yang memiliki seorang pemimpin yang berprinsip seperti ini.

Seperti contohnya negara kita ini, yaitu Ir. Soekarno. Beliau adalah seorang pemimpin bangsa Indonesia pertama serta seseorang yang mencetuskan dasar negara Pancasila dan kemerdekaan.

Hal-hal seperti itu yang turut berkontribusi besar dalam membentuk identitas suatu negara/bangsa.

Sejarah Bangsa

Sejarah bangsa adalah masa lalu suatu bangsa yang juga turut mempengaruhi terbentuknya memori kolektif masyarakat yang hidup di era sekarang.

Apa yang telah dialami oleh suatu bangsa akan mempengaruhi identitas dan juga pola pikir masyarakat dari bangsa tersebut.

Seperti misalnya sebuah bangsa yang sering dijajah oleh bangsa lain akan cenderung memiliki sifat menolak intervensi asing, isolasionis, dan protektif.

Namun penjajahan yang dilakukan oleh bangsa asing juga dapat memunculkan sifat lunak terhadap asing karena dianggap lebih superior dan juga hebat. Hal inilah yang dikenal dengan mental inlander dari bangsa terjajah.

Sementara bagi bangsa yang pernah menjadi superpower dunia seperti misalnya Inggris atau Amerika tentu saja secara otomatis akan memiliki pride nasionalisme yang sangat tinggi.

Bahkan terkadang mereka menganggap dirinya sendiri sebagai polisi dunia dan lebih superior dibandingkan dengan negara lain.

Praktik Keagamaan

Praktik keagamaan merupakan suatu ritual yang didasarkan pada keyakinan tiap individu yang dipraktikkan baik itu secara individu maupun kolektif.

Unsur ini berperan sangat penting guna menciptakan identitas suatu komunitas karena nilai keagamaan memiliki identitas tersendiri.

Namun aspek keagamaan juga sering kali bercampur dengan aspek kebudayaan lokal yang terdapat pada suatu komunitas. Inilah yang menyebabkan akulturasi dan asimilasi yang pada akhirnya menciptakan budaya baru.

Negara kita ini menjadi salah satu negara yang memiliki banyak keragaman budaya, salah satunya dalam hal agama. Contohnya adalah Islam kejawen yang berasal dari gabungan antara agama Islam dengan budaya lokal di Jawa.

Solidaritas Organik

Solidaritas organik merupakan suatu bentuk integrasi sosial yang terbentuk karena adanya kondisi saling ketergantungan yang dihasilkan oleh pembagian kerja.

Faktor ini muncul seiring dengan banyaknya spesialisasi yang merupakan hasil/produk dari revolusi industri dan industrialisasi massal yang terjadi di seluruh dunia. Adapun identitas yang terbentuk dari solidaritas organik adalah identitas profesional, modern, serta cenderung urban.

Unsur-Unsur Identitas Nasional

Identitas Nasional Indonesia
www.nesabamedia.com

Terdapat beberapa unsur yang menjadi bagian dari identitas nasional, di antaranya adalah:

Agama

Unsur yang pertama adalah agama. Agama adalah suatu golongan sosial yang diklasifikasikan berdasarkan aliran kepercayaan yang dianut oleh tiap-tiap individu.

Pada umumnya, seseorang yang baru lahir telah memiliki afiliasi terhadap salah satu agama di Nusantara.

Adapun afiliasi ini biasanya ditentukan oleh agama yang dianut oleh kedua orang tuanya atau keluarga besar dari seorang anak yang baru dilahirkan.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, lingkungan sekitar turut pula berperan dalam mempengaruhi kepercayaan yang dianut oleh seseorang.

Hingga banyak dijumpai seseorang yang merasakan krisis keagamaan atau bahkan kehilangan kepercayaan atas agamanya. Akibatnya orang-orang seperti ini berpotensi untuk berpindah agama.

Budaya

Budaya memiliki cakupan yang sangat luas. Saking luasnya, bahkan setiap tindakan kita di dalam kehidupan sehari-hari pasti dipengaruhi oleh keterpaparan kita terhadap suatu budaya.

Hal ini senada dengan negara kita yang banyak memiliki contoh budaya daerah yang tersebar di berbagai wilayah.

Suku Bangsa

Dapat dikatakan bahwa suku bangsa merupakan golongan sosial yang khusus dan bersifat askriptif. Maksudnya adalah seorang individu telah memilikinya sedari lahir serta tidak dapat memilih ingin berada di suku apa.

Mereka hanya dapat melakukan atau bertindak setelah menjadi bagian dari suku bangsa tersebut. Suku bangsa juga menjadi salah satu identitas yang dapat dilihat dengan cukup jelas meskipun yang terlihat bukanlah sukunya, melainkan budaya yang melekat pada suku tersebut.

Indonesia sendiri memiliki banyak contoh budaya nasional yang tersebar di berbagai wilayah dari ujung barat hingga ujung timur.

Bahasa

Dalam konteks ini, bahasa merupakan penggolongan sosial yang didasarkan pada aspek simbolik yang jika dilihat secara arbiter dibentuk untuk sarana interaksi atau berkomunikasi antar individu baik itu di dalam maupun di luar komunitas.

Semua orang pasti mempelajari simbol-simbol yang membentuk bahasa sejak ia lahir hingga meninggal dunia. Bahasa juga sangat dipengaruhi oleh budaya yang terdapat di suatu tempat/wilayah.

Sama seperti halnya budaya dan suku bangsa, Indonesia juga memiliki ratusan bahkan ribuan bahasa daerah dan juga bahasa suku yang tersebar di berbagai wilayah.

Karakteristik Identitas Nasional

Identitas Nasional Indonesia
www.suarakita.org

Dapat dikatakan, karakteristik identitas nasional adalah ciri khusus, kebiasaan atau pola hidup masyarakat yang menempati suatu wilayah. Secara umum, terdapat tiga karakteristik identitas nasional yang dimiliki oleh negara kita, yaitu:

Kesatuan Indonesia

Indonesia adalah negara kepulauan terluas di dunia. Setiap pulau yang terdapat di Indonesia memiliki adat istiadat, budaya, dan bahasa yang berbeda-beda.

Kesatuan Indonesia ini adalah karakteristik identitas nasional yang sangat berharga dan bahkan menjadi ciri khas tersendiri bagi bangsa.

Persamaan Nasib

Bukti dari persamaan nasib ini adalah bahwa bangsa Indonesia pernah dijajah oleh bangsa asing dalam waktu yang lama. Kondisi ini tentu dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia di masa itu yang kemudian tercermin dalam identitas nasional serta tercetus pada pembukaan UUD 1945.

Keinginan untuk Merdeka

Seluruh rakyat Indonesia memiliki keinginan untuk terbebas dari belenggu penjajahan baik itu penjajahan fisik maupun mental. Hal itu juga tercantum di dalam UUD 1945 yang berbunyi segala bentuk penjajahan di muka bumi harus dihapuskan.

Fungsi Identitas Nasional

Identitas Nasional Indonesia
www.smamoneblitar.sch.id

Di era globalisasi seperti sekarang ini menjadikan tantangan tersendiri untuk identitas nasional, sehingga sebagai bangsa yang baik, kita harus tetap menjaga identitas nasional. Identitas nasional sendiri memiliki beberapa fungsi, seperti:

Sebagai Alat Pemersatu Bangsa

Seperti yang telah dijelaskan di atas, negara kita ini memiliki berbagai macam kebudayaan, agama, suku, bahasa, dan ras. Nah, identitas nasional digunakan sebagai wadah untuk mempersatukan keberagaman tersebut.

Selain itu, identitas nasional juga dapat difungsikan sebagai salah satu upaya untuk memperkenalkan kebudayaan Nusantara terhadap bangsa lainnya. Salah satu buktinya adalah terdapat beberapa budaya Indonesia yang berhasil mendunia.

Sebagai Identitas Negara

Fungsi terpenting dari identitas nasional adalah dijadikan sebagai jati diri suatu negara. Dengan adanya identitas nasional ini dapat membuat suatu negara terlihat lebih menonjol dibandingkan dengan negara lainnya.

Merupakan Landasan Negara

Dengan identitas nasional juga dapat dijadikan sebagai landasan suatu negara. Artinya adalah identitas nasional dijadikan sebagai panduan dan pemersatu agar dapat mewujudkan cita-cita dari suatu negara.

Bukan hanya itu, identitas nasional juga dapat dijadikan sebagai gambaran akan potensi dan juga kemampuan yang dimiliki oleh suatu negara, sebab tiap-tiap negara berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Baca Juga: 1 Hektar Berapa Meter?

Sebagai Pembeda dengan Bangsa Lain

Terakhir adalah identitas negara berfungsi untuk membedakan dengan bangsa lainnya sehingga terlihat lebih khusus dan spesifik.

Nilai-nilai budaya nasional di Indonesia ini tidak boleh luntur dalam keadaan apa pun. Maka sebagai bangsa Indonesia, kita tetap harus berpegang teguh terhadap identitas dan nilai-nilai yang mendasari bumi pertiwi baik itu sebagai negara maupun bangsa.

Demikianlah penjelasan mengenai identitas nasional Indonesia lengkap beserta pengertian, faktor pembentuk, unsur, karakteristik, dan fungsinya. Semoga bermanfaat.

1 Hektar Berapa Meter

1 Hektar Berapa Meter

1 Hektar Berapa Meter – Pada kesempatan sebelumnya kita telah membahas mengenai besaran pokok dan besaran turunan. Nah, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas bersama mengenai satuan ukuran, tepatnya konversi hektar ke meter.

Seperti yang diketahui, satuan ukuran dalam ilmu matematika ini bermacam-macam, mulai dari meter, hektar, ons, dan lain sebagainya dimana dari ukuran-ukuran tersebut memiliki besaran ukuran yang berbeda-beda.

Lantas, apakah kita mengetahui jika dalam satu hektar itu terdapat berapa meter? Berikut penjelasan selengkapnya.

1 Hektar Berapa Meter

1 Hektar Berapa Meter

 

Satuan hektar biasanya digunakan untuk mengukur luas suatu lahan atau tanah yang mana pada satu hektar itu sama dengan 10.000 meter persegi (m²).

1 Hektar = 10.000 meter persegi (m²)

Sementara itu, satuan dasar dari hektar adalah are, kemudian satu are bernilai 100 m². Sedangkan kata hekto bermakna 100 kali, sehingga balasan untuk satu hektar berapa meter adalah seperti pada penjabaran tersebut diatas.

Namun selain klarifikasi mengenai satu hektar berapa meter, disini kita juga akan membahas mengenai satuan are serta konversi satuannya.

Satuan Are

Satuan are dapat dikonversikan menjadi meter persegi. Lalu berapakah nilai dari 1 are berapa meter persegi? Jawabannya adalah 1 are bernilai 100 meter persegi. Sedangkan dalam satuan are ditulis menggunakan huruf “a”.

Maka jika terdapat nilai 50 are lebih pantas ditulis 50a. Penggunaan satuan are ini bertujuan untuk memperlihatkan besarnya ukuran luas tanah atau lahan.

Satuan Hektar

Sama seperti halnya satuan are, satuan hektar juga dapat dikonversikan menjadi meter persegi. Jika dikonversikan ke meter persegi, maka nilai satu hektar adalah 10.000 meter persegi. Sedangkan satuan hektar dapat ditulis menjadi “ha”.

Berdasarkan hal tersebut, maka jika terdapat nilai 100 hektar dapat ditulis menjadi 100ha. Nah, untuk satu hektar juga dapat dikonversikan menjadi are, yaitu dengan nilai 1 hektar = 100 are.

Satuan Luas Berbasis Are

Dalam satuan luas berbasis are ini tidak hanya bernilai satu hektar berapa meter persegi saja, namun juga terdapat satuan luas lainnya yang berbasis are ,seperti:

  • kiloare (ka)
  • ektaare (ha)
  • dekaare (daa)
  • are (a)
  • desiare (da)
  • centiare (ca)
  • miliare (ma)

Baca Juga : Cara Membaca Jangka Sorong

Diagram Konversi Hektar ke Meter Persegi

Agar kita lebih memahaminya, berikut adalah tabel atau diagram konversi dari hektar ke meter persegi.

Contoh Soal Hektar dan Meter Persegi

Contoh soal 1

Yoto memiliki lahan pertanian dengan luas total mencapai 9,5 are. Berapakah luas lahan Yoto jika dikonversikan ke dalam bentuk meter persegi?

Jawaban:

Diketahui nilai 1 are adalah 100 meter persegi.

9,5 are = 9,5 x 100 meter persegi = 950 meter persegi.

Sehingga luas lahan Yoto jika dikonversikan ke dalam satuan meter adalah 950 meter persegi.

Contoh soal 2

Terdapat sebuah ladang jagung berbentuk persegi panjang yang mana panjangnya adalah 600 meter dan lebar 300 meter. Berapa are luas lahan jagung tersebut?

Jawaban:

Nilai 1 are adalah 100 meter persegi

Luas ladang jagung 600 m x 300 m= 180.000 meter persegi

Konversikan ke are: 180.000:100 = 1.800 are.

Maka jawabannya adalah 1.800 are.

Contoh soal 3

Miftah memiliki lahan persawahan dengan luas mencapai 5 hektar. Jika dikonversikan ke meter persegi, berapa luas lahan persawahan yang dimiliki oleh Miftah?

Jawaban:

Diketahui, nilai 1 hektar adalah 10.000 meter persegi.

Luas lahan persawahan adalah 5 x 10.000 = 50.000 meter persegi.

Setelah dihitung, maka luas lahan persawahan Miftah adalah 50.000 meter persegi.

Contoh soal 4

Desa Sawangan Wetan mempunyai lapangan dengan ukuran 100 m x 50 m. Jika diubah menjadi hektar, berapakah luas lapangan tersebut?

Jawaban:

Nilai dalam 1 hektar jika dikonversi ke meter persegi adalah 10.000 meter persegi.

Luas lapangan adalah 100 m x 50 m = 5.000 meter persegi.

Konversi meter persegi ke hektar = 5.000:10.000 = 0,5 hektar.

Sehingga luas lapangan di desa Sawangan Wetan dalam satuan hektar adalah 0,5 hektar.

Itulah pembahasan mengenai 1 hektar berapa meter lengkap beserta rumus, diagram, hingga contoh soalnya. Semoga dapat menambah wawasan kita akan satuan ukuran dan semoga bermanfaat!

Besaran Pokok dan Besaran Turunan

Besaran Pokok dan Besaran Turunan

Besaran pokok dan besaran turunan merupakan salah satu materi dalam fisika yang sangat penting dalam kehidupan manusia.

Bahkan dapat dikatakan jika materi ini sering kita dijumpai dalam kehidupan sehari-hari tanpa kita sadari. Seperti contohnya pada saat kita menyaksikan balapan MottoGP yang dapat melaju hingga kecepatan 350 km/jam.

MottoGP ini memiliki kecepatan yang jauh lebih cepat daripada kecepatan kuda yang biasanya hanya mencapai kecepatan maksimal 70 km/jam. Lantas dari mana kita dapat melihat perbedaan dari nilai kecepatan tersebut? Jawabannya adalah dari pengukuran kecepatan.

Pengertian Besaran Pokok dan Besaran Turunan

Besaran Pokok dan Besaran Turunan
slideplayer.info

Sebelum membahas lebih jauh, mengetahui pengertian daripada keduanya merupakan hal yang wajib diketahui agar kita tidak gagal di dalam memahaminya.

Besaran Pokok

Besaran pokok adalah besaran yang mana satuannya telah ditetapkan atau didefinisikan terlebih dahulu, berdiri sendiri, dan tidak tergantung pada besaran lainnya.

Adapun dimensi merupakan cara untuk menyusun suatu besaran yang susunannya berdasarkan besaran pokok serta ditandai dengan menggunakan lambang/huruf tertentu yang ditempatkan dalam kurung siku.

Para ahli fisika di seluruh dunia telah bersepakat bahwa terdapat tujuh besaran pokok dalam fisika. Berikut adalah tabel besaran pokok lengkap beserta satuan, singkatan, dan dimensinya.

Besaran Pokok dan Besaran Turunan
www.markijar.com

Berikut adalah penjelasan selengkapnya.

Massa

Besaran massa umumnya digunakan untuk mengukur massa atau kandungan materi yang terdapat di suatu benda. Sementara massa memiliki satuan internasional (SI) yaitu kilogram dengan dimensi [M].

Dalam massa satu kilogram didefinisikan oleh massa silinder logam. Nah, massa silinder logam ini terbuat dari campuran logam platina dan iridium serta disimpan dengan ketat di Sevres, Prancis, tepatnya di International Bureau of Weights and Measures.

Panjang

Sedangkan penggunaan besaran panjang digunakan untuk mengukur panjang suatu benda yang mana satuan internasionalnya adalah meter (M) dan berdimensi [L]

Satuan meter ini didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh cahaya dalam ruang hampa yaitu selama 1/299.792.458 sekon.

Waktu

Sementara besaran waktu digunakan untuk mengukur waktu suatu kejadian atau peristiwa. Adapun salah satu contoh alat ukur waktu adalah stopwatch. Waktu memiliki satuan internasional (SI) sekon dan dimensi [T].

Dapat dikatakan, satu sekon didefinisikan sebagai selang waktu yang diperlukan atom Cesium-133 untuk bergetar sebanyak 9.192.631.770 kali.

Suhu

Suhu merupakan ukuran panas pada suatu benda dimana satuan internasionalnya (SI) adalah kelvin [K], sedangkan alat untuk mengukur suhu disebut termometer.

Kuat Arus

Penggunaan kuat arus digunakan guna mengukur arus listrik dari satu tempat ke tempat lainnya yang memiliki satuan internasional berupa ampere (A) dan berdimensi [I].

Pada satu ampere didefinisikan sebagai kuat arus yang diperlukan untuk memindahkan muatan satu Coulomb per detiknya.

Intensitas Cahaya

Intensitas cahaya pada umumnya digunakan untuk mengukur mengenai terang atau tidaknya cahaya yang jatuh pada benda. Satuan internasional intensitas cahaya adalah candela atau disingkat (Cd) dan berdimensi [J].

Sementara itu, satu candela didefinisikan intensitas pancaran radiasi monokromatik dengan frekuensi yaitu 540 x1012 Hz serta mempunyai intensitas radian 1/683 wall per radian.

Jumlah Zat

Jumlah zat memiliki satuan internasional (SI) yaitu mol serta berdimensi [N]. Sedangkan pada satu mol sendiri didefinisikan sebagai jumlah zat yang sama atau sebanding dengan banyaknya 12 gram atom karbon -12.

Baca Juga: Cara Membaca Jangka Sorong

Besaran Turunan

Secara umum, besaran turunan merupakan besaran yang satuannya berasal dari kombinasi besaran-besaran pokok. Sementara jumlah besaran turunan terbilang sangat banyak dan dapat dikatakan hampir semua besaran fisika adalah besaran turunan.

Seperti yang telah diketahui, bahwa kita mengenal besaran turunan seperti luas, (kombinasi antara perkalian besaran panjang), kecepatan (kombinasi dari besaran panjang yang dibagi dengan besaran waktu), massa jenis (kombinasi besaran massa dibagi dengan besaran turunan volume), dan masih banyak lagi yang lainnya.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan tabel berikut ini:

Besaran Pokok dan Besaran Turunan
moztrip.com

Pengukuran Besaran dalam Fisika

Besaran Pokok dan Besaran Turunan
smp.prasacademy.com

Pengukuran merupakan suatu kegiatan membandingkan antara besaran satu dengan besaran yang lainnya dimana tujuannya adalah untuk mendapatkan data real secara pasti.

Terdapat banyak peristiwa pengukuran yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Seperti contohnya pengukuran tekanan darah pasien di rumah sakit, bayi yang ditimbang di puskesmas, pengukuran tegangan arus listrik, dan masih banyak lagi contoh yang lainnya.

Namun perlu kita ketahui, bahwa dalam teori yang terdapat pada fisika ini harus mampu selaras dengan hasil pengukuran.

Jika teori tidak sesuai dengan hasil pengukuran, maka teori tersebut ditolak! Sehingga pengukuran dalam fisika dapat dikatakan sangat penting dalam mendasari kevalidan suatu data.

Di dalam pengukuran sederhana, kita sering menjumpai bahkan malah menggunakan beberapa alat ukur untuk mengukur suatu benda.

Seperti misalnya menggunakan alat ukur mistar, meteran, jangka sorong, pengukuran besaran massa yang menggunakan alat ukur berupa timbangan dan lainnya.

Adapun baik itu konsep besaran pokok dan besaran turunan yang telah kita bahas bersama-sama ini telah ditetapkan oleh para ahli fisika dan telah menggunakan satuan baku yaitu satuan internasional (SI) yang memudahkannya di dalam pencocokan ukuran. Semoga bermanfaat ya!

Cara Membaca Jangka Sorong

Cara Membaca Jangka Sorong

Cara Membaca Jangka Sorong – Jangka sorong merupakan alat ukur yang memiliki ketelitian tinggi hingga mencapai seperseratus mm yang biasanya digunakan untuk mengukur dimensi bagian dalam benda atau bagian luarnya.

Selain itu, jangka sorong juga digunakan untuk mengukur kedalaman lubang, celah, dan lain sebagainya. Meskipun memiliki ukuran yang tidak terlalu besar, namun alat ini nyatanya dapat menghasilkan pengukuran yang lebih tepat jika dibandingkan dengan penggaris biasa.

Adapun skala nonius yang terdapat pada jangka sorong ini bervariasi, yaitu mulai dari 0,01, 0,02, 0,05 serta beberapa skala lainnya.

Baca Juga: Perkembangan Demokrasi di Indonesia

Cara Membaca Jangka Sorong

Cara Membaca Jangka Sorong
Sumber Gambar: i.ytimg.com

Secara umum, alat ukur yang satu ini memiliki beberapa model atau tipe, seperti jangka sorong analog, digital, dan manual.

Namun apakah kita mengetahui tentang bagaimana caranya membaca atau jangka sorong? Jika belum mengetahuinya, maka berikut ini adalah penjabaran mengenai cara membaca jangka sorong:

  • Pada alat pengukur ini terdapat dua skala, yaitu skala utama dan skala nonius. Nilai dari skala utama adalah cm, sedangkan skala nonius bernilai 1/10.
  • Lihatlah angka nol pada skala nonius. Terdapat garis pada skala utama yang berada tepat di belakang nol pada skala nonius. Garis tersebut adalah nilai ukur skala utamanya.
  • Jika telah mendapatkan nilai ukur skala utamanya, maka kita juga perlu membaca nilai ukur skala nonius. Caranya adalah menentukan garis yang berhimpitan antara skala utama dengan skala nonius. Garis yang berhimpitan ini adalah nilai ukur skala noniusnya.
  • Kemudian jumlahkan hasil nilai ukur skala utama dengan skala noniusnya. Tujuannya adalah agar kita mendapatkan hasil pengukuran panjang benda.

Cara Menggunakan Jangka Sorong

  • Untuk menggunakan jangka sorong, maka hal pertama yang perlu kita lakukan adalah membuka pengunci rahangnya terlebih dahulu.
  • Setelah itu untuk mengukur panjang suatu benda, kita dapat menggunakan rahang jangka sorong bagian bawah, yaitu dengan cara menaruh benda di antara rahang jangka sorong hingga kedua rahangnya menyentuh benda.
  • Terakhir adalah kunci rahang menggunakan pengunci lalu baca skala yang tertera pada jangka sorong.

Bagian-bagian Jangka Sorong

Cara Membaca Jangka Sorong
Sumber Gambar: www.diedit.com

Jangka sorong terdiri dari beberapa bagian yang mana di tiap bagiannya ini memiliki fungsi yang berbeda-beda. Berikut ini adalah bagian-bagian yang terdapat pada jangka sorong lengkap beserta fungsinya.

  • Rahang atas pada jangka sorong berfungsi untuk mengukur diameter benda.
  • Rahang bawah berfungsi untuk mengukur kedalaman benda.
  • Skala utama adalah untuk pembacaan nilai ukur.
  • Skala nonius digunakan untuk membaca nilai ukur.
  • Pengunci rahang berfungsi untuk mengunci supaya rahang tidak bergerak.
  • Pada bagian roda penggerak digunakan untuk menggerakkan rahang.

Macam-macam Jangka Sorong

Cara Membaca Jangka Sorong
Sumber Gambar: mechanical-engineering19.blogspot.com

Seperti pada penjelasan di atas bahwa terdapat tiga macam atau jenis jangka sorong, yaitu jangka sorong digital, jangka sorong manual, dan jangka sorong analog.

Jangka Sorong Digital

Sesuai dengan namanya, jenis jangka sorong ini memiliki skala nonius yang ditunjukkan dalam bentuk skala digital.

Hal ini yang menjadikan jangka sorong digital paling mudah digunakan untuk mengetahui hasil pengukuran jika dibandingkan dengan tipe jangka sorong yang lainnya.

Jangka Sorong Manual

Selanjutnya adalah jenis jangka sorong manual. Berhubung jangka sorong ini ini adalah manual, maka jika kita menggunakannya, kita harus mampu mengetahui skala nonius dengan teliti.

Ini karena di dalam menggunakan jangka sorong manual dibutuhkan ketelitian dalam melihat garis yang sejajar pada skala nonius.

Jangka Sorong Analog

Terakhir adalah jangka sorong analog. Pada tipe jangka sorong analog ini sebenarnya sama seperti jangka sorong manual. Bedanya adakah terletak pada bentuk skalanya yang berbentuk jarum atau analog. Maka kita harus mampu membaca secara tepat nilai yang ditunjuk oleh analog tersebut.

Fungsi Jangka Sorong

Cara Membaca Jangka Sorong
Sumber Gambar: www.alihamdan.id

Meskipun terlihat sederhana, namun jangka sorong memiliki beberapa fungsi yang membantu untuk memudahkan pekerjaan manusia. Di antara fungsi dari jangka sorong adalah:

  • Untuk mengukur diameter luar atau outside diameter, panjang, ketebalan, serta lebar dari suatu material menggunakan rahang luar jangka sorong.
  • Sementara untuk mengukur diameter dalam atau inside diameter adalah menggunakan rahang dalam.
  • Berfungsi untuk mengukur kedalaman dengan depth probe.

Baca Juga: Klasifikasi Demokrasi

Kelebihan dan Kekurangan Jangka Sorong

Cara Membaca Jangka Sorong
Sumber Gambar: ae01.alicdn.com

Terdapat kelebihan dan kekurangan jika kita menggunakan jangka sorong untuk mengukur suatu benda.

Kelebihan Jangka Sorong

Jika kita menggunakan jangka sorong, maka kita akan mendapatkan beberapa keuntungan atau kelebihan, seperti:

  • Jangka sorong dapat digunakan untuk mengukur ketebalan, inside dan outside diameter dengan lebih teliti jika dibandingkan dengan penggaris biasa.
  • Memiliki tingkat ketelitian yang cukup baik dan tinggi daripada alat pengukur lainnya seperti penggaris atau roll meter.
  • Bisa digunakan untuk mengukur kedalaman lubang dengan lebih teliti.

Kekurangan Jangka Sorong

Walaupun mempunyai kelebihan, namun ternyata jangka sorong juga memiliki kekurangan, yaitu:

  • Permukaan material yang diukur harus sama rata karena jika tidak sama rata maka diperlukan surface preparation guna mendapatkan hasil pengukuran yang akurat.
  • Ukuran benda yang diukur sangat terbatas dan tidak dapat mengukur ukuran benda yang panjang. Biasanya panjang benda yang akan diukur menggunakan jangka sorong adalah 30 dan 60 cm.
    Namun jika ukuran bendanya lebih panjang dari ukuran tersebut, maka dalam mengukurnya dapat menggunakan Penggaris dan roll meter.

Demikian pembahasan mengenai cara menggunakan dan membaca jangka sorong lengkap beserta bagian, macam, fungsi, kelebihan dan kekurangannya yang berhasil dirangkum dari berbagai sumber terpercaya.

Perkembangan Demokrasi di Indonesia

Perkembangan Demokrasi di Indonesia

Berdasarkan catatan sejarah, perkembangan demokrasi di Indonesia dimulai dari awal kemerdekaan sampai dengan saat ini telah mengalami pasang surut.

Adapun salah satu masalah yang sering dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah bagaimana caranya untuk meningkatkan kehidupan ekonomi serta menghubungkan kehidupan sosial dan politik yang demokrasi dalam lingkup masyarakat yang memiliki keanekaragaman budayanya.

Masalah ini terjadi pada penyusunan suatu sistem politik dengan kepemimpinan cukup kuat untuk melaksanakan pembangunan ekonomi, character and nation building, dengan partisipasi rakyat serta menghindarkan timbulnya diktatur perorangan, partai dan militer.

Baca Juga: Klasifikasi Demokrasi

Perkembangan Demokrasi di Indonesia

Perkembangan Demokrasi di Indonesia
Sumber Gambar: slideplayer.info

Secara umum, periode demokrasi di Indonesia dapat dikategorikan menjadi empat, yaitu Demokrasi Parlementer atau Liberal, Demokrasi Terpimpin, Demokrasi Pancasila, dan Demokrasi Transisi atau era Reformasi.

Di bawah ini adalah penjelasan mengenai demokrasi di Indonesia lengkap beserta karakteristik dan peralihannya.

Demokrasi Parlementer atau Liberal (1950-1959)

Demokrasi Parlementer atau dikenal juga dengan Demokrasi Liberal terjadi pada awal-awal kemerdekaan, yaitu pada tahun 1950-1959.

Karakteristik Demokrasi Parlementer:

  • Menganut sistem multipartai, maksudnya adalah parlemennya terdiri dari wakil-wakil partai yang berasal dari berbagai aliran/ideologi
  • Parlemen memegang kekuasaan politik yang sangat besar
  • Kabinet pemerintahan koalisi pada era demokrasi ini tidak stabil sehingga sering berganti
  • Pemilihan umum tahun 1955 dilaksanakan dengan sangat demokratis
  • Diawasi dengan sangat ketat oleh parlemen sehingga menyebabkan akuntabilitas pejabat negara sangat tinggi
  • Perihal berserikat dan juga berkumpul terjamin dengan sangat jelas

Peralihan:

  • Terjadinya instabilitas dan pemberontakan di berbagai daerah
  • Pemilihan dilakukan dengan cara mengakhiri Demokrasi Parlementer serta menerapkan demokrasi baru, yaitu Demokrasi Terpimpin
  • Dekrit Presiden 5 Juli 1959 menghasilkan konstituante bubar sehingga kembali ke UUD 1945

Demokrasi Terpimpin (1959-1966)

Setelah berakhirnya periode Demokrasi Liberal, maka digantilah dengan demokrasi yang baru. Demokrasi ini dikenal dengan nama Demokrasi Terpimpin yang digunakan pada tahun 1959-1966.

Karakteristik Demokrasi Terpimpin:

  • Sistem kepartaian pada masa demokrasi ini melemah yang disebabkan karena kekuasaan presiden semakin besar
  • Peran kontrol DPR Gotong Royong atau disingkat DPR-GR melemah
  • Tidak terselenggaranya pemilu
  • Adanya upaya konsolidasi kekuatan politik dengan cara pembentukan Dewan Nasional. Dewan ini dibentuk dari golongan fungsional (wakil buruh, ulama, pendeta, petani, wanita, dan lain-lain)
  • Terjadinya upaya konsolidasi kekuatan politik dengan cara pembentukan Kabinet Gotong Royong yang mana kabinet ini mewakili semua fraksi/partai
  • Kewenangan di tingkat daerah terbatas
  • Sentralisasi kekuasaan berada di tangan presiden
  • Kebebasan pers dibatasi yang mengakibatkan sejumlah media dibredel

Peralihan:

  • Kepemimpinan yang dijalankan pada saat itu tidak mampu memperbaiki masalah ekonomi dan sosial
  • Kudeta gagal PKI melalui G30S di tahun 1965
  • Presiden Soekarno tersingkir dari kekuasaannya dan digantikan oleh Soeharto

Demokrasi Pancasila atau Orde Baru (1966-1998)

Tergulingnya Ir. Soekarno sebagai presiden RI yang kemudian digantikan oleh Soeharto menjadikan Demokrasi Terpimpin juga diganti dengan Demokrasi Pancasila atau lebih dikenal dengan era Orde Baru terjadi pada tahun 1966-1998.

Karakteristik Demokrasi Pancasila atau Orde Baru:

  • Pada masa Orde Baru, kekuasaan presiden sebagai kepala negara dan juga kepala pemerintahan sangat tinggi dan kuat
  • Pemilihan umum diselenggarakan secara teratur setiap lima tahun
  • Meskipun terdapat partai politik, namun keberadaannya dibatasi baik itu dari jumlah maupun peran politiknya
  • Perekrutan politik bersifat sangat tertutup
  • Tidak ada pergantian kekuasaan politik yang menjadikan Soeharto berkuasa selama lima periode pemilu
  • Militer berperan sangat kuat ditandai dengan konsep dwifungsi ABRI
  • Hak kebebasan pers dibatasi, bahkan pembredelan media massa sering terjadi

Peralihan:

  • Di akhir-akhir era Orde Baru, perekonomian negara sangat kacau, harga BBM dan kebutuhan pokok melambung tinggi
  • Pemerintahan mandek/berhenti akibat sebagian besar menteri yang menjabat mengundurkan diri
  • Terjadi demonstrasi masa besar-besaran yang dimotori oleh mahasiswa yang menuntut reformasi dan mundurnya Soeharto
  • Puncaknya adalah Soeharto mengundurkan diri sebagai presiden RI pada tanggal 21 Mei 1998

Demokrasi Transisi atau Reformasi (1998-kini)

Dengan berakhirnya masa Orde Baru, maka muncullah Demokrasi Transisi atau era Reformasi. Masa Reformasi ini terjadi mulai tahun 1998 hingga kini.

Karakteristik Demokrasi Transisi:

  • Parlemen terdiri dari banyak partai (multipartai)
  • Sistem pemerintahan pada era Reformasi ini adalah presidensial
  • Lembaga perwakilan dibagi menjadi dua, yaitu DPR dan DPD
  • Sistem pemilihan langsung untuk memilih presiden dan juga kepala daerah
  • Kebebasan pers lebih diperhatikan sehingga lebih baik
  • Desentralisasi kekuasaan menggunakan model otonomi daerah
  • Dibentuknya komisi-komisi independen negara, contohnya adalah KPK

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Demokrasi

Perkembangan Demokrasi di Indonesia
Sumber Gambar: pinterpolitik.com

Setelah membahas mengenai perkembangan demokrasi di Indonesia, kini kita akan membahas mengenai kelebihan dan kekurangan dari sistem demokrasi. Berikut adalah penjelasan selengkapnya.

Kelebihan Sistem Demokrasi

Beberapa kelebihan yang diakibatkan dari sistem demokrasi adalah:

Melindungi kepentingan rakyat

Demokrasi adalah sebuah sistem yang melindungi kepentingan bangsa/rakyat. Sehingga kekuasaan sesungguhnya terletak di tangan orang-orang yang mewakili rakyat banyak.

Para wakil rakyat yang berhasil terpilih melalui pemilu wajib bertanggung jawab kepada rakyat yang telah memilihnya. Maka dengan cara inilah kepentingan ekonomi, sosial, dan juga politik menjadi lebih terjamin.

Pemerintahan stabil

Sistem demokrasi didasarkan pada kehendak rakyat sehingga dalam penyelenggaraannya didasarkan atas dukungan rakyat. Hal ini yang menjadikan demokrasi dianggap lebih stabil jika dibandingkan dengan bentuk pemerintahan lain.

Berdasarkan prinsip kesetaraan

Maksud dari demokrasi berdasarkan prinsip kesetaraan adalah semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum.

Semua warga negara memiliki hak politik, sosial, dan juga ekonomi yang sama sehingga negara tidak boleh membedakan warga negara atas dasar agama, kasta, jenis kelamin, dan kepemilikan.

Kekurangan Sistem Demokrasi

Meskipun memiliki kelebihan, namun sistem demokrasi juga memiliki kekurangan. Berikut adalah beberapa kekurangan yang diakibatkan dari sistem demokrasi.

Pemerintahan oleh orang tidak kompeten

Sistem demokrasi bisa saja dijalankan oleh orang-orang yang tidak kompeten dalam bidangnya. Ini karena di dalam demokrasi, setiap warga negara berhak untuk mengambil bagian, namun tidak semua orang cocok dalam bidang itu.

Sekelompok manipulator yang bisa mengumpulkan suara akan sangat mampu mendapatkan kekuasaan dalam demokrasi. Hasilnya adalah demokrasi dijalankan oleh orang yang tidak ahli dan tidak kompeten.

Lebih menekankan pada kuantitas daripada kualitas

Demokrasi umumnya lebih mengutamakan kuantitas daripada kualitas yang disebabkan oleh partai yang mayoritas memiliki wewenang dalam memegang pemerintahan.

Bukan hanya itu, beberapa orang yang terpilih akibat hasil pemilu juga memungkinkan orang yang tidak memiliki kecerdasan, visi dan bahkan korup bisa saja terpilih menjadi penyelenggara negara.

Menurunkan standar moral

Satu-satunya tujuan kandidat adalah untuk memenangkan pemilihan agar terpilih menjadi wakil rakyat. Bahkan tidak jarang ditemui bahwa orang yang ingin menjadi anggota dewan secara terang-terangan menggunakan politik uang.

Kekuatan uang dan otot saling bekerja sama bahu-membahu untuk dapat memastikan kemenangan seorang kandidat. Dengan demikian, moralitas menjadi korban pertama dalam pemilu.

Itulah pembahasan mengenai perkembangan demokrasi di Indonesia dari awal kemerdekaan hingga saat ini lengkap beserta kelebihan dan kekurangan daripada sistem demokrasi.

Klasifikasi Demokrasi

Klasifikasi Demokrasi

Klasifikasi Demokrasi – Saat ini, demokrasi telah dijadikan sebagai suatu sistem politik yang banyak dianut oleh negara-negara di dunia, termasuk Indonesia.

Secara umum, negara yang menganut sistem demokrasi ini merupakan negara yang kekuasaan tertingginya berada di tangan rakyat.

Hal ini karena dalam menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin negara, pemerintahan atau wakil rakyat harus dipilih melalui sistem pemilihan langsung dan bebas.

Sementara itu, Abraham Lincoln menyatakan bahwa demokrasi merupakan suatu sistem pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Klasifikasi Demokrasi di Indonesia

Klasifikasi Demokrasi
Sumber Gambar: ichamay15.blogspot.com

Di negara yang menganut sistem demokrasi, maka rakyatnya memiliki kebebasan di dalam melakukan aktivitas kehidupan termasuk juga aktivitas politik tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun.

Sebagai salah satu konsep politik, demokrasi merupakan landasan dalam menata sistem pemerintahan negara agar dapat berproses ke arah yang lebih baik.

Nah, dalam proses ini, rakyat berperan penting dalam menentukan berbagai hal yang menyangkut kehidupan bersama sebagai sebuah bangsa dan negara.

Meski sudah banyak dianut oleh sebagian besar negara-negara di dunia, namun  dalam pelaksanaan demokrasi ini berbeda-beda tergantung sudut pandang masing-masing.

Dengan adanya keanekaragaman sudut pandang inilah membuat demokrasi dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam bentuk, yaitu berdasarkan titik berat perhatian, berdasarkan ideologi, dan berdasarkan proses penyaluran kehendak rakyat.

Berdasarkan Titik Berat Perhatian

Jika dilihat berdasarkan titik berat perhatiannya, maka bentuk demokrasi dapat dikategorikan menjadi tiga, yaitu:

Demokrasi Formal

Demokrasi formal merupakan sebuah demokrasi yang menjunjung tinggi persamaan dalam bidang politik tanpa disertai dengan upaya mengurangi kesenjangan di bidang ekonomi. Adapun bentuk demokrasi formal ini biasanya dianut oleh negara-negara liberal.

Demokrasi Material

Selanjutnya adalah demokrasi material. Demokrasi ini merupakan suatu demokrasi yang menitikberatkan upaya menghilangkan perbedaan di dalam bidang ekonomi.

Sementara persamaan di bidang politik tidak begitu diperhatikan dan bahkan dihilangkan. Negara komunis merupakan negara yang menganut sistem ini.

Demokrasi Gabungan

Terakhir adalah demokrasi gabungan, yang merupakan bentuk demokrasi yang hanya mengambil kebaikannya saja dan membuang keburukan dari bentuk demokrasi formal dan demokrasi material. Pada umumnya demokrasi ini dianut oleh negara-negara nonblok.

Berdasarkan Ideologi

Berbeda dengan demokrasi yang berdasarkan titik perhatian, demokrasi yang berdasarkan ideologi ini dibagi menjadi dua bentuk demokrasi, yaitu:

Demokrasi Konstitusional (Liberal)

Demokrasi konstitusional atau liberal ialah suatu demokrasi yang dilandaskan pada kebebasan (individualisme). Ciri-ciri pemerintahan yang menganut demokrasi ini adalah kekuasaan pemerintahannya terbatas, yaitu dibatasi oleh konstitusi.

Pada sistem demokrasi liberal ini tidak diperkenankan banyak campur tangan serta bertindak sewenang-wenang terhadap rakyat.

Demokrasi Rakyat (Proletar)

Proletar atau demokrasi rakyat adalah demokrasi yang dilandaskan pada paham marxisme-komunisme yang mana demokrasi ini bertujuan kepada kehidupan yang tidak mengenal kelas sosial.

Maksudnya adalah rakyat dibebaskan dari keterikatan pada pemilikan pribadi tanpa adanya paksaan dan penindasan. Namun untuk mencapai hal tersebut jika perlu menggunakan paksaan dan kekerasan.

Berdasarkan Proses Penyaluran Kehendak Rakyat

Jika berdasarkan proses penyaluran kehendak rakyat, maka bentuk demokrasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

Demokrasi Langsung

Maksud dari demokrasi langsung adalah sebuah paham demokrasi yang mengikutsertakan setiap warga negaranya dalam permusyawaratan guna menentukan kebijaksanaan umum negara dan juga undang-undang secara langsung.

Demokrasi Tidak Langsung

Sedangkan demokrasi tidak langsung adalah suatu paham demokrasi yang mana pelaksanaannya ini dilakukan melalui perwakilan. Penerapan demokrasi ini terkait berdasarkan kondisi suatu negara yang mana jumlah penduduknya banyak, rumit dan kompleks.

Nah, demokrasi tidak langsung ini pada umumnya dilaksanakan dengan cara pemilihan umum.

Pengertian Demokrasi

Klasifikasi Demokrasi
Sumber Gambar: listontap.com-desainzamroni

Pengertian demokrasi secara umum adalah suatu bentuk pemerintahan politik yang mana kekuasaan pemerintahannya berasal dari rakyat, baik itu secara langsung atau melalui perwakilan.

Ciri-ciri Pemerintahan Demokrasi

Klasifikasi Demokrasi
Sumber Gambar: pixabay

Ciri-ciri dari pemerintahan yang menganut sistem demokrasi adalah:

  • Adanya keterlibatan warga negaranya di dalam pengambilan keputusan politik baik itu secara langsung maupun tidak langsung (perwakilan).
  • Adanya pengakuan, penghargaan, dan juga perlindungan terhadap hak-hak asas rakyat atau warga negara.
  • Adanya persamaan hak bagi seluruh warga negara di dalam semua bidang.
  • Adanya kebebasan dan juga kemerdekaan bagi seluruh warga negara.
  • Terdapat lembaga peradilan/kekuasaan kehakiman yang independen yang dijadikan sebagai alat penegakan hukum.
  • Dibuatnya pemilihan umum guna memilih wakil rakyat yang nantinya akan duduk di lembaga perwakilan rakyat.
  • Adanya pers atau media massa yang bebas untuk menyampaikan suatu informasi serta mengontrol perilaku dari kebijakan pemerintah.
  • Terselenggaranya pemilihan umum yang bebas, jujur dan adil guna menentukan/memilih pemimpin negara dan pemerintahan serta anggota lembaga perwakilan rakyat.
  • Adanya pengakuan terhadap perbedaan keragaman suku, budaya, agama, golongan dan lain sebagainya.

Baca Juga: Nilai Nilai yang Terkandung dalam Pancasila

Fungsi Demokrasi

Klasifikasi Demokrasi
Sumber Gambar: newnaratif.b-cdn.net

Terdapat beberapa fungsi dari demokrasi, di antaranya adalah:

  • Sistem politik memberikan kekuatan di dalam memilih pemimpin rakyat dan pemerintahan secara bebas, jujur dan adil, yaitu dalam pemilihan umum.
  • Memberikan perlindungan terhadap hak asasi setiap warga negara.
  • Memberikan individu untuk menjadi warga negara yang aktif dalam berpartisipasi baik itu dalam hal politik atau sebagai warga negara (rakyat).
  • Untuk menghasilkan suatu aturan yang berlaku terhadap semua warga negara tanpa terkecuali dan tanpa pandang bulu.

Demikianlah pembahasan mengenai klasifikasi demokrasi lengkap beserta pengertian, fungsi, dan ciri-cirinya. Semoga bermanfaat.

Nilai Nilai yang Terkandung dalam Pancasila

Nilai Nilai yang Terkandung dalam Pancasila

Nilai Nilai yang Terkandung dalam Pancasila – Selain dijadikan sebagai lambang negara, Pancasila merupakan landasan dasar bagi masyarakat Indonesia dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam setiap aktivitas, keputusan maupun kebijakan baik itu oleh pemerintah atau masyarakat semestinya berpedoman pada Pancasila.

Sehingga dapat dikatakan bahwa Pancasila merupakan suatu simbol untuk membangun masyarakat yang adil dan makmur.

Nilai Nilai yang Terkandung dalam Pancasila

Nilai Nilai yang Terkandung dalam Pancasila
Sumber Gambar: id.wikipedia.org

Pancasila sendiri memiliki lima sila yang menjadi landasan negara Indonesia. Berikut adalah lima sila yang terangkum di dalam Pancasila:

  1. Ketuhanan yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
  5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Pada tiap-tiap sila tersebut mengandung nilai atau makna yang berbeda-beda yang semestinya diterapkan di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Lantas, nilai-nilai apa sajakah yang terdapat di dalam Pancasila? Berikut penjelasan selengkapnya.

Sila Ke-1

Nilai Nilai yang Terkandung dalam Pancasila
Sumber Gambar: id.wikipedia.org

Sila pertama pada Pancasila ini dilambangkan dengan bintang berwarna emas serta berlatar belakang warna hitam. Lambang pertama ini menggambarkan bahwa seluruh bangsa Indonesia percaya dan mengakui adanya Tuhan yang Maha Esa.

Adapun warna emas yang terdapat pada bintang ini adalah gambaran sumber cahaya dari Tuhan yang akan selalu menerangi Indonesia. Sedangkan latar belakang hitam adalah menggambarkan warna alami.

Dengan adanya berkah dari Tuhan yang Maha Esa ini diharapkan bangsa Indonesia tidak tersesat di dalam menjalani kehidupan.

Sementara itu, nilai-nilai yang terdapat dalam sila pertama ini adalah:

  • Mempercayai bahwa Tuhan itu ada, menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya sesuai dengan kepercayaannya masing-masing.
  • Menghormati terhadap pemeluk agama lain.
  • Menjaga toleransi antar sesama umat beragama.
  • Tidak mencemooh atau menghina kepercayaan orang lain.
  • Tidak memaksakan kehendak antar umat beragama meskipun berkeyakinan berbeda.

Sila Ke-2

Nilai Nilai yang Terkandung dalam Pancasila
Sumber Gambar: id.wikipedia.org

Selanjutnya adalah sila ke-2 dalam Pancasila yang dilambangkan dengan rantai emas yang berlatar belakang warna merah.

Jika diperhatikan dengan seksama, maka gelang-gelang pada rantainya ini memiliki bentuk yang tidak sama namun terikat tanpa putus, yaitu berbentuk persegi dan lingkaran.

Bentuk rantai ini melambangkan pria dan wanita sebagai rakyat Indonesia yang saling terikat dan membantu satu sama lain.

Nilai-nilai yang terdapat pada sila ke-2 ini adalah:

  • Seluruh rakyat Indonesia mempunyai hak yang sama baik itu di mata hukum, agama, masyarakat, dan lainnya tanpa terkecuali.
  • Mengutamakan sikap tenggang rasa, tolong menolong, dan bergotong-royong.
  • Tidak terdapat perbedaan sosial antar sesama rakyat Indonesia.
  • Menghargai pendapat masing-masing meskipun pendapatnya berbeda-beda.
  • Nilai kemanusiaan antar rakyat Indonesia harus dijaga dan dijunjung tinggi.

Sila ke-3

Nilai Nilai yang Terkandung dalam Pancasila
Sumber Gambar: www.markijar.com

Pohon beringin dengan latar belakang putih merupakan lambang dari sila ke-3 yang melambangkan negara Indonesia itu sendiri. Sejatinya, pohon beringin merupakan pohon yang besar, tinggi dan memiliki daun yang lebat yang digunakan untuk berteduh bagi rakyat Indonesia.

Sedangkan akar pada pohon beringin ini menggambarkan suku-suku di Indonesia. Meski memiliki banyak cabang akar, namun akar tersebut tetap bersatu guna membangun pohon beringin agar mampu berdiri dengan kokoh sebagai negara kesatuan.

Beberapa nilai-nilai yang terkandung dalam sila ke-3 ini adalah:

  • Menggunakan bahasa persatuan Indonesia untuk berkomunikasi antar daerah.
  • Cinta terhadap tanah air, yaitu Indonesia.
  • Mengharumkan dan memperjuangkan nama Indonesia.
  • Berjiwa patriotisme di mana pun rakyat Indonesia berada.
  • Menjunjung tinggi dan mengutamakan persatuan dan kesatuan.

Sila Ke-4

Nilai Nilai yang Terkandung dalam Pancasila
Sumber Gambar: id.wikipedia.org

Lambang kepala banteng berwarna hitam dan putih serta berlatar belakang merah merupakan lambang dari sila ke-4 dalam Pancasila.

Maksud dari simbol kepala banteng ini adalah menggambarkan kehidupan rakyat Indonesia yang hidup rukun dalam bersosial. Lambang ini juga memperjelas bahwa keputusan bersama harus dicapai di dalam hidup bersosial serta mengesampingkan pendapat pribadi.

Makna atau nilai yang terkandung pada sila ke-4 ini adalah:

  • Seseorang yang memimpin bangsa Indonesia adalah harus yang bijaksana.
  • Kedaulatan bangsa mutlak ada di tangan rakyat.
  • Kekeluargaan wajib diutamakan.
  • Keputusan yang diambil adalah berdasarkan musyawarah hingga mencapai kesepakatan bersama.
  • Bersikap bijaksana dalam mengambil solusi.
  • Tidak memaksakan kehendak dari orang lain.

Sila Ke-5

Nilai Nilai yang Terkandung dalam Pancasila
Sumber Gambar: kids.grid.id

Terakhir adalah sila ke-5 yang dilambangkan dengan gambar padi berwarna kuning dan kapas hijau serta berlatar belakang putih. Padi dan kapas ini dijadikan sebagai simbol sumber sandang dan pangan yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia.

Lambang ini adalah gambaran tujuan bangsa Indonesia yang ingin menggapai kesejahteraan sosial baik itu sandang maupun pangan tanpa adanya kesenjangan baik itu dari segi ekonomi, sosial, budaya, ataupun politik sehingga keadilan dapat terwujud.

Nilai-nilai yang terkandung di dalam sila ke-5 ini adalah:

  • Berperilaku adil baik itu di bidang ekonomi, sosial, dan juga politik.
  • Sebagai perwujudan keadilan sosial bagi bangsa Indonesia.
  • Wajib menghormati hak dan kewajiban setiap orang.
  • Turut serta dalam mendukung kemajuan dan pembangunan Indonesia.
  • Menjadi rakyat Indonesia yang adil dan makmur.

Meskipun terlihat sederhana, namun ternyata lambang negara kita ini mengandung makna yang sangat luar biasa bukan?

Maka dari itu, sebagai bangsa Indonesia kita harus menjaga agar Pancasila tetap menjadi lambang atau landasan dari keragaman budaya yang ada di negara kita ini.

Nah, itulah pembahasan mengenai nilai nilai yang terkandung dalam Pancasila. Agar tujuan bangsa Indonesia tercapai, maka kita wajib menerapkan nilai-nilai Pancasila ini dalam kehidupan sehari-hari. Tetap jaga keutuhan Pancasila ya!