Besaran Pokok dan Besaran Turunan

Besaran Pokok dan Besaran Turunan

Besaran pokok dan besaran turunan merupakan salah satu materi dalam fisika yang sangat penting dalam kehidupan manusia.

Bahkan dapat dikatakan jika materi ini sering kita dijumpai dalam kehidupan sehari-hari tanpa kita sadari. Seperti contohnya pada saat kita menyaksikan balapan MottoGP yang dapat melaju hingga kecepatan 350 km/jam.

MottoGP ini memiliki kecepatan yang jauh lebih cepat daripada kecepatan kuda yang biasanya hanya mencapai kecepatan maksimal 70 km/jam. Lantas dari mana kita dapat melihat perbedaan dari nilai kecepatan tersebut? Jawabannya adalah dari pengukuran kecepatan.

Pengertian Besaran Pokok dan Besaran Turunan

Besaran Pokok dan Besaran Turunan
slideplayer.info

Sebelum membahas lebih jauh, mengetahui pengertian daripada keduanya merupakan hal yang wajib diketahui agar kita tidak gagal di dalam memahaminya.

Besaran Pokok

Besaran pokok adalah besaran yang mana satuannya telah ditetapkan atau didefinisikan terlebih dahulu, berdiri sendiri, dan tidak tergantung pada besaran lainnya.

Adapun dimensi merupakan cara untuk menyusun suatu besaran yang susunannya berdasarkan besaran pokok serta ditandai dengan menggunakan lambang/huruf tertentu yang ditempatkan dalam kurung siku.

Para ahli fisika di seluruh dunia telah bersepakat bahwa terdapat tujuh besaran pokok dalam fisika. Berikut adalah tabel besaran pokok lengkap beserta satuan, singkatan, dan dimensinya.

Besaran Pokok dan Besaran Turunan
www.markijar.com

Berikut adalah penjelasan selengkapnya.

Massa

Besaran massa umumnya digunakan untuk mengukur massa atau kandungan materi yang terdapat di suatu benda. Sementara massa memiliki satuan internasional (SI) yaitu kilogram dengan dimensi [M].

Dalam massa satu kilogram didefinisikan oleh massa silinder logam. Nah, massa silinder logam ini terbuat dari campuran logam platina dan iridium serta disimpan dengan ketat di Sevres, Prancis, tepatnya di International Bureau of Weights and Measures.

Panjang

Sedangkan penggunaan besaran panjang digunakan untuk mengukur panjang suatu benda yang mana satuan internasionalnya adalah meter (M) dan berdimensi [L]

Satuan meter ini didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh cahaya dalam ruang hampa yaitu selama 1/299.792.458 sekon.

Waktu

Sementara besaran waktu digunakan untuk mengukur waktu suatu kejadian atau peristiwa. Adapun salah satu contoh alat ukur waktu adalah stopwatch. Waktu memiliki satuan internasional (SI) sekon dan dimensi [T].

Dapat dikatakan, satu sekon didefinisikan sebagai selang waktu yang diperlukan atom Cesium-133 untuk bergetar sebanyak 9.192.631.770 kali.

Suhu

Suhu merupakan ukuran panas pada suatu benda dimana satuan internasionalnya (SI) adalah kelvin [K], sedangkan alat untuk mengukur suhu disebut termometer.

Kuat Arus

Penggunaan kuat arus digunakan guna mengukur arus listrik dari satu tempat ke tempat lainnya yang memiliki satuan internasional berupa ampere (A) dan berdimensi [I].

Pada satu ampere didefinisikan sebagai kuat arus yang diperlukan untuk memindahkan muatan satu Coulomb per detiknya.

Intensitas Cahaya

Intensitas cahaya pada umumnya digunakan untuk mengukur mengenai terang atau tidaknya cahaya yang jatuh pada benda. Satuan internasional intensitas cahaya adalah candela atau disingkat (Cd) dan berdimensi [J].

Sementara itu, satu candela didefinisikan intensitas pancaran radiasi monokromatik dengan frekuensi yaitu 540 x1012 Hz serta mempunyai intensitas radian 1/683 wall per radian.

Jumlah Zat

Jumlah zat memiliki satuan internasional (SI) yaitu mol serta berdimensi [N]. Sedangkan pada satu mol sendiri didefinisikan sebagai jumlah zat yang sama atau sebanding dengan banyaknya 12 gram atom karbon -12.

Baca Juga: Cara Membaca Jangka Sorong

Besaran Turunan

Secara umum, besaran turunan merupakan besaran yang satuannya berasal dari kombinasi besaran-besaran pokok. Sementara jumlah besaran turunan terbilang sangat banyak dan dapat dikatakan hampir semua besaran fisika adalah besaran turunan.

Seperti yang telah diketahui, bahwa kita mengenal besaran turunan seperti luas, (kombinasi antara perkalian besaran panjang), kecepatan (kombinasi dari besaran panjang yang dibagi dengan besaran waktu), massa jenis (kombinasi besaran massa dibagi dengan besaran turunan volume), dan masih banyak lagi yang lainnya.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan tabel berikut ini:

Besaran Pokok dan Besaran Turunan
moztrip.com

Pengukuran Besaran dalam Fisika

Besaran Pokok dan Besaran Turunan
smp.prasacademy.com

Pengukuran merupakan suatu kegiatan membandingkan antara besaran satu dengan besaran yang lainnya dimana tujuannya adalah untuk mendapatkan data real secara pasti.

Terdapat banyak peristiwa pengukuran yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Seperti contohnya pengukuran tekanan darah pasien di rumah sakit, bayi yang ditimbang di puskesmas, pengukuran tegangan arus listrik, dan masih banyak lagi contoh yang lainnya.

Namun perlu kita ketahui, bahwa dalam teori yang terdapat pada fisika ini harus mampu selaras dengan hasil pengukuran.

Jika teori tidak sesuai dengan hasil pengukuran, maka teori tersebut ditolak! Sehingga pengukuran dalam fisika dapat dikatakan sangat penting dalam mendasari kevalidan suatu data.

Di dalam pengukuran sederhana, kita sering menjumpai bahkan malah menggunakan beberapa alat ukur untuk mengukur suatu benda.

Seperti misalnya menggunakan alat ukur mistar, meteran, jangka sorong, pengukuran besaran massa yang menggunakan alat ukur berupa timbangan dan lainnya.

Adapun baik itu konsep besaran pokok dan besaran turunan yang telah kita bahas bersama-sama ini telah ditetapkan oleh para ahli fisika dan telah menggunakan satuan baku yaitu satuan internasional (SI) yang memudahkannya di dalam pencocokan ukuran. Semoga bermanfaat ya!

Cara Membaca Jangka Sorong

Cara Membaca Jangka Sorong

Cara Membaca Jangka Sorong – Jangka sorong merupakan alat ukur yang memiliki ketelitian tinggi hingga mencapai seperseratus mm yang biasanya digunakan untuk mengukur dimensi bagian dalam benda atau bagian luarnya.

Selain itu, jangka sorong juga digunakan untuk mengukur kedalaman lubang, celah, dan lain sebagainya. Meskipun memiliki ukuran yang tidak terlalu besar, namun alat ini nyatanya dapat menghasilkan pengukuran yang lebih tepat jika dibandingkan dengan penggaris biasa.

Adapun skala nonius yang terdapat pada jangka sorong ini bervariasi, yaitu mulai dari 0,01, 0,02, 0,05 serta beberapa skala lainnya.

Baca Juga: Perkembangan Demokrasi di Indonesia

Cara Membaca Jangka Sorong

Cara Membaca Jangka Sorong
Sumber Gambar: i.ytimg.com

Secara umum, alat ukur yang satu ini memiliki beberapa model atau tipe, seperti jangka sorong analog, digital, dan manual.

Namun apakah kita mengetahui tentang bagaimana caranya membaca atau jangka sorong? Jika belum mengetahuinya, maka berikut ini adalah penjabaran mengenai cara membaca jangka sorong:

  • Pada alat pengukur ini terdapat dua skala, yaitu skala utama dan skala nonius. Nilai dari skala utama adalah cm, sedangkan skala nonius bernilai 1/10.
  • Lihatlah angka nol pada skala nonius. Terdapat garis pada skala utama yang berada tepat di belakang nol pada skala nonius. Garis tersebut adalah nilai ukur skala utamanya.
  • Jika telah mendapatkan nilai ukur skala utamanya, maka kita juga perlu membaca nilai ukur skala nonius. Caranya adalah menentukan garis yang berhimpitan antara skala utama dengan skala nonius. Garis yang berhimpitan ini adalah nilai ukur skala noniusnya.
  • Kemudian jumlahkan hasil nilai ukur skala utama dengan skala noniusnya. Tujuannya adalah agar kita mendapatkan hasil pengukuran panjang benda.

Cara Menggunakan Jangka Sorong

  • Untuk menggunakan jangka sorong, maka hal pertama yang perlu kita lakukan adalah membuka pengunci rahangnya terlebih dahulu.
  • Setelah itu untuk mengukur panjang suatu benda, kita dapat menggunakan rahang jangka sorong bagian bawah, yaitu dengan cara menaruh benda di antara rahang jangka sorong hingga kedua rahangnya menyentuh benda.
  • Terakhir adalah kunci rahang menggunakan pengunci lalu baca skala yang tertera pada jangka sorong.

Bagian-bagian Jangka Sorong

Cara Membaca Jangka Sorong
Sumber Gambar: www.diedit.com

Jangka sorong terdiri dari beberapa bagian yang mana di tiap bagiannya ini memiliki fungsi yang berbeda-beda. Berikut ini adalah bagian-bagian yang terdapat pada jangka sorong lengkap beserta fungsinya.

  • Rahang atas pada jangka sorong berfungsi untuk mengukur diameter benda.
  • Rahang bawah berfungsi untuk mengukur kedalaman benda.
  • Skala utama adalah untuk pembacaan nilai ukur.
  • Skala nonius digunakan untuk membaca nilai ukur.
  • Pengunci rahang berfungsi untuk mengunci supaya rahang tidak bergerak.
  • Pada bagian roda penggerak digunakan untuk menggerakkan rahang.

Macam-macam Jangka Sorong

Cara Membaca Jangka Sorong
Sumber Gambar: mechanical-engineering19.blogspot.com

Seperti pada penjelasan di atas bahwa terdapat tiga macam atau jenis jangka sorong, yaitu jangka sorong digital, jangka sorong manual, dan jangka sorong analog.

Jangka Sorong Digital

Sesuai dengan namanya, jenis jangka sorong ini memiliki skala nonius yang ditunjukkan dalam bentuk skala digital.

Hal ini yang menjadikan jangka sorong digital paling mudah digunakan untuk mengetahui hasil pengukuran jika dibandingkan dengan tipe jangka sorong yang lainnya.

Jangka Sorong Manual

Selanjutnya adalah jenis jangka sorong manual. Berhubung jangka sorong ini ini adalah manual, maka jika kita menggunakannya, kita harus mampu mengetahui skala nonius dengan teliti.

Ini karena di dalam menggunakan jangka sorong manual dibutuhkan ketelitian dalam melihat garis yang sejajar pada skala nonius.

Jangka Sorong Analog

Terakhir adalah jangka sorong analog. Pada tipe jangka sorong analog ini sebenarnya sama seperti jangka sorong manual. Bedanya adakah terletak pada bentuk skalanya yang berbentuk jarum atau analog. Maka kita harus mampu membaca secara tepat nilai yang ditunjuk oleh analog tersebut.

Fungsi Jangka Sorong

Cara Membaca Jangka Sorong
Sumber Gambar: www.alihamdan.id

Meskipun terlihat sederhana, namun jangka sorong memiliki beberapa fungsi yang membantu untuk memudahkan pekerjaan manusia. Di antara fungsi dari jangka sorong adalah:

  • Untuk mengukur diameter luar atau outside diameter, panjang, ketebalan, serta lebar dari suatu material menggunakan rahang luar jangka sorong.
  • Sementara untuk mengukur diameter dalam atau inside diameter adalah menggunakan rahang dalam.
  • Berfungsi untuk mengukur kedalaman dengan depth probe.

Baca Juga: Klasifikasi Demokrasi

Kelebihan dan Kekurangan Jangka Sorong

Cara Membaca Jangka Sorong
Sumber Gambar: ae01.alicdn.com

Terdapat kelebihan dan kekurangan jika kita menggunakan jangka sorong untuk mengukur suatu benda.

Kelebihan Jangka Sorong

Jika kita menggunakan jangka sorong, maka kita akan mendapatkan beberapa keuntungan atau kelebihan, seperti:

  • Jangka sorong dapat digunakan untuk mengukur ketebalan, inside dan outside diameter dengan lebih teliti jika dibandingkan dengan penggaris biasa.
  • Memiliki tingkat ketelitian yang cukup baik dan tinggi daripada alat pengukur lainnya seperti penggaris atau roll meter.
  • Bisa digunakan untuk mengukur kedalaman lubang dengan lebih teliti.

Kekurangan Jangka Sorong

Walaupun mempunyai kelebihan, namun ternyata jangka sorong juga memiliki kekurangan, yaitu:

  • Permukaan material yang diukur harus sama rata karena jika tidak sama rata maka diperlukan surface preparation guna mendapatkan hasil pengukuran yang akurat.
  • Ukuran benda yang diukur sangat terbatas dan tidak dapat mengukur ukuran benda yang panjang. Biasanya panjang benda yang akan diukur menggunakan jangka sorong adalah 30 dan 60 cm.
    Namun jika ukuran bendanya lebih panjang dari ukuran tersebut, maka dalam mengukurnya dapat menggunakan Penggaris dan roll meter.

Demikian pembahasan mengenai cara menggunakan dan membaca jangka sorong lengkap beserta bagian, macam, fungsi, kelebihan dan kekurangannya yang berhasil dirangkum dari berbagai sumber terpercaya.

Perkembangan Demokrasi di Indonesia

Perkembangan Demokrasi di Indonesia

Berdasarkan catatan sejarah, perkembangan demokrasi di Indonesia dimulai dari awal kemerdekaan sampai dengan saat ini telah mengalami pasang surut.

Adapun salah satu masalah yang sering dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah bagaimana caranya untuk meningkatkan kehidupan ekonomi serta menghubungkan kehidupan sosial dan politik yang demokrasi dalam lingkup masyarakat yang memiliki keanekaragaman budayanya.

Masalah ini terjadi pada penyusunan suatu sistem politik dengan kepemimpinan cukup kuat untuk melaksanakan pembangunan ekonomi, character and nation building, dengan partisipasi rakyat serta menghindarkan timbulnya diktatur perorangan, partai dan militer.

Baca Juga: Klasifikasi Demokrasi

Perkembangan Demokrasi di Indonesia

Perkembangan Demokrasi di Indonesia
Sumber Gambar: slideplayer.info

Secara umum, periode demokrasi di Indonesia dapat dikategorikan menjadi empat, yaitu Demokrasi Parlementer atau Liberal, Demokrasi Terpimpin, Demokrasi Pancasila, dan Demokrasi Transisi atau era Reformasi.

Di bawah ini adalah penjelasan mengenai demokrasi di Indonesia lengkap beserta karakteristik dan peralihannya.

Demokrasi Parlementer atau Liberal (1950-1959)

Demokrasi Parlementer atau dikenal juga dengan Demokrasi Liberal terjadi pada awal-awal kemerdekaan, yaitu pada tahun 1950-1959.

Karakteristik Demokrasi Parlementer:

  • Menganut sistem multipartai, maksudnya adalah parlemennya terdiri dari wakil-wakil partai yang berasal dari berbagai aliran/ideologi
  • Parlemen memegang kekuasaan politik yang sangat besar
  • Kabinet pemerintahan koalisi pada era demokrasi ini tidak stabil sehingga sering berganti
  • Pemilihan umum tahun 1955 dilaksanakan dengan sangat demokratis
  • Diawasi dengan sangat ketat oleh parlemen sehingga menyebabkan akuntabilitas pejabat negara sangat tinggi
  • Perihal berserikat dan juga berkumpul terjamin dengan sangat jelas

Peralihan:

  • Terjadinya instabilitas dan pemberontakan di berbagai daerah
  • Pemilihan dilakukan dengan cara mengakhiri Demokrasi Parlementer serta menerapkan demokrasi baru, yaitu Demokrasi Terpimpin
  • Dekrit Presiden 5 Juli 1959 menghasilkan konstituante bubar sehingga kembali ke UUD 1945

Demokrasi Terpimpin (1959-1966)

Setelah berakhirnya periode Demokrasi Liberal, maka digantilah dengan demokrasi yang baru. Demokrasi ini dikenal dengan nama Demokrasi Terpimpin yang digunakan pada tahun 1959-1966.

Karakteristik Demokrasi Terpimpin:

  • Sistem kepartaian pada masa demokrasi ini melemah yang disebabkan karena kekuasaan presiden semakin besar
  • Peran kontrol DPR Gotong Royong atau disingkat DPR-GR melemah
  • Tidak terselenggaranya pemilu
  • Adanya upaya konsolidasi kekuatan politik dengan cara pembentukan Dewan Nasional. Dewan ini dibentuk dari golongan fungsional (wakil buruh, ulama, pendeta, petani, wanita, dan lain-lain)
  • Terjadinya upaya konsolidasi kekuatan politik dengan cara pembentukan Kabinet Gotong Royong yang mana kabinet ini mewakili semua fraksi/partai
  • Kewenangan di tingkat daerah terbatas
  • Sentralisasi kekuasaan berada di tangan presiden
  • Kebebasan pers dibatasi yang mengakibatkan sejumlah media dibredel

Peralihan:

  • Kepemimpinan yang dijalankan pada saat itu tidak mampu memperbaiki masalah ekonomi dan sosial
  • Kudeta gagal PKI melalui G30S di tahun 1965
  • Presiden Soekarno tersingkir dari kekuasaannya dan digantikan oleh Soeharto

Demokrasi Pancasila atau Orde Baru (1966-1998)

Tergulingnya Ir. Soekarno sebagai presiden RI yang kemudian digantikan oleh Soeharto menjadikan Demokrasi Terpimpin juga diganti dengan Demokrasi Pancasila atau lebih dikenal dengan era Orde Baru terjadi pada tahun 1966-1998.

Karakteristik Demokrasi Pancasila atau Orde Baru:

  • Pada masa Orde Baru, kekuasaan presiden sebagai kepala negara dan juga kepala pemerintahan sangat tinggi dan kuat
  • Pemilihan umum diselenggarakan secara teratur setiap lima tahun
  • Meskipun terdapat partai politik, namun keberadaannya dibatasi baik itu dari jumlah maupun peran politiknya
  • Perekrutan politik bersifat sangat tertutup
  • Tidak ada pergantian kekuasaan politik yang menjadikan Soeharto berkuasa selama lima periode pemilu
  • Militer berperan sangat kuat ditandai dengan konsep dwifungsi ABRI
  • Hak kebebasan pers dibatasi, bahkan pembredelan media massa sering terjadi

Peralihan:

  • Di akhir-akhir era Orde Baru, perekonomian negara sangat kacau, harga BBM dan kebutuhan pokok melambung tinggi
  • Pemerintahan mandek/berhenti akibat sebagian besar menteri yang menjabat mengundurkan diri
  • Terjadi demonstrasi masa besar-besaran yang dimotori oleh mahasiswa yang menuntut reformasi dan mundurnya Soeharto
  • Puncaknya adalah Soeharto mengundurkan diri sebagai presiden RI pada tanggal 21 Mei 1998

Demokrasi Transisi atau Reformasi (1998-kini)

Dengan berakhirnya masa Orde Baru, maka muncullah Demokrasi Transisi atau era Reformasi. Masa Reformasi ini terjadi mulai tahun 1998 hingga kini.

Karakteristik Demokrasi Transisi:

  • Parlemen terdiri dari banyak partai (multipartai)
  • Sistem pemerintahan pada era Reformasi ini adalah presidensial
  • Lembaga perwakilan dibagi menjadi dua, yaitu DPR dan DPD
  • Sistem pemilihan langsung untuk memilih presiden dan juga kepala daerah
  • Kebebasan pers lebih diperhatikan sehingga lebih baik
  • Desentralisasi kekuasaan menggunakan model otonomi daerah
  • Dibentuknya komisi-komisi independen negara, contohnya adalah KPK

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Demokrasi

Perkembangan Demokrasi di Indonesia
Sumber Gambar: pinterpolitik.com

Setelah membahas mengenai perkembangan demokrasi di Indonesia, kini kita akan membahas mengenai kelebihan dan kekurangan dari sistem demokrasi. Berikut adalah penjelasan selengkapnya.

Kelebihan Sistem Demokrasi

Beberapa kelebihan yang diakibatkan dari sistem demokrasi adalah:

Melindungi kepentingan rakyat

Demokrasi adalah sebuah sistem yang melindungi kepentingan bangsa/rakyat. Sehingga kekuasaan sesungguhnya terletak di tangan orang-orang yang mewakili rakyat banyak.

Para wakil rakyat yang berhasil terpilih melalui pemilu wajib bertanggung jawab kepada rakyat yang telah memilihnya. Maka dengan cara inilah kepentingan ekonomi, sosial, dan juga politik menjadi lebih terjamin.

Pemerintahan stabil

Sistem demokrasi didasarkan pada kehendak rakyat sehingga dalam penyelenggaraannya didasarkan atas dukungan rakyat. Hal ini yang menjadikan demokrasi dianggap lebih stabil jika dibandingkan dengan bentuk pemerintahan lain.

Berdasarkan prinsip kesetaraan

Maksud dari demokrasi berdasarkan prinsip kesetaraan adalah semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum.

Semua warga negara memiliki hak politik, sosial, dan juga ekonomi yang sama sehingga negara tidak boleh membedakan warga negara atas dasar agama, kasta, jenis kelamin, dan kepemilikan.

Kekurangan Sistem Demokrasi

Meskipun memiliki kelebihan, namun sistem demokrasi juga memiliki kekurangan. Berikut adalah beberapa kekurangan yang diakibatkan dari sistem demokrasi.

Pemerintahan oleh orang tidak kompeten

Sistem demokrasi bisa saja dijalankan oleh orang-orang yang tidak kompeten dalam bidangnya. Ini karena di dalam demokrasi, setiap warga negara berhak untuk mengambil bagian, namun tidak semua orang cocok dalam bidang itu.

Sekelompok manipulator yang bisa mengumpulkan suara akan sangat mampu mendapatkan kekuasaan dalam demokrasi. Hasilnya adalah demokrasi dijalankan oleh orang yang tidak ahli dan tidak kompeten.

Lebih menekankan pada kuantitas daripada kualitas

Demokrasi umumnya lebih mengutamakan kuantitas daripada kualitas yang disebabkan oleh partai yang mayoritas memiliki wewenang dalam memegang pemerintahan.

Bukan hanya itu, beberapa orang yang terpilih akibat hasil pemilu juga memungkinkan orang yang tidak memiliki kecerdasan, visi dan bahkan korup bisa saja terpilih menjadi penyelenggara negara.

Menurunkan standar moral

Satu-satunya tujuan kandidat adalah untuk memenangkan pemilihan agar terpilih menjadi wakil rakyat. Bahkan tidak jarang ditemui bahwa orang yang ingin menjadi anggota dewan secara terang-terangan menggunakan politik uang.

Kekuatan uang dan otot saling bekerja sama bahu-membahu untuk dapat memastikan kemenangan seorang kandidat. Dengan demikian, moralitas menjadi korban pertama dalam pemilu.

Itulah pembahasan mengenai perkembangan demokrasi di Indonesia dari awal kemerdekaan hingga saat ini lengkap beserta kelebihan dan kekurangan daripada sistem demokrasi.

Klasifikasi Demokrasi

Klasifikasi Demokrasi

Klasifikasi Demokrasi – Saat ini, demokrasi telah dijadikan sebagai suatu sistem politik yang banyak dianut oleh negara-negara di dunia, termasuk Indonesia.

Secara umum, negara yang menganut sistem demokrasi ini merupakan negara yang kekuasaan tertingginya berada di tangan rakyat.

Hal ini karena dalam menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin negara, pemerintahan atau wakil rakyat harus dipilih melalui sistem pemilihan langsung dan bebas.

Sementara itu, Abraham Lincoln menyatakan bahwa demokrasi merupakan suatu sistem pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Klasifikasi Demokrasi di Indonesia

Klasifikasi Demokrasi
Sumber Gambar: ichamay15.blogspot.com

Di negara yang menganut sistem demokrasi, maka rakyatnya memiliki kebebasan di dalam melakukan aktivitas kehidupan termasuk juga aktivitas politik tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun.

Sebagai salah satu konsep politik, demokrasi merupakan landasan dalam menata sistem pemerintahan negara agar dapat berproses ke arah yang lebih baik.

Nah, dalam proses ini, rakyat berperan penting dalam menentukan berbagai hal yang menyangkut kehidupan bersama sebagai sebuah bangsa dan negara.

Meski sudah banyak dianut oleh sebagian besar negara-negara di dunia, namun  dalam pelaksanaan demokrasi ini berbeda-beda tergantung sudut pandang masing-masing.

Dengan adanya keanekaragaman sudut pandang inilah membuat demokrasi dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam bentuk, yaitu berdasarkan titik berat perhatian, berdasarkan ideologi, dan berdasarkan proses penyaluran kehendak rakyat.

Berdasarkan Titik Berat Perhatian

Jika dilihat berdasarkan titik berat perhatiannya, maka bentuk demokrasi dapat dikategorikan menjadi tiga, yaitu:

Demokrasi Formal

Demokrasi formal merupakan sebuah demokrasi yang menjunjung tinggi persamaan dalam bidang politik tanpa disertai dengan upaya mengurangi kesenjangan di bidang ekonomi. Adapun bentuk demokrasi formal ini biasanya dianut oleh negara-negara liberal.

Demokrasi Material

Selanjutnya adalah demokrasi material. Demokrasi ini merupakan suatu demokrasi yang menitikberatkan upaya menghilangkan perbedaan di dalam bidang ekonomi.

Sementara persamaan di bidang politik tidak begitu diperhatikan dan bahkan dihilangkan. Negara komunis merupakan negara yang menganut sistem ini.

Demokrasi Gabungan

Terakhir adalah demokrasi gabungan, yang merupakan bentuk demokrasi yang hanya mengambil kebaikannya saja dan membuang keburukan dari bentuk demokrasi formal dan demokrasi material. Pada umumnya demokrasi ini dianut oleh negara-negara nonblok.

Berdasarkan Ideologi

Berbeda dengan demokrasi yang berdasarkan titik perhatian, demokrasi yang berdasarkan ideologi ini dibagi menjadi dua bentuk demokrasi, yaitu:

Demokrasi Konstitusional (Liberal)

Demokrasi konstitusional atau liberal ialah suatu demokrasi yang dilandaskan pada kebebasan (individualisme). Ciri-ciri pemerintahan yang menganut demokrasi ini adalah kekuasaan pemerintahannya terbatas, yaitu dibatasi oleh konstitusi.

Pada sistem demokrasi liberal ini tidak diperkenankan banyak campur tangan serta bertindak sewenang-wenang terhadap rakyat.

Demokrasi Rakyat (Proletar)

Proletar atau demokrasi rakyat adalah demokrasi yang dilandaskan pada paham marxisme-komunisme yang mana demokrasi ini bertujuan kepada kehidupan yang tidak mengenal kelas sosial.

Maksudnya adalah rakyat dibebaskan dari keterikatan pada pemilikan pribadi tanpa adanya paksaan dan penindasan. Namun untuk mencapai hal tersebut jika perlu menggunakan paksaan dan kekerasan.

Berdasarkan Proses Penyaluran Kehendak Rakyat

Jika berdasarkan proses penyaluran kehendak rakyat, maka bentuk demokrasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

Demokrasi Langsung

Maksud dari demokrasi langsung adalah sebuah paham demokrasi yang mengikutsertakan setiap warga negaranya dalam permusyawaratan guna menentukan kebijaksanaan umum negara dan juga undang-undang secara langsung.

Demokrasi Tidak Langsung

Sedangkan demokrasi tidak langsung adalah suatu paham demokrasi yang mana pelaksanaannya ini dilakukan melalui perwakilan. Penerapan demokrasi ini terkait berdasarkan kondisi suatu negara yang mana jumlah penduduknya banyak, rumit dan kompleks.

Nah, demokrasi tidak langsung ini pada umumnya dilaksanakan dengan cara pemilihan umum.

Pengertian Demokrasi

Klasifikasi Demokrasi
Sumber Gambar: listontap.com-desainzamroni

Pengertian demokrasi secara umum adalah suatu bentuk pemerintahan politik yang mana kekuasaan pemerintahannya berasal dari rakyat, baik itu secara langsung atau melalui perwakilan.

Ciri-ciri Pemerintahan Demokrasi

Klasifikasi Demokrasi
Sumber Gambar: pixabay

Ciri-ciri dari pemerintahan yang menganut sistem demokrasi adalah:

  • Adanya keterlibatan warga negaranya di dalam pengambilan keputusan politik baik itu secara langsung maupun tidak langsung (perwakilan).
  • Adanya pengakuan, penghargaan, dan juga perlindungan terhadap hak-hak asas rakyat atau warga negara.
  • Adanya persamaan hak bagi seluruh warga negara di dalam semua bidang.
  • Adanya kebebasan dan juga kemerdekaan bagi seluruh warga negara.
  • Terdapat lembaga peradilan/kekuasaan kehakiman yang independen yang dijadikan sebagai alat penegakan hukum.
  • Dibuatnya pemilihan umum guna memilih wakil rakyat yang nantinya akan duduk di lembaga perwakilan rakyat.
  • Adanya pers atau media massa yang bebas untuk menyampaikan suatu informasi serta mengontrol perilaku dari kebijakan pemerintah.
  • Terselenggaranya pemilihan umum yang bebas, jujur dan adil guna menentukan/memilih pemimpin negara dan pemerintahan serta anggota lembaga perwakilan rakyat.
  • Adanya pengakuan terhadap perbedaan keragaman suku, budaya, agama, golongan dan lain sebagainya.

Baca Juga: Nilai Nilai yang Terkandung dalam Pancasila

Fungsi Demokrasi

Klasifikasi Demokrasi
Sumber Gambar: newnaratif.b-cdn.net

Terdapat beberapa fungsi dari demokrasi, di antaranya adalah:

  • Sistem politik memberikan kekuatan di dalam memilih pemimpin rakyat dan pemerintahan secara bebas, jujur dan adil, yaitu dalam pemilihan umum.
  • Memberikan perlindungan terhadap hak asasi setiap warga negara.
  • Memberikan individu untuk menjadi warga negara yang aktif dalam berpartisipasi baik itu dalam hal politik atau sebagai warga negara (rakyat).
  • Untuk menghasilkan suatu aturan yang berlaku terhadap semua warga negara tanpa terkecuali dan tanpa pandang bulu.

Demikianlah pembahasan mengenai klasifikasi demokrasi lengkap beserta pengertian, fungsi, dan ciri-cirinya. Semoga bermanfaat.

Nilai Nilai yang Terkandung dalam Pancasila

Nilai Nilai yang Terkandung dalam Pancasila

Nilai Nilai yang Terkandung dalam Pancasila – Selain dijadikan sebagai lambang negara, Pancasila merupakan landasan dasar bagi masyarakat Indonesia dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam setiap aktivitas, keputusan maupun kebijakan baik itu oleh pemerintah atau masyarakat semestinya berpedoman pada Pancasila.

Sehingga dapat dikatakan bahwa Pancasila merupakan suatu simbol untuk membangun masyarakat yang adil dan makmur.

Nilai Nilai yang Terkandung dalam Pancasila

Nilai Nilai yang Terkandung dalam Pancasila
Sumber Gambar: id.wikipedia.org

Pancasila sendiri memiliki lima sila yang menjadi landasan negara Indonesia. Berikut adalah lima sila yang terangkum di dalam Pancasila:

  1. Ketuhanan yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
  5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Pada tiap-tiap sila tersebut mengandung nilai atau makna yang berbeda-beda yang semestinya diterapkan di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Lantas, nilai-nilai apa sajakah yang terdapat di dalam Pancasila? Berikut penjelasan selengkapnya.

Sila Ke-1

Nilai Nilai yang Terkandung dalam Pancasila
Sumber Gambar: id.wikipedia.org

Sila pertama pada Pancasila ini dilambangkan dengan bintang berwarna emas serta berlatar belakang warna hitam. Lambang pertama ini menggambarkan bahwa seluruh bangsa Indonesia percaya dan mengakui adanya Tuhan yang Maha Esa.

Adapun warna emas yang terdapat pada bintang ini adalah gambaran sumber cahaya dari Tuhan yang akan selalu menerangi Indonesia. Sedangkan latar belakang hitam adalah menggambarkan warna alami.

Dengan adanya berkah dari Tuhan yang Maha Esa ini diharapkan bangsa Indonesia tidak tersesat di dalam menjalani kehidupan.

Sementara itu, nilai-nilai yang terdapat dalam sila pertama ini adalah:

  • Mempercayai bahwa Tuhan itu ada, menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya sesuai dengan kepercayaannya masing-masing.
  • Menghormati terhadap pemeluk agama lain.
  • Menjaga toleransi antar sesama umat beragama.
  • Tidak mencemooh atau menghina kepercayaan orang lain.
  • Tidak memaksakan kehendak antar umat beragama meskipun berkeyakinan berbeda.

Sila Ke-2

Nilai Nilai yang Terkandung dalam Pancasila
Sumber Gambar: id.wikipedia.org

Selanjutnya adalah sila ke-2 dalam Pancasila yang dilambangkan dengan rantai emas yang berlatar belakang warna merah.

Jika diperhatikan dengan seksama, maka gelang-gelang pada rantainya ini memiliki bentuk yang tidak sama namun terikat tanpa putus, yaitu berbentuk persegi dan lingkaran.

Bentuk rantai ini melambangkan pria dan wanita sebagai rakyat Indonesia yang saling terikat dan membantu satu sama lain.

Nilai-nilai yang terdapat pada sila ke-2 ini adalah:

  • Seluruh rakyat Indonesia mempunyai hak yang sama baik itu di mata hukum, agama, masyarakat, dan lainnya tanpa terkecuali.
  • Mengutamakan sikap tenggang rasa, tolong menolong, dan bergotong-royong.
  • Tidak terdapat perbedaan sosial antar sesama rakyat Indonesia.
  • Menghargai pendapat masing-masing meskipun pendapatnya berbeda-beda.
  • Nilai kemanusiaan antar rakyat Indonesia harus dijaga dan dijunjung tinggi.

Sila ke-3

Nilai Nilai yang Terkandung dalam Pancasila
Sumber Gambar: www.markijar.com

Pohon beringin dengan latar belakang putih merupakan lambang dari sila ke-3 yang melambangkan negara Indonesia itu sendiri. Sejatinya, pohon beringin merupakan pohon yang besar, tinggi dan memiliki daun yang lebat yang digunakan untuk berteduh bagi rakyat Indonesia.

Sedangkan akar pada pohon beringin ini menggambarkan suku-suku di Indonesia. Meski memiliki banyak cabang akar, namun akar tersebut tetap bersatu guna membangun pohon beringin agar mampu berdiri dengan kokoh sebagai negara kesatuan.

Beberapa nilai-nilai yang terkandung dalam sila ke-3 ini adalah:

  • Menggunakan bahasa persatuan Indonesia untuk berkomunikasi antar daerah.
  • Cinta terhadap tanah air, yaitu Indonesia.
  • Mengharumkan dan memperjuangkan nama Indonesia.
  • Berjiwa patriotisme di mana pun rakyat Indonesia berada.
  • Menjunjung tinggi dan mengutamakan persatuan dan kesatuan.

Sila Ke-4

Nilai Nilai yang Terkandung dalam Pancasila
Sumber Gambar: id.wikipedia.org

Lambang kepala banteng berwarna hitam dan putih serta berlatar belakang merah merupakan lambang dari sila ke-4 dalam Pancasila.

Maksud dari simbol kepala banteng ini adalah menggambarkan kehidupan rakyat Indonesia yang hidup rukun dalam bersosial. Lambang ini juga memperjelas bahwa keputusan bersama harus dicapai di dalam hidup bersosial serta mengesampingkan pendapat pribadi.

Makna atau nilai yang terkandung pada sila ke-4 ini adalah:

  • Seseorang yang memimpin bangsa Indonesia adalah harus yang bijaksana.
  • Kedaulatan bangsa mutlak ada di tangan rakyat.
  • Kekeluargaan wajib diutamakan.
  • Keputusan yang diambil adalah berdasarkan musyawarah hingga mencapai kesepakatan bersama.
  • Bersikap bijaksana dalam mengambil solusi.
  • Tidak memaksakan kehendak dari orang lain.

Sila Ke-5

Nilai Nilai yang Terkandung dalam Pancasila
Sumber Gambar: kids.grid.id

Terakhir adalah sila ke-5 yang dilambangkan dengan gambar padi berwarna kuning dan kapas hijau serta berlatar belakang putih. Padi dan kapas ini dijadikan sebagai simbol sumber sandang dan pangan yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia.

Lambang ini adalah gambaran tujuan bangsa Indonesia yang ingin menggapai kesejahteraan sosial baik itu sandang maupun pangan tanpa adanya kesenjangan baik itu dari segi ekonomi, sosial, budaya, ataupun politik sehingga keadilan dapat terwujud.

Nilai-nilai yang terkandung di dalam sila ke-5 ini adalah:

  • Berperilaku adil baik itu di bidang ekonomi, sosial, dan juga politik.
  • Sebagai perwujudan keadilan sosial bagi bangsa Indonesia.
  • Wajib menghormati hak dan kewajiban setiap orang.
  • Turut serta dalam mendukung kemajuan dan pembangunan Indonesia.
  • Menjadi rakyat Indonesia yang adil dan makmur.

Meskipun terlihat sederhana, namun ternyata lambang negara kita ini mengandung makna yang sangat luar biasa bukan?

Maka dari itu, sebagai bangsa Indonesia kita harus menjaga agar Pancasila tetap menjadi lambang atau landasan dari keragaman budaya yang ada di negara kita ini.

Nah, itulah pembahasan mengenai nilai nilai yang terkandung dalam Pancasila. Agar tujuan bangsa Indonesia tercapai, maka kita wajib menerapkan nilai-nilai Pancasila ini dalam kehidupan sehari-hari. Tetap jaga keutuhan Pancasila ya!

Fungsi Tulang Telapak Tangan

Fungsi Tulang Telapak Tangan

Fungsi Tulang Telapak Tangan – Tulang merupakan salah satu bagian penting yang terdapat di dalam tubuh manusia. Hal ini karena tulang berfungsi menyusun kerangka tubuh sehingga dapat berdiri dengan baik dan tegak.

Selain itu, kerangka tulang yang tersusun juga memberikan tempat atau ruang bagi organ-organ dalam tubuh lainnya, sehingga setiap organ tubuh bisa saling terhubung dan juga melakukan fungsinya dengan baik dan optimal.

Dari sekian banyak rangkaian tulang yang ada pada tubuh manusia, tulang telapak tangan merupakan salah satu tulang yang memiliki peran sangat penting.

Fungsi Tulang Telapak Tangan

Fungsi Tulang Telapak Tangan
Sumber Gambar: ae01.alicdn.com

Tulang yang dikenal juga dengan nama metacarpal ini tersusun dari beberapa ruas yang terhubung antara pergelangan tangan dengan tulang jari.

Maka secara umum tulang telapak tangan berfungsi sebagai pendukung proses gerakan pada setiap jarinya agar maksimal. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini adalah pembahasan selengkapnya mengenai kegunaan daripada tulang telapak tangan:

  • Membentuk sebuah alat gerak

Tulang telapak tangan berfungsi sebagai alat bantu gerak pada jari-jari tangan. Sementara itu, tulang pergelangan tangan juga memiliki andil dalam membantu menggerakkan jempol dan jari-jari agar dapat bergerak ke samping, depan, dan belakang.

  • Penghubung antara tulang jari dengan tulang pergelangan

Selanjutnya tulang telapak tangan juga berfungsi sebagai penghubung tulang jari (phalanges) dengan tulang pergelangan tangan (carpal).

  • Memberikan bentuk telapak tangan

Tulang telapak tangan juga berguna untuk memberikan bentuk telapak tangan. Hal ini karena tulang telapak tangan turut membentuk kerangka tangan manusia yang berbentuk ruas-ruas dan terdapat cela-cela pada jarinya.

  • Tempat menempelnya otot tangan

Berikutnya adalah tulang telapak tangan berfungsi sebagai tempat menempelnya otot-otot yang terdapat pada telapak tangan. Dengan demikian, telapak tangan dapat menggerakkan dan memegang sesuatu.

Adapun jenis otot yang menempel pada tulang telapak tangan adalah otot lumbricals.

  • Membentuk bentuk buku jari

Maksud dari membentuk buku jari atau knuckles adalah terjadi pada saat tangan dikepalkan sehingga menghasilkan bentuk seperti tonjolan di antara telapak dan jari.

Baca Juga : Tahapan Sintesis Protein

Struktur Anatomi Tulang Telapak Tangan

Fungsi Tulang Telapak Tangan
Sumber Gambar: hisham.id

Setelah mengetahui fungsinya, selanjutnya adalah mengetahui struktur anatomi pada tulang telapak tangan yang mana tulang telapak tangan ini terdiri dari dua bagian utama, yaitu bagian keras dan lunak.

Bagian Keras (Tulang)

Di bagian keras telapak tangan ini terdiri dari beberapa jenis tulang, seperti tulang carpal, metacarpal, dan tulang phalangs.

Tulang carpal merupakan tulang yang berbentuk bulat dan pendek. Adapun tulang ini berjumlah 8 buah dan bersambungan dengan ujung tulang distal dan tulang radius.

Sementara tulang metacarpal merupakan tulang yang terletak di pergelangan tangan yang mana jumlahnya adalah 5 buah. Terakhir adalah tulang phalangs atau tulang jari-jari yang terletak di sendi peluru di dalamnya.

Bagian Lunak (Otot)

Dalam hal ini, bagian lunak pada telapak tangan yang dimaksud adalah otot. Sebetulnya terdapat banyak macam otot yang menyusun di telapak tangan yang mana memiliki fungsi berbeda-beda.

Namun dari sekian banyak otot yang ada di telapak tangan ini, terdapat salah satu otot intrinsik yang berfungsi memberikan kekuatan pada jari, yaitu pada saat melakukan gerakan motorik halus.

Selain itu, di telapak tangan juga terdapat syaraf-syaraf yang terdiri dari syaraf nervus ulnaris dan juga syaraf nervus medianus. Adapun di telapak tangan juga terdapat beberapa arteri telapak tangan, yaitu arteri radialis dan arteri ulnaris.

Karakteristik Tulang Telapak Tangan

Fungsi Tulang Telapak Tangan
Sumber Gambar: maribelajar.net

Terdapat beberapa karakteristik pada tulang telapak tangan, di antaranya adalah:

  • Terdiri dari banyak artikulasi antar tulang-tulang telapak tangan
  • Terdapat banyak ligament atau jaringan ikat yang menyusun tulang telapak tangan
  • Tulang telapak tangan tersusun dari tulang-tulang kecil
  • Gerakan yang terjadi di telapak tangan dipengaruhi oleh otot-otot lengan
  • Meski terdapat gerakan, namun gerakannya tidak sebanyak pada sendi-sendi lainnya
  • Sering ditemukan tulang-tulang aksesoris yang berupa pecahan tulang yang mengakibatkan sering terjadi kesalahan diagnosa karena dianggap fraktur atau patahan, padahal faktanya bukan.

Nah, itulah pembahasan mengenai fungsi tulang telapak tangan lengkap beserta struktur dan karakteristiknya. Meskipun terbilang sederhana, namun ternyata tulang telapak tangan berperan sangat penting untuk menunjang kehidupan kita bukan?

Tahapan Sintesis Protein

Tahapan Sintesis Protein

Dapat dikatakan, tahapan sintesis protein pada tubuh manusia terbilang cukup penting untuk diketahui. Hal ini karena protein merupakan senyawa organik kompleks yang mengandung molekul tinggi.

Tahapan ini merupakan polimer yang berasal dari monomer asam amino yang saling terhubung antara satu dengan yang lainnya melalui ikatan peptida.

Nah, molekul-molekul ini terkandung dari hidrogen, nitrogen, karbon, oksigen, serta beberapa sulfur hingga fosfor.

Proses atau Tahapan Sintesis Protein

Tahapan Sintesis Protein
Sumber Gambar: www.thoughtco.com

Protein sendiri berperan penting karena menjadi salah satu pondasi dalam suatu bangunan tubuh manusia. Namun, protein sebelumnya harus terbentuk terlebih dahulu.

Pembentukan sintesis protein ini terjadi dengan melibatkan beberapa pihak, di antaranya adalah RNA dan DNA.

Sedangkan proses pembentukan protein (sintesis protein) merupakan sebuah proses dalam mengubah asam amino yang terdapat di dalam linear menjadi senyawa protein dalam tubuh.

RNA dan DNA memiliki peran sangat penting di dalam keterlibatannya pada pembentukan protein. Sementara itu, informasi genetik (gen) berupa sel terdapat pada DNA dalam membuat protein.

Kemudian proses sintesis protein terbagi menjadi tiga langkah, yaitu transkripsi, translasi, dan pelipatan protein.

Transkripsi

Transkripsi merupakan proses sintesis RNA dari salah satu pita cetakan pada DNA (DNA sense). Sementara dalam tahapan ini akan menghasilkan 3 jenis RNA, yaitu mRNA, tRNA, dan rRNA. Proses pembentukan ini akan berlangsung di dalam sitoplasma.

Adapun tahapan ini terdapat rantai tunggal yang mana berfungsi sebagai rantai sense. Untuk rantai yang lainnya dari pasangan DNA biasa dikenal dengan sebutan rantai antisense.

Selanjutnya, proses sintesis protein ini terbagi menjadi tiga tahapan, yaitu inisiasi, elongasi, dan terminasi.

Inisiasi RNA polimerase kemudian akan terikat dengan rantai DNA (promoter) yang berada di awal suatu gen. Sementara untuk tahap elongasi, satu rantai DNA, untaian cetakannya akan bertindak sebagai cetakan yang selanjutnya akan berguna untuk enzim RNA polimerase.

Terminasi ini adalah tahapan transkripsi yang urutan sinyalnya setelah transkripsi RNA telah selesai dilakukan. Kemudian RNA polimerase akan melepaskan hasil proses transkripsi RNA.

Translasi

Translasi merupakan proses sintesis protein dari urutan nukleotida yang terdapat dalam mRNA yang kemudian mengalami penerjemahan dalam urutan asam amino. Urutan penerjemahan ini berasal dari rantai poliptida.

Di dalam proses ini, sel akan membaca mengenai informasi yang terdapat pada pesan RNA atau mRNA dan memakainya untuk membuat sebuah protein.

Setidaknya terdapat 20 jenis asam amino agar terbentuk protein yang mana ini berasal dari terjemahan kodon mRNA.

Pada mRNA ini, terdapat pula instruksi supaya membuat polipeptida yang mana merupakan RNA nukleotida (Adenine, Uracil, Cytosine, dan Guanine).

Nah, hal ini dapat dikenal dengan sebutan kodon. Selanjutnya akan menghasilkan polipeptida yang spesifik.

Sementara dalam proses translasi ini juga terbagi ke dalam tiga tahapan penting, yaitu tahap awal (inisiasi), tahap elongsi (perpanjangan rantai), dan terakhir tahap terminasi.

Dalam awal proses sintesis protein ini, ribosom akan membuat rakitan pada sekitar mRNA dengan tujuan agar dapat terbaca. Kemudian tRNA yang pertama akan membawa asam amino metionin yang sesuai dengan start kodon (AUG).

Dapat dikatakan, dalam tahapan awal ini merupakan tahapan yang sangat penting serta dibutuhkan selama proses translasi berlangsung.

Untuk tahap selanjutnya atau tahap kedua yaitu elongasi atau memperpanjang rantai yang mana rantai asam amino ini akan mengalami perpanjangan.

Di dalam tahap kedua ini, mRNA akan terbaca satu kodon sekali dan asam amino yang cocok akan bertambah pada rantai protein.

Sepanjang tahap elongasi ini, tRNA akan bergerak melalui situs A, P, dan E yang semuanya berasal dari ribosom.

Proses ini nantinya akan mengalami pengulangan yang terjadi secara terus-menerus, tepatnya ketika kodon baru terbaca serta asam amino baru bertambah pada rantai. Hingga kemudian tahap terminasi, yang merupakan tahap dimana rantai polipeptida akan terlepas.

Tahap sintesis protein ini akan berlangsung pada saat stop kodon mulai masuk ke ribosom. Hal inilah yang membuat rantai polipeptida terpisah dengan tRNA dan pada akhirnya terlepas keluar dari ribosom.

Pelipatan Protein

Jika rantai polipeptidanya telah mengalami sintesisasi, maka tidak dapat berfungsi sebelum mengalami modifikasi oleh struktur tertentu. Struktur-struktur yang dimaksud adalah karbohidrat ekor atau glikosilasi, lipid, kelompok prostetik, dan lainnya.

Agar dapat berfungsi secara fungsional, maka akan terjadi modif pasca-translasi dan pelipatan protein. Di dalam proses pelipatan protein ini terbagi ke dalam empat tingkatan.

Keempat tingkatan yang dimaksud adalah tingkat primer atau rantai polipeptida linier, tingkat tengah atau alpha heliks, tingkat tersier atau bentuk berserat dan bundar, serta tingkat kuarter atau protein kompleks dengan dua atau lebih subunit.

Pengertian Sintesis Protein

Tahapan Sintesis Protein
Sumber Gambar: slideplayer.info

Secara umum, sintesis protein merupakan proses pembentukan protein yang terjadi di dalam tubuh yang dilakukan oleh RNA atas dasar perintah atau kode dari DNA.

Sementara itu, sintesis protein ini berlangsung di dalam inti sel dan juga di dalam ribosom. Ribosom sendiri merupakan suatu organel sel yang berukuran kecil dan padat yang berfungsi sebagai tempat untuk sintesis protein.

Bahan baku dalam sintesis protein adalah asam amino. Jumlah asam amino yang berperan dan terlibat dalam sintesis protein adalah 20.

Akan tetapi, urutan asam amino ini dikode sepenuhnya oleh DNA. Hasil akhir dari sintesis protein adalah terbentuknya protein fungsional, seperti misalnya hormon, enzim, keratin, dan juga haemoglobin.

Baca Juga: Contoh Simbiosis Komensalisme

Manfaat Sintesis Protein

Tahapan Sintesis Protein
Sumber Gambar: saintif.com

Terdapat beberapa manfaat dari terjadinya proses sintesis protein ini, di antaranya adalah:

  • Protein Struktural. Protein struktural merupakan sebuah protein yang membentuk struktur sel, membran organel, mikrotubulus, mikrofilamen, protein membran plasma, sentriol, dan lain sebagainya.
  • Protein rahasia dari sel, misalnya hormon dan antibodi.

Sel-sel yang berbeda memiliki protein yang berbeda pula yang menentukan sifat fisik dan juga kimia sel yang membedakan antara satu sel dengan sel yang lainnya. Seperti contohnya sel otot yang mengandung aktin dan miosin pada saat tidak ada sel saraf.

Itulah pembahasan mengenai tahapan sintesis protein lengkap beserta pengertian dan manfaatnya. Semoga bermanfaat.

Contoh Simbiosis Komensalisme

Contoh Simbiosis Komensalisme

Contoh Simbiosis Komensalisme –  Setiap makhluk hidup yang ada di dunia ini pasti tidak dapat hidup sendirian. Hal ini karena di dalam kehidupan memerlukan interaksi dan juga saling membutuhkan dengan makhluk hidup yang lainnya.

Seperti misalnya terdapat beberapa spesies makhluk hidup yang bertahan hidup dengan menumpang tinggal di tubuh makhluk hidup yang lainnya.

Berbicara tentang kehidupan, maka tidak akan terlepas dari yang namanya simbiosis. Adapun secara umum, terdapat tiga jenis simbiosis, yaitu simbiosis mutualisme, simbiosis parasitisme, dan simbiosis komensalisme.

Pengertian Simbiosis Komensalisme

Berbeda dengan contoh simbiosis parasitisme yang hanya menguntungkan satu organisme saja dan merugikan organisme yang lainnya. Simbiosis komensalisme memiliki pengertian yang berbeda.

Jika melihat berdasarkan sejarahnya, kata simbiosis berasal dari bahasa Yunani, yaitu kata “sym” yang berarti “dengan” sedangkan kata “biosis” berarti “kehidupan”.

Namun jika dilihat berdasarkan istilah, simbiosis merupakan sebuah interaksi yang terjadi antara makhluk hidup berbeda jenis dalam satu tempat dan juga waktu tertentu yang berhubungan sangat erat.

Sementara komensalisme dapat katakan setingkat dengan hubungan antara dua organisme yang melibatkan satu organisme mendapat keuntungan tanpa membuat organisme yang lainnya rugi.

Maka jika digabungkan, simbiosis komensalisme merupakan suatu hubungan atau interaksi yang terjadi antara dua makhluk hidup yang hanya menguntungkan salah satu pihak saja, sedangkan pihak lainnya tidak diuntungkan dan juga tidak dirugikan.

Contoh Simbiosis Komensalisme yang Terjadi di Sekitar Kita

Setelah mengetahui pengertian dari simbiosis komensalisme, berikut adalah beberapa contoh simbiosis komensalisme lengkap beserta gambar dan penjelasannya.

Anggrek dengan Inangnya

Contoh Simbiosis Komensalisme
Sumber Gambar: i.ytimg.com

Contoh pertama pada simbiosis ini adalah interaksi yang terjadi antara bunga anggrek dengan pohon yang dijadikan inangnya.

Meski bunga anggrek tumbuh dan berkembang dengan menempel pada pohon lainnya, namun anggrek tidak mengambil sari makanan dari pohon yang ditumpanginya.

Tujuan menempel pada pohon lain adalah agar anggrek mendapatkan sinar matahari, air, dan zat-zat lainnya yang dibutuhkan untuk proses fotosintesis.

Selain itu, akar anggrek nantinya akan menyerap air dan mineral dari luar kulit pohon yang ditumpanginya.

Namun bukan hanya itu, akar anggrek juga akan menyerap zat-zat anorganik dari kulit batang tumbuhan inangnya yang telah mengalami pelapukan. Sedangkan bagi pohon yang ditumpanginya ini tidak akan berpengaruh apa-apa.

Tumbuhan Sirih dengan Inangnya

Contoh Simbiosis Komensalisme
Sumber Gambar: id.pinterest.com

Sirih merupakan jenis tanaman yang tergolong ke dalam tanaman merambat. Biasanya sirih akan merambat mengikuti tanaman yang dijadikan inangnya dengan tujuan untuk mendapatkan sinar matahari yang mana sinar matahari ini akan digunakan untuk proses fotosintesis.

Untuk tanaman yang dijadikan inangnya ini tidak akan merasa dirugikan dan juga tidak mendapat keuntungan.

Tumbuhan Paku dengan Pohon Jati

Contoh Simbiosis Komensalisme
Sumber Gambar: s2.bukalapak.com

Interaksi antara tumbuhan paku dengan pohon jati juga menjadi bagian dari contoh simbiosis ini. Tumbuhan paku akan menempel pada batang atau pohon jati ini bertujuan untuk mendapatkan sinar matahari.

Bagi pohon jati sendiri tidak akan berpengaruh apapun dengan keberadaannya ini.

Rayap dengan Protozoa Berflagella

Contoh Simbiosis Komensalisme
Sumber Gambar: allcitypestmanagement.com.au

Contoh selanjutnya dari simbiosis ini adalah terjadi pada interaksi antara rayap dengan protozoa berfagella.

Protozoa berflagella adalah makhluk hidup yang tinggal di dalam saluran pencernaan rayap yang mana ia mencerna selulosa dari kayu untuk kemudian diubah menjadi molekul-molekul karbohidrat yang lebih sederhana. Tujuannya adalah agar selulosa tersebut dapat dicerna.

Meskipun protozoa tinggal di dalam saluran pencernaan rayap, namun ia tidak memberikan pengaruh negatif dan positif pada rayap melainkan hanya dijadikan sebagai pelindung saja.

Bakteri Pembusuk di dalam Usus Manusia

Contoh Simbiosis Komensalisme
Sumber Gambar: trainingcenter.events

Di dalam tubuh manusia juga terdapat interaksi yang masuk ke dalam simbiosis komensalisme lho! Ya, simbiosis ini terjadi pada interaksi bakteri pembusuk makanan yang hidup di dalam usus besar manusia.

Bakteri ini akan memakan makanan yang sudah tidak dicerna lagi oleh organ pencernaan manusia. Keuntungannya adalah bakteri mendapatkan makanan namun juga tidak berdampak apapun pada usus besar.

Ikan Remora dengan Ikan Hiu

Contoh Simbiosis Komensalisme
Sumber Gambar: materikimia.com

Ikan remora adalah jenis ikan yang sangat sering berinteraksi dengan ikan hiu. Hal ini karena ikan remora akan selalu berada dekat bahkan menempel di tubuh ikan hiu.

Berada dekat dengan ikan hiu adalah bertujuan untuk memakan sisa-sisa makanan yang tidak dimakan oleh ikan hiu.

Meski keberadaannya ini selalu berdekatan dengan ikan hiu, namun ikan remora tidak memberikan dampak yang merugikan atau menguntungkan terhadap ikan hiu.

Baca Juga: Contoh Simbiosis Mutualisme

Cacing Pipih dengan Kepiting

Contoh Simbiosis Komensalisme
Sumber Gambar: www.lngtvnews.com

Hubungan interaksi antara cacing pipih dengan kepiting juga tergolong ke dalam simbiosis komensalisme.

Biasanya cacing pipih akan menempel pada tubuh kepiting. Sementara itu, tujuannya adalah untuk mendapatkan sisa makanan yang tidak dimakan oleh kepiting.

Cacing pipih akan mendapatkan keuntungan yaitu memperoleh makanan dari sisa-sisa makanan yang dimakan oleh kepiting. Sedangkan bagi kepiting tidak akan mendapatkan keuntungan dan juga tidak pula mendapatkan kerugian.

Tentunya masih banyak lagi interaksi yang ada di sekitar kita yang tergolong ke dalam simbiosis komensalisme. Seperti misalnya interaksi antara burung kuntul dengan hewan ternak, udang dengan timun laut, rhizobium sp dengan kacang-kacangan, dan lain sebagainya.

Itulah pembahasan mengenai contoh simbiosis komensalisme lengkap beserta pengertian, gambar, penjelasannya yang terjadi di sekitar kita.

Contoh Simbiosis Parasitisme

Contoh Simbiosis Parasitisme

Contoh Simbiosis Parasitisme – Jika pada contoh simbiosis mutualisme merupakan suatu hubungan interaksi antara dua makhluk hidup yang saling menguntungkan, maka berbanding terbaling dengan simbiosis yang satu ini.

Ya, inilah simbiosis parasitisme. Secara umum, pengertian simbiosis parasitisme adalah suatu interaksi yang melibatkan antara dua makhluk hidup yang hanya menguntungkan di salah satu pihak organisme saja, sedangkan organisme lainnya malah justru dirugikan.

Pada umumnya simbiosis parasitisme melibatkan organisme parasit seperti misalnya caing, bakteri, kutu, dan lain sebagainya.

Contoh Simbiosis Parasitisme yang Terjadi di Sekitar Kita

Sementara itu, dalam contoh simbiosis parasitisme ini bahkan dapat menyebabkan kematian pada organisme yang dirugikan.

Namun ada juga dalam contoh simbiosis ini yang juga tidak sampai menyebabkan organisme yang dirugikan mati. Hal ini karena di dalam proses makan-memakan pada rantai makanan tidak termasuk ke dalam kategori simbiosis parasitisme.

Karena pada umumnya simbiosis parasitisme juga masih membutuhkan makhluk hidup lainnya untuk dapat bertahan hidup.

Untuk lebih mengetahui mengenai simbiosis yang hanya menguntungkan di satu pihak saja, berikut adalah contoh-contoh simbiosis parasitisme yang terjadi di sekitar kita.

Cacing Pita dengan Manusia

Contoh Simbiosis Parasitisme
Sumber Gambar: static.republika.co.id

Contoh pertama pada simbiosis parasit adalah terjadi di dalam tubuh manusia, yaitu interaksi antara manusia dengan cacing pita. Biasanya cacing pita terdapat di sistem pencernaan manusia sehingga sangat merugikan manusia.

Hal ini karena cacing pita akan mengambil sari makanan yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menjadi energi.

Cacing pita sendiri tentu akan mendapat keuntungan karena mengambil makanan dari sari makanan yang di makan oleh manusia.

Sedangkan kerugiannya didapatkan oleh manusia karena meski mengkonsumsi makanan bergizi namun sari makanan yang sejatinya akan digunakan untuk metabolisme karbohidrat untuk selanjutnya dijadikan energi malah dimakan oleh cacing pita.

Cacing Tambang dengan Manusia

Contoh Simbiosis Parasitisme
Sumber Gambar: upload.wikimedia.org

Seperti halnya interaksi antara cacing pita dengan manusia, interaksi antara cacing tambang dengan manusia juga menjadi salah satu contoh simbiosis yang hanya menguntungkan di satu pihak saja.

Cacing tambang yang terdapat di usus ini faktanya merugikan manusia karena ia akan menyerap darah yang terdapat di dalam tubuh.

Keuntungan yang didapatkan oleh cacing tambang tidak lain adalah akan mendapatkan makanan. Sedangkan bagi manusia malah memperoleh kerugian bahkan kerugiannya ini dapat mengakibatkan manusia mengalami anemia atau kurang darah.

Nyamuk dengan Manusia

Contoh Simbiosis Parasitisme
Sumber Gambar: hitexpert.id

Salah satu contoh yang paling sering kita jumpai pada simbiosis yang merugikan di satu pihak adalah interaksi antara nyamuk dengan manusia. Interaksi ini terjadi apabila nyamuk menggigit dan juga menghisap darah manusia.

Bukan hanya menggigit, bahkan beberapa jenis nyamuk selain menghisap darah, ia juga menyebarkan penyakit mematikan, seperti contohnya demam berdarah atau malaria.

Dalam hal ini keuntungan hanya akan didapatkan oleh nyamuk yang mendapatkan darah manusia untuk dijadikan sebagai makanannya sehingga nyamuk dapat berkembang biak.

Sedangkan bagi manusia akan sangat dirugikan karena dapat terserang beberapa jenis penyakit berbahaya yang dapat mengancam jiwa.

Kutu dengan Manusia

Contoh Simbiosis Parasitisme
Sumber Gambar: lenabactually.com

Kutu adalah hewan yang berukuran kecil yang biasanya tinggal di rambut kepala manusia. Selain menumpang, kutu juga membuat kepala manusia akan merasa gatal dan tidak nyaman.

Namun bukan hanya menumpang tinggal saja, kutu juga mendapatkan makanan di kepala manusia yaitu dengan cara menghisap darah di kepala. Adapun bagi manusia sendiri tentu akan merasa dirugikan dengan hadirnya kutu.

Maka dengan merawat dan membersihkan rambut setiap hari adalah salah satu hal yang wajib dilakukan sehingga kutu tidak dapat berkembang biak di kepala kita.

Jamur Panu dengan Manusia

Contoh Simbiosis Parasitisme
Sumber Gambar: www.honestdocs.id

Panu yang terdapat pada kulit manusia disebabkan oleh jamur. Interaksi jamur dengan manusia juga menjadi salah satu contoh daripada simbiosis parasit yang sering dijumpai di dalam kehidupan sehari-hari.

Sama seperti halnya kutu di kepala manusia, jamur panu juga mendapatkan keuntungan yaitu memperoleh tempat tinggal sekaligus mendapatkan makanan.

Sementara itu, kerugian malah didapatkan oleh manusia karena dapat menyebabkan rasa gatal dan juga tidak nyaman bahkan sampai membekas di kulit akibat kutu panu.

Kutu dengan Hewan

Contoh Simbiosis Parasitisme
Sumber Gambar: infobinatang.com

Hewan berukuran kecil ini juga kerap kali ditemukan di tubuh hewan lainnya, khususnya hewan ternak seperti kerbau, kambing, dan sapi.

Jika pada tubuh hewan terdapat kutu, maka ia akan dengan bebasnya menghisap darah dari makhluk hidup yang di tempatinya.

Keuntungannya sendiri didapatkan oleh kutu karena mendapatkan tempat tinggal dan makanan. Sedangkan bagi hewan yang dijadikan tempat tinggal oleh kutu tidak lain akan mengalami kerugian.

Lalat Buah dengan Buah

Contoh Simbiosis Parasitisme
Sumber Gambar: portaljember.pikiran-rakyat.com

Lalat buah adalah jenis lalat yang gemar mengerumuni buah-buahan.

Akan tetapi bukan hanya mengerumuni, lalat buah juga akan bertelur dan juga berkembang biak pada buah yang di kerumuninya sehingga interaksi ini juga dikategorikan sebagai salah satu contoh interaksi yang hanya menguntungkan satu pihak saja.

Untuk keuntungannya sendiri adalah seperti pada penjelasan di atas, yaitu lalat buah akan mendapatkan tempat untuk berkembang biak dan kerugiannya didapatkan oleh buah-buahan karena akan membusuk.

Benalu dengan Tumbuhan Inangya

Contoh Simbiosis Parasitisme
Sumber Gambar: materikimia.com

Contoh simbiosis yang hanya menguntungkan satu pihak saja juga dapat terjadi pada tumbuhan, seperti misalnya interaksi antara benalu dengan tumbuhan inangnya.

Benalu adalah sejenis tanaman parasit yang menumpang tinggal pada inangnya. Maka keuntungannya hanya didapatkan oleh benalu saja, yaitu dengan mengambil mineral dan air dari tumbuhan yang di tumpanginya.

Sedangkan bagi tanaman yang ditumpangi akan diru gikan karena kehilangan mineral dan air yang seharusnya mineral dan air tersebut akan digunakan untuk proses fotosintesis.

Tali Putri dengan Tumbuhan Inangnya

Contoh Simbiosis Parasitisme
Sumber Gambar: upload.wikimedia.org

Seperti halnya benalu dengan tumbuhan inangnya, hubungan antara tali putri dengan tumbuhan inangnya juga menjadi contoh dari interaksi yang merugikan satu pihak.

Tumbuhan tali putri akan menempel pada tanaman inang. Namun bukan hanya menempel, tali putri juga akan mencuri makanan dari tanaman yang di tumpanginya.

Keuntungannya jelas tali putri akan mendapatkan makanan dan tempat tinggal, sementara tumbuhan inangnya malah sangat dirugikan karena makanannya di curi sehingga dapat mengakibatkan tanaman inangnya mati.

Alang-Alang dengan Tanaman Produksinya

Contoh Simbiosis Parasitisme
Sumber Gambar: www.cintajamu.id

Interaksi antara alang-alang dan juga tanaman produksinya juga bagian dari salah satu contoh simbiosis yang menguntungkan satu pihak saja. Alang-alang sendiri merupakan salah satu jenis tanaman gulma untuk budidaya tanaman produksi.

Akan tetapi dengan adanya alang-alang juga dapat menyebabkan kerugian pada tanaman produksinya itu sendiri.

Hal ini karena alang-alang akan mendapatkan keuntungan yaitu memperoleh air, mineral, dan cahaya matahari secara cuma-cuma. Sedangkan bagi tanaman produksinya menjadi dirugikan karena mineral, air, dan makanannya di ambil oleh alang-alang.

Beberapa contoh lainnya daripada simbiosis yang hanya menguntungkan satu pihak saja adalah kelelawar vampir dengan hewan mamalia, hama tikus dengan petani/manusia, lintah dengan organisme hidup lainnya dan masih banyak contoh yang lainnya.

Itulah pembahasan mengenai contoh simbiosis parasitisme yang terjadi di sekitar kita. Mirisnya, beberapa dari contoh simbiosis yang merugikan ini juga terjadi pada manusia. Nah, untuk mengantisipasinya, maka kita harus melakukan pola hidup bersih dan juga sehat!

Contoh Simbiosis Mutualisme

Contoh Simbiosis Mutualisme

Contoh Simbiosis Mutualisme – Secara umum, simbiosis mutualisme merupakan suatu interaksi antara dua makhluk hidup yang saling menguntungkan.

Sehingga dapat dikatakan bahwa simbiosis ini di antara kedua makhluk hidup yang terlibat sama-sama memperoleh keuntungan dan tidak ada yang di rugikan.

Seperti misalnya dalam interaksi service-resource pada penyerbukan, pembersihan dan juga penyebaran benih. Selain itu ada juga interaksi service-service yang mana kedua interaksinya saling memberikan kontribusi, namun jenis ini termasuk cukup langka dan sangat jarang ditemui.

Contoh Simbiosis Mutualisme

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa contoh simbiosis mutualisme yang dapat ditemukan di sekitar kita.

  • Bunga dengan Lebah

Contoh Simbiosis Mutualisme
Sumber Gambar: pembelajar.net

Sudah bukan menjadi rahasia lagi jika antara bunga dengan lebah merupakan salah satu contoh simbiosis yang saling menguntungkan. Dalam hal ini, lebah akan menghisap madu dan juga nektar yang ada di kelopak bunga yang membantunya dalam proses penyerbukan bunga tersebut.

Adapun keuntungan yang didapatkan oleh lebah adalah mendapatkan makanan berupa nektar dan madu. Sedangkan bunga juga mendapatkan keuntungan dalam penyerbukannya karena terbantu oleh lebah.

  • Bunga dengan Kumbang

Contoh Simbiosis Mutualisme
Sumber Gambar: princessislam.blogspot.com

Selain lebah, hubungan saling menguntungkan juga terjadi pada interaksi antara bunga dengan kumbang. Contohnya pun sama seperti halnya hubungan interaksi antara lebah dan bunga.

Kumbang akan mendapatkan makanan yang berupa madu dan nektar, sedangkan bunga mendapatkan keuntungan karena terbantu di dalam proses penyerbukan.

  • Bunga dengan Kupu-kupu

Contoh Simbiosis Mutualisme
Sumber Gambar: sahabatnesia.com

Nah, hubungan antara kupu-kupu dengan bunga merupakan contoh paling terkenal dalam suatu interaksi yang saling menguntungkan.

Kupu-kupu akan mendapatkan keuntungan dari menghisap madu dan nektar yang terdapat di dalam sari kelopak bunga untuk dijadikan sebagai makanan. Proses ini juga sangat berguna bagi bunga itu sendiri karena terbantu dalam proses penyerbukan.

  • Burung Jalak dengan Kerbau

Contoh Simbiosis Mutualisme
Sumber Gambar: www.terketik.com

Sebagai salah satu jenis burung kicau yang dapat menirukan suara burung lainnya, ternyata burung jalak juga berperan dalam proses interaksi yang saling menguntungkan loh!

Ya, hubungan saling menguntungkan ini terjadi antara burung jalak dengan kerbau. Jika terdapat sekumpulan kerbau yang sedang mencari makan di alam liar, biasanya burung jalak akan hinggap di punggung kerbau tersebut.

Tujuannya adalah untuk mencari makanan yang terdapat pada tubuh kerbau, yaitu kutu yang menempel di kulitnya. Nah, kerbau juga akan sangat terbantu dengan si jalak yang memakan kutu di kulitnya ini.

Keuntungannya adalah kerbau tidak lagi merasa gatal karena kutu-kutunya dimakan oleh burung jalak, sedangkan burung jalak mendapatkan keuntungan karena memperoleh makanan yaitu kutu.

  • Kacang-kacangan dengan Bakteri Rhizobium

Hubungan antara tumbuhan kacang-kacangan dengan bakteri rhizobium juga menjadi salah satu contoh interaksi yang saling menguntungkan.

Seperti yang telah diketahui, tanaman kacang-kacangan memerlukan tanah yang mengandung cukup nitrogen untuk membantu pertumbuhannya. Bakteri rhizobium yang terdapat di dalam tanah ini sangat membantu tanaman tersebut untuk memperoleh nitrogen.

Keuntungan yang didapatkan dari kedua hubungan ini adalah kacang-kacangan akan memperoleh nitrogen dari bakteri rhizobium.

Sementara untuk bakteri rhizobium sendiri mendapatkan keuntungan karena dapat memperoleh makanan dari akar tanaman kacang-kacangan.

  • Lalat dengan Bunga Raflesia

Contoh Simbiosis Mutualisme
Sumber Gambar: www.aftanalisis.com

Bunga raflesia merupakan salah satu bunga terbesar di dunia yang terdapat di pulau Sumatra yang terkenal karena ukurannya yang jumbo dan keindahannya. Namun selain memiliki bentuk yang sangat indah, bunga raflesia juga mengeluarkan bau busuk yang sangat menyengat.

Akan tetapi bau busuk inilah yang menjadi faktor terjadinya interaksi saling menguntungkan, yaitu terjadi antara bunga raflesia dengan lalat.

Bau bangkai yang dikeluarkan oleh bunga raflesia ini mengundang lalat untuk hinggap di bunga tersebut untuk mencari makanan. Sedangkan keuntungan dari bunga raflesia adalah menjadi terbantu di dalam proses penyerbukan.

  • Jamur dengan Tanaman Alga

Contoh Simbiosis Mutualisme
Sumber Gambar: yukeducate.com

Hubungan yang terjadi antara jamur dengan tanaman alga juga menjadi salah satu contoh simbiosis yang saling menguntungkan. Jamur akan membuat lingkungan di sekitarnya menjadi lembap.

Tujuannya adalah agar tanaman alga dapat tumbuh sehingga bisa melakukan proses fotosintesis yang pada akhirnya jamur akan mendapatkan bagian dari hasil fotosintesis.

Keuntungan didapatkan oleh tanaman alga tidak lain adalah dapat melakukan proses fotosintesis dengan baik, sedangkan jamur akan memperoleh keuntungan yaitu mendapatkan makanan dari hasil fotosintesis.

  • Manusia dengan Tumbuhan

Contoh Simbiosis Mutualisme
Sumber Gambar: gim-bi.com

Hubungan saling menguntungkan ini terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari namun tanpa kita sadari!

Ya, hubungan ini terjadi antara manusia dengan tumbuhan yang sama-sama saling membutuhkan. Dalam hal ini adalah oksigen yang dihirup oleh manusia akan menghasilkan karbondioksida.

Sementara bagi tumbuhan akan menyerap karbondioksida untuk membantu fotosintesis. Nah, karbondioksida yang telah melalui proses fotosintesis ini nantinya akan kembali menghasilkan oksigen yang mana oksigen ini sangat bermanfaat dalam kelangsungan hidup manusia.

  • Manusia dengan Bakteri Pencernaan

Contoh Simbiosis Mutualisme
Sumber Gambar: trainingcenter.events

Ternyata ada juga loh simbiosis mutualisme yang terjadi di dalam tubuh manusia. Simbiosis ini terjadi antara manusia dengan bakteri yang terdapat di sistem pencernaan usus halus.

Namun bakteri yang dimaksud adalah bakteri baik, yaitu bakteri escherichia ecoli yang membantu mempercepat proses pembusukan sisa-sisa makanan di dalam usus sehingga akan menghambat pertubuhan bakteri jahat.

Dengan interaksi ini, manusia mendapat keuntungan yaitu mempercepat pembusukan makanan sehingga bakteri jahat berkurang. Sementara bagi bakteri baik yang ada di usus halus memperoleh keuntungan yaitu mendapatkan makanan di dalam usus manusia.

  • Petani dengan Burung Hantu

Contoh Simbiosis Mutualisme
Sumber Gambar: www.99.co

Burung hantu merupakan salah satu jenis burung yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, khususnya yang berprofesi sebagai petani. Hal ini karena burung hantu akan memangsa tikus yang ada di sawah.

Keuntungan bagi burung hantu adalah mendapatkan makanan secara cuma-cuma, sedangkan bagi petani mendapatkan keuntungan yaitu hama tikus menjadi terkendali.

Beberapa contoh simbiosis saling menguntungkan lainnya yang dapat ditemukan di sekitar kita adalah hubungan antara petani dengan ular, semut rangrang dengan tumbuhan, ikan badut dengan anemon laut, dan lain sebagainya.

Itulah pembahasan mengenai contoh simbiosis mutualisme yang terjadi di sekitar kita. Sampai jumpa di pembahasan-pembahasan menarik lainnya ya!