Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini

Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini – Terdapat banyak pendidikan formal yang diterapkan di negara kita ini. Salah satunya adalah Pendidikan Anak Usia Dini atau lebih dikenal dengan singkatan PAUD.

Namun untuk menjalankan PAUD dengan benar sehingga dapat memenuhi standar, maka dibutuhkan sebuah manajemen PAUD.

Manajemen PAUD ini sangat penting agar dapat memberikan sebuah sistem pendidikan terbaik untuk anak sehingga dapat membantu tumbuh kembangnya anak, membentuk kepribadian anak, serta bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya.

Baca Juga: Perbedaan Drama dan Teater

Pengertian Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini (Manajemen PAUD)

Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini
siedoo.com

Sebelum membahas lebih jauh mengenai manajemen PAUD, alangkah baiknya kita terlebih dahulu mengetahui apa itu pengertian dari manajemen PAUD.

Kata manajemen sendiri berasal dari bahasa Inggris ‘management’ yang mana kata dasarnya adalah ‘manage’ yang berarti mengelola.

Sehingga manajemen dapat diartikan sebagai pengelolaan, pengaturan, pengarahan yang terdapat pada suatu lembaga.

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa pengertian dari manajemen PAUD merupakan suatu upaya dalam mengatur, mengelola, atau mengarahkan proses interaksi edukatif antara peserta didik, guru, dan lingkungan secara teratur, terencana serta tersistem guna mencapai tujuan PAUD.

Ruang Lingkup Manajemen PAUD

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat mendirikan sekolah, tata kelola, bahkan pada pengembangan sekolah PAUD pun harus tidak luput dari perhatian.

Ruang lingkup manajemen PAUD meliputi apa yang akan dikelola, bagaimana cara dan merencanakannya, serta kemana manajemen PAUD akan diarahkan.

Ada beberapa hal penting yang menjadi fokus sekolah PAUD, seperti:

  • Manajemen kurikulum PAUD
  • Manajemen anak didik di lembaga PAUD
  • Manajemen pendidikan dan juga tenaga pendidik
  • Manajemen desain lingkungan PAUD
  • Manajemen sarana dan prasarana

Usia Anak untuk PAUD

Jika dilihat berdasarkan ruang lingkupnya, usia anak PAUD dibagi ke dalam beberapa bagian. Di antaranya adalah:

  • Infant (usia 0-1 tahun)
  • Toddler (usia 2-3 tahun)
  • Preschool atau kindergarten children (usia 3-6 tahun)
  • Early primary school (SD Kelas Awal atau pada usia 6-8 tahun)

Lembaga Pendidikan PAUD

Sementara itu, terdapat beberapa lembaga pendidikan PAUD di Indonesia, yaitu:

  • Taman Kanak-kanak atau TK
  • Kelompok Bermain atau KB
  • Raudatul Athfal atau RA
  • Bustanul Athfal atau BA
  • Taman Penitipan Anak atau TPA
  • Satuan PAUD Sejenis atau SPS

Lantas apakah anak usia dini wajib untuk masuk ke lembaga PAUD? Jawabannya adalah tidak wajib. Hal ini karena pendidikan anak usia dini juga dapat dilakukan sendiri oleh orang tua di rumah dan lingkungannya.

Baca Juga: Sejarah Wayang Kulit di Indonesia

Prinsip Manajemen PAUD

Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini
www.kabaruang.com

Pada umumnya manajemen PAUD dilakukan oleh kepala sekolah atau yang disebut juga dengan pengelola PAUD. Secara umum, terdapat 4 prinsip yang harus dijalankan agar manajemen yang dipimpinnya ini dapat berjalan dan berfungsi dengan baik.

4 prinsip manajemen PAUD yang dimaksud adalah:

Profesionalisme

Profesionalisme sendiri berkaitan dengan kedisiplinan dalam menjalankan lembaga sesuai dengan standar prosedur yang berlaku. Lembaga PAUD yang dikelola dengan profesional tentu akan lebih unggul sehingga akan tampak lebih rapi teratur, disiplin, serta jelas dalam melaksanakan program.

Komitmen dan Ketegasan

Pada dasarnya komitmen ditunjukkan terhadap kesanggupan kepala sekolah dalam memajukan lembaga yang dipimpin olehnya. Guru, staf administrasi anak didik, orang tua, dan lingkungan masyarakat juga turut andil mendukungnya.

Mereka wajib memiliki komitmen yang kuat sehingga dapat mengoptimalkan tumbuh kembangnya anak sesuai dengan tugas masing-masing.

Seorang kepala sekolah sebagai pemimpin PAUD juga wajib memiliki ketegasan terhadap semua komponen manajemen yang dikelola olehnya.

Komunikasi dan Koordinasi

Pada sebuah lembaga PAUD pasti melibatkan banyak komponen sumber daya manusia. Adapun salah satu tugas kepala sekolah sebagai pengelola PAUD adalah mengkomunikasikan dan juga mengkoordinasikan program yang sedang berjalan.

Tujuannya adalah agar program terlaksana sesuai harapan sehingga mendapatkan hasil yang efektif dan efisien.

Tanpa komunikasi dan koordinasi yang baik, manajemen sebaik apapun pasti tidak akan berhasil menjalankan roda kelembagaan PAUD, karena dapat memunculkan sikap lempar tanggung jawab, serta menghindari beban pekerjaan antar personel.

Kompetisi

Kepala sekolah yang baik tentunya harus membebaskan para pengajar/guru dalam mendidik anak asuhnya tanpa campur tangan. Jika kepala sekolah ikut campur tangan, maka dapat mengganggu seorang guru dalam menjalankan tugasnya.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan hadiah/penghargaan dan hukuman agar dapat menciptakan iklim kompetisi yang baik dan sehat.

Seperti misalnya seorang guru PAUD pernah menjuarai lomba hingga ke tingkat kabupaten atau provinsi, maka guru yang berprestasi tersebut perlu mendapatkan penghargaan dari sekolah di mana ia mengajar.

Hal ini tentu akan menjadi penyemangat dan motivasi guru lainnya untuk dapat memacu diri mereka agar menjadi lebih baik lagi dan hasilnya PAUD yang dipimpin akan semakin maju.

Baca Juga: 10 Tokoh Seniman Patung Indonesia Paling Terkenal

Fungsi Manajemen PAUD

Melalui manajemen PAUD tentu akan mempermudah bagi kepala/pengelola PAUD untuk melakukan berbagai hal seperti perencanaan, pengorganisasian, pengendalian/kepemimpinan, serta pengawasan.

Perencanaan

Perencanaan pada penyelenggaraan PAUD tentu sudah dituangkan pada visi dan misi lembaga dan juga strategi untuk mencapai tujuan.

Dalam membuat perencanaan, usahakan dilengkapi dengan tabel penjadwalan kapan program akan dimulai dan kapan program selesai. Perencanaan tentunya akan membuat program dapat berjalan dengan matang dan juga tepat waktu.

Pengorganisasian

Selanjutnya adalah pengorganisasian. Bagilah tugas profesional dengan melihat kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing sumber daya individu yang ada.

Pengorganisasian sendiri dapat dilakukan dengan mudah karena komponen PAUD di dalamnya terdapat sumber daya yang dapat bekerja sama dalam membentuk sebuah sistem untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Kepemimpinan

Pengelola PAUD tidak boleh disibukkan dengan pekerjaan interal lembaga yang ia pimpin. Namun ia juga harus melihat keluar untuk mencari ide inspirasi baru sehingga PAUD yang dipimpin olehnya dapat lebih maju.

Selain itu, pengelola PAUD juga harus mengajar di kelas namun dengan jam mengajarnya yang tidak lebih banyak dari guru pengajar lainnya karena pengelola PAUD harus mengetahui kondisi lapangan dengan instansi yang dipimpin olehnya.

Tujuannya adalah agar mengetahui persis program yang mana yang ia harus laksanakan.

Pengawasan

Dengan adanya manajemen PAUD tentu akan lebih mudah karena kepala sekolah yang dalam hal ini berstatus sebagai pengelola PAUD akan dapat membagi pekerjaan terhadap individu-individu yang terlibat agar mencapai tujuan.

Sementara itu, sebuah rencana program juga harus diawasi, dikontrol, serta di supervisi yang mana tujuannya bukan hanya untuk menilai baik atau buruknya individu namun juga kepala sekolah harus memberikan arahan, motivasi untuk lebih mengoptimalkan lagi hasil kerja yang dicapai oleh para individu.

Tujuan Manajemen PAUD

Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini
news.schmu.id

Manajemen PAUD tentunya memiliki tujuan yang harus terealisasi. Adapun tujuan utamanya adalah untuk memastikan anak usia dini mendapatkan pertumbuhan dan juga perkembangan yang maksimal.

Beberapa pertumbuhan dan perkembangan yang dimaksud adalah:

  • Perkembangan kecerdasan kognitif yang meliputi daya pikir dan daya cipta
  • Perkembangan fisik yang baik meliputi koordinasi motorik halus dan kasar
  • Perkembangan komunikasi bahasa
  • Perkembangan sosio emosional yang meliputi sikap dan emosi

Namun secara khusus, terdapat dua tujuan manajemen PAUD, yaitu:

Efektif

Dengan adanya manajemen PAUD diharapkan semua program PAUD dapat terlaksana dengan baik dan benar. Program pada PAUD tentunya melibatkan semua komponen lembaga PAUD, mulai dari orang tua, lingkungan sekolah, tenaga pendidik, dan lain sebagainya.

Efisien

Efisien sendiri memiliki hubungan sangat erat dengan penghematan. Maksudnya adalah semua program PAUD dapat terlaksana dengan baik yaitu dengan menggunakan sumber daya seminimal mungkin.

Itulah penjelasan mengenai manajemen Pendidikan Anak Usia Dini lengkap beserta pengertian, ruang lingkup, prinsip, fungsi, dan tujuannya.

Dengan adanya manajemen PAUD ini diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih optimal bagi tumbuh berkembangnya anak.

Tinggalkan komentar