Cara Ternak Murai Batu

Cara Ternak Murai Batu

Tips cara ternak Murai Batu saat ini memang menjadi salah satu hal yang sangat diminati oleh para kicau mania, khususnya para pecinta burung Murai Batu.

Seperti pepatah, sekali gayung dua pulau terlampaui yang maksudnya adalah bukan hanya hobi memelihara burung Murai Batu saja namun bagaimana menjadikan hobi yang disukai untuk dijadikan sebagai ladang penghasilan.

Salah satu jenis burung kicau yang sangat populer adalah burung Murai Batu. Di alam liar, burung jenis ini menjadi salah satu jenis burung yang statusnya terancam akibat perburuan liar.

Tips Mudah Cara Ternak Murai Batu Bagi Pemula

Cara Ternak Murai Batu
Sumber Gambar: omkicau.com

Burung Murai Batu merupakan jenis burung kicau yang termasuk ke dalam keluarga Muscicapidae atau burung cacing.

Penyebaran burung Murai Batu ini berada di seluruh pulau Sumatra, Kalimantan, Semenanjung Malaysia, serta tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa. Beberapa para ahli menganggap bahwa ras yang berasal dari Kalimantan Utara Kucica Alis-putih menjadi spesies yang tersendiri.

Burung yang memiliki ciri khas pada ekornya yang panjang ini memiliki harga yang jauh lebih tinggi daripada rata-rata harga burung kicau lainnya, misalnya saja burung Cucak Ijo Kalimantan atau Cucak Rowo Papua.

Hal ini lantaran ia memiliki kelebihan sangat baik dalam menirukan suara burung lainnya serta memiliki karakter yang sangat indah ketika sedang berkicau. Sehingga menjadikannya burung kicau yang selalu diikutsertakan ke dalam lomba kontes burung.

Dengan alasan itulah banyak orang-orang yang tidak bertanggungjawab yang hanya mementingkan keuntungan semata sehingga mereka melakukan perburuan liar di hutan.

Namun saat ini banyak para pecinta burung yang peduli dan mulai menangkarkan Murai Batu dengan tujuan agar populasi di alam liarnya tetap terjaga serta dapat dijadikan sebagai ladang bisnis yang cukup menggiurkan.

Akan tetapi dalam cara ternak Murai Batu agar berhasil memang dibutuhkan cara khusus yang harus dikuasai terlebih lagi bagi kita yang masih berstatus sebagai pemula dan baru akan belajar memulai dalam beternak Murai Batu.

Nah, pada pembahasan kali ini, kita akan belajar bersama-sama tentang bagaimana cara ternak Murai Batu agar berhasil dan tentunya cocok bagi pemula.

Pemilihan Bibit Burung Murai Batu

Cara Ternak Murai Batu
Sumber Gambar: ilmubudidaya.com

Cara pertama ketika kita ingin beternak Murai Batu adalah kita harus menyiapkan bibit Murai Batu yang memiliki kualitas bagus. Bibit Murai Batu yang baik untuk ditangkarkan adalah yang berusia sekitar 1-2 tahun.

Usia tersebut merupakan usia yang ideal bagi burung Murai Batu dalam bereproduksi. Selain itu, kita juga harus memperhatikan kesehatan burung jantan dan betinanya dan pastikan agar fisik burung tidak terlalu kurus.

Persiapan Kandang

Cara Ternak Murai Batu
Sumber Gambar: dayaternak.com

Setelah kita mendapatkan bibit yang berkualitas bagus, selanjutnya adalah menyiapkan kandang yang sekiranya cocok untuk beternak Murai Batu. Pastikan kandang sesuai dengan prosedur berdasarkan pengalaman peternak yang telah berhasil.

Siapkan kandang untuk beternak Murai Batu yang tidak terlalu sempit serta memiliki sirkulasi udara yang cukup baik. Perhatikan juga dalam menempatkan kandang. Penempatan kandang yang ideal adalah diletakkan pada tempat yang aman serta jauh dari jangkauan anak-anak.

Selain itu, pastikan juga agar penempatan kandang ternak jauh dari kebisingan dan juga dapat terkena sinar matahari yang cukup pada pagi hari. Tujuannya adalah untuk memperoleh vitamin D.

Kita juga harus memastikan bahwa kandangnya berada pada tempat yang teduh ketika sinar matahari sudah bersinar cukup terik agar burung Murai Batu tidak kepanasan.

Menjaga Kebersihan Kandang Burung Murai Batu

Dalam cara merawat Murai Batu, kebersihan sangkar merupakan hal yang harus diperhatikan, begitu pun ketika kita ingin beternak burung Murai Batu, maka kebersihan kandang ternak juga harus selalu dijaga agar terbebas dari penyakit.

Kondisi kandang yang bersih juga dapat membuat burung Murai Batu akan merasa nyaman berada di dalam kandang. Dengan kondisi burung yang nyaman juga dapat menghindarkan agar burung agar tidak stress.

Kita juga perlu membersihkan wadah pakan dan minumannya setiap hari. Ganti juga sisa makanan dan minumannya setiap hari agar kondisi burung tetap dalam keadaan sehat. Untuk pembersihan sangkar secara keseluruhan, kita dapat membersihkannya setiap satu minggu sekali.

Pakan Burung Murai Batu

Cara Ternak Murai Batu
Sumber Gambar: 4.bp.blogspot.com

Pakan merupakan hal paling penting di dalam cara ternak Murai Batu. Murai Batu sangat membutuhkan nutrisi yang cukup untuk membantu menunjang aktivitas dan produktivitasnya.

Agar nutrisinya terpenuhi, maka Murai Batu harus selalu diberikan pakan yang segar dan juga bervariasi. Selain itu, memberikan vitamin pada Murai Batu juga diperlukan.

Adapun untuk pakan Murai Batu ini dapat menggunakan pakan alami, buatan, atau mencampurkan pakan alami dan pakan buatan. Kita juga perlu memberikan pakan tambahan agar dapat membantu pertumbuhannya.

Beberapa pakan tambahan yang baik untuk burung Murai Batu adalah berupa jangkrik, orong-orong, belalang, ulat hongkong, kroto, dan cacing.

Perkembangbiakan Burung Murai Batu

Seperti yang telah dijelaskan diatas, indukan yang baik adalah berusia sekitar 1-2 tahun. Cara mengembangbiakannya adalah dengan memasukkan 2 ekor betina ke dalam kandang ternak selama kurang lebih 2 minggu.

Setelah itu, biarkan indukan betina untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru, kemudian masukkan burung Murai Batu jantan beserta sangkarnya ke dalam kandang betina (kandang ternak).

Ini bertujuan untuk mencegah penyerangan terhadap Murai Batu jantan pada 2 ekor betina yang sebelumnya telah berada di dalam kandang ternak. Biarkan selama sekitar 1 minggu untuk beradaptasi.

Tunggu hingga burung betina birahi. Umumnya, Murai Batu betina akan bersiul-siul kemudian mendekati sangkar Murai Batu jantan. Jika burung Murai Batu jantan dan betina saling berdekatan, tandanya keduanya sudah berjodoh sehingga Murai Batu jantan siap untuk dilepaskan dari sangkarnya.

Mengapa kita memasukkan 2 ekor burung Murai Batu Betina? Tujuannya adalah agar Murai Batu jantan dapat memilih mana yang sekiranya paling cocok untuk dijadikan sebagai pasangannya.

Perawatan Anakan Burung Murai Batu

Cara Ternak Murai Batu
Sumber Gambar: muraicityfarmkuningan.files.wordpress.com

Pada saat telur Murai Batu menetas, sebaiknya kita mencermati perilaku indukannya. Jika induk burung Murai Batu dapat memberi pakan dengan baik, maka kita dapat menambahkan pakan yang cukup berupa serangga. Misalnya jangkrik dan juga kroto agar gizi indukan dan anakannya terpenuhi.

Namun ada juga indukan yang tidak suka terhadap anaknya, kadang bisa indukan jantan atau betina yang tega membuang anaknya dari sangkar. Jika hal tersebut terjadi, maka kita dapat mengambil anaknya untuk kemudian merawatnya sendiri.

Dalam perawatan anakan yang berusia sekitar 5-7 hari yang di ambil dari sangkar, maka kita harus menyiapkan tempat yang cukup hangat. Misalnya dengan memanfaatkan kardus atau sangkar untuk diubah menjadi inkubator sehingga dapat menjaga suhu udara agar tetap hangat.

Berikan pakan berupa jangkrik atau kroto yang di campur dengan voer halus. Kita dapat memberikan pakan minimal 3-5 kali dalam sehari sesuai dengan kondisi burung masih dalam keadaan lapar atau tidak.

Cara pemeliharaan anakan ini juga dapat dijadikan alternatif supaya indukan dapat cepat untuk berproduksi kembali. Hal ini karena indukan Murai Batu mudah untuk birahi dan bereproduksi.

Biasanya mereka membutuhkan waktu 1-2 minggu setelah anakan Murai Batu diambil maka mereka dapat kembali menata sangkar untuk bertelur kembali.

Untuk merawat anakan Murai Batu dapat dilakukan hingga burung dapat makan sendiri, kemudian ganti voer basah ke voer kering dan kemudian burung dapat di pisahkan dengan sangkar sendiri-sendiri.

Memandikan Burung Murai Batu

Cara terakhir untuk beternak Murai Batu adalah dengan rutin memandikannya agar kesehatan dan kebugaran tubuhnya dapat terjaga. Dengan memandikan Murai Batu juga dapat mempercepat proses pergantian bulu-bulunya sehingga akan merangsang tumbuhnya bulu-bulu baru.

Dengan kita melakukan cara ternak Murai Batu seperti pada pembahasan tersebut diatas dengan baik dan benar, maka kita pasti dapat memperoleh hasil sesuai dengan yang kita inginkan namun tentunya harus dengan ketekunan dan juga kesabaran. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

Tinggalkan Balasan