Burung Cendet

Burung Cendet

Burung Cendet atau Pentet (Lanius christatus) merupakan jenis burung kicau yang berasal dari keluarga Turdidae. Burung ini merupakan salah satu jenis burung peliharaan favorit para kicau mania. Hal ini karena kemampuannya yang sangat baik dalam menirukan suara kicauan burung lain.

Di alam liar, burung Pentet terkenal sebagai burung predator yang tidak segan-segan melukai jenis burung lain jika mereka masuk ke wilayahnya karena ia juga termasuk ke dalam jenis burung teritorial.

Bahkan saking predatornya jenis burung yang satu ini, sempat beredar foto/video ketika burung Pentet sedang bertarung dengan ular!

Si Predator Bersuara Merdu Burung Cendet

Burung Cendet
Sumber Gambar: hargaburung.id

Seperti halnya jenis burung Jalak, burung Pentet merupakan jenis burung yang sangat mudah dipelihara karena ia memiliki daya tahan tubuh yang sangat baik. Ketika kita berniat untuk memeliharanya pun kita tidak di pusingkan dengan makanan apa yang disukai oleh burung Pentet ini.

Untuk pakan hariannya, kita cukup memberinya voer yang dapat dengan mudah dibeli di pasar/kios burung. Di alam liar, Cendet biasanya memakan berbagai jenis serangga seperti jangkrik, ulat, belalang, cacing, dan lain sebagainya.

Sebagai burung predator, ia memiliki paruh berbentuk runcing sehingga memudahkan untuk merobek makanannya.

Beberapa ciri khas yang dimiliki oleh burung Pentet ini adalah memiliki warna bulu hitam di bagian kepala serta memiliki ekor yang panjang. Menariknya, ia suka melakukan gerakan meliuk-liuk atau berdiri tegak ketika sedang berkicau seolah-olah sedang menunjukkan kegagahannya.

Karakter Burung Cendet

Ketika dalam kondisi lapar, burung Pentet akan memiliki sifat lebih agresif daripada biasanya. Selain agresif, burung Pentet juga sangat mudah untuk birahi jika salah dalam perawatan hariannya.

Beberapa penyebab burung Pentet birahi adalah karena pemberian EF yang berlebihan, penjemuran, dan lainnya. Meskipun ia tergolong ke dalam jenis burung yang memiliki sifat agresif, namun ia terkenal baik dalam beradaptasi dengan lingkungan yang baru.

Cara Membedakan Cendet Jantan dan Betina

Burung Cendet
Sumber Gambar: i0.wp.com/hobiburung.org

Salah satu cara merawat burung Cendet agar cepat gacor adalah dengan mengetahui jenis kelaminnya. Ya, Cendet jantan memiliki kualitas kicauan yang lebih baik daripada Cendet betina. Agar kita tidak salah dalam memilih burung Cendet yang akan kita pelihara, maka sebaiknya kita mengetahui ciri-ciri yang dimiliki oleh Cendet jantan dan betina.

Ciri-Ciri Cendet Jantan

Beberapa ciri-ciri Cendet yang berjenis kelamin jantan adalah:

  • Bentuk kepala terlihat ceper dan datar.
  • Memiliki warna bulu hitam pekat di bagian kepala hingga bagian tengkuknya.
  • Cendet jantan juga memiliki warna bulu hitam pekat di bagian pipi.
  • Memiliki bentuk paruh yang lebih tebal.
  • Ia memiliki tingkah laku yang lebih agresif dan lebih gesit daripada Cendet betina.
  • Cendet jantan memiliki supit yang panjang namun kecil dengan bulu disekitarnya yang tidak beraturan.
  • Ketika masih anakan, Cendet jantan memiliki ekor berwarna hitam.

Ciri-Ciri Cendet Betina

Setelah mengetahui ciri-ciri Cendet jantan, selanjutnya adalah mengetahui ciri-ciri yang dimiliki oleh Cendet betina. Beberapa ciri-ciri yang dimiliki oleh Cendet betina adalah:

  • Cendet betina memiliki bentuk kepala yang bundar atau terlihat menggelembung.
  • Warna bulu hitam di bagian kepala sampai tengkuknya terlihat memudar.
  • Meskipun memiliki bulu berwarna hitam, namun warna hitamnya terlihat memudar.
  • Pada bagian ujung paruhnya terlihat lebih tipis.
  • Memiliki anus yang terdapat belahannya serta terlihat lebar.
  • Selain itu, Cendet betina memiliki supit yang melebar dimana bulunya terlihat teratur mirip seperti bunga.
  • Ketika masih anakan, Cendet betina memiliki warna ekor hitam pudar.

Masalah yang Sering Terjadi Pada Burung Cendet

Burung Cendet
Sumber Gambar: 4.bp.blogspot.com

Ketika kita memelihara hewan baik itu jenis burung kicau kecil, burung paruh bengkok atau lainnya pasti biasanya memiliki masalah pada burung yang kita pelihara, tanpa terkecuali burung Pentet.

Meskipun Pentet bersifat predator dan agresif, namun ada beberapa masalah yang sering terjadi jika kita memelihara burung Pentet ini. Berikut ini adalah beberapa masalah yang sering terjadi pada burung Pentet.

  • Miyik

Masalah yang paling sering dialami ketika memelihara burung Pentet sedari anakan adalah ia sangat manja dan tergantung terhadap pemiliknya (miyik).

  • Bagong

Maksud dari bagong adalah burung Pentet akan menjadi diam ketika bertemu orang dan badannya terlihat seperti menunduk.

  • Macet bunyi

Selain bagong, kadang Cendet juga mengalami kondisi macet bunyi. Penyebabnya bisa karena stres atau faktor lainnya seperti mabung.

  • Over birahi

Adapun over birahi terjadi karena pemberian ekstra fooding yang berlebihan atau bisa juga karena penjemuran yang salah.

  • Menghilangnya beberapa isian suaranya

Ketika Cendet selesai dari fase mabung, umumnya ia akan kembali berkicau, namun biasanya ada beberapa suara masteran/isian yang hilang. Nah untuk mengatasinya maka kita dapat melakukan pemasteran ulang kembali.

Makanan Burung Cendet

Burung Cendet
Sumber Gambar: 2.bp.blogspot.com

Supaya burung Pentet yang kita pelihara dapat berkicau dengan gacor serta memiliki kualitas suara yang bagus, maka kita perlu memberikan makanan yang banyak mengandung protein, seperti:

  • Voer

Seperti yang telah dijelaskan diatas, kita dapat memberikan pakan harian berupa voer pada burung Pentet. Voer yang baik untuk burung Pentet adalah voer yang memiliki kandungan protein sedang, yaitu berkisar antara 12-18%.

  • Ekstra Foodig (EF)

Selain memberikan voer, kita juga perlu memberikan pakan tambahan seperti kroto, jangkrik, ulat, cacing, dan beberapa jenis serangga lainnya. Kita juga perlu melakukan pengawasan ketika akan memberikan pakan tambahan ini karena dapat mengakibatkan beberapa masalah baru yang timbul jika porsinya tidak sesuai.

Bagaimana, sekarang kita sudah lebih mengetahui sifat atau karakteristik burung Cendet yang memiliki kelebihan dapat menirukan suara jenis burung lainnya bukan? Nah jika ingin mendapatkan informasi lebih jauh tentang jenis burung lainnya, silahkan klik disini ya!

Cara Merawat Burung Cendet

Cara Merawat Burung Cendet

Cara Merawat Burung Cendet – Burung Cendet atau beberapa orang menyebutnya burung Pentet merupakan salah satu jenis burung kicau yang cukup populer di kalangan para kicau mania di Indonesia. Di alam liar, burung yang termasuk ke dalam jenis burung predator ini memiliki suara kicauan yang sangat unik serta memiliki kebiasaan yang menarik.

Jenis burung Pentet ini memiliki suara kicauan yang berkualitas tinggi namun jika kita dapat merawatnya dengan baik. Seperti halnya burung Branjangan Jawa, burung Pentet juga sering dijadikan sebagai burung master.

Selain dijadikan sebagai burung master, belakangan ini juga sudah banyak lomba kontes burung yang khusus diperuntukkan untuk jenis burung Pentet ini.

Cara Merawat Burung Cendet Agar Cepat Gacor

Cara Merawat Burung Cendet
Sumber Gambar: i0.wp.com/hobiburung.org

Selain dijadikan sebagai burung kontes atau untuk memaster jenis burung kicau lainnya, salah satu alasan merawat burung Cendet adalah hanya untuk dijadikan sebagai burung peliharaan.

Akan tetapi jika burung Cendet yang kita pelihara tidak mau berkicau, maka ini malah dapat membuang-buang waktu kita saja. Ya kan?

Nah, agar burung Cendet yang kita pelihara cepat berkicau dengan gacor, maka kita perlu mengetahui cara merawat burung Cendet yang baik dan benar. Berikut ini adalah cara merawat burung Cendet agar cepat gacor.

Mengetahui Jenis Kelamin Cendet

Cara Merawat Burung Cendet
Sumber Gambar: arenahewan.com

Cara awal dalam merawat burung Cendet agar cepat gacor adalah dengan mengetahui terlebih dahulu jenis kelamin burung Cendet. Seperti halnya jenis burung Opior Jawa, burung Cendet yang dapat berkicau dengan berbagai variasi suara serta dapat dimaster adalah yang berjenis kelamin jantan.

Sebenarnya burung Cendet yang berjenis kelamin betina juga dapat dimasteri suara burung lain, namun hasilnya kurang bagus tidak seperti yang berjenis kelamin jantan.

Dengan telah mengetahui jenis kelamin burung Cendet, maka akan dapat memudahkan kita untuk memilih burung Cendet mana yang baik dan cocok untuk dijadikan sebagai burung kontes atau burung peliharaan.

Burung Cendet jantan memiliki ciri khas dimana warna bulu di tubuhnya terlihat lebih hitam dan pekat serta memiliki sifat yang cukup agresif.

Memperhatikan Kebersihan Kandang

Dalam memelihara burung jenis apapun, kita wajib memperhatikan kebersihan kandang/sangkar. Kondisi kandang yang bersih dan terawat tentunya juga dapat mempengaruhi kondisi burung Cendet yang kita pelihara sehingga dapat cepat berkicau dengan gacor.

Selain itu, kandang yang bersih juga dapat membuat burung Cendet tetap sehat dan terhindar dari berbagai penyakit. Maka dari itu, bersihkan kandang secara rutin setiap hari.

Memberikan Pakan yang Berprotein Tinggi

Cara Merawat Burung Cendet
Sumber Gambar: www.burunghobi.com

Agar burung Cendet yang kita pelihara dapat rajin berkicau, maka kita perlu memberikan pakan yang banyak mengandung protein tinggi. Makanan yang berprotein tinggi ini berguna bagi burung Cendet agar kondisi tubuhnya selalu dalam kondisi sehat dan fit.

Berikan pakan berprotein tinggi secara teratur. Hindari memberikan pakan sembarangan pada burung Cendet. Selain memberikan pakan berprotein tinggi, memberikan vitamin tambahan juga baik untuk membantu agar burung Cendet dapat cepat gacor.

Adapun beberapa jenis makanan yang cocok untuk burung Cendet adalah serangga, buah, dan pakan racikan sendiri. Jika telah dipelihara lama, Cendet juga dapat diberi makanan berupa voer yang dapat di beli di kios burung.

Namun jika ingin memberikan pakan racikan, maka kita perlu membuatnya sendiri dengan bahan-bahan seperti telur, ikan, tahu dan berbagai sayuran seperti tomat dan jagung. Sedangkan beberapa jenis buah yang baik untuk burung Cendet adalah pisang, pepaya, dan juga apel.

Menjemur Burung Cendet

Cara Merawat Burung Cendet
Sumber Gambar: i.ytimg.com

Sama seperti halnya jenis burung Lovebird, menjemur burung Cendet yang kita pelihara juga diperlukan. Waktu yang baik untuk menjemur burung Cendet adalah dimulai pukul 7-9 pagi atau tergantung dari kondisi cuaca.

Sebelum menjemurnya, memandikan burung Cendet juga diperlukan agar ia terlihat lebih bersih serta daya tahan tubuhnya lebih kebal terhadap penyakit.

Melatih dan Memaster Burung Cendet

Salah satu cara agar burung Cendet yang kita pelihara dapat cepat berkicau dengan gacor serta mampu menirukan suara burung lainnya adalah dengan cara melatih dan juga memaster burung Cendet.

Waktu terbaik untuk memaster burung Cendet adalah pada saat burung Cendet mengalami fase mabung atau tumbuh bulu. Namun bukan berarti ketika burung tidak dalam kondisi mabung kita tidak dapat memasternya.

Kita dapat memaster burung Cendet meskipun kondisi burung tidak dalam fase mabung. Lakukan pemasteran setiap hari dengan kondisi kandang di kerodong. Lakukan pemasteran pada siang hari atau malam hari menjelang tidur.

Untuk memasternya sendiri dapat menggunakan burung asli, misalnya jenis burung Lovebird, jenis burung Kenari atau jenis burung lainnya. Namun jika kita tidak memiliki burung asli, maka dapat memanfaatkan suara mp3.

Adapun waktu untuk memaster burung Cendet dalam satu jenis suara burung adalah sekitar satu minggu. Setelah itu, kita perlu mengganti suara burung master dengan suara burung lainnya agar nantinya ia dapat merekam berbagai suara jenis burung.

Melakukan Pengasinan

Jika burung Cendet yang kita pelihara tiba-tiba macet bunyi, maka segera melakukan tindakan pengasinan. Jauhkan burung Cendet dari jenis burung lainnya, terutama dengan sesama jenis burung Cendet.

Pada umumnya, ketika burung Cendet yang tadinya berkicau lantas tiba-tiba macet bunyi, biasanya ia merasa tersaingi dengan suara burung lainnya. Maka dengan mengasingkan burung Cendet merupakan pilihan terbaik untuk menambah dan mengembalikan kepercayaan dirinya.

Lakukan pengasinan sampai burung Cendet dapat kembali berkicau. Nah jika ia sudah mau untuk berkicau kembali, maka kita dapat kembali menyatukan burung Cendet dengan jenis burung lainnya.

Memberikan Pakan Tambahan

Cara terakhir untuk merawat burung Cendet adalah dengan memberikan pakan tambahan seperti sayur-sayuran serta memberikan jamu untuk menambah energi dan juga stamina burung Cendet.

Dengan kita memberikan makanan tambahan ini bertujuan untuk membantu memudahkan pertumbuhan burung Cendet. Kita dapat memberikan pakan tambahan setelah kita memberikan makanan pokok.

Sedangkan untuk manfaat jamu adalah agar burung Cendet menjadi lebih aktif dan bertenaga. Akan tetapi dalam memberikan jamu sebaiknya tidak dilakukan setiap hari melainkan cukup memberikannya dalam waktu tertentu saja, misalnya cukup seminggu sekali.

Tips cara merawat burung Cendet tersebut juga dapat dilakukan bukan hanya pada Cendet dewasa saja melainkan juga dapat diterapkan pada Cendet yang masih berusia muda.

Lakukanlah cara-cara tersebut diatas dengan telaten setiap hari agar burung Cendet yang kita pelihara dapat cepat berikcau dengan gacor. Itulah tips mudah cara merawat burung Cendet supaya cepat gacor. Semoga bermanfaat.

Burung Branjangan Jawa

Burung Branjangan Jawa

Terdapat banyak jenis burung branjangan yang ada di Indonesia, diantaranya adalah burung branjangan Jawa dan NTB.

Secara fisik, baik branjangan Jawa atau NTB tentu memiliki perbedaan, namun untuk mengetahui perbedaannya jelas harus membutuhkan ketelitian yang tinggi apalagi bagi kicau mania pemula.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui darimana asal dari burung yang terkenal dengan motif bulunya yang sangat indah ini.

Baca Juga : Burung Merpati Kolongan

Perbedaan Burung Branjangan Jawa dan NTB

Burung Branjangan Jawa
Sumber Gambar: 1.bp.blogspot.com

Selain memiliki motif bulu yang indah seperti halnya burung nuri kepala hitam, burung branjangan juga memiliki suara kicauan yang cukup indah.

Hal ini yang menjadikannya sering dimanfaatkan sebagai burung master untuk memaster jenis burung kicau yang biasanya diikutsertakan ke dalam lomba kontes burung.

Meskipun memiliki bentuk fisik yang sangat mirip, namun harga diantara keduanya terpaut sangat jauh. Branjangan Jawa memiliki harga yang lebih tinggi daripada jenis branjangan NTB dimana harganya terbilang masih cukup terjangkau.

Nah agar kita tidak salah dalam memilih burung branjangan yang akan kita beli, maka kita wajib mengetahui perbedaan antara burung branjangan yang berasal dari Jawa dan branjangan yang berasal dari NTB.

Berikut ini adalah ciri-ciri burung branjangan yang berasal dari Jawa dan NTB.

Burung Branjangan Jawa

Burung Branjangan Jawa
Sumber Gambar: i.ytimg.com

Dalam dunia perkicauan, Pulau Jawa merupakan salah satu Pulau yang terkenal akan berbagai jenis burung branjangan. Hampir di setiap provinsi yang ada di Pulau tersebut memiliki jenis burung branjangan yang dimana ciri-ciri di tiap provinsinya berbeda-beda.

Di Pulau Jawa ini kita dapat menemukan berbagai jenis branjangan yang tersebar di beberapa provinsi seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Branjangan Jawa Barat

Jawa Barat menjadi salah satu wilayah yang terkenal akan burung branjangan. Salah satu jenis branjangan yang terkenal dan memiliki kualitas yang bagus adalah Sapan.

Jenis burung branjangan ini memiliki suara kicauan yang cukup melengking dan juga jernih. Selain itu, branjangan Sapan Jawa Barat memiliki ciri fisik berupa jambul di kepala, warna bulu terlihat lebih gelap, dan memiliki ukuran tubuh sekitar 12-13 cm.

Branjangan Jawa Tengah

Burung Branjangan Jawa
Sumber Gambar: omkicau.com

Diantara sekian banyak jenis branjangan yang ada di Indonesia, branjangan yang berasal dari Kaliori Banyumas Jawa Tengah mungkin merupakan jenis branjangan yang paling populer di kalangan para kicau mania khususnya bagi pecinta branjangan.

Burung Branjangan yang berasal dari Jawa Tengah ini memiliki ciri khas dimana suaranya terdengar cukup keras, dapat diisi dengan berbagai jenis burung kicau baik yang berukuran besar atau kecil, memiliki warna bulu yang lebih terang, serta berukuran sekitar 12-14 cm.

Branjangan Jawa Timur

Di Jawa Timur juga dapat ditemukan jenis burung branjangan. Burung branjangan yang berasal dari provinsi Jawa Timur ini memiliki ciri khas dimana warna bulunya terlihat lebih cerah khususnya di bagian warna coklatnya. Ukuran tubuhnya pun mirip dengan branjangan yang berasal dari Jawa Tengah.

Baca Juga : Burung Cucak Biru

Burung Branjangan NTB

Burung Branjangan Jawa
Sumber Gambar: hargaburung.id

Setelah kita mengetahui mengenai ciri khas yang dimiliki oleh branjangan yang berasal dari Pulau Jawa, maka selanjutnya adalah mengetahui ciri-ciri yang dimiliki oleh branjangan khas NTB.

Ciri utama daripada branjangan NTB adalah memiliki ukuran tubuh yang cenderung lebih kecil dari jenis branjangan Jawa, yaitu hanya sekitar 11-12 cm saja.

Selain itu, branjangan NTB juga memiliki kaki yang tidak terlalu panjang. Sementara itu, branjangan NTB memiliki warna bulu kombinasi hitam, putih, dan juga coklat. Sedangkan pada bagian batik punggungnya di dominasi dengan warna putih dan hitam.

Bukan hanya itu, branjangan NTB juga memiliki warna coklat, namun hanya terdapat di 1/5 bagian punggung dan bulu sayapnya. Ketika masih berusia muda atau belum mabung ganti bulu, batikannya cenderung tidak rata serta terlihat lancip-lancip dengan warna hitam dan putih.

Jika branjangan NTB sudah dewasa atau sudah mabung ganti bulu, maka batikan pada sayap akan berwarna coklat muda dengan motif berbentuk bulat-bulat kecil yang terlihat beraturan.

Sementara itu, batikan yang terdapat di bagian punggungnya terdapat kombinasi warna putih dan hitam dengan motif yang tidak beraturan.

Burung branjangan NTB memiliki tipe suara treeble dimana suara khasnya berbunyi “cik cik tirr.. cik cik tirr..”. Berbeda dengan jenis branjangan Jawa, branjangan NTB jika di beri suara master burung lain, maka suara aslinya akan tetap ada. Hal ini yang menjadikannya banyak dipelihara oleh para pecinta burung branjangan.

Harga Burung Branjangan Jawa dan NTB

Untuk harganya sendiri, branjangan NTB memiliki harga yang cukup terjangkau, mulai dari Rp. 50 ribuan untuk harga bakalannya. Berbeda dengan branjangan yang berasal dari Jawa dimana harganya terbilang cukup tinggi, yaitu mulai dari Rp. 1.5 jutaan. Namun harga tersebut tentunya berbeda-beda di setiap daerah serta tergantung dari kondisi burungnya itu sendiri.

Dengan kita mengetahui perbedaan burung branjangan Jawa dan NTB, maka saat ini kita sudah tidak kesulitan lagi jika ingin membelinya di pasaran sehingga dapat mengantisipasi jika terdapat penjual yang berniat ingin menipu kita.

Burung Nuri Kepala Hitam

Burung Nuri Kepala Hitam

Jika kalian suka memelihara burung, pasti tidak asing lagi dengan yang namanya burung nuri kepala hitam. Ya kan? Jenis nuri kepala hitam ini berasal dari daerah timur Indonesia, lebih tepatnya di daratan Ambon, Papua dan Ternate.

Dinamakan nuri kepala hitam karena ia memiliki mahkota di kepala yang berwarna hitam. Pada umumnya, nuri kepala hitam memiliki tiga warna di seluruh tubuhnya.

Ia memiliki warna ungu yang melingkar di kepala bagian bawah hingga sampai pada bagian dada sehingga mirip menyerupai kalung. Sedangkan pada bagian sayap memiliki perpaduan warna hijau dan merah.

Baca Juga : Burung Cucak Biru

Mengenal Burung Nuri Kepala Hitam dan Cara Perawatannya

Burung Nuri Kepala Hitam
Sumber Gambar: www.jalaksuren.net

Di alam liar, burung yang memiliki ukuran tubuh sekitar 6,4 inci ini biasanya hidup berkelompok yang beranggotakan nuri jantan dan betina sekitar 6-8 ekor. Perlu diingat, nuri kepala hitam merupakan salah satu jenis burung yang dilindungi oleh pemerintah. Ini karena populasinya di alam liar yang semakin hari semakin berkurang akibat perburuan liar.

Berbeda dengan burung merpati kolongan, nuri termasuk ke dalam jenis burung paruh bengkok dimana ukuran tubuhnya lebih besar dari jenis burung lovebird atau parkit.

Seperti yang diketahui, jenis burung paruh bengkok terkenal akan akan sifatnya yang sangat cerdas dan juga atraktif, termasuk juga nuri kepala hitam.

Ia dikenal baik dalam menirukan suara burung lainnya, bahkan ia mampu menirukan suara manusia seperti halnya jenis burung jalak, meskipun hanya mengucapkan satu dua kata saja.

Kelebihan lainnya yang dimiliki oleh burung ini adalah mampu melakukan apa yang diperintahkan oleh majikannya. Maka tak heran jika kita dapat dengan mudah menemuinya di dalam pertunjukan sirkus atraksi burung.

Baca Juga : Burung Kolibri Kelapa

Perawatan Harian Burung Nuri Kepala Hitam

Burung Nuri Kepala Hitam
Sumber Gambar: blogs.uajy.ac.id

Sebenarnya cara merawat burung nuri ini sama seperti halnya merawat burung paruh bengkok lainnya. Adapun beberapa cara dalam merawat burung nuri yang baik dan benar adalah dengan memperhatikan pakan, perawatan harian, atau memperhatikan kebersihan sangkarnya.

Memperhatikan Kondisi Sangkar

Dengan memperhatikan sangkar burung nuri merupakan salah satu hal yang tidak boleh diabaikan. Hindari menggunakan sangkar yang tertutup rapat karena kurang efisien dalam merawat/menjinakkannya.

Tempatkan burung nuri pada sangkar yang terbuka dan cukup mengandalkan rantai yang diikatkan pada salah satu kakinya. Namun jika burung nuri sangat liar, alangkah baiknya untuk menempatkan ia pada tempat ramai yang sering dilalui oleh manusia.

Ini dimaksudkan agar burung nuri lebih cepat jinak. Bersihkan juga sangkar burung nuri serta wadah makanan dan minumannya dari kotoran dan sisa-sisa makanan yang berserakan sehingga burung nuri akan merasa nyaman dan tidak mudah terserang penyakit.

Memandikan Burung Nuri

Selain memperhatikan kondisi sangkar, memandikan burung nuri juga perlu dilakukan. Untuk memandikannya dapat menggunakan semprotan. Setelah dimandikan, jemur burung nuri agar bulunya cepat kering.

Setelah itu, taruh kembali ke dalam sangkar dan kemudian gantung sangkar pada tempat seperti biasanya. Adapun beberapa manfaat memandikan burung nuri adalah untuk membantunya supaya lebih cepat jinak dan juga agar membuatnya cepat lapar.

Ketika burung nuri dalam kondisi basah kuyup, umumnya burung nuri akan lebih cepat lapar namun bukan karena kekurangan nutrisi melainkan burung nuri terlalu banyak membakar karbohidrat untuk membantu menghangatkan tubuhnya.

Makanan Burung Nuri

Ketika lapar, biasanya burung nuri akan semakin tergantung kepada majikannya. Momen ini menjadi waktu yang sangat baik untuk menjinakkan burung nuri yang kalian pelihara.

Untuk permulaan, coba berikan makanan kesukaannya menggunakan lidi. Seiring berjalannya waktu, coba untuk memperpendek lidi hingga tiba waktunya bagi kalian untuk memberikan pakan menggunakan tangan secara langsung.

Perlu diingat, lakukan cara ini dengan sabar karena setiap burung nuri memiliki karakter yang berbeda-beda. Berikan pakan yang mengandung banyak nutrisi sehingga membantu dalam pertumbuhannya. Beberapa makanan yang baik untuk burung nuri adalah buah-buahan, biji-bijian, dan juga kacang-kacangan.

Baca Juga : Burung Sogok Ontong

Cara Melatih Burung Nuri Kepala Hitam Agar Mampu Beratraksi dan Mampu Berbicara

Burung Nuri Kepala Hitam
Sumber Gambar: i.ytimg.com

Untuk melatih burung nuri agar mampu beratraksi dan mampu berbicara memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun jika sudah jinak, burung nuri jenis ini akan tidak sungkan lagi untuk menunjukkan kelebihannya.

Adapun beberapa cara untuk membuat burung nuri mampu beratraksi dan mampu berbicara adalah dengan, mengajaknya berkomunikasi, mendengarkan rekaman, dan menempatkan sangkar di depan rumah. Berikut penjelasan selengkapnya.

Mengajak Burung Nuri Berkomunikasi

Untuk membuat burung nuri yang kalian pelihara mampu berbicara, maka kalian perlu mengajaknya berkomunikasi setiap hari. Dengan begitu, maka burung nuri akan terbiasa serta akan membalas meresponnya.

Mendengarkan Rekaman Pada Burung Nuri

Selain mengajaknya berkomunikasi secara langsung, mendengarkan rekaman pada burung nuri juga diyakini mampu membantu membuatnya dalam menirukan kata-kata yang diucapkan oleh manusia.

Buatlah rekaman kata-kata pendek dari suara kalian sendiri, kemudian memperdengarkannya pada burung nuri secara rutin setiap hari. Dengan melakukan hal tersebut, maka burung nuri akan mampu menghafal dan menirukan suara yang biasa mereka dengar.

Menempatkan Sangkar di Depan Rumah

Cara terakhir untuk membuat burung nuri dapat beratraksi dan mampu berbicara adalah dengan menempatkan sangkar/kandang di depan rumah. Burung nuri mampu menirukan tingkah laku objek yang biasa ia lihat.

Maka dengan meletakkan sangkar di depan rumah dapat membantu untuk terbiasa melihat berbagai tingkah laku manusia.

Seperti pada pembahasan diatas, nuri kepala hitam merupakan satu dari sekian banyak jenis burung yang dilindungi oleh pemerintah Indonesia.

Maka jika kalian ingin memeliharanya, sebaiknya jangan sekali-kali menangkapnya di alam liar atau membelinya ke orang lain dengan cara ilegal (tanpa surat-surat). Sehingga populasi di alam liarnya tetap terjaga.

Demikianlah pembahasan mengenai burung nuri kepala hitam serta cara merawatnya agar membuatnya mampu melakukan atraksi dan mampu berbicara. Semoga Bermanfaat.

Burung Merpati Kolongan

Burung Merpati Kolongan

Burung merpati kolongan merupakan salah satu jenis burung yang memiliki banyak penggemar di berbagai daerah di Indonesia. Ini disebabkan karena banyaknya even perlombaan burung merpati baik di tingkat daerah atau tingkat nasional.

Terdapat beberapa jenis burung merpati yang banyak dipelihara oleh masyarakat di Indonesia. Misalnya saja merpati balap, merpati kolongan, jenis merpati pos, dan lain sebagainya.

Nah pada kesempatan kali ini, kita akan membahas bersama-sama mengenai ciri-ciri merpati kolongan yang berkualitas dan bermental juara.

Baca Juga : Burung Cucak Biru

Ciri-Ciri Burung Merpati Kolongan Berkualitas

Burung Merpati Kolongan
Sumber Gambar: 1.bp.blogspot.com

Merpati kolongan memiliki kemampuan terbang yang cukup tinggi serta mampu mendarat dengan sangat cepat dan tepat pada tempat yang telah disediakan. Namun tidak semua jenis merpati kolong mempunyai kelebihan seperti itu melainkan kita harus melatihnya secara rutin.

Sebelum kita merawat dan melatih merpati kolongan agar bermental juara, maka kita harus memiliki calon burung yang bagus. Kita wajib mengetahui ciri-ciri merpati kolong berkualitas yang memiliki mental juara. Berikut ini adalah ulasan lengkap mengenai ciri-ciri merpati kolong yang berkualitas dan bermental juara.

Burung merpati kolong yang berkualitas umumnya memiliki ukuran kepala yang besar dimana bagian batok kepala pada bagian depan terlihat lebih tinggi daripada bagian batok kepala bagian belakang.

Ciri-ciri kepala seperti ini biasanya disebut dengan nama nonong. Burung merpati yang memiliki bentuk kepala seperti itu mempunyai kemampuan turun dengan sangat baik dengan jarak kemiringan mencapai 90 derajat ketika menukik ke bawah.

Selain itu, merpati kolongan yang berkualitas juga mempunyai bentuk paruh yang runcing dengan ukuran yang tidak terlalu besar dan panjang.

Ia juga memiliki bola mata yang terlihat kering dan juga jernih seperti ada kaca di dalamnya. Memiliki pupil berwarna hitam pekat serta responsif terhadap cahaya. Dengan kondisi mata seperti itu, maka burung merpati akan memiliki kemampuan melihat dengan sangat baik.

Jenis burung merpati kolong mempunyai bentuk leher panjang dan juga tegak serta memiliki tulang yang cukup kuat. Sedangkan bentuk badannya nampak seperti jantung pisang atau terlihat mirip huruf V.

Pada bagian bahu sayap merpati lentur namun kuat dan mempunyai bahu yang tebal dan juga seimbang antara bahu kanan dan kirinya.

Burung merpati yang memiliki bentuk ekor yang rapat biasanya mempunyai kemampuan mengerem/berhenti yang sangat baik sehingga dapat meminimalisir akan benturan yang sangat keras yang dapat membahayakan burung merpati itu sendiri.

Adapun ciri lainnya terkait dengan burung merpati kolong yang baik adalah memiliki kaki yang nampak bersisik dan juga panjang. Pada saat merpati dipegang, maka secara otomatis kedua kakinya akan mendorong ke belakang sejajar dengan arah ekor.

Cara Memilih Burung Merpati Kolongan Berkualitas

Burung Merpati Kolongan
Sumber Gambar: ytimg.com

Salah satu hal yang tidak boleh di abaikan jika kita ingin memiliki burung merpati kolong yang baik dan bermental juara adalah kita wajib memilih jenis burung merpati yang berkualitas.

Terdapat banyak cara yang dapat dilakukan ketika akan memilih merpati kolongan. Misalnya saja dengan mengamati bentuk fisik, baik dengan cara meraba atau melihatnya secara langsung.

Tips memilih merpati kolongan yang baik lainnya adalah dengan cara genotif atau memilih dari trah atau keturunannya.

Namun jika kita ragu dan tidak percaya dengan merpati yang kita pilih, maka kita dapat mendatangi ajang perlombaan burung merpati, menunggu siapa yang akan menjadi juaranya kemudian menawar dan membelinya langsung terhadap si pemilik merpati juara tersebut.

Adapun cara terakhir ini dapat dibilang paling akurat dan juga instan. Meskipun demikian, kita harus menyiapkan dana yang cukup besar karena pasti burung merpati jawara memiliki harga yang sangat mahal.

Dalam memilih merpati kolongan yang bagus dan berkualitas, kita tidak boleh mengabaikan ciri-ciri merpati kolongan seperti yang telah kita bahas bersama-sama diatas.

Dengan berpatokan pada ciri-ciri merpati yang berkualitas, maka pasti ketika akan memilih, kita juga akan dapat mengamatinya secara langsung seperti apa merpati yang akan kita pilih.

Maka dari itu, mempelajari dengan baik dan benar mengenai ciri-ciri burung merpati kolongan yang bagus merupakan suatu hal yang penting sehingga tidak akan tertipu dan menyesal setelah mendapatkan burung merpati yang kita pilih sendiri. Semoga bermanfaat.

Burung Cucak Biru

Burung Cucak Biru

Burung Kecambang Gadung/Asian Fairy Bluebird (Irena puella), beberapa orang menyebutnya burung Cucak Biru, merupakan satu-satunya spesies yang terdapat dalam keluarga Irenidae.

Dilihat dari namanya, Cucak Biru masih memiliki hubungan kekerabatan dengan jenis burung kicau dari keluarga cica daun (Chloropseidae) seperti burung Cucak Hijau, Cucak Hijau kepala emas, Cucak Ranting dan jenis burung Cucak lainnya.

Selain dijadikan sebagai burung master seperti halnya burung Kolibri Kelapa, di beberapa daerah di Indonesia saat ini juga menjadikan Cucak Biru sebagai salah satu burung yang sering diikutsertakan ke dalam lomba kontes burung.

Keunikan dan Keistimewaan Burung Cucak Biru

Burung Cucak Biru
Sumber Gambar: i.ytimg.com

Seperti halnya jenis burung kicau lainnya, Cucak Biru juga memiliki suara kicauan yang sangat merdu. Hal ini yang menjadikannya banyak dipelihara oleh para kicau mania.

Cucak Biru memiliki suara kicauan yang melengking dengan sangat tinggi. Selain itu, Cucak Biru juga memiliki suara yang mirip seperti saudaranya yaitu Cucak Ijo dan juga Cucak Jenggot.

Selain itu, Cucak Biru juga memiliki banyak nada atau jenis kicauan yang mampu menirukan suara burung lainnya asalkan kita rajin melatihnya sedari anakan.

Cara Merawat Burung Cucak Biru Agar Rajin Berkicau

Burung Cucak Biru
Sumber Gambar:vianasianfairy.files.wordpress.com

Di alam liar, Cucak Biru sangat gemar memakan buah ara atau buah tin (Ficus carica). Nah jika kita ingin memeliharanya, maka kita dapat mengganti pakan kesukaannya ini dengan buah apel, pepaya, pisang, pir, mangga, atau dapat juga memberikannya buah jeruk.

Agar Cucak Biru yang kita pelihara dapat rajin berkicau, maka kita juga perlu memberikan pakan tambahan/extra fooding (EF) berupa jangkrik, ulat hongkong, dan juga kroto.

Dibawah ini adalah cara memberikan ketiga jenis serangga tersebut untuk pakan Cucak Biru:

  1. Cara pertama adalah dengan memberikan ulat hongkong yang telah ditaburi dengan BirdVit. Gunanya untuk menjaga stamina dan kondisi fisik Cucak Biru. Utamanya pada saat pergantian musim atau pada saat musim penghujan.
  2. Berikan jangkrik sebanyak 1-2 ekor pada pagi hari dan 1-2 ekor untuk sore hari. Berikanlah jangkrik secara rutin agar dapat merangsang Cucak Biru supaya lebih aktif serta rajin berkicau.
  3. Berikan juga kroto segar sebanyak 1 sendok teh yang diberikan setiap pagi hari atau dua hari sekali. Selain itu, kita juga dapat memberikan variasi kroto yang dicampur dengan parutan buah apel/pir. Berikanlah racikan ini tiap pagi dan sore hari setiap dua hari sekali. Racikan ini dapat membantu merangsang Cucak Biru sehingga rajin berbunyi.

Selain memberikan pakan, kita juga perlu memandikan Cucak Biru secara rutin setiap hari agar Cucak Biru tetap dalam kondisi sehat. Jangan lupa setelah Cucak Biru dimandikan, kita juga perlu menjemurnya agar bulu-bulunya cepat kering.

Kebersihan sangkar juga harus kita perhatikan karena sangkar yang kotor akan dapat menyebabkan Cucak Biru mudah terserang berbagai penyakit. Jika Cucak Biru sakit maka pasti ia akan malas untuk berkicau.

Apabila kita dapat merawatnya seperti pada penjelasan diatas namun ternyata Cucak Biru tetap tidak rajin bunyi, maka kita perlu melakukan terapi Testobird Booster (TTB).

Itulah informasi mengenai burung Cucak Biru dan juga cara perawatannya agar rajin berkicau. Semoga bermanfaat.

Burung Kolibri Kelapa

Burung Kolibri Kelapa

Jenis burung kolibri yang ada di Indonesia memang sangat banyak, sebut saja burung kolibri kelapa, sogok ontong atau yang lebih familiar adalah burung kolibri ninja.

Seperti halnya jenis kolibri lainnya, kolibri kelapa juga mempunyai warna bulu mengkilap metalik yang sangat indah. Kolibri kelapa memiliki warna metalik yang menghiasi dari bagian kepala hingga ke bagian tengkuk dengan gradasi warna biru yang mewah.

Berbicara mengenai suara kicauannya, kolibri kelapa juga memiliki suara kicauan yang tidak kalah merdu jika dibandingkan dengan jenis burung kicau kecil lainnya.

Baca Juga : Burung Pelatuk Bawang

Mengenal Jenis Burung Kolibri Kelapa

Burung Kolibri Kelapa
Sumber Gambar: 2.bp.blogspot.com

Di daerah Jawa Tengah, burung ini terkenal dengan nama Wiceh. Ini karena burung yang berjenis kelamin jantan mampu berkicau dengan suara yang terdengar seperti suara “wiceh… wiceh… wiceh”.

Selain itu, kolibri kelapa juga dapat mengeluarkan suara crecetan atau besetan yang cukup rapat, melengking dan juga kencang sehingga sering dimanfaatkan oleh kicau mania untuk dijadikan sebagai burung master untuk memaster jenis burung kicau yang biasa dijadikan sebagai burung kontes.

Untuk membedakan jenis kelamin jantan dan betinanya juga terbilang cukup mudah, berbeda dengan cara membedakan kenari jantan dan betina yang terbilang cukup sulit.

Ketika sudah dewasa, kolibri kelapa jantan memiliki warna biru metalik yang mengkilap di bagian punggungnya serta memiliki mahkota di atas kepala. Berbeda dengan kolibri kelapa betina yang tidak memiliki warna metalik seperti si jantan.

Di alam liar, kolibri kelapa memiliki sifat yang terbilang agresif. Biasanya, ia akan mengusir jenis burung pemakan madu lainnya bila ada yang mendekati untuk mencari madu di sekitar wilayahnya.

Ia juga memiliki keunikan yang terletak pada sarangnya dimana sarangnya membentuk seperti kantung yang menggantung. Sarang ini terbuat dari serat rumput yang sudah kering.

Kolibri kelapa atau kolibri manggar memiliki nama latin Anthreptes Singalensis. Jenis kolibri ini dapat dijumpai di daerah perkebunan yang banyak ditumbuhi pohon kelapa, hutan mangrove dan di sekitar pesisir pantai.

Selain memakan madu atau nektar bunga, kolibri kelapa juga suka memakan berbagai jenis serangga, seperti kupu-kupu dan juga laba-laba.

Persebaran Kolibri Kelapa

Persebaran kolibri kelapa terbilang cukup luas. Kita dapat menemukannya di semenanjung Malaysia, Filipina dan juga Indonesia. Di Indonesia sendiri, kolibri kelapa dapat dengan mudah dijumpai di Pulau Jawa, Sulawesi dan Nusa Tenggara.

Baca Juga : Burung Opior Jawa

Cara Merawat Kolibri Kelapa

Burung Kolibri Kelapa
Sumber Gambar: bakicau.com

Dalam perawatan harian kolibri kelapa sendiri terbilang cukup mudah, bahkan lebih mudah daripada merawat kolibri ninja.Kita cukup memberikan pakan berupa air gula atau dapat juga memberinya madu.

Selain itu, ia juga suka memakan voer yang di campur dengan serangga kecil, misalnya jangkrik atau ulat hongkong/kandang.

Dengan kita lebih mengetahui tentang burung kolibri kelapa ini berikut dengan ciri khas dan penyebarannya, maka sekarang kita semakin tahu dan mengenal seperti apa kolibri kelapa itu. Meskipun bukan tergolong ke dalam jenis burung kontes, namun kolibri kelapa sangat cocok dijadikan sebagai burung master.

Burung Sogok Ontong

Burung Sogok Ontong

Burung Sogok Ontong termasuk ke dalam jenis burung kicau kecil serta tergolong ke dalam jenis burung kolibri yang memiliki suara kicauan yang sangat indah.

Ini tentu berbeda dengan burung Pelatuk Bawang yang dipercaya memiliki kekuatan mistik, Sogok Ontong justru lebih sering dijadikan sebagai burung master.

Sogok Ontong memiliki suara ngerol yang diiringi dengan cengkok yang sangat indah. Hal ini yang menjadikannya sering dijadikan sebagai master untuk burung kontes atau ada juga yang merawatnya hanya untuk dijadikan sebagai burung peliharaan.

Cara Merawat Burung Sogok Ontong Agar Rajin Bunyi dan Cepat Gacor

Burung Sogok Ontong
Sumber Gambar: i.ytimg.com

Nama lain dari Sogok Ontong adalah Kolibri Sriganti. Untuk ukuran tubuhnya sendiri terbilang cukup kecil, yaitu hanya berkisar antara 8-10 cm dengan bentuk paruhnya yang lancip, panjang, serta melengkung.

Kolibri Sriganti jantan memiliki bulu di bagian bawah berwarna kuning terang, dagu dan dadanya berwarna ungu metalik dan pada bagian punggung berwarna hijau zaitun.

Sedangkan Kolibri Sriganti betina memiliki alis berwarna kuning muda serta tidak memiliki warna ungu metalik. Adapun beberapa cara merawat Sogok Ontong agar dapat gacor dan rajin bunyi adalah harus melakukan beberapa tahapan-tahapan berikut ini:

Melakukan Pengembunan

Hal pertama untuk merawat Sogok Ontong adalah dengan melakukan pengembunan. Seperti yang diketahui, udara pada pagi hari masih cukup sejuk sehingga baik untuk perkembangan Sogok Ontong.

Selain itu, pada pagi hari juga biasanya burung liar sering berkicau, sehingga memungkinkannya untuk bersaut-sautan dengan burung liar.

Membersihkan Sangkar

Burung Sogok Ontong
Sumber Gambar: 2.bp.blogspot.com

Setelah pengembunan selesai, yaitu sekitar pukul 7 pagi hari, selanjutnya adalah membersihkan sangkar sehingga terjaga kebersihannya.

Sangkar yang bersih dapat membuat Sogok Ontong tidak mudah sakit serta dapat membantu agar ia lebih nyaman berada di dalam sangkar. Jangan lupa juga untuk membersihkan wadah air dan makanannya setiap hari.

Memandikan Sogok Ontong

Ketika sangkar selesai dibersihkan, perawatan selanjutnya adalah dengan memandikan Sogok Ontong. Dalam memandikan Sogok Ontong, kita dapat menggunakan semprotan. Lakukan penyemprotan secara halus agar Sogok Ontong tidak stres.

Memandikan dengan cara di semprot juga dapat membantu agar Sogok Ontong lebih cepat jinak.

Baca Juga : Burung Opior Jawa, Si Robin dengan Harga Terjangkau

Melakukan Penjemuran

Agar bulunya cepat kering, maka kita perlu melakukan penjemuran Sogok Ontong yang baru saja dimandikan. Waktu yang baik untuk menjemur Sogok Ontong adalah tidak lebih dari jam 9 pagi. Namun hal ini juga dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca.

Pemberian Pakan

Burung Sogok Ontong
Sumber Gambar: i1.wp.com/www.detikepri.com

Pemberian pakan untuk Sogok Ontong juga tidak boleh diabaikan. Di alam liar, Sogok Ontong gemar memakan nektar bunga. Untuk menggantinya, kita dapat memberinya air gula. Dalam membuat air gula, pastikan teksturnya agar kental sehingga Sogok Ontong lebih lahap dalam memakannya.

Selain itu, kita juga dapat memberinya susu kental manis yang di campur dengan sedikit air agar lebih mudah untuk dihisap. Meskipun telah diberi susu kental manis, kita juga tetap harus memberinya air putih biasa untuk minumannya.

Memberikan madu pada Sogok Ontong juga diperlukan setidaknya 1-2 kali dalam seminggu. Dengan memberikan madu juga dapat membantu agar Sogok Ontong lebih cepat gacor dan rajin bunyi.

Adapun pakan tambahan untuk burung Sriganti ini adalah kroto. Kroto merupakan pakan tambahan yang sangat bagus untuk burung jenis kolibri ini. Hal ini dikarenakan kroto berperan penting untuk protein hewani. Dosis yang pas dalam memberikan kroto adalah sekitar satu sendok teh setiap harinya.

Pemberian Vitamin

Selain memberikan pakan harian, sesekali kita juga perlu memberikan vitamin untuk burung Kolibri Sriganti. Pemberian vitamin ini dapat di campur ke dalam air minum. Jangan berlebihan dalam memberikan vitamin, cukup berikan vitamin sekali dalam seminggu.

Vitamin diperlukan untuk membuat Sogok Ontong agar cepat gacor dan rajin bunyi. Bukan hanya itu, vitamin juga berguna untuk membantu sistem kekebalan tubuh Sogok Ontong agar tidak mudah terserang penyakit.

Nah itulah pembahasan mengenai cara merawat burung Sogok Ontong agar cepat gacor dan rajin bunyi. Pastikan untuk memberikan cara perawatan tersebut diatas dengan tekun dan telaten ya!

Burung Pelatuk Bawang

Burung Pelatuk Bawang

Di beberapa daerah di Indonesia, burung Pelatuk Bawang dipercaya sarat akan hal mistik. Pelatuk Bawang atau Dinopium Javanense ini sering digunakan sebagai pelengkap sesaji dan hampir di seluruh bagian tubuhnya dipercaya memiliki daya mistik.

Beberapa orang memanfaatkan Pelatuk Bawang untuk dijadikan sebagai obat kuat. Selain itu, Pelatuk Bawang juga dapat membuat seseorang menjadi orator dan juga ahli dalam hal debat.

Kepercayaan mengenai khasiat mistik Pelatuk Bawang ini yang membuat status di alam liarnya semakin hari semakin berkurang akibatnya Pelatuk Bawang menjadi salah satu burung langka yang terancam punah.

Burung Pelatuk Bawang Sarat Akan Khasiat Mistik

Burung Pelatuk Bawang
Sumber Gambar: omkicau.com

Pelatuk Bawang termasuk ke dalam keluarga Pecidae yang dapat ditemukan di negara Bangladesh, Brunei Darussalam, Cina, Filipina, Indonesia, Laos, Kamboja, Malaysia, Myanmar, dan Vietnam. Di Indonesia sendiri, Pelatuk Bawang dapat di jumpai di pulau Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, dan Nusa Tenggara.

Dalam bahasa Inggris burung ini dikenal dengan nama Common Flameback atau ada pula yang menyebutnya dengan nama Common Goldenback.

Pelatuk Bawang memiliki ukuran tubuh tidak lebih besar daripada jenis burung Jalak. Dimana ciri-cirinya memiliki sayap berwarna kuning, bulu di bagian leher berwarna hitam dengan motif garis-garis berwarna putih. Di alam liar, Pelatuk Bawang tinggal di hutan tropis dan subtropis pada daerah dataran rendah hingga sekitaran hutan bakau.

Khasiat Pelatuk Bawang Menurut Primbon

Burung Pelatuk Bawang
Sumber Gambar: www.sajajar.id

Berbeda dengan burung Opior Jawa, sebagian orang mempercayai bahwa Pelatuk Bawang memiliki daya magis dan juga mempunyai kekuatan mistik yang sangat luar biasa. Bagi masyarakat Jawa, Pelatuk Bawang mencerminkan seseorang yang mempunyai watak/sifat berpendirian kuat, rajin bekerja namun tidak sabaran.

Primbon Jawa dan Melayu, khususnya di dalam primbon Betaljemur Adammakna, Pelatuk Bawang berkhasiat untuk:

  • Menumbuhkan kewibawaan.
  • Membuat pandai dan lincah berbicara saat berdebat.
  • Mampu menyepuh dan juga meningkatkan kesaktian sebuah senjata pusaka.
  • Pengikat istri atau suami.
  • Sebagai penangkal maling dan rampok.
  • Mempercantik wajah dan aura/pesona tubuh.
  • Menyembuhkan penyakit jiwa/gila.
  • Meningkatkan stamina dan juga keperkasaan.
  • Penolak dan penyembuh berbagai macam penyakit.
  • Tolak bala ilmu hitam.

Mengenai bagaimana cara mendapatkan manfaat Pelatuk Bawang bagi orang yang menggunakannya, disini kami sengaja untuk tidak menjelaskannya karena jika ingin memperoleh manfaat tersebut maka harus mengorbankan nyawa si Pelatuk Bawang.

Hal ini tentu akan membuat statusnya semakin terancam bahkan dapat mengakibatkan punah. Selain itu, khasiat Pelatuk Bawang tersebut juga belum terbukti kebenarannya melainkan masih hanya sebatas mitos dari orang-orang terdahulu.

Jadi jika ingin memelihara burung Pelatuk Bawang ini sebenarnya sah-sah saja namun hanya sebatas untuk dijadikan sebagai hobi atau bertujuan untuk memaster jenis burung kicau lainnya.

Cara Membedakan Pelatuk Bawang Jantan dan Betina

Burung Pelatuk Bawang
Sumber Gambar:hargaburung.id

Seperti halnya cara membedakan Beo jantan dan betina, untuk membedakan jenis kelamin burung Pelatuk Bawang juga dapat dilihat dari ciri fisiknya.

Pelatuk Bawang yang memiliki jambul di atas kepala berwarna merah, berarti berjenis kelamin jantan. Begitu pun sebaliknya, jika jambul Pelatuk Bawang tidak berwarna merah berarti berjenis kelamin betina.

Demikianlah pembahasan mengenai khasiat burung Pelatuk Bawang dan cara membedakan jenis kelaminnya. Perlu diingat, semua hal yang kita dapatkan semata-mata merupakan nikmat yang Allah SWT berikan kepada kita. Jadi seharusnya kita tidak mempercayai hal demikian karena ditakutkan akan terjerumus ke dalam jurang kemusrikan.

Burung Opior Jawa

Burung Opior Jawa

Sebagai kicau mania, kalian pasti tahu burung Robin. Ya kan? Namun, apakah kalian mengetahui jenis burung Opior Jawa? Jika belum mengetahui, maka kalian tepat membaca artikel ini karena kami akan menjelaskan tentang jenis Opior Jawa ini.

Opior Jawa merupakan alternatif bagi kicau mania yang ingin memelihara burung Robin namun terkendala dengan biaya. Hal ini karena jika kalian dapat merawat Opior Jawa dengan baik dan benar maka ia akan mampu berkicau layaknya suara burung Robin.

Seperti namanya, ia merupakan jenis burung endemik yang terdapat di Pulau Jawa. Burung jenis ini juga terkenal dengan nama Javan grey-throated white-eye atau Heleia javanica (Lophozosterops javanicus).

Ciri-Ciri Burung Opior Jawa

Burung Opior Jawa
Sumber Gambar: 4.bp.blogspot.com

Karena memiliki suara kicauan yang mirip seperti suara burung Robin, maka beberapa kicau mania menjulukinya dengan sebutan Robin Jawa.

Di beberapa daerah di Pulau Jawa, burung jenis ini mempunyai banyak sebutan, misalnya Cucak Jempol (Cak Jempol), Cipow Gunung, Cucak Gentong, Piyer, Menyok, Pleci Kapur dan Pleci Pupur.

Salah satu alasan disebut dengan nama Pleci Kapur atau Pleci Pupur karena Opior Jawa masih satu keluarga dengan burung Pleci Kacamata. Mereka termasuk ke dalam keluarga Zosteropidae.

Famili Zosteropidae ini terdiri atas 18 genus, dimana dua diantaranya adalah Lophozosterops (kelompok Opior) dan Zozterops (kelompok Pleci Kacamata).

Sejauh ini, burung Opior Jawa kurang diminati oleh kicau mania dan kepopulerannya pun kalah jauh dengan keluarganya yaitu Pleci. Ini karena banyak yang beranggapan bahwa Opior Jawa hanya mampu berkicau yang terdengar “ciak.. ciak…” seperti suara anak ayam yang sedang mencari induknya.

Padahal jika kita merawatnya dengan baik sedari anakan, maka Opior Jawa mampu berkicau dengan sangat merdu seperti burung Robin.

Untuk membedakan jenis kelamin Opior Jawa terbilang tidak mudah, seperti cara membedakan Sirtu jantan dan betina yang memiliki ciri fisik hampir sama.

Kalian dapat membedakan Opior Jawa jantan dan betina sebenarnya dapat diketahui dengan cara mengamati atau mendengarkan suaranya. Biasanya Opior Jawa akan bersuara ngerol jika mendengar suara panggilan dari jenis Opior Jawa betina.

Sedangkan yang berjenis kelamin betina hanya mampu berkicau dengan suara monoton yang terdengar mirip suara anak ayam.

Perawatan Harian Opior Jawa

Burung Opior Jawa
Sumber Gambar: arenahewan.com

Jenis Opior Jawa yang paling banyak dijadikan peliharaan adalah yang berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Hal ini karena suara ngerolnya yang panjang dan juga kencang.

Seperti halnya Pleci, Opior Jawa akan mampu berkicau dengan rajin dan gacor jika terdapat sepasang atau lebih yang sejenis untuk dipelihara bersama-sama.

Di alam liar, makanan utamanya adalah nektar dan buah-buahan yang rasanya manis. Selain itu, Opior Jawa juga suka memakan serangga-serangga kecil seperti jangkrik, ulat, belalang dan juga laba-laba.

Jika kalian ingin memelihara burung Opior jenis ini, maka kalian dapat melakukan perawatan harian seperti cara merawat Kolibri Ninja. Seperti misalnya dengan memandikan dan menjemurnya secara rutin setiap hari dimana dalam menjemur Opior Jawa cukup selama 1-2 jam saja.

Suara Burung Opior Jawa

Burung Opior Jawa
Sumber Gambar: i.ytimg.com

Meskipun kalah tenar dengan jenis burung kicau kecil lainnya, jenis Opior yang berkualitas dan gacor ternyata sangat baik untuk dijadikan sebagai burung masteran karena memiliki suara kicauan yang mirip dengan burung Robin.

Selain itu, jenis burung Opior merupakan burung yang mudah dipelihara seperti jenis burung Jalak serta memiliki harga yang terjangkau.

Nah itulah pembahasan mengenai burung Opior Jawa, burung yang memiliki suara kicauan merdu namun jarang yang mengetahuinya. Semoga bermanfaat.