Cara Membuat Lovebird Ngekek Panjang

Cara Membuat Lovebird Ngekek Panjang

Sebagai kicau mania, khususnya pecinta burung Lovebird, apakah kalian mengetahui tentang bagaimana cara membuat Lovebird ngekek panjang? Sejatinya semua jenis burung Lovebird mampu mengeluarkan suara ngekeknya. Namun tidak semua jenis Lovebird dapat ngekek dengan panjang.

Beberapa alasan kenapa Lovebird tidak dapat ngekek panjang meskipun sudah melakukan cara merawat burung Lovebird dengan baik dan benar adalah mungkin karena Lovebird tersebut merupakan Lovebird tipe pendiam atau bukan Lovebird tipe lomba.

Mungkin jika kalian memelihara Lovebird hanya sebatas dijadikan sebagai burung peliharaan, maka bukan menjadi masalah semisal Lovebird tidak dapat ngekek dengan panjang. Namun lain cerita jika Lovebird yang kalian pelihara akan dijadikan sebagai Lovebird untuk lomba, maka Lovebird ngekek panjang merupakan hal mutlak yang harus dimiliki.

Baca Juga : Perawatan Lovebird Paud Agar Fighter

Cara Membuat Lovebird Ngekek Panjang

Cara Membuat Lovebird Ngekek Panjang
Sumber Gambar: arenahewan.com

Terdapat beberapa cara membuat Lovebird agar dapat ngekek panjang, misalnya saja dengan mengetahui jenis kelamin, perawatan, makanan Lovebird, memaster Lovebird, memberikan ramuan atau jamu pada burung Lovebird, dan lainnya.

Mengetahui Jenis Kelamin Lovebird

Pada umumnya, Lovebird yang mampu ngekek panjang dan sering diikutsertakan ke dalam lomba adalah Lovebird yang berjenis kelamin betina. Alasannya adalah Lovebird yang berjenis kelamin betina tidak mudah over birahi sehingga tidak mudah terpancing emosinya pada saat melihat lawan.

Lovebird yang berjenis kelamin betina akan lebih fokus ngekek panjang daripada memperhatikan lingkungan sekitarnya. Sedangkan Lovebird jantan umumnya lebih mudah terpengaruh dengan lawan sehingga membuatnya over birahi.

Meskipun demikian, baik Lovebird jantan atau betina sebenarnya tidak ada perbedaan melainkan tergantung dari bagaimana cara perawatannya sehari-hari.

Melakukan Pemasteran

Untuk membuat Lovebird ngekek panjang yang selanjutnya adalah dengan melakukan pemasteran. Beberapa jenis burung kicau yang baik untuk memaster Lovebird adalah jenis burung Kenari, burung Cililin, burung Cucak Jenggot, dan beberapa jenis burung kicau lainnya.

Adapun cara memaster Lovebird yang benar adalah ketika usianya masih cukup muda sehingga ia akan lebih mudah dalam mengingat suara isian burung masteran.

Nah jika kalian tidak mempunyai burung asli untuk memaster Lovebird, maka kalian dapat memanfaatkan smartphone yang berisi suara-suara burung kicau.

Pemasteran sendiri dapat dilakukan setiap hari, baik pada siang atau malam hari. Sedangkan waktu lamanya proses pemasteran tergantung dari kalian sendiri serta tergantung seberapa cepat Lovebird yang kalian master dapat mengingat suara masteran.

Sementara untuk waktu terbaik dalam memaster Lovebird yaitu pada saat burung sedang mabung. Hal ini lantaran ketika dalam kondisi mabung, Lovebird akan cenderung diam sehingga lebih fokus dalam mendengarkan suara isian suara masteran.

Terapi Mandi Semprot

Cara Membuat Lovebird Ngekek Panjang
Sumber Gambar: www.haipedia.com

Dengan melakukan terapi mandi seprot juga dapat membantu agar Lovebird ngekek panjang. Semprot Lovebird hingga basah kuyup, kemudian lanjutkan dengan menjemurnya.

Perlu diingat, jangan menjemur Lovebird secara langsung di bawah sinar matahari ketika baru selesai dimandikan karena ditakutkan Lovebird akan sakit lantaran perubahan suhu yang ekstrim.

Menstabilkan Birahi Lovebird

Kondisi burung Lovebird over birahi memang sangat mempengaruhi suaranya dalam berkicau. Sehingga kalian harus mengetahui cara menurunkan birahi Lovebird.

Nah, beberapa cara untuk menurunkan birahi Lovebird adalah dengan menggunakan untulan atau pasangan, memandikan secara rutin, dan memberikan pakan berupa mentimun.

Dari beberapa cara tersebut diatas, dengan menggunakan untulan merupakan cara paling ampuh dalam menurunkan birahi Lovebird. Hal ini karena Lovebird birahi sebenarnya membutuhkan burung lain untuk sekedar menyalurkan nafsunya.

Pada saat nafsu Lovebird telah tersalurkan maka birahinya akan kembali stabil. Maka dengan mencarikan Lovebird pasangan yang cocok, masalah over birahi Lovebird akan dapat teratasi.

Makanan Lovebird Agar Ngekek Panjang

Cara Membuat Lovebird Ngekek Panjang
Sumber Gambar: arenahewan.com

Jenis makanan Lovebird yang dapat membantu agar Lovebird ngekek panjang adalah seperti milet putih, canary seed, gabah beras merah, kuaci, jagung manis muda, tulang sotong, apel merah, sawi, dan lain sebagainya.

Pemberian Jamu Pada Burung Lovebird

Jika semua cara-cara tersebut diatas dirasa masih belum cukup, maka kalian dapat memberikan jamu atau ramuan agar Lovebird ngekek panjang.

Hanya saja, pada setiap burung Lovebird memiliki jamu dan ramuan yang berbeda-beda sehingga kalian harus mengetahui ramuan apa yang cocok dan pas untuk membantu agar Lovebird ngekek panjang.

Itulah beberapa tips mudah mengenai cara membuat Lovebird ngekek panjang. Agar berhasil, maka kuncinya adalah ketelatenan dan kesabaran dalam merawat Lovebird yang kalian miliki agar mampu ngekek panjang.

Burung Cucak Jenggot

Burung Cucak Jenggot

Di kalangan para kicau mania, tentunya sudah tidak asing lagi dengan yang namanya burung Cucak Jenggot. Ya, seperti halnya burung Wambi, Cucak Jenggot juga memiliki ciri khas unik yang membedakannya dengan jenis burung kicau lainnya.

Cucak Jenggot umumnya dijadikan sebagai burung master untuk memaster jenis burung ocehan lainnya. Ini karena Cucak Jenggot memiliki suara yang cukup kasar dengan besetan-besetan dan tembakan yang sangat tajam.

Selain dijadikan sebagai masteran, saat ini juga sudah banyak lomba kontes burung yang di khususkan untuk kelas Cucak Jenggot lho yang menjadikannya semakin terkenal seperti burung Pentet Madura.

Mengenal Lebih Dekat Dengan Burung Cucak Jenggot

Burung Cucak Jenggot
Sumber Gambar: 1.bp.blogspot.com

Cucak Jenggot merupakan jenis burung ocehan yang masih berkerabat dengan Cucakrawa dan juga Cucak Ijo. Meski berkerabat, namun tingkat kepopulerannya masih kalah jauh jika di bandingkan dengan Cucakrowo.

Tetapi jangan salah, Cucak Jenggot merupakan jenis burung kicau yang selalu di pilih untuk dijadikan sebagai burung master yang cukup populer untuk memaster burung Murai Batu atau burung kicau lainnya.

Ia memiliki ciri fisik dimana ukuran tubuhnya tergolong besar, yaitu sekitar 22 cm. Pada bagian atas tubuhnya terdapat jambul yang terlihat tegak, terlebih lagi ketika sedang berkicau, maka jambul diatas kepalanya akan terlihat dengan jelas.

Sedangkan pada bagian tenggorokannya terdapat bulu halus yang cukup lebat dan panjang. Bagian bulu yang ada di tenggorokannya ini terlihat mirip seperti jenggot. Ciri-ciri inilah yang menjadi asal mula burung ini diberi nama burung Cucak Jenggot.

Bukan hanya burung Nuri Kepala Hitam, Cucak Jenggot juga memiliki warna bulu yang cukup bervariasi. Mulai dari warna hitam keabu-abuan, coklat zaitun, kuning, dan juga putih. Warna hitam keabu-abuan terlihat di bagian pipi sampai bagian arah tengkuknya.

Pada bagian atas tubuh mulai dari kepala, sayap, punggung, dan ekor tampak berwarna coklat zaitun. Sedangkan pada bagian bawah tubuhnya terlihat berwarna kuning cerah.

Ciri-ciri Cucak Jenggot ketika berkicau di alam liar sebetulnya tidak jauh berbeda dengan Cucak Jenggot dari hasil tangkaran. Kicauannya terdengar cukup keras dan nyaring dengan nada seperti suara cret… cret…

Keunikan lainnya adalah ketika Cucak Jenggot berkicau, maka ia akan menampakkan tegaknya bulu-bulu yang terdapat di area mahkota kepala dan tenggorokannya sehingga terlihat lebih gagah.

Baca Juga : Burung Cucak Biru

Habitat Asli dan Kebiasaan Hidup Burung Cucak Jenggot

Burung Cucak Jenggot
Sumber Gambar:sentrabudidaya.com

Habitat asli Cucak Jenggot berada di hutan yang penuh dengan semak-semak serta di hutan yang cukup lembap. Bukan hanya itu, Cucak Jenggot memiliki kebiasaan hidup di alam liar yaitu suka memburu serangga seperti kumbang yang sedang terbang untuk dijadikan sebagai makanannya.

Ia juga sering dijumpai selalu bersama-sama dengan pasangannya. Di Indonesia sendiri, persebarannya terbilang cukup luas, mulai dari Pulau Sumatra hingga hampir di seluruh provinsi yang ada di Pulau Jawa pun dapat dengan mudah menemuinya di alam liar.

Cara Membedakan Burung Cucak Jenggot Jantan dan Betina

Burung Cucak Jenggot
Sumber Gambar: 2.bp.blogspot.com

Seperti cara membedakan Lovebird jantan dan betina, dalam membedakan jenis kelamin Cucak Jenggot juga dibutuhkan kejelian yang ekstra. Adapun untuk mengetahui jenis kelaminnya kita dapat melihat dari ciri-ciri fisiknya. Berikut adalah cara mudah dalam membedakan Cucak Jenggot jantan dan betina.

Ciri-Ciri Cucak Jenggot Jantan

  • Cucak Jenggot jantan memiliki ukuran tubuh yang lebih besar daripada Cucak Jenggot betina. Bentuk fisiknya terlihat simetris mulai dari kepala, punggung, hingga bagian ekor.
  • Warna bulu pada bagian dagu tampak lebih jelas dan mirip menyerupai jenggot.
  • Sedangkan warna bulu bagian dada Cucak Jenggot jantan lebih didominasi oleh warna kuning.
  • Jika bertemu dengan burung yang masih satu jenis atau lainnya, maka gaya penampilannya tidak menggetarkan sayap.
  • Memiliki suara kicauan yang lebih bervariasi dan tidak monoton serta terlihat lebih agresif.
  • Ketika usia produktif, jika kita memberikan EF secara berlebihan, maka tidak berpengaruh dan tidak menyebabkan Cucak Jenggot jantan bertelur.

Ciri-Ciri Cucak Jenggot Betina

  • Cucak Jenggot betina memiliki ukuran tubuh yang terlihat lebih kecil daripada Cucak Jenggot jantan serta bentuknya tidak simetris.
  • Memiliki bulu jenggot yang terlihat kurang jelas serta tidak terlalu nampak.
  • Bagian bulu di dadanya lebih didominasi dengan warna putih.
  • Jika di trek atau di satukan dengan burung sejenis jenis burung lainnya, maka ia akan bergaya dimana sayapnya bergetar dan mengeleper.
  • Suara kicauannya cenderung monoton.
  • Ciri terakhir Cucak Jenggot betina adalah ketika diberi EF berlebih, maka ia akan mengeluarkan telur akibat birahi meskipun tidak dikawinkan.

Itulah pembahasan mengenai burung Cucak Jenggot lengkap beserta cara membedakan jenis kelaminnya. Semoga bermanfaat.

Burung Cendet

Burung Cendet

Burung Cendet atau Pentet (Lanius christatus) merupakan jenis burung kicau yang berasal dari keluarga Turdidae. Burung ini merupakan salah satu jenis burung peliharaan favorit para kicau mania. Hal ini karena kemampuannya yang sangat baik dalam menirukan suara kicauan burung lain.

Di alam liar, burung Pentet terkenal sebagai burung predator yang tidak segan-segan melukai jenis burung lain jika mereka masuk ke wilayahnya karena ia juga termasuk ke dalam jenis burung teritorial.

Bahkan saking predatornya jenis burung yang satu ini, sempat beredar foto/video ketika burung Pentet sedang bertarung dengan ular!

Si Predator Bersuara Merdu Burung Cendet

Burung Cendet
Sumber Gambar: hargaburung.id

Seperti halnya jenis burung Jalak, burung Pentet merupakan jenis burung yang sangat mudah dipelihara karena ia memiliki daya tahan tubuh yang sangat baik. Ketika kita berniat untuk memeliharanya pun kita tidak di pusingkan dengan makanan apa yang disukai oleh burung Pentet ini.

Untuk pakan hariannya, kita cukup memberinya voer yang dapat dengan mudah dibeli di pasar/kios burung. Di alam liar, Cendet biasanya memakan berbagai jenis serangga seperti jangkrik, ulat, belalang, cacing, dan lain sebagainya.

Sebagai burung predator, ia memiliki paruh berbentuk runcing sehingga memudahkan untuk merobek makanannya.

Beberapa ciri khas yang dimiliki oleh burung Pentet ini adalah memiliki warna bulu hitam di bagian kepala serta memiliki ekor yang panjang. Menariknya, ia suka melakukan gerakan meliuk-liuk atau berdiri tegak ketika sedang berkicau seolah-olah sedang menunjukkan kegagahannya.

Karakter Burung Cendet

Ketika dalam kondisi lapar, burung Pentet akan memiliki sifat lebih agresif daripada biasanya. Selain agresif, burung Pentet juga sangat mudah untuk birahi jika salah dalam perawatan hariannya.

Beberapa penyebab burung Pentet birahi adalah karena pemberian EF yang berlebihan, penjemuran, dan lainnya. Meskipun ia tergolong ke dalam jenis burung yang memiliki sifat agresif, namun ia terkenal baik dalam beradaptasi dengan lingkungan yang baru.

Cara Membedakan Cendet Jantan dan Betina

Burung Cendet
Sumber Gambar: i0.wp.com/hobiburung.org

Salah satu cara merawat burung Cendet agar cepat gacor adalah dengan mengetahui jenis kelaminnya. Ya, Cendet jantan memiliki kualitas kicauan yang lebih baik daripada Cendet betina. Agar kita tidak salah dalam memilih burung Cendet yang akan kita pelihara, maka sebaiknya kita mengetahui ciri-ciri yang dimiliki oleh Cendet jantan dan betina.

Ciri-Ciri Cendet Jantan

Beberapa ciri-ciri Cendet yang berjenis kelamin jantan adalah:

  • Bentuk kepala terlihat ceper dan datar.
  • Memiliki warna bulu hitam pekat di bagian kepala hingga bagian tengkuknya.
  • Cendet jantan juga memiliki warna bulu hitam pekat di bagian pipi.
  • Memiliki bentuk paruh yang lebih tebal.
  • Ia memiliki tingkah laku yang lebih agresif dan lebih gesit daripada Cendet betina.
  • Cendet jantan memiliki supit yang panjang namun kecil dengan bulu disekitarnya yang tidak beraturan.
  • Ketika masih anakan, Cendet jantan memiliki ekor berwarna hitam.

Ciri-Ciri Cendet Betina

Setelah mengetahui ciri-ciri Cendet jantan, selanjutnya adalah mengetahui ciri-ciri yang dimiliki oleh Cendet betina. Beberapa ciri-ciri yang dimiliki oleh Cendet betina adalah:

  • Cendet betina memiliki bentuk kepala yang bundar atau terlihat menggelembung.
  • Warna bulu hitam di bagian kepala sampai tengkuknya terlihat memudar.
  • Meskipun memiliki bulu berwarna hitam, namun warna hitamnya terlihat memudar.
  • Pada bagian ujung paruhnya terlihat lebih tipis.
  • Memiliki anus yang terdapat belahannya serta terlihat lebar.
  • Selain itu, Cendet betina memiliki supit yang melebar dimana bulunya terlihat teratur mirip seperti bunga.
  • Ketika masih anakan, Cendet betina memiliki warna ekor hitam pudar.

Masalah yang Sering Terjadi Pada Burung Cendet

Burung Cendet
Sumber Gambar: 4.bp.blogspot.com

Ketika kita memelihara hewan baik itu jenis burung kicau kecil, burung paruh bengkok atau lainnya pasti biasanya memiliki masalah pada burung yang kita pelihara, tanpa terkecuali burung Pentet.

Meskipun Pentet bersifat predator dan agresif, namun ada beberapa masalah yang sering terjadi jika kita memelihara burung Pentet ini. Berikut ini adalah beberapa masalah yang sering terjadi pada burung Pentet.

  • Miyik

Masalah yang paling sering dialami ketika memelihara burung Pentet sedari anakan adalah ia sangat manja dan tergantung terhadap pemiliknya (miyik).

  • Bagong

Maksud dari bagong adalah burung Pentet akan menjadi diam ketika bertemu orang dan badannya terlihat seperti menunduk.

  • Macet bunyi

Selain bagong, kadang Cendet juga mengalami kondisi macet bunyi. Penyebabnya bisa karena stres atau faktor lainnya seperti mabung.

  • Over birahi

Adapun over birahi terjadi karena pemberian ekstra fooding yang berlebihan atau bisa juga karena penjemuran yang salah.

  • Menghilangnya beberapa isian suaranya

Ketika Cendet selesai dari fase mabung, umumnya ia akan kembali berkicau, namun biasanya ada beberapa suara masteran/isian yang hilang. Nah untuk mengatasinya maka kita dapat melakukan pemasteran ulang kembali.

Makanan Burung Cendet

Burung Cendet
Sumber Gambar: 2.bp.blogspot.com

Supaya burung Pentet yang kita pelihara dapat berkicau dengan gacor serta memiliki kualitas suara yang bagus, maka kita perlu memberikan makanan yang banyak mengandung protein, seperti:

  • Voer

Seperti yang telah dijelaskan diatas, kita dapat memberikan pakan harian berupa voer pada burung Pentet. Voer yang baik untuk burung Pentet adalah voer yang memiliki kandungan protein sedang, yaitu berkisar antara 12-18%.

  • Ekstra Foodig (EF)

Selain memberikan voer, kita juga perlu memberikan pakan tambahan seperti kroto, jangkrik, ulat, cacing, dan beberapa jenis serangga lainnya. Kita juga perlu melakukan pengawasan ketika akan memberikan pakan tambahan ini karena dapat mengakibatkan beberapa masalah baru yang timbul jika porsinya tidak sesuai.

Bagaimana, sekarang kita sudah lebih mengetahui sifat atau karakteristik burung Cendet yang memiliki kelebihan dapat menirukan suara jenis burung lainnya bukan? Nah jika ingin mendapatkan informasi lebih jauh tentang jenis burung lainnya, silahkan klik disini ya!

Cara Merawat Burung Cendet

Cara Merawat Burung Cendet

Cara Merawat Burung Cendet – Burung Cendet atau beberapa orang menyebutnya burung Pentet merupakan salah satu jenis burung kicau yang cukup populer di kalangan para kicau mania di Indonesia. Di alam liar, burung yang termasuk ke dalam jenis burung predator ini memiliki suara kicauan yang sangat unik serta memiliki kebiasaan yang menarik.

Jenis burung Pentet ini memiliki suara kicauan yang berkualitas tinggi namun jika kita dapat merawatnya dengan baik. Seperti halnya burung Branjangan Jawa, burung Pentet juga sering dijadikan sebagai burung master.

Selain dijadikan sebagai burung master, belakangan ini juga sudah banyak lomba kontes burung yang khusus diperuntukkan untuk jenis burung Pentet ini.

Cara Merawat Burung Cendet Agar Cepat Gacor

Cara Merawat Burung Cendet
Sumber Gambar: i0.wp.com/hobiburung.org

Selain dijadikan sebagai burung kontes atau untuk memaster jenis burung kicau lainnya, salah satu alasan merawat burung Cendet adalah hanya untuk dijadikan sebagai burung peliharaan.

Akan tetapi jika burung Cendet yang kita pelihara tidak mau berkicau, maka ini malah dapat membuang-buang waktu kita saja. Ya kan?

Nah, agar burung Cendet yang kita pelihara cepat berkicau dengan gacor, maka kita perlu mengetahui cara merawat burung Cendet yang baik dan benar. Berikut ini adalah cara merawat burung Cendet agar cepat gacor.

Mengetahui Jenis Kelamin Cendet

Cara Merawat Burung Cendet
Sumber Gambar: arenahewan.com

Cara awal dalam merawat burung Cendet agar cepat gacor adalah dengan mengetahui terlebih dahulu jenis kelamin burung Cendet. Seperti halnya jenis burung Opior Jawa, burung Cendet yang dapat berkicau dengan berbagai variasi suara serta dapat dimaster adalah yang berjenis kelamin jantan.

Sebenarnya burung Cendet yang berjenis kelamin betina juga dapat dimasteri suara burung lain, namun hasilnya kurang bagus tidak seperti yang berjenis kelamin jantan.

Dengan telah mengetahui jenis kelamin burung Cendet, maka akan dapat memudahkan kita untuk memilih burung Cendet mana yang baik dan cocok untuk dijadikan sebagai burung kontes atau burung peliharaan.

Burung Cendet jantan memiliki ciri khas dimana warna bulu di tubuhnya terlihat lebih hitam dan pekat serta memiliki sifat yang cukup agresif.

Memperhatikan Kebersihan Kandang

Dalam memelihara burung jenis apapun, kita wajib memperhatikan kebersihan kandang/sangkar. Kondisi kandang yang bersih dan terawat tentunya juga dapat mempengaruhi kondisi burung Cendet yang kita pelihara sehingga dapat cepat berkicau dengan gacor.

Selain itu, kandang yang bersih juga dapat membuat burung Cendet tetap sehat dan terhindar dari berbagai penyakit. Maka dari itu, bersihkan kandang secara rutin setiap hari.

Memberikan Pakan yang Berprotein Tinggi

Cara Merawat Burung Cendet
Sumber Gambar: www.burunghobi.com

Agar burung Cendet yang kita pelihara dapat rajin berkicau, maka kita perlu memberikan pakan yang banyak mengandung protein tinggi. Makanan yang berprotein tinggi ini berguna bagi burung Cendet agar kondisi tubuhnya selalu dalam kondisi sehat dan fit.

Berikan pakan berprotein tinggi secara teratur. Hindari memberikan pakan sembarangan pada burung Cendet. Selain memberikan pakan berprotein tinggi, memberikan vitamin tambahan juga baik untuk membantu agar burung Cendet dapat cepat gacor.

Adapun beberapa jenis makanan yang cocok untuk burung Cendet adalah serangga, buah, dan pakan racikan sendiri. Jika telah dipelihara lama, Cendet juga dapat diberi makanan berupa voer yang dapat di beli di kios burung.

Namun jika ingin memberikan pakan racikan, maka kita perlu membuatnya sendiri dengan bahan-bahan seperti telur, ikan, tahu dan berbagai sayuran seperti tomat dan jagung. Sedangkan beberapa jenis buah yang baik untuk burung Cendet adalah pisang, pepaya, dan juga apel.

Menjemur Burung Cendet

Cara Merawat Burung Cendet
Sumber Gambar: i.ytimg.com

Sama seperti halnya jenis burung Lovebird, menjemur burung Cendet yang kita pelihara juga diperlukan. Waktu yang baik untuk menjemur burung Cendet adalah dimulai pukul 7-9 pagi atau tergantung dari kondisi cuaca.

Sebelum menjemurnya, memandikan burung Cendet juga diperlukan agar ia terlihat lebih bersih serta daya tahan tubuhnya lebih kebal terhadap penyakit.

Melatih dan Memaster Burung Cendet

Salah satu cara agar burung Cendet yang kita pelihara dapat cepat berkicau dengan gacor serta mampu menirukan suara burung lainnya adalah dengan cara melatih dan juga memaster burung Cendet.

Waktu terbaik untuk memaster burung Cendet adalah pada saat burung Cendet mengalami fase mabung atau tumbuh bulu. Namun bukan berarti ketika burung tidak dalam kondisi mabung kita tidak dapat memasternya.

Kita dapat memaster burung Cendet meskipun kondisi burung tidak dalam fase mabung. Lakukan pemasteran setiap hari dengan kondisi kandang di kerodong. Lakukan pemasteran pada siang hari atau malam hari menjelang tidur.

Untuk memasternya sendiri dapat menggunakan burung asli, misalnya jenis burung Lovebird, jenis burung Kenari atau jenis burung lainnya. Namun jika kita tidak memiliki burung asli, maka dapat memanfaatkan suara mp3.

Adapun waktu untuk memaster burung Cendet dalam satu jenis suara burung adalah sekitar satu minggu. Setelah itu, kita perlu mengganti suara burung master dengan suara burung lainnya agar nantinya ia dapat merekam berbagai suara jenis burung.

Melakukan Pengasinan

Jika burung Cendet yang kita pelihara tiba-tiba macet bunyi, maka segera melakukan tindakan pengasinan. Jauhkan burung Cendet dari jenis burung lainnya, terutama dengan sesama jenis burung Cendet.

Pada umumnya, ketika burung Cendet yang tadinya berkicau lantas tiba-tiba macet bunyi, biasanya ia merasa tersaingi dengan suara burung lainnya. Maka dengan mengasingkan burung Cendet merupakan pilihan terbaik untuk menambah dan mengembalikan kepercayaan dirinya.

Lakukan pengasinan sampai burung Cendet dapat kembali berkicau. Nah jika ia sudah mau untuk berkicau kembali, maka kita dapat kembali menyatukan burung Cendet dengan jenis burung lainnya.

Memberikan Pakan Tambahan

Cara terakhir untuk merawat burung Cendet adalah dengan memberikan pakan tambahan seperti sayur-sayuran serta memberikan jamu untuk menambah energi dan juga stamina burung Cendet.

Dengan kita memberikan makanan tambahan ini bertujuan untuk membantu memudahkan pertumbuhan burung Cendet. Kita dapat memberikan pakan tambahan setelah kita memberikan makanan pokok.

Sedangkan untuk manfaat jamu adalah agar burung Cendet menjadi lebih aktif dan bertenaga. Akan tetapi dalam memberikan jamu sebaiknya tidak dilakukan setiap hari melainkan cukup memberikannya dalam waktu tertentu saja, misalnya cukup seminggu sekali.

Tips cara merawat burung Cendet tersebut juga dapat dilakukan bukan hanya pada Cendet dewasa saja melainkan juga dapat diterapkan pada Cendet yang masih berusia muda.

Lakukanlah cara-cara tersebut diatas dengan telaten setiap hari agar burung Cendet yang kita pelihara dapat cepat berikcau dengan gacor. Itulah tips mudah cara merawat burung Cendet supaya cepat gacor. Semoga bermanfaat.

Burung Cucak Biru

Burung Cucak Biru

Burung Kecambang Gadung/Asian Fairy Bluebird (Irena puella), beberapa orang menyebutnya burung Cucak Biru, merupakan satu-satunya spesies yang terdapat dalam keluarga Irenidae.

Dilihat dari namanya, Cucak Biru masih memiliki hubungan kekerabatan dengan jenis burung kicau dari keluarga cica daun (Chloropseidae) seperti burung Cucak Hijau, Cucak Hijau kepala emas, Cucak Ranting dan jenis burung Cucak lainnya.

Selain dijadikan sebagai burung master seperti halnya burung Kolibri Kelapa, di beberapa daerah di Indonesia saat ini juga menjadikan Cucak Biru sebagai salah satu burung yang sering diikutsertakan ke dalam lomba kontes burung.

Keunikan dan Keistimewaan Burung Cucak Biru

Burung Cucak Biru
Sumber Gambar: i.ytimg.com

Seperti halnya jenis burung kicau lainnya, Cucak Biru juga memiliki suara kicauan yang sangat merdu. Hal ini yang menjadikannya banyak dipelihara oleh para kicau mania.

Cucak Biru memiliki suara kicauan yang melengking dengan sangat tinggi. Selain itu, Cucak Biru juga memiliki suara yang mirip seperti saudaranya yaitu Cucak Ijo dan juga Cucak Jenggot.

Selain itu, Cucak Biru juga memiliki banyak nada atau jenis kicauan yang mampu menirukan suara burung lainnya asalkan kita rajin melatihnya sedari anakan.

Cara Merawat Burung Cucak Biru Agar Rajin Berkicau

Burung Cucak Biru
Sumber Gambar:vianasianfairy.files.wordpress.com

Di alam liar, Cucak Biru sangat gemar memakan buah ara atau buah tin (Ficus carica). Nah jika kita ingin memeliharanya, maka kita dapat mengganti pakan kesukaannya ini dengan buah apel, pepaya, pisang, pir, mangga, atau dapat juga memberikannya buah jeruk.

Agar Cucak Biru yang kita pelihara dapat rajin berkicau, maka kita juga perlu memberikan pakan tambahan/extra fooding (EF) berupa jangkrik, ulat hongkong, dan juga kroto.

Dibawah ini adalah cara memberikan ketiga jenis serangga tersebut untuk pakan Cucak Biru:

  1. Cara pertama adalah dengan memberikan ulat hongkong yang telah ditaburi dengan BirdVit. Gunanya untuk menjaga stamina dan kondisi fisik Cucak Biru. Utamanya pada saat pergantian musim atau pada saat musim penghujan.
  2. Berikan jangkrik sebanyak 1-2 ekor pada pagi hari dan 1-2 ekor untuk sore hari. Berikanlah jangkrik secara rutin agar dapat merangsang Cucak Biru supaya lebih aktif serta rajin berkicau.
  3. Berikan juga kroto segar sebanyak 1 sendok teh yang diberikan setiap pagi hari atau dua hari sekali. Selain itu, kita juga dapat memberikan variasi kroto yang dicampur dengan parutan buah apel/pir. Berikanlah racikan ini tiap pagi dan sore hari setiap dua hari sekali. Racikan ini dapat membantu merangsang Cucak Biru sehingga rajin berbunyi.

Selain memberikan pakan, kita juga perlu memandikan Cucak Biru secara rutin setiap hari agar Cucak Biru tetap dalam kondisi sehat. Jangan lupa setelah Cucak Biru dimandikan, kita juga perlu menjemurnya agar bulu-bulunya cepat kering.

Kebersihan sangkar juga harus kita perhatikan karena sangkar yang kotor akan dapat menyebabkan Cucak Biru mudah terserang berbagai penyakit. Jika Cucak Biru sakit maka pasti ia akan malas untuk berkicau.

Apabila kita dapat merawatnya seperti pada penjelasan diatas namun ternyata Cucak Biru tetap tidak rajin bunyi, maka kita perlu melakukan terapi Testobird Booster (TTB).

Itulah informasi mengenai burung Cucak Biru dan juga cara perawatannya agar rajin berkicau. Semoga bermanfaat.

Burung Kolibri Kelapa

Burung Kolibri Kelapa

Jenis burung kolibri yang ada di Indonesia memang sangat banyak, sebut saja burung kolibri kelapa, sogok ontong atau yang lebih familiar adalah burung kolibri ninja.

Seperti halnya jenis kolibri lainnya, kolibri kelapa juga mempunyai warna bulu mengkilap metalik yang sangat indah. Kolibri kelapa memiliki warna metalik yang menghiasi dari bagian kepala hingga ke bagian tengkuk dengan gradasi warna biru yang mewah.

Berbicara mengenai suara kicauannya, kolibri kelapa juga memiliki suara kicauan yang tidak kalah merdu jika dibandingkan dengan jenis burung kicau kecil lainnya.

Baca Juga : Burung Pelatuk Bawang

Mengenal Jenis Burung Kolibri Kelapa

Burung Kolibri Kelapa
Sumber Gambar: 2.bp.blogspot.com

Di daerah Jawa Tengah, burung ini terkenal dengan nama Wiceh. Ini karena burung yang berjenis kelamin jantan mampu berkicau dengan suara yang terdengar seperti suara “wiceh… wiceh… wiceh”.

Selain itu, kolibri kelapa juga dapat mengeluarkan suara crecetan atau besetan yang cukup rapat, melengking dan juga kencang sehingga sering dimanfaatkan oleh kicau mania untuk dijadikan sebagai burung master untuk memaster jenis burung kicau yang biasa dijadikan sebagai burung kontes.

Untuk membedakan jenis kelamin jantan dan betinanya juga terbilang cukup mudah, berbeda dengan cara membedakan kenari jantan dan betina yang terbilang cukup sulit.

Ketika sudah dewasa, kolibri kelapa jantan memiliki warna biru metalik yang mengkilap di bagian punggungnya serta memiliki mahkota di atas kepala. Berbeda dengan kolibri kelapa betina yang tidak memiliki warna metalik seperti si jantan.

Di alam liar, kolibri kelapa memiliki sifat yang terbilang agresif. Biasanya, ia akan mengusir jenis burung pemakan madu lainnya bila ada yang mendekati untuk mencari madu di sekitar wilayahnya.

Ia juga memiliki keunikan yang terletak pada sarangnya dimana sarangnya membentuk seperti kantung yang menggantung. Sarang ini terbuat dari serat rumput yang sudah kering.

Kolibri kelapa atau kolibri manggar memiliki nama latin Anthreptes Singalensis. Jenis kolibri ini dapat dijumpai di daerah perkebunan yang banyak ditumbuhi pohon kelapa, hutan mangrove dan di sekitar pesisir pantai.

Selain memakan madu atau nektar bunga, kolibri kelapa juga suka memakan berbagai jenis serangga, seperti kupu-kupu dan juga laba-laba.

Persebaran Kolibri Kelapa

Persebaran kolibri kelapa terbilang cukup luas. Kita dapat menemukannya di semenanjung Malaysia, Filipina dan juga Indonesia. Di Indonesia sendiri, kolibri kelapa dapat dengan mudah dijumpai di Pulau Jawa, Sulawesi dan Nusa Tenggara.

Baca Juga : Burung Opior Jawa

Cara Merawat Kolibri Kelapa

Burung Kolibri Kelapa
Sumber Gambar: bakicau.com

Dalam perawatan harian kolibri kelapa sendiri terbilang cukup mudah, bahkan lebih mudah daripada merawat kolibri ninja.Kita cukup memberikan pakan berupa air gula atau dapat juga memberinya madu.

Selain itu, ia juga suka memakan voer yang di campur dengan serangga kecil, misalnya jangkrik atau ulat hongkong/kandang.

Dengan kita lebih mengetahui tentang burung kolibri kelapa ini berikut dengan ciri khas dan penyebarannya, maka sekarang kita semakin tahu dan mengenal seperti apa kolibri kelapa itu. Meskipun bukan tergolong ke dalam jenis burung kontes, namun kolibri kelapa sangat cocok dijadikan sebagai burung master.

Burung Opior Jawa

Burung Opior Jawa

Sebagai kicau mania, kalian pasti tahu burung Robin. Ya kan? Namun, apakah kalian mengetahui jenis burung Opior Jawa? Jika belum mengetahui, maka kalian tepat membaca artikel ini karena kami akan menjelaskan tentang jenis Opior Jawa ini.

Opior Jawa merupakan alternatif bagi kicau mania yang ingin memelihara burung Robin namun terkendala dengan biaya. Hal ini karena jika kalian dapat merawat Opior Jawa dengan baik dan benar maka ia akan mampu berkicau layaknya suara burung Robin.

Seperti namanya, ia merupakan jenis burung endemik yang terdapat di Pulau Jawa. Burung jenis ini juga terkenal dengan nama Javan grey-throated white-eye atau Heleia javanica (Lophozosterops javanicus).

Ciri-Ciri Burung Opior Jawa

Burung Opior Jawa
Sumber Gambar: 4.bp.blogspot.com

Karena memiliki suara kicauan yang mirip seperti suara burung Robin, maka beberapa kicau mania menjulukinya dengan sebutan Robin Jawa.

Di beberapa daerah di Pulau Jawa, burung jenis ini mempunyai banyak sebutan, misalnya Cucak Jempol (Cak Jempol), Cipow Gunung, Cucak Gentong, Piyer, Menyok, Pleci Kapur dan Pleci Pupur.

Salah satu alasan disebut dengan nama Pleci Kapur atau Pleci Pupur karena Opior Jawa masih satu keluarga dengan burung Pleci Kacamata. Mereka termasuk ke dalam keluarga Zosteropidae.

Famili Zosteropidae ini terdiri atas 18 genus, dimana dua diantaranya adalah Lophozosterops (kelompok Opior) dan Zozterops (kelompok Pleci Kacamata).

Sejauh ini, burung Opior Jawa kurang diminati oleh kicau mania dan kepopulerannya pun kalah jauh dengan keluarganya yaitu Pleci. Ini karena banyak yang beranggapan bahwa Opior Jawa hanya mampu berkicau yang terdengar “ciak.. ciak…” seperti suara anak ayam yang sedang mencari induknya.

Padahal jika kita merawatnya dengan baik sedari anakan, maka Opior Jawa mampu berkicau dengan sangat merdu seperti burung Robin.

Untuk membedakan jenis kelamin Opior Jawa terbilang tidak mudah, seperti cara membedakan Sirtu jantan dan betina yang memiliki ciri fisik hampir sama.

Kalian dapat membedakan Opior Jawa jantan dan betina sebenarnya dapat diketahui dengan cara mengamati atau mendengarkan suaranya. Biasanya Opior Jawa akan bersuara ngerol jika mendengar suara panggilan dari jenis Opior Jawa betina.

Sedangkan yang berjenis kelamin betina hanya mampu berkicau dengan suara monoton yang terdengar mirip suara anak ayam.

Perawatan Harian Opior Jawa

Burung Opior Jawa
Sumber Gambar: arenahewan.com

Jenis Opior Jawa yang paling banyak dijadikan peliharaan adalah yang berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Hal ini karena suara ngerolnya yang panjang dan juga kencang.

Seperti halnya Pleci, Opior Jawa akan mampu berkicau dengan rajin dan gacor jika terdapat sepasang atau lebih yang sejenis untuk dipelihara bersama-sama.

Di alam liar, makanan utamanya adalah nektar dan buah-buahan yang rasanya manis. Selain itu, Opior Jawa juga suka memakan serangga-serangga kecil seperti jangkrik, ulat, belalang dan juga laba-laba.

Jika kalian ingin memelihara burung Opior jenis ini, maka kalian dapat melakukan perawatan harian seperti cara merawat Kolibri Ninja. Seperti misalnya dengan memandikan dan menjemurnya secara rutin setiap hari dimana dalam menjemur Opior Jawa cukup selama 1-2 jam saja.

Suara Burung Opior Jawa

Burung Opior Jawa
Sumber Gambar: i.ytimg.com

Meskipun kalah tenar dengan jenis burung kicau kecil lainnya, jenis Opior yang berkualitas dan gacor ternyata sangat baik untuk dijadikan sebagai burung masteran karena memiliki suara kicauan yang mirip dengan burung Robin.

Selain itu, jenis burung Opior merupakan burung yang mudah dipelihara seperti jenis burung Jalak serta memiliki harga yang terjangkau.

Nah itulah pembahasan mengenai burung Opior Jawa, burung yang memiliki suara kicauan merdu namun jarang yang mengetahuinya. Semoga bermanfaat.

Cara Merawat Jalak Suren

Cara Merawat Jalak Suren

Dapat dikatakan, cara merawat Jalak Suren terbilang cukup mudah jika dibandingkan dengan cara merawat burung Beo atau cara merawat jenis burung kicau lainnya.

Meskipun mudah, namun kita juga harus sabar dalam cara merawat Jalak Suren ini agar burung Jalak Suren yang kita pelihara mampu berkicau dengan gacor.

Burung Jalak Suren memiliki kemampuan dapat menirukan suara burung kicau lainnya. Bahkan jika kita memeliharanya sedari anakan, Jalak Suren mampu menirukan suara manusia! Luar biasa bukan jenis burung yang satu ini?

Baca Juga : Cara Merawat Burung Branjangan

Cara Merawat Jalak Suren Agar Cepat Gacor

Cara Merawat Jalak Suren
Sumber Gambar: arenahewan.com

Supaya burung Jalak Suren yang kita pelihara mampu berkicau dengan gacor atau bahkan mampu menirukan suara manusia, maka kita wajib mengetahui mengenai cara merawat Jalak Suren yang baik dan benar.

Nah, dibawah ini adalah adalah panduan lengkap mengenai cara merawat Jalak Suren agar rajin berkicau dan juga gacor.

Proses Adaptasi Burung Jalak Suren

Cara Merawat Jalak Suren
Sumber Gambar: www.jalaksuren.net

Cara pertama dalam merawat burung Jalak Suren adalah dengan melakukan proses adaptasi. Proses adaptasi ini sangat diperlukan ketika kita baru saja membelinya di pasar.

Taruh Jalak Suren di tempat yang tenang, usahakan untuk sedikit jauh dari aktivitas manusia atau hewan lainnya. Ini bertujuan agar burung tidak kaget serta tidak ketakutan sehingga memudahkannya untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru.

Proses adaptasi ini merupakan salah satu hal yang sangat penting yang tidak boleh diabaikan. Karena Jalak Suren yang sebelumnya jinak dan rajin berkicau dapat berubah menjadi liar dan juga sungkan untuk berkicau.

Maka dari itu, sebagai majikan yang baru, kita perlu memberikan kesempatan pada Jalak Suren agar dapat beradaptasi dengan lingkukannya yang baru.

Untuk proses adaptasi ini berlangsung selama beberapa hari. Pada saat proses adaptasi berlangsung sebaiknya kita sedikit memanjakannya, misalnya dengan memberikan pakan lebih banyak, sering berinteraksi langsung dengannya dan lain sebagainya.

Memberikan Pakan Bernutrisi

Memberikan pakan bernutrisi berguna agar burung tetap sehat. Berikan voer yang banyak mengandung protein tinggi yang dapat di beli di toko burung. Selain voer, kita juga dapat memberikan buah-buahan pada Jalak Suren, misalnya buah pisang, apel dan beberapa jenis buah lainnya.

Pemberian Extra Fooding

Cara Merawat Jalak Suren
Sumber Gambar: 2.bp.blogspot.com

Extra fooding atau pakan tambahan untuk Jalak Suren juga sangat diperlukan agar semua kebutuhan nutrisinya terpenuhi. Beberapa extra fooding yang baik untuk burung Jalak Suren adalah kroto, jangkrik, belalang, ulat hongkong, cacing tanah dan lain-lain.

Kita dapat memberikan pakan tambahan ini dengan dosis sebagai berikut:

  • Berikan ulat hongkong 2 kali dalam seminggu
  • Jangkrik 3 ekor pada pagi hari dan 5 ekor untuk sore hari
  • Pemberian kroto cukup 1 sendok teh 2 kali dalam seminggu

Pemberian extra fooding ini faktanya mampu membantu agar Jalak Suren rajin berbunyi dan gacor.

Jaga Kebersihan Sangkar

Kebersihan sangkar Jalak Suren merupakan hal mutlak yang perlu diperhatikan dalam merawat burung Jalak Suren ini. Bersihkan sangkar dari kotoran-kotoran yang berserakan serta bersihkan juga wadah pakan, minuman dan juga tangkringannya.

Ini dimaksudkan agar Jalak Suren tidak mudah terserang penyakit. Jika Jalak Suren terjaga kesehatannya maka dapat membuatnya lebih rajin berkicau dan gacor.

Memandikan Burung Jalak Suren

Setelah sangkar dibersihkan, cara merawat Jalak Suren selanjutnya adalah dengan memandikannya secara rutin pada pagi atau sore hari. Untuk memandikan Jalak Suren dapat menggunakan keramba atau dengan cara menyemprotnya menggunakan sprey atau alat penyemprot.

Menjemur Burung Jalak Suren

Agar bulu burung Jalak Suren cepat kering setelah dimandikan, maka kita perlu menjemurnya di bawah sinar matahari langsung. Waktu terbaik untuk menjemur Jalak Suren ini adalah pada pukul 07-10 pagi hari.

Melakukan Pemasteran

Adapun cara terakhir untuk merawat Jalak Suren adalah dengan melakukan pemasteran. Pemasteran ini berguna agar Jalak Suren dapat lebih gacor dalam menirukan suara burung lainnya.

Dalam memaster Jalak Suren, kita dapat menggunakan suara mp3 atau bisa juga menggunakan burung asli. Agar Jalak Suren fokus untuk merekam suara yang mereka dengar ketika dalam proses pemasteran, maka kita perlu mengerodong sangkarnya menggunakan kain.

Selain beberapa cara tersebut diatas, sesekali kita juga perlu memberikan multivitamin tambahan yang dapat di beli di pasar atau toko burung.

Bagaimana, mudah bukan tips cara merawat Jalak Suren agar mampu berkicau dengan rajin dan gacor? Jika kita menerapkan cara-cara tersebut diatas dengan tekun dan sabar, maka pasti Jalak Suren yang kita pelihara akan lebih rajin untuk berkicau dan dengan gacor. Semoga Bermanfaat.

Cara Merawat Burung Branjangan

Cara Merawat Burung Branjangan

Pada dasarnya dalam merawat jenis burung kicau memang harus membutuhkan kesabaran. Tanpa terkecuali cara merawat burung Branjangan. Dalam merawat burung Branjangan ini memang dapat dikatakan harus membutuhkan ketelatenan dan juga kesabaran yang ekstra.

Ini seperti cara merawat burung Pleci, banyak kicau mania yang merasa kesulitan dalam merawat burung Branjangan agar dapat rajin bunyi dan mampu bersuara ngeplong. Terlebih lagi bagi kita yang masih sebagai pemula di dunia kicau mania.

Bahkan kita sering mendengar keluhan mengenai cara merawat burung Branjangan yang “katanya” sangat sulit untuk dipelihara hingga mampu bersuara dengan rajin dan ngeplong.

Cara Merawat Burung Branjangan Agar Rajin Bersuara dan Ngeplong

Cara Merawat Burung Branjangan
Sumber Gambar: 1.bp.blogspot.com

Burung Branjangan ini memiliki keistimewaan yang sangat unik dan mungkin hanya jenis burung Branjangan saja yang dapat berkicau dibarengi dengan terbang di tempat.

Kecepatan terbang burung Branjangan pun terbilang cukup tinggi yang menjadikannya susah di tangkap jika berada di alam liar. Pada umumnya burung Branjangan memiliki ukuran tubuh sekitar 10-14 cm tergantung dari jenis atau darimana mereka berasal.

Jenis burung Branjangan ini dapat kita temukan di pulau Jawa dan juga beberapa pulau lainnya di Indonesia. Biasanya mereka kerap muncul di hutan atau ladang luas seperti sawah. Salah satu jenis Branjangan terbaik di Indonesia adalah jenis Branjangan Kaliori yang berasal dari daerah Banyumas Jawa Tengah.

Burung ini sangat suka sekali turun ke tanah bahkan sangkarnya pun dapat kita temukan di ladang persawahan yang luas.

Seperti yang dijelaskan diatas, banyak kicau mania khususnya yang masih pemula menganggap bahwa dalam merawat Burung Branjangan dapat dibilang sangat susah.

Padahal jika kita mengetahui cara yang baik dan benar dalam merawat burung Branjangan, maka burung Branjangan yang kita pelihara akan memiliki kualitas yang baik pula.

Agar kita tidak kesulitan dalam merawat burung Branjangan, maka pada pembahasan kali ini kita akan membahas bersama-sama mengenai cara merawat burung Branjangan agar rajin bersuara dan ngeplong.

Pastikan Kondisi Burung Branjangan Sehat

Cara Merawat Burung Branjangan
Sumber Gambar: 2.bp.blogspot.com

Pada saat kita membeli jenis burung Branjangan, maka pastikan bahwa burung yang kita pilih harus dalam keadaan sehat dan juga tidak memiliki cacat pada fisiknya. Hal ini dapat dilihat dari kondisi fisiknya secara langsung yaitu terlihat aktif dan bersemangat dalam berkicau.

Selain itu, ciri-ciri burung yang sehat adalah memiliki selera makan yang tinggi serta anggota tubuhnya lengkap tidak terdapat kelainan atau kekurangan akibat penyakit.

Bantu dalam Proses Adaptasi

Setelah kita mendapatkan burung Branjangan, selanjutnya adalah memberikan waktu buat si Branjangan untuk mengenali lingkungan yang baru agar dapat beradaptasi.

Usahakan agar kita lebih sering berinteraksi langsung dengannya ketika akan memberinya pakan sehingga burung Branjangan yang kita pelihara dapat memahami pemiliknya.

Kita juga perlu mengenalkan dengan lingkungan sekitar misalnya saja dengan menaruh sangkar di pekarangan rumah atau dapat juga menempatkannya di ruang keluarga pada saat malam hari agar Branjangan mengenali seluruh anggota keluarga yang memeliharanya.

Namun kita harus pastikan ketika Branjangan didekati agar ia tidak ketakutan, jika Branjangan merasakan ketakutan maka dapat berpotensi stres.

Melakukan Penjinakan Pada Burung Branjangan

Cara merawat burung Branjangan selanjutnya adalah dengan melakukan penjinakan. Di alam liar, Branjangan merupakan salah satu jenis burung yang sangat aktif, maka tak heran jika kita baru mendapatkannya akan terlihat sangat liar.

Agar burung Branjangan yang kita pelihara dapat jinak maka kita dapat memandikannya dan juga memberinya makan secara langsung dengan tangan.

Intinya dalam proses penjinakan burung Branjangan ini, sebaiknya kita lebih sering melakukan aktivitas di dekatnya agar Branjangan tidak lagi takut ketika didekati oleh manusia.

Memberikan Pakan Terbaik

Memberikan pakan terbaik pada burung Branjangan merupakan salah satu faktor untuk menjadikannya lebih cepat berkicau dengan gacor dan ngeplong. Dengan kita memberikan pakan yang cocok untuk Branjangan juga dapat membuat tubuhnya lebih sehat, bugar dan jauh dari penyakit.

Beberapa pakan yang cocok untuk burung Branjangan adalah memberikan seikat padi merah dengan cara menggantung di dalam sangkarnya. Jika tidak ada padi beras merah, maka kita juga dapat memberinya padi beras putih.

Memberikan Ramuan Pakan Racikan

Salah satu cara agar burung Branjangan yang kita pelihara biar cepat gacor dan ngeplong adalah dengan memberikan ramuan pakan racikan. Pakan racikan ini dapat di buat dengan bahan-bahan seperti beras merah, milet putih, beras ketan hitam, jewawut, dan juga godem.

Haluskan semua bahan tersebut kemudian mencampurkannya menjadi satu hingga menjadi seperti bubur. Berikan pakan racikan ini secara berkala atau campurkan dengan pakan hariannya.

Jenis Serangga yang Bagus untuk Burung Branjangan

Cara Merawat Burung Branjangan
Sumber Gambar: notesfrommey.files.wordpress.com

Branjangan merupakan salah satu jenis burung yang menyukai biji-bijan seperti halnya jenis burung Lovebird. Namun di alam liar burung Branjangan juga suka memakan beberapa jenis serangga.

Dengan kebiasaannya itu, kita juga perlu memberikan beberapa jenis serangga agar dapat membantunya supaya lebih cepat gacor dan ngeplong.

Beberapa jenis serangga yang bagus untuk burung Branjangan adalah jangkrik, kroto 1 cepuk tiap pagi hari, laron, semut madu, belalang hijau, ulat hongkong dan juga ulat kandang. Berikan serangga tersebut secara bergantian sehingga Branjangan tidak bosan.

Berikan Multivitamin

Memberikan multivitamin juga merupakan salah satu cara agar dapat membuat burung Branjangan yang kita pelihara dapat cepat gacor dan ngeplong.

Multivitamin juga dapat membantu untuk melengkapi kebutuhan gizi pada burung Branjangan, sehinggga dapat membuat Branjangan memiliki selera makan yang tinggi.

Jika selera makan Branjangan tinggi, maka sistem kekebalan tubuhnya juga baik sehingga dapat bertahan baik dalam kondisi cuaca panas atau dingin.

Memandikan Burung Branjangan

Memandikan burung Branjangan juga salah satu cara merawat burung Branjangan agar cepat gacor dan juga ngeplong.

Dalam memandikan burung Branjangan kita dapat menggunakan alat semprot yang dapat di beli di kios burung. Gunakan air bersih untuk memandikannya. Semprotkan ke seluruh bagian bulu-bulu di tubuhnya. Setelah kita selesai memandikan burung Branjangan, selanjutnya adalah melakukan penjemuran.

Jemur Burung Branjangan

Di alam liar, burung Branjangan sangat menyukai daerah yang panas, misalnya sawah, ladang atau padang rumput. Maka dari itu, jika kita ingin memelihara burung Branjangan, maka pastikan untuk menjemurnya.

Waktu terbaik untuk menjemur burung Branjangan adalah pada pukul 07.00-09.00 pagi yaitu pada saat sinar matahari masih sehat serta mengandung vitamin yang baik untuk burung Branjangan.

Melakukan penjemuran juga dapat membunuh kuman dan bakteri yang terdapat pada tubuh burung Branjangan sehingga membuatnya tidak mudah sakit.

Setelah melakukan penjemuran, selanjutnya adalah mengangin-anginkan burung Branjangan di tempat yang teduh. Setelah itu lanjutkan dengan memaster burung Branjangan.

Memaster Burung Branjangan

Pemasteran burung Branjangan dapat dilakukan pada siang hari, yaitu dimulai pukul 12.00-15.00. Lakukan pemasteran di dalam rumah, kerodong sangkar Branjangan agar lebih mudah untuk merekam suara yang di dengar.

Untuk memaster Branjangan ini kita dapat menggunakan suara mp3 atau dengan jenis burung lainnya, seperti jenis burung Kenari, jenis burung Kolibri atau jenis burung kicau kecil lainnya.

Jaga Kebersihan Kandang

Cara merawat burung Branjangan yang terakhir adalah dengan menjaga kebersihan kandang. Kita harus pastikan agar kandang selalu dalam kondisi kering, bersih dan tidak lembab. Selain itu, pastikan juga tempat makan dan minumannya selalu dalam keadaan bersih. Ganti air minum idealnya sehari sekali.

Menjaga kebersihan kandang merupakan salah satu cara yang harus diperhatikan agar burung Branjangan yang kita pelihara selalu dalam keadaan sehat. Jika Branjangan yang kita pelihara sehat, maka pasti ia juga akan lebih rajin berkicau.

Beberapa tips tersebut diatas merupakan cara merawat burung Branjangan agar dapat rajin berkicau sehingga gacor dan juga ngeplong. Lakukanlah cara-cara tersebut diatas dengan benar, rutin dan juga berkelanjutan maka burung Branjangan yang kita pelihara akan dapat berkicau sesuai dengan yang kita harapkan.

Demikianlah pembahasan mengenai cara merawat burung Branjangan yang baik dan benar agar rajin berkicau dengan gacor dan ngeplong. Semoga dapat menambah wawasan kita dalam merawat burung Branjangan ini.

Cara Merawat Burung Kenari

Cara Merawat Burung Kenari

Mengetahui cara merawat burung Kenari yang baik dan benar memang sangat diperlukan bagi kita yang ingin memelihara burung yang terkenal dengan warna dan suara kicauannya yang indah ini.

Bisa dikatakan dalam cara merawat burung Kenari ini hampir sama seperti cara merawat burung Lovebird.

Namun jika kita telusuri lebih jauh, maka akan terlihat perbedaanya dalam merawat burung Kenari ini, baik dari pakan, cara penjemuran atau lainnya.

Cara Merawat Burung Kenari Khusus Untuk Pemula

Cara Merawat Burung Kenari
Sumber Gambar: www.ternakburung.com

Setidaknya terdapat 14 cara utama merawat burung Kenari khusus untuk pemula. Ini merupakan suatu hal yang harus diutamakan agar burung Kenari yang kita pelihara dapat bertahan hidup dan tentunya dapat bersuara dengan gacor seperti halnya jenis burung kicau lainnya.

Dibawah ini adalah 14 cara utama untuk merawat burung Kenari.

1. Pengembunan Burung Kenari

Cara pertama untuk memelihara burung Kenari adalah dengan melakukan pengembunan. Melakukan pengembunan pada burung Kenari merupakan salah satu hal yang penting untuk burung Kenari. Tujuannya adalah untuk merangsang agar Kenari dapat rajin berkicau, bernafas panjang dan sehat.

Kita dapat melakukan pengembunan dimulai pukul 04.30 sampai pukul 06.00. Lakukan proses pengembunan dengan rutin sehingga kualitas burung Kenari tetap terjaga.

2. Memandikan Burung Kenari

Cara Merawat Burung Kenari
Sumber Gambar: hewanesia.com

Setelah kita melakukan proses pengembunan dan dirasa matahari sudah mulai bersinar terang, maka selanjutnya kita dapat merawat Kenari harian dengan cara memandikannya.

Beberapa manfaat jika kita rutin memandikan burung Kenari adalah tubuh Kenari lebih sehat, bersih, dapat mengatasi birahi yang berlebihan dan juga terbebas dari segala jenis kutu.

Kita dapat memandikan burung kenari dengan cara yaitu cukup menyiapkan air ke dalam wadah (cepuk). Biarkan Kenari mandi dengan sendirinya.

Cara lainnya adalah dengan menyemprot Kenari menggunakan alat semprot. Semprot ke seluruh bagian tubuh Kenari hingga basah kuyup. Dengan kita menyemprot Kenari maka dapat membuatnya lebih jinak.

3. Membersihkan Kandang Kenari

Cara Merawat Burung Kenari
Sumber Gambar: udikhangeblog.files.wordpress.com

Setelah kita memandikan burung Kenari, maka alangkah baiknya kita juga membersihkan kandang atau sangkar Kenari. Kebersihan kandang memang harus kita perhatikan karena jika kandang Kenari kotor maka dapat mengundang berbagai bakteri yang menyebabkan Kenari sakit.

Selain itu, kita juga harus memperhatikan tempat air dan tempat makanannya agar Kenari sehat dan terhindar dari penyakit.

4. Melakukan Penjemuran Burung Kenari

Cara Merawat Burung Kenari
Sumber Gambar: i.ytimg.com

Jika kita telah selesai memandikan burung Kenari, maka selanjutnya adalah melakukan penjemuran burung Kenari. Untuk proses penjemurannya sendiri dapat dilakukan sekitar 1-2 jam saja.

Hindari Menjemur Kenari di atas jam 10, ini karena dapat berdampak pada kesehatan Kenari sendiri. Dengan menjemur kenari terlalu lama dalam keadaan sinar matahari yang sangat menyengat, maka dapat mengakibatkan warna bulu pudar, menurunnya volume suara bahkan dapat mengakibatkan Kenari mati.

5. Hindari Hembusan Angin Kencang Pada Burung Kenari

Ketika kita menggantung sangkar Kenari, usahakan agar sangkar aman dari terpaan angin kencang. Angin kencang dapat membahayakan burung Kenari, hal ini karena sangkar dapat terjatuh yang menjadikan Kenari berpotensi untuk stress.

6. Memberikan Makanan Pada Burung Kenari

Cara Merawat Burung Kenari
Sumber Gambar: wikicau.com

Jangan lupa untuk selalu cek ketersediaan makanan. Berikan makanan Kenari seperti misalnya biji-bijian, milet merah, milet putih, kuaci, niger atau jika kita malas membelinya satu per satu maka dapat membeli canary seed di toko atau kios burung.

7. Memberikan Extra Fooding

Cara Merawat Burung Kenari
Sumber Gambar: 3.bp.blogspot.com

Selain memberikan biji-bijian, kita juga perlu menambahkan pakan tambahan (extra fooding) untuk Kenari. Beberapa extra fooding yang cocok diberikan pada Kenari adalah sayuran (sawi, wortel, brokoli dll), buah-buahan (apel), kroto, telur puyuh dan juga asinan.

8. Memberikan Multivitamin dan Suplemen Tambahan’

Cara Merawat Burung Kenari
Sumber Gambar: cf.shopee.co.id

Saat kita telah memberikan makanan berupa biji-bijian atau extra fooding lainnya pada Kenari, maka kita juga sesekali perlu memberikan multivitamin tambahan. Multivitamin ini dapat kita beli di kios burung.

Namun perlu diingat, sebelum kita memberi multivitamin ke Kenari, maka pastikan untuk memberikan multivitamin yang cocok untuk Kenari. Kita dapat bertanya kepada teman kita yang sudah paham akan multivitamin apa yang pas untuk Kenari.

9. Melakukan Pemasteran

Melakukan pemasteran terhadap Kenari merupakan salah satu cara yang dianggap ampuh agar burung Kenari memiliki kemampuan dapat menirukan suara burung lainnya.

Dengan melakukan pemasteran terhadap Kenari juga dapat menjadikannya mampu berkicau dengan suara kicauan yang bagus dan juga bervariasi.

10. Mengerodong Kenari

Pada saat kita memaster Kenari, maka alangkah baiknya kandang di kerodong menggunakan kain. Manfaat lainnya daripada mengkerodong Kenari adalah agar Kenari dapat istirahat dengan nyenyak. Lakukan pengkerodongan pada waktu sore hingga pagi hari.

11. Mengumbar Kenari

Seperti halnya jenis burung kicau lainnya, jenis burung Kenari juga dapat kita umbar di kandang yang besar. Terlebih lagi jika Kenari yang kita miliki akan diikutsertakan ke dalam lomba kontes burung.

Melakukan umbar pada Kenari dapat menjaga stamina serta dapat menambah panjang nafas dan juga dapat menstabilkan birahi. Kita dapat mengumbar Kenari dua kali dalam seminggu.

12. Menghindari Kenari dari Pengganggu

KIta juga harus memastikan agar Kenari terbebas dari pengganggu. Faktor pengganggu juga sangat berpengaruh terhadap Kenari itu sendiri, dengan adanya pengganggu maka dapat mengakibatkan Kenari stress bahkan mati. Pengganggu yang dimaksud dapat berupa tikus, kucing, ular atau binatang buas lainnya.

13. Menggunting Kuku yang Panjang

Cek juga kuku pada burung Kenari. Jangan biarkan kuku kenari terlalu panjang karena dapat melukai fisik Kenari itu sendiri. Terlebih lagi jika kita ingin menangkar Kenari, maka sebelum kita menjodohkannya, pastikan agar kuku-kuku Kenari tidak terlalu panjang.

14. Konsisten

Cara terakhir untuk merawat burung Kenari bagi pemula agar menjadikannya sebagai Kenari yang mampu berkicau dengan gacor adalah konsisten dan juga telaten dalam perawatan tersebut diatas.

Nah, itulah 14 tips cara merawat burung Kenari untuk pemula. Sayangi dan rawatlah Kenari kita seperti pada penjelasan diatas agar Kenari dapat terus bertahan hidup serta dapat bersuara dengan gacor.