Burung Opior Jawa

Burung Opior Jawa

Sebagai kicau mania, kalian pasti tahu burung Robin. Ya kan? Namun, apakah kalian mengetahui jenis burung Opior Jawa? Jika belum mengetahui, maka kalian tepat membaca artikel ini karena kami akan menjelaskan tentang jenis Opior Jawa ini.

Opior Jawa merupakan alternatif bagi kicau mania yang ingin memelihara burung Robin namun terkendala dengan biaya. Hal ini karena jika kalian dapat merawat Opior Jawa dengan baik dan benar maka ia akan mampu berkicau layaknya suara burung Robin.

Seperti namanya, ia merupakan jenis burung endemik yang terdapat di Pulau Jawa. Burung jenis ini juga terkenal dengan nama Javan grey-throated white-eye atau Heleia javanica (Lophozosterops javanicus).

Ciri-Ciri Burung Opior Jawa

Burung Opior Jawa
Sumber Gambar: 4.bp.blogspot.com

Karena memiliki suara kicauan yang mirip seperti suara burung Robin, maka beberapa kicau mania menjulukinya dengan sebutan Robin Jawa.

Di beberapa daerah di Pulau Jawa, burung jenis ini mempunyai banyak sebutan, misalnya Cucak Jempol (Cak Jempol), Cipow Gunung, Cucak Gentong, Piyer, Menyok, Pleci Kapur dan Pleci Pupur.

Salah satu alasan disebut dengan nama Pleci Kapur atau Pleci Pupur karena Opior Jawa masih satu keluarga dengan burung Pleci Kacamata. Mereka termasuk ke dalam keluarga Zosteropidae.

Famili Zosteropidae ini terdiri atas 18 genus, dimana dua diantaranya adalah Lophozosterops (kelompok Opior) dan Zozterops (kelompok Pleci Kacamata).

Sejauh ini, burung Opior Jawa kurang diminati oleh kicau mania dan kepopulerannya pun kalah jauh dengan keluarganya yaitu Pleci. Ini karena banyak yang beranggapan bahwa Opior Jawa hanya mampu berkicau yang terdengar “ciak.. ciak…” seperti suara anak ayam yang sedang mencari induknya.

Padahal jika kita merawatnya dengan baik sedari anakan, maka Opior Jawa mampu berkicau dengan sangat merdu seperti burung Robin.

Untuk membedakan jenis kelamin Opior Jawa terbilang tidak mudah, seperti cara membedakan Sirtu jantan dan betina yang memiliki ciri fisik hampir sama.

Kalian dapat membedakan Opior Jawa jantan dan betina sebenarnya dapat diketahui dengan cara mengamati atau mendengarkan suaranya. Biasanya Opior Jawa akan bersuara ngerol jika mendengar suara panggilan dari jenis Opior Jawa betina.

Sedangkan yang berjenis kelamin betina hanya mampu berkicau dengan suara monoton yang terdengar mirip suara anak ayam.

Perawatan Harian Opior Jawa

Burung Opior Jawa
Sumber Gambar: arenahewan.com

Jenis Opior Jawa yang paling banyak dijadikan peliharaan adalah yang berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Hal ini karena suara ngerolnya yang panjang dan juga kencang.

Seperti halnya Pleci, Opior Jawa akan mampu berkicau dengan rajin dan gacor jika terdapat sepasang atau lebih yang sejenis untuk dipelihara bersama-sama.

Di alam liar, makanan utamanya adalah nektar dan buah-buahan yang rasanya manis. Selain itu, Opior Jawa juga suka memakan serangga-serangga kecil seperti jangkrik, ulat, belalang dan juga laba-laba.

Jika kalian ingin memelihara burung Opior jenis ini, maka kalian dapat melakukan perawatan harian seperti cara merawat Kolibri Ninja. Seperti misalnya dengan memandikan dan menjemurnya secara rutin setiap hari dimana dalam menjemur Opior Jawa cukup selama 1-2 jam saja.

Suara Burung Opior Jawa

Burung Opior Jawa
Sumber Gambar: i.ytimg.com

Meskipun kalah tenar dengan jenis burung kicau kecil lainnya, jenis Opior yang berkualitas dan gacor ternyata sangat baik untuk dijadikan sebagai burung masteran karena memiliki suara kicauan yang mirip dengan burung Robin.

Selain itu, jenis burung Opior merupakan burung yang mudah dipelihara seperti jenis burung Jalak serta memiliki harga yang terjangkau.

Nah itulah pembahasan mengenai burung Opior Jawa, burung yang memiliki suara kicauan merdu namun jarang yang mengetahuinya. Semoga bermanfaat.