Sejarah Kerajaan Kalingga

Sejarah Kerajaan Kalingga

Sejarah Kerajaan Kalingga – Kerajaan Kalingga atau Ho Ling, merupakan sebuah kerajaan bercorak Hindu-Buddha yang terdapat di Jawa. Berdasarkan sejarah, kerajaan ini berdiri sejak abad ke-6 Masehi.

Sama seperti sejarah Kerajaan Pajang, letak wilayah kekuasaan kerajaan Kalingga juga berada di Provinsi Jawa Tengah, tepatnya di antara Jepara dan Pekalongan.

Para sejarawan menyebut bahwa Kerajaan Kalingga merupakan cikal bakal dari Kerajaan Mataram Kuno dan Sriwijaya yang mana kerajaan ini bertahan sampai abad ke-7 Masehi sebelum pada akhirnya berakhir dengan terpecahnya menjadi dua bagian.

Sejarah Berdirinya Kerajaan Kalingga

Adapun terdapat beberapa sumber sejarah yang menjelaskan mengenai Kerajaan Kalingga, salah satu sumber sejarah utama dari Kerajaan Kalingga adalah berasal dari berita Cina Dinasti Tong.

Selain itu, ditemukannya Prasasti Tuk Mas di lereng Gunung Merbabu juga sedikit menjelaskan mengenai kerajaan ini.

Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas bersama-sama tentang sejarah Kerajaan Kalingga mulai dari letak dan wilayah kekuasaannya hingga ke berita Cina yang menjelaskan tentang kerajaan ini.

Letak dan Wilayah Kekuasaan

Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa kerajaan ini terletak di Jawa Tengah. Meski belum ada bukti kuat mengenai dimana letak pastinya, namun Kerajaan Kalingga diperkirakan berada di antara Pekalongan dan Jepara atau di pantai utara Jawa.

Sementara itu, Kerajaan Kalingga didirikan oleh Prabu Washumurti dimana waktu berdirinya ini hampir bersamaan dengan raja ke-8 Kerajaan Tarumanegara.

Raja-Raja yang Pernah Memerintah di Kerajaan Kalingga

Beberapa raja-raja yang pernah menduduki tahta tertinggi di Kerajaan Kalingga adalah:

  • Prabu Washumurti (594-605)

Raja pertama sekaligus pendiri dari kerajaan ini adalah Prabu Washumurti yang memerintah dalam kurun waktu sekitar 11 tahun.

  • Prabu Washugeni (605-632)

Pemegang pemerintahan Kerajaan Kalingga selanjutnya adalah Prabu Washugeni yang mana ia adalah salah satu putra dari Prabu Washumurti.

Prabu Washugeni memiliki dua orang anak, yaitu Wasudewa (Kirathasingha) dan putri Wasumurti (Ratu Shima).

  • Prabu Kirathasingha (632-648)

Prabu Wasudewa atau Kirtathasingha merupakan putra dari Prabu Washugeni. Wasudewa berkuasa selama 16 tahun hingga kemudian wafat pada tahun 648 Masehi.

Setelah wafat, Kerajaan Kalingga dipimpin oleh Kartikeyasingha dimana ia adalah menantu dari Washugeni atau suami dari Ratu Shima putri Washugeni.

  • Prabu Kartikeyashingha (648-674)

Meskipun Prabu Kartikeyashingha bukanlah keturunan asli dari Prabu Washumurti, namun Kartikeyashingha di daulat menjadi raja di Kerajaan Kalingga.

Hal ini karena Prabu Kartikeyasingha merupakan suami dari Ratu Shima sehingga ia memimpin Kalingga dengan didampingi oleh Ratu Shima. Prabu Kartikeyashingha berkuasa hingga akhir hayatnya, yaitu di tahun 674 Masehi.

  • Ratu Shima (674-695)

Ratu Shima merupakan pemimpin terakhir dari Kerajaan Kalingga sekaligus menjadi satu-satunya wanita yang pernah menduduki tahta tertinggi di kerajaan ini sebelum pada akhirnya runtuh.

Putri Wasumurti menjadi ratu di Kerajaan Kalingga menggantikan suaminya yang wafat. Banyak cerita-cerita yang muncul mengenai ketegasan dari Ratu Shima pada saat memimpin Kalingga.

Di antara ketegasannya yang paling terkenal adalah ketika Ratu Shima menghukum putra mahkotanya sendiri yang disebabkan ia mengambil barang yang bukan miliknya.

Pada masa kepemimpinan Ratu Shima, Kerajaan Kalingga dan Kerajaan Galuh memiliki hubungan yang kekerabatan yang cukup erat. Bahkan beberapa keturunan dari kedua kerajaan tersebut saling dinikahkan agar semakin mempererat tali persaudaraan di antara dua kerajaan tersebut.

Nah, salah satu diantaranya bahkan sampai membentuk Wangsa Sanjaya dan Wangsa Syailendra. Sebelum wafat pada tahun 695 Masehi, Ratu Shima membagi Kalingga menjadi dua bagian yaitu Kerajaan Keling (Bhumi Sambhara) dan Kerajaan Medang (Bhumi Mataram).

Baca Juga : Sejarah Kerajaan Samudera Pasai

Masa Kejayaan Kerajaan Kalingga

Adapun masa kejayaan dari Kerajaan Kalingga terjadi pada periode kepemimpinan Ratu Shima. Sifat jujur dan adil sangat dijunjung tinggi oleh sang ratu.

Bukan hanya itu, dalam penerapannya juga sangat tegas tanpa pandang bulu. Seperti misalnya pemerintah akan memotong tangan siapa saja bagi yang memang telah terbukti mencuri.

Bahkan Dinasti Ta-Shish pada tahun 674 Masehi tercatat pernah mengurungkan niatnya untuk menyerang Kerajaan Kalingga, penyebabnya adalah kerajaan ini dianggap masih terlalu kuat ketika dipimpin oleh Ratu Shima.

Pada masa pemerintahan Ratu Shima, Kerajaan Kalingga juga menjadi pemerintahan yang sangat menjunjung tinggi hukum.

Menurut catatan sejarah, pernah terjadi pelanggaran hukum yang dilakukan oleh salah satu anggota keluarga kerajaan, maka ia tetap diproses secara tegas dan adil sesuai dengan hukum yang berlaku.

Masa Keruntuhan Kerajaan Kalingga

Sepeninggal Ratu Shima, masa kejayaan kerajaan ini semakin hari semakin lemah bahkan berada dalam posisi di ambang kehancuran.

Salah satu faktor penyebab keruntuhan dari kerajaan ini adalah akibat serangan dari Kerajaan Sriwijaya. Saat itu, serangan dari Sriwijaya memaksa pemerintahan hingga rakyat Kalingga untuk mundur hingga ke pedalaman Pulau Jawa.

Peninggalan-Peninggalan Kerajaan Kalingga

Sejarah dari Kerajaan Kalingga dapat ditelusuri dari ditemukannya Candi Angin, Prasasti Tuk Mas dan juga berita Cina Dinasti Tang.

Meski kebanyakan peninggalan dari kerajaan ini tidak berisi informasi yang cukup jelas serta hanya berupa potongan-potongan informasi yang cukup sulit dirunut.

Seperti contohnya dari nama Kerajaan Kalingga yang berasal dari kata Kalinga. Kalinga merupakan sebuah kerajaan di India Selatan. Dengan adanya hal tersebut, bisa diperkirakan menjadi salah satu bukti bahwa Nusantara dan India telah menjalin hubungan diplomatik yang erat.

Namun ada juga sumber lain yang mengatakan bahwa Kerajaan Kalingga sejarahnya sama seperti Kerajaan Tarumanegara. Persamaannya adalah didirikan oleh pengungsi dari India yang kalah perang sehingga mencari perlindungan di Nusantara.

Adapun beberapa bukti peninggalan dari Kerajaan Kalingga adalah:

Prasasti Tuk Mas (Tukmas)

Sejarah Kerajaan Kalingga
Sumber Gambar: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Prasasti Tukmas ditemukan di lereng bagian barat Gunung Merapi, tepatnya di Dusun Dakawu, Desa Lebak, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Prasasti ini ditulis menggunakan huruf Palawa dan bahasa Sansekerta.

Didalam Prasasti Tuk Mas ini berisi mengenai mata air yang sangat bersih dan jernih. Saking jernihnya mata air tersebut bahkan air yang mengalir di sungai dimana airnya berasal dari sumber mata air tersebut sampai diibaratkan sama seperti Sungai Gangga yang terletak di India.

Selain itu, pada prasasti ini juga terdapat gambar-gambar berupa lambang Hindu seperti kendi, trisula, keong, bunga teratai, cakra dan juga tapak.

Prasasti Sojomerto

Terdapat juga peninggalan dari Kerajaan Kalingga, yaitu Prasasti Sojomerto. Diambil dari namanya, prasasti ini ditemukan di Desa Sojomerto, Reban, Batang Jawa Tengah.

Berbeda dengan Prasasti Tukmas yang menggunakan huruf Palawa dan Bahasa Sansekerta, Prasasti Sojomerto menggunakan aksara Kawi dalam bahasa Melayu Kuno yang diperkirakan bahwa prasasti ini telah ada sejak abad ke-7 Masehi.

Dalam prasasti ini memuat tentang keluarga dari tokoh utamanya yaitu Dapunta Salendra yang tertulis sebagai pendiri dari kerajaan tersebut.

Dari penemuan inilah disimpulkan bahwa pendiri dari kerajaan ini adalah berasal dari keturunan Dinasti Syailendra/Sailendra yang mana ia adalah penguasa dari Kerajaan Mataram Kuno.

Candi Bubrah

Sejarah Kerajaan Kalingga
Sumber Gambar: www.artisanalbistro.com

Candi Bubrah adalah salah satu candi bercorak Buddha yang terdapat di dalam kompleks Candi Prambanan. Tepatnya adalah terletak di antara Percandian Roro Jonggrang dan Candi Sewu.

Adapun candi ini ditemukan di Dukuh Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten Jawa Tengah. Diperkirakan, candi ini memiliki ukuran 12 m x 12 m dan terbuat dari batu andesit.

Namun yang ditemukan hanyalah sisa-sisa reruntuhan setinggi 2 meter saja. Pada saat ditemukannya candi ini, terdapat pula beberapa arca Buddha meskipun wujudnya sudah tidak utuh lagi.

Diberi nama Candi Bubrah adalah karena candi ini ditemukan dalam keadaan rusak atau bahasa Jawanya adalah “bubrah”. Para ahli memperkirakan bahwa candi ini dibangun pada abad ke-9 Masehi, yaitu pada zaman Kerajaan Mataram Kuno masih berhubungan dengan Kerajaan Kalingga.

Candi Angin

Sejarah Kerajaan Kalingga
Sumber Gambar: mutarnusantara.files.wordpress.com

Berbeda dengan Candi Bubrah yang ditemukan di Kabupaten Klaten, Candi Angin ditemukan di Kabupaten Jepara, tepatnya adalah di Desa Tempur Kecamatan keling.

Karena candi ini ditemukan di tempat yang sangat tinggi (berangin), maka candi ini diberi nama Candi Angin.

Para peneliti menganggap bahwa Candi Angin memiliki usia yang lebih tua dari Candi Borobudur. Bahkan beberapa ahli menganggap dan berpendapat bahwa candi ini dibangun oleh manusia purba, ini karena belum terdapat ornamen-ornamen bercorak Hindu-Buddha.

Situs Puncak Sanga Likur

Selain prasasti dan candi, keberadaan dari Kerajaan Kalingga juga dapat dilihat dari ditemukannya Situs Puncak Sanga Likur.

Situs ini ditemukan di puncak Gunung Muria, tepatnya di Rahtawu, tidak jauh dari Kecamatan Keling.

Di kompleks situs ini juga ditemukan empat arca batu, diantaranya adalah Arca Batara Guru, Wisnu, Narada dan Togog.

Sampai saat ini belum dapat dipastikan bagaimana keempat arca tersebut bisa diangkut hingga ke puncak gunung, mengingat medan pendakian ke Gunung Muria terbilang cukup berat.

Namun pada tahun 1990, Prof. Gunadi dan empat staffnya dari Balai Arkeologi Nasional Yogyakarta mengemukakan bahwa Prasasti Rahwatun diduga sebagai peninggalan dari Kerajaan Kalingga.

Di kawasan situs juga ditemukan enam tempat pemujaan dimana letaknya ini tersebar dimulai dari arah bawah hingga menjelang ke puncak gunung.

Masing-masing tempat pemujaan ini diberi nama tokoh pewayangan seperti Abiyoso, Bambang Sakri, Dewonoto, Jonggring Saloko, Kamunoyoso dan Sekutrem.

Baca Juga: Kerajaan Islam Tertua di Indonesia

Berita Cina Tentang Kerajaan Kalingga

Terdapat beberapa berita atau catatan yang berasal dari negeri Cina tentang Kerajaan Kalingga, di antaranya adalah Catatan Dinasti Tang, Catatan I-Tsing, naskah Wai-Tai-Ta dan yang terakhir adalah Catatan Dinasti Ming.

Catatan Dinasti Tang

Beberapa catatan atau keterangan yang bersumber dari Dinasti Tang adalah:

  • Letak Kalingga terdapat di Lautan Selatan dimana sebelah utaranya adalah terletak Ta-Hen-La atau Chen-La (Kamboja). Sedangkan di sebelah timur terdapat Po-Li (Pulau Bali), sebelah barat terletak Pulau Sumatra.
  • Pada Catatan Dinasti Tang juga menyebut bahwa ibu kota Kalingga dikelilingi oleh tembok yang terbuat dari tonggak kayu.
  • Sementara itu, Raja atau Ratu tinggal di suatu bangunan yang besar dan bertingkat, beratap daun palem serta singasananya terbuat dari gading gajah.
  • Rakyat/penduduk Kalingga telah pandai memproduksi sejenis minuman keras yang terbuat dari bunga kelapa.
  • Terakhir adalah Kalingga disebut menghasilkan emas, perak, produk kulit penyu, cula badak dan juga gading gajah.

Catatan I-Tsing

Selanjutnya adalah Catatan I-Tsing (664-665 M) menyebutkan jika pada abad ke-7 Masehi, tanah Jawa menjadi salah satu pusat pengetahuan agama Buddha Hinaya.

Dalam hal ini, pusat yang dimaksud adalah Kalingga yang mana di daerah tersebut terdapat seorang pendeta Bernas Hwining yang menerjemahkan salah satu kitab agama Buddha ke dalam bahasa Mandarin.

Pendeta tersebut bekerja bersama dengan pendeta Jawa yang bernama Janabadra. Kitab yang diterjemahkan ke dalam bahasa Mandarin adalah memuat cerita tentang Nirwana.

Naskah Wai-Tai-Ta

Dalam naskah Wai-Tai-Ta dari Cina, tepatnya di abad ke-12 Masehi, Cou-Ju-Kua menyebut bahwa Chepo (Jawa) disebut juga Poe-Chua-lung.

Menurut perkembangan bahasa dan Sinologi, para ahli bahasa menyebut bahwa Poe-Chua-lung adalah sebutan untuk Pekalongan yang mana Poe-Chua-lung adalah penamaan sebuah daerah pelabuhan yang terdapat di pantai utara Jawa pada masa Dinasti Tsung.

Catatan Dinasti Ming

Berita Cina yang terakhir adalah berasal dari catatan Dinasti Ming. Pada tahun 1439 Masehi, Laksamana Cheng Ho dari Dinasti Ming singgah di Pekalongan. Beliau menyebut bahwa Poe-Chua-lung dengan Wu-Chueh adalah memiliki arti pulau yang indah.

Sebutan ini diketahui dari catatan Hma-Huan, yang merupakan sekretaris dari Laksamana Cheng-Ho yang menulis tentang sebutan Wu-Chueh dari Laksamana ini di dalam bagian Yang-Yai-Sheng-Lan atau berarti pemandangan yang indah-indah.

Demikanlah pembahasan tentang sejarah Kerajaan Kalingga yang diambil dari berbagai sumber. Beberapa peninggalannya bahkan masih dapat kita lihat hingga hari ini sehingga kita wajib untuk menjaganya dengan baik agar generasi selanjutnya masih dapat mengenali dan mempelajarinya.

Sejarah Kerajaan Pajang

Sejarah Kerajaan Pajang

Sejarah Kerajaan Pajang – Dapat dikatakan, jika perkembangan Islam di tanah Jawa tidak terlepas dari sejarah kerajaan Islam yang pernah berdiri di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.

Sementara itu, sejarah berdirinya Kerajaan Pajang pada mulanya berawal dari kekacauan politik di kerajaan Demak, tepatnya setelah Sultan Trenggono (Raja Demak ke-3) wafat.

Kekacauan ini disebabkan oleh pertempuran antara Arya Penangsang dengan Joko Tingkir (Adipati Pajang), yang mana Joko Tingkir adalah menantu dari Sultan Trenggono.

Baca Juga : Kerajaan Islam Tertua di Indonesia

Sejarah Singkat Berdirinya Kerajaan Pajang

Sejarah Kerajaan Pajang
Sumber Gambar: www.arcgis.com

Pertempuran yang terjadi di Kerajaan Demak akhirnya dimenangkan oleh Jaka Tingkir sehingga pada akhirnya Jaka Tingkir memindahkan pusat pemerintahan Kerajaan Demak ke daerah Pajang.

Setelah itu, Jaka Tingkir disahkan oleh Sunan Giri sebagai sultan pertama di Kerajaan Pajang. Sebelum Jaka Tingkir mendirikan Kerajaan Pajang, ia sudah menjabat sebagai penguasa daerah Pajang, tepatnya pada masa Sultan Trenggono.

Sehingga banyak yang mengatakan bahwa Kerajaan Pajang dinilai sebagai lanjutan dari Kerajaan Demak. Letak dari kerajaan ini berada di daerah Kertasura serta menjadi kerajaan Islam pertama yang terletak di daerah pedalaman Pulau Jawa.

Adapun usia dari kerajaan ini terbilang cukup singkat, hal ini terjadi karena munculnya kerajaan Islam baru yang juga terletak di Jawa Tengah, yaitu Kerajaan Mataram Islam.

Pada masa awal berdirinya kerajaan ini, tepatnya pada tahun 1568 Masehi, wilayah kekuasaan Pajang mulanya hanya meliputi sebagian Jawa Tengah saja, ini terjadi karena setelah kematian Sultan Trenggono, banyak wilayah di Jawa Timur yang melepaskan diri.

Namun di tahun yang sama, Sultan Hadiwijaya dan para Adipati Jawa Timur dipertemukan di Giri Kedaton oleh Sunan Prapen. Pada pertemuan itu, para adipati yang berasal dari Jawa Timur bersepakat untuk mengakui kedaulatan Pajang di atas negeri-negeri Jawa Timur.

Hal itu yang menjadi bukti sah bahwa Kerajaan Pajang telah berdiri. Setelah itu, Kerajaan Pajang mulai melakukan ekspansinya ke beberapa wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Setelah berkuasa dalam kurun waktu 1568-1587 Masehi, Kerajaan Pajang mencapai masa kejayaannya di masa raja pertama, yaitu Sultan Hadiwijaya atau Jaka Tingkir.

Namun tidak lama setelah Sultan Hadiwijawa wafat, tepatnya pada tahun 1582 Masehi, kerajaan ini pada akhirnya mengalami masa disintegrasi.

Raja-Raja di Kerajaan Pajang

Sejarah Kerajaan Pajang
Sumber Gambar: lamonganoke.files.wordpress.com

Sejak awal berdiri hingga keruntuhannya, Kerajaan Pajang tercatat pernah dipimpin oleh 3 sultan, diantaranya adalah:

1. Jaka Tingkir atau Hadiwijaya. Pendiri sekaligus raja pertama Kerajaan Pajang.

2. Arya Pangiri atau Ngawantipura, raja kedua di Kerajaan Pajang.

3. Pangeran Benawa atau dikenal dengan nama Prabuwijaya adalah raja ketiga sekaligus menjadi raja terakhir di Kerajaan Pajang.

Pemberontakan Mataram

Wilayah Mataram dan Pati merupakan dua hadiah dari Hadiwijaya untuk siapa saja yang mampu menumpas Arya Penangsang di tahun 1549. Berdasarkan laporan resmi peperangan, Arya Penangsang akhirnya tewas setelah di keroyok oleh Ki Ageng Pemanahan dan Ki Penjawi.

Karena berhasil mengalahkan Arya Penangsang, akhirnya Ki Penjawi diangkat sebagai penguasa Pati, tepatnya dimulai pada tahun 1549.

Sementara itu, Ki Ageng Pemanahan baru mendapatkan jatahnya di tahun 1556 berkat bantuan dari Sunan Kalijaga. Ini disebabkan Karena Hadiwijaya mendengar ramalan Sunan Prapen bahwa di tanah Mataram akan lahir kerajaan Islam yang lebih besar dari Kesultanan Pajang.

Hingga pada akhirnya ramalan tersebut menjadi kenyataan tepatnya ketika Mataram dipimpin oleh Sutawijaya yang mana beliau adalah putra dari Ki Ageng Pemanahan dan tokoh Sutawijaya inilah yang sebenarnya membunuh Arya Penangsang.

Dibawah pimpinan Sutawijaya, daerah Mataram semakin hari semakin maju dan berkembang.

Tepat pada tahun 1582 Masehi, terjadilah perang antara Pajang dan Mataram disebabkan oleh Sutawijaya yang membela adik iparnya yaitu Tumenggung Mayang yang terkait dengan hukum buang ke Semarang oleh Hadiwijaya.

Meskipun pasukan Pajang berjumlah lebih besar, namun peperangan tersebut pada akhirnya dimenangkan oleh pihak Mataram.

Keruntuhan Kerajaan Pajang

Sejarah Kerajaan Pajang
Sumber Gambar: www.10travlr.com.au

Setelah Hadiwijaya wafat, terjadilah persaingan untuk memperebutkan tahta tertinggi di Kerajaan Pajang dimana yang memperebutkannya adalah Pangeran Benawa dan Arya Pangiri.

Namun pada akhirnya, Arya Pangiri lah yang di daulat menjadi raja kedua di kerajaan ini karena didukung oleh Panembahan Kudus yang berhasil naik tahta pada tahun 1583.

Masa pemerintahan Arya Pangiri ini hanya disibukkan dengan usaha balas dendam terhadap Mataram hingga mengakibatkan kehidupan rakyat Pajang terabaikan.

Hal inilah yang membuat Pangeran Benawa yang sebelumnya telah tersingkir ke Jipang merasa iba dan prihatin. Pada tahun 1586, akhirnya Pangeran Benawa memutuskan untuk bersekutu dengan Sutawijaya untuk menyerbu Pajang.

Meski sebelumnya pada tahun 1582 Sutawijaya berselisih dan memerangi Hadiwijaya, namun Pangeran Benawa tetap menganggapnya sebagai saudara.

Sampai pada akhirnya perang antara Pajang melawan Mataram dan Jipang berakhir dengan kekalahan Arya Pangiri. Setelah itu, Arya Pangiri dikembalikan ke daerah asalnya yaitu Demak dan Pangeran Benawa dipilih menjadi raja Pajang yang ketiga.

Masa pemerintahan Pangeran Benawa di Kesultanan Pajang berakhir pada tahun 1587. Sejak berakhirnya pemerintahan Pangeran Benawa, Kesultanan Pajang tidak memiliki putra mahkota sehingga Pajang pada akhirnya menjadi negeri bawahan Kerajaan Mataram Islam.

Setelah menjadi negeri bawahan Mataram, Pajang dipimpin oleh seorang bupati dimana yang menjadi bupati pertamanya adalah Pangeran Gagak Baning atau adik dari Sutawijaya.

Sementara itu, Sutawijaya mendirikan Kerajaan Mataram Islam dimana beliau di daulat sebagai raja pertama dengan gelar Panembahan Senopati.

Itulah pembahasan singkat mengenai sejarah Kerajaan Pajang, kerajaan Islam pertama di Jawa yang terletak di pedalaman. Semoga pembahasan ini bermanfaat.

Makanan Khas Temanggung

Makanan Khas Temanggung

Makanan Khas Temanggung – Temanggung merupakan salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Tengah. Seperti halnya daerah lain di Jawa Tengah, Temanggung juga menyimpan beragam contoh budaya daerah dan juga keindahan alamnya yang begitu luar biasa.

Kabupaten ini menyimpan berbagai potensi wisata alam yang sangat indah dimana letaknya ini berada di antara Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing atau tepatnya di perbatasan dengan Kabupaten Wonosobo.

Selain menyimpan berbagai potensi alamnya yang sangat indah, Temanggung juga dikenal sebagai salah satu kabupaten yang banyak menyimpan kuliner khas yang mempunyai cita rasa sangat lezat.

13 Makanan Khas Temanggung yang Terkenal Enak

Berbicara tentang kuliner, Temanggung mempunyai beragam kuliner khas yang dapat dinikmati langsung di tempat dan juga dapat dijadikan sebagai buah tangan untuk keluarga dirumah.

Sama seperti halnya makanan khas Sulawesi Utara, kuliner khas Temanggung juga memiliki rasa yang enak sehingga wajib dicoba. Lantas apa sajakah kuliner khas Temanggung yang terkenal enak? Berikut adalah 13 makanan khas Temanggung yang terkenal enak dan wajib dicoba.

1. Lentho

Makanan Khas Temanggung
pbs.twimg.com

Lentho merupakan kuliner khas Temanggung yang terbuat dari singkong yang telah ditumbuk hingga halus. Singkong yang telah ditumbuk ini kemudian diberi campuran tepung dan kedelai untuk selanjutnya digoreng hingga matang.

Bentuk lentho sendiri sekilas mirip seperti perkedel atau kroket. Selain diberi campuran kedelai, lentho juga mempunyai beberapa varian rasa lainnya, seperti lentho kacang hijau dan lentho kacang tolo.

Menu yang satu ini menjadi kuliner khas Temanggung yang cukup populer. Jika kamu yang ingin menikmatinya, maka cukup datang ke warung makan yang berada di Temanggung.

Selain dapat dinikmati langsung, lentho juga dapat dijadikan sebagai oleh-oleh khas kabupaten yang terkenal akan wisata Taman Kartini ini.

2. Empis-Empis Tahu Tempe

Makanan Khas Temanggung
raw.cdn.baca.co.id

Untuk kamu yang menyukai kuliner pedas, kurang lengkap rasanya jika ke Temanggung namun belum mencicipi empis-empis tahu tempe. Hal ini karena empis-empis tahu tempe mempunyai cita rasa yang cukup pedas.

Rasa pedas ini berasal dari bumbu yang digunakannya yaitu cabai rawit. Bukan hanya cabai rawit, dalam membuat kuliner khas ini juga diberi bumbu lainnya, seperti bawang, tomat, tahu, tempe, santan, udang, dan bahan-bahan lainnya.

Kuliner khas ini sangat cocok disajikan bersama nasi hangat. Karena menggunakan berbagai macam bumbu, maka cita rasa empis-empis tahu tempe ini memiliki perpaduan antara rasa pedas, gurih, dan asin yang membuat lidahmu terus bergoyang.

3. Mendut

Makanan Khas Temanggung
i.ytimg.com

Mendut merupakan kue tradisional khas Temanggung yang berbahan dasar beras ketan. Kue ini memiliki tekstur yang sangat kenyal.

Jika kamu mencicipi kue tradisional ini, maka kamu akan mendapatkan sensasi yang cukup unik karena ketika kamu menggigitnya maka akan keluar cairan berwarna kecoklatan dimana cairan ini rasanya manis.

Cairan yang dimaksud adalah cairan yang terbuat dari gula merah yang dimasukkan ke dalam kue mendut sehingga pada saat proses perebusan, maka gula merah tersebut ikut mencair.

4. Sego Urap

Sego urap atau dalam bahasa Indonesia adalah nasi urap merupakan kuliner khas Temanggung yang terbuat dari nasi hangat dan lauk berupa sayuran yang dipadukan dengan parutan kelapa.

Agar cita rasanya semakin sempurna, maka biasanya sego urap diberi tambahan berupa kerupuk atau rempeyek. Meskipun mempunyai rasa yang nikmat, namun harga yang dibandrol untuk satu porsi sego urap terbilang cukup terjangkau, yaitu hanya sekitar Rp. 3.000 – Rp. 7.000-an saja.

5. Sego Gono

Makanan Khas Temanggung
i.ytimg.com

Nasi gono atau sego gono merupakan kuliner khas Temanggung yang mirip seperti nasi campur atau nasi goreng yang dimasak tanpa menggunakan kecap.

Akan tetapi meskipun terlihat mirip, namun sego gono mempunyai rasa yang kaya dan nikmat. Didalam membuat sego gono ini dibutuhkan beberapa bahan seperti nasi, kelapa parut, daun lembayung, dan ikan teri.

Dilihat dari bahannya saja sudah memperlihatkan bahwa sego gono memiliki perpaduan antara rasa asin, gurih, dan renyah sehingga kamu wajib untuk mencobanya.

6. Sego Tiwul

Makanan Khas Temanggung
miro.medium.com

Meski sego tiwul atau nasi tiwul merupakan makanan khas Wonogiri, namun jika kamu ke Temanggung juga dapat menikmati menu tradisional ini lho! Meskipun tampilannya terlihat sederhana, namun sego tiwul mempunyai rasa yang enak.

Bahan dasar dalam membuat sego tiwul ini menggunakan tepung gaplek yang diberi sedikit air. Proses selanjutnya adalah dengan mengaduknya hingga berbentuk seperti pasir.

Setelah itu, adonan dipanaskan dengan menggunakan dandang kemudian baluri bagian atas menggunakan gula merah.

Di Temanggung, sego tiwul biasanya dijadikan sebagai makanan pokok pengganti nasi. Ini karena kandungan kalori didalamnya yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan nasi.

7. Buntil

Makanan Khas Temanggung
selerasa.com

Sebenarnya buntil dapat dengan mudah dijumpai di berbagai daerah di Jawa Tengah, sebut saja buntil sebagai salah satu makanan khas Banyumas dan Temanggung.

Sama seperti halnya buntil lainnya, buntil khas Temanggung juga menggunakan parutan kelapa yang dicampur dengan ikan teri dan diberi bumbu rempah sehingga menghasilkan cita rasa yang nikmat.

Biasanya buntil dibungkus menggunakan daun pepaya atau daun lompong/talas untuk kemudian direbus bersama santan hingga matang.

8. Ketan Gudig

Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Wonosobo ini terkenal sebagai salah satu daerah yang memiliki kuliner khas dimana namanya terbilang unik, seperti misalnya ketan gudig.

Dalam bahasa Jawa, gudig berarti koreng, ini mirip seperti tampilan totol-totol pada ketan sehingga terlihat seperti penyakit kulit. Meskipun memiliki nama yang terdengar jorok, namun ketan gudig mempunyai rasa yang nikmat.

Ketan gudig terbuat dari tepung beras ketan yang dicampur dengan kacang gelandang sehingga terciptalah motif totol-totol pada ketan.

Karena memiliki rasa gurih dan manis, maka ketan gudig cocok dijadikan sebagai camilan serta dapat juga dijadikan sebagai buah tangan khas Temanggung.

9. Ndas Borok

Makanan Khas Temanggung
foodnesia.net

Tahukah kamu bahwa terdapat kuliner khas Temanggung lainnya yang juga memiliki nama yang terdengar jorok seperti halnya ketan gudig? Kuliner ini diberi nama ndas borok.

Ndas borok memiliki arti kepala yang borokan atau luka. Mendengar namanya saja sudah bikin geleng-geleng kepala bukan? Akan tetapi sama seperti halnya ketan gudig, ndas borok mempunyai rasa yang cukup nikmat.

Kudapan unik ini mempunyai rasa gurih yang berasal dari bahan dasarnya yaitu singkong dan kelapa parut. Bukan hanya gurih, ndas borok juga memiliki rasa manis yang berasal dari penggunaan gula sebagai salah satu bahan untuk membuatnya.

Jika kamu berkunjung ke Temanggung, sempatkan untuk mencicipinya ya karena selain memiliki rasa yang nikmat, ndas borok juga memiliki harga yang terjangkau, yaitu sekitar Rp. 10.000 – Rp. 20.000 saja.

10. Jadah

Makanan Khas Temanggung
1.bp.blogspot.com

Berbicara mengenai jajanan pasar memang tidak akan ada habisnya, hampir di tiap daerah di Indonesia pasti memiliki jajanan pasar khasnya masing-masing, seperti halnya Temanggung.

Temanggung memiliki banyak jajanan pasar yang cukup terkenal, sebut saja salah satunya adalah jadah.

Jadah merupakan jajanan tradisional yang terbuat dari ketan. Masyarakat sekitar juga menyebut jadah dengan nama gemblong. Untuk cara membuatnya sendiri terbilang cukup sederhana, yaitu ketan ditumbuk terlebih dahulu untuk kemudian digoreng.

Rasa yang dihasilkan pun menjadi sangat gurih, garing diluar dan empuk sedikit kenyal di bagian dalam. Jajanan pasar ini sangat cocok disajikan bersama kopi atau teh hangat.

11. Entho Cothot

Makanan Khas Temanggung
budaya-indonesia.org

Entho cotot adalah makanan ringan yang berasal dari kabupaten yang mempunyai semboyan Bersenyum ini. Makanan ringan ini berbahan dasar olahan singkong yang digoreng kemudian diberi gula pasir yang dicairkan untuk dijadikan sebagai isian entho cotot.

Perpaduan rasa manis dan gurih menjadikan lidahmu terus bergoyang, ditambah sensasi setelah menggigit akan keluar cairan gula yang membuat kepuasan tersendiri bagi yang menikmatinya.

Di Temanggung, kamu dapat dengan mudah mendapatkannya di pasar-pasar tradisional atau di penjual yang berada di pinggir jalan.

12. Nasi Goreng Tembakau

Makanan Khas Temanggung
www.inibaru.id

Banyak kuliner khas Temanggung yang menyajikan keunikan unik baik dalam hal nama atau pengolahannya. Salah satunya adalah nasi goreng tembakau. Seperti yang diketahui, Temanggung merupakan salah satu daerah di Jawa Tengah yang terkenal sebagai penghasil tembakau.

Dengan melimpahnya tembakau di daerah ini, maka muncullah ide kreatif sehingga banyak masyarakat yang memanfaatkan tembakau untuk dijadikan sebagai bahan tambahan dalam membuat nasi goreng.

Berbeda dengan nasi goreng Magelangan sebagai salah satu makanan khas Magelang, nasi goreng tembakau khas Temanggung menggunakan tembakau sebagai salah satu bahan utamanya.

Nah, salah satu rumah makan di Temanggung yang menyediakan menu nasi goreng tembakau adalah “Rumah Makan Temanggung Bersenyum” atau disingkat “Tebres”.

Rumah makan ini menyediakan dua menu unik berupa olahan nasi goreng, yaitu nasi goreng tembakau srintil dan nasi goreng tembakau biasa.

Aroma tembakau yang harum dipadukan dengan bumbu racikan rahasia membuat nasi goreng ini memiliki kelezatan yang tiada duanya sehingga wajib untuk dicoba.

Sementara itu, nasi goreng tembakau biasa dihargai dengan harga sekitar Rp. 14.000 per porsi dan untuk nasi goreng tembakau srintil dihargai sekitar Rp. 17.000 per porsinya. Cukup terjangkau bukan?

13. Brongkos Kikil

Makanan Khas Temanggung
wikimedia.org

Brongkos kikil adalah kuliner khas Temanggung terakhir yang wajib kamu coba dimana bahan dasarnya menggunakan kikil sapi atau kikil kambing. Berbicara tentang rasa, brongkos kikil mempunyai rasa yang sangat kaya, yaitu perpaduan antara rasa pedas, gurih, dan manis.

Menggunakan bumbu rempah-rempah dan kluwak serta diberi tambahan tahu putih menjadikan rasanya semakin nikmat, maka jika kamu berkunjung ke Temanggung, jangan lupa ya untuk mencicipinya.

Itulah 13 makanan khas Temanggung yang memiliki cita rasa lezat. Selain lezat, beberapa kuliner khas Temanggung juga unik sehingga wajib untuk dicoba jika kamu berkunjung ke kabupaten yang mempunyai wisata alam Posong yang sangat terkenal ini.

Makanan Khas Purworejo

Makanan Khas Purworejo

Makanan Khas Purworejo – Purworejo adalah salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten ini merupakan kabupaten yang berbatasan langsung dengan Provinsi DIY.

Seperti halnya makanan khas Jawa Tengah yang berasal dari daerah lain, Purworejo juga memiliki berbagai kuliner khas yang rasanya sangat lezat sehingga sangat disayangkan jika kamu berkunjung ke Purworejo namun tidak mencicipi beberapa kuliner khasnya.

Beberapa makanan khasnya ini ternyata juga menjadi favoritnya para pelancong lho baik yang berkunjung atau sekedar singgah ke kabupaten yang dilintasi oleh jalur selatan Pulau Jawa ini.

13 Makanan Khas Purworejo yang Terkenal Enak dan Bikin Nagih

Berbeda dengan daerah lainnya di Indonesia, seperti misalnya makanan khas Bengkulu dimana makanan khasnya umumnya lebih banyak dinikmati langsung di tempat asalnya.

Namun jika kamu berkunjung ke Purworejo, maka kebanyakan makanan khasnya termasuk ke dalam kuliner yang diperuntukkan untuk oleh-oleh keluarga di rumah.

Penasaran, kuliner khas Purworejo apa saja yang terkenal enak? Berikut akan kami jelaskan mengenai 13 makanan khas Purworejo terenak dan bikin nagih yang wajib kamu coba.

1. Sate Winong

Makanan Khas Purworejo
qraved-live.s3.amazonaws.com

Sate merupakan salah satu kuliner khas Nusantara yang sangat populer baik di dalam atau di luar negeri. Meskipun sate dapat dengan mudah ditemui di berbagai daerah, namun jika kamu berkunjung ke Purworejo, maka jangan lupa untuk mencoba sate Winong.

Sate Winong merupakan jenis sate kambing yang dapat dengan mudah dijumpai di desa Winong. Berbeda dengan sate yang berasal dari daerah lain dimana biasanya menggunakan kecap buatan pabrik. Kuliner sate khas Purworejo ini menggunakan kecap buatan sendiri.

Kecap ini terbuat dari rebusan gula merah yang dipadukan dengan rempah-rempah dan diberi tambahan cabe rawit yang sudah diuleg serta diberi irisan bawang merah dan daun jeruk nipis.

2. Kupat Tahu

Makanan Khas Purworejo
4.bp.blogspot.com

Meski di Magelang kamu dapat menjumpai kuliner khas berupa kupat tahu, namun tidak ada salahnya jika ke Purworejo kamu juga mencicipi kupat tahu khas kabupaten ini.

Hal ini karena kupat tahu khas Purworejo mempunyai rasa yang berbeda dengan kupat tahu yang berasal dari Magelang atau daerah lain. Perbedaan ini terletak pada bumbu yang digunakan.

Jika umumnya kupat tahu menggunakan bumbu kacang, maka kupat tahu khas Purworejo menggunakan bumbu kecap atau kuah dimana kuah ini terbuat dari rebusan gula Jawa yang diberi rempah-rempah. Ini sama seperti sate Winong, yaitu memiliki rasa yang sangat istimewa.

3. Cenil

Makanan Khas Purworejo
nusadaily.com

Cenil adalah jajanan pasar khas Purworejo yang terbuat dari pati singkong. Pati singkong ini nantinya dibentuk, diberi warna, direbus hingga kemudian jika telah matang maka cenil akan diberi parutan kelapa.

Meski cenil juga merupakan salah satu makanan khas Kediri, namun jika berkunjung ke Purworejo maka kamu juga dapat menjumpainya di pasar-pasar tradisional.

Kuliner yang tergolong ke dalam jajanan pasar ini memiliki beragam warna yang unik dan biasanya berbentuk bulat kecil-kecil seperti kelereng dan berbentuk kotak atau persegi panjang. Selain diberi taburan parutan kelapa, biasanya juga dijumpai cenil yang diberi taburan gula pasir.

4. Kue Satu

Makanan Khas Purworejo
wikimedia.org

Selanjutnya adalah kue satu. Terdengar unik bukan namanya? Nah asal usul nama Kue Satu ini hingga saat ini belum diketahui pasti. Akan tetapi, masyarakat Purworejo biasanya menyebut kue satu dengan nama kue Kroya. Kue Kroya ini menjadi salah satu hidangan wajib pada hari raya Idul Fitri.

Bahan dasar dalam membuat kue ini berasal dari kacang hijau yang diberi tambahan gula pasir, air, dan diberi sedikit perasa vanila sebagai campurannya. Saat ini kue satu juga dijadikan sebagai oleh-oleh khas Purworejo.

5. Kue Lompong

Makanan Khas Purworejo
1.bp.blogspot.com

Purworejo memang terkenal sebagai kabupaten yang memiliki banyak kuliner khas berupa kue, salah satunya adalah kue lompong. Kue lompong merupakan kue basah yang terbuat dari lompong atau batang daun talas yang telah dilumatkan.

Jenis kue yang satu ini memiliki warna hitam pekat dan memiliki rasa yang cukup legit dan nikmat. Warna hitam ini berasal dari bahan dasarnya yaitu batang lompong.

Adapun bahan lainnya dalam membuat kue lompong ini adalah tepung ketan, tepung merah, dan gula. Sedangkan untuk isiannya sendiri biasanya berisi kacang tanah yang telah ditumbuk.

Sementara itu, kue lompong dibungkus menggunakan daun pisang kering sehingga menghasilkan aroma yang alami.

6. Kue Clorot

Makanan Khas Purworejo
wikimedia.org

Kue  Clorot merupakan kue tradisional khas Purworejo yang terbuat dari tepung beras dan gula merah. Di dalam penyajiannya sendiri, kue Clorot dibungkus menggunakan daun kelapa muda atau janur yang digulung mirip seperti terompet.

Karena menggunakan gula merah, maka kue clorot memiliki rasa yang cukup manis, gurih, dan lezat.

7. Dawet Ireng

Makanan Khas Purworejo
www.tagar.id

Jalur selatan khususnya sepanjang dari kabupaten Banyumas hingga Purworejo memang biasanya di pinggir jalan terdapat banyak penjual dawet. Salah satu dawet yang paling banyak dijajakan di pinggir jalan adalah dawet ireng khas Banjarnegara dan Purworejo.

Nah jika kamu lewat jalur selatan khususnya Purworejo, maka sempatkan berhenti sejenak untuk menikmati dawet yang mempunyai rasa sangat menyegarkan ini.

Sama seperti halnya dawet lainnya, dawet ireng juga menggunakan santan dan gula Jawa. Sedangkan warna hitam pada cendolnya ini berasal dari abu jerami yang telah dibakar.

8. Jenang Krasikan

Makanan Khas Purworejo
api.omiyago.com

Jenang krasikan adalah kuliner khas Purworejo yang biasanya dijadikan pilihan utama sebagai oleh-oleh. Bahan dasar dalam membuat jenang krasikan sendiri menggunakan beras ketan yang dicampur dengan santan dan gula merah.

Berbeda dengan jenang jaket yang merupakan makanan khas Banyumas atau jenang lainnya, jenang krasikan memiliki tekstur lebih kasar jika dibandingkan dengan jenang lainnya.

Ini berasal dari cara pengolahannya yaitu beras ketan yang disangrai sehingga membuat cita rasanya berbeda. Untuk dapat menemukan jenang krasikan ini, kamu cukup mendatanginya di pusat oleh-oleh khas Purworejo.

9. Lanting

Makanan Khas Purworejo
Sumber Gambar: upload.wikimedia.org

Lanting merupakan salah satu kuliner khas Purworejo yang dapat dengan mudah ditemukan dimana-mana. Pada awalnya, lanting dibuat dengan singkong dan dibentuk bulat saja.

Namun saat ini lanting juga dibuat seperti angka delapan. Selain mempunyai beragam bentuk, saat ini lanting juga memiliki beberapa varian yang membuat rasanya semakin nikmat.

Karena menjadi kuliner khas yang dapat bertahan lama, maka lanting juga biasanya dijadikan sebagai oleh-oleh khas Purworejo.

10. Sego Koyor

Makanan Khas Purworejo
dl.kaskus.id

Sego koyor atau dalam bahasa Indonesia disebut nasi koyor, merupakan hidangan khas Purworejo yang banyak digemari oleh masyarakat setempat.

Koyor merupakan urat sapi, namun berbeda dengan gajih (lemak) dan jeroan. Rasa yang dimiliki oleh koyor ini adalah gurih dan kenyal seperti gajih.

Biasanya, sego koyor disajikan ketika masih dalam keadaan panas dan menggunakan daun pisang serta ditemani lauk tempe gimbal (tempe goreng tepung) sebagai pelengkap.

Terdapat keunikan dari makanan lezat ini, yaitu hanya dijajakan di tengah malam saja. Tepatnya mulai pukul 00.30 WIB hingga habis.

11. Sego Megono

Makanan Khas Purworejo
2.bp.blogspot.com

Sebenarnya sego megono juga merupakan makanan khas Wonosobo. Namun jika kamu berkunjung ke Purworejo, maka kamu juga dapat menemukan kuliner khas yang nikmat ini.

Sego megono berisi nasi urap yang dicampur dengan kelapa muda dan beberapa jenis sayuran seperti labu, bayam, kangkung, dan daun singkong.

Jika di Wonosobo sego megono disajikan bersama tempe kemul, sementara itu di Purworejo biasanya disajikan dengan mendoan atau goreng-gorengan lainnya.

12. Geblek

Makanan Khas Purworejo
usaharumahan.id

Geblek sebenarnya merupakan kuliner khas Kulonprogo, Magelang dan Purworejo. Maka jika berkunjung ke Purworejo, sempatkan juga ya untuk mencicipinya.

Makanan khas yang satu ini terbuat dari tepung singkong yang telah diberi bumbu berupa bawang yang digoreng hingga garing.

13. Mendut

Makanan Khas Purworejo
i.ytimg.com

Kuliner terakhir khas Purworejo adalah Mendut. Kue Mendut tergolong ke dalam jajanan pasar sehingga banyak dijajakan pada pagi hari.

Mendut terbuat dari adonan tepung ketan yang diisi dengan gula Jawa dan kelapa parut. Pada umumnya, Mendut dibungkus menggunakan daun pisang dan dibentuk segitiga piramida.

Tekstur kue Mendut ini lembut, kenyal dan rasanya manis sehingga dapat dinikmati oleh semua kalangan baik anak-anak hingga dewasa.

Nah, demikianlah 13 makanan khas Purworejo terenak dan bikin nagih. Jika kamu berkunjung atau sekedar lewat Purworejo, jangan lupa ya untuk mencicipinya karena selain memiliki rasa yang nikmat, makanan khas tersebut diatas juga memiliki harga yang cukup terjangkau.

Makanan Khas Magelang

Makanan Khas Magelang

Makanan Khas Magelang – Magelang merupakan salah satu kabupaten/kota di Jawa Tengah yang cukup terkenal sebagai salah satu daerah dengan tradisi budaya daerah, kesenian dan objek wisatanya yang sangat beragam.

Selain itu, Magelang ternyata juga terkenal di kalangan para food traveler sebagai salah satu daerah yang memiliki berbagai macam kuliner lezat yang wajib dicoba ketika berkunjung ke daerah tersebut.

Di kota ini, Anda juga dapat dengan mudah menjumpai berbagai macam makanan khas yang bercita rasa lezat baik di sudut-sudut kota atau bahkan di pelosok desa sekalipun.

13. Makanan Khas Magelang yang Terkenal Enak

Mungkin bagi masyarakat Magelang sendiri sudah mengetahui makanan khas apa saja yang terkenal enak. Namun lain cerita bagi Anda yang bukan asli Magelang melainkan sebagai warga luar kota.

Nah bagi Anda yang akan berkunjung atau berwisata ke Magelang namun belum mengetahui kuliner apa saja yang biasanya diburu oleh wisatawan karena memiliki rasa yang enak?

Dibawah ini adalah akan kami jelaskan mengenai 13 makanan khas Magelang yang terkenal enak dan rekomendasi para pecinta kuliner.

1. Mangut Lele

Makanan Khas Magelang
www.masakapahariini.com

Kuliner pertama yang wajib dicoba jika Anda berkunjung ke Magelang adalah mangut lele. Sebenarnya mangut lele juga dapat dijumpai di Yogyakarta. Hal ini karena dua kota tersebut secara wilayah berdampingan sehingga bukan hal yang aneh jika terdapat beberapa makanan khas yang sama.

Di Magelang, Anda dapat menemukan olahan mangut lele di dusun Tangklingan, kelurahan Pabean, Mungkid Magelang. Mangut lele ini mempunyai rasa yang gurih, pedas dan manis yang berpadu dengan kuah santan berwarna kuning kemerahan.

Sementara itu, dalam membuat mangut lele, maka dibutuhkan beberapa bumbu rempah-rempah. Beberapa bumbu rempah yang digunakan untuk membuat mangut lele adalah cabai merah, cabai hijau, bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, kencur, daun serai, daun salam, lengkuas, santan kelapa dan jeruk purut.

2. Mangut Beong

Makanan Khas Magelang
2.bp.blogspot.com

Sebagai salah satu makanan khas Jawa Tengah yang terkenal lezat, mangut beong juga merupakan kuliner khas Magelang yang juga wajib dicoba jika Anda berkunjung ke daerah yang terkenal akan candi Borobudur nya ini.

Mangut beong merupakan makanan khas yang mirip seperti gulai dengan kuah kaldu encer dan memiliki cita rasa pedas. Dalam membuat mangut beong sendiri menggunakan bahan baku ikan beong yang merupakan ikan air tawar bersungut mirip seperti ikan lele.

Adapun bagian kepala ikan beong merupakan bagian utama yang biasanya digunakan untuk membuat kuliner khas ini. Awalnya, ikan beong digoreng hingga kemudian dicampur bersama kuah pedas hingga bumbunya meresap.

3. Sego Godog

Makanan Khas Magelang
blue.kumparan.com

Sego godog jika dalam bahasa Indonesia berarti nasi rebus. Namun dalam merebus nasi ini tidak sembarangan asal rebus, melainkan dalam merebusnya, nasi rebus diberi bumbu seperti lada, bawang putih, mie dan beberapa jenis sayuran sebagai pelengkap.

Jika Anda berkunjung ke Magelang, maka sego godog dapat ditemukan di sekitar Noyoditan, Banjarnegoro, Magelang.

4. Sego Megono

Makanan Khas Magelang
2.bp.blogspot.com

Sebenarnya, sego megono merupakan makanan khas Wonosobo. Karena dua kabupaten ini bersebelahan sehingga kuliner yang satu ini juga dapat ditemukan di Magelang.

Sego megono sendiri merupakan makanan khas berupa nasi yang disajikan/dicampur bersama megono atau kluban. Di Magelang, megono adalah sayuran yang dikukus dan diberi bumbu seperti kencur, cabai, dan perasan jeruk purut.

Selain itu, megono juga biasanya diberi taburan ikan teri goreng atau bakar. Untuk jenis sayuran dalam membuat sego megono sendiri terbilang cukup beragam, seperti misalnya daun pepaya, nangka muda, daun singkong, daun kacang panjang, bayam, kecambah dan rebung.

5. Kupat Tahu

Makanan Khas Magelang
3.bp.blogspot.com

Sebenarnya kupat tahu dapat dijumpai di berbagai daerah di Indonesia, namun kupat tahu khas Magelang memiliki perbedaan dengan kupat tahu yang berasal dari daerah lain.

Perbedaan ini terletak pada bumbu dan bahan pelengkapnya. Biasanya kupat tahu khas Magelang berisi isian kol, tauge, mie, bakwan, dan bahan utama yang berupa tahu putih.

Sedangkan untuk bumbunya sendiri menggunakan bumbu sambal kacang dan diberi pelengkap kerupuk dan irisan mentimun ketika akan disajikan.

6. Slondok

Makanan Khas Magelang
api.omiyago.com

Slondok menjadi camilan khas Magelang yang juga dapat dijadikan sebagai oleh-oleh. Camilan khas ini merupakan makanan ringan berbentuk kerupuk yang terbuat dari singkong.

Kerupuk slondok biasanya diolah dalam berbagai varian rasa, seperti slondok balado, slondok keju dan beberapa varian rasa lainnya.

7. Buntil Daun Talas

Makanan Khas Magelang
www.inibaru.id

Buntil merupakan salah satu makanan khas yang cukup terkenal di daerah Jawa Tengah. Umumnya terdapat dua olahan buntil yang terkenal, yaitu buntil daun pepaya dan buntil daun talas.

Kota Magelang terkenal sebagai salah satu daerah yang mempunyai olahan buntil daun talas dengan cita rasa yang sangat nikmat.

Dalam pembuatannya sendiri, mula-mula dengan memilih daun talas yang masih muda. Sementara untuk isiannya sendiri berupa parutan kelapa, biji petai dan udang asin.

Untuk membuat makanan khas yang satu ini terbilang cukup mudah karena hanya memerlukan peralatan dapur yang sederhana. Buntil daun talas biasanya disajikan bersama kuah santan yang berisi cabai dan beberapa jenis rempah-rempah sehingga menciptakan warna kuah yang kemerahan.

8. Grubi

Makanan Khas Magelang
cdn.idntimes.com

Grubi adalah camilan khas Magelang yang terbuat dari ubi jalar serta biasanya dibentuk seperti bola-bola yang digoreng dan diberi bumbu menggunakan gula merah atau gula aren.

Karena diolah menggunakan ubi jalar dan gula merah, maka grubi memiliki cita rasa yang renyah dan manis. Camilan yang diberi nama grubi ini juga menjadi rekomendasi sebagai oleh-oleh jika Anda berkunjung ke Magelang.

9. Getuk Cotot

Makanan Khas Magelang
food.grab.com

Getuk adalah makanan ringan yang terbuat dari singkong rebus yang digoreng. Makanan khas ini sangat baik dikonsumsi bagi penderita asam lambung, karena singkong dipercaya mampu membantu pencernaan sehingga akan terasa nyaman di lambung.

Namun kuliner khas Magelang yang diberi nama getuk cotot ini berbeda dengan getuk goreng Sokaraja sebagai makanan khas Banyumas.

Hal ini karena getuk cotot terbuat dari singkong dan gula pasir. Sedangkan getuk goreng khas Purwokerto menggunakan gula merah atau gula aren yang diberi sedikit parutan kelapa.

10. Nasi Lesah

Makanan Khas Magelang
3.bp.blogspot.com

Nasi lesah menjadi kuliner khas Magelang yang sudah sangat langka, hal ini diperkuat oleh banyaknya warga Magelang yang merasa asing dengan kuliner khas ini.

Biasanya nasi lesah disajikan di atas piring dengan isian bihun, suwiran ayam, kecambah, irisan kubis, seledri, tahu bacem, bawang goreng, telur dan di siram menggunakan kuah kuning.

Kuah kuning ini terbuat dari rempah pilihan yang dicampur dengan santan. Aroma yang dikeluarkan oleh makanan khas ini terasa sangat sedap dan menyegarkan yang berasal dari bumbu-bumbu tersebut.

11. Geblek

Makanan Khas Magelang
pbs.twimg.com

Makanan khas yang diberi nama geblek ini juga terkenal sebagai salah satu makanan khas Purworejo dan Kulonprogo. Bahan untuk membuat geblek ini menggunakan tepung khusus agar adonannya tidak putus.

Sekilas geblek mirip seperti cireng, bedanya terletak pada rasanya yang lebih gurih dan tidak mengembang. Untuk bahan utamanya sendiri menggunakan pati singkong, gula, kelapa parut dan garam.

Apabila Anda berkunjung ke Magelang dan ingin mencoba kuliner unik ini, maka Anda dapat membelinya di angkringan atau di pasar-pasar tradisional. Biasanya geblek dijual selagi masih dalam keadaan hangat sehingga tidak cocok jika dijadikan sebagai oleh-oleh.

Baca Juga : Makanan Khas NTT

12. Tape Ketan Muntilan

Makanan Khas Magelang
i2.wp.com

Terdapat olahan tape khas Magelang yang cukup terkenal, yaitu tape ketan Muntilan. Biasanya tape ketan Muntilan dijual mulai dari Rp. 20.000 per 250 gram.

Tape ketan Muntilan umumnya dikemas dengan daun pisang dan plastik, sehingga lebih praktis jika ingin dijadikan sebagai buah tangan untuk keluarga dirumah.

13. Nasi Goreng Magelangan

Makanan Khas Magelang
i1.wp.com

Kuliner khas Magelang terakhir yang wajib dicoba jika berkunjung ke Magelang adalah nasi goreng magelangan. Nasi goreng magelangan disajikan bersama menu yang tidak biasa, yaitu mie basah dan balungan ayam.

Soal rasa, nasi goreng magelangan memiliki cita rasa sangat gurih karena dicampur dengan kuah kaldu ayam. Selain itu, keunikan lainnya dari nasi goreng ini adalah cara memasaknya yang menggunakan tungku arang sehingga menciptakan rasa yang sangat khas.

Demikian 13 makanan khas Magelang yang terkenal dan memiliki rasa yang nikmat. Semoga dapat menjadi referensi bagi Anda yang dalam waktu dekat ini akan berkunjung ke Magelang Jawa Tengah.

Makanan Khas Banyumas

Makanan Khas Banyumas

Makanan Khas Banyumas – Indonesia terkenal sebagai negara yang kaya akan wisata alam, budaya dan juga wisata kuliner yang berbeda-beda antara daerah satu dengan daerah yang lainnya.

Nah salah satu daerah di Indonesia yang terkenal karena memiliki berbagai kuliner khas bercitarasa nikmat dan banyak diburu oleh para wisatawan adalah kabupaten Banyumas Jawa Tengah.

Salah satu kuliner favorit dari kabupaten yang beribukota di kota Purwokerto ini adalah mendoan. Selain mendoan, ternyata masih banyak lagi kuliner khas Banyumas ini lho.

Baca Juga : Makanan Khas Wonogiri

17 Makanan Khas Banyumas Paling Nikmat dan Cocok Dijadikan Sebagai Oleh-Oleh

Kabupaten Banyumas atau kota Purwokerto sendiri memiliki beberapa julukan seperti kota Satria, kota Pendidikan, kota transit dan beberapa julukan lainnya.

Berbicara tentang kota transit maka pasti memiliki sejumlah olahan makanan khas yang sangat menggugah selera dan cocok dijadikan sebagai oleh-oleh. Dibawah ini adalah 17 makanan khas Banyumas paling nikmat yang wajib dicoba dan cocok dijadikan sebagai oleh-oleh.

1. Mendoan

Makanan Khas Banyumas
Sumber Gambar: 3.bp.blogspot.com

Kuliner khas yang pertama dan paling terkenal dimana-mana adalah mendoan khas Banyumas. Saking terkenalnya makanan khas yang satu ini, maka kita dapat dengan mudah menjumpainya baik di kota besar atau bahkan didaerah pelosok sekalipun.

Makanan yang tergolong kedalam jenis gorengan ini merupakan jajanan tradisional yang dapat dibuat sendiri dirumah. Hal ini karena dalam cara membuat mendoan terbilang cukup mudah serta bahan yang digunakan pun bisa dengan mudah didapatkan.

Untuk membuat mendoan, kita cukup menyiapkan bahan-bahan seperti tempe, tepung terigu, daun bawang serta beberapa bumbu rempah-rempah.

Caranya adalah cukup baluri tempe yang telah diiris tipis dengan adonan tepung terigu beserta bumbunya. Selanjutnya goreng hingga setengah matang atau teksturnya lembek. Mendoan sangat cocok dimakan dengan tambahan saus kecap atau sekedar dimakan dengan cabe rawit.

2. Getuk Goreng Sokaraja

Makanan Khas Banyumas
Sumber Gambar: www.inibaru.id

Selain Mendoan, getuk goreng Sokaraja juga merupakan salah satu kuliner khas Banyumas yang juga sudah terkenal dimana-mana. Cara pembuatan getuk goreng Sokaraja berbeda dengan getuk goreng yang berasal dari daerah lain.

Hal ini karena dalam cara membuatnya dibutuhkan dua kali proses. Adapun cara pertama adalah dengan melakukan pengukusan singkong terlebih dahulu. Jika singkong telah matang, maka singkong tersebut kemudian dilumatkan bersamaan dengan gula merah serta dicampur dengan tepung terigu dan juga tepung beras.

Setelah semua bahan dicampurkan, hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah membuat adonan menjadi berbentuk kotak-kotak kecil. Jika telah dibentuk kotak-kotak kecil, maka adonan getuk dapat digoreng hingga berubah warna dan beraroma harum.

Citarasa getuk goreng Sokaraja ini memiliki perpaduan antara rasa manis dan juga gurih sehingga menjadikannya sangat nikmat bila dikonsumsi baik dalam keadaan hangat atau dingin.

Kuliner ini juga sangat cocok dijadikan sebagai oleh-oleh khas kota Purwokerto, sehingga jika kita berkunjung ke Purwokerto, maka jangan lupa untuk menjadikan getuk goreng Sokaraja sebagai oleh-oleh keluarga dirumah ya!

3. Soto Sokaraja

Makanan Khas Banyumas
Sumber Gambar: sgp1.digitaloceanspaces.com

Sokaraja merupakan salah satu kecamatan yang terdapat di kabupaten Banyumas. Selain getuk goreng, ternyata kecamatan ini juga memiliki makanan khas lain yang juga cukup terkenal yaitu Soto Sokaraja.

Soto Sokaraja memiliki ciri khas yang berbeda dengan soto yang berasal dari daerah lain. Perbedaannya terletak pada cara penyajiannya yang menggunakan ketupat dan juga sambal kacang.

Baca Juga : Makanan Khas Wonosobo

4. Cimplung

Makanan Khas Banyumas
Sumber Gambar: andumcrita.files.wordpress.com

Cimplung merupakan kuliner khas Banyumas yang berasal dari kata cemplung yang berarti masuk kedalam air. Namun air yang dimaksud adalah bukan air biasa, melainkan air nira dalam pembuatan gula Jawa.

Kuliner Cimplung yang asli pun hanya dapat dilakukan oleh mereka yang berprofesi sebagai pembuat gula Jawa. Dalam proses pembuatannya sendiri terbilang mudah yaitu cukup dengan merebus singkong atau umbi-umbian lainnya kedalam rebusan air nira kelapa/badeg.

Karena memiliki rasa yang khas dan sangat nikmat, maka jika berkunjung Banyumas sebaiknya mencoba makanan khas ini.

5. Tegean

Makanan Khas Banyumas
Sumber Gambar: www.netsaartvillage.com

Kuliner khas kota Satria ini sangat cocok bila dikonsumsi pada siang hari. Bagi masyarakat Banyumas sendiri tentu sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Tegean.

Tegean merupakan sayuran bening khas Banyumas yang berisi berbagai jenis sayuran seperti bayam, sawi, wortel, jagung, kentang, daun bawang, seledri dan beberapa jenis sayuran lainnya.

Sayuran-sayuran ini dimasak menggunakan bumbu khusus dengan taburan bawang goreng sehingga menjadikan citarasanya semakin lezat. Nah agar rasanya semakin nikmat, maka kita dapat menambahkan irisan daging sapi atau ayam sehingga aromanya semakin menggugah selera.

6. Kraca

Makanan Khas Banyumas
Sumber Gambar: i2.wp.com

Makanan khas ini sangat mudah dijumpai pada bulan Ramadhan. Maka jika kita berkunjung ke Purwokerto terlebih lagi ketika bulan puasa, cobalah untuk mencicipi makanan khas yang disebut Kraca.

Kraca merupakan kuliner khas yang berbahan dasar keong kecil. Keong ini dapat dengan mudah didapatkan di sawah atau kolam ikan. Cara memasak Kraca ini menggunakan bumbu khas Banyumas seperti bawang, pala, merica, garam dan beberapa bumbu lainnya yang menjadikan citarasanya sangat lezat.

7. Buntil

Makanan Khas Banyumas
Sumber Gambar: www.inibaru.id

Buntil adalah salah satu kudapan khas Banyumas yang terbuat dari daun talas, daun singkong atau daun pepaya. Dalam membuat kudapan yang satu ini memerlukan kehati-hatian yang ekstra karena daun talas dapat mengakibatkan rasa gatal jika dikonsumsi.

Bahan untuk membuat Buntil adalah parutan kelapa muda yang telah diberi bumbu kemudian digulung lalu diikat menggunakan tali yang terbuat dari bambu.

Agar makin sempurna, maka dapat menambahkan teri, cabe, bawang, udang rebon dan sejumlah bumbu lainnya kedalam ampas kelapa muda. Setelah semua bumbu disatukan, selanjutnya adalah memasak dengan cara dikukus hingga matang.

Sedangkan untuk penyajiannya sendiri dapat disiram dengan kuah santan bumbu pedas dengan cabe rawit yang masih utuh.

8. Kluban

Makanan Khas Banyumas
Sumber Gambar: live.staticflickr.com

Selain Buntil, Kluban juga merupakan kuliner khas Banyumas yang berisi sayuran yang telah diberi tambahan parutan kelapa yang sudah dibumbui dan juga diberi sambal. Kluban memiliki tampilan seperti urap. Hal yang membedakannya adalah urap memiliki parutan kelapa yang dimasak terlebih dahulu, sedangkan Kluban tidak.

9. Combro atau Ondol

Makanan Khas Banyumas
Sumber Gambar: truffle-assets.imgix.net

Combro merupakan kuliner khas Banyumas yang berbahan dasar singkong yang telah diparut kemudian diperas hingga kandungan airnya berkurang. Setelah itu beri adonan singkong dengan bumbu khusus.

Setelah bumbu/adonan siap, maka selanjutnya adalah membuat bulatan-bulatan seperti bakso kemudian goreng menggunakan minyak panas. Ondol memiliki rasa yang sangat gurih dan nikmat. Salah satu daerah di Banyumas yang terkenal akan Ondolnya yang sangat nikmat adalah desa Panusupan dusun Sabrang Kidul kecamatan Cilongok.

10. Cenil

Makanan Khas Banyumas
Sumber Gambar: 2.bp.blogspot.com

Cenil merupakan jajanan pasar khas Banyumas yang terbuat dari singkong dan tepung kanji yang diberi taburan parutan kelapa dan juga gula pasir. Umumnya Cenil dibuat dengan menambahkan campuran pewarna makanan agar tampilannya warna-warni sehingga terlihat lebih menarik.

11. Kripik Tempe

Makanan Khas Banyumas
Sumber Gambar: i.pinimg.com

Kuliner khas yang satu ini sangat terkenal dan cocok dijadikan sebagai oleh-oleh khas Purwokerto. Meski terlihat sama seperti Kripik yang lainnya, namun sebenarnya keripik tempe khas Purwokerto cukup spesial jika dibandingkan dengan Kripik yang berasal dari daerah lain.

Hal ini karena ia memiliki citarasa yang sangat gurih dan nikmat baik dimakan langsung atau dijadikan sebagai teman memakan nasi. Saat ini, Kripik tempe khas Purwokerto sudah dijual dimana-mana sehingga mudah untuk mendapatkannya.

12. Jenang Jaket

Makanan Khas Banyumas
Sumber Gambar: pbs.twimg.com

Jenang Jaket merupakan jajanan khas Purwokerto yang hampir selalu ada dalam acara pernikahan. Di Purwokerto sendiri terdapat satu tempat yang terkenal sebagai daerah penghasil Jenang Jaket, yaitu daerah Mersi. Citarasa Jenang Jaket ini memiliki perpaduan antara rasa manis yang berasal dari gula Jawa, santan kelapa dan beras ketan.

Selain memiliki rasa yang nikmat, Jenang Jaket juga memiliki kekhasan tersendiri dimana dalam pengemasannya biasanya Jenang Jaket diiris kecil-kecil kemudian dibungkus menggunakan plastik atau kertas sehingga dapat dimakan sekali suap.

13. Jalabia

Makanan Khas Banyumas
Sumber Gambar: pbs.twimg

Makanan khas Purwokerto lainnya yang terbuat dari singkong adalah Jalabia. Kuliner khas ini berbentuk seperti donat serta dibuat dengan cara digoreng.

Meskipun tidak ada citarasa yang menonjol, namun kuliner khas ini dapat menjadi teman yang pas untuk bersantai pada pagi atau sore hari dengan teh atau kopi hangat.

14. Intil

Makanan Khas Banyumas
Sumber Gambar: i.ytimg.com

Intil merupakan makanan khas yang terbuat dari ketela pohon. Adapun dalam cara membuatnya terbilang cukup mudah, yaitu singkong diparut halus kemudian dilanjutkan dengan proses pemerasan.

Nah hasil dari parutan singkong ini kemudian dicampur dengan gula Jawa dan beberapa bumbu lainnya sehingga membuat makanan khas yang bernama Intil ini memiliki citarasa yang nikmat.

15. Lanting

Makanan Khas Banyumas
Sumber Gambar: upload.wikimedia.org

Lanting menjadi makanan khas Purwokerto selanjutnya yang sangat cocok dijadikan sebagai oleh-oleh. Sama halnya dengan Kripik tempe, Lanting juga sudah banyak dijual di kota-kota besar di Indonesia.

Ciri khas makanan yang satu ini berbentuk seperti angka delapan atau lingkaran-lingkaran kecil. Serupa seperti Intil, Lanting juga terbuat dari singkong dimana rasa dominan pada Lanting ini adalah asin dan gurih. Karena begitu banyak peminatnya, saat ini sudah banyak varian rasa seperti rasa keju, balado dan pedas.

16. Dage

Makanan Khas Banyumas
Sumber Gambar: www.infomakan.com

Dage merupakan varian tempe yang diberi tambahan ampas kelapa untuk selanjutnya digumpalkan dan juga dijamurkan. Selain dapat digoreng seperti mendoan, dage juga dapat dijadikan sebagai oseng dengan campuran kecambah dan cabe merah atau hijau.

17. Nopia atau Mino

Makanan Khas Banyumas
Sumber Gambar: i2.wp.com

Nopia atau Mino menjadi kuliner khas Banyumas terakhir yang berbentuk lonjong seperti telur ayam. Ciri dari makanan khas ini berwarna putih pada bagian luar serta didalamnya memiliki isian gula merah, coklat, durian dan juga pandan.

Selain beberapa varian rasa tersebut, saat ini juga ada lho Nopia dengan citarasa bawang merah sehingga membuatnya menjadi makanan khas yang dapat dipilih menjadi oleh-oleh. Sekedar informasi, baik itu Nopia atau Mino merupakan makanan khas yang sejenis, bedanya hanya terletak pada ukurannya saja.

Demikianlah 17 makanan khas Banyumas paling nikmat dan cocok dijadikan sebagai oleh-oleh khas kota Satria. Meskipun sebagian besar kuliner khas Banyumas ini berbahan dasar singkong, namun soal rasa tidak diragukan lagi! Sebenarnya masih banyak kuliner nikmat khas Banyumas ini, maka dari itu, mari kita berkunjung ke Purwokerto ya agar dapat menikmati kuliner lezat yang lainnya.

Makanan Khas Wonogiri

Makanan Khas Wonogiri

Makanan Khas Wonogiri – Wonogiri merupakan salah satu kabupaten yang terletak di provinsi Jawa Tengah yang cukup terkenal akan destinasi wisata alamnya yang sangat indah.

Namun bukan hanya wisata alamnya saja yang menjadikan daerah ini terkenal, Wonogiri juga memiliki berbagai makanan khas yang cukup menggugah selera.

Nah, jika Anda berkunjung atau sekedar melintas di kabupaten Wonogiri, maka sebaiknya Anda mencoba makanan khas kabupaten yang berbatasan langsung dengan provinsi Jawa Timur ini.

Baca Juga : Makanan Khas Wonosobo

13 Makanan Khas Wonogiri yang Terkenal Enak dan Wajib Anda Coba

Sebenarnya terdapat banyak sekali kuliner khas Wonogiri yang memiliki citarasa yang cukup lezat. Namun dibawah ini akan kami rangkum menjadi 13 makanan khas Wonogiri paling terkenal dan paling banyak diburu oleh para food traveler. Penasaran kuliner khas Wonogiri apa saja yang dimaksud? Berikut penjelasan selengkapnya.

1. Cabuk Wijen

Makanan Khas Wonogiri
Sumber Gambar: dhesiana.files.wordpress.com

Kuliner khas Wonogiri yang pertama adalah Cabuk Wijen. Makanan khas ini berbahan dasar ampas dari sisa-sisa pembuatan minyak wijen. Ampas ini kemudian dicampur dengan merang padi yang telah dibakar sehingga membentuk pasta yang berwarna hitam.

Dalam membuat Cabuk Wijen ini, ampas tersebut selanjutnya diberi tambahan campuran gula merah, garam, daun kemangi, cabe rawit, dan bawang putih serta dibungkus menggunakan daun pisang untuk selanjutnya dipanggang diatas bara api.

Cabuk Wijen khas Wonogiri memiliki rasa yang pedas dan sedikit getir sehingga sangat cocok bila dinikmati dengan nasi putih. Kuliner khas ini dapat dijumpai di pasar kota Wonogiri. Harganya pun terbilang cukup terjangkau, yaitu sekitar 2 sampai 5 ribu per bungkusnya tergantung dari ukuran Cabuk Wijen itu sendiri.

2. Nasi Tiwul

Makanan Khas Wonogiri
Sumber Gambar: 1.bp.blogspot.com

Nasi Tiwul merupakan salah satu kuliner khas Wonogiri yang tergolong kedalam makanan khas Jawa Tengah yang  cukup terkenal di Indonesia. Makanan khas yang satu ini terbuat dari singkong yang sudah dikeringkan atau orang Jawa menyebutnya gaplek.

Untuk membuat Nasi Tiwul, gaplek sebelumnya harus di tumbuk hingga halus kemudian menambahkan gula merah untuk dijadikan sebagai pemanis.

3. Wader Goreng

Makanan Khas Wonogiri
Sumber Gambar: 2.bp.blogspot.com

Kuliner khas Baturetno Wonogiri ini berbahan dasar ikan Wader. Wader merupakan salah satu jenis ikan air tawar berukuran kecil yang banyak ditemukan disekitar Waduk Gajah Mungkur.

Dalam pembuatan kuliner ikan Wader Goreng terbilang cukup mudah, yaitu hanya perlu menggorengnya hingga kering. Selain dapat dijadikan sebagai makanan ringan, Wader Goreng juga cocok dijadikan sebagai buah tangan jika berkunjung ke Wonogiri.

4. Pindang Kambing

Makanan Khas Wonogiri
Sumber Gambar: kuliner.ilmci.com

Jika mendengar kata pindang pasti yang terlintas di benak Anda adalah sejenis makanan berkuah dengan bahan dasar ikan. Ya kan? Namun lain cerita jika Anda berkunjung ke Wonogiri. Disini Anda dapat menjumpai pindang yang berbahan dasar kambing.

Makanan khas ini terbuat dari adonan tepung gaplek, kikil kambing dan juga jeroan. Selanjutnya adonan tersebut dibungkus menggunakan daun jati. Alasan dibungkus menggunakan daun jati adalah karena daun jati dipercaya dapat mempertahankan citarasa.

Pindang Kambing mempunyai rasa yang manis dan juga gurih. Adapun bumbu yang digunakan untuk membuat Pindang Kambing ini sama seperti halnya membuat pindang pada umumnya, yaitu ketumbar, bawang putih, lengkuas, gula merah, garam, sereh dan jeruk.

5. Kacang Mede

Makanan Khas Wonogiri
Sumber Gambar: kacangmete.com

 

Tahun 2012 kabupaten Wonogiri memiliki lahan jambu mede dengan luas sekitar 20.000 ha yang menjadikannya sebagai lahan jambu mede terbesar dan terluas di Jawa Tengah. Dengan lahan yang luas ini, Wonogiri mampu memproduksi kacang mede hingga 3,456 ton.

Maka bukan hal yang berlebihan jika kabupaten Wonogiri terkenal sebagai salah satu daerah dengan komoditi kacang mede terbesar. Sehingga jika Anda berkunjung ke Wonogiri, maka salah satu kuliner khas yang wajib dicoba dan dapat dijadikan sebagai oleh-oleh adalah kacang mede.

Kacang mede sendiri merupakan kacang yang yang berasal dari biji jambu monyet yang sebelumnya sudah dikeringkan dan kemudian diolah menjadi kacang mede seperti yang dijual pada umumnya.

6. Jangan Lombok Ijo

Makanan Khas Wonogiri
Sumber Gambar: blue.kumparan.com

Bagi Anda yang menyukai kuliner pedas, maka wajib mencoba kuliner khas Wonogiri yang bernama Jangan Lombok Ijo. Dalam bahasa Indonesia, “Jangan” artinya adalah sayur, sedangkan “Lombok Ijo” artinya cabe hijau. Jadi Jangan Lombok Ijo berarti sayur cabe hijau.

Hampir seluruh masyarakat Wonogiri sudah mengenal kuliner khas yang satu ini. Kuliner Jangan Lombok Ijo terbuat dari kuah santan yang dicampur dengan potongan cabe hijau, kemudian campuran kuah dan cabe tersebut ditambah dengan tahu dan tempe sebagai pelengkap.

Saking melekatnya dengan masyarakat Wonogiri, bahkan makanan yang satu ini dijadikan sebagai makanan sehari-hari serta merupakan makanan favorit yang selalu ada di setiap acara hajatan baik khitan maupun pesta pernikahan.

7. Geti

Makanan Khas Wonogiri
Sumber Gambar: www.inibaru.id

Berbanding terbalik dengan Jangan Lombok Ijo yang memiliki citarasa pedas, Geti merupakan kuliner tradisional Wonogiri yang memiliki rasa manis, gurih dan alami. Makanan tradisional ini terbuat dari bahan utama jahe, gula merah dan wijen.

Geti sangat digemari oleh para pelancong untuk dijadikan sebagai oleh-oleh khas Wonogiri. Karena berbahan dasar jahe, maka makanan khas ini cocok dijadikan sebagai camilan pada saat udara dingin karena kandungan pada jahe yang dapat menghangatkan badan.

Baca Juga : Makanan Khas Kudus

8. Ayam Panggang Wonogiri

Makanan Khas Wonogiri
Sumber Gambar: www.makanabis.com

Sebenarnya kuliner khas ini dapat dijumpai di berbagai wilayah di Indonesia. Meskipun mudah dijumpai di berbagai wilayah di pelosok negeri, namun kurang sempurna jika berkunjung ke Wonogiri tetapi belum mencoba Ayam Panggang khas Wonogiri.

Ayam Panggang Wonogiri memiliki rasa yang berbeda dengan ayam panggang pada umumnya. Hal ini karena dalam cara pembakarannya berbeda dengan ayam panggang biasa. Adapun cara membakar Ayam Panggang Wonogiri ini yaitu ayam dibakar diatas tungku tanah dan dibakar menggunakan arang kayu bakar asli.

Cara membakar alami inilah yang menjadi ciri khas Ayam Panggang Wonogiri memiliki rasa yang sangat nikmat.

9. Tahu Wonogiri

Makanan Khas Wonogiri
Sumber Gambar: images.solopos.com

Selain ayam panggang, Wonogiri juga memiliki kuliner khas berupa tahu. Tahu khas Wonogiri berbeda dengan tahu yang berasal dari daerah lain. Ini dapat dilihat dari teksturnya yang lebih keras dan kenyal.

Tahu Wonogiri identik dengan ukurannya yang dipotong kecil-kecil sehingga sangat cocok apabila diolah menjadi gorengan, bacem, sayur atau cukup hanya digoreng garing saja.

10. Pecel Mie Pentil

Makanan Khas Wonogiri
Sumber Gambar: yogyakarta.panduanwisata.id

Pecel Mie Pentil merupakan makanan khas berupa pecel yang dalam penyajiannya ditambahkan dengan Mie Pentil sebagai pelengkapnya. Mie pentil adalah mie yang terbuat dari tepung ketela pohon atau tepung tapioka. Tekstur mie pentil ini terasa lebih kenyal dan berukuran lebih besar jika dibandingkan dengan mie pada umumnya.

Untuk isiannya sendiri, Pecel Mie Pentil berisi berbagai jenis sayuran segar seperti bayam, kecambah, lamtoro, daun pepaya, kacang panjang dan wortel yang disajikan secara rapi. Setelah itu, pecel kemudian disiram dengan sambel pecel yang khas.

11. Lentho

Makanan Khas Wonogiri
Sumber Gambar: 4.bp.blogspot.com

Lentho adalah kuliner khas Wonogiri yang terbuat dari bahan dasar singkong dan juga kacang tholo. Meskipun sederhana, namun makanan khas yang satu ini terbilang cukup merakyat karena selain memiliki rasa yang nikmat dan gurih, Lentho juga memiliki harga yang cukup terjangkau yaitu hanya berkisar antara Rp. 1.000-2.000-an per bijinya,

12. Besengek

Makanan Khas Wonogiri
Sumber Gambar: i.ytimg.com

Besengek terkenal sebagai salah satu makanan tradisional Wonogiri sejak lama. Kuliner khas yang satu ini merupakan makanan khas dimana bahan dasar utamanya adalah menggunakan tempe kara.

Makanan khas Besengek biasanya dihidangkan dengan cara dibungkus menggunakan daun jati atau daun pisang untuk menjaga cita rasanya.

Jenis makanan Besengek sangat cocok dinikmati bersama cabe rawit sebagai lalapannya atau dapat juga dijadikan sebagai makanan pendamping Nasi Tiwul.

Jika berkunjung ke Wonogiri, maka Anda akan dapat menjumpai kuliner khas Besengek di pasar Dohlang desa Pandan Slogohimo. Harganya pun terbilang cukup terjangkau, yaitu sekitar Rp. 3.000-an saja per porsinya.

13. Emping Melinjo Khas Wonogiri

Makanan Khas Wonogiri
Sumber Gambar: harusjeli.com

Emping Melinjo merupakan kuliner khas Wonogiri terakhir yang wajib Anda coba ketika berkunjung ke Wonogiri. Umumnya Emping Melinjo dijadikan sebagai makanan pendamping atau camilan.

Selain itu, Emping khas Wonogiri juga sangat cocok dijadikan sebagai oleh-oleh atau buah tangan khas kota Wonogiri.

Adapun untuk mendapatkan Emping Melinjo khas Wonogiri ini terbilang cukup mudah karena banyak dijual di pasar-pasar tradisional yang terdapat di Wonogiri. Untuk harganya pun terbilang cukup terjangkau, yaitu sekitar 20 hingga 30 ribuan saja per kilonya.

Demikianlah 13 makanan khas Wonogiri paling terkenal yang wajib Anda coba ketika berkunjung ke kabupaten yang terkenal akan Waduk Gajah Mungkurnya ini. Semoga bermanfaat.

Makanan Khas Wonosobo

Makanan Khas Wonosobo

Salah satu daerah di Jawa Tengah yang banyak diburu oleh wisatawan akan kulinernya yang lezat adalah makanan khas Wonosobo. Maka kurang lengkap jika berkunjung ke Wonosobo namun belum sempat mencicipi berbagai makanan khas kota yang dijuluki negeri para dewa ini.

Tak dapat dipungkiri, kabupaten Wonosobo merupakan daerah yang terkenal akan tempat wisatanya yang sangat indah, khususnya di kawasan wisata Dieng. Seperti yang diketahui, Dieng merupakan salah satu dataran tinggi yang terdapat di provinsi Jawa Tengah dimana daerah ini memiliki peninggalan budaya yang wajib dilestarikan.

Apalagi pada saat acara tahunan Dieng Culture Festival dimana hampir semua orang berniat ingin mengikuti acara tersebut dari awal hingga akhir karena dalam acara tahunan ini terdapat berbagai pertunjukan budaya yang sangat disesalkan jika kita tidak dapat menghadirinya.

Baca Juga: Makanan Khas Kudus

13 Makanan Khas Wonosobo Terlezat dengan Harga Terjangkau

Wonosobo sendiri merupakan salah satu kabupaten yang memiliki beberapa julukan, diantaranya adalah negeri diatas awan, Wonosobo ASRI, negeri para dewa dan beberapa julukan lainnya.

Hal ini menggambarkan bahwa kabupaten Wonosobo merupakan salah satu kabupaten yang banyak akan tempat wisatanya, baik wisata edukasi, alam dan juga wisata budaya.

Nah jika kita berwisata atau berkunjung ke Wonosobo, maka kita akan dapat dengan mudah menjumpai penjual-penjual yang menjajakan kuliner khas negeri diatas awan ini.

Sebagai referensi, berikut adalah 13 makanan khas kabupaten Wonosobo terlezat dengan harga murah yang wajib kita coba ketika berkunjung ke Wonosobo.

1. Mie Ongklok

Makanan Khas Wonosobo
Sumber Gambar: simalesmandi.files.wordpress.com

Jika berkunjung ke Wonosobo, salah satu kuliner khas yang wajib dicoba adalah mie ongklok. Kuliner khas ini memang sudah terkenal lama menjadi ikon kabupaten Wonosobo dan menjadi salah satu makanan khas Jawa Tengah terlezat.

Diberi nama mie ongklok karena berasal dari alat atau wadah untuk membuat kuliner khas ini. Ongklok merupakan keranjang bambu untuk merebus mie.

Adapun mie ongklok ini berisi mie, kol, kubis dan juga daun kucai yang dicampur menjadi satu dengan kuah kacang kental yang biasa disebut loh. Untuk menyajikan mie ongklok ini biasanya diberi tambahan sate kambing dan juga tempe kemul.

2. Carica

Makanan Khas Wonosobo
Sumber Gambar: i.pinimg.com

Meski berasal dari dataran tinggi Dieng, namun makanan khas ini dapat dengan mudah dijumpai di kota-kota besar. Ya, carica namanya. Makanan khas ini terbuat dari buah carica. Sekilas, carica memiliki bentuk yang mirip seperti buah pepaya namun memiliki ukuran yang lebih kecil.

Biasanya carica diolah menjadi manisan dan dikemas menggunakan wadah berupa cup atau botol dalam berbagai ukuran. Untuk harganya pun terbilang cukup terjangkau, yaitu sekitar Rp. 4.000 per cupnya. Jika kita berkunjung ke Wonosobo, maka pasti akan sangat mudah menjumpainya di sepanjang jalan.

3. Opak Singkong

Makanan Khas Wonosobo
Sumber Gambar: 1.bp.blogspot.com

Opak singkong atau beberapa orang menyebutnya opak kucai, merupakan kuliner khas Wonosobo yang terbuat dari rebusan singkong yang diberi garam dan kucai. Rebusan singkong yang telah diberi bumbu ini kemudian ditumbuk hingga halus kemudian dipipihkan dan selanjutnya dijemur.

Jika telah kering, maka opak singkong siap untuk digoreng hingga matang. Sentra pembuatan opak singkong ini terletak di Kalibeber dan Krakal Wonosobo. Biasanya dijual dalam bentuk masih mentah atau setengah matang.

Seperti halnya keripik lainnya, opak kucai memiliki rasa yang gurih dan asin yang membuatnya sangat cocok dijadikan sebagai camilan.

4. Kacang Dieng

Makanan Khas Wonosobo
Sumber Gambar: s1.bukalapak.com

Kacang Dieng atau warga sekitar menyebutnya kacang babi adalah camilan yang terbuat dari sejenis kacang-kacangan yang hanya dapat dijumpai di dataran tinggi Dieng saja. Camilan ini berbentuk lebar dan lebih besar daripada kacang biasa dan berwarna hitam.

Untuk pembuatannya sendiri dilakukan dengan cara digoreng sembari ditaburi bumbu di atasnya. Kacang babi ini memiliki rasa yang gurih sehingga sangat cocok dijadikan sebagai camilan di perjalanan dan juga cocok dijadikan sebagai oleh-oleh.

Meski disebut kacang babi, namun bahan dasarnya sama sekali bukan berasal dari babi jadi bagi kita yang beragama Islam maka tidak usah khawatir karena camilan ini terjamin kehalalannya,

5. Nasi Megono

Makanan Khas Wonosobo
Sumber Gambar: b.zmtcdn.com

Warga sekitar menyebutnya sego megono, adalah kuliner khas Wonosobo yang terdiri dari nasi, irisan sayuran dan juga ikan teri. Makanan khas ini sering disebut sego reged atau nasi kotor karena tampilan fisiknya yang nampak kotor.

Biasanya para petani di Wonosobo sering menjadikan nasi megono ini sebagai bekal ke ladang. Agar semakin sempurna dalam menyantap nasi megono, maka dapat menambahkan tempe kemul dan teh hangat untuk membantu menghangatkan tubuh di tengah udara Wonosobo yang dingin.

Meski memiliki rasa yang lezat, harga nasi megono ini pun terbilang sangat murah, yaitu sekitar Rp. 2.500-3.000 saja per porsinya.

6. Tempe Kemul

Makanan Khas Wonosobo
Sumber Gambar: dl.kaskus.id

Jika di Purwokerto memiliki kuliner khas berupa tempe mendoan, Wonosobo juga memiliki kuliner khas yang juga berbahan dasar tempe. Ya, inilah tempe kemul khas Wonosobo.

Tempe kemul memiliki tampilan yang sekilas mirip mendoan, bedanya adalah terletak pada lapisan tepungnya yang lebih banyak dan terdapat taburan kucai diatasnya.

Biasanya tempe kemul sering dijadikan sebagai menu pelengkap mie ongklok, sego megono, atau dimakan langsung sebagai camilan bersamaan dengan cabai mentah atau sambal sembari dilengkapi dengan teh atau kopi hangat.

Adapun bahan untuk membuat tempe kemul adalah tempe yang diselimuti dengan tepung gandum, tepung singkong, tepung beras dan diberi daun kucai untuk kemudian digoreng dengan bumbu kunyit hingga renyah. Kita dapat menjumpai tempe kemul ini di warung-warung pinggir jalan Wonosobo.

7. Keripik Jamur

Makanan Khas Wonosobo
Sumber Gambar: i.ytimg.com

Karena memiliki udara yang dingin dan lembab, maka Wonosobo sangat cocok dijadikan sebagai sentra budidaya jamur. Hal ini tentu dimanfaatkan dengan baik oleh warga di dataran tinggi untuk membudidayakan jamur dimana jamur ini nantinya akan diolah menjadi makanan kering dan basah.

Salah satu olahan jamur yang sangat menggugah nafsu makan adalah keripik jamur. Selain memiliki rasa yang gurih dan juga lezat, keripik jamur juga mengandung protein tinggi yang sangat baik untuk tubuh.

Selain itu, olahan jamur juga dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit berkat kandungan 9 asam amino esensialnya yang tinggi.

8. Dendeng Gepuk

Makanan Khas Wonosobo
Sumber Gambar: kuliner861.files.wordpress.com

Kuliner khas Wonosobo selanjutnya yang terkenal akan kelezatannya adalah dendeng gepuk. Dendeng gepuk terbuat dari daging sapi pilihan dengan taburan serundeng ini sangat cocok dinikmati bersamaan dengan sambal bajak dan juga nasi hangat. Makanan ini memiliki rasa yang gurih dan juga manis ketika disantap.

Jika berkunjung ke Wonosobo maka kita dapat menemukan dendeng gepuk ini dalam bentuk kering yang kemudian dibungkus dalam kemasan serta dijual sebagai oleh-oleh khas Wonosobo.

9. Sagon

Makanan Khas Wonosobo
Sumber Gambar:blog.elevenia.co.id

Kuliner khas ini dapat ditemui di pasar induk Wonosobo dan juga diluar wilayah Wonosobo. Makanan khas ini bernama sagon. Sagon terbuat dari parutan kelapa, gula dan juga tepung sagu serta dimasak dengan menggunakan arang atau kayu bakar.

Agar bagian atas sagon matang dengan sempurna, maka biasanya arang juga diletakkan diatas kue sagon. Dalam membakar sagon dengan cara seperti ini tidak hanya bertujuan untuk menghasilkan rasa lezat, namun juga untuk membuat aroma sagon menjadi harum.

10. Geblek

Makanan Khas Wonosobo
Sumber Gambar: www.tuguwisata.com

Geblek merupakan salah satu kuliner khas Wonosobo yang tergolong kedalam goreng-gorengan serta banyak dijual oleh para penjual gorengan di kawasan Wonosobo. Makanan Khas ini terbuat dari campuran tepung pati dan juga daun kucai kemudian digoreng hingga mengembang.

Camilan ini memiliki rasa yang gurih namun sedikit alot. Selain dijual dalam bentuk matang, geblek juga dijual dalam keadaan masih mentah sehingga dapat dijadikan sebagai oleh-oleh untuk keluarga dirumah. Selain memiliki rasa yang enak, geblek juga memiliki harga yang sangat murah sehingga tidak membuat kantong kering.

11. Kue Pepe Wonosobo

Makanan Khas Wonosobo
Sumber Gambar: i.pinimg.com

Kue ini kerap hadir ketika menjelang hari raya, namun kue pepe khas Wonosobo ini juga dapat dijumpai di hari-hari biasa. Tekstur daripada kue pepe ini terasa kenyal dan rasanya manis sehingga memanjakan lidah.

12. Cenil

Makanan Khas Wonosobo
Sumber Gambar: www.agrowindo.com

Cenil merupakan kuliner khas Wonosobo yang dapat ditemui bukan hanya di kawasan Wonosobo saja, namun juga dapat dijumpai di daerah lain di Jawa Tengah. Makanan cenil ini termasuk kedalam kudapan yang merakyat.

Hal ini karena sering dijual oleh pedagang kaki lima dengan harga yang sangat terjangkau. Makanan khas ini memiliki rasa yang cukup lezat karena ditaburi dengan parutan kelapa serta memiliki tampilan warna-warni yang cukup menarik.

Karena Wonosobo memiliki udara yang dingin, maka cenil sangat cocok disantap bersamaan dengan minuman hangat untuk menambah kesempurnaan cita rasanya.

13. Purwaceng

Makanan Khas Wonosobo
Sumber Gambar: www.mongabay.co.id

Purwaceng adalah sejenis tanaman yang banyak ditemui di Wonosobo. Dahulu, tanaman ini dimanfaatkan sebagai tanaman obat untuk berbagai macam penyakit seperti membantu meningkatkan metabolisme tubuh, mengatasi masuk angin, melancarkan buang air kecil, dan lainnya.

Dari sekian banyak manfaat purwaceng ini, namun terdapat satu manfaat paling terkenal dari tanaman herbal ini, yaitu digunakan sebagai Viagra tradisional paling mujarab. Saat ini, purwaceng diolah menjadi teh maupun campuran kopi untuk menambah rasa agar lebih nikmat.

Demikianlah 13 makanan khas Wonosobo terlezat dengan harga murah yang dapat dijadikan sebagai referensi tambahan bagi kita yang akan berkunjung ke negeri diatas awan ini. Semoga bermanfaat.

Makanan Khas Jawa Tengah

Makanan Khas Jawa Tengah

Makanan Khas Jawa Tengah – Selain terkenal akan tradisi budaya Jawa Tengah yang beragam, provinsi ini juga terkenal akan wisata kulinernya yang juga sangat beragam. Anda dapat menjumpai berbagai makanan-makanan khas yang ada di tiap-tiap daerah di provinsi Jawa Tengah ini.

Maka kurang lengkap jika berkunjung ke suatu daerah di Jawa Tengah, Anda tidak mencoba makanan khasnya. Jawa Tengah sendiri terdiri dari berbagai daerah dan di setiap daerahnya mempunyai makanan khasnya masing-masing yang cukup menggugah selera makan.

Penasaran makanan khas apa saja yang berasal dari provinsi yang beribu kota di kota Semarang ini? Berikut penjelasan selengkapnya.

17 Makanan Khas Jawa Tengah Paling Populer dan Menggugah Selera

1. Lumpia

Makanan Khas Jawa Tengah
Sumber Gambar: resepcaramemasak.info

Lumpia merupakan makanan khas Semarang yang memiliki rasa yang cukup lezat. Makanan ini sangat cocok dimakan selagi masih hangat dan ditambah dengan cabai.

Adapun isian dari lumpia Semarang ini umumnya berisi rebung (bambu muda). Namun saat ini terdapat banyak varian isian lumpia, diantaranya lumpia isi daging, udang, telur, dan sayuran.

2. Tempe Mendoan

Makanan Khas Jawa Tengah
Sumber Gambar: 3.bp.blogspot.com

Tempe mendoan merupakan makanan khas yang berasal dari kota Purwokerto Banyumas Jawa Tengah. Sekilas, tempe mendoan hampir sama dengan tempe goreng pada umumnya. Hanya saja yang membedakan tempe mendoan dengan tempe lainnya adalah terletak pada penamaannya.

Mendoan adalah sebuah makanan yang dimasak menggunakan minyak panas yang banyak dan cara memasaknya pun terbilang cukup cepat yang membuat tekstur tempenya terasa lembek dan tidak terlalu matang.

Meskipun demikian, Anda tidak perlu khawatir terkait cita rasa dari tempe mendoan ini. Hal ini karena tempe mendoan memiliki rasa yang sangat lezat dan juga enak. Terlebih lagi jika dimakan ketika masih dalam keadaan hangat.

Makanan khas yang berasal dari Banyumas ini sangat cocok dimakan dengan kopi dan cabai rawit pedas atau istilah di dalam bahasa Jawanya adalah nyigit.

3. Getuk Goreng

Makanan Khas Jawa Tengah
Sumber Gambar: www.inibaru.id

Jika Anda berkunjung ke Jawa Tengah, khususnya wilayah Banyumas dan sekitarnya, pasti akan mendapati penjual-penjual di pinggir jalan yang menjajakan getuk goreng. Berbeda dengan getuk pada umumnya, getuk ini diolah dengan cara digoreng. Ini merupakan alasan kenapa makanan yang satu ini disebut dengan nama getuk goreng.

Getuk goreng  memiliki rasa yang manis dan gurih. Hal ini berasal dari bahan dasar untuk membuat getuk goreng, yaitu menggunakan singkong dan gula merah atau gula Jawa.

Makanan khas yang satu ini cukup banyak diincar oleh para pelancong yang kebetulan singgah sejenak atau melewati daerah Banyumas. Karena disana terdapat getuk goreng yang cukup terkenal memiliki rasa yang sangat lezat, yaitu getuk goreng Sokaraja.

4. Soto Kudus

Makanan Khas Jawa Tengah
Sumber Gambar: i2.wp.com/udfauzi.com

Sesuai dengan namanya, soto Kudus merupakan makanan khas yang berasal dari kota Kudus. Saat ini, ada beberapa jenis atau varian dari soto Kudus ini, yaitu soto Kudus yang menggunakan daging sapi dan soto Kudus dengan daging ayam.

5. Jenang Kudus

Makanan Khas Jawa Tengah
Sumber Gambar: api.omiyago.com

Pada umumnya jenang Kudus dijadikan sebagai buah tangan atau oleh-oleh khas kota Kudus. Mirip seperti dodol Garut. jenang Kudus juga dikemas dalam bentuk memanjang dan dibungkus menggunakan plastik bening.

Jenang Kudus ini memiliki rasa manis dan bertekstur lembut. Bukan hanya di wilayah Indonesia saja, jenang Kudus juga terkenal kelezatannya hingga ke mancanegara lho! Jadi Anda pasti rugi jika berkunjung ke kota Kudus namun tidak mencicipi jenang Kudus ini.

6. Nasi Gandul

Nasi gandul merupakan salah satu makanan yang juga disebut dengan nama nasi uduk. Hal ini karena cara penyajiannya yang sama-sama menggunakan daun pisang. Makanan yang satu ini memiliki cita rasa yang sangat gurih dan enak disantap sebagai hidangan makanan pagi atau sarapan.

Dalam pembuatannya sendiri biasanya ditambahkan dengan sedikit daun pandan sehingga membuat aromanya menjadi lebih kuat dan menggugah selera.

Pada umumnya, nasi gandul disajikan dengan tambahan lauk berupa daging sapi yang sebelumnya sudah diolah sedemikian rupa sehingga memberikan rasa yang lezat dan juga nikmat.

7. Nasi Grombyang

Diberi nama nasi grombyang berasal dari cara penyajiannya dimana kuahnya lebih banyak daripada isinya sehingga membuat nasi didalamnya terlihat grombyang-grombyang atau bergoyang.

Nasi grombyang terbuat dari daging kerbau dimana nasi dijadikan sebagai bahan utamanya sementara daging kerbau dan kuah sebelumnya telah diracik dari berbagai bumbu yang dicampur menjadi satu sehingga memberikan cita rasa yang mantap.

Pada umumnya, nasi ini disajikan mengunakan kuali yang cukup besar dan tempat nasinya ditutupi menggunakan kain merah.

8. Nasi Liwet

Makanan Khas Jawa Tengah
Sumber Gambar: 2.bp.blogspot.com

Nasi liwet merupakan makanan khas yang berasal dari Jawa Tengah yang sangat populer dikalangan wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Pada umumnya, nasi liwet disajikan dengan menggunakan potongan ayam dan terkadang juga ditambahkan dengan labu siyam.

Sebenarnya, cara membuat nasi liwet ini hampir sama dengan membuat nasi uduk pada umumnya, yaitu dengan menggunakan santan. Perbedaannya adalah terletak pada rasanya saja dimana nasi liwet memiliki rasa yang lebih nikmat daripada nasi uduk. Namun hal itu juga tergantung pada selera Anda masing-masing.

9. Rondo Royal

Makanan Khas Jawa Tengah
Sumber Gambar: i.ytimg.com

Rondo royal merupakan kuliner khas Jawa Tengah yang terbuat dari olahan tape singkong dengan adonan tepung. Makanan ini memiliki rasa yang cukup manis dan juga gurih.

10. Tahu Petis

Tahu petis merupakan salah satu olahan makanan yang berbahan dasar tahu yang dicampur dengan saus hitam atau dikenal dengan nama petis. Petis ini umumnya terbuat dari udang yang dimasak secara terus menerus hingga teksturnya berubah menjadi kental. Selain itu, petis juga dapat dibuat dengan bahan dasar rebusan ikan.

11. Enting-Enting Gepuk

Makanan Khas Jawa Tengah
Sumber Gambar: 2.bp.blogspot.com

Makanan khas ini berasal dari Salatiga, bahan dasarnya sendiri terbuat dari kacang tanah yang digepuk atau ditumbuk untuk kemudian dipadatkan. Namun sebelumnya sudah dicampur dengan gula Jawa sehingga semuanya menyatu.

12. Wajik

Wajik terbuat dari beras ketan yang dimasak bersamaan dengan gula Jawa. Makanan ini memiliki rasa yang cukup manis sehingga menjadi ciri khasnya karena menggunakan gula Jawa.

Dahulu wajik hanya memiliki satu warna saja,yaitu warna coklat. Namun sekarang sudah banyak wajik yang berwarna pink, hijau, merah, dan beberapa warna lainnya.

13. Dawet Ireng

Makanan Khas Jawa Tengah
Sumber Gambar: reseponline.info

Seperti namanya, dawet ini berwarna hitam atau ireng (bahasa Jawa) yang menjadikannya berbeda dengan dawet pada umumnya yang berwarna hijau. Warna hitam ini diperoleh dari bahan alami yaitu dari abu jerami.

Meskipun dalam pembuatannya menggunakan bahan dasar abu jerami, namun Anda tidak perlu khawatir terkait rasa dan efek sampingnya. Dawet ireng ini terbukti mengandung berbagai manfaat baik untuk kesehatan dan juga memiliki rasa yang sangat enak dan juga menyegarkan.

Selain itu, dalam pembuatan dawet ireng ini juga menggunakan gula Jawa asli yang membuat rasanya semakin nikmat dan menyegarkan. Daerah yang terkenal akan dawet irengnya ini adalah kabupaten Banjarnegara.

14. Garang Asem

Garang asem adalah salah satu jenis makanan hasil olahan ayam yang dimasak bersamaan dengan santan. Sebelum dimasak, ayam terlebih dahulu dibungkus menggunakan daun pisang dan kemudian dimasak dengan santan.

Makanan garang asem ini memiliki rasa yang cukup pedas dan juga terdapat rasa asam sehingga sangat nikmat untuk dikonsumsi. Umumnya garang asem disajikan dengan nasi dan dilengkapi dengan lauk seperti perkedel, tempe goreng atau dipadukan dengan ayam asam manis.

15. Mie Ongklok

Makanan Khas Jawa Tengah
Sumber Gambar: kuliner.panduanwisata.id

Jika Anda berkunjung ke Jawa Tengah, maka salah satu makanan khas yang perlu dicicipi adalah mie ongklok. Mie ongklok ini terkenal populer di kalangan wisatawan lokal atau mancanegara karena rasa lezat yang dimilikinya.

Sebenarnya mie ongklok hampir mirip seperti mie rebus pada umumnya yang diberi tambahan sayuran berupa kucai dan kol. Bedanya adalah terletak pada kuahnya dimana mie ongklok sendiri menggunakan kuah berbahan dasar kanji sehingga tekstur kuahnya terlihat sangat kental.

Selain itu, mie ongklok juga sangat cocok dikonsumsi dengan tempe kemul, keripik tahu, dan juga sate sapi. Asal mula mie ini diberi nama mie ongklok adalah diambil dari cara pembuatannya yang menggunakan ongklok.

Ongklok merupakan sejenis keranjang kecil yang terbuat dari anyaman bambu dan ongklok ini digunakan untuk merebus mie bersamaan dengan kuahnya. Jika Anda berkunjung ke Wonosobo, maka akan dengan mudah menjumpainya baik di pinggir jalan atau bahkan hingga sekelas hotel pun umumnya menyediakan menu mie ongklok ini.

16. Brekecek

Kuliner lainnya yang perlu Anda cicipi ketika berkunjung ke Jawa Tengah adalah brekecek. Bahan dasar untuk membuat brekecek ini adalah berupa ikan pathak atau ikan jahan. Namun saat ini ada juga yang membuat brekecek menggunakan menthok atau basur.

Meskipun namanya sedikit aneh, namun makanan khas yang berasal dari Cilacap ini memiliki rasa yang cukup lezat dan bikin ketagihan.

17. Mangut Beong

Makanan Khas Jawa Tengah
Sumber Gambar: 2.bp.blogspot.com

Makanan khas Jawa tengah yang terakhir adalah mangut beong. Makanan ini terbuat dari ikan beong. Ikan beong merupakan salah satu ikan yang mirip menyerupai ikan lele. Jenis ikan beong ini merupakan ikan khas yang terdapat di sungai Progo.

Tidak kalah dengan ikan lele, ikan beong juga memiliki daging yang cukup padat dan juga lembut. Jika dimasak dengan benar, maka ikan beong dapat memberikan rasa yang sangat lezat dengan daging yang lembut sehingga sangat mudah untuk dikunyah.

Itulah 17 makanan khas Jawa Tengah yang paling populer dan banyak diminati oleh para pelancong. Diluar daripada yang telah kami jelaskan diatas, tentunya masih terdapat berbagai makanan khas lainnya yang tidak kalah lezatnya daripada makanan tersebut. Selamat berkuliner ria dan semoga bermanfaat.

Tradisi Budaya Jawa Tengah

Tradisi Budaya Jawa Tengah

Berbicara tentang keragaman budaya Indonesia memang tidak akan ada habisnya. Hampir disetiap provinsi yang ada di Indonesia memiliki budaya yang berbeda-beda. Salah satu provinsi yang kaya akan budayanya adalah Jawa Tengah. Tradisi budaya Jawa Tengah dapat ditemukan di tiap-tiap kabupaten/kota didalamnya.

Kebanyakan tradisi di Jawa Tengah ini tergolong cukup unik yang sepantasnya harus kita lestarikan agar warisan budaya dari nenek moyang kita akan tetap terjaga dan lestari.

Diantara tradisi budaya Jawa Tengah ini melibatkan banyak orang untuk melakukannya. Nah di kesempatan kali ini, kita akan bahas bersama tradisi budaya Jawa Tengah lengkap berikut dengan gambarnya.

19 Tradisi Budaya Jawa Tengah Lengkap dengan Gambar dan Penjelasannya

Tradisi Budaya Jawa Tengah
Sumber Gambar: i.ytimg.com

Tradisi upacara adat merupakan suatu kegiatan atau ritual yang dilakukan oleh suku atau kelompok masyarakat. Hal ini karena kebiasaan atau kebudayaan tersebut dilakukan secara turun temurun serta bersumber dari nilai-nilai nenek moyang mereka.

Upacara adat seharusnya diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi agar dapat bertahan dan tidak punah di era modern seperti sekarang ini.

Inilah pembahasan lengkap mengenai tradisi budaya Jawa Tengah yang harus dilestarikan dan dijaga bersama-sama.

1. Tradisi Syawalan

Tradisi Budaya Jawa Tengah
Sumber Gambar: fajarbanten.com

Tradisi budaya Jawa Tengah yang pertama adalah tradisi Syawalan. Tradisi Syawalan di Jawa Tengah biasanya diisi dengan berbagai ragam kegiatan oleh warga.

Beberapa diantaranya mengisi dengan mengadakan doa bersama di tempat ibadah seperti masjid atau mushola, mengadakan pengajian akbar dan lain sebagainya. Tradisi Syawalan ini sebenarnya sudah berlangsung lama di tengah-tengah masyarakat kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Asal usul tradisi Syawalan di Jawa Tengah ini bermula pada tanggal 8 Syawal. Dimana masyarakat Krapyak berhari raya kembali setelah melakukan puasa 6 hari. Pada kesempatan ini, mereka membuat acara “open house” yaitu menjamu atau menerima tamu baik itu dari luar desa atau kota.

Hal ini diketahui oleh masyarakat diluar desa Krapyak, sehingga orang-orang diluar desa Krapyak tidak melakukan silaturahmi pada hari-hari antara tanggal 2-7 di bulan Syawal dan menggantinya di tanggal 8 Syawal.

Seiring berjalannya waktu, hal tersebut semakin berkembang luas di tengah-tengah masyarakat sehingga terjadilah tradisi Syawalan hingga seperti sekarang ini.

2. Tradisi Sadranan (Sadran)

Tradisi Budaya Jawa Tengah
Sumber Gambar: www.an-najah.net

Selanjutnya adalah tradisi Sadranan. Tradisi Sadranan merupakan tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Jawa untuk menyambut bulan suci Ramadhan.

Sebelum hadirnya agama Islam di Nusantara, tradisi Sadranan merupakan tradisi agama Hindu-Budha yang datang dan menyebar lebih dulu di Nusantara.

Sejak adanya Walisongo di tanah Jawa, para Sunan menyebarkan agama Islam dengan cara menggabungkan serta meluruskan tradisi-tradisi tersebut salah satunya tradisi Sadranan.

Hal ini bertujuan agar agama Islam yang dibawa oleh para Sunan dapat mudah diterima oleh masyarakat yang pada saat itu sebagian besar masih memuja roh dan beragama Hindu-Budha.

Para Sunan mengganti doa-doa didalam tradisi tersebut dengan bacaan Al Qur’an. Meski berbenturan dengan tradisi Jawa, namun lambat laun masyarakat Jawa dapat menerima dan pada akhirnya diamalkan oleh masyarakat Jawa hingga sekarang.

3. Tradisi Selikuran

Tradisi Budaya Jawa Tengah
Sumber Gambar: denmasdeni.blogspot.com

Tradisi Selikuran merupakan sebuah upacara atau tradisi yang terdapat di Jawa Tengah. Malam 21 Ramadhan adalah waktu dimana tradisi ini dilaksanakan. Pada malam tersebut, masyarakat Jawa akan melakukan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat.

Bagi masyarakat Jawa, Selikur pada bulan Ramadhan mempunyai arti yang sangat spesial dimana waktu tersebut merupakan salah satu waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mendoakan orang-orang Islam yang telah meninggal.

Sebagian masyarakat Jawa menganggap kebiasaan ini sebagai salah satu wujud rasa kecintaan mereka terhadap agama Islam dan Rasulullah SAW.

4. Tradisi Muludan (Maulid Nabi SAW)

Tradisi Budaya Jawa Tengah
Sumber Gambar: gdb.voanews.com

Tradisi selanjutnya yang biasanya dilakukan oleh masyarakat Jawa adalah tradisi Muludan. Muludan atau maulid nabi dalam adat Jawa mempunyai arti sebagai hari lahirnya nabi Muhammad SAW. Biasanya perayaan tradisi ini dilakukan pada tanggal 12 Rabiul Awal.

Sebenarnya tradisi maulid nabi Muhammad SAW tidak hanya berlaku di Jawa Tengah saja melainkan di berbagai wilayah di Indonesia bahkan acara maulid ini dilakukan di seluruh dunia.

5. Tradisi Grebeg

Tradisi Budaya Jawa Tengah
Sumber Gambar: pengenliburan.com

Saat memasuki bulan Mulud, biasanya sering diadakan acara di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk juga di daerah Solo dan Yogyakarta. Salah satu tradisi yang dilakukan di kedua kota tersebut adalah tradisi Grebeg.

Upacara atau tradisi Grebeg sebenarnya tidak hanya dilakukan pada bulan Mulud saja, melainkan juga dilakukan pada tanggal 1 Syawal dan juga bulan ke-12. Tujuan diadakannya tradisi ini adalah sebagai ungkapan rasa syukur atas rahmat dan karunia Tuhan Yang Maha Esa.

6. Tradisi Sekaten

Tradisi Budaya Jawa Tengah
Sumber Gambar: daftarkursusbahasaarab.files.wordpress.com

Tradisi Sekaten sebenarnya merupakan sebuah tradisi yang diadakan untuk memperingati lahirnya Nabi Muhammad SAW. Namun bedanya acara ini diadakan dalam kurun waktu tujuh hari dan biasanya hanya dilakukan di kompleks keraton.

Menurut beberapa sumber, Sekaten berasal dari istilah “Syahadatain“. Istilah ini dikenal sebagai kalimat tauhid didalam agama Islam. Upacara ini akan diselenggarakan dengan penabuhan dua gamelan dari keraton.

Kedua gamelan yang dimaksud adalah gamelan Kyai Guntursari dan gamelan Kyai Gunturmadu. Puncak atau akhir dari tradisi ini adalah tradisi grebeg gunungan di tanggal 12 Rabiul Awal atau Maulud.

7. Tradisi Siraman

Tradisi Budaya Jawa tengah
Sumber Gambar: cdn.idntimes.com

Tradisi Siraman merupakan salah satu tradisi budaya Jawa Tengah dimana calon pengantin harus dimandikan dan juga disucikan dengan air bunga 7 rupa.

Tradisi ini dilakukan dengan cara menguyurkan atau memandikan calon pengantin baik laki-laki atau perempuan dengan maksud agar dirinya suci sebelum proses acara pernikahan digelar.

Setelah tradisi Siraman selesai, biasanya calon pengantin akan di bopong oleh kedua orangtuanya atau keluarganya untuk selanjutnya akan di rias untuk acara sungkeman kepada kedua orangtuanya dengan maksud meminta restu agar pernikahannya dapat berjalan dengan lancar.

8. Padusan

Tradisi Budaya Jawa Tengah
Sumber Gambar: asset-a.grid.id

Maksud dari tradisi Padusan adalah ditunjukkan untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Padusan berasal dari kata “adus” yang dalam bahasa Indonesia berarti mandi dan membersihkan diri.

Biasanya tradisi Padusan dilakukan dengan mandi bersama dimana warga setempat akan mandi sekaligus untuk mensucikan diri meliputi jiwa dan raga untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Beberapa orang menyebut bahwa tradisi Padusan merupakan salah satu tradisi peninggalan Walisongo pada saat beliau menyebarkan agama Islam dengan cara mengawinkan budaya Jawa yang saat itu masih didominasi dengan budaya Hindu-Budha.

9. Tradisi Mendak Kematian

Tradisi Budaya Jawa Tengah
Sumber Gambar: delikkalbar.com

Selanjutnya adalah tradisi Mendak Kematian. Dalam bahasa Indonesia memiliki arti dan makna yaitu “memperingati kematian setelah satu tahun seseorang meninggal dunia”.

Beberapa orang menyebut bahwa tradisi ini memiliki hubungan yang sangat erat dengan agama Hindu-Budha karena tradisi ini merupakan salah satu warisan budayanya.

Meskipun berasal dari tradisi Hindu-Budha, tetapi Walisongo menggunakan tradisi ini untuk menyebarkan agama Islam. Sebabnya adalah jika tidak menggunakan tradisi ini sebagai salah satu metode penyebaran agama Islam maka Walisongo akan mengalami kesulitan untuk menyebarkan ajaran Islam.

Sehingga tradisi ini merupakan salah satu strategi atau inisiatif Walisongo yang sangat baik dalam menyebarkan agama Islam di pulau Jawa.

10. Tradisi Nyewu (1000)

Tradisi Budaya Jawa Tengah
Sumber Gambar: inpasonline.com

Selain tradisi Mendak untuk memperingati kematian seseorang, terdapat juga tradisi Nyewu atau memperingati kematian seseorang setelah 1000 hari. Tradisi ini masih dilakukan hingga saat ini oleh masyarakat di Jawa Tengah.

Tradisi ini dilakukan dengan cara melakukan doa bersama untuk orang yang telah meninggal dunia. Biasanya orang-orang akan membaca tahlil dan surah Yasin secara bersama-sama dan diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh tokoh agama setempat.

11. Tradisi Upacara Ruwatan

Tradisi Budaya Jawa Tengah
Sumber Gambar: suarabaru.id

Ruwatan merupakan salah satu upacara adat di provinsi Jawa Tengah sebagai sarana pembebasan atau penyucian manusia dari kesalahan dan dosa.

Salah satu contoh Ruwatan yang paling terkenal adalah tradisi yang dilakukan oleh masyarakat disekitar Dieng.

Anak-anak yang mempunyai rambut gimbal biasanya dianggap sebagai keturunan Buto Ijo dan anak-anak tersebut akan segera di ruwat dengan maksud agar selamat dari marabahaya.

12. Tradisi Upacara Kenduren

Tradisi Budaya Jawa Tengah
Sumber Gambar: 14deny.files.wordpress.com

Kenduren termasuk salah satu tradisi budaya di Jawa Tengah. Sebagian masyarakat lebih mengenal dengan sebutan Slametan. Tradisi ini merupakan budaya adat yang pertama sebelum adanya agama Islam di Jawa.

Kenduren merupakan kegiatan doa bersama yang biasanya dipimpin oleh tokoh agama atau sesepuh di daerahnya. Namun di zaman dahulu, makanan dijadikan sebagai sesaji untuk persembahannya.

Setelah adanya budaya Islam, akhirnya tradisi ini mengalami perubahan yang sangat besar. Makanan yang tadinya dijadikan sebagai sesaji untuk persembahan kemudian diubah menjadi hidangan untuk dimakan bersama-sama setelah acara selesai.

13. Tradisi KeboKeboan

Tradisi Budaya Jawa Tengah
Sumber Gambar: budayajawa.id

Jawa Tengah memiliki tradisi budaya yang dipercaya bisa untuk menolak bala. Tradisi ini bernama KeboKeboan dan biasanya dilakukan oleh para petani menjelang masa tanam atau masa panen.

Dengan melakukan tradisi ini maka harapannya akan diberi kemudahan untuk menanam supaya tanaman dapat tumbuh dengan baik serta mendapatkan hasil panen yang melimpah.

Didalam upacara ini biasanya ditandai dengan 30 orang yang berdandan menyerupai kerbau yang nantinya akan di arak keliling kampung. Orang-orang ini nantinya akan berjalan menyerupai kerbau yang sedang membajak sawah.

14. Tradisi Larung Sesaji

Tradisi Budaya Jawa Tengah
Sumber Gambar: muslimoderat.net

Larung sesaji adalah tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Jawa Tengah bagian pesisir pantai Selatan dan Utara. Tujuan dilakukannya tradisi ini adalah sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta atas hasil tangkapan ikan yang mereka dapat selama melaut.

Selain itu, tradisi ini dilakukan dengan maksud agar selalu diberi kelancaran, keselamatan dan juga hasil yang cukup didalam usahanya.

Tradisi ini ditandai dengan menghanyutkan berbagai bahan makanan dan hewan sembelihan ke laut. Dilaksanakannya tradisi ini yaitu pada tanggal 1 Muharram.

15. Tradisi Ngapati

Tradisi Budaya Jawa Tengah
Sumber Gambar: cvfajarhazmee.files.wordpress.com

Ngapati atau Ngupati merupakan tradisi budaya yang dilakukan untuk wanita yang sedang mengandung dimana umur kandungannya telah mencapai 4 bulan.

Masyarakat Jawa melakukan acara ini karena disaat usia kandungan telah mencapai 4 bulan akan diberi nyawa oleh Allah SWT yang menjadikan orang masyarakat Jawa akan mendoakannya. Selain itu juga sebagai bentuk rasa syukur atas karunia yang telah diberikan.

Didalam tradisi Ngapati ini, orang-orang akan berdoa bersama supaya ketika bayi sudah lahir akan menjadi orang yang berguna dan bermanfaat serta dijauhkan dari hal-hal yang dilarang oleh agama.

16. Tradisi Mitoni

Tradisi Budaya Jawa Tengah
Sumber Gambar: i.ytimg.com

Selain Ngapati, terdapat juga tradisi yang diperuntukkan untuk wanita yang sedang mengandung, yaitu Mitoni. Upacara Mitoni atau Tingkepan dilakukan ketika usia kandungan seorang wanita telah mencapai 7 bulan.

Salah satu rangkaian acara yang wajib dilakukan saat Mitoni adalah mandi air kembang setaman. Setelah hal itu dilakukan, biasanya para sesepuh akan mendoakan agar bayi yang dikandungnya selamat sampai proses persalinan.

17. Tradisi Dugderan

Tradisi Budaya Jawa Tengah
Sumber Gambar: www.infobudaya.net

Dugderan adalah upacara adat yang biasanya dilakukan oleh masyarakat di kota Semarang untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Tradisi atau upacara ini diawali dengan pemukulan beduk yang mengeluarkan bunyi dug dug dug dan kemudian akan disambut dengan suara dentuman meriam yang terdengar kuat hingga masyarakat setempat memberi nama Dugderan.

Pada saat acara Dugderan selesai, kemudian akan digelar pawai keliling kota dimana masyarakat sekitar akan tumpah ruah mengenakan pakaian adat dan juga menyajikan aneka festival tradisional Semarang yang ditunjukkan untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

18. Tradisi Wetonan (Wedalan)

Tradisi Budaya Jawa Tengah
Sumber Gambar: budayajawa.id

Wetonan atau Wedalan dalam bahasa Jawa mempunyai arti “keluar”, tetapi dalam hal ini yang dimaksud keluar adalah lahirnya seseorang.

Warga setempat biasanya akan melakukan tradisi ini dengan harapan agar diberi panjang umur serta dihindarkan dari berbagai macam mara bahaya dimasa depan. Selain itu dengan dilakukannya tradisi ini yaitu agar cita-cita bayi sang anak dapat dengan mudah tercapai.

19. Tradisi Popokan

Tradisi Budaya Jawa Tengah
Sumber Gambar: merahputih.com

Tradisi budaya Jawa Tengah yang terakhir adalah Tradisi Popokan. Kegiatan tradisi ini dilakukan dengan cara melempar lumpur yang dilakukan oleh warga Beringin di Semarang. Popokan dilakukan pada saat bulan Agustus pada hari Jumat Kliwon.

Berdasarkan sejarah, tradisi ini dimulai pada saat daerah Beringin didatangi oleh seekor binatang jenis macan dimana binatang tersebut dapat memberikan ancaman terhadap warga di desa tersebut sehingga segala macam peralatan digunakan untuk mengusirnya termasuk dengan melemparkan lumpur.

Sejak saat itu, tradisi Popokan ini menjadi dasar yang dilakukan oleh warga. Tujuan daripada tradisi ini yaitu untuk menghilangkan kejahatan dan juga tolak bala di daerah mereka. Sampai saat ini masyarakat didaerah tersebut masih menjaga dengan baik budaya tersebut.

Demikian penjelasan lengkap mengenai tradisi budaya Jawa Tengah. Kita sebagai bangsa Indonesia seharusnya bisa menjaga dan melestarikan tradisi budaya yang diwariskan oleh nenek moyang kita. Semoga bermanfaat.