Subsektor Industri Kreatif

Subsektor Industri Kreatif

Subsektor Industri Kreatif – Akhir-akhir ini industri kreatif di Indonesia tengah menjadi sorotan, hal ini karena industri kreatif menyumbang cukup signifikan terhadap perekonomian nasional.

Berdasarkan data resmi Badan Ekonomi Kreatif atau disingkat BEKRAF, ekonomi kreatif berkontribusi terhadap produk domestik bruto Indonesia pada tahun 2007 mencapai 7,28%.

Melihat kontribusinya yang cukup besar ini, maka kita perlu mengetahui bahwa apa sebenarnya yang dimaksud dengan industri kreatif itu.

16 Subsektor Industri Kreatif di Indonesia yang Perlu Kita Ketahui

Beberapa sumber mendefinisikan industri kreatif yang berbeda-beda, meskipun pada intinya sama.

Seperti misalnya Simatupang (2007). Ia mengatakan bahwa industri kreatif merupakan industri yang mengandalkan talenta, keterampilan, dan juga unsur kreativitas yang memiliki potensi untuk dapat meningkatkan kesejahteraan.

Sementara itu menurut Departemen Perdagangan RI di tahun 2009, industri kreatif ialah suatu industri yang berasal dari pemanfaatan keterampilan, kreativitas, dan juga bakat yang dimiliki oleh individu di dalam menciptakan kesejahteraan dan juga lapangan pekerjaan.

Industri yang dimaksud ini nantinya akan berfokus untuk memberdayakan daya cipta dan juga daya kreasi suatu individu.

Selain itu, menilik dari situs resmi Badan Ekonomi Kreatif, setidaknya terdapat 16 subsektor industri ekonomi di Indonesia yang menunjukkan tren positif. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai 16 subsektor industri yang dimaksud.

1. Arsitektur

Subsektor Industri Kreatif
Sumber Gambar: mamikos.com

Arsitektur adalah salah satu subsektor ekonomi kreatif yang berperan penting jika dilihat dari sisi kebudayaan dan juga pembangunan.

Sedangkan dari segi sisi budaya, arsitektur mampu menunjukkan karakter keragaman budaya yang terdapat di Indonesia. Sementara itu, jika dilihat dari sisi pembangunannya, arsitektur berperan dalam perancangan pembangunan sebuah wilayah/kota.

BEKRAF juga menyatakan jika sektor ini masih memiliki kendala, yaitu dari sisi jumlah arsitek yang kurang mencukupi.

Di Indonesia sendiri, saat ini jumlah arsitek baru mencapai 15.000 orang. Hal ini tentu tidak sebanding dengan jumlah populasi penduduk di Indonesia yang mencapai lebih dari 250 juta orang.

2. Fashion

Fashion merupakan sebuah subsektor industri kreatif yang berjalan dengan sangat dinamis. Berbagai tren fashion bermunculan di setiap tahunnya karena dipengaruhi oleh inovasi serta produktivitas para designer.

Subsektor fashion juga menunjukkan peningkatan daya saing yang signifikan di tingkat global. Data Kementerian Perindustrian pada tahun 2016 menyebutkan bahwa nilai ekspor dari bidang industri ini mencapai USD 11,7 miliar. Ini merupakan sebuah pencapaian yang cukup baik.

3. Aplikasi dan Pengembangan Permainan

Seiring dengan begitu banyaknya pengguna smartphone di Indonesia memberikan pengaruh dalam pengembangan aplikasi dan permainan di tanah air pun semakin hari semakin meningkat sehingga banyak pengembang aplikasi dan game muncul.

Namun sektor ini juga mengalami beberapa kendala seperti misalnya kurangnya peminat dari para investor. Hal ini karena belum adanya kebijakan proteksi yang memihak atau mendukung pada kepentingan developer domestik.

4. Desain Produk

Hasil dari subsektor desain produk ini sering dijumpai di dalam kehidupan sehari-hari. Banyak  tangan-tangan terampil dari para desainer produk yang mengkreasikan suatu produk dengan cara menggabungkan unsur fungsi dan estetika sehingga menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat.

Sektor industri ini dapat dibilang memiliki tren yang cukup baik seiring dengan bertambahnya populasi usia produktif yang telah membentuk interaksi antara pelaku industri dengan pasar.

Bukan hanya itu, industri ini juga didorong dari banyaknya apresiasi masyarakat yang juga semakin tinggi terhadap produk-produk yang memiliki kualitas tinggi.

5. Desain Interior

Menurut data BEKRAF, selama dua dekade terakhir ini, sektor desain interior memperlihatkan perkembangan yang sangat baik.

Banyak masyarakat yang telah menggunakan jasa desainer untuk merancang suatu interior hunian, perkantoran, hingga hotel pun semakin meningkat sehingga mempengaruhi apresiasi masyarakat terhadap bidang yang satu ini menjadi semakin baik.

Meski terdapat perkembangan yang baik, namun sektor ini juga terdapat beberapa hal yang masih perlu menjadi perhatian lebih.

Seperti misalnya proteksi terhadap para pelaku kreatif desain interior di lingkup pasar domestik, dibuatnya sertifikasi untuk menciptakan standar serta perlindungan terhadap hak cipta.

6. Desain Komunikasi Visual (DSV)

Desain Komunikasi Visual atau disingkat DSV merupakan suatu ilmu yang khusus mempelajari tentang konsep komunikasi dengan cara memanfaatkan elemen visual sebagai cara untuk mencapai tujuan tertentu.

Subsektor Desain Komunikasi Visual ini memiliki peran yang cukup penting dalam mendukung pertumbuhan bisnis swasta, pemilik merek atau bahkan program-program pemerintah.

7. Film, Animasi, dan Video

Subsektor Industri Kreatif
Sumber Gambar: rencongpost.com

Selain sektor DSV, industri perfilman juga sedang mengalami perkembangan yang cukup positif. Berbagai judul film silih berganti dalam menghiasi layar bioskop Indonesia.

Adapun animasi juga menunjukkan perkembangan yang baik pula. Saat ini kita dapat melihat sebuah serial animasi di televisi yang mana animasi ini diciptakan oleh anak bangsa yang sebelumnya film animasi hanya diisi oleh animasi-animasi yang berasal dari luar negeri.

Sementara itu, terdapat beberapa permasalahan yang muncul pada sektor ini, di antaranya seperti masalah sumber daya manusia yang belum memadai, tidak meratanya jumlah bioskop di Indonesia serta pembajakan.

8. Seni Pertunjukan

Negara Indonesia merupakan negara yang kaya akan seni pertunjukan. Kesenian-kesenian telah ada sejak lama baik itu dalam bentuk wayang, ludruk, tari, teater, dan lainnya.

Kesenian-kesenian ini menyebar di berbagai daerah di Indonesia dengan ciri khasnya yang berbeda-beda.

9. Fotografi

Perkembangan sektor industri fotografi dipengaruhi oleh meningkatnya anak muda yang semakin menyukai dunia fotografi.

Beberapa hal yang mempengaruhi tingginya minat anak muda terhadap fotografi adalah disebabkan karena semakin berkembangnya media sosial serta harga kamera yang terjangkau.

10. Kuliner

Subsektor Industri Kreatif
Sumber Gambar: www.rimma.co

Sektor kuliner juga memiliki potensi yang kuat untuk berkembang. BEKRAF menyebutkan bahwa sektor kuliner menyumbang kontribusi sekitar 30% dari total sektor pariwisata dan juga ekonomi kreatif.

Namun ada beberapa hal yang masih perlu mendapatkan perhatian lebih bagi pemerintah. Hal tersebut adalah terkait masalah perizinan satu pintu, panduan perizinan dan bisnis serta pendampingan hukum di dalam proses pendirian suatu usaha kuliner.

11. Kriya

Kriya adalah segala kerajinan yang berbahan dasar dari kayu, kulit, logam, keramik, kaca, dan tekstil. Indonesia sendiri merupakan salah satu negara yang kaya akan kerajinan yang tergolong ke dalam seni kriya.

Selain untuk pasar domestik, seni kriya ini juga di ekspor ke luar negeri. Namun terdapat masalah klasik yang sering dihadapi pada sektor ini yaitu terkait bahan baku kayu yang menjadi masalah utamanya serta permodalan.

12. Musik

Subsektor Industri Kreatif
Sumber Gambar: www.fajarpendidikan.co.id

Musik adalah suatu industri yang cukup dinamis. Perkembangan terbaru yang terlihat di dunia musik tanah air adalah semakin banyaknya platform pembelian musik digital yang mudah dan juga murah sehingga dapat meminimalisir pembajakan.

13. Seni Rupa

Sektor seni rupa di Indonesia juga dapat dikatakan berjalan dengan baik, Tercatat terdapat beberapa acara pameran seni rupa rutin yang diselenggarakan. Diantaranya adalah Jakarta Biennale, Art Jog, Jogja Biennale, dan OK Video Festival.

14. Penerbitan

Industri penerbitan saat ini berperan dalam membantu membangun kekuatan intelektualitas bangsa. Meski pangsa pasar industri ini tidak sebesar sektor yang lainnya, namun industri penerbitan juga memiliki potensi yang cukup kuat.

Selain itu, industri penerbitan juga terus berupaya untuk dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang ditandai dengan hadirnya produk-produk penerbitan seperti buku dan majalah dalam bentuk digital.

15. Periklanan

Subsektor Industri Kreatif
Sumber Gambar: keluhkesah.com

Periklanan adalah suatu penyajian materi yang di dalamnya berisi mengenai pesan persuasif kepada masyarakat guna mempromosikan suatu produk atau jasa.

Konten iklan pada umumnya dibuat khusus oleh sekelompok orang yang disebut sebagai agensi iklan.

Menurut data dari BEKRAF, periklanan adalah subsektor industri kreatif yang juga memiliki daya sebar paling tinggi. Hal ini karena tidak terlepas dari sinergi dengan para pemilik modal yang memasarkan suatu produk yang mereka keluarkan/produksi.

16. Televisi dan Radio

Meskipun arus informasi saat ini semakin masif, ternyata peran televisi dan radio masih dapat menunjukkan eksistensinya. Peranan dari kedua sektor industri ini terbilang besar dengan nilai mencapai 3,17% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Jika dilihat dari sisi ketenagakerjaannya, industri televisi dan juga radio menduduki peringkat ke-6 terbesar di dalam kontribusinya terhadap total tenaga kerja industri kreatif di Indonesia.

Manfaat Subsektor Industri Kreatif di Indonesia

Terdapat beberapa manfaat yang dapat dirasakan akibat dari bertumbuhnya industri kreatif di Indonesia, di antaranya adalah:

  • Membuka dan juga menambah lapangan pekerjaan
  • Nilai dan kualitas suatu produk semakin baik dan meningkat
  • Inovasi-inovasi baru semakin berkembang dengan cepat
  • Menjadikan persaingan yang kompetitif dan sehat
  • Manusia akan dituntut untuk semakin kreatif
  • Meningkatnya pertumbuhan ekonomi

Nah, itulah penjelasan mengenai 16 subsektor industri kreatif di Indonesia yang menunjukkan tren positif yang perlu kita ketahui. Jangan lupa, simak juga seputar ilmu pengetahuan lainnya di sini.

Kondisi Geografis Pulau Bali

Kondisi Geografis Pulau Bali

Kondisi Geografis Pulau Bali – Pulau Bali merupakan salah satu pulau di Indonesia yang masuk dalam gugusan Kepulauan Nusa Tenggara. Saat ini Pulau Bali termasuk wilayah Provinsi Bali yang dikenal juga dengan nama Pulau Dewata atau Pulau Seribu Pura.

Daerah ini menjadi salah satu destinasi wisata paling terkenal di seluruh dunia yang terdapat di Indonesia. Bukan hanya kaya akan keragaman budayanya saja, panorama alam juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para turis asing maupun lokal.

Karena memiliki banyak kekayaan alam seperti halnya bentang alam Pulau Jawa, maka sektor pariwisata di Pulau Bali menjadi roda perekonomian utama masyarakatnya.

Kondisi Geografis Pulau Bali Berdasarkan Peta

Kondisi Geografis Pulau Bali
Sumber Gambar: wikipedia

Di pulau ini terdapat sembilan kabupaten/kota yang mana Kabupaten Buleleng yang terletak di Pulau Bali bagian utara ini tercatat sebagai kabupaten dengan wilayah terluas dengan luas wilayah mencapai 1.264 Km persegi.

Sebagai bangsa Indonesia, kita patut bangga karena Bali menjadi salah satu pulau dengan destinasi wisata unggulan yang sudah terkenal hingga ke seluruh penjuru dunia. Namun bukan hanya sektor wisata saja yang wajib diketahui dari pulau yang di juluki sebagai Pulau Seribu Pura ini.

Mengetahui kondisi geografis pulau ini juga perlu kita ketahui sebagai bahan referensi tambahan yang sekiranya bermanfaat untuk di kemudian hari. Nah, sebagai bahan referensi, di bawah ini adalah pembahasan mengenai kondisi geografis Pulau Dewata berdasarkan peta.

Letak Astronomis

Jika melihat dari segi letak astronomis, pulau yang memiliki luas sekitar 5.700 Km persegi ini terletak pada posisi 08º03′ – 08º50′ Lintang Selatan serta membentang dari posisi 114º26′ – 115º42′ Bujur Timur.

Batas Wilayah Pulau Bali

Adapun informasi terkait batas wilayah Pulau Bali di bagian utara adalah berbatasan dengan Laut Bali dan bagian selatan berbatasan langsung dengan Samudra Hindia.

Sementara pada bagian bagian barat Pulau Bali berbatasan dengan Selat Bali dan Provinsi Jawa Timur, sedangkan bagian timur berbatasan dengan Selat Lombok dan juga Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Gunung di Pulau Bali

Kondisi Geografis Pulau Bali
Sumber Gambar: phinemo.com

Meski berstatus sebagai pulau yang jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan Pulau Jawa, ternyata pulau ini juga memiliki puluhan gunung baik itu yang masih aktif atau sudah mati.

Adapun gunung yang paling terkenal di Bali adalah Gunung Agung yang memiliki ketinggian 3.031 mdpl (dikutip dari wikipedia). Secara administratif, Gunung Agung terletak di Kabupaten Karangasem dan dikategorikan sebagai salah satu gunung api aktif di Indonesia.

Berdasarkan catatan sejarah, Gunung Agung pernah meletus dahsyat pada tahun 1963 dengan indeks letusan mencapai VEI 5 dan mengakibatkan sedikitnya 1.700 nyawa orang melayang.

Namun selain Gunung Agung, Pulau Bali juga memiliki gunung-gunung lainnya yang terletak di berbagai wilayah di pulau ini, di antaranya adalah:

  • Gunung Batu, Gunung Abang dan Gunung Penulisan yang terletak di Bangli
  • Gunung Catur dan Gunung Batu Karu terletak di Kabupaten Tabanan
  • Gunung Silang Jana dan Gunung Lesong di Kabupaten Buleleng

Pantai di Pulau Bali

Kondisi Geografis Pulau Bali
Sumber Gambar: arifsetiawan.com

Berbicara mengenai pantai, Pulau Bali adalah gudangnya pantai-pantai indah. Hampir di setiap pesisir di pulau ini memiliki wisata pantai yang sangat menarik.

Beberapa pantai yang sangat terkenal dan menjadi wisata andalan di Pulau Bali adalah Pantai Sanur, Pantai Kuta, Pantai Pandawa, Pantai Mengiat Nusa Dua, Pantai Dreamland, Pantai Jimbaran, Pantai Legian, Pantai Karma Kandara, dan lainnya.

Sungai di Pulau Bali

Kondisi Geografis Pulau Bali
Sumber Gambar: thetravellingsquid.com

Pulau yang terletak di sebelah timur Pulau Jawa ini juga memiliki ratusan sungai yang mana sungai terpanjang di pulau ini bernama Tukad (sungai) Ayung yang bermuara di Selat Badung.

Berdasarkan data laporan Provinsi Bali dalam angka 2020, sungai ini memiliki panjang mencapai 62,5 Km. Beberapa wilayah yang dilewati oleh Tukad Ayung bahkan dijadikan sebagai petualangan alam seperti rafting dan arung jeram.

Salah satu lokasi paling terkenal dari Sungai Ayung ini adalah terdapat di kawasan Ubud. Tidak hanya Tukad Ayung saja, Pulau Bali juga memiliki sungai lainnya yang juga cukup terkenal, seperti Sungai Yeh Abe, Tukad Bayat, Tukad Penet, Tukad Pakerisan, Tukad Pang, Tukad Medaum, dan lain sebagainya.

Danau di Pulau Bali

Kondisi Geografis Pulau Bali
Sumber Gambar: www.kundurnews.co.id

Bali juga memiliki beberapa danau yang cukup terkenal sebagai tempat wisata unggulan karena memiliki pesona yang sangat indah. Beberapa yang di maksud adalah Danau Bedugul atau Danau Beratan, Danau Batur, Danau Buyan, Danau Uluwatu dan Danau Tamblingan.

Nah, Itulah pembahasan mengenai kondisi geografis Pulau Bali jika dilihat berdasarkan peta. Semoga ulasan kali ini bermanfaat sehingga dapat menjadi rujukan utama bagi kita yang saat ini sedang membutuhkan referensi tentang pulau yang di juluki sebagai Pulau Dewata ini.

Bentang Alam Pulau Jawa

Bentang Alam Pulau Jawa

Bentang Alam Pulau Jawa – Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan terbesar di dunia yang mana di dalamnya terdapat lebih dari 17 ribu pulau yang tersebar mulai dari Sabang sampai Merauke.

Berbicara mengenai pulau di Indonesia tentu tidak bisa dipisahkan dari bentang alam Pulau Jawa. Bentang alam sendiri merupakan pemandangan suatu daerah dengan berbagai ragam penampakan alam.

Adapun bentang alam ini telah ada jauh sebelum Indonesia menjadi negara merdeka. Bahkan pada era Mahapatih Gajah Mada masih menjadi patih di Kerajaan Majapahit atau lebih jauh dari itu, bentang alam Nusantara memang telah ada.

Bentang Alam Pulau Jawa Secara Umum

Jika dilihat secara umum, bentang alam pulau terpadat di Indonesia ini terdiri dari penampakan alam seperti gunung, bukit, sungai hingga pantai.

Selain itu, kekayaan alam yang terdapat di pulau ini juga memiliki karakter yang berbeda-beda dengan wilayah lainnya.

Seperti contohnya gunung di Pulau Jawa yang menjadi salah satu penampakan alam yang sangat indah dengan karakteristik gunung aktif.

Ada juga lembah di pulau ini yang juga menjadi salah satu pemandangan alam yang indah dengan dihiasi lereng-lereng hijau dengan tanah yang subur.

Untuk lebih mengetahui pengetahuan tentang bentang alam, di bawah ini adalah penjelasan singkat dan jelas mengenai bentang alam yang terdapat di pulau dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia lengkap beserta contoh dan kenampakan alamnya.

Gunung

Bentang Alam Pulau Jawa
Sumber Gambar: i.misteraladin.com

Meski berstatus sebagai pulau terpadat di Indonesia, ternyata di pulau ini juga terdapat belasan bahkan puluhan gunung berapi yang masih aktif dan terkenal.

Adapun gunung tertinggi di Pulau Jawa adalah Gunung Semeru di Jawa Timur, disusul Gunung Slamet dan Gunung Sumbing yang terletak di Jawa Tengah.

Ketiga gunung ini cukup terkenal di kalangan para pendaki gunung serta dijuluki sebagai “Triple S” Pulau Jawa. Hal ini karena ketiga gunung tersebut memiliki nama dengan awalan S serta menjadi gunung favorit untuk di daki.

Pulau Jawa juga memiliki gunung berapi teraktif di Indonesia, yaitu Gunung Merapi. Selain gunung-gunung tersebut di atas, terdapat juga gunung lainnya yang cukup terkenal dan menjadi tujuan para pendaki gunung.

Diantaranya adalah Gunung Bromo, Gunung Ciremai, Gunung Salak, Gunung Lawu, Gunung Raung, Gunung Merbabu, Gunung Prau, dan masih banyak lagi.

Bukit

Bentang Alam Pulau Jawa
Sumber Gambar: destinasiku.com

Selain gunung, Pulau Jawa juga memiliki bukit yang menjadi destinasi wisata unggulan, seperti Bukit Candi Abang yang terletak di Sleman Yogyakarta, Bukit Sikunir Jawa Tengah, Bukit Pangonan Jawa Tengah, Bukit Teletubis Malang, Bukit Mangunan di Imogiri Yogyakarta, Bukit Moko di Bandung, dan Bukit Sumedang di Jawa Barat.

Lembah

Bentang Alam Pulau Jawa
Sumber Gambar: ksmtour.com

Terdapat beberapa lembah yang cukup terkenal di Pulau Jawa, seperti Lembah Grand Canyon, Lembah Kaliurang, Lembah Dieng, Lembah Cilengkrang, Lembah Posong, Lembah Diro, Lembah Gunung Madu.

Dataran Tinggi

Bentang Alam Pulau Jawa
Sumber Gambar: www.gayahidup.co.id

Sementara itu, terdapat juga dataran tinggi yang terdapat di Pulau Jawa yang cukup terkenal.

Beberapa dataran tinggi yang dimaksud Dataran Tinggi Dieng Jawa Tengah, Dataran Tinggi Magelang Jawa Tengah, Dataran Tinggi Tengger Jawa Timur, Dataran Tinggi Malang Jawa Timur, Dataran Tinggi Cianjur Jawa Barat dan Dataran Tinggi Puncak, Jawa Barat.

Dataran Rendah

Bentang Alam Pulau Jawa
Sumber Gambar: risalridwan.blogspot.com

Pulau yang memiliki 6 provinsi ini juga mempunyai wilayah dataran rendah, di antaranya adalah Dataran Rendah Semarang, Dataran Rendah Surakarta, dan Dataran Rendah Madiun.

Sungai

Bentang Alam Pulau Jawa
Sumber Gambar: www.jawapos.com

Jika berbicara mengenai sungai, Pulau Jawa juga memiliki puluhan bahkan ratusan sungai yang tersebar di berbagai provinsi di Pulau Jawa.

Sungai-sungai ini Sungai Bengawan Solo, Sungai Brantas, Sungai Serayu, Sungai Citanduy, Sungai Citarum, Sungai Ciliwung, Sungai Cisadane, dan lainnya.

Pantai

Bentang Alam Pulau Jawa
Sumber Gambar: haecceities.files.wordpress.com

Pulau Jawa juga memiliki pantai yang membentang dari ujung barat sampai ujung timur yang mana pantai-pantai ini menyimpan keindahan yang tidak kalah indahnya seperti pantai yang terdapat di Pulau Bali.

Beberapa pantai yang cukup terkenal dan dijadikan sebagai wisata unggulan adalah Pantai Karimun Jawa, Pantai Anyer, Pantai Pangandaran, Pantai Banyutibo, Pantai Pelabuhan Ratu, Pantai Sawarna, Pantai Tanjung Lesung, Pantai Karangbolong, dan lainnya.

Bagaimana, begitu indah dan beragam bukan bentang alam yang terdapat di Pulau Jawa? Setelah membaca ulasan ini, kini kita sudah lebih tahu tentang anugerah alam yang telah Tuhan berikan kepada Pulau Jawa ini.

Runtuhnya Kerajaan Majapahit

Runtuhnya Kerajaan Majapahit

Runtuhnya Kerajaan Majapahit – Kerajaan Majapahit merupakan salah satu kerajaan bercorak Hindu-Buddha terbesar yang pernah berdiri di Nusantara pada abad ke-13.

Meskipun tidak termasuk dalam sejarah sebagai kerajaan tertua di Indonesia, namun Kerajaan Majapahit disebut-sebut sebagai kerajaan Hindu-Buddha terakhir yang pernah menguasai hampir seluruh wilayah di Nusantara dan bahkan mancanegara.

Kerajaan ini didirikan oleh Raden Wijaya yang mana ia merupakan menantu Raja Kertanegara dari Singosari. Ia dinobatkan menjadi raja Majapahit pada tahun 1293 Masehi yang bergelar Kertarajasa Jayawardhana (1293-1309 M).

5 Faktor Utama Penyebab Runtuhnya Kerajaan Majapahit

Runtuhnya Kerajaan Majapahit
Sumber Gambar: blue.kumparan.com

Terkenal dengan Sumpah Palapa-nya yang sangat melegenda, Kemaharajaan Majapahit di bawah pimpinan Mahapatih Gajah Mada berhasil menyatukan wilayah-wilayah di Nusantara serta mengantarkan Majapahit ke masa kejayaan dengan rajanya yang kala itu di pimpin oleh Hayam Wuruk.

Tercatat lebih dari 98 kerajaan bernaung di bawah kekuasaan Majapahit baik itu dari kerajaan yang ada di Nusantara hingga mancanegara.

Penyebab utama runtuhnya kerajaan ini hingga kini masih menjadi perbincangan di kalangan para ahli. Banyak perbedaan yang menyebut mengenai berakhirnya Kemaharajaan Majapahit.

Namun banyak juga yang menyimpulkan bahwa Kerajaan Majapahit runtuh pada tahun 1400 saka (1478 M). Keruntuhannya ini disimpulkan dalam Candrasengakala “sirna ilang kertaning bhumi”.

Untuk mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan keruntuhan Kerajaan Majapahit, di bawah ini akan kami jelaskan mengenai 5 faktor utama yang menyebabkan runtuhnya Kerajaan Majapahit yang berhasil kami rangkum dari berbagai sumber.

1. Meninggalnya Hayam Wuruk dan Gajah Mada

Ya, kedua tokoh tersebut merupakan dua tokoh yang berperan sangat penting dalam kejayaan Kerajaan Majapahit di Nusantara. Namun setelah keduanya meninggal, kejayaan kerajaan ini berangsur-angsur meredup.

Disebutkan bahwa setelah Gajah Mada wafat, Hayam Wuruk menjadi bimbang. Berdasarkan sejarah, Hayam Wuruk sampai meminta saran kepada ibu, kedua adik serta kedua iparnya untuk mendiskusikan siapa yang pantas untuk menggantikan kedudukan sang Patih.

Akan tetapi setelah melakukan perundingan, Hayam Wuruk tidak juga menemukan pengganti yang pantas untuk menggantikannya.

Saking sedihnya akibat Gajah Mada meninggal, Hayam Wuruk tidak menunjuk Mahapatih baru untuk menggantikannya sehingga posisi tersebut ia pegang sendiri hingga beliau meninggal dunia.

Bukan hanya sampai disitu, akibat meninggalnya Gajah Mada dan juga Hayam Wuruk, beberapa wilayah yang sebelumnya berada di bawah kekuasaan Majapahit pada akhirnya mulai melepaskan diri.

2. Perang Saudara atau Perang Paregreg (1405-1406)

Sepeninggal Hayam Wuruk, terjadilah perebutan kekuasaan untuk menggantikannya hingga mengakibatkan perang saudara atau lebih dikenal dengan nama Perang Paregreg antara Wikramawardhana melawan Bhre Wirabuhi.

Wikramawardhana merupakan suami dari putri Hayam Wuruk dari permaisuri yang bernama Kusumawarhani. Sedangkan Bhre Wirabhumi merupakan putra Hayam Wuruk yang dihasilkan dari istri selir.

3. Banyak Wilayah Kekuasaan yang Melepaskan Diri dari Majapahit

Meski setelah Hayam Wuruk wafat, Kerajaan Majapahit tetap memiliki raja, namun karena kepemiminannya tidak ada yang mampu menandingi Hayam Wuruk dan Gajah Mada, maka hal tersebut menyebabkan kewibawaan dan pengaruh Kerajaan Majapahit memudar.

Hal inilah yang membuat banyak wilayah yang sebelumnya dikuasai oleh Majapahit pada akhirnya kehilangan kepercayaan sehingga mereka lebih memilih untuk melepaskan diri.

4. Pengaruh Perkembangan Islam

Faktor selanjutnya yang mempengaruhi kemunduran Majapahit adalah mulai berkembangnya agama Islam di pesisir utara Pulau Jawa sehingga secara tidak langsung mengurangi dukungan terhadap Kerajaan Majapahit.

5. Serangan dari Kerajaan Demak

Meskipun dalam sejarah kerajaan Islam di Jawa,  Demak menjadi bagian dari Majapahit, namun Demak telah menjadi sebuah kerajaan yang berlandaskan Islam.

Hal tersebutlah yang mendorong Demak untuk dapat melepaskan diri dari kekuasaan Majapahit dan mendirikan kerajaan sendiri yang berlandaskan Islam hingga di kemudian hari Kesultanan Demak berbalik menyerang Kerajaan Majapahit.

Berdirinya Kerajaan Majapahit

Runtuhnya Kerajaan Majapahit
Sumber Gambar: diadona.id

Kerajaan Majapahit didirkan oleh Raden Wijaya yang mana ia setelah menjadi raja diberi gelar Kertarajasa Jayawardhana (1293-1309).

Nama Majapahit sendiri berasal dari kata “buah maja yang memiliki rasa pahit” yang mana buah tersebut banyak ditemukan di daerah hutan di mana kerajaan ini berdiri.

Pada awalnya, Majapahit berpusat di Mojokerto, namun pada masa Jayanegara, ibukota dari kerajaan ini dipindahkan ke Triwulan, hingga pada tahun 1456 Masehi, ibukota Majapahit kembali dipindahkan ke Kediri.

Baca Juga : Kerajaan Pajajaran

Silsilah Raja Majapahit

Runtuhnya Kerajaan Majapahit
Sumber Gambar: theinsidemag.com

Kerajaan Majapahit berdiri hampir mencapai 2 abad. Adapun beberapa raja yang pernah menduduki tahta tertinggi di Kerajaan Majapahit adalah:

  • Raden Wijaya (Kertarajasa Jayawardhana), pendiri sekaligus raja pertama Kerajaan Majapahit yang berkuasa pada tahun 1293-1309 M
  • Jayanegara, berkuasa pada tahun 1309-1328 M
  • Tribuana Tunggadewi, menjadi raja Majapahit pada tahun 1328-1350 M
  • Hayam Wuruk, raja yang berhasil membawa Kerajaan Majapahit mencapai masa kejayaan dengan di dampingi oleh Mahapatih Gajah Mada. Berkuasa pada tahun 1350-1389 M
  • Kusumawardani Wikramawardhana, melanjutkan kepemimpinan Raja Hayam Wuruk pada tahun 1389-1399 M
  • Suhita di tahun 1399-1429 M
  • Bhre Tumapel atau Kertawijaya, menjadi raja Majapahit pada tahun 1447-1451 M
  • Rajasawardhana, berkuasa di Majapahit pada tahun 1451-1453 M
  • Purwawisesa, raja Majapahit pada tahun 1456-1466 M
  • Kertabumi, raja Kerajaan Majapahit yang berkuasa pada tahun 1466-1478 M

Meskipun setelah Raja Hayam Wuruk meninggal, pergantian kekuasaan di kerajaan ini masih terus berlanjut, namun tetap tidak ada yang mampu menandingi kekuatannya yang dibantu oleh Mahapatih Gajah Mada untuk memerintah Kerajaan Majapahit.

Hingga pada akhirnya Kerajaan Majapahit benar-benar runtuh setelah diserang oleh Kesultanan Demak pada tahun 1478 Masehi. Kala itu, Kesultanan Demak dipimpin oleh Pati Unus yang berhasil menduduki Majapahit untuk kemudian mengambil alih pemerintahan.

Itulah penjelasan singkat mengenai 5 faktor utama runtuhnya Kerajaan Majapahit. Meski telah lama runtuh, namun kebesaran dari Kerajaan Majapahit hingga saat ini masih dapat dirasakan baik itu dari peninggalan-peninggalan maupun sejarahnya.

Sejarah Kerajaan Kalingga

Sejarah Kerajaan Kalingga

Sejarah Kerajaan Kalingga – Kerajaan Kalingga atau Ho Ling, merupakan sebuah kerajaan bercorak Hindu-Buddha yang terdapat di Jawa. Berdasarkan sejarah, kerajaan ini berdiri sejak abad ke-6 Masehi.

Sama seperti sejarah Kerajaan Pajang, letak wilayah kekuasaan kerajaan Kalingga juga berada di Provinsi Jawa Tengah, tepatnya di antara Jepara dan Pekalongan.

Para sejarawan menyebut bahwa Kerajaan Kalingga merupakan cikal bakal dari Kerajaan Mataram Kuno dan Sriwijaya yang mana kerajaan ini bertahan sampai abad ke-7 Masehi sebelum pada akhirnya berakhir dengan terpecahnya menjadi dua bagian.

Sejarah Berdirinya Kerajaan Kalingga

Adapun terdapat beberapa sumber sejarah yang menjelaskan mengenai Kerajaan Kalingga, salah satu sumber sejarah utama dari Kerajaan Kalingga adalah berasal dari berita Cina Dinasti Tong.

Selain itu, ditemukannya Prasasti Tuk Mas di lereng Gunung Merbabu juga sedikit menjelaskan mengenai kerajaan ini.

Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas bersama-sama tentang sejarah Kerajaan Kalingga mulai dari letak dan wilayah kekuasaannya hingga ke berita Cina yang menjelaskan tentang kerajaan ini.

Letak dan Wilayah Kekuasaan

Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa kerajaan ini terletak di Jawa Tengah. Meski belum ada bukti kuat mengenai dimana letak pastinya, namun Kerajaan Kalingga diperkirakan berada di antara Pekalongan dan Jepara atau di pantai utara Jawa.

Sementara itu, Kerajaan Kalingga didirikan oleh Prabu Washumurti dimana waktu berdirinya ini hampir bersamaan dengan raja ke-8 Kerajaan Tarumanegara.

Raja-Raja yang Pernah Memerintah di Kerajaan Kalingga

Beberapa raja-raja yang pernah menduduki tahta tertinggi di Kerajaan Kalingga adalah:

  • Prabu Washumurti (594-605)

Raja pertama sekaligus pendiri dari kerajaan ini adalah Prabu Washumurti yang memerintah dalam kurun waktu sekitar 11 tahun.

  • Prabu Washugeni (605-632)

Pemegang pemerintahan Kerajaan Kalingga selanjutnya adalah Prabu Washugeni yang mana ia adalah salah satu putra dari Prabu Washumurti.

Prabu Washugeni memiliki dua orang anak, yaitu Wasudewa (Kirathasingha) dan putri Wasumurti (Ratu Shima).

  • Prabu Kirathasingha (632-648)

Prabu Wasudewa atau Kirtathasingha merupakan putra dari Prabu Washugeni. Wasudewa berkuasa selama 16 tahun hingga kemudian wafat pada tahun 648 Masehi.

Setelah wafat, Kerajaan Kalingga dipimpin oleh Kartikeyasingha dimana ia adalah menantu dari Washugeni atau suami dari Ratu Shima putri Washugeni.

  • Prabu Kartikeyashingha (648-674)

Meskipun Prabu Kartikeyashingha bukanlah keturunan asli dari Prabu Washumurti, namun Kartikeyashingha di daulat menjadi raja di Kerajaan Kalingga.

Hal ini karena Prabu Kartikeyasingha merupakan suami dari Ratu Shima sehingga ia memimpin Kalingga dengan didampingi oleh Ratu Shima. Prabu Kartikeyashingha berkuasa hingga akhir hayatnya, yaitu di tahun 674 Masehi.

  • Ratu Shima (674-695)

Ratu Shima merupakan pemimpin terakhir dari Kerajaan Kalingga sekaligus menjadi satu-satunya wanita yang pernah menduduki tahta tertinggi di kerajaan ini sebelum pada akhirnya runtuh.

Putri Wasumurti menjadi ratu di Kerajaan Kalingga menggantikan suaminya yang wafat. Banyak cerita-cerita yang muncul mengenai ketegasan dari Ratu Shima pada saat memimpin Kalingga.

Di antara ketegasannya yang paling terkenal adalah ketika Ratu Shima menghukum putra mahkotanya sendiri yang disebabkan ia mengambil barang yang bukan miliknya.

Pada masa kepemimpinan Ratu Shima, Kerajaan Kalingga dan Kerajaan Galuh memiliki hubungan yang kekerabatan yang cukup erat. Bahkan beberapa keturunan dari kedua kerajaan tersebut saling dinikahkan agar semakin mempererat tali persaudaraan di antara dua kerajaan tersebut.

Nah, salah satu diantaranya bahkan sampai membentuk Wangsa Sanjaya dan Wangsa Syailendra. Sebelum wafat pada tahun 695 Masehi, Ratu Shima membagi Kalingga menjadi dua bagian yaitu Kerajaan Keling (Bhumi Sambhara) dan Kerajaan Medang (Bhumi Mataram).

Baca Juga : Sejarah Kerajaan Samudera Pasai

Masa Kejayaan Kerajaan Kalingga

Adapun masa kejayaan dari Kerajaan Kalingga terjadi pada periode kepemimpinan Ratu Shima. Sifat jujur dan adil sangat dijunjung tinggi oleh sang ratu.

Bukan hanya itu, dalam penerapannya juga sangat tegas tanpa pandang bulu. Seperti misalnya pemerintah akan memotong tangan siapa saja bagi yang memang telah terbukti mencuri.

Bahkan Dinasti Ta-Shish pada tahun 674 Masehi tercatat pernah mengurungkan niatnya untuk menyerang Kerajaan Kalingga, penyebabnya adalah kerajaan ini dianggap masih terlalu kuat ketika dipimpin oleh Ratu Shima.

Pada masa pemerintahan Ratu Shima, Kerajaan Kalingga juga menjadi pemerintahan yang sangat menjunjung tinggi hukum.

Menurut catatan sejarah, pernah terjadi pelanggaran hukum yang dilakukan oleh salah satu anggota keluarga kerajaan, maka ia tetap diproses secara tegas dan adil sesuai dengan hukum yang berlaku.

Masa Keruntuhan Kerajaan Kalingga

Sepeninggal Ratu Shima, masa kejayaan kerajaan ini semakin hari semakin lemah bahkan berada dalam posisi di ambang kehancuran.

Salah satu faktor penyebab keruntuhan dari kerajaan ini adalah akibat serangan dari Kerajaan Sriwijaya. Saat itu, serangan dari Sriwijaya memaksa pemerintahan hingga rakyat Kalingga untuk mundur hingga ke pedalaman Pulau Jawa.

Peninggalan-Peninggalan Kerajaan Kalingga

Sejarah dari Kerajaan Kalingga dapat ditelusuri dari ditemukannya Candi Angin, Prasasti Tuk Mas dan juga berita Cina Dinasti Tang.

Meski kebanyakan peninggalan dari kerajaan ini tidak berisi informasi yang cukup jelas serta hanya berupa potongan-potongan informasi yang cukup sulit dirunut.

Seperti contohnya dari nama Kerajaan Kalingga yang berasal dari kata Kalinga. Kalinga merupakan sebuah kerajaan di India Selatan. Dengan adanya hal tersebut, bisa diperkirakan menjadi salah satu bukti bahwa Nusantara dan India telah menjalin hubungan diplomatik yang erat.

Namun ada juga sumber lain yang mengatakan bahwa Kerajaan Kalingga sejarahnya sama seperti Kerajaan Tarumanegara. Persamaannya adalah didirikan oleh pengungsi dari India yang kalah perang sehingga mencari perlindungan di Nusantara.

Adapun beberapa bukti peninggalan dari Kerajaan Kalingga adalah:

Prasasti Tuk Mas (Tukmas)

Sejarah Kerajaan Kalingga
Sumber Gambar: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Prasasti Tukmas ditemukan di lereng bagian barat Gunung Merapi, tepatnya di Dusun Dakawu, Desa Lebak, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Prasasti ini ditulis menggunakan huruf Palawa dan bahasa Sansekerta.

Didalam Prasasti Tuk Mas ini berisi mengenai mata air yang sangat bersih dan jernih. Saking jernihnya mata air tersebut bahkan air yang mengalir di sungai dimana airnya berasal dari sumber mata air tersebut sampai diibaratkan sama seperti Sungai Gangga yang terletak di India.

Selain itu, pada prasasti ini juga terdapat gambar-gambar berupa lambang Hindu seperti kendi, trisula, keong, bunga teratai, cakra dan juga tapak.

Prasasti Sojomerto

Terdapat juga peninggalan dari Kerajaan Kalingga, yaitu Prasasti Sojomerto. Diambil dari namanya, prasasti ini ditemukan di Desa Sojomerto, Reban, Batang Jawa Tengah.

Berbeda dengan Prasasti Tukmas yang menggunakan huruf Palawa dan Bahasa Sansekerta, Prasasti Sojomerto menggunakan aksara Kawi dalam bahasa Melayu Kuno yang diperkirakan bahwa prasasti ini telah ada sejak abad ke-7 Masehi.

Dalam prasasti ini memuat tentang keluarga dari tokoh utamanya yaitu Dapunta Salendra yang tertulis sebagai pendiri dari kerajaan tersebut.

Dari penemuan inilah disimpulkan bahwa pendiri dari kerajaan ini adalah berasal dari keturunan Dinasti Syailendra/Sailendra yang mana ia adalah penguasa dari Kerajaan Mataram Kuno.

Candi Bubrah

Sejarah Kerajaan Kalingga
Sumber Gambar: www.artisanalbistro.com

Candi Bubrah adalah salah satu candi bercorak Buddha yang terdapat di dalam kompleks Candi Prambanan. Tepatnya adalah terletak di antara Percandian Roro Jonggrang dan Candi Sewu.

Adapun candi ini ditemukan di Dukuh Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten Jawa Tengah. Diperkirakan, candi ini memiliki ukuran 12 m x 12 m dan terbuat dari batu andesit.

Namun yang ditemukan hanyalah sisa-sisa reruntuhan setinggi 2 meter saja. Pada saat ditemukannya candi ini, terdapat pula beberapa arca Buddha meskipun wujudnya sudah tidak utuh lagi.

Diberi nama Candi Bubrah adalah karena candi ini ditemukan dalam keadaan rusak atau bahasa Jawanya adalah “bubrah”. Para ahli memperkirakan bahwa candi ini dibangun pada abad ke-9 Masehi, yaitu pada zaman Kerajaan Mataram Kuno masih berhubungan dengan Kerajaan Kalingga.

Candi Angin

Sejarah Kerajaan Kalingga
Sumber Gambar: mutarnusantara.files.wordpress.com

Berbeda dengan Candi Bubrah yang ditemukan di Kabupaten Klaten, Candi Angin ditemukan di Kabupaten Jepara, tepatnya adalah di Desa Tempur Kecamatan keling.

Karena candi ini ditemukan di tempat yang sangat tinggi (berangin), maka candi ini diberi nama Candi Angin.

Para peneliti menganggap bahwa Candi Angin memiliki usia yang lebih tua dari Candi Borobudur. Bahkan beberapa ahli menganggap dan berpendapat bahwa candi ini dibangun oleh manusia purba, ini karena belum terdapat ornamen-ornamen bercorak Hindu-Buddha.

Situs Puncak Sanga Likur

Selain prasasti dan candi, keberadaan dari Kerajaan Kalingga juga dapat dilihat dari ditemukannya Situs Puncak Sanga Likur.

Situs ini ditemukan di puncak Gunung Muria, tepatnya di Rahtawu, tidak jauh dari Kecamatan Keling.

Di kompleks situs ini juga ditemukan empat arca batu, diantaranya adalah Arca Batara Guru, Wisnu, Narada dan Togog.

Sampai saat ini belum dapat dipastikan bagaimana keempat arca tersebut bisa diangkut hingga ke puncak gunung, mengingat medan pendakian ke Gunung Muria terbilang cukup berat.

Namun pada tahun 1990, Prof. Gunadi dan empat staffnya dari Balai Arkeologi Nasional Yogyakarta mengemukakan bahwa Prasasti Rahwatun diduga sebagai peninggalan dari Kerajaan Kalingga.

Di kawasan situs juga ditemukan enam tempat pemujaan dimana letaknya ini tersebar dimulai dari arah bawah hingga menjelang ke puncak gunung.

Masing-masing tempat pemujaan ini diberi nama tokoh pewayangan seperti Abiyoso, Bambang Sakri, Dewonoto, Jonggring Saloko, Kamunoyoso dan Sekutrem.

Baca Juga: Kerajaan Islam Tertua di Indonesia

Berita Cina Tentang Kerajaan Kalingga

Terdapat beberapa berita atau catatan yang berasal dari negeri Cina tentang Kerajaan Kalingga, di antaranya adalah Catatan Dinasti Tang, Catatan I-Tsing, naskah Wai-Tai-Ta dan yang terakhir adalah Catatan Dinasti Ming.

Catatan Dinasti Tang

Beberapa catatan atau keterangan yang bersumber dari Dinasti Tang adalah:

  • Letak Kalingga terdapat di Lautan Selatan dimana sebelah utaranya adalah terletak Ta-Hen-La atau Chen-La (Kamboja). Sedangkan di sebelah timur terdapat Po-Li (Pulau Bali), sebelah barat terletak Pulau Sumatra.
  • Pada Catatan Dinasti Tang juga menyebut bahwa ibu kota Kalingga dikelilingi oleh tembok yang terbuat dari tonggak kayu.
  • Sementara itu, Raja atau Ratu tinggal di suatu bangunan yang besar dan bertingkat, beratap daun palem serta singasananya terbuat dari gading gajah.
  • Rakyat/penduduk Kalingga telah pandai memproduksi sejenis minuman keras yang terbuat dari bunga kelapa.
  • Terakhir adalah Kalingga disebut menghasilkan emas, perak, produk kulit penyu, cula badak dan juga gading gajah.

Catatan I-Tsing

Selanjutnya adalah Catatan I-Tsing (664-665 M) menyebutkan jika pada abad ke-7 Masehi, tanah Jawa menjadi salah satu pusat pengetahuan agama Buddha Hinaya.

Dalam hal ini, pusat yang dimaksud adalah Kalingga yang mana di daerah tersebut terdapat seorang pendeta Bernas Hwining yang menerjemahkan salah satu kitab agama Buddha ke dalam bahasa Mandarin.

Pendeta tersebut bekerja bersama dengan pendeta Jawa yang bernama Janabadra. Kitab yang diterjemahkan ke dalam bahasa Mandarin adalah memuat cerita tentang Nirwana.

Naskah Wai-Tai-Ta

Dalam naskah Wai-Tai-Ta dari Cina, tepatnya di abad ke-12 Masehi, Cou-Ju-Kua menyebut bahwa Chepo (Jawa) disebut juga Poe-Chua-lung.

Menurut perkembangan bahasa dan Sinologi, para ahli bahasa menyebut bahwa Poe-Chua-lung adalah sebutan untuk Pekalongan yang mana Poe-Chua-lung adalah penamaan sebuah daerah pelabuhan yang terdapat di pantai utara Jawa pada masa Dinasti Tsung.

Catatan Dinasti Ming

Berita Cina yang terakhir adalah berasal dari catatan Dinasti Ming. Pada tahun 1439 Masehi, Laksamana Cheng Ho dari Dinasti Ming singgah di Pekalongan. Beliau menyebut bahwa Poe-Chua-lung dengan Wu-Chueh adalah memiliki arti pulau yang indah.

Sebutan ini diketahui dari catatan Hma-Huan, yang merupakan sekretaris dari Laksamana Cheng-Ho yang menulis tentang sebutan Wu-Chueh dari Laksamana ini di dalam bagian Yang-Yai-Sheng-Lan atau berarti pemandangan yang indah-indah.

Demikanlah pembahasan tentang sejarah Kerajaan Kalingga yang diambil dari berbagai sumber. Beberapa peninggalannya bahkan masih dapat kita lihat hingga hari ini sehingga kita wajib untuk menjaganya dengan baik agar generasi selanjutnya masih dapat mengenali dan mempelajarinya.

Sejarah Islam di Indonesia

Sejarah Islam di Indonesia

Sejarah Islam di Indonesia – Islam merupakan agama terbesar yang dianut oleh bangsa Indonesia. Hal ini karena di dalam pertumbuhannya terbilang cukup pesat, cepat dan masif. Selain itu, Indonesia merupakan negara dengan penduduk pemeluk agama Islam terbesar di dunia.

Sejarah masuknya Islam di Indonesia ini melalui proses yang cukup panjang. Agama Islam pertama kali lahir di kota Mekkah, Arab Saudi. Sejak zaman Nabi Muhammad SAW, Islam telah disebarluaskan ke berbagai negeri.

Bahkan setelah Nabi Muhammad SAW wafat, syi’ar Islam tetap terus dilakukan oleh para khalifah dan para pemimpin Dinasti Islam sepeninggal Rasulullah SAW.

Baca Juga: Keragaman Budaya Indonesia

Sejarah Masuknya Islam di Indonesia

Agama Islam pertama kali dikenalkan di Nusantara yaitu terjadi pada masa Dinasti Umayyah yang mendirikan pangkalan dagang pertama yang terletak di pantai barat Sumatra.

Sejak dahulu, Indonesia terkenal sebagai negara yang kaya akan rempah-rempah sehingga banyak para pedagang dari berbagai penjuru dunia yang berkunjung ke Indonesia.

Para pedagang ini memiliki latar belakang kepercayaan yang berbeda-beda, salah satunya adalah pedagang yang berlatar belakang beragama Islam.

Pedagang yang menyebarkan agama Islam dan kebudayaannya di Indonesia ini melalui proses yang damai sehingga para raja dan rakyatnya dapat menerimanya dengan baik.

Selain melalui jalur perdagangan, Islam masuk ke Indonesia juga melalui beberapa jalur lainnya, seperti jalur perkawinan, pendidikan dan budaya.

Pada umumnya, terdapat tiga teori yang menjelaskan awal mula Islam masuk ke Indonesia, yaitu teori Gujarat, teori Arab dan teori Persia.

Teori Gujarat

Sejarah Islam di Indonesia
Sumber Gambar: 3.bp.blogspot.com

Teori pertama masuknya Islam pertama kali adalah teori yang berasal dari Gujarat India yang dikemukakan oleh para peneliti di Belanda, seperti Snouck Hurgronje, Pijnappel dan Moquette.

Berdasarkan teori ini diceritakan bahwa pada masa itu orang-orang Islam yang berasal dari Arab melakukan perjalanan ke Gujarat, India.

Didaerah tersebut, Islam dengan mazhab Syafi’i berkembang dimana yang mengajarkannya adalah orang-orang tersebut yang berasal dari Arab.

Setelah itu, orang-orang Gujarat membawanya ke Indonesia. Proses ini terjadi dengan damai karena pada masa itu mereka memiliki hubungan dagang dengan Nusantara sehingga Islam sedikit demi sedikit menyebar diantara para kaum pedagang.

Hal ini juga yang menjadi alasan mengapa mazhab di Indonesia dan Gujarat memiliki kesamaan yaitu mazhab Syafi’i.

Selain itu, Moquetta juga menulis bahwa masuknya Islam ke Indonesia dari Gujarat ini diperkuat dengan ditemukannya batu nisan miliki Sultan Malik Al-Saleh di Pasai. Batu nisan dengan model serupa ini ternyata juga ditemukan di Semenanjung Malaya dan Gresik.

Teori Mekkah

Sejarah Islam di Indonesia
Sumber Gambar: static.wixstatic.com

Sementara itu, teori Mekkah menyebut bahwa Islam masuk ke Nusantara terjadi pada abad pertama Hijriah atau pada abad ke-7 Masehi. Pada teori ini, seorang Ulama Buya Hamka menjelaskan bahwa Islam berasal dari tanah Arab atau Mesir yang dibawa oleh para kaum musafir yaitu kaum Sufi.

Ternyata kaum Sufi juga pernah diungkapkan oleh A. H Jhons bahwa mereka sering mengembara ke berbagai tempat di dunia untuk mendirikan suatu kumpulan atau tarekat.

Buya juga menuliskan dalam bukunya Membongkar Kejumudan: Menjawab Tuduhan-Tuduhan Salafi Wahhabi. Didalam bukunya ini menjelaskan bahwa Gujarat merupakan tempat singgah sementara para pedagang yang berasal dari Arab sebelum akhirnya masuk ke Indonesia.

Teori Persia

Sejarah Islam di Indonesia
Sumber Gambar: assets-a1.kompasiana.com

P.A Hosein Djajadiningrat menjelaskan bahwa teori sejarah Islam di Indonesia dari Persia berdasarkan alasan banyaknya persamaan budaya Islam Indonesia dengan Persia.

Beberapa contohnya adalah seperti peringatan 10 Muharram atau Assyura dalam memperingati syahidnya Husain terdapat di kedua negara tersebut. Selanjutnya adalah dalam penggunaan ejaan membaca huruf Arab antara orang Indonesia dan Persia juga memiliki kesamaan.

Kesamaan lainnya adalah terdapat pada ajaran Syaikh Siti Jenar dengan ajaran sufi Iran Al-Hallaj yang berkembang dalam bentuk puisi. Adapun teori ini juga menjelaskan bahwa Islam Persia membawa pengaruh di dalam perkembangan mazhab Syafi’i yang dianut oleh umat muslim di Nusantara.

Perkembangan Islam di Nusantara semakin pesat dengan berdirinya kerajaan-kerajaan Islam. Nah, perkembangan kerajaan di Nusantara ini berlangsung antara abad ke-13 hingga abad ke-18 dimana kerajaan-kerajaan ini dibagi berdasarkan lokasi pusat pemerintahannya yaitu di Sumatra, Jawa, Sulawesi dan Maluku.

Berdasarkan Sejarah, kerajaan Islam pertama di Indonesia adalah Kerajaan Perlak, disusul dengan berdirinya Kerajaan Samudera Pasai dan beberapa kerajaan-kerajaan Islam lainnya yang pernah berdiri dan berjaya di Indonesia.

Kerajaan-kerajaan tersebut adalah Kerajaan Demak, Kerajaan Banten, Kerajaan Mataram Islam, Kerajaan Makassar, Kerajaan Tidore dan Kerajaan Aceh Darussalam.

Demikianlah pembahasan singkat mengenai masuknya Islam di Indonesia berdasarkan beberapa teori. Semoga dapat menjadi referensi bagi kamu yang saat ini ingin lebih jauh mengetahui tentang peradaban keberadaan dan sejarah Islam di Indonesia.

Budaya Indonesia yang Mendunia

Budaya Indonesia yang Mendunia

Indonesia adalah negara yang kaya akan budayanya. Negara yang termasuk ke dalam kawasan Asia Tenggara ini memiliki pesona alam yang begitu indah dan sudah terkenal di berbagai penjuru dunia. Namun bukan hanya pesona alamnya saja yang terkenal, melainkan terdapat pula budaya Indonesia yang mendunia.

Terdapat beberapa budaya Indonesia yang terkenal di mata dunia bahkan tercatat oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia. Hal inilah yang menjadi salah satu daya tarik tersendiri, hingga banyak wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia untuk lebih tahu dan belajar mengenai budaya Indonesia.

Kita sebagai warga negara Indonesia seharusnya bangga dengan kebudayaan yang ada di negara kita ini, dan sudah sepantasnya mempelajari agar budaya ini tidak jatuh dan di klaim oleh negara lain.

Baca juga tradisi budaya Jawa Tengah.

13 Budaya Indonesia yang Mendunia

Sebenarnya terdapat begitu banyak budaya Indonesia yang mendunia, namun tidak semua budaya yang ada di Indonesia telah di akui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia.

Apa saja budaya Indonesia yang mendunia dan sudah di akui oleh UNESCO? Berikut penjelasannya.

1. Wayang Kulit

Budaya Indonesia yang Mendunia
Sumber Gambar: id.wikipedia.org

Budaya Indonesia yang pertama dan juga sudah di akui oleh UNESCO adalah wayang kulit. Di Indonesia, wayang kulit berasal dari pulau jawa yaitu jawa tengah.

Wayang kulit merupakan seni pertunjukan yang dimainkan oleh dalang, sinden, dan nayaga sebagai penabuh/pemain alat musik gamelan.

Sejarah awal wayang kulit adalah dijadikan sebagai media untuk menyebarkan agama Islam di Nusantara yang dilakukan oleh salah satu Wali Songo, yaitu Sunan Kalijaga.

Pertunjukan wayang kulit biasanya menceritakan tentang para kesatria di cerita pewayangan, misalnya Mahabarata, Punakawan, atau Ramayana.

2. Batik

Budaya Indonesia Yang Mendunia
Sumber Gambar: phinemo.com

Batik merupakan hasil karya asli Indonesia yang sejak dahulu sampai sekarang sudah di kenal dimana-mana bahkan di mancanegara.

Terdapat beberapa daerah yang terkenal akan motif dan kualitas batik nya yang sangat baik. Seperti contohnya batik Pekalongan, batik Bali, batik Jogja, batik Solo, dan daerah lain yang tidak kalah kualitasnya dengan daerah tersebut.

Setiap daerah memiliki ciri khas dan motif yang berbeda-beda. Dahulu, batik hanya di produksi dengan tangan secara langsung atau biasa disebut dengan jenis batik tulis. Namun, seiring berjalannya waktu dan kemajuan teknologi, batik dapat diproduksi dengan cara di cetak atau biasa dikenal dengan jenis batik cetak.

Dua jenis batik ini memiliki keunggulan masing-masing, misalnya batik tulis.

Meskipun memerlukan proses yang lama untuk memproduksi batik tulis hingga siap untuk di pasarkan, namun harga batik tulis terbilang cukup tinggi. Hal ini karena proses pembuatannya memerlukan waktu yang cukup lama dan butuh keahlian khusus.

Sedangkan batik cetak memiliki keunggulan dapat di produksi dengan waktu yang cepat dan jumlah yang banyak. Akan tetapi harganya tidak jauh lebih tinggi dari batik tulis.

Kita sebagai bangsa Indonesia, tentunya jangan pernah malu untuk mengenakan kain batik ini agar dapat membantu melestarikan salah satu warisan budaya Indonesia ini. Jangan sampai malah di klaim oleh negara tetangga.

Batik secara resmi telah di akui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia. Ini tentunya kabar yang sangat baik, agar tidak ada negara lain yang berani mencuri dan mengklaim bahwa batik adalah warisan dari negara mereka.

3. Gamelan

Budaya Indonesia yang Mendunia
Sumber Gambar: about-amazing-indonesia.blogspot.com

Gamelan merupakan sekumpulan dari beberapa alat musik tradisional Indonesia yang biasanya digunakan untuk mengiringi pertunjukan seni tradisional. Seperti contohnya pertunjukan wayang kulit atau wayang golek, tari tradisional, seni kuda kepang dan lain sebagainya.

Alat musik yang tergolong dalam gamelan ini misalnya, saron, gong, gambang, kendang, dan lain sebagainya.

Setiap alat musik gamelan dapat mengeluarkan suara yang sangat khas dan berbeda-beda. Ini salah satu alasan banyak turis asing yang ingin belajar untuk memainkan gamelan.

Kita sebagai warga negara Indonesia harus memiliki semangat lebih untuk belajar memainkan alat musik gamelan. Jangan sampai budaya ini malah hilang dan malah wisatawan asing lebih menguasainya dari pada warga asli Indonesia.

4. Angklung

Budaya Indonesia yang Mendunia
Sumber Gambar: img.sukawu.com

Angklung adalah salah satu alat musik yang berasal dari jawa barat. Alat musik ini terbuat dari bambu dan dimainkan dengan cara di goyangkan. Suara alat musik ini sangat merdu dan sangat khas serta pada tiap-tiap ukuran bambu mempunyai suara yang berbeda-beda.

Sama seperti alat musik tradisional lainnya, banyak wisatawan asing yang belajar memainkan alat musik ini. Dengan beberapa keunggulan yang dimiliki oleh angklung ini, beberapa tahun kebelakang, angklung pernah di curi dan di klaim oleh negara tetangga.

Namun pada akhirnya UNESCO memutuskan alat musik ini sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari jawa barat, Indonesia.

5. Tari Saman

Budaya Indonesia yang Mendunia
Sumber Gambar: inspiratorfreak.com

Budaya Indonesia yang mendunia selanjutnya adalah tari saman. Tari yang berasal dari daerah Aceh Suku Gayo ini memperlihatkan gerakan para penarinya yang sangat cepat serta diiringi oleh Syair khas Aceh.

Biasanya, tari saman digunakan pada saat acara penting. UNESCO mengakui tarian ini sebagai warisan dunia dari Indonesia yang berasal dari Aceh.

Setiap pergerakan pada tari saman memiliki nama sendiri-sendiri, misalnya guncang, kirep, surang-saring-linggang. Nama gerakan tarian ini berasal dari bahasa Suku Gayo. Sedangkan syair yang dinyanyikan untuk mengiringi tari ini berasal dari campuran bahasa Gayo dan Arab.

Syekh Saman dari Suku Gayo adalah seorang ulama yang pertama kali mendirikan atau mengembangkan tari saman. Inilah yang menyebabkan tari ini di beri nama tari saman karena mengambil dari nama pendirinya.

6. Tari Kecak

Budaya Indonesia yang Mendunia
Sumber Gambar: media.travelingyuk.com

Tari kecak merupakan tari tradisional dari Pulau Dewata Bali. Beberapa masyarakat menyebutnya sebagai tari api atau tari ”cak”. Tarian ini biasanya dibawakan sebagai sendratari dan dipertunjukkan massal serta tari hiburan.

Di dalam tarian ini terdapat unsur drama dan tarian di golongkan sebagai sendratari karena pada pertunjukan tari kecak menggambarkan seni peran cerita pewayangan, misalnya peran tokoh Rama dan Sinta.

Masyarakat Hindu Bali mengkhususkan tarian ini sebagai tarian untuk ritual keagamaan seperti pemujaan dan upacara keagamaan. Selain itu, tari kecak juga mempertontonkan kekebalan fisik para penarinya yang kebal terhadap kobaran api.

7. Tari Barong

Budaya Indonesia yang Mendunia
Sumber Gambar: assets-a1.kompasiana.com

Tarian yang terkenal lainnya dan menjadi salah satu budaya Indonesia yang mendunia adalah tari barong yang berasal dari Bali. Barong merupakan tarian khas bali yang telah ada sejak jaman peradaban kebudayaan pra hindu. Tari barong menceritakan pertarungan antara kebaikan melawan keburukan.

Barong melambangkan kebaikan sedangkan rangda melambangkan simbol kejahatan.

8. Tari Pendet

Budaya Indonesia yang Mendunia
Sumber Foto: i.pinimg.com

Tari pendet awalnya merupakan sebuah tarian yang dibawakan oleh seorang perempuan yang sedang melakukan pemujaan di pura. Sampai akhirnya tarian ini terus berkembang dan dijadikan sebagai tarian untuk melambangkan penyambutan atas turunnya dewata ke dunia.

Namun, seiring perkembangan jaman, tari pendet berkembang sebagai tarian untuk penyambutan tamu.

9. Sendra Tari Ramayana

Budaya Indonesia yang Mendunia
Sumber Foto: blogkulo.com

Sendratari Ramayana sebenarnya merupakan gabungan antara pementasan tari dan pementasan drama namun tanpa dialog. Seperti namanya, tarian ini mengambil cerita dari kisah Ramayana.

Pada tahun 1961, sendratari Ramayana pertama kali dipentaskan di Candi Prambanan. Pementasan dilaksanakan pada hari selasa, kamis, dan sabtu.

10. Reog Ponorogo

Budaya Indonesia yang Mendunia
Sumber Foto: steemitimages.com

Budaya Indonesia yang mendunia selanjutnya adalah Reog Ponorogo. Reog Ponorogo merupakan kesenian tradisional yang berasal dari provinsi Jawa Timur yang sampai saat ini masih terus di jaga kelestariannya karena kesenian ini sempat di klaim oleh negara tetangga!

Kabupaten Ponorogo adalah daerah asal Reog Ponorogo. Ini sesuai dengan namanya dan pada gapura gerbang kabupaten/kota ini dihiasi oleh dua sosok yang biasanya ditampilkan pada pertunjukan reog, yaitu Warok dan Gemblak.

Pada pementasan Reog Ponorogo biasanya tidak ada alur tarian yang pasti. Seniman reog biasanya mementaskan berdasarkan adegan yang telah dipelajari sebelumnya.

Hal yang paling sering dilakukan oleh seniman reog adalah mengayun-ayunkan bagian kepala reog. Pada saat pementasan reog, biasanya akan mengikutsertakan para penonton tetap namun dengan interuksi dari dalang.

Salah satu hal yang wajib pada pementasan reog adalah kepuasan para penonton. Diantara semua adegan pada kesenian ini yang paling disukai oleh penonton adalah adegan singa barong Reog Ponorogo.

Adegan ini berupa pemain reog yang memakai topeng yang sangat besar berbentuk kepala singa yang terdapat mahkota di atasnya. Mahkota ini terbuat dari bulu burung merak.

Berat singa barong Reog Ponorogo ini mencapai 50-60 kilogram. Cara memainkannya adalah dengan menggigit bagian belakang dari singa barong ini. Tidak semua orang bisa memainkan singa barong ini karena harus mempunyai fisik yang kuat dan juga latihan khusus.

Demi mendapatkan kekuatan untuk memainkan singa barong ini, biasanya penari reog melakukan latihan spiritual seperti puasa dan bertapa.

11. Keris

Budaya Indonesia yang Mendunia
Sumber Foto: alif.id

Keris merupakan salah satu senjata tradisional Indonesia. Sebagian orang meyakini bahwa keris mengandung kekuatan supranatural. Senjata ini digunakan oleh para raja dan anggota kerajaan sebagai salah satu benda pusaka yang dituakan dan dijadikan sebagai senjata untuk perang/duel.

Keris telah digunakan di Indonesia sejak abad ke-9. Biasanya, bahan untuk membuat keris adalah menggunakan logam yang berkualitas. Namun terdapat juga keris kuno yang dibuat dari bahan dasar meteor yang jatuh ke bumi.

Sedangkan gagang keris biasanya terbuat dari kayu, tulang dan tanduk binatang. Pada tanggal 25 November 2005, UNESCO mengakui keris sebagai ”Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity.”

12. Lagu Rasa Sayange-Sayange

Keragaman budaya Indonesia memang sangat banyak. Diantaranya seperti alat musik, tari-tarian, senjata tradisional yang secara resmi telah diakui sebagai warisan dunia.

Namun, terdapat pula lagu daerah yang juga diakui oleh UNESCO, yaitu lagu rasa sayang-sayange

Lagu rasa sayang-sayange berasal dari Maluku dan merupakan ungkapan rasa kasih sayang terhadap persaudaraan masyarakat Maluku.

Negara tetangga pernah mengklaim lagu ini sebagai lagu daerah dari negaranya, akan tetapi Indonesia berhasil mengambil alih kembali dan mempertahankannya sampai sekarang.

13. Lagu Jali-Jali

Selain lagu rasa sayang-sayange, terdapat lagu daerah lainnya yang juga sudah di akui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia, yaitu lagu jali-jali.

Lagu jali-jali merupakan lagu daerah yang berasal dari Betawi. Beberapa kelompok meyakini lagu ini lahir dan dikembangkan oleh suku keturunan Cina yang bermukim di Jakarta.

Sebenarnya jali-jali merupakan sejenis tanaman perdu yang pada jaman dahulu selalu ada di pekarangan rumah orang Betawi. Kita sebagai bangsa Indonesia terlebih lagi orang Betawi wajib melestarikan lagu ini.

Jangan sampai negara tetangga dengan seenaknya mengklaim lagu jali-jali ini seperti mereka mengklaim lagu rasa sayange.

Nah demikian adalah pembahasan mengenai budaya Indonesia yang mendunia serta beberapa di antaranya sudah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia.