Kerajaan Islam di Sumatera

Kerajaan Islam di Sumatera

Kerajaan Islam di Sumatera – Jauh sebelum Indonesia merdeka, berdirilah kerajaan-kerajaan yang tersebar di berbagai daerah di Nusantara. Kerajaan-kerajaan yang ada di Nusantara ini ada yang bercorak Hindu, Hindu-Buddha, Budha dan Islam.

Sejarah Islam di Indonesia salah satunya berawal dari saudagar-saudagar muslim yang umumnya berasal dari Timur Tengah dimana pada awalnya mereka datang ke Nusantara untuk berdagang.

Namun seiring berjalannya waktu, saudagar-saudagar muslim ini selain berdagang, mereka juga menyebarkan ajaran yang mereka anut hingga banyak masyarakat yang kala itu tidak mengenal Islam pada akhirnya tertarik untuk belajar tentang ajaran yang dibawa dan dianut oleh mereka.

Sejarah 4 Kerajaan Islam di Sumatera

Dari sekian banyak saudagar muslim yang menetap di Nusantara, beberapa diantaranya ada yang menikah dengan orang pribumi dan putri keturunan raja di wilayah mereka tinggal.

Berawal dari situ, berdirilah beberapa kerajaan-kerajaan Islam yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, seperti misalnya di Pulau Sumatera.

Beberapa kerajaan yang akan kami bahas disini merupakan kerajaan-kerajaan Islam yang pernah berjaya di Indonesia, tepatnya yang berada di Sumatera.

Kerajaan-kerajaan Islam di Sumatera yang dimaksud adalah Kerajaan Perlak, Kerajaan Samudera Pasai, Kerajaan Malaka dan Kerajaan Aceh Darussalam.

1. Kerajaan Perlak

Kerajaan Islam di Sumatera
Sumber Gambar: i.ytimg.com

Perlak merupakan sebuah wilayah yang berada di Aceh Timur dimana wilayah ini dahulu banyak ditumbuhi oleh kayu perlak. Kayu perlak merupakan jenis kayu yang sangat bagus untuk pembuatan kapal.

Dengan adanya kayu tersebut menjadikan wilayah ini banyak dikunjungi oleh orang luar yang berniat untuk membelinya. Sebagai salah satu pelabuhan yang maju pada abad ke-8 masehi, Perlak menjadi tempat singgah untuk kapal-kapal dari Arab dan Persia.

Seiring berjalannya waktu, maka terbentuk dan berkembanglah masyarakat Islam yang diawali dan didominasi oleh perkawinan antar saudara muslim dan perempuan pribumi.

Sejarah Singkat Berdirinya Kerajaan Perlak

Perkawinan ini melahirkan keturunan-keturunan muslim dari percampuran antara darah Arab, Persia, dengan para putri-putri yang berasal dari Perlak.

Kerajaan Perlak berdiri pada hari Selasa, 1 Muharram 225 H/840 M, dimana yang menjadi raja pertamanya adalah Sultan Marhum ‘Alauudin Sayyid Maulana ‘Abdul ‘Aziz Syah Zhillullah fil ‘Alam.

Pada saat itu, ibukota daripada kerajaan ini langsung berubah dari Bandar Perlak menjadi Bandar Khalifah. Salah satu alasan mengapa diganti adalah untuk mengenang jasa nahkoda khalifah yang kala itu sudah membudayakan Islam terhadap masyarakat Asia Tenggara yang dimulai dari Perlak.

Sultan-Sultan Kerajaan Perlak

Sementara itu, terdapat 3 sultan yang pernah memimpin Kerajaan Perlak, yaitu:

  1. Sultan Marhum ‘Alauudin Sayyid Maulana ‘Abdul ‘Aziz Syah Zhillullah fil ‘Alam (225-249 H/840-864 M).
  2. Sultan ‘Alauddin Sayyid Maulana ‘Abdurrahim Syah Zhillullah fil ‘Alam (249-285 H/864-888 M).
  3. Sultan Marhum ‘Alauddin Sayyid Maulana ‘Abbas Syah Zhillullah fil ‘Alam (285-300 H/888-913 M).

Adapun masa pemerintahan ketiga sultan diatas disebut pemerintahan Dinasti Sayyid Maulana ‘Abdul ‘Aziz Syah, dimana pada masa pemerintahannya (aliran Syi’ah), aliran ahlus Sunnah wal Jamaah mulai berkembang di tengah-tengah masyarakat dan hal ini tidak disukai oleh Syi’ah.

Hingga pada akhir pemerintahan sultan ke-3 terjadilah perang saudara antara kedua golongan tersebut yang mengakibatkan kematian sultan sampai pada akhirnya selama 2 tahun Kerajaan Perlak tidak memiliki sultan.

Pada tahun 302-305 H/915-918 M, Sayyid ‘Ali Mughayat Syah Zhillullah fil ‘Alam diangkat menjadi sultan. Sekitar 3 tahun, tepatnya di akhir masa pemerintahannya, terjadi kembali perselisihan antara dua golongan hingga mengakibatkan peperangan.

Peperangan ini pada akhirnya dimenangkan oleh pihak ahlus Sunnah wal Jama’ah sehingga sultan selanjutnya yang diangkat untuk memerintah Perlak diambil dari golongan itu yaitu berasal dari keturunan Meurah Perlak asli (syahir Nuwi).

Adapun sultan selanjutnya yang memerintah di Kerajaan Perlak adalah:

  • Sultan Marhum ‘Alauddin ‘ Malik Abdul Qadir Syah Johan Berdaulat (306-310 H/928-932 M).
  • Sultan Marhum ‘Alauddin ‘ Malik Muhammad Amin Syah Johan Berdaulat (310-334 H/932-956 M).
  • Sultan Marhum ‘Alauddin ‘Abdul Malik Syah Johan Berdaulat (334-362 H/956-983 M).

Tepat di akhir pemerintahan Sultan Abdul Malik (sultan ke-3), terjadi kembali peperangan diantara kedua aliran. Peperangan ini terjadi dalam kurun waktu 4 tahun hingga pada akhirnya diakhiri dengan perdamaian yaitu dengan membagi wilayah kerajaan menjadi 2 bagian.

Pembagian 2 wilayah ini diberi nama Perlak pedalaman untuk golongan ahlus Sunnah wal Jama’ah dan Perlak pesisir untuk golongan Syi’ah.

Sementara itu, Sultan Marhum ‘Alauddin ‘Abdul Malik Syah Johan Berdaulat (662-692 H/1263-1292 M) adalah raja/sultan terakhir dari Kerajaan Perlak.

Setelah sultan wafat, Kerajaan Perlak kemudian disatukan dengan Kerajaan Samudera Pasai tepatnya pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Malik Al-Zahir putera Al Malik Al-Saleh.

2. Kerajaan Samudera Pasai

Kerajaan Islam di Sumatera
Sumber Gambar: www.artisanalbistro.com

Terdapat 2 sumber yang menjelaskan mengenai Kerajaan Samudera Pasai, berikut akan kami jelaskan dengan singkat dan jelas.

Sumber ke-1

Sumber yang pertama mengatakan bahwa Kerajaan Samudera Pasai berdiri pada tahun 433 H/1024 M, dimana pendirinya adalah Meurah Khair yang sebelumnya telah menjadi seorang raja dengan gelar Maharaja Mahmud Syah. Maharaja Mahmud Syah memerintah sampai tahun 470 H/1078 M.

Sepeninggal beliau, pemerintahannya dilanjutkan oleh:

  • Maharaja Mansur Syah, yang berkuasa pada tahun 470-527 H/1078-1133 M.
  • Maharaja Ghiyasyuddin Syah. Beliau merupakan cucu dari Meurah Khair.  memerintah pada tahun 527-550 H/1133-1155 M.
  • Maharaja Nuruddin atau Meurah Noe atau Tengku Samudra atau lebih dikenal dengan nama Sultan Al-Kamil, memerintah pada tahun 550-607 H/1155-1210 M.

Sultan Al-Kamil merupakan sultan terakhir dari keturunan Meurah Khair karena setelah kewafatannya, kerajaan Islam di Sumatera menjadi rebutan para pembesar, hal ini karena tidak lagi mempunyai keturunan.

Dalam kurun waktu 50 tahun, Samudera Pasai berada dalam konflik hingga pada akhirnya Meurah Silu mengambil kekuasaan di kerajaan tersebut.

Dasar rujukan berasal dari dinastinya yang sudah memerintah Kerajaan perlak lebih dari 200 tahun hingga kemudian disatukan dengan Kerajaan Samudera Pasai di masa Sultan Muhammad Al-Zahir (1289-1326 M).

Sumber ke-2

Berbeda dengan sumber pertama, sumber kedua berasal dari berita dari Cina dan catatan Ibnu Batuttah yaitu seorang pengembara dari Maroko yang menyebutkan bawa Kerajaan Samudera Pasai berdiri pada tahun 1282 M dimana pendirinya adalah Al-Malik Al-Saleh.

Pada saat itu beliau mengirim utusan ke Quilon yang terletak di pantai barat India. Disana beliau bertemu dengan para duta dari Cina. Diantara beberapa duta ini, terdapat beberapa duta yang dikirim yaitu Husein dan Sulaiman (nama-nama muslim).

Selain itu, pada saat Marcopolo mengunjungi Sumatra, tepatnya di tahun 1346 M, menyebutkan bahwa di tempat yang ia kunjungi, Islam sudah sekitar 1 abad disiarkan dengan mazhab yang diikuti adalah mazhab Syafi’i.

Waktu itu, Samudera Pasai menjadi pusat belajar agama Islam dan dijadikan sebagai tempat berkumpulnya para ulama dari berbagai negeri untuk membicarakan masalah keagamaan dan masalah keduniaan.

Kala itu, Ibnu Battutah mengatakan bahwa kerajaan Samudera Pasai juga memiliki peran yang cukup penting dalam meng-islam-kan Jawa dan Malaka.

Sultan Al-Malik Al-Zahir adalah seorang pecinta teologi serta senantiasa memerangi orang kafir dan menjadikannya untuk memeluk agama Islam.

Basis perekonomian Kerajaan Samudera Pasai ini lebih tertuju ke pelayaran dan perdagangan sehingga terlihat sebagai kerajaan yang makmur.

Salah satu alasan disebut sebagai kerajaan yang makmur adalah karena dilihat dari segi geografis dan perekonomian pada waktu itu kerajaan ini merupakan daerah penghubung antara pusat perdagangan yang ada di salah satu kepulauan di Indonesia, India, Cina dan Arab.

Sumber kedua ini juga menyebutkan bahwa Kerajaan Samudera Pasai telah dikalahkan oleh Kerajaan Majapahit sehingga menjadi bagian dari kerajaan tersebut.

Namun sebelum tentara Majapahit pergi meninggalkan Samudera Pasai untuk kembali ke Jawa, para pembesar Majapahit akhirnya bersepakat untuk mengangkat salah seorang raja dari bangsawan Pasai yang dipilih dan dipercaya mampu memerintah kerajaan.

Adapun raja yang ditunjuk adalah Ratu Nurullah atau Malikah Nurullah binti Sultan Al-Malik Al-Zahir.

Sedangkan Ratu Nurullah mangkat pada tahun 1380 M, bertepatan dengan masa pemerintahan Kerajaan Majapahit pada kala itu dipimpin oleh Raja Hayam Wuruk.

Pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk, Majapahit sedang dalam puncak kejayaannya, hal ini karena dipimpin oleh Mahapatih Gajah Mada.

Raja-Raja yang Memerintah Kerajaan Samudera Pasai

Beberapa raja pernah menduduki singgasana tertinggi di Kerajaan Samudera Pasai, diantaranya adalah:

  1. Sultan Al-Malik Al-Saleh. Beliau di daulat sebagai raja pertama Kerajaan Samudera Pasai yang memerintah pada tahun 1297 M.
  2. Muhammad Malik Al-Zahir, menjadi raja kedua Kerajaan Samudera Pasai, dimulai pada tahun 1297-1326 M.
  3. Muhammad Malik Al-Zahir II, menjadi raja ketiga dimulai pada tahun 1326-1345 M.
  4. Manshur Malik Al-Zahir, adalah seorang raja yang memerintah Kerajaan Samudera Pasai pada tahun 1345 M.
  5. Ahmad Malik Al-Zahir, Raja Kerajaan Samudera Pasai di tahun 1345-1383 M.
  6. Zainal Abidin Malik Al-Zahir, menjadi raja Kerajaan Samudera Pasai selanjutnya, tepatnya di tahun 1383-1405 M.
  7. Nahrasiyah di tahun 1405-?.
  8. Abu Zaid Malik Al-Zahir, menjadi raja Kerajaan Samudera Pasai dimulai pada tahun ?-1455 M.
  9. Mahmud Malik Al-Zahir, di daulat menjadi raja pada tahun 1455-1477 M.
  10. Zainal Abidin, menduduki singgasana raja Kerajaan Samudera Pasai dimulai pada tahun 1477-1500 M.
  11. Abdullah Malik Al-Zahir, raja Kerajaan Samudera Pasai dari tahun 1501-1513 M.
  12. Zainal Abidin, menjadi raja terakhir yang memerintah Kerajaan Samudera Pasai, tepatnya pada tahun 1513-1524 M.

Di masa raja terakhir, tepatnya pada tahun 1521 M, Samudera Pasai dikuasai Portugis selama 3 tahun. Pada tahun 1524 M, penguasaan Kerajaan Islam Samudera Pasai ini digantikan dengan Kerajaan Aceh Darussalam.

3. Kerajaan Malaka

Kerajaan Islam di Sumatera
Sumber Gambar: 4.bp.blogspot.com

Berdasarkan sejarah melayu, terdapat seseorang yang Parameswara. Parameswara adalah seorang keturunan dari Sang Nila Utama (anak Sang Sapurba) dari Kota Palembang yang kemudian dinikahkan dengan Sri Beni Putri.

Sri Beni merupakan permaisuri dari Iskandar Syah ratu Bintan yang sebelumnya hijrah ke Tumasik hingga diangkat  sebagai raja bergelar Tribuwana.

Di masa kekuasaan Parameswara ini, datanglah serangan dari Majapahit yang menjadikan rajanya tersudut dan akhirnya melarikan diri ke Semenanjung Melayu (Trengganu).

Beliau hidup disana sekaligus mendirikan sebuah kerajaan yang diberi nama Kerajaan Malaka. Sekitar tahun 1400 M dan sesudah masuk Islam, beliau memiliki gelar Megat Iskandar Syah, meninggal pada tahun 1424 M.

Sepeninggal beliau, digantikan oleh Sultan Muhammad Syah (1414-1444 M) dan digantikan kembali oleh Sultan Mahmud (1511 M), kemudian Malaka jatuh ke tangan Portugis.

Hingga akhirnya beliau mengungsi ke Pahang dan tinggal di Muara Pulau Bintan. Berawal dari sini beliau terus berusaha untuk melakukan serangan balik ke Malaka namun selalu gagal.

Tepatnya pada bulan Oktober 1512, terjadilah serangan terhadap Bintan oleh tentara Portugis yang dipimpin oleh Albuquerque. Namun pertahanan Bintan terlalu kuat sehingga mengakibatkan Albuquerque mengalami kekalahan.

Penyerangan dari Portugis selanjutnya terjadi pada tahun 1523 yang dipimpin oleh Henriquez dan di tahun 1524 dimana pemimpinnya adalah De Souza, dua penyerangan beruntun tersebut juga mengalami kekalahan.

Namun naas, pada tahun 1525 M, Bintan berhasil dikalahkan oleh Portugis setelah sebelumnya bersekutu dengan Lingga hingga pada akhirnya Sultan Mahmud mengungsi ke Johor.

Meskipun demikian, Sultan Mahmud selalu berusaha untuk dapat kembali merebut Malaka dari tangan Portugis, namun sampai ajal menjemput, usahanya tidak pernah berhasil.

Sampai pada akhirnya, karena usaha putranya, Kerajaan Melayu sukses dilanjutkan dan menjadikan Johor sebagai pusatnya. Berstatus sebagai Sultan Johor pertama, beliau menggunakan gelar Sultan Alaudin Riayat Syah II (1528-1564 M).

Akan tetapi pada masa pemerintahan Sultan Ibrahim (1677-1685 M), pusat kerajaan dipindahkan ke Bintan pada tahun 1678 M.

4. Kerajaan Aceh Darussalam

Kerajaan Islam di Sumatera
Sumber Gambar: upload.wikimedia.org

Tepat pada akhir abad ke-15, arus penjajahan barat ke timur terbilang sangat ramai, khususnya penjajahan barat, yaitu Kristen dari barat terhadap timur Islam.

Diantara bangsa Eropa Kristen yang saat itu sangat berambisi untuk menjajah bumi Nusantara adalah Portugis. Setelah mereka menguasai Goa di India, target selanjutnya adalah Malaka.

Hingga kemudian Malaka dikuasai oleh Portugis pada tahun 1511. Sesudah Malaka jatuh, kemudian Portugis mengatur rencana tahap demi tahap.

Beberapa langkah/cara yang diambil adalah dengan mengirim kaki tangannya ke daerah pesisir utara Sumatra dengan maksud untuk memicu kekacauan dan juga perpecahan sehingga diharapkan dapat memicu perang saudara.

Langkah kedua adalah Portugis bersiasat untuk langsung melakukan penyerangan dan seterusnya menetap serta memaksa raja yang sudah menyerah untuk menandatangani kontrak pemberian hak monopoli dagang.

Sejarah Kerajaan Aceh Darussalam

Sampai pada akhirnya Portugis berhasil memaksa raja-raja dari Kerajaan Islam Jaya, Samudera Pasai dan Islam Pidie untuk menandatangani persetujuannya. Hal itu terjadi menjelang akhir abad ke-15 dan awal abad ke-16.

Berawal dari situ, muncullah seorang tokoh yang berusaha untuk mempersatukan 6 kerajaan Islam seperti Perlak, Samudera Pasai, Pidie, Indra Purba, Tamiang dan Indra Jaya.

Bertepatan pada tahun 1514, Ali Mughayat Syah dilantik sebagai Sultan (1514-1530 M) dengan nama kerajaannya yaitu Kerajaan Aceh Darussalam.

Wilayah kerajaan ini meliputi Aru sampai Pacu di pantai utara dan Jaya sampai ke Barus di pantai barat dengan ibu kotanya adalah Banda Aceh Darussalam.

Beliau selalu menetapkan satu tekad yang kuat untuk mengusir penjajah Portugis dari Sumatra Utara hingga terjadilah beberapa pertempuran dengan tentara Portugis. Pertempuran-pertempuran ini terjadi pada tahun 1521, 1526, 1528 dan 1542 M.

Akhirnya tentara Portugis berhasil ditaklukkan melalui beberapa pertempuran di berbagai daerah. Sultan Ali Mughayat pada akhirnya meninggal pada hari Selasa, bertepatan dengan tanggal 12 Dzulhijjah 936 H/7 Agustus 1530 M.

Setelah membangun pondasi yang cukup kuat untuk kerajaan Aceh Darussalam, beliau juga menciptakan bendera kerajaan yang diberi nama Alam Zulfiqaar (bendera cap pedang) berwarna merah darah dengan pedang berwarna putih.

Kerajaan Aceh Darussalam mengalami masa puncak pada kepemimpinan Sultan Ali Mughayat Syah, Sultan Alaiddin Riayat Syah II, Sultan Iskandar Muda Darmawangsa Perkasa Alam Syah dan Sultan Sri Ratu Tajul Alam Safiatuddin Johan.

Terhitung setelah sepeninggalan raja-raja tersebut, kerajaan ini mengalami masa suram yang terjadi secara terus menerus. Sementara itu, kerajaan ini menjadikan Islam sebagai landasan dasar negara.

Tercatat, terdapat sekitar 31 raja yang pernah memerintah dimana raja terakhirnya adalah Sultan Alaiddin Muhammad Daud Syah (1870-1904 M).

Nah, itulah pembahasan mengenai sejarah kerajaan Islam di Sumatera. Sebagai bangsa Indonesia, terutama kita yang beragama Islam, maka dengan mengetahui sejarah Islam di masa lampau merupakan suatu hal yang wajib untuk diketahui.

Karena bagaimanapun juga, Islam tidak akan berkembang sampai hari ini jika tanpa adanya kerajaan-kerajaan Islam baik itu kerajaan Islam di Sumatera atau di daerah lain di Indonesia.

Oleh-oleh Khas Pekanbaru

Oleh-oleh Khas Pekanbaru

Oleh-oleh Khas Pekanbaru – Pekanbaru merupakan salah satu kota yang terletak di Provinsi Riau. Kota ini menyimpan cukup banyak potensi wisata yang cukup seru untuk dikunjungi. Di Provinsi Riau, Pekanbaru merupakan salah satu kota yang sangat maju dan berkembang.

Berbagai moda transportasi yang terdapat di kota ini menjadikan banyak para wisatawan lokal maupun mancanegara menjadikan Kota Pekanbaru sebagai salah satu destinasi wisata utama di Provinsi Riau.

Nah, jika berkunjung ke Kota Pekanbaru, maka kamu tentu tidak ingin melewatkan kesempatan untuk membeli oleh-oleh khas kota ini bukan?

Karena Pekanbaru mempunyai berbagai kuliner khas yang dapat dijadikan sebagai buah tangan seperti halnya makanan khas Temanggung, maka ada baiknya kamu mengetahui oleh-oleh khas Pekanbaru apa saja yang populer dan paling banyak diminati oleh para wisatawan.

11 Oleh-oleh Khas Pekanbaru Terpopuler dan Paling Banyak Diminati

Selain menjadi kota terbesar di Provinsi Riau dan menjadi salah satu sentra ekonomi terbesar di Pulau Sumatra, ternyata Kota Pekanbaru juga mempunyai segudang kuliner yang dapat dijadikan sebagai oleh-oleh.

Beberapa makanan khasnya bahkan dijadikan sebagai pilihan utama para wisatawan yang berkunjung ke kota ini.

Nah bagi kamu yang akan berkunjung ke Pekanbaru namun belum mengetahui makanan khas apa saja yang dapat dijadikan sebagai buah tangan, berikut akan kami jelaskan mengenai 11 oleh-oleh khas Pekanbaru terpopuler dan paling banyak diminati oleh para wisatawan.

1. Bolu Kemojo

Oleh-oleh Khas Pekanbaru
www.befreetour.com

Kuliner pertama yang dapat dijadikan sebagai buah tangan khas Pekanbaru adalah bolu kemojo. Kue khas Pekanbaru ini dapat dengan mudah dijumpai di Kota Pekanbaru.

Memiliki tekstur yang lembut layaknya bolu pada umumnya menjadikan bolu kemojo banyak diminati baik oleh para wisatawan lokal atau mancanegara yang berkunjung ke Pekanbaru.

Selain itu, bolu kemojo juga dijadikan sebagai ikon kuliner khas Pekanbaru yang wajib kamu cicipi dan jadikan sebagai buah tangan. Di Pekanbaru, bolu kemojo sudah populer sejak 15 tahun yang lalu sehingga tak heran jika saat ini namanya kian tersohor.

Meski memiliki rasa yang lembut, bolu kemojo juga mempunyai aroma pandan yang cukup kuat sehingga menjadikan bolu ini mempunyai rasa yang sangat lezat.

2. Viz Cake

Oleh-oleh Khas Pekanbaru
1.bp.blogspot.com

Viz Cake merupakan toko oleh-oleh khas Pekanbaru yang menyediakan berbagai olahan kue khas Kota Pekanbaru. Disini kamu dapat menemukan berbagai olahan kue yang bisa dijadikan sebagai buah tangan. Nah salah satunya yang paling terkenal adalah bolu durian keju.

Bolu durian keju dibuat khusus untuk memuaskan kamu yang sangat menyukai buah durian namun dalam bentuk yang berbeda.

Bagi kamu yang tidak begitu menyukai aroma durian yang sangat menyengat, maka bolu durian keju dapat menjadi alternatif makanan yang wajib untuk dicicipi dan dijadikan sebagai oleh-oleh.

3. Lempuk Durian

Oleh-oleh Khas Pekanbaru
dolanyok.com

Lempuk durian merupakan kuliner khas Riau yang terbuat dari buah durian. Cara membuatnya sendiri mirip seperti membuat dodol yang berada di Jawa.

Rasa manis dan gurih yang dipadukan dengan aroma buah durian menjadikan cita rasanya semakin nikmat. Karena berbentuk seperti dodol, maka lempuk durian dapat dijadikan pilihan untuk oleh-oleh keluarga di rumah.

Salah satu lempuk durian yang paling populer adalah lempuk durian yang berasal dari Bengkalis. Bengkalis sendiri merupakan daerah yang terkenal sebagai salah satu penghasil durian terbanyak.

Meski merupakan salah satu kuliner yang dijadikan sebagai salah satu buah tangan khas Pekanbaru, lempuk durian juga merupakan makanan khas Bengkulu.

4. Keripik Nanas

Oleh-oleh Khas Pekanbaru
api.omiyago.com

Nanas merupakan salah satu buah yang banyak mengandung vitamin yang sangat baik untuk kesehatan tubuh. Pada umumnya, nanas diolah menjadi manisan, rujak, es campur atau diambil sarinya untuk dijadikan sebagai minuman.

Namun jika kamu berkunjung ke Pekanbaru, maka kamu dapat menjumpai buah nanas yang diolah menjadi keripik. Sama seperti halnya keripik tempe sebagai makanan khas Banyumas, keripik nanas juga memiliki tekstur yang tipis, renyah, dan juga kering.

Didalam membuat keripik nanas ini menggunakan berbagai bumbu rempah-rempah khas Nusantara sehingga menghasilkan rasa yang nikmat.

Proses pembuatan keripik nanas ini mula-mula dengan melakukan pengupasan buah nanas terlebih dahulu, selanjutnya iris tipis-tipis, rebus, jemur hingga kering lalu lumuri dengan bumbu rempah-rempah hingga pada akhirnya goreng buah nanas hingga matang dan kering.

Karena menjadi makanan khas yang unik, maka kamu wajib menjadikan keripik nanas sebagai buah tangan khas Kota Pekanbaru.

5. Roti Jala

Oleh-oleh Khas Pekanbaru
www.plated.asia

Kue khas Pekanbaru ini mempunyai bentuk seperti jala ikan sehingga diberi nama roti jala. Kamu dapat menemukan kue unik ini di berbagai sudut di Kota Pekanbaru.

Biasanya masyarakat sekitar di dalam menikmati kue jala ini diberi tambahan kuah yang terbuat dari berbagai macam bahan seperti durian dan kari. Meskipun demikian, roti jala juga dapat dijadikan alternatif sebagai oleh-oleh khas kota terbesar di Provinsi Riau ini.

6. Kacang Pukul

Oleh-oleh Khas Pekanbaru
api.omiyago.com

Sekilas, camilan khas Pekanbaru ini mirip seperti ting-ting yang berada di Jawa, hal ini karena bahan dalam pembuatannya sama-sama menggunakan kacang tanah. Camilan ini diberi nama kacang pukul.

Sama seperti halnya ting-ting khas Jawa, kacang pukul juga memiliki rasa manis dan bertekstur renyah sehingga membuat ketagihan bagi siapa saja yang menikmatinya.

Jika kamu sedang berkunjung ke Pekanbaru, maka kacang pukul bisa didapatkan di toko oleh-oleh Pekanbaru. Disana, kamu dapat menemukan berbagai olahan kacang pukul, namun kacang pukul yang paling populer adalah kacang pukul yang berasal dari Kota Bagansiapiapi.

7. Dodol Kedondong

Oleh-oleh Khas Pekanbaru
4.bp.blogspot.com

Pada umumnya, buah kedondong dimanfaatkan sebagai salah satu bahan untuk membuat rujak. Ini karena buah kedondong memiliki rasa yang cukup unik, yaitu perpaduan antara rasa manis, gurih, dan asam.

Namun apabila kamu berkunjung ke Pekanbaru, maka kamu dapat menemukan buah kedondong yang diolah menjadi dodol.

Karena menggunakan buah kedondong sebagai salah satu bahan dasarnya, maka dodol kedondong ini memiliki rasa manis dengan sedikit rasa asam sebagai ciri khas dari buah kedondong itu sendiri.

Dengan perpaduan rasa yang unik, menjadikan dodol kedondong sangat diminati oleh para wisatawan untuk dijadikan sebagai buah tangan khas Pekanbaru.

8. Pastel Ikan Patin

Oleh-oleh Khas Pekanbaru
www.piknikdong.com

Jika biasanya pastel berisi daging ayam dan sayuran, maka jika kamu berkunjung ke Pekanbaru, kamu dapat menemukan pastel dengan isian daging ikan patin.

Di Pekanbaru sendiri populasi ikan patin terbilang cukup banyak dan menjadi salah satu unggulan sehingga banyak masyarakatnya yang memanfaatkan ikan patin untuk dijadikan sebagai isian pastel.

Oleh-oleh yang berasal dari Pekanbaru ini memiliki cita rasa yang sangat istimewa. Cita rasa istimewa ini berasal dari ikan patin yang diberi bumbu khusus dan diolah dengan cara yang benar membuat pastel khas Pekanbaru wajib dijadikan sebagai buah tangan untuk keluarga dirumah.

Keunggulan lainnya dari pastel ikan patin ini selain memiliki rasa yang istimewa, makanan khas berupa pastel isian ikan patin juga memiliki harga yang cukup terjangkau dan memiliki daya tahan yang cukup lama sehingga sangat cocok jika dijadikan sebagai oleh-oleh.

9. Salai Ikan Patin

Oleh-oleh Khas Pekanbaru
4.bp.blogspot.com

Ternyata selain pastel ikan patin, masyarakat Pekanbaru juga mengolah ikan patin untuk dijadikan sebagai makanan khas yang sangat nikmnat, yaitu salai ikan patin.

Saking populernya kuliner yang satu ini, bahkan saat ini salai ikan patin dijadikan sebagai salah satu makanan khas untuk diekspor ke luar negeri.

Dipilihnya menjadi produk olahan ikan patin karena dengan diolah menjadi salai, maka ikan patin menjadi lebih tahan lama dan mampu mempertahankan cita rasa dan teksturnya sehingga kandungan-kandungan gizi yang terdapat di dalamnya pun tidak hilang begitu saja.

10. Lopek Bugi

Oleh-oleh Khas Pekanbaru
c.kaskus.id

Sebenarnya lopek bugi merupakan salah satu makanan khas yang berasal dari Kampar, Riau. Namun jika kamu berkunjung ke Pekanbaru, maka kamu juga dapat menemukan makanan ringan yang terbuat dari beras ketan ini.

Lopek mempunyai makna lepat dan bugi adalah sebutan dari warga sekitar untuk beras ketan yang ditumbuk, maka jika digabungkan lopek bugi adalah lepat yang terbuat dari beras ketan yang telah ditumbuk halus untuk selanjutnya dikukus dan dikemas menggunakan daun pisang.

Perpaduan rasa manis dan legit pada lopek bugi membuat makanan khas yang berasal dari Provinsi Riau ini menjadi semakin istimewa.

11. Kue Bangkit

Oleh-oleh Khas Pekanbaru
wikimedia.org

Kue khas Pekanbaru ini memiliki ukuran kecil, terbuat dari sagu, serta banyak diburu oleh para wisatawan untuk dijadikan sebagai buah tangan, nah kue ini diberi nama kue bangkit.

Masyarakat Pekanbaru biasanya menjadikan kue bangkit sebagai salah satu hidangan wajib pada saat hari raya Idul Fitri. Meskipun demikian, saat ini kue bangkit dapat dengan mudah dijumpai di Kota Pekanbaru meskipun di luar hari raya.

Makanan ringan kue bangkit ini menjadi salah satu kuliner yang wajib dijadikan sebagai buah tangan khas Pekanbaru. Dibuat dengan menggunakan oven tradisional menjadikan kue bangkit memiliki aroma khas yang sangat istimewa.

Kebanyakan kuliner khas Pekanbaru ini berupa olahan kue atau makanan ringan yang dapat bertahan lama sehingga sangat cocok bila dijadikan sebagai buah tangan untuk keluarga dirumah.

Selain itu, sebagian besar makanan khasnya ini juga memiliki harga yang cukup terjangkau sehingga tidak membuat kantong kering.

Demikianlah 11 oleh-oleh khas Pekanbaru terpopuler dan paling banyak diminati oleh para wisatawan. Semoga bermanfaat.

Makanan Khas Bengkulu

Makanan Khas Bengkulu

Makanan Khas Bengkulu – Bengkulu merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di Pulau Sumatra. Provinsi ini menyimpan begitu banyak kekayaan baik kekayaan alam, suku, budaya dan juga kekayaan kuliner.

Salah satu daya tarik tersendiri yang menjadikan provinsi yang beribukota di Kota Bengkulu ini sangat terkenal adalah karena memiliki bunga terbesar di dunia, yaitu Padma Raksasa atau lebih dikenal dengan nama bunga Raflfesia Arnoldii.

Namun selain memiliki kekayaan alam yang tiada duanya ini, ternyata Bengkulu juga terkenal karena memiliki kuliner khas yang bercita rasa lezat lho seperti halnya makanan khas Minangkabau.

13 Makanan Khas Bengkulu yang Terkenal Lezat dan Wajib Dicoba

Di provinsi ini, kalian dapat menjumpai berbagai makanan khas yang memiliki rasa sangat lezat. Penasaran, kuliner khas Bengkulu apa saja yang dimaksud? Berikut adalah 13 makanan khas Bengkulu yang terkenal lezat dan wajib dicoba.

1. Gulai Kemba’ang

Makanan Khas Bengkulu
i.ytimg.com

Gulai merupakan salah satu makanan lezat khas Indonesia yang banyak digemari oleh semua kalangan. Nah, salah satu olahan gulai yang bercita rasa sangat lezat adalah Gulai Kemba’ang yang berasal dari Bengkulu.

Bahan utama dalam membuat Gulai Kemba’ang adalah menggunakan iga sapi dan daging sapi. Karena makanan khas ini memiliki rasa yang sangat lezat, maka masyarakat Bengkulu sering menjadikan Gulai Kemba’ang sebagai menu utama untuk acara-acara tertentu.

Didalam Gulai Kemba’ang, biasanya juga diberi tambahan daun pakis sehingga memberikan rasa yang unik dan berbeda dengan gulai pada umumnya.

2. Tempoyak Ikan Patin

Makanan Khas Bengkulu
www.tokomesin.com

Biasanya buah durian dinikmati secara langsung atau dijadikan sebagai bahan tambahan untuk membuat kue atau minuman. Tapi jika kalian berkunjung ke Bengkulu, maka akan dapat menjumpai buah durian yang diolah menjadi kuliner khas yang diberi nama Tempoyak Ikan Patin.

Meski terdengar aneh, namun ternyata makanan khas ini memiliki rasa yang sangat lezat lho! Nah, masyarakat Bengkulu biasanya menjadikan Tempoyak sebagai bumbu untuk mengolah ikan patin.

Untuk proses pembuatan Tempoyak ini adalah dari hasil fermentasi yang kemudian dicampur dengan ikan patin segar sehingga menciptakan citarasa yang sempurna.

3. Lema

Makanan Khas Bengkulu
osccdn.medcom.id

Salah satu suku yang terdapat di Pulau Sumatra adalah Suku Rejang. Suku ini mendiami sebagian wilayah Sumatra, termasuk Bengkulu Utara. Suku Rejang mempunyai kuliner khas yang dikenal dengan nama Lema yang hingga saat ini dianggap sebagai kuliner khas Kota Bengkulu.

Lema merupakan olahan makanan yang mirip dengan Tempoyak karena sama-sama diolah dengan cara difermentasi.

Bedanya adalah Lema menggunakan rebung cincang yang dicampur dengan ikan sepat atau mujair. Bahan tersebut kemudian dibungkus menggunakan daun pisang yang ditutup rapat. Proses fermentasi ini dilakukan kurang lebih selama tiga hari.

Meski Lema memiliki aroma yang kurang sedap, namun rasa dari makanan khas yang satu ini mampu membuat ketagihan bagi siapa saja yang baru pertama kali mencobanya.

4. Bagar Hiu

Makanan Khas Bengkulu
dolanyok.com

Di Indonesia, olahan daging ikan hiu terbilang tidak begitu populer bahkan belum begitu banyak orang yang mengetahui bahwa daging ikan hiu dapat dijadikan sebagai kuliner yang sangat nikmat.

Namun jika kalian berkunjung ke Provinsi Bengkulu, maka kalian dapat menemukan olahan daging ikan hiu yang diberi nama Bagar Hiu. Berbeda dengan jenis ikan lainnya, kuliner yang diberi nama Bagar Hiu ternyata memiliki daging yang sama sekali tidak berbau amis.

Ini karena masyarakat Bengkulu hanya menggunakan daging ikan hiu jenis punai. Sekedar informasi, ternyata Bagar Hiu pernah menjadi makanan favorit Presiden Soekarno lho! Hal ini terjadi ketika Presiden pertama RI ini diasingkan di Bengkulu sekitar tahun 1938 hingga 1942.

Inilah yang menjadikan kuliner khas yang satu ini sangat terkenal di Bengkulu dan sekitarnya.

5. Bolu Koja

Makanan Khas Bengkulu
assets.rkb.id

Bolu Koja merupakan olahan kue khas Bengkulu yang memiliki rasa sangat enak, bertekstur sangat lembut bak seperti brownies. Bahkan kelembutan dari Bolu Koja ini sangat terasa di lidah. Tekstur lembut ini berasal dari penggunaan agar-agar di dalam pembuatannya.

Kue khas Bengkulu ini memiliki warna dominan hijau yang berasal dari penggunaan daun suji dan juga daun pandan. Dalam penyajiannya sendiri, Bolu Koja biasanya disajikan dengan tambahan topping parutan keju atau meises diatasnya sehingga membuat tampilannya lebih menarik.

Baca Juga : Makanan Khas Kalimantan Utara

6. Kue Tat

Makanan Khas Bengkulu
cf.shopee.co.id

Kue Tat tergolong ke dalam makanan mewah, hal ini karena dahulu kue ini hanya disajikan untuk Raja dan juga kalangan orang-orang tertentu saja.

Akan tetapi saat ini Kue Tat dapat dinikmati oleh siapa saja karena sekarang Kue Tat sudah banyak dijual di toko kue atau oleh-oleh khas Bengkulu. Selain itu, masyarakat Bengkulu juga menjadikan Kue Tat sebagai sajian wajib di hari raya Idul Fitri.

Pada umumnya, Kue Tat disajikan dalam ukuran kecil seperti halnya biskuit serta biasa dikenal dengan nama Kue Anak Tat. Adapun untuk rasanya sendiri Kue Tat memiliki perpaduan rasa gurih, manis dan juga empuk sehingga membuat mulut tidak bisa berhenti mengunyah.

7. Pendap

Makanan Khas Bengkulu
kumparan.com

Kuliner khas selanjutnya yang wajib dicoba jika berkunjung ke Bengkulu adalah Pendap. Pendap merupakan kuliner tradisional Bengkulu dimana bahan dasarnya berasal dari ikan yang dikombinasikan dengan bumbu-bumbu seperti bawang putih, kencur, cabe giling, dan kelapa parut.

Biasanya Pendap dibungkus menggunakan daun talas serta sangat cocok bila dijadikan sebagai lauk nasi putih hangat.

8. Kue Lepek Binti

Makanan Khas Bengkulu
beritagar.id

Sekilas, jajanan pasar khas Bengkulu ini mirip seperti kue Nagasari. Meski terlihat mirip, namun ternyata Kue Lepek Binti khas Bengkulu ini memiliki perbedaan yang terletak pada bahan dasarnya.

Kue Lepek Binti terbuat dari tepung ketan, santan, daun salam, garam, dan beberapa bumbu lainnya. Nah, jika kalian sedang berada di Bengkulu, maka bisa mendapatkan Kue Lepek Binti ini di penjual keliling atau pasar-pasar tradisional.

9. Kembang Goyang

Makanan Khas Bengkulu
banjarbaruweb.com

Jenis kuliner khas yang satu ini merupakan camilan wajib dicoba jika kalian berkunjung ke Provinsi Bengkulu, pasalnya Kembang Goyang menjadi primadonanya camilan masyarakat Bengkulu.

Seperti namanya, Kembang Goyang memiliki bentuk mirip seperti bunga. Dengan bentuk yang unik ini menjadikan siapa saja yang melihatnya ingin terus menikmatinya tanpa henti.

Selain itu, terdapat keunikan lainnya yang terletak pada proses pembuatannya, yaitu ketika digoreng maka adonannya harus digoyang. Sebab itulah kenapa makanan khas ini diberi nama Kembang Goyang.

Terkait rasa yang dimiliki oleh Kembang Goyang sendiri terbilang bervariasi, ada yang manis dan juga tawar tapi yang pasti memiliki rasa yang sangat gurih. Kembang Goyang juga menjadi rekomendasi oleh-oleh khas Bengkulu.

10. Lemang Tapai

Makanan Khas Bengkulu
lh3.googleusercontent.com

Kuliner tradisional khas Bengkulu selanjutnya diberi nama Lemang Tapai. Lemang Tapai terbuat dari beras ketan dan santan. Cara pembuatannya sendiri, Lemang terlebih dahulu dibakar di atas bara api dan dimasukkan ke dalam ruas bambu muda.

Setelah itu, tambahkan juga tapai ketan hitam sebagai pelengkapnya. Agar semakin nikmat, maka dapat menambahkan buah durian. Soal rasa, Lemang Tapai memiliki rasa yang sangat gurih dan legit sehingga membuat siapa saja yang mencobanya akan ketagihan.

11. Manisan Terong

Makanan Khas Bengkulu
4.bp.blogspot.com

Kalau kebanyakan manisan terbuat dari buah-buahan, namun jika kalian ke Bengkulu, maka akan dapat menemukan manisan yang terbuat dari terong.

Manisan Terong mempunyai rasa yang legit dan manis yang dijamin membuat lidahmu terus bergoyang. Sama seperti halnya Kembang Goyang, Manisan Terong juga dapat dijadikan sebagai oleh-oleh khas Bengkulu.

12. Lempuk Durian

Makanan Khas Bengkulu
dolanyok.com

Provinsi Bengkulu terkenal sebagai surganya durian. Selain dapat dinikmati langsung, masyarakat Bengkulu juga mengolah buah durian menjadi kuliner khas yang sangat nikmat, yaitu Lempuk Durian.

Lempuk Durian merupakan kuliner khas Bengkulu yang mirip seperti dodol namun berbahan dasar buah durian dan tepung gandum. Olahan makanan yang mirip seperti dodol ini dapat kalian jumpai di Bengkulu, tepatnya di jalan Soekarno Hatta.

Baca Juga : Makanan Khas Kediri

13. Mie Terbang

Makanan Khas Bengkulu
stefkurniadi.weebly.com

Kuliner khas Bengkulu terakhir ini pertama kali dicetukan oleh Salman. Beliau adalah pemilik Rumah Makan Kekinian di jalan Rafflesia, Bengkulu. Karena memiliki bentuk yang unik maka menjadikannya sangat ramai dikunjungi baik oleh wisatawan lokal atau luar daerah.

Sesuai dengan namanya, mie ini disajikan di atas mangkok dan di atur seolah-olah terbang. Akan tetapi ternyata terdapat trik sehingga dapat membuat mie ini bisa terbang.

Mie Terbang Salman ini mempunyai rasa yang lezat serta terkenal karena kepedasannya. Tingkat kepedasannya ini dapat diatur hingga level lima. Biasanya mie terbang disajikan bersama telur, irisan timun, tomat dan kerupuk.

Itulah 13 makanan khas Bengkulu yang terkenal lezat dan wajib dicoba. Semoga dapat menjadi referensi bagi kalian yang akan berkunjung kesana.