Perbedaan Kebudayaan dan Peradaban Beserta Pengertian & Contohnya

Perbedaan Kebudayaan dan Peradaban Beserta Pengertian & Contohnya

Indonesia adalah sebuah negara yang dikaruniai oleh Tuhan dengan banyak kebudayaan dan peradaban yang harus dilestarikan oleh para generasi muda agar negara yang kita cintai tidak kehilangan identitasnya. Namun, apakah kita mengetahui apa itu perbedaan kebudayaan dan peradaban?

Jika belum mengetahuinya, maka kita tepat berada di sini karena kali ini satrianesia akan membahas mengenai hal tersebut secara tuntas.

Budaya sendiri umumnya ada dalam suatu peradaban yang mana setiap peradaban dapat mengandung tidak hanya satu namun beberapa budaya.

Perbedaan Kebudayaan dan Peradaban

Perbedaan Kebudayaan dan Peradaban
idntimes.com

Kebanyakan orang masih rancu dalam mengistilahkan budaya dan peradaban hingga akhirnya mereka lebih sering menggunakannya secara sinonim. Padahal keduanya memiliki perbedaan yang cukup mendasar seperti halnya perbedaan pantun, syair, dan gurindam.

Adapun kedua hal tersebut sama-sama memberikan kita ide, cita-cita, arti nilai-nilai, dan juga cara untuk menjalani kehidupan yang layak. Ini senada dengan yang disampaikan oleh Mahatma Gandhi. Menurutnya, dalam peradaban, budaya pikiran harus tunduk pada hati dan kemanusiaan.

Untuk lebih jelanya, berikut adalah 7 poin utama untuk mengetahui perbedaan kebudayaan dan peradaban.

1. Istilah budaya mengacu pada perwujudan dari cara berpikir, berperilaku, dan bertindak. Sementara tahap peningkatan masyarakat manusia, di mana anggotanya memiliki banyak organisasi dan juga pengembangan sosial politik. Hal inilah yang disebut dengan peradaban.

2. Budaya sendiri dapat menggambarkan siapa kita, namun peradaban dapat menjelaskan apa yang kita miliki atau gunakan.

3. Budaya dapat menunjukkan tingkat penyempurnaan batin terbesar dan internal. Hal ini tentu berbeda dengan peradaban yang bersifat eksternal seperti perwujudan teknologi, perangkat, produk, infrastruktur, dan lainnya.

4. Budaya merupakan tujuan yang tidak memiliki standar pengukuran. Ini tentu berbeda dengan peradaban di mana peradaban memiliki standar pengukuran yang tepat mengingat itu adalah sarana.

5. Budaya daerah dapat tercermin dari agama, adat, seni, tari-tarian, moral, musik, sastra, filsafat, dan lain sebagainya. Sedangkan peradaban ditampilkan dalam bidang hukum, infrastruktur, administrasi, pengaturan sosial, arsitektur, dan lain sebagainya.

6. Secara umum, budaya dapat terus berkembang meskipun peradaban tidak ada. Berbeda dengan peradaban yang tidak dapat berkembang/tumbuh dan eksis tanpa adanya budaya.

7. Perubahan dalam budaya dapat diamati dengan waktu, seperti misalnya dalam pemikiran lama dan tradisi yang hilang dengan berlalunya waktu dan juga hal yang baru ditambahkan ke dalamnya sampai dapat ditransmisikan dari satu generasi ke generasi selanjutnya.

Sedangkan peradaban akan terus maju, misalnya dalam berbagai elemen peradaban seperti komunikasi, transportasi, dan elemen lain yang berkembang seiring berjalannya waktu.

Pengertian Kebudayaan dan Peradaban Secara Umum

Perbedaan Kebudayaan dan Peradaban

Karena memiliki perbedaan, sudah tentu baik kebudayaan maupun peradaban juga memiliki pengertian yang berbeda pula. Berikut adalah pengertian kebudayaan dan peradaban secara umum.

Kebudayaan

Kebudayaan merupakan cara manusia hidup yang tercermin dalam tutur kata/bahasa yang diucapkan, makanan yang mereka makan, atau pakaian yang mereka kenakan.

Hal tersebut mengapresiasi cara seseorang berpikir dan juga melakukan sesuatu. Maka dapat disimpulkan bahwa kebudayaan adalah seperangkat pengetahuan, pengalaman dan perilaku yang umum dimiliki oleh sekelompok orang yang diperoleh melalui pembelajaran.

Budaya sendiri meliputi seni, kepercayaan, pengetahuan, tradisi, adat istiadat, festival, moral, sikap, nilai-nilai, kebiasaan dan lain sebagainya yang diwarisi oleh seseorang sebagai anggota masyarakat.

Semua itu dapat dilihat dalam literatur, bentuk tarian, musik, gaya pikiran, praktik keagamaan, cara menyapa orang lain, kebiasaan makan, rekreasi dan lainnya.

Sementara itu, budaya yang berbeda dapat ditemukan di tempat yang berbeda pula karena bervariasi dari satu daerah dengan daerah yang lain.

Seorang sarjana terkenal asal Thailand, Phraya Anumanrajathon mendefinisikan “budaya” sebagai sebuah pemikiran, konsep, dan kepercayaan manusia yang muncul dalam empat cara, yaitu kegiatan sosial, karakteristik umum dalam masyarakat, perilaku sosial dan Penciptaan dalam masyarakat.

Peradaban

Peradaban merupakan proses mengembangkan keadaan masyarakat sejauh budaya, teknologi, industri, pemerintah, dan lainnya untuk mencapai tingkat maksimal.

Istilah peradaban sendiri dapat diartikan tentang mengadopsi cara hidup yang lebih baik serta memanfaatkan sebaik mungkin sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan sekelompok orang.

Peradaban juga menekankan pada sistematisasi masyarakat ke dalam berbagai kelompok yang bekerja secara kolektif dan juga terus-menerus untuk meningkatkan kualitas hidup, pendidikan, makanan, pakaian, transportasi, komunikasi, dan sebagainya.

Pengertian Kebudayaan dan Peradaban Menurut Para Ahli

Perbedaan Kebudayaan dan Peradaban
integriti.web.id

Selain mengetahui secara umum pengertian kebudayaan dan peradaban, para ahli juga memberikan pendapatnya akan kebudayaan dan peradaban. Di antara para ahli yang mengemukakan pendapatnya tentang hal tersebut adalah Soekmono dan Herkovits.

Soekmono

Menurut Soekmono. kebudayaan merupakan segala sesuatu hasil usaha manusia baik itu berupa benda atau hanya sebatas buah pikiran/penghidupan. Ia juga berpendapat bahwa peradaban merupakan perbedaan yang dihasilkan dari unsur budaya sehingga tergolong dalam kemajuan.

Herkovist

Berbeda dengan Soekmono, Herkovist mengemukakan bahwa kebudayaan adalah segala sesuatu yang diteruskan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi selanjutnya (superorganic).

Kebudayaan berisikan seluruh nilai, norma, ilmu pengetahuan, pengertian, religius, sistem sosial, struktur, dan nilai lainnya sebagai wujud budaya intelektual dan juga rasa seni yang menjadi identitas/ciri khas suatu masyarakat. Adapun menurut Herkovits, peradaban merupakan nilai-nilai yang dihasilkan dari kebudayaan itu sendiri.

Contoh Kebudayaan dan Peradaban

Perbedaan Kebudayaan dan Peradaban
idntimes.com

Agar kita lebih memahami tentang kebudayaan dan peradaban, berikut adalah beberapa contoh dari kebudayaan dan juga peradaban yang ada di dunia.

Budaya dan Peradaban Barat

Istilah budaya barat sendiri sering digunakan secara luas untuk merujuk pada warisan norma sosial, adat istiadat tradisional, nilai-nilai estetika, sistem politik, sistem kepercayaan, artefak-artefak, dan teknologi khusus yang memiliki asal atau hubungan dengan Eropa.

Hal tersebut telah berlaku untuk negara-negara yang sejarahnya ditandai oleh imigrasi Eropa, seperti negara-negara Amerika dan Australasia serta tidak terbatas pada benua Eropa saja. Selain itu, Eropa Tengah juga dianggap sebagai penyumbang unsur-unsur asli dari kebudayaan barat.

Budaya Barat sendiri ditandai dengan sejumlah tema dan tradisi artistik, sastra, filosofi, hukum, warisan Celtic, Jermanik, Slavia, Hellenic, Yahudi, Latin, kelompok etnis, dan bahasa lainnya dan agama Kristen yang memainkan peran penting dalam membentuk peradaban Barat yang dimulai sejak abad ke-4.

Konsep budaya Barat sendiri biasanya memiliki keterkaitan dengan definisi klasik dari Dunia Barat. Dalam definisi tersebut, kebudayaan Barat dapat dikatakan sebagai himpunan sastra, politik, sains, prinsip-prinsip artistik dan filosofi yang menjadi pembeda dengan kebudayaan lain.

Sebagian besar rangkaian tradisi dan pengetahuan tersebut biasanya sudah dikumpulkan dalam kanon Barat.

Ada beberapa kecenderungan yang dianggap dapat mendefinisikan masyarakat Budaya Barat modern, di antaranya adalah pluralisme politik, berbagai subkultur atau budaya tandingan penting (misalnya seperti gerakan-gerakan zaman baru), peningkatan sinkretisme budaya sebagai akibat dari globalisasi dan juga migrasi manusia.

Budaya dan Peradaban Amerika Latin

Budaya Amerika Latin merupakan ekspresi formal atau informal dari masyarakat yang terdapat di wilayah Amerika Latin yang mencakup budaya tingkat tinggi (kesusastraan, kesenian tingkat tinggi) serta budaya populer (musik, seni rakyat, dan tari), agama dan praktik kebiasaan lainnya.

Amerika Latin sendiri mempunyai beberapa ras dan meliputi sebagian wilayah dari benua Amerika di mana Spanyol, Portugis/Prancis bermukim, Meksiko, sebagian besar Amerika Tengah, dan Amerika Selatan.

Selain itu terdapat juga pengaruh keberadaan kebudayaan Amerika Latin yang terdapat di Amerika Serikat, yaitu California dan Southwest, dan kota-kota besar lainnya seperti New York city dan Miami. Selain itu, terdapat juga peningkatan perhatian hubungan antara Amerika Latin dan Karibia.

Demikian penjelasan tentang perbedaan kebudayaan dan peradaban di dunia lengkap beserta pengertiannya secara umum, menurut para ahli dan contohnya. Semoga bermanfaat.

Perbedaan Drama dan Teater

Perbedaan Drama dan Teater

Tak dapat dipungkiri bahwa sebagian dari kita tidak bisa menjelaskan perbedaan antara drama dan teater. Sehingga tak jarang dijumpai kedua kata tersebut digunakan dalam makna yang sama.

Namun bagaimanapun juga, kedua kata tersebut memiliki makna yang berbeda. Hal ini diperkuat dengan pernyataan dari Dewojati (2010:14) dalam bukunya. Ia menuliskan bahwa teater adalah sebuah pertunjukan yang dapat langsung dinikmati hingga ke seluruh elemen-elemennya.

Sedangkan menurut Aristoteles (dalam Dewojati, 2010:14), drama adalah esensi dari teater.  Drama juga memiliki struktur peristiwa yang bergerak mulai dari bagian awal hingga akhir yang mana drama membuat pertunjukan bergerak menjadi sebuah teater.

Baca Juga: Sejarah Wayang Kulit

Perbedaan Drama dan Teater

Perbedaan Drama dan Teater
cdn.ayobandung.com

Berdasarkan penjelasan di atas kita dapat menyimpulkan bahwa teater memiliki keterkaitan langsung dengan pertunjukan. Adapun drama sendiri berkaitan dengan lakon/naskah cerita yang akan dipentaskan.

Nah, agar kita tidak salah lagi dalam mengartikan kedua kata tersebut, berikut adalah penjelasan mengenai perbedaan antara drama dan teater.

Perbedaan dari Segi Istilah

Dapat dikatakan, perbedaan paling mencolok di antara keduanya adalah dari segi istilah yang digunakan. Seperti yang telah dijelaskan di atas. Beberapa ahli lainnya juga mengemukakan bahwa drama dan teater itu berbeda.

Menurut Tim Matrix Media Literata, drama merupakan suatu bentuk narasi yang menggambarkan kehidupan dan alam manusia yang ditunjukkan melalui perilaku (akting) yang dipentaskan.

Sementara menurut Anne Civardi, drama yaitu sebuah kisah yang ditampilkan/diceritakan melalui kata-kata dan gerakan. Drama sendiri berasal dari kata “draomai” yang berarti berbuat, bertindak, atau berlaku.

Maka dapat disimpulkan jika drama merupakan sebuah kisah yang dinarasikan dan juga diceritakan melalui sebuah seni pertunjukan gerak atau seni peran di atas panggung.

Istilah “teater” sendiri dapat di definisikan dalam arti luas yaitu sebagai kisah hidup dan kehidupan manusia yang dituangkan/diceritakan di atas pentas dengan menggunakan media seperti percakapan, gerak, dan juga laku yang didasarkan pada naskah yang tertulis dengan ditunjang oleh dekor, musik, tarian, nyanyian, dan lain sebagainya.

Namun jika dilihat dari segi bahasa atau dalam artian yang lebih sempit, teater merupakan sebuah gedung pertunjukan (auditorium).

Perbedaan dari Segi Ciri-cirinya

Sementara dari segi ciri-cirinya, baik itu drama maupun teater mempunyai ciri-ciri sendiri-sendiri yang membedakan keduanya. Di antara ciri-ciri yang membedakan drama dan teater adalah:

  • Pengucapan Vocal

Drama tidak memerlukan pengucapan vocal yang kuat. Hal ini karena drama didukung oleh teknologi penunjang seperti microphone dan juga speaker.

Ini tentu berbeda dengan teater yang harus memerlukan pengucapan vocal yang keras dan kuat. Sebab penampilan dilakukan di atas panggung maka vocal harus terdengar hingga ke penonton di bagian paling belakang.

  • Emosi

Pada seni drama, emosi yang dikeluarkan oleh pemain/lakon tidak harus terlalu kuat karena diperkuat atau didukung oleh alat-alat seperti kamera dengan berbagai teknik pengambilan gambar.

Sementara pada teater, emosi yang dikeluarkan oleh pemeran/lakon harus dengan perasaan yang ekstrem. Sama seperti pengucapan vocal, emosi perasaan juga harus terlihat hingga ke penonton di barisan paling belakang.

  • Make Up

Para pemeran pada drama biasanya menggunakan make up yang biasa/tidak mencolok. Ini berbanding terbalik dengan teater yang mana make up para pemerannya harus mencolok.

Teater ditampilkan di atas panggung dengan tambahan lighting. Maka make up para pemerannya juga harus terlihat kuat dan jelas hingga ke ujung panggung.

  • Pengambilan Adegan

Dari segi pengambilan adegan pun drama dapat melakukan adegan berkali-kali. Sebab drama bisa direkam oleh kamera. Adapun pada teater, cerita atau penampilannya harus dilakukan secara terus-menerus tanpa adanya jeda hingga ceritanya selesai.

Teater juga harus dilakukan tanpa kesalahan karena cerita yang ditampilkan adalah secara langsung.

Perbedaan dari Segi Cerita

Jika dilihat dari segi cerita, baik itu drama maupun teater memiliki perbedaan yang cukup mencolok. Pada umumnya drama menampilkan cerita dengan berdasarkan kehidupan sehari-hari. Contohnya ketika kita melihat sinetron atau film.

Untuk teater sendiri biasanya menampilkan cerita yang diambil dari hasil pemilihan naskah dan juga penggarapan yang terstruktur. Bukan hanya itu saja, teater juga menampilkan narasi/cerita yang mana adalah proses dari pemahaman publik.

Tempat Pertunjukan

Perbedaan mencolok lainnya adalah tempat yang digunakan untuk menampilkan/mementaskan masing-masing ceritanya.

Drama bisa ditampilkan di mana saja yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari seperti misalnya di rumah sakit, terminal, sekolah, stasiun kereta api, dan lainnya.

Sementara pada teater hanya dapat dilaksanakan di tempat pementasan saja, yaitu di atas panggung dengan dekorasi tertentu sesuai dengan naskah.

Perbedaan Jenis Drama dan Teater

Kita pasti pernah melihat atau menyaksikan drama dan teater dengan beragam jenis. Hal ini karena drama memiliki banyak jenisnya. Misalnya saja seperti horror, romance, dan lain-lain.

Sedangkan pada teater hanya lebih kepada dua jenis, yaitu tradisional dan modern. Teater tradisional merupakan sebuah seni pertunjukan yang muncul di masing-masing daerah dan biasanya berhubungan dengan adat istiadat setempat sesuai dengan kehidupan masyarakat di tempat tersebut.

Sementara teater modern merupakan suatu bentuk perkembangan dari seni teater tradisional yang telah diubah/dimodifikasi sedemikian rupa sesuai dengan ilmu drama yang berasal dari bangsa barat.

Akan tetapi kenapa pada akhirnya drama sering disebut sama dengan teater? Kesalahan ini terjadi karena drama yang sering kita liat di televisi seperti misalnya sinetron juga dapat dibuat menjadi sebuah pertunjukan langsung di atas panggung seperti halnya teater.

Hal inilah yang menjadi rancu sehingga kita sering menganggap bahwa kedua kata tersebut memiliki makna yang sama.

Baca Juga: Seniman Patung di Indonesia

Contoh Drama dan Teater

Perbedaan Drama dan Teater
klatenkab.go.id

Agar kita lebih memahami perbedaan kedua kata tersebut, berikut adalah beberapa contoh drama dan teater.

Contoh Drama

  • Drama Sekolah
  • Film
  • Sinetron

Contoh Teater

  • Seni Pertunjukan Ketoprak
  • Pertunjukan Reog
  • Teater Ludruk
  • Pertunjukan Lenong
  • Seni Drama dan Tari
  • Pertunjukan Mamanda
  • Pertunjukan  Sanghyang
  • Dll

Baca Juga: Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi

Tujuan Drama

Perbedaan Drama dan Teater
kebudayaan.kemdikbud.go.id

Secara umum, drama bertujuan untuk menghibur penonton yang menyaksikannya. Namun Dewojati (2010:1) berpendapat bahwa selain sebagai hiburan, drama juga memberikan kegunaan khususnya kepada pembaca (jika drama ditulis) dan juga kepada penonton (jika drama dipentaskan).

Biasanya seni pertunjukan juga erat sekali hubungannya dengan emansipasi manusia itu sendiri (Harymawan, 1986:7).

Berdasarkan penjelasan tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa selain untuk menghibur kepada penonton, drama juga memberikan gambaran langsung baik itu cara bersosialisasi dalam menghadapi kehidupan nyata, permasalahan kehidupan, maupun dalam cara berpikir dan bertindak seseorang dalam segala sesuatu yang terjadi pada kehidupan manusia pada umumnya serta mempertajam kepekaan emosi.

Sementara bagi para pemain adalah untuk meningkatkan imajinasi yang tertuang di dalam naskah, berlatih pengembangan ujar atau cara bicara, membentuk postur tubuh, dan sebagai sarana untuk menyalurkan bakat/hobi.

Itulah penjelasan mengenai perbedaan drama dan teater lengkap beserta contoh dan tujuannya. Dengan pembahasan kali ini, semoga kita tidak lagi salah dalam mengartikan kedua kata tersebut.

Sejarah Wayang Kulit

Sejarah Wayang Kulit

Sejarah Wayang Kulit – Wayang kulit merupakan salah satu cabang seni pertunjukan di Indonesia dimana perkembangannya terbilang cukup pesat.

Pada tanggal 7 November 2003, UNESCO juga menobatkan wayang sebagai “Masterpiece of Oral and Intagible Heritage of Humanity” atau sebagai warisan mahakarya dunia tak ternilai dalam dunia seni bertutur asli Indonesia sehingga termasuk ke dalam salah satu budaya Indonesia yang mendunia.

Adapun seni pertunjukan wayang sendiri sangat digemari oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia sehingga pagelaran wayang banyak diadakan ci acara-acara sakral di berbagai daerah di Nusantara.

Sejarah Wayang Kulit dan Perkembangannya di Indonesia

Sejarah Wayang Kulit
id.wikipedia.org

Saat ini wayang kulit tidak hanya terkenal di Indonesia saja, namun juga sudah terkenal hingga ke mancanegara. Maka tak heran jika di luar negeri banyak acara khusus yang menyelenggarakan pagelaran wayang kulit.

Menilik dari sejarahnya, wayang muncul pertama kali pada tahun 1500 sebelum Masehi yang lahir dari para cendekia, yaitu nenek moyang suku Jawa di masa lalu.

Dahulu wayang masih terbuat dari rumput-rumputan yang diikat sehingga bentuknya pun terlihat masih sangat sederhana dan hanya dimainkan untuk sarana ritual pemujaan roh nenek moyang saja yaitu pada saat upacara-upacara adat Jawa.

Sampai pada periode selanjutnya, penggunaan bahan-bahan lain berupa kulit binatang, kulit kayu mulai dikenal sebagai bahan dalam pembuatan wayang kulit.

Ini ditandai dengan ditemukannya wayang kulit tertua yang pernah ditemukan, yaitu berasal dari abad ke 2 Masehi. Perkembangan wayang terus terjadi hingga membuat cerita-cerita yang dimainkan pun semakin berkembang.

Wayang Kulit dan Kebudayaan Hindu Budha

Sejarah Wayang Kulit
derypkc24.blogspot.com

Asal usul wayang kulit sendiri tidak terlepas dari sejarah kesenian wayang secara umum. Hal ini dapat dilihat dari catatan sejarah dimana belum ada bukti kuat yang menjelaskan mengenai adanya kebudayaan wayang sebelum abad pertama.

Ini bertepatan dengan masuknya budaya Hindu Budha ke wilayah Asia Tenggara. Hal ini diperkuat dengan kenyataan jika seni pertunjukan wayang kulit kebanyakan mengangkat cerita Ramayana dan Mahabharata.

Meski itu bukan sebuah standar yang mengikat seorang dalang, namun dalam setiap pertunjukannya, dalang diperbolehkan untuk membuat pertunjukan dari lakon carangan (gubahan).

Budayawan terkenal, Jivan Pani pernah menyatakan pendapat bahwa wayang berkembang dari dua jenis seni. Adapun kesenian ini berasal dari Odisha, India Timur, yaitu Ravana Chhaya. Ravana Chhaya adalah sebuah teater boneka dan juga tarian Chhau.

Berawal dari sini hipotesis baru mulai berkembang, bahwasanya akulturasi kebudayaan India atau China merupakan hal yang mempengaruhi/menciptakan kesenian wayang kulit di Nusantara.

Wayang Kulit di Masa Kerajaan

Sejarah Wayang Kulit
id.wikipedia.org

Salah satu bukti pertama yang ditemukan mengenai seni wayang adalah berbentuk catatan. Catatan ini mengacu pada prasasti yang berasal dari tahun 930.

Dalam prasasti ini tertulis mengenai Galigi Mawayang. Galigi Mawayang merupakan seorang dalang di dalam pertunjukan seni wayang kulit. Hal ini juga senada dengan isi kitab “Kakawin Arjunawiwaha” karya Empu Kanwa di tahun 1035.

Dijelaskan bahwa sosok Galigi merupakan seorang dalang yang cepat serta hanya berjarak satu wayang dari Jagatkarana atau dalang terbesar yang hanya berjarak satu layar dari kita.

Wayang Purwa adalah wayang yang pertama kali dimiliki oleh Sri Jayabaya yang merupakan seorang Raja Kediri di tahun 939 M. Selanjutnya Wayang Purwa dikembangkan oleh Raden Panji pada tahun 1223 M.

Kemudian pada tahun 1283 M, Raden Jaka Susuruh menciptakan wayang berbahan dasar kertas. Wayang ciptaan Raden Jaka ini kemudian dikenal dengan “Wayang Beber”. Hingga kemudian pada tahun 1301 M, Sangging Prabangkara mengembangkan karakter wayang beber yang sesuai dengan adegannya.

Wayang Kulit di Masa Kerajaan Islam

Sejarah Wayang Kulit
ganaislamika.com

Kita pasti mengetahui bahwa Sunan Kalijaga merupakan satu dari sembilan wali yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Seorang wali Allah yang memiliki nama asli Raden Said ini lahir pada tahun 1450 M.

Di masa kerajaan Islam, wayang kulit yang ada merupakan karya inovasi dari Sunan Kalijaga yang mana Wayang Beber Kuno yang pada awalnya menggambarkan wujud manusia dengan detail kemudian oleh beliau diubah menjadi lebih samar.

Beberapa karakter wayang seperti Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong merupakan lakon yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga.

Lakon-lakon yang diciptakannya ini dibuat sedemikian rupa agar dapat membawa corak Islam di dalam pertunjukan wayang kulit yang mana saat itu masih di dominasi oleh kebudayaan Hindu Budha.

Di masa inilah tercipta beberapa istilah pewayangan yang merupakan serapan atau merujuk pada bahasa Arab, seperti:

  • Dalang, merujuk pada kata “Dalla” yang dapat diartikan sebagai menunjukkan. Beliau memilih kata tersebut dengan tujuan agar dalang dapat menunjukkan kebenaran terhadap para penonton wayang.
  • Tokoh Semar berasal dari kata “Simaar” yang memiliki arti paku. Dipilihnya kata tersebut adalah agar tokoh Semar dapat menjadi inspirasi orang agar memiliki karakter iman yang kuat dan juga kokoh seperti halnya paku.
  • Gareng, berasal dari kata “Qariin” yang mana artinya adalah teman. Raden Said memilih kata tersebut bertujuan agar seorang muslim harus pandai dalam mencari teman untuk diajak ke jalan kebaikan.
  • Petruk berasal dari kata “Fat-ruuk” yang memiliki arti tinggalkan. Maksud dari kata tersebut adalah bertujuan bahwa tokoh Petruk secara tidak langsung memberitahukan kepada kita bahwa seseorang wajib meninggalkan apa yang disembah selain Allah SWT.
  • Terakhir adalah Bagong. Bagong sendiri berasal dari kata “Baghaa” dimana dapat diartikan menjadi berontak. Beliau memilih kata ini agar seorang muslim wajib memberontak ketika melihat kedzaliman yang ada di hadapannya.

Jenis-jenis Wayang Kulit di Indonesia

Sejarah Wayang Kulit
klubanet.files.wordpress.com

Terdapat banyak jenis wayang kulit yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dimana di setiap daerahnya memiliki ciri khas yang berbeda-beda.

Berikut adalah jenis-jenis wayang kulit yang ada di Indonesia:

  • Wayang kulit Gagrag (Yogyakarta)
  • Wayang kulit Cengkok (Kedu)
  • Wayang kulit Cirebon (Jawa Barat)
  • Wayang kulit Madura
  • Wayang kulit Betawi (Jakarta)
  • Wayang Siam
  • Wayang kulit Bali
  • Wayang kulit Banjar (Kalimantan Selatan)
  • Wayang kulit Palembang (Sumatera Selatan)

Dalang Wayang Kulit Legendaris di Indonesia

Sejarah Wayang Kulit
ceknricek.com

Indonesia sendiri memiliki banyak dalang kondang bahkan menjadi legenda yang pernah mencapai puncak kejayaan baik itu yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Di antaranya adalah:

  • Ki Anom Suroto (gaya Solo)
  • Ki Soeparman (gaya Yogyakarta)
  • Ki Agus Wiranto
  • Almarhum Ki Manteb Soedarsono (gaya Solo)
  • Almarhum Ki Narto Sabdo (Semarang, gaya Solo)
  • Almarhum Ki Enthus Susmono (Tegal)
  • Almarhum Ki Sugino Siswocarito (gaya Banyumas)
  • Almarhum Ki Tristuti Rachmadi (Solo)
  • Almarhum Ki Surono (Banjarnegara, gaya Banyumas)
  • Almarhum Ki Hadi Sugito (Kulonprogo, Yogyakarta)
  • Almarhum Ki Timbul Hadi Prayitno (Yogyakarta)
  • Almarhum Ki Suleman (gaya Jawa Timur)

Sebenarnya terdapat masih banyak lagi dalang legendaris di Indonesia, namun dalam hal ini kita hanya menjelaskan beberapa saja.

Nah, demikianlah penjelasan mengenai sejarah wayang kulit lengkap beserta perkembangannya di Indonesia. Semoga artikel kali ini bermanfaat bagi kita semua.

Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi

Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi

Sebenarnya terdapat banyak jenis karya seni rupa 3 dimensi yang dapat ditemukan di sekitar kita. Seperti misalnya setiap benda yang dipajang di ruangan terbuka maupun tertutup juga termasuk sebagai karya seni rupa.

Namun kebanyakan orang biasanya hanya mengenal seni sekedar dari jenisnya saja. Seperti misalnya patung, lukisan, seni cetak, grafis, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Selebihnya, hanya sebagian orang saja yang dapat memahami kategori dari karya seni, misalnya seni rupa 3 dimensi yang akan kita bahas bersama-sama ini.

Baca Juga: Contoh Tari Kreasi

Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi

Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi
www.coretanpemuda.com

Karya seni rupa 3 dimensi juga memiliki jenis yang sama seperti yang terdapat pada seni rupa 2 dimensi. Selain dapat dibagi berdasarkan dimensinya, seni rupa juga dapat dibagi berdasarkan tema dan fungsinya.

Berdasarkan Tema

Dalam hal ini, tema merupakan gagasan pokok dari suatu karya seni. Misalnya adalah karya seni religius, cinta, lingkungan, kehidupan, kematian, dan lainnya. Akan tetapi, tema tidak selalu tampak secara kasat mata (eksplisit) namun malah lebih tampak secara tersirat (implisit).

Berdasarkan Fungsi

Jika berdasarkan fungsinya, terdapat dua jenis seni, yaitu seni rupa terapan (applied art) dan seni rupa murni (fine art). Adapun seni rupa terapan dibuat dengan tujuan yaitu lebih mengutamakan fungsi dan kenyamanan penggunanya.

Sedangkan seni rupa murni merupakan sebuah karya yang dibuat hanya untuk keindahan atau unsur estetis lainnya saja.

Baca Juga: Fungsi Seni Kriya

Pengertian Seni Rupa 3 Dimensi

Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi
bataviaexpress.id

Seni rupa 3 dimensi merupakan suatu karya seni rupa yang memiliki tiga ukuran atau sisi serta memiliki ruang ketiga yaitu berupa kedalaman. Inilah yang membedakan dengan karya 2 dimensi yang hanya memiliki ukuran panjang dan lebar saja.

Contoh Karya Seni Rupa 3 Dimensi

Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi
cf.shopee.co.id

Beberapa contoh yang termasuk ke dalam contoh karya seni rupa 3 dimensi adalah:

Seni Patung

Contoh pertama dari karya seni rupa 3 dimensi adalah patung. Patung dapat dilihat dari segala arah serta dapat diraba bentuknya. Sementara itu, terdapat beraneka macam karya patung yang ada di dunia ini.

Umumnya patung dibuat dengan menggunakan bahan dasar kayu, batu, logam, atau benda-benda keras lainnya yang cenderung memiliki volume dan tekstur yang kuat.

Beberapa contoh karya patung yang cukup terkenal di Indonesia adalah patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali, patung Martha Christina Tiaharu di Maluku, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Seni Kriya

Seni kriya merupakan sebuah seni yang mana dalam membuatnya adalah menitikberatkan pada keterampilan tangan namun tetap dengan memperhatikan fungsi untuk mengolah bahan baku untuk dijadikan sebagai bahan yang mempunyai nilai guna dan juga nilai estetis.

Selain itu, seni kriya juga diciptakan/dibuat untuk membantu kehidupan sehari-hari. Contohnya adalah cangkir dan poci untuk alat rumah tangga, produk furnitur seperti meja dan kursi, sampai ke wayang golek untuk seni pertunjukan.

Keramik

Seni keramik pada awalnya terbuat dari tanah liat yang diproses dengan cara dibakar, seperti contohnya adalah genteng dan gerabah.

Namun seiring dengan perkembangan teknologi, bahan dasar dalam pembuatan keramik saat ini digabung dengan logam kimia tertentu sehingga membentuk bahan dasar baru.

Keramik memiliki motif yang menarik sehingga selain digunakan sebagai pelapis material bangunan, keramik juga dapat dijadikan sebagai hiasan.

Kerajinan keramik ini banyak dan mudah dijumpai pada perabotan rumah tangga seperti vas bunga, gucci dan lain sebagainya.

Anyaman

Selanjutnya adalah anyaman. Seni anyaman merupakan teknik merangkai bambu/rotan dengan pola tertentu yang nantinya dibentuk menjadi beraneka ragam barang yang berguna untuk kebutuhan rumah tangga.

Beberapa contoh dari seni anyaman ini adalah pagar anyaman bambu, kursi anyaman rotan, tempat nasi, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Arsitektur

Arsitektur merupakan seni membuat bangunan atau lingkungan sebagai sarana prasarana untuk menunjang kehidupan manusia dari segala aspek baik itu tempat istirahat, berlindung maupun tempat untuk beraktivitas.

Baca Juga: Fungsi Musik Tradisional

Unsur-unsur Seni Rupa 3 Dimensi

Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi
macropocket.blogspot.com

Seni rupa 3 dimensi memiliki unsur-unsur khusus, seperti garis, bidang, bentuk, dan warna yang mana unsur-unsurnya ini digunakan untuk memperindah pada bentuk.

Contoh yang paling mudah dikenali dari unsur ini adalah patung. Sampai dengan saat ini, patung terus berkembang menjadi lebih baik sehingga nilai seni yang dimilikinya cukup tinggi.

Nilai Estetis Karya Seni Rupa 3 Dimensi

Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi
igedewirasena.blogspot.com

Sementara nilai estetis pada karya seni rupa ini dapat bersifat objektif maupun subjektif. Nilai estetis atau objektif ini memandang keindahan sebuah karya seni rupa agar berada pada karya seni itu sendiri secara kasat mata (eksplisit).

Sedangkan pandangan bersifat objektif akan menilai bagaimana keindahan fisik suatu karya seni jika dinilai berdasarkan efektivitas penerapan unsur dan juga prinsip seni rupa yang digunakan.

Keindahan ini tersusun dari komposisi yang baik yang berasal dari perpaduan warna harmonis, penempatan objek yang seimbang dan juga tampak menyatu. Adapun secara subjektif, keindahannya ditentukan oleh selera penikmatnya.

Seperti misalnya ketika seseorang melihat karya seni abstrak, maka orang biasa tidak dapat menemukan nilai estetis dari penataan unsur rupa pada karya tersebut serta menganggap karya abstraknya jelek dan juga sangat mudah untuk dibuat.

Ia menganggap bahwa anak kecil pun sanggup membuat karya seperti itu. Meski terasa nyata, namun seseorang yang menilai dengan cara tersebut sangatlah tidak tepat.

Sebelum menghakimi suatu karya yang terlihat abstrak, alangkah baiknya nilai terlebih dahulu secara objektif. Jika unsur dan prinsipnya memang ternyata tidak menunjukkan karya yang baik, maka sebaiknya cari sisi lainnya seperti apa konsep dibalik karya tersebut.

Bahkan sebagian orang akan lebih menyukai karya abstrak serta menganggap lukisan realistik justru terlalu biasa atau menjemukan. Pandangan yang berbeda inilah yang disebut dengan pandangan subjektif.

Itulah pembahasan kali ini mengenai Jenis karya seni rupa 3 dimensi lengkap beserta pengertian, contoh, unsur, dan nilai estetisnya. Semoga bermanfaat.

Contoh Tari Kreasi

Contoh Tari Kreasi

Contoh Tari Kreasi – Indonesia adalah negara yang terkenal karena memiliki keberagaman budaya, suku, agama, bahasa, adat, hingga tarian daerahnya.

Hingga seiring berjalannya waktu, tarian daerah pun ikut mengalami perkembangan sehingga menjadi suatu inovasi tersendiri khususnya bagi para pelaku seni, yaitu para penari.

Salah satu bukti seni tari mengalami perkembangan adalah adanya tari kreasi yang mana jenis tari ini merupakan tarian daerah yang dikembangkan mengikuti jaman yang sedang terjadi.

Baca Juga: Fungsi Seni Kriya

Contoh Tari Kreasi yang ada di Indonesia

Contoh Tari Kreasi
www.goodnewsfromindonesia.id

Jenis seni tari yang ada di Indonesia sendiri terbilang sangat banyak, salah satunya adalah tari kreasi. Tari ini merupakan tarian khas daerah yang dikembangkan mengikuti perkembangan jaman.

Adapun tari kreasi di tiap-tiap daerah di Indonesia pun beragam sehingga dapat dibedakan berdasarkan klasifikasinya. Namun secara umum tari kreasi dibedakan menjadi tiga, yaitu tari kreasi baru, tari kreasi tunggal, dan tari kreasi berpasangan.

Agar lebih jelas, berikut adalah pembahasan mengenai contoh tari kreasi di Indonesia.

Tari Kreasi Baru

Tari kreasi baru adalah tarian klasik yang telah mengalami perkembangan dan juga penambahan dari segi aransemennya seiring dengan mengikuti perkembangan jaman. Namun meski telah mengalami perubahan, tari kreasi baru tidak kehilangan nilai-nilai dasar yang dimilikinya.

Di bawah ini adalah beberapa contoh dar tarian kreasi baru.

Tari Merak

Tari Merak merupakan seni tari kreasi baru yang berasal dari provinsi Jawa Barat. Jenis Tari Merak ini merupakan salah satu jenis tari kreasi baru yang sangat indah.

Hal ini karena busana yang dikenakan oleh para penarinya berwarna biru dan emas yang membuatnya terlihat sangat menawan seperti halnya burung merak.

Tari Manuk Rawa

Selanjutnya adalah Tari Manuk Rawa. Tarian ini berasal dari Bali, tepatnya dari Sendratari Mahabharata dengan kisah lakon Bale Sigale-gale yang diciptakan oleh koreografer terkenal, I Wayan Dibia serta dibantu oleh komposer I Wayan Beratha pada tahun 1981.

Tari Nguri

Berasal dari kerajaan Sumbawa dan berfungsi sebagai hiburan. Asal mula Tari Nguri termasuk dalam jenis tarian hiburan adalah karena pada saat itu Raja Sumbawa sedang berduka.

Sehingga sang raja memerintahkan untuk mempertunjukkan tarian ini yang dipentaskan oleh beberapa wanita dengan tujuan untuk menghibur sang raja yang sedang berduka tersebut.

Tari Kuntulan

Tari Kuntulan pertama kali muncul di abad ke-20, sehingga tarian ini termasuk ke dalam jenis tari kreasi baru. Tarian ini berasal dari Pemalang, Jawa Tengah di mana ciri-cirinya memiliki gerakan serupa dengan pencak silat.

Tari Yapong

DKI Jakarta juga memiliki jenis tari kreasi baru yang terkenal dengan nama Tari Yapong. Pencipta dari tarian ini adalah Bagong Kusdiarjo dan diciptakan pada saat pementasan Ulang Tahun Jakarta ke-450 tahun. Jenis tarian ini menggambarkan tentang kehidupan masyarakat Betawi di tahun 1977.

Baca Juga: Fungsi Musik Tradisional

Tari Kreasi Tunggal

Seperti namanya, jenis tari kreasi tunggal hanya dimainkan oleh seorang penari saja sehingga harus dimainkan oleh seorang penari yang benar-benar sudah profesional.

Beberapa contoh dari tarian kreasi tunggal adalah:

Tari Gambir Anom

Tari Gambir Anom berasal dari provinsi Jawa Tengah dan telah ada sejak jaman Kesultanan Mataram Islam. Tarian ini menceritakan tentang anak Arjuna yang sedang dirundung asmara.

Tari Gambyong

Masih berasal dari Jawa Tengah, Tari Gambyong merupakan tarian tunggal khas Surakarta yang diciptakan oleh Maridi.

Pada awal kemunculannya, Tari Gambyong hanya dimainkan oleh seorang penari saja, namun seiring perkembangan jaman, Tari Gambyong dimainkan secara berkelompok.

Tari Jaipong

Tari Jaipong adalah tarian tradisional tunggal yang sangat terkenal yang berasal dari daerah Parahyangan yang dimainkan oleh seorang penari wanita dengan kain kebaya sebagai kostum tari sehingga si penari akan terkesan lembut dan feminim.

Tari Golek Menak

Contoh jenis tarian kreasi tunggal selanjutnya adalah Tari Golek Menak yang mana tarian ini adalah tarian dari Kesultanan Yogyakarta. Adapun Tari Golek Menak ini diciptakan langsung oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX pada tahun 1940-an.

Beliau menciptakan tarian ini karena terinspirasi oleh pertunjukan wayang golek.

Tari Klasik Gatotkoco

Karena diambil dari salah satu tokoh pewayangan, maka jenis tarian ini diberi nama Tari Klasik Gatotkoco yang mengisahkan tentang kehidupan Gatotkaca.

Seni tari yang berkembang di wilayah Jawa Tengah ini menggambarkan sosok Gatotkaca yang mampu terbang serta sakti mandraguna sebagai seorang keturunan Werkudara atau Bima.

Tari Kreasi Berpasangan

Baca Juga: Unsur-unsur Musik

Contoh tari kreasi yang terakhir adalah tari kreasi berpasangan yang mana dalam pementasannya melibatkan penari laki-laki dan perempuan dalam pertunjukannya.

Jika kita bandingkan dengan tari kreasi tunggal, tari kreasi berpasangan ini lebih sulit dilakukan karena diperlukan harmonisasi dan juga keselarasan gerak.

Berikut ini adalah contoh tari kreasi berpasangan di Indonesia.

Tari Payung

Berasal dari Sumatera Barat, Tari Payung memiliki ciri khas yaitu menggunakan properti payung yang mana tarian ini mengisahkan tentang seorang bujang yang sedang mencari jodohnya.

Tari Bambangan Cakil

Dimainkan oleh dua penari pria, Tari Bambangan Cakil memerankan tokoh ksatria dan raksasa.

Tarian ini menceritakan tentang peperangan antara kebaikan dan juga kejahatan yang mana ksatria tersebut berperan sebagai Arjuna sebagai sosok yang baik, sedangkan raksasa Cakil dicontohkan sebagai sosok yang jahat.

Tari Yosim

Jenis Tari Yosim berkembang di Provinsi Papua yang dimainkan secara berpasangan dan menceritakan seorang bujang dan gadis yang sedang mencari cinta sejati.

Di daerah asalnya, Tari Yosim terbilang cukup populer serta kerap ditampilkan dalam upacara adat setempat.

Tari Serampang Dua Belas

Provinsi Sumatera Utara juga memiliki tari kreasi berpasangan yang terkenal dengan nama Tari Serampang Dua Belas, tepatnya berasal dari Melayu Deli.

Tarian ini menceritakan tentang sepasang bujangan yang sedang menjalin cinta dalam menemukan jodohnya.

Tari Janger

Contoh tarian kreasi berpasangan yang terakhir ini berasal dari pulau Dewata, yaitu Tari Janger. Meskipun dimainkan oleh 10 orang penari, namun para penarinya tetap berpasang-pasangan dalam melakukan gerakan-gerakan tariannya.

Hal inilah yang menjadikan Tari Janger termasuk ke dalam tari kreasi berpasangan.

Baca Juga: Alat Musik Petik Tradisional

Pengertian Tari Kreasi

Contoh Tari Kreasi
www.selasar.com

Tari kreasi merupakan salah satu jenis tarian yang mempunyai gerakan berirama serta senada dengan alunan musiknya.

Biasanya tarian ini ditampilkan dalam waktu dan tempat khusus guna menceritakan maksud, pikiran, serta perasaan kepada penonton baik itu secara tunggal maupun berpasangan.

Sementara itu, bunyi-bunyian yang berasal dari iringan musik tari ini berfungsi sebagai pengatur gerak si penari serta untuk menguatkan tujuan yang ingin dicapai.

Tari kreasi sendiri dapat dijelaskan dalam kosakata yaitu sebagai bentuk pengungkapan ekspresi manusia melalui media gerakan dan irama.

Selain itu, tarian ini bersifat non etnik. Maksudnya adalah bukan dari jenis tari tradisi yang berkaitan erat dengan adat istiadat masyarakat. Sehingga dapat dikatakan bahwa tarian ini bukan jenis tari yang berfungsi untuk melengkapi acara adat/ritual kebudayaan.

Tari kreasi juga dikenal sebagai tari non etnik, tari non tradisi, tari modern dance, kontemporer, tari komposisi, serta tari latar. Istilah-istilah inilah yang menunjukkan karya seni yang baru berkembang untuk menyesuaikan jaman.

Ciri-ciri Tari Kreasi

Contoh Tari Kreasi
materitertulis.blogspot.com

Untuk mengetahui tari kreasi, kita dapat melihat ciri-cirinya, yaitu:

  • Pesan atau makna yang timbul dari tari kreasi merupakan ungkapan ekspresi pribadi.
  • Lebih memprioritaskan repertoar pra gerakan sebagai hasil dari eksplorasi.
  • Tidak memperlihatkan identitas kultural.
  • Menunjukkan kebebasan dalam berinteraksi, yaitu secara koreografi.

Jenis-jenis Tari Kreasi

Contoh Tari Kreasi
www.goodnewsfromindonesia.id

Tari kreasi sendiri dapat dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu:

1. Tari Kreasi Berpola Tradisi

Jenis tari kreasi berpola tradisi ini merupakan tari kreasi yang dilakukan/digarap berdasarkan kaidah tradisi, baik itu dari koreografi, iringan musik, tata rias, busana, dan teknik pementasannya. Meski dilakukan pengembangan, tarian dasar ini tetap tidak dihilangkan esensi tradisinya.

2. Tari Kreasi tidak Berpola Tradisi (Non Tradisi)

Kedua adalah tari kreasi tidak berpola tradisi, yaitu jenis tari kreasi yang digarap dengan lepas, tanpa masuk pola-pola tradisi yang mengikat, baik itu unsur koreografi, iringan musik, tata rias, tata busana, dan teknik pertunjukannya.

Walaupun jenis tarian ini tidak menggunakan pola tradisi, bukan berarti meninggalkan unsur tradisi sama sekali, melainkan bisa saja memakai gagasannya saja.

Baca Juga: Pengertian Alat Musik Ritmis

Fungsi Tari Kreasi

Contoh Tari Kreasi
ringgoabrio.blogspot.com

Fungsi utama dari tari kreasi adalah untuk menunjukkan dan juga menyajikan hiburan yang estetis. Karena bertujuan untuk pementasan, maka penampilan sebuah tari harus memerlukan latihan yang berulang-ulang serta mengandung kaidah-kaidah khusus yang harus dipertimbangkan.

Selain harus memenuhi kaidah-kaidah umum seperti wiraga, wirasa, dan wirama, setiap etnisnya juga harus memiliki keindahan yang berbeda-beda.

Seperti contohnya yaitu tari Sunda klasik yang mana tarian ini mempertimbangkan wiraga (postur tubuh penari), wirasa (ekspresi pada saat menari), wirama (kemampuan si penari dalam menyesuaikan iringan), alus (harmonisasi), dan sari (penghayatan).

Itulah pembahasan mengenai contoh tari kreasi di Indonesia lengkap beserta pengertian, ciri, jenis, dan fungsinya. Dengan pembahasan tersebut, semoga dapat menjadi referensi bagi kita semua.

Fungsi Seni Kriya

Fungsi Seni Kriya

Fungsi Seni Kriya – Negara kita adalah negara yang terkenal karena memiliki kesenian dan keragaman budaya Indonesia yang tidak ada duanya. Nah, salah satu keragaman budaya atau kesenian di Indonesia adalah seni kriya.

Keberadaan seni kriya ini sangat erat dengan aktivitas dan kebutuhan bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Seni kriya sendiri merupakan sebuah karya seni yang dibuat atau dihasilkan menggunakan keterampilan tangan.

Namun seni kriya juga harus memperhatikan kebutuhan fisik dan juga nilai keindahan (estetika).

Fungsi Seni Kriya dalam Kehidupan Manusia

Fungsi Seni Kriya
serambipintar.blogspot.com

Seni kriya sendiri telah ada di Indonesia sejak zaman prasejarah nenek moyang kita. Ini dibuktikan dengan ditemukannya benda-benda sejak zaman neolitikum yang mana pada waktu itu manusia sudah mulai tinggal menetap pada satu tempat.

Lantas, apa saja fungsi seni kriya dalam kehidupan manusia? Berikut penjelasan selengkapnya.

Hiasan (Dekorasi)

Salah satu hasil dari seni kriya ini banyak dijadikan sebagai hiasan atau dekorasi yang mana tujuannya adalah untuk mengelola permukaan benda sehingga terlihat lebih menarik untuk dinikmati.

Gambar dekorasi adalah gambar hiasan yang membuat wujud ruangan menjadi terlihat lebih hidup serta memiliki nilai estetik.

Banyak hasil karya seni kriya yang dijadikan sebagai pajangan karena seni kriya merupakan kelompok seni rupa yang menonjolkan rupa daripada fungsinya seperti halnya cindera mata, ukir, hiasan dinding, dan lain sebagainya.

Benda Terapan

Jenis seni kriya dalam hal ini adalah lebih mengutamakan fungsinya sebagai benda yang siap pakai. Umumnya mempunyai sifat nyaman, enak dipandang namun tetap tidak menghilangkan unsur keindahan seni kriya itu sendiri. Seperti contohnya adalah keramik, furnitur, senjata, dan lain-lain.

Benda Mainan

Tanpa disadari ternyata produk dari seni kriya sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya adalah sebuah terapan ukir yang memiliki fungsi sebagai alat permainan.

Biasanya produk seni kriya ini dikemas secara sederhana, bahan yang digunakan mudah di dapatkan serta harga yang ditawarkan murah namun tidak murahan. Contoh dari seni kriya benda mainan adalah dakon, kipas kertas, boneka, dan lainnya.

Baca Juga: Fungsi Musik Tradisional

Pengertian Seni Kriya

Fungsi Seni Kriya
info.naminakiky.com

Secara etimologi, kata kriya berasal dari bahasa Sansekerta yaitu “Krya” yang berarti mengerjakan. Seiring berjalannya waktu, kata Krya berkembang menjadi karya, kriya, dan kerja.

Maka dalam arti khusus, kriya adalah mengerjakan suatu hal yang menghasilkan sebuah objek, benda atau karya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata kriya diartikan sebagai jenis pekerjaan kerajinan tangan.

Adapun dalam bahasa Inggris, kriya atau Craft memiliki arti energi atau kekuatan, maksudnya adalah suatu keterampilan dalam membuat sesuatu.

Dengan begitu, pengertian seni kriya dapat diartikan sebagai seni yang sempurna karena tidak hanya pemenuhan yang dibutuhkan saja namun keindahan juga tetap diperhatikan.

Baca Juga: Unsur-unsur Musik

Jenis-Jenis Seni Kriya Nusantara

Fungsi Seni Kriya
www.inacraftnews.com

Wujud atau bentuk dari seni kriya di Indonesia sangatlah beragam, termasuk juga bahan-bahan yang digunakan. Dari beberapa seni kriya khas Nusantara, ternyata ada juga seni kriya yang tetap mempertahankan ciri atau keanekaragaman khas tradisionalnya.

Beberapa jenis seni kriya yang ada di Indonesia adalah:

Seni Kriya Kayu

Seni kriya kayu merupakan suatu jenis seni kriya yang mana dalam proses pengerjaannya selalu mengkombinasikan nilai fungsi dan juga estetika yaitu dengan menggunakan bahan kayu.

Adapun seni kriya kayu ini dapat dibagi menjadi dua, yaitu tingkatan dasar dan profesional. Contohnya adalah patung, wayang golek, topeng, hiasan ukiran, dan lain sebagainya.

Seni Kriya Tekstil

Jenis seni kriya selanjutnya adalah seni kriya tekstil yang berbahan dasar menggunakan kain. Adapun istilah tekstil di sini mempunyai lingkup yang cukup luas.

Biasanya kain terbuat dari serat kualitas terbaik sehingga menghasilkan benang berkualitas untuk selanjutnya ditenun dan dijadikan sebagai barang yang sesuai dengan keinginan si pembuatnya.

Sama seperti halnya seni kriya kayu, seni kriya tekstil juga dikelompokkan menjadi dua, yaitu karya tenun dan karya batik.

Seni Kriya Keramik

Selanjutnya adalah seni kriya keramik yaitu merupakan benda yang terbuat dari tanah liat. Pembuatannya sendiri menggunakan teknik slab, putar, kemudian dicetak tuang.

Beberapa daerah di Indonesia yang terkenal sebagai penghasil seni kriya keramik adalah Banjarnegara, Bandung, Jepara, Malang, Yogyakarta, dan beberapa daerah lain di Indonesia.

Seni Kriya Batu

Seni kriya batu merupakan jenis seni kriya yang terbuat dari batu sebagai bahan dasar utamanya yang kemudian batu ini akan dibentuk sedemikian rupa sehingga terlihat indah dan memiliki nilai jual tinggi. Contoh dari seni kriya batu adalah batu permata, fosil, batu akik, dan lainnya.

Seni Kriya Logam

Seni kriya logam adalah seni kriya yang bahan dasar dalam membuat seninya adalah menggunakan logam. Teknik pembuatannya sendiri terdiri dari dua cara, yaitu teknik bivalve dan cetak lilin.

Seni Kriya Kulit

Terakhir adalah seni kriya kulit. Seperti namanya, seni kriya ini berbahan dasar utama adalah kulit binatang. Beberapa jenis kulit yang digunakan untuk membuat seni kriya kulit adalah kulit kerbau, kulit sapi, kulit kambing, dan beberapa jenis binatang lainnya.

Sebelum dibuat kerajinan, kulit tersebut harus melalui beberapa proses pengolahan, mulai dari pemisahan kulit dari daging hewan, pencucian menggunakan cairan tertentu, pembersihan, perendaman hingga ke tahap proses finishing.

Banyak seni kriya kulit yang ada di Indonesia, di antaranya adalah wayang kulit, dompet, ikat pinggang, jaket, dan lain-lain.

Demikianlah pembahasan kali ini mengenai fungsi seni kriya lengkap beserta pengertian, jenis, dan contohnya. Semoga dapat menjadi sumber rujukan bagi kita yang saat ini sedang mencari pengetahuan akan hal tersebut.

Pengertian Tari Menurut Para Ahli

Pengertian Tari Menurut Para Ahli

Pengertian Tari Menurut Para Ahli – Sebagai bangsa yang memiliki keragaman budaya Indonesia, negara kita ini mempunyai banyak kesenian yang tersebar di berbagai daerah di Nusantara.

Nah, salah satu kesenian di Indonesia yang cukup terkenal adalah seni tari. Seni tari sendiri merupakan salah satu cabang seni yang sangat melekat dengan budaya di Indonesia.

Hal ini terlihat dari perkembangannya yang cukup pesat yaitu dapat dilihat dari munculnya seni tari modern yang semakin eksis di zaman yang juga modern seperti sekarang ini.

Pengertian Tari Menurut Para Ahli

Pengertian Tari Menurut Para Ahli
infotenmem.blogspot.com

Meskipun kita sering menyaksikan seni tari baik itu secara langsung maupun melalui internet, namun apakah kita mengetahui mengenai definisi tari menurut para ahli?

Jika belum mengetahuinya, berikut adalah penjelasan mengenai definisi tari berdasarkan pendapat para ahli.

Aristoteles

Seni tari menurut Aristoteles adalah sebuah gerakan ritmis yang mana gerakannya ini memiliki tujuan tertentu. Tujuannya adalah untuk menghadirkan sebuah karakter yang dimiliki oleh manusia, tepatnya yang sebagaimana mereka bertindak dan menderita.

Hawkins

Sedangkan menurut Hawkins, seni tari adalah suatu ekspresi perasaan manusia yang diubah dalam sebuah imajinasi menjadi bentuk media gerak sehingga gerakan yang simbolis ini menggambarkan sebuah ungkapan bagi si penciptanya.

Jazuli

Jazuli mendefinisikan seni tari merupakan irama musik yang sebagai pengiring juga dapat digunakan untuk mengungkapkan maksud atau suatu tujuan yang sejatinya hendak disampaikan oleh si pencipta tari melalui si penari.

Suadarsa Prionggo Broto

Suadarsa Prionggo Broto mendefinisikan bahwa seni tari merupakan suatu ketentuan dari bentuk-bentuk gerakan tubuh manusia dan juga ruang.

Soedarsono

Tari menurut Soedarsono adalah menggambarkan sebuah ekspresi jiwa manusia yaitu melalui gerak-gerak ritmis dan indah.

Baca Juga: Pengertian Seni Menurut Para Ahli

Pengertian Tari Secara Umum

Pengertian Tari Menurut Para Ahli
ringgoabrio.blogspot.com

Adapun pengertian seni tari secara umum yaitu tari merupakan salah satu cabang seni yang mengungkapkan ekspresi, keindahan, hingga makna tertentu dengan melalui media gerak tubuh.

Gerak tubuh ini disusun serta diperagakan sedemikian rupa dengan tujuan untuk memberikan penampilan dan pengalaman yang menyenangkan sehingga dapat menumbuhkan horison yang baru bagi seseorang yang menontonnya.

Jenis-jenis Seni Tari

Pengertian Tari Menurut Para Ahli
wikimedia.org

Secara umum, seni tari terbagi dalam tiga kelompok, yaitu seni tari tradisional, modern, dan kontemporer. Berikut penjelasan selengkapnya.

Seni Tari Tradisional

Jenis tari tradisional ialah cabang seni tari yang telah melalui perjalanan yang cukup panjang dan memiliki nilai-nilai masa lalu yang tetap dipertahankan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.

Bukan hanya itu saja, seni tari tradisional juga memiliki hubungan dengan ritual adat istiadat. (Sekarningsih dan Rohayani, 2006, hal. 5).

Sementara menurut Hidayat (205, hal. 14) berpendapat bahwa seni tari tradisional juga dapat dipahami sebagai tata cara yang berlaku di suatu wilayah/lingkungan etnik adat tertentu dimana sifatnya ini turun-temurun.

Maka dapat disimpulkan bahwa tari tradisional merupakan seni tari yang sebelumnya telah berkembang dari masa ke masa serta telah terjadi dalam waktu yang cukup lama di suatu daerah etnik tertentu sehingga memiliki nilai-nilai masa lalu yang dijaga secara turun-temurun.

Seni Tari Modern

Tari modern merupakan jenis seni tari yang sudah tidak terikat oleh aturan adat-istiadat di suatu daerah. Tari modern ini cenderung lebih bebas serta meninggalkan berbagai tradisi menari untuk mengembangkan seni tari ke tahap yang lebih lanjut dan tidak melulu turun-temurun.

Namun bukan hanya itu, tari modern juga sarat akan budaya yang cenderung populer.

Seperti contohnya bagaimana tari modern digunakan untuk menjadi tarian latar pada saat konser penyanyi tunggal atau pada saat sebuah band sedang tampil sehingga penari modern akan menari di atas panggung untuk mengirinya.

Seni Tari Kontemporer

Dapat dikatakan bahwa seni tari kontemporer merupakan puncak dari pengembangan seni tari pada masa kini. Akan tetapi karena merupakan puncak tari pada konteks masa sekarang, maka bentuknya pun terbilang masih radikal.

Sehingga banyak gerakan yang terlihat eksperimental dan masih belum bisa dipahami dengan jelas oleh masyarakat secara umum.

Nah, untuk mendalami seni tari kontemporer, ada baiknya kita terlebih dahulu memahami seni tari kontemporer secara umum sehingga kita mengetahui maksud yang terkandung dalam seni tari kontemporer.

Fungsi Seni Tari

Pengertian Tari Menurut Para Ahli
miro.medium.com

Menurut Soedarsono (Sekarningsih & Rohayani, 2006, hal. 9-11), setidaknya terdapat lima fungsi seni tari, yaitu tari sebagai sarana upacara ritual, hiburan, tontonan, pendidikan, dan sebagai wujud rasa syukur.

  • Tari Berfungsi Sebagai Sarana Upacara Ritual dan Adat

Dalam hal ini, seni tari yang akan digunakan untuk upacara ritual adat adalah seni tari yang wajib mengikuti dan juga memenuhi kaidah-kaidah secara turun-temurun serta telah menjadi tradisi di suatu daerah tertentu.

Untuk pelaksanaannya pun biasanya diselenggarakan hanya pada waktu tertentu saja dan juga di pimpin oleh orang-orang tertentu saja.

  • Tari Berfungsi Sebagai Hiburan

Fungsi tari sebagai sarana hiburan adalah digunakan untuk memeriahkan suatu acara. Misalnya acara pernikahan, pesta budaya, dan lain sebagainya.

  • Tari Berfungsi Sebagai Tontonan

Maksudnya adalah tari yang memang khusus dipertunjukkan dan pelaksanaannya dipersiapkan hanya untuk dinikmati.

Contohnya adalah suatu lembaga sengaja menggelar seni tari untuk menunjukkan kebolehan para peserta didiknya yang membuat satu grup tari memiliki tujuan untuk meraih dan memanjakan para penggemarnya.

  • Tari Berfungsi Sebagai Sarana Pendidikan

Seni tari sebagai sarana pendidikan adalah untuk mendidik anak agar bersikap dewasa dan juga menghindari tingkah laku yang buruk/menyimpang. Nilai-nilai keindahan dan keluhuran yang terdapat pada seni tari juga secara tidak langsung dapat mengasah perasaan seseorang.

  • Tari Berfungsi Sebagai Wujud Rasa Syukur

Tari juga dapat dijadikan sebagai wujud rasa syukur baik itu dalam ranah syukuran, peringatan hari besar nasional, hingga peresmian gedung atau instansi yang baru dibangun/berdiri. Biasanya mereka sengaja menggunakan seni tari untuk rasa syukur atas tercapainya suatu target.

Itulah pembahasan mengenai pengertian tari menurut para ahli dan secara umum lengkap beserta jenis dan fungsinya. Semoga artikel yang telah kita bahas bersama-sama ini bermanfaat bagi kita semua!

Pengertian Seni Menurut Para Ahli

Pengertian Seni Menurut Para Ahli

Pengertian Seni Menurut Para Ahli – Istilah seni tentu bukanlah suatu hal yang aneh, bahkan sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari.

Seni dapat diartikan sebagai sebuah karya yang dibuat/diciptakan secara artistik baik itu dalam bentuk audio, media visual, atau bahkan hasil dari kombinasi keduanya.

Adapun pengertian seni sendiri dapat mewakili perasaan manusia yang di dalamnya mengandung unsur estetik atau keindahan yang diungkapkan melalui suatu media yang bersifat nyata dan dapat dirasakan oleh panca indera manusia.

Pengertian Seni Menurut Para Ahli

Pengertian Seni Menurut Para Ahli
Sumber Gambar: www.portaljawa.com

Banyak para ahli yang mendefinisikan pengertian seni. Berikut adalah pendapat para ahli mengenai apa itu seni.

Ki Hajar Dewantara

Salah satu pejuang Indonesia atau yang lebih dikenal dengan sebutan “Bapak Pendidikan Nasional”, yaitu Ki Hajar Dewantara mengemukakan pengertian daripada seni.

Menurutnya, seni adalah hasil keindahan yang dapat menggerakkan perasaan indah siapa pun yang melihatnya. Maka apa pun perbuatan manusia yang mampu mempengaruhi dan menciptakan perasaan indah itu juga dapat disebut sebagai seni.

Aristoteles

Sementara itu, Aristoteles menyatakan bahwa seni merupakan suatu aktivitas meniru alam melalui bentuk atau cara pengungkapan dan penampilannya yang tidak menyimpang dari realitas atau fakta yang ada.

Alexander Baum Garton

Alexander Baum Garton berpendapat bahwa seni adalah suatu hal yang berkaitan dengan keindahan serta memiliki tujuan positif, sehingga mampu menciptakan perasaan senang dan bahagia bagi mereka yang menikmatinya.

James Murko

Seni menurut James Murko adalah penjelasan dari ungkapan perasaan indah yang ada dan terkandung pada setiap jiwa manusia.

Ia juga menyatakan bahwa seni dilahirkan atau diciptakan melalui perantara, baik itu berupa media atau alat komunikasi yang bisa ditangkap oleh panca indera manusia, baik itu pendengaran, penglihatan, atau perantara gerak.

Immanuel Kant

Berbeda dengan James Murko, Imamanuel Kant berpendapat bahwa seni merupakan sebuah impian yang dituangkan menjadi suatu karya. Hal ini karena rumus-rumus tertentu yang tidak dapat mewujudkan realitas atau kenyataan.

Hillary Bel

Hillary Bel mengemukakan bahwa seni adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sebuah karya yang dapat menyentuh hati serta dapat menimbulkan rasa penasaran bagi para penikmatnya sehingga mereka berusaha mencari tahu siapa penciptanya.

Leo Tolstoy

Sedangkan menurut Leo Tolstoy, seni adalah suatu ungkapan perasaan dari si pencipta seni untuk menyampaikan apa yang dirasakannya terhadap orang lain yaitu mereka sebagai penikmat karyanya.

Eric Ariyanto

Menurut Eric Ariyanto, seni adalah suatu kegiatan atau aktivitas rohani (batin) yang direfleksikan ke dalam bentuk karya yang mana karyanya ini mampu menciptakan timbulnya rasa penasaran dan juga ketertarikan orang lain untuk melihat dan mendengarnya.

Plato

Plato menyebut bahwa seni adalah sebuah hasil tiruan alam berikut dengan segala isinya (ars imitator naturam).

Ensiklopedi Indonesia

Sementara itu, ensiklopedi Indonesia menyatakan bahwa seni adalah sebuah karya cipta dari segala hal yang mengandung unsur keindahan yang membuat orang yang melihat atau mendengarnya menjadi senang dan bahagia.

Baca Juga: Identitas Nasional Indonesia

Pengertian Seni Secara Umum

Pengertian Seni Menurut Para Ahli
Sumber Gambar: www.yuksinau.id

Istilah seni sendiri berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu kata “Sani” yang memiliki arti persembahan atau pemujaan.

Ini dapat dilihat dalam kehidupan masyarakat secara umum bahwa seni sangat berkaitan erat dengan upacara adat atau keagamaan atau lebih tepatnya kesenian daerah. Sementara seni dalam bahasa Inggris adalah “Art” yang memiliki arti art visual atau seni rupa.

Maka dapat disimpulkan bahwa pengertian seni secara umum adalah suatu produk yang mengandung unsur kesenian yang diciptakan oleh manusia yang bertujuan untuk membawa kesenangan.

Seni sendiri sengaja diciptakan oleh manusia dengan membawa unsur keindahan yang terkandung di dalamnya sehingga dapat mempengaruhi perasaan orang lain, khususnya yang melihat atau mendengarkannya.

Macam-macam Seni

Pengertian Seni Menurut Para Ahli
Sumber Gambar: asarpua.com

Setelah mengetahui pengertian seni menurut para ahli dan juga secara umum, maka kita juga perlu mengetahui mengenai macam-macam seni.

Hasil dari seni sendiri dapat kita nikmati melalui media penglihatan atau visual, pendengaran atau audio, dan juga kombinasi di antara keduanya.

Di bawah ini adalah penjelasan mengenai macam-macam seni.

Seni Rupa

Macam-macam seni yang pertama adalah seni rupa yang mana definisinya adalah sebuah hasil karya visual berupa lukisan, gambar, patung, kerajinan tangan, multimedia, dan lain sebagainya yang mana wujudnya dapat dinikmati dengan indera penglihatan.

Seni Musik

Kedua adalah seni musik. Seperti namanya, seni musik adalah hasil karya cipta manusia yang menekankan pada unsur bunyi namun juga tetap memperhatikan unsur lainnya, baik itu unsur melodi, notasi musik, serta harmoni yang indah sehingga enak didengar.

Seni Tari

Seni tari adalah hasil karya cipta manusia yang terwujud dalam bentuk gerakan tubuh yang mampu menciptakan sebuah keindahan.

Macam seni tari juga menggunakan unsur bunyi yang berasal dari seni musik yang berfungsi sebagai sarana untuk mengomunikasikan atau menyampaikan maksud dan juga tujuan tertentu, yaitu dari seorang koreografer kepada penonton yang melihatnya.

Seni Teater

Selanjutnya adalah seni teater yang merupakan suatu karya seni yang mencoba untuk memvisualisasikan imajinasi seseorang yang berhubungan dengan perilaku makhluk hidup.

Adapun seni ini diperagakan dalam bentuk adegan-adegan yang diperankan oleh para pemain teater itu sendiri baik secara individu maupun kelompok.

Seni Sastra

Terakhir adalah seni sastra, yaitu sebuah bentuk atau wujud seni berupa kata-kata, seperti misalnya kaligrafi atau puisi yang dapat dinikmati dengan indera penglihatan dan indera pendengaran.

Sementara itu, seni sastra bertujuan untuk menyampaikan pesan dan kesan terhadap para penikmatnya dengan cara yang indah.

Fungsi Seni

Pengertian Seni Menurut Para Ahli
Sumber Gambar: www.haipedia.com

Secara umum, terdapat dua fungsi daripada seni, yaitu fungsi individu dan fungsi sosial.

Fungsi Individu

  • Sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan emosional, sehingga seseorang yang menikmati seni dapat merasakan senang, cinta, benci, marah, sedih, haru, dan perasaan lainnya guna meluapkan perasaannya.
  • Sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan fisik. Misalnya terdapat seorang seniman yang membuat guci unik dan bernilai seni sebagai pajangan rumah yang mana tujuannya untuk memuaskan kebutuhan fisik dan juga memberikan kenyamanan kepada para penikmat dari hasil karya seni tersebut.

Fungsi Sosial

  • Dalam fungsi sosial, seni dapat dijadikan sebagai sarana untuk menyampaikan pesan keagamaan yang dapat dilihat dari busana pakaian, prosesi upacara, lagu rohani, kaligrafi, dan lainnya.
  • Seni juga berfungsi dalam dunia pendidikan. Maksudnya adalah seni dapat dipelajari baik itu nilai dan ilmunya sebagai bentuk mengekspresikan diri dengan cara yang menyenangkan.
  • Sebagai sarana untuk mengekspresikan diri yang bertujuan untuk menghibur diri sendiri maupun orang lain yang melihatnya.
  • Untuk memudahkan dalam menjelaskan suatu hal kepada orang lain. Contohnya penggunaan poster untuk menyampaikan suatu informasi yang menggunakan gambar menarik makan akan lebih mudah dimengerti oleh para pembacanya.

Berdasarkan penjelasan tersebut, kini kita telah lebih memahami mengenai pengertian seni secara umum dan menurut para ahli lengkap beserta macam dan fungsinya. Bahkan fungsi seni ternyata bermanfaat baik bagi kehidupan secara individu maupun sosial.

Identitas Nasional Indonesia

Identitas Nasional Indonesia

Pada dasarnya identitas nasional Indonesia merupakan bentuk manifestasi dari nilai-nilai budaya yang tumbuh berkembang dalam suatu negara, khususnya Indonesia. Namun seiring berjalannya waktu, nilai-nilai tersebut berubah menjadi ciri khas suatu bangsa atau negara.

Identitas sendiri berasal dari kata “identity” yang berarti ciri khas, ciri-ciri, tanda-tanda, jati diri perorangan atau kelompok tertentu yang membedakannya dengan orang atau kelompok lainnya.

Sementara kata “nasional” adalah sebuah gambaran akan identitas yang melekat pada diri seseorang, kelompok tertentu, atau organisasi yang lebih besar berdasarkan kesamaan fisik, ragam, bahasa, budaya, cita-cita atau tujuan.

Pengertian Identitas Nasional Indonesia

Identitas Nasional Indonesia
jalankuliah.blogspot.com

Identitas nasional sendiri memiliki banyak pengertian, namun secara umum, Identitas nasional Indonesia adalah sebuah jati diri, ciri, atau sifat yang tumbuh dan berkembang di negara Indonesia sehingga dapat menjadi pembeda dengan negara lainnya.

Meskipun negara kita ini memiliki keragaman budaya Indonesia yang berbeda-beda, namun kita telah sepakat untuk menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika yang mempersatukan berbagai identitas, baik itu bahasa, budaya, agama, ras atau lainnya.

Sehingga dapat dikatakan bahwa identitas nasional merupakan kristalisasi dari kumpulan identitas-identitas yang heterogen.

Faktor Pembentuk Identitas Nasional

Identitas Nasional Indonesia
kresna2202.blogspot.com

Terdapat 5 faktor utama yang mempengaruhi pembentuk identitas nasional yang terdapat di suatu bangsa/negara. 5 faktor yang dimaksud adalah:

Primordialisme

Primordialisme sendiri merupakan kecintaan atau fanatisme pada suatu golongan, etnis atau suku yang sama. Dalam hal ini, kecintaan atau fanatismenya didasarkan oleh sistem kekerabatan dan kekeluargaan yang identik karena adanya hubungan darah antar anggota.

Faktor primordialisme ini menyebabkan seseorang cenderung lebih mudah berteman dan juga menyukai sesama golongan.

Seperti misalnya orang Jawa dengan orang Jawa, golongan menengah ke atas dengan golongan menengah ke atas, dan lain sebagainya.

Bukan hanya itu, primordialisme yang kuat juga menyebabkan pengelompokan individu-individu dengan karakteristik sama yang pada akhirnya akan menghasilkan suatu kelompok komunitas yang memiliki karakteristik/identitas tertentu.

Pemimpin Bangsa

Pemimpin suatu bangsa merupakan figur atau tokoh pemimpin karismatik yang menjadi kebanggaan rakyatnya. Seorang pemimpin bangsa/negara yang karismatik adalah yang berprinsip sebagai pelayan masyarakat, bukan pelayan diri sendiri.

Maksudnya adalah pemimpin yang mampu membuat rakyat merasa bangga, merasa diayomi dan dilindungi oleh pemimpinnya. Seorang pemimpin yang berprinsip seperti ini nantinya akan dapat menciptakan kelompok/komunitas yang juga ingin seperti dia.

Bukan hanya itu, pemikiran dari seorang pemimpin yang baik juga dapat mempengaruhi pemikiran bangsa yang ia pimpin. Banyak negara di dunia yang memiliki seorang pemimpin yang berprinsip seperti ini.

Seperti contohnya negara kita ini, yaitu Ir. Soekarno. Beliau adalah seorang pemimpin bangsa Indonesia pertama serta seseorang yang mencetuskan dasar negara Pancasila dan kemerdekaan.

Hal-hal seperti itu yang turut berkontribusi besar dalam membentuk identitas suatu negara/bangsa.

Sejarah Bangsa

Sejarah bangsa adalah masa lalu suatu bangsa yang juga turut mempengaruhi terbentuknya memori kolektif masyarakat yang hidup di era sekarang.

Apa yang telah dialami oleh suatu bangsa akan mempengaruhi identitas dan juga pola pikir masyarakat dari bangsa tersebut.

Seperti misalnya sebuah bangsa yang sering dijajah oleh bangsa lain akan cenderung memiliki sifat menolak intervensi asing, isolasionis, dan protektif.

Namun penjajahan yang dilakukan oleh bangsa asing juga dapat memunculkan sifat lunak terhadap asing karena dianggap lebih superior dan juga hebat. Hal inilah yang dikenal dengan mental inlander dari bangsa terjajah.

Sementara bagi bangsa yang pernah menjadi superpower dunia seperti misalnya Inggris atau Amerika tentu saja secara otomatis akan memiliki pride nasionalisme yang sangat tinggi.

Bahkan terkadang mereka menganggap dirinya sendiri sebagai polisi dunia dan lebih superior dibandingkan dengan negara lain.

Praktik Keagamaan

Praktik keagamaan merupakan suatu ritual yang didasarkan pada keyakinan tiap individu yang dipraktikkan baik itu secara individu maupun kolektif.

Unsur ini berperan sangat penting guna menciptakan identitas suatu komunitas karena nilai keagamaan memiliki identitas tersendiri.

Namun aspek keagamaan juga sering kali bercampur dengan aspek kebudayaan lokal yang terdapat pada suatu komunitas. Inilah yang menyebabkan akulturasi dan asimilasi yang pada akhirnya menciptakan budaya baru.

Negara kita ini menjadi salah satu negara yang memiliki banyak keragaman budaya, salah satunya dalam hal agama. Contohnya adalah Islam kejawen yang berasal dari gabungan antara agama Islam dengan budaya lokal di Jawa.

Solidaritas Organik

Solidaritas organik merupakan suatu bentuk integrasi sosial yang terbentuk karena adanya kondisi saling ketergantungan yang dihasilkan oleh pembagian kerja.

Faktor ini muncul seiring dengan banyaknya spesialisasi yang merupakan hasil/produk dari revolusi industri dan industrialisasi massal yang terjadi di seluruh dunia. Adapun identitas yang terbentuk dari solidaritas organik adalah identitas profesional, modern, serta cenderung urban.

Unsur-Unsur Identitas Nasional

Identitas Nasional Indonesia
www.nesabamedia.com

Terdapat beberapa unsur yang menjadi bagian dari identitas nasional, di antaranya adalah:

Agama

Unsur yang pertama adalah agama. Agama adalah suatu golongan sosial yang diklasifikasikan berdasarkan aliran kepercayaan yang dianut oleh tiap-tiap individu.

Pada umumnya, seseorang yang baru lahir telah memiliki afiliasi terhadap salah satu agama di Nusantara.

Adapun afiliasi ini biasanya ditentukan oleh agama yang dianut oleh kedua orang tuanya atau keluarga besar dari seorang anak yang baru dilahirkan.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, lingkungan sekitar turut pula berperan dalam mempengaruhi kepercayaan yang dianut oleh seseorang.

Hingga banyak dijumpai seseorang yang merasakan krisis keagamaan atau bahkan kehilangan kepercayaan atas agamanya. Akibatnya orang-orang seperti ini berpotensi untuk berpindah agama.

Budaya

Budaya memiliki cakupan yang sangat luas. Saking luasnya, bahkan setiap tindakan kita di dalam kehidupan sehari-hari pasti dipengaruhi oleh keterpaparan kita terhadap suatu budaya.

Hal ini senada dengan negara kita yang banyak memiliki contoh budaya daerah yang tersebar di berbagai wilayah.

Suku Bangsa

Dapat dikatakan bahwa suku bangsa merupakan golongan sosial yang khusus dan bersifat askriptif. Maksudnya adalah seorang individu telah memilikinya sedari lahir serta tidak dapat memilih ingin berada di suku apa.

Mereka hanya dapat melakukan atau bertindak setelah menjadi bagian dari suku bangsa tersebut. Suku bangsa juga menjadi salah satu identitas yang dapat dilihat dengan cukup jelas meskipun yang terlihat bukanlah sukunya, melainkan budaya yang melekat pada suku tersebut.

Indonesia sendiri memiliki banyak contoh budaya nasional yang tersebar di berbagai wilayah dari ujung barat hingga ujung timur.

Bahasa

Dalam konteks ini, bahasa merupakan penggolongan sosial yang didasarkan pada aspek simbolik yang jika dilihat secara arbiter dibentuk untuk sarana interaksi atau berkomunikasi antar individu baik itu di dalam maupun di luar komunitas.

Semua orang pasti mempelajari simbol-simbol yang membentuk bahasa sejak ia lahir hingga meninggal dunia. Bahasa juga sangat dipengaruhi oleh budaya yang terdapat di suatu tempat/wilayah.

Sama seperti halnya budaya dan suku bangsa, Indonesia juga memiliki ratusan bahkan ribuan bahasa daerah dan juga bahasa suku yang tersebar di berbagai wilayah.

Karakteristik Identitas Nasional

Identitas Nasional Indonesia
www.suarakita.org

Dapat dikatakan, karakteristik identitas nasional adalah ciri khusus, kebiasaan atau pola hidup masyarakat yang menempati suatu wilayah. Secara umum, terdapat tiga karakteristik identitas nasional yang dimiliki oleh negara kita, yaitu:

Kesatuan Indonesia

Indonesia adalah negara kepulauan terluas di dunia. Setiap pulau yang terdapat di Indonesia memiliki adat istiadat, budaya, dan bahasa yang berbeda-beda.

Kesatuan Indonesia ini adalah karakteristik identitas nasional yang sangat berharga dan bahkan menjadi ciri khas tersendiri bagi bangsa.

Persamaan Nasib

Bukti dari persamaan nasib ini adalah bahwa bangsa Indonesia pernah dijajah oleh bangsa asing dalam waktu yang lama. Kondisi ini tentu dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia di masa itu yang kemudian tercermin dalam identitas nasional serta tercetus pada pembukaan UUD 1945.

Keinginan untuk Merdeka

Seluruh rakyat Indonesia memiliki keinginan untuk terbebas dari belenggu penjajahan baik itu penjajahan fisik maupun mental. Hal itu juga tercantum di dalam UUD 1945 yang berbunyi segala bentuk penjajahan di muka bumi harus dihapuskan.

Fungsi Identitas Nasional

Identitas Nasional Indonesia
www.smamoneblitar.sch.id

Di era globalisasi seperti sekarang ini menjadikan tantangan tersendiri untuk identitas nasional, sehingga sebagai bangsa yang baik, kita harus tetap menjaga identitas nasional. Identitas nasional sendiri memiliki beberapa fungsi, seperti:

Sebagai Alat Pemersatu Bangsa

Seperti yang telah dijelaskan di atas, negara kita ini memiliki berbagai macam kebudayaan, agama, suku, bahasa, dan ras. Nah, identitas nasional digunakan sebagai wadah untuk mempersatukan keberagaman tersebut.

Selain itu, identitas nasional juga dapat difungsikan sebagai salah satu upaya untuk memperkenalkan kebudayaan Nusantara terhadap bangsa lainnya. Salah satu buktinya adalah terdapat beberapa budaya Indonesia yang berhasil mendunia.

Sebagai Identitas Negara

Fungsi terpenting dari identitas nasional adalah dijadikan sebagai jati diri suatu negara. Dengan adanya identitas nasional ini dapat membuat suatu negara terlihat lebih menonjol dibandingkan dengan negara lainnya.

Merupakan Landasan Negara

Dengan identitas nasional juga dapat dijadikan sebagai landasan suatu negara. Artinya adalah identitas nasional dijadikan sebagai panduan dan pemersatu agar dapat mewujudkan cita-cita dari suatu negara.

Bukan hanya itu, identitas nasional juga dapat dijadikan sebagai gambaran akan potensi dan juga kemampuan yang dimiliki oleh suatu negara, sebab tiap-tiap negara berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Baca Juga: 1 Hektar Berapa Meter?

Sebagai Pembeda dengan Bangsa Lain

Terakhir adalah identitas negara berfungsi untuk membedakan dengan bangsa lainnya sehingga terlihat lebih khusus dan spesifik.

Nilai-nilai budaya nasional di Indonesia ini tidak boleh luntur dalam keadaan apa pun. Maka sebagai bangsa Indonesia, kita tetap harus berpegang teguh terhadap identitas dan nilai-nilai yang mendasari bumi pertiwi baik itu sebagai negara maupun bangsa.

Demikianlah penjelasan mengenai identitas nasional Indonesia lengkap beserta pengertian, faktor pembentuk, unsur, karakteristik, dan fungsinya. Semoga bermanfaat.