Fungsi Seni Kriya

Fungsi Seni Kriya – Negara kita adalah negara yang terkenal karena memiliki kesenian dan keragaman budaya Indonesia yang tidak ada duanya. Nah, salah satu keragaman budaya atau kesenian di Indonesia adalah seni kriya.

Keberadaan seni kriya ini sangat erat dengan aktivitas dan kebutuhan bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Seni kriya sendiri merupakan sebuah karya seni yang dibuat atau dihasilkan menggunakan keterampilan tangan.

Namun seni kriya juga harus memperhatikan kebutuhan fisik dan juga nilai keindahan (estetika).

Fungsi Seni Kriya dalam Kehidupan Manusia

Fungsi Seni Kriya
serambipintar.blogspot.com

Seni kriya sendiri telah ada di Indonesia sejak zaman prasejarah nenek moyang kita. Ini dibuktikan dengan ditemukannya benda-benda sejak zaman neolitikum yang mana pada waktu itu manusia sudah mulai tinggal menetap pada satu tempat.

Lantas, apa saja fungsi seni kriya dalam kehidupan manusia? Berikut penjelasan selengkapnya.

Hiasan (Dekorasi)

Salah satu hasil dari seni kriya ini banyak dijadikan sebagai hiasan atau dekorasi yang mana tujuannya adalah untuk mengelola permukaan benda sehingga terlihat lebih menarik untuk dinikmati.

Gambar dekorasi adalah gambar hiasan yang membuat wujud ruangan menjadi terlihat lebih hidup serta memiliki nilai estetik.

Banyak hasil karya seni kriya yang dijadikan sebagai pajangan karena seni kriya merupakan kelompok seni rupa yang menonjolkan rupa daripada fungsinya seperti halnya cindera mata, ukir, hiasan dinding, dan lain sebagainya.

Benda Terapan

Jenis seni kriya dalam hal ini adalah lebih mengutamakan fungsinya sebagai benda yang siap pakai. Umumnya mempunyai sifat nyaman, enak dipandang namun tetap tidak menghilangkan unsur keindahan seni kriya itu sendiri. Seperti contohnya adalah keramik, furnitur, senjata, dan lain-lain.

Benda Mainan

Tanpa disadari ternyata produk dari seni kriya sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya adalah sebuah terapan ukir yang memiliki fungsi sebagai alat permainan.

Biasanya produk seni kriya ini dikemas secara sederhana, bahan yang digunakan mudah di dapatkan serta harga yang ditawarkan murah namun tidak murahan. Contoh dari seni kriya benda mainan adalah dakon, kipas kertas, boneka, dan lainnya.

Baca Juga: Fungsi Musik Tradisional

Pengertian Seni Kriya

Fungsi Seni Kriya
info.naminakiky.com

Secara etimologi, kata kriya berasal dari bahasa Sansekerta yaitu “Krya” yang berarti mengerjakan. Seiring berjalannya waktu, kata Krya berkembang menjadi karya, kriya, dan kerja.

Maka dalam arti khusus, kriya adalah mengerjakan suatu hal yang menghasilkan sebuah objek, benda atau karya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata kriya diartikan sebagai jenis pekerjaan kerajinan tangan.

Adapun dalam bahasa Inggris, kriya atau Craft memiliki arti energi atau kekuatan, maksudnya adalah suatu keterampilan dalam membuat sesuatu.

Dengan begitu, pengertian seni kriya dapat diartikan sebagai seni yang sempurna karena tidak hanya pemenuhan yang dibutuhkan saja namun keindahan juga tetap diperhatikan.

Baca Juga: Unsur-unsur Musik

Jenis-Jenis Seni Kriya Nusantara

Fungsi Seni Kriya
www.inacraftnews.com

Wujud atau bentuk dari seni kriya di Indonesia sangatlah beragam, termasuk juga bahan-bahan yang digunakan. Dari beberapa seni kriya khas Nusantara, ternyata ada juga seni kriya yang tetap mempertahankan ciri atau keanekaragaman khas tradisionalnya.

Beberapa jenis seni kriya yang ada di Indonesia adalah:

Seni Kriya Kayu

Seni kriya kayu merupakan suatu jenis seni kriya yang mana dalam proses pengerjaannya selalu mengkombinasikan nilai fungsi dan juga estetika yaitu dengan menggunakan bahan kayu.

Adapun seni kriya kayu ini dapat dibagi menjadi dua, yaitu tingkatan dasar dan profesional. Contohnya adalah patung, wayang golek, topeng, hiasan ukiran, dan lain sebagainya.

Seni Kriya Tekstil

Jenis seni kriya selanjutnya adalah seni kriya tekstil yang berbahan dasar menggunakan kain. Adapun istilah tekstil di sini mempunyai lingkup yang cukup luas.

Biasanya kain terbuat dari serat kualitas terbaik sehingga menghasilkan benang berkualitas untuk selanjutnya ditenun dan dijadikan sebagai barang yang sesuai dengan keinginan si pembuatnya.

Sama seperti halnya seni kriya kayu, seni kriya tekstil juga dikelompokkan menjadi dua, yaitu karya tenun dan karya batik.

Seni Kriya Keramik

Selanjutnya adalah seni kriya keramik yaitu merupakan benda yang terbuat dari tanah liat. Pembuatannya sendiri menggunakan teknik slab, putar, kemudian dicetak tuang.

Beberapa daerah di Indonesia yang terkenal sebagai penghasil seni kriya keramik adalah Banjarnegara, Bandung, Jepara, Malang, Yogyakarta, dan beberapa daerah lain di Indonesia.

Seni Kriya Batu

Seni kriya batu merupakan jenis seni kriya yang terbuat dari batu sebagai bahan dasar utamanya yang kemudian batu ini akan dibentuk sedemikian rupa sehingga terlihat indah dan memiliki nilai jual tinggi. Contoh dari seni kriya batu adalah batu permata, fosil, batu akik, dan lainnya.

Seni Kriya Logam

Seni kriya logam adalah seni kriya yang bahan dasar dalam membuat seninya adalah menggunakan logam. Teknik pembuatannya sendiri terdiri dari dua cara, yaitu teknik bivalve dan cetak lilin.

Seni Kriya Kulit

Terakhir adalah seni kriya kulit. Seperti namanya, seni kriya ini berbahan dasar utama adalah kulit binatang. Beberapa jenis kulit yang digunakan untuk membuat seni kriya kulit adalah kulit kerbau, kulit sapi, kulit kambing, dan beberapa jenis binatang lainnya.

Sebelum dibuat kerajinan, kulit tersebut harus melalui beberapa proses pengolahan, mulai dari pemisahan kulit dari daging hewan, pencucian menggunakan cairan tertentu, pembersihan, perendaman hingga ke tahap proses finishing.

Banyak seni kriya kulit yang ada di Indonesia, di antaranya adalah wayang kulit, dompet, ikat pinggang, jaket, dan lain-lain.

Demikianlah pembahasan kali ini mengenai fungsi seni kriya lengkap beserta pengertian, jenis, dan contohnya. Semoga dapat menjadi sumber rujukan bagi kita yang saat ini sedang mencari pengetahuan akan hal tersebut.

Tinggalkan komentar