Besaran Pokok dan Besaran Turunan

Besaran pokok dan besaran turunan merupakan salah satu materi dalam fisika yang sangat penting dalam kehidupan manusia.

Bahkan dapat dikatakan jika materi ini sering kita dijumpai dalam kehidupan sehari-hari tanpa kita sadari. Seperti contohnya pada saat kita menyaksikan balapan MottoGP yang dapat melaju hingga kecepatan 350 km/jam.

MottoGP ini memiliki kecepatan yang jauh lebih cepat daripada kecepatan kuda yang biasanya hanya mencapai kecepatan maksimal 70 km/jam. Lantas dari mana kita dapat melihat perbedaan dari nilai kecepatan tersebut? Jawabannya adalah dari pengukuran kecepatan.

Pengertian Besaran Pokok dan Besaran Turunan

Besaran Pokok dan Besaran Turunan
slideplayer.info

Sebelum membahas lebih jauh, mengetahui pengertian daripada keduanya merupakan hal yang wajib diketahui agar kita tidak gagal di dalam memahaminya.

Besaran Pokok

Besaran pokok adalah besaran yang mana satuannya telah ditetapkan atau didefinisikan terlebih dahulu, berdiri sendiri, dan tidak tergantung pada besaran lainnya.

Adapun dimensi merupakan cara untuk menyusun suatu besaran yang susunannya berdasarkan besaran pokok serta ditandai dengan menggunakan lambang/huruf tertentu yang ditempatkan dalam kurung siku.

Para ahli fisika di seluruh dunia telah bersepakat bahwa terdapat tujuh besaran pokok dalam fisika. Berikut adalah tabel besaran pokok lengkap beserta satuan, singkatan, dan dimensinya.

Besaran Pokok dan Besaran Turunan
www.markijar.com

Berikut adalah penjelasan selengkapnya.

Massa

Besaran massa umumnya digunakan untuk mengukur massa atau kandungan materi yang terdapat di suatu benda. Sementara massa memiliki satuan internasional (SI) yaitu kilogram dengan dimensi [M].

Dalam massa satu kilogram didefinisikan oleh massa silinder logam. Nah, massa silinder logam ini terbuat dari campuran logam platina dan iridium serta disimpan dengan ketat di Sevres, Prancis, tepatnya di International Bureau of Weights and Measures.

Panjang

Sedangkan penggunaan besaran panjang digunakan untuk mengukur panjang suatu benda yang mana satuan internasionalnya adalah meter (M) dan berdimensi [L]

Satuan meter ini didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh cahaya dalam ruang hampa yaitu selama 1/299.792.458 sekon.

Waktu

Sementara besaran waktu digunakan untuk mengukur waktu suatu kejadian atau peristiwa. Adapun salah satu contoh alat ukur waktu adalah stopwatch. Waktu memiliki satuan internasional (SI) sekon dan dimensi [T].

Dapat dikatakan, satu sekon didefinisikan sebagai selang waktu yang diperlukan atom Cesium-133 untuk bergetar sebanyak 9.192.631.770 kali.

Suhu

Suhu merupakan ukuran panas pada suatu benda dimana satuan internasionalnya (SI) adalah kelvin [K], sedangkan alat untuk mengukur suhu disebut termometer.

Kuat Arus

Penggunaan kuat arus digunakan guna mengukur arus listrik dari satu tempat ke tempat lainnya yang memiliki satuan internasional berupa ampere (A) dan berdimensi [I].

Pada satu ampere didefinisikan sebagai kuat arus yang diperlukan untuk memindahkan muatan satu Coulomb per detiknya.

Intensitas Cahaya

Intensitas cahaya pada umumnya digunakan untuk mengukur mengenai terang atau tidaknya cahaya yang jatuh pada benda. Satuan internasional intensitas cahaya adalah candela atau disingkat (Cd) dan berdimensi [J].

Sementara itu, satu candela didefinisikan intensitas pancaran radiasi monokromatik dengan frekuensi yaitu 540 x1012 Hz serta mempunyai intensitas radian 1/683 wall per radian.

Jumlah Zat

Jumlah zat memiliki satuan internasional (SI) yaitu mol serta berdimensi [N]. Sedangkan pada satu mol sendiri didefinisikan sebagai jumlah zat yang sama atau sebanding dengan banyaknya 12 gram atom karbon -12.

Baca Juga: Cara Membaca Jangka Sorong

Besaran Turunan

Secara umum, besaran turunan merupakan besaran yang satuannya berasal dari kombinasi besaran-besaran pokok. Sementara jumlah besaran turunan terbilang sangat banyak dan dapat dikatakan hampir semua besaran fisika adalah besaran turunan.

Seperti yang telah diketahui, bahwa kita mengenal besaran turunan seperti luas, (kombinasi antara perkalian besaran panjang), kecepatan (kombinasi dari besaran panjang yang dibagi dengan besaran waktu), massa jenis (kombinasi besaran massa dibagi dengan besaran turunan volume), dan masih banyak lagi yang lainnya.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan tabel berikut ini:

Besaran Pokok dan Besaran Turunan
moztrip.com

Pengukuran Besaran dalam Fisika

Besaran Pokok dan Besaran Turunan
smp.prasacademy.com

Pengukuran merupakan suatu kegiatan membandingkan antara besaran satu dengan besaran yang lainnya dimana tujuannya adalah untuk mendapatkan data real secara pasti.

Terdapat banyak peristiwa pengukuran yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Seperti contohnya pengukuran tekanan darah pasien di rumah sakit, bayi yang ditimbang di puskesmas, pengukuran tegangan arus listrik, dan masih banyak lagi contoh yang lainnya.

Namun perlu kita ketahui, bahwa dalam teori yang terdapat pada fisika ini harus mampu selaras dengan hasil pengukuran.

Jika teori tidak sesuai dengan hasil pengukuran, maka teori tersebut ditolak! Sehingga pengukuran dalam fisika dapat dikatakan sangat penting dalam mendasari kevalidan suatu data.

Di dalam pengukuran sederhana, kita sering menjumpai bahkan malah menggunakan beberapa alat ukur untuk mengukur suatu benda.

Seperti misalnya menggunakan alat ukur mistar, meteran, jangka sorong, pengukuran besaran massa yang menggunakan alat ukur berupa timbangan dan lainnya.

Adapun baik itu konsep besaran pokok dan besaran turunan yang telah kita bahas bersama-sama ini telah ditetapkan oleh para ahli fisika dan telah menggunakan satuan baku yaitu satuan internasional (SI) yang memudahkannya di dalam pencocokan ukuran. Semoga bermanfaat ya!

Tinggalkan komentar