Tahapan Sintesis Protein

Dapat dikatakan, tahapan sintesis protein pada tubuh manusia terbilang cukup penting untuk diketahui. Hal ini karena protein merupakan senyawa organik kompleks yang mengandung molekul tinggi.

Tahapan ini merupakan polimer yang berasal dari monomer asam amino yang saling terhubung antara satu dengan yang lainnya melalui ikatan peptida.

Nah, molekul-molekul ini terkandung dari hidrogen, nitrogen, karbon, oksigen, serta beberapa sulfur hingga fosfor.

Proses atau Tahapan Sintesis Protein

Tahapan Sintesis Protein
Sumber Gambar: www.thoughtco.com

Protein sendiri berperan penting karena menjadi salah satu pondasi dalam suatu bangunan tubuh manusia. Namun, protein sebelumnya harus terbentuk terlebih dahulu.

Pembentukan sintesis protein ini terjadi dengan melibatkan beberapa pihak, di antaranya adalah RNA dan DNA.

Sedangkan proses pembentukan protein (sintesis protein) merupakan sebuah proses dalam mengubah asam amino yang terdapat di dalam linear menjadi senyawa protein dalam tubuh.

RNA dan DNA memiliki peran sangat penting di dalam keterlibatannya pada pembentukan protein. Sementara itu, informasi genetik (gen) berupa sel terdapat pada DNA dalam membuat protein.

Kemudian proses sintesis protein terbagi menjadi tiga langkah, yaitu transkripsi, translasi, dan pelipatan protein.

Transkripsi

Transkripsi merupakan proses sintesis RNA dari salah satu pita cetakan pada DNA (DNA sense). Sementara dalam tahapan ini akan menghasilkan 3 jenis RNA, yaitu mRNA, tRNA, dan rRNA. Proses pembentukan ini akan berlangsung di dalam sitoplasma.

Adapun tahapan ini terdapat rantai tunggal yang mana berfungsi sebagai rantai sense. Untuk rantai yang lainnya dari pasangan DNA biasa dikenal dengan sebutan rantai antisense.

Selanjutnya, proses sintesis protein ini terbagi menjadi tiga tahapan, yaitu inisiasi, elongasi, dan terminasi.

Inisiasi RNA polimerase kemudian akan terikat dengan rantai DNA (promoter) yang berada di awal suatu gen. Sementara untuk tahap elongasi, satu rantai DNA, untaian cetakannya akan bertindak sebagai cetakan yang selanjutnya akan berguna untuk enzim RNA polimerase.

Terminasi ini adalah tahapan transkripsi yang urutan sinyalnya setelah transkripsi RNA telah selesai dilakukan. Kemudian RNA polimerase akan melepaskan hasil proses transkripsi RNA.

Translasi

Translasi merupakan proses sintesis protein dari urutan nukleotida yang terdapat dalam mRNA yang kemudian mengalami penerjemahan dalam urutan asam amino. Urutan penerjemahan ini berasal dari rantai poliptida.

Di dalam proses ini, sel akan membaca mengenai informasi yang terdapat pada pesan RNA atau mRNA dan memakainya untuk membuat sebuah protein.

Setidaknya terdapat 20 jenis asam amino agar terbentuk protein yang mana ini berasal dari terjemahan kodon mRNA.

Pada mRNA ini, terdapat pula instruksi supaya membuat polipeptida yang mana merupakan RNA nukleotida (Adenine, Uracil, Cytosine, dan Guanine).

Nah, hal ini dapat dikenal dengan sebutan kodon. Selanjutnya akan menghasilkan polipeptida yang spesifik.

Sementara dalam proses translasi ini juga terbagi ke dalam tiga tahapan penting, yaitu tahap awal (inisiasi), tahap elongsi (perpanjangan rantai), dan terakhir tahap terminasi.

Dalam awal proses sintesis protein ini, ribosom akan membuat rakitan pada sekitar mRNA dengan tujuan agar dapat terbaca. Kemudian tRNA yang pertama akan membawa asam amino metionin yang sesuai dengan start kodon (AUG).

Dapat dikatakan, dalam tahapan awal ini merupakan tahapan yang sangat penting serta dibutuhkan selama proses translasi berlangsung.

Untuk tahap selanjutnya atau tahap kedua yaitu elongasi atau memperpanjang rantai yang mana rantai asam amino ini akan mengalami perpanjangan.

Di dalam tahap kedua ini, mRNA akan terbaca satu kodon sekali dan asam amino yang cocok akan bertambah pada rantai protein.

Sepanjang tahap elongasi ini, tRNA akan bergerak melalui situs A, P, dan E yang semuanya berasal dari ribosom.

Proses ini nantinya akan mengalami pengulangan yang terjadi secara terus-menerus, tepatnya ketika kodon baru terbaca serta asam amino baru bertambah pada rantai. Hingga kemudian tahap terminasi, yang merupakan tahap dimana rantai polipeptida akan terlepas.

Tahap sintesis protein ini akan berlangsung pada saat stop kodon mulai masuk ke ribosom. Hal inilah yang membuat rantai polipeptida terpisah dengan tRNA dan pada akhirnya terlepas keluar dari ribosom.

Pelipatan Protein

Jika rantai polipeptidanya telah mengalami sintesisasi, maka tidak dapat berfungsi sebelum mengalami modifikasi oleh struktur tertentu. Struktur-struktur yang dimaksud adalah karbohidrat ekor atau glikosilasi, lipid, kelompok prostetik, dan lainnya.

Agar dapat berfungsi secara fungsional, maka akan terjadi modif pasca-translasi dan pelipatan protein. Di dalam proses pelipatan protein ini terbagi ke dalam empat tingkatan.

Keempat tingkatan yang dimaksud adalah tingkat primer atau rantai polipeptida linier, tingkat tengah atau alpha heliks, tingkat tersier atau bentuk berserat dan bundar, serta tingkat kuarter atau protein kompleks dengan dua atau lebih subunit.

Pengertian Sintesis Protein

Tahapan Sintesis Protein
Sumber Gambar: slideplayer.info

Secara umum, sintesis protein merupakan proses pembentukan protein yang terjadi di dalam tubuh yang dilakukan oleh RNA atas dasar perintah atau kode dari DNA.

Sementara itu, sintesis protein ini berlangsung di dalam inti sel dan juga di dalam ribosom. Ribosom sendiri merupakan suatu organel sel yang berukuran kecil dan padat yang berfungsi sebagai tempat untuk sintesis protein.

Bahan baku dalam sintesis protein adalah asam amino. Jumlah asam amino yang berperan dan terlibat dalam sintesis protein adalah 20.

Akan tetapi, urutan asam amino ini dikode sepenuhnya oleh DNA. Hasil akhir dari sintesis protein adalah terbentuknya protein fungsional, seperti misalnya hormon, enzim, keratin, dan juga haemoglobin.

Baca Juga: Contoh Simbiosis Komensalisme

Manfaat Sintesis Protein

Tahapan Sintesis Protein
Sumber Gambar: saintif.com

Terdapat beberapa manfaat dari terjadinya proses sintesis protein ini, di antaranya adalah:

  • Protein Struktural. Protein struktural merupakan sebuah protein yang membentuk struktur sel, membran organel, mikrotubulus, mikrofilamen, protein membran plasma, sentriol, dan lain sebagainya.
  • Protein rahasia dari sel, misalnya hormon dan antibodi.

Sel-sel yang berbeda memiliki protein yang berbeda pula yang menentukan sifat fisik dan juga kimia sel yang membedakan antara satu sel dengan sel yang lainnya. Seperti contohnya sel otot yang mengandung aktin dan miosin pada saat tidak ada sel saraf.

Itulah pembahasan mengenai tahapan sintesis protein lengkap beserta pengertian dan manfaatnya. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan komentar