Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi

Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi

Sebenarnya terdapat banyak jenis karya seni rupa 3 dimensi yang dapat ditemukan di sekitar kita. Seperti misalnya setiap benda yang dipajang di ruangan terbuka maupun tertutup juga termasuk sebagai karya seni rupa.

Namun kebanyakan orang biasanya hanya mengenal seni sekedar dari jenisnya saja. Seperti misalnya patung, lukisan, seni cetak, grafis, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Selebihnya, hanya sebagian orang saja yang dapat memahami kategori dari karya seni, misalnya seni rupa 3 dimensi yang akan kita bahas bersama-sama ini.

Baca Juga: Contoh Tari Kreasi

Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi

Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi
www.coretanpemuda.com

Karya seni rupa 3 dimensi juga memiliki jenis yang sama seperti yang terdapat pada seni rupa 2 dimensi. Selain dapat dibagi berdasarkan dimensinya, seni rupa juga dapat dibagi berdasarkan tema dan fungsinya.

Berdasarkan Tema

Dalam hal ini, tema merupakan gagasan pokok dari suatu karya seni. Misalnya adalah karya seni religius, cinta, lingkungan, kehidupan, kematian, dan lainnya. Akan tetapi, tema tidak selalu tampak secara kasat mata (eksplisit) namun malah lebih tampak secara tersirat (implisit).

Berdasarkan Fungsi

Jika berdasarkan fungsinya, terdapat dua jenis seni, yaitu seni rupa terapan (applied art) dan seni rupa murni (fine art). Adapun seni rupa terapan dibuat dengan tujuan yaitu lebih mengutamakan fungsi dan kenyamanan penggunanya.

Sedangkan seni rupa murni merupakan sebuah karya yang dibuat hanya untuk keindahan atau unsur estetis lainnya saja.

Baca Juga: Fungsi Seni Kriya

Pengertian Seni Rupa 3 Dimensi

Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi
bataviaexpress.id

Seni rupa 3 dimensi merupakan suatu karya seni rupa yang memiliki tiga ukuran atau sisi serta memiliki ruang ketiga yaitu berupa kedalaman. Inilah yang membedakan dengan karya 2 dimensi yang hanya memiliki ukuran panjang dan lebar saja.

Contoh Karya Seni Rupa 3 Dimensi

Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi
cf.shopee.co.id

Beberapa contoh yang termasuk ke dalam contoh karya seni rupa 3 dimensi adalah:

Seni Patung

Contoh pertama dari karya seni rupa 3 dimensi adalah patung. Patung dapat dilihat dari segala arah serta dapat diraba bentuknya. Sementara itu, terdapat beraneka macam karya patung yang ada di dunia ini.

Umumnya patung dibuat dengan menggunakan bahan dasar kayu, batu, logam, atau benda-benda keras lainnya yang cenderung memiliki volume dan tekstur yang kuat.

Beberapa contoh karya patung yang cukup terkenal di Indonesia adalah patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali, patung Martha Christina Tiaharu di Maluku, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Seni Kriya

Seni kriya merupakan sebuah seni yang mana dalam membuatnya adalah menitikberatkan pada keterampilan tangan namun tetap dengan memperhatikan fungsi untuk mengolah bahan baku untuk dijadikan sebagai bahan yang mempunyai nilai guna dan juga nilai estetis.

Selain itu, seni kriya juga diciptakan/dibuat untuk membantu kehidupan sehari-hari. Contohnya adalah cangkir dan poci untuk alat rumah tangga, produk furnitur seperti meja dan kursi, sampai ke wayang golek untuk seni pertunjukan.

Keramik

Seni keramik pada awalnya terbuat dari tanah liat yang diproses dengan cara dibakar, seperti contohnya adalah genteng dan gerabah.

Namun seiring dengan perkembangan teknologi, bahan dasar dalam pembuatan keramik saat ini digabung dengan logam kimia tertentu sehingga membentuk bahan dasar baru.

Keramik memiliki motif yang menarik sehingga selain digunakan sebagai pelapis material bangunan, keramik juga dapat dijadikan sebagai hiasan.

Kerajinan keramik ini banyak dan mudah dijumpai pada perabotan rumah tangga seperti vas bunga, gucci dan lain sebagainya.

Anyaman

Selanjutnya adalah anyaman. Seni anyaman merupakan teknik merangkai bambu/rotan dengan pola tertentu yang nantinya dibentuk menjadi beraneka ragam barang yang berguna untuk kebutuhan rumah tangga.

Beberapa contoh dari seni anyaman ini adalah pagar anyaman bambu, kursi anyaman rotan, tempat nasi, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Arsitektur

Arsitektur merupakan seni membuat bangunan atau lingkungan sebagai sarana prasarana untuk menunjang kehidupan manusia dari segala aspek baik itu tempat istirahat, berlindung maupun tempat untuk beraktivitas.

Baca Juga: Fungsi Musik Tradisional

Unsur-unsur Seni Rupa 3 Dimensi

Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi
macropocket.blogspot.com

Seni rupa 3 dimensi memiliki unsur-unsur khusus, seperti garis, bidang, bentuk, dan warna yang mana unsur-unsurnya ini digunakan untuk memperindah pada bentuk.

Contoh yang paling mudah dikenali dari unsur ini adalah patung. Sampai dengan saat ini, patung terus berkembang menjadi lebih baik sehingga nilai seni yang dimilikinya cukup tinggi.

Nilai Estetis Karya Seni Rupa 3 Dimensi

Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi
igedewirasena.blogspot.com

Sementara nilai estetis pada karya seni rupa ini dapat bersifat objektif maupun subjektif. Nilai estetis atau objektif ini memandang keindahan sebuah karya seni rupa agar berada pada karya seni itu sendiri secara kasat mata (eksplisit).

Sedangkan pandangan bersifat objektif akan menilai bagaimana keindahan fisik suatu karya seni jika dinilai berdasarkan efektivitas penerapan unsur dan juga prinsip seni rupa yang digunakan.

Keindahan ini tersusun dari komposisi yang baik yang berasal dari perpaduan warna harmonis, penempatan objek yang seimbang dan juga tampak menyatu. Adapun secara subjektif, keindahannya ditentukan oleh selera penikmatnya.

Seperti misalnya ketika seseorang melihat karya seni abstrak, maka orang biasa tidak dapat menemukan nilai estetis dari penataan unsur rupa pada karya tersebut serta menganggap karya abstraknya jelek dan juga sangat mudah untuk dibuat.

Ia menganggap bahwa anak kecil pun sanggup membuat karya seperti itu. Meski terasa nyata, namun seseorang yang menilai dengan cara tersebut sangatlah tidak tepat.

Sebelum menghakimi suatu karya yang terlihat abstrak, alangkah baiknya nilai terlebih dahulu secara objektif. Jika unsur dan prinsipnya memang ternyata tidak menunjukkan karya yang baik, maka sebaiknya cari sisi lainnya seperti apa konsep dibalik karya tersebut.

Bahkan sebagian orang akan lebih menyukai karya abstrak serta menganggap lukisan realistik justru terlalu biasa atau menjemukan. Pandangan yang berbeda inilah yang disebut dengan pandangan subjektif.

Itulah pembahasan kali ini mengenai Jenis karya seni rupa 3 dimensi lengkap beserta pengertian, contoh, unsur, dan nilai estetisnya. Semoga bermanfaat.

Fungsi Musik Tradisional

Fungsi Musik Tradisional

Fungsi Musik Tradisional – Di era seperti sekarang ini mungkin tidak banyak orang yang mengetahui tentang jenis musik tradisional. Hal ini karena di jaman serba modern ini banyak orang yang lebih menyukai musik modern sehingga banyak yang mulai meninggalkan musik tradisional.

Ini tentu merupakan hal yang tidak boleh dibiarkan karena musik tradisional merupakan bagian dari kekayaan nusantara yang wajib kita jaga.

Salah satu hal yang perlu kita lakukan untuk menjaganya agar tetap ada dan tidak tergerus oleh jaman adalah dengan mengenal jenis musik tradisional. Maka pada kesempatan kali ini, kita akan membahas bersama-sama mengenai musik tradisional.

Baca Juga: Unsur-unsur Musik

Fungsi Musik Tradisional

Fungsi Musik Tradisional
www.djarumcoklat.com

Sebelum membahas lebih jauh mengenai apa itu musik tradisional, mengetahui fungsi daripada jenis musik ini merupakan hal yang perlu kita ketahui. Jika demikian, lantas musik tradisional berfungsi sebagai apa? Berikut adalah beberapa fungsi dari musik traditional.

Pengiring Tarian

Di beberapa daerah di Indonesia, musik tradisional digunakan sebagai sarana untuk mengiringi tari-tarian daerah. Sehingga kita dapat dengan mudah menjumpai tarian khas daerah yang diiringi oleh musik tradisional.

Bukan hanya itu saja, saat ini musik tradisional juga sering dijadikan sebagai pengiring tarian modern seperti dansa, poco-poco, dan lainnya.

Sebagai Sarana Upacara Adat (Ritual)

Sudah tidak dipungkiri lagi bahwa musik tradisional sering dijadikan sebagai sarana upacara adat, seperti misalnya untuk upacara perkawinan, kelahiran, kematian, keagamaan, dan juga kenegaraan.

Bahkan di beberapa daerah di Indonesia, bunyi yang dihasilkan dari musik tradisional dipercaya memiliki kekuatan magis. Inilah yang dijadikan sebagai alasan jika musik tradisional dipilih untuk sarana kegiatan adat istiadat dan budaya.

Sebagai Sarana Hiburan

Seni musik merupakan salah satu cara untuk menghilangkan perasaan stres/jenuh akibat dari rutinitas sehari-hari dan juga dijadikan sebagai sarana rekreasi.

Jika di suatu daerah ada yang menyelenggarakan kesenian musik tradisional, maka biasanya masyarakat Indonesia berbondong-bondong untuk menyaksikannya.

Sebagai Sarana Komunikasi

Musik tradisional juga berfungsi sebagai sarana untuk berkomunikasi antar anggota kelompok masyarakat.

Bunyi bunyi yang berasal dari musik tradisional ini memiliki pola ritme tertentu sehingga dapat menjadi tanda untuk anggota masyarakat akan suatu peristiwa atau kegiatan tertentu.

Adapun beberapa alat musik tradisional yang umumnya dipakai untuk berkomunikasi adalah kentongan, bedug, dan lonceng.

Sebagai Sarana Ekonomi

Bagi para pekerja seni atau musisi profesional, musik tentu tidak hanya dijadikan sebagai sarana ekspresi dan aktualisasi diri saja, melainkan musik juga dijadikan sebagai sumber penghasilan.

Mereka biasanya akan merekam hasil karya seninya baik itu dalam bentuk pita kaset maupun cakram padat (Compact Disk/CD) untuk dijual.

Dari hasil penjualan inilah mereka mendapatkan penghasilan sehingga dapat dijadikan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Selain itu, para pekerja seni musik juga sering kali mengadakan pertunjukan yang dipungut biaya.

Sementara itu, pertunjukannya pun tidak hanya diselenggarakan di satu tempat saja, melainkan juga diselenggarakan di berbagai daerah di Indonesia dan bahkan luar negeri.

Sebagai Sarana Ekspresi Diri

Khususnya bagi para seniman, musik adalah suatu media untuk mengekspresikan diri. Melalui musik, mereka akan menunjukkan atau mengaktualisasikan potensi yang mereka miliki.

Dengan melalui musik juga mereka mengungkapkan perasaan, pikiran, emosi, gagasan, dan juga cita-cita tentang diri sendiri, masyarakat, dunia, atau bahkan mengekspresikan akan Kebesaran Tuhan.

Baca Juga: Alat Musik Petik Tradisional

Pengertian Musik Tradisional

Fungsi Musik Tradisional
www.penaseo.com

Setelah mengetahui fungsi dari musik tradisional, kini saatnya kita membahas mengenai pengertian daripada musik tradisional. Seni musik sendiri dapat didefinisikan sebagai sebuah sarana ekspresi atau pikiran yang dikeluarkan secara teratur dalam bentuk bunyi.

Sementara kata musik berasal dari bahasa Yunani “mousike” yang mana kata tersebut diambil dari nama dewa dalam mitologi Yunani kuno yaitu Mousa yang memimpin seni dan ilmu. (Ensiklopedia Nasional Indonesia, 1990 : 413).

Sedangkan kata tradisional adalah berasal dari kata Traditio” (Latin) yang berarti kebiasaan masyarakat yang bersifat turun-temurun.

Dalam hal ini, kata tradisional merupakan sifat yang berpegang teguh terhadap kebiasaan yang terjadi secara turun-temurun (Salim dan Salim, 1991 : 1626).

Sedayawati (1992 : 23) berpendapat jika pengertian musik tradisional merupakan jenis musik yang digunakan sebagai perwujudan dan juga nilai-nilai yang sesuai/sejalan dengan tradisi.

Berbeda dengan Sedyawati, Tumbijo (1977 : 13) mengatakan bahwa musik tradisional adalah suatu seni budaya yang telah lama turun temurun dan telah ada serta berkembang di daerah tertentu.

Akan tetapi pengertian musik tradisional secara umum adalah musik masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun dan juga berkelanjutan pada masyarakat di suatu daerah.

Ciri-ciri Musik Tradisional

Fungsi Musik Tradisional
wikimedia.org

Terdapat beberapa ciri atau karakteristik dari musik tradisional. Ciri-cirinya ini dapat dilihat dari segi melodi dan juga aransemen khas. Jenis musik yang satu ini tidak ditulis atau didokumentasikan dan diturunkan dengan cara lisan.

Agar lebih jelas, berikut adalah ciri-ciri musik tradisional yang berhasil dirangkum dari Kemendikbud (2017, hlm. 6).

  • Ide musik baik itu vokal maupun cara memainkan alat musiknya ditularkan serta diwariskan secara langsung dan tidak tertulis untuk kemudian langsung harus dihafalkan
  • Alunan melodi dan iramanya menunjukkan ciri khas yang bersifat kedaerahan
  • Jika menggunakan vokal, syair lagu harus menggunakan bahasa daerah
  • Alat musik yang digunakan adalah alat-alat musik khas daerah.

Jenis Musik Tradisional Indonesia

Fungsi Musik Tradisional
hidupsimpel.com

Seni musik tradisional umumnya dikelompokkan pada saat kedudukan musik tersebut ketika dalam acara atau upacara adat istiadat tertentu.

Setiap daerah memiliki budaya, etnis dan suku bangsa mempunyai corak yang digunakan untuk perayaan adat tradisi ini memiliki ragam musik khasnya masing-masing.

Jenis musik tradisional di Indonesia sendiri dapat dibedakan menjadi:

  • Musik tradisi yang dikhususkan untuk upacara kehidupan dan kematian
  • Musik tradisi untuk acara perawatan sumber daya alam dan juga kelestarian lingkungan hidup
  • Musik tradisi untuk perayaan sosial, kenegaraan, dan lain sebagainya.

Selain musik tradisi, beberapa jenis musik lainnya juga termasuk ke dalam jenis musik tradisional Indonesia. Di antaranya adalah musik perjuangan, musik keroncong, musik pop, dan musik dangdut.

Baca Juga: Pengertian Alat Musik Ritmis

Contoh Musik Tradisional Indonesia

Fungsi Musik Tradisional
annienugraha.com

Beberapa contoh musik tradisional yang ada di negara kita ini adalah:

  • Musik Krumpyung
  • Musik Gong Luang
  • Musik Laras Madya dan Santi Swara
  • Musik Huda
  • Musik Goong Rentang
  • Musik Gambang Kromong
  • Musik Karang Dodou

Nah, demikianlah pembahasan kali ini mengenai fungsi musik tradisional lengkap beserta pengertian, jenis, dan contohnya yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Mari kita jaga bersama kekayaan budaya yang tidak ternilai harganya ini agar tetap lestari.

Unsur-unsur Musik

Unsur-unsur Musik

Unsur-unsur Musik – Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, definisi musik adalah sebuah ilmu seni menyusun nada atau suara dalam urutan, kombinasi dan juga hubungan temporal guna mendapatkan komposisi suara agar menghasilkan kesatuan dan juga kesinambungan.

Musik sendiri merupakan salah satu jenis seni yang telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Kehadiran musik juga dapat menjadi media ekspresi manusia untuk mengungkapkan segala bentuk perasaan yang dialaminya.

Selain itu, musik juga memiliki banyak manfaat lainnya baik itu dalam hal spiritual, pendidikan, maupun hiburan.

Baca Juga: Alat Musik Petik Tradisional

Unsur-unsur Musik dalam Bernyanyi

Unsur-unsur Musik
www.yuksinau.id

Salah satu dasar dari unsur seni musik adalah kerangka yang mengkombinasikan beberapa hal agar menghasilkan sebuah seni atau unsur seni musik.

Adapun secara umum terdapat 8 unsur utama dalam musik, yaitu melodi, birama, ritme atau irama, harmoni, tangga nada, dinamika, tempo, dan timbre. Berikut adalah penjelasan selengkapnya.

Melodi

Unsur-unsur Musik
miro.medium.com

Melodi adalah suatu kesatuan frase yang tersusun dari nada-nada dengan urutan, interval, serta tinggi rendah yang teratur. Singkatnya, pengertian melodi adalah suatu tingkatan tinggi rendah dan panjang pendek nada yang terdapat dalam sebuah musik.

Dengan adanya melodi inilah yang membuat musik menjadi lebih berwarna sehingga enak untuk didengarkan/dinikmati.

Musik melodi juga terdengar seperti nada yang seakan-akan bergerak menuju puncak dan kemudian kembali ke kondisi sebelumnya. Sementara itu, susunan melodi terdiri dari pitch, durasi, dan tone.

Birama

Unsur-unsur Musik
www.yuksinau.id

Selanjutnya adalah birama. Birama ialah ketukan atau ayunan yang terjadi secara berulang-ulang dan teratur pada waktu bersamaan.

Pada umumnya birama ditulis dalam angka pecahan seperti 2/4, 2/3, 3/4 dan lainnya. Sedangkan angka di atas tanda “/” atau penyebut menunjukkan nilai nada dalam satu ketukan.

Jika dilihat dari bilangan penyebutnya, terdapat 2 jenis birama, yaitu birama ganjil dan genap. Adapun birama yang nilainya ganjil disebut dengan birama tenair, sedangkan birama yang nilai penyebutnya genap disebut dengan birama bainar.

Ritme (Irama)

Unsur-unsur Musik
www.dictio.id

Ritme atau disebut juga irama merupakan suatu rangkaian gerak beraturan yang menjadi unsur dasar pada musik. Irama juga dapat diartikan sebagai pengertian dari panjang pendek, tinggi rendah, dan juga keras lembut nada atau bunyi yang terdapat dalam suatu rangkaian musik.

Unsur musik yang satu ini juga turut menentukan ketukan dalam musik. Jika kita mendengarkan musik secara sekilas, maka ritme atau iramanya memang tidak dapat langsung dirasakan. Namun jika kita ingin mengetahuinya, maka kita harus mendengarkan musik secara berulang-ulang.

Harmoni

Unsur-unsur Musik
www.ngelmu.co

Harmoni merupakan sekumpulan nada yang apabila dimainkan secara bersama-sama akan menghasilkan sebuah bunyi yang enak untuk dinikmati. Lebih jelasnya, harmoni adalah suatu bentuk keselarasan paduan bunyi atau nada.

Unsur yang terkandung dalam harmoni sendiri meliputi susunan, peranan, serta hubungan dari sebuah paduan bunyi dengan bentuk keseluruhan.

Akan tetapi harmoni juga dapat diartikan sebagai suatu rangkaian akor-akor yang disusun secara selaras dan dimainkan/dijadikan sebagai iringan musik. Adapun akor-akor ini dijadikan sebagai pengiring melodi.

Tangga Nada

Unsur-unsur Musik
www.guitarsquartz.net

Pengertian tangga nada yaitu urutan dari suatu nada yang disusun untuk membentuk tangga. Tangga nada sendiri dibagi menjadi dua, yaitu tangga nada diatonik dan tangga nada pentatonik.

Tangga nada diatonik merupakan tangga nada yang terdiri dari 7 buah nada serta terdiri dari 2 jenis jarak (1/2 dan 1). Berbeda dengan tangga nada diatonik, tangga nada pentatonik merupakan tangga nada yang hanya terdiri dari 5 nada pokok saja.

Dalam setiap tangga nada pasti memiliki satu nada dasar untuk diikuti oleh nada-nada lainnya baik itu lebih rendah maupun dapat juga lebih tinggi, dengan pola interval tertentu sehingga membentuk sebuah ciri khas tertentu.

Baca Juga: Pengertian Alat Musik Ritmis

Dinamika

Dalam seni musik, dinamika dapat diartikan sebagai tanda untuk memainkan nada baik itu dengan volume nyaring maupun lembut.

Dinamika sendiri memiliki fungsi sangat penting karena dapat menunjukkan nuansa sebuah lagu, baik itu nuansa senang, sedih, agresif, datar, dan lain sebagainya. Bukan hanya itu saja, dinamika juga dapat menunjukkan emosi dan juga perasaan yang terdapat pada sebuah lagu.

Kondisi nyaring (keras) atau lembut pada dinamika juga memiliki istilah sendiri-sendiri, seperti misalnya pianissiomo (sangat lembut), piano (lembut), mezzo piano (setengah lembut), forte (keras), mezzo forte (setengah keras), fortissimo (sangat keras), dan lainnya.

Tempo

Definisi daripada tempo adalah ukuran kecepatan birama lagu. Hal ini yang menjadikan semakin cepat sebuah lagu yang dimainkan membuat semakin besar pula nilai tempo yang ada pada sebuah lagu tersebut.

Tempo juga memiliki ukuran, yaitu beat. Beat adalah ketukan yang menunjukkan banyaknya ketukan dalam waktu satu menit. Unsur yang satu ini menjadi hal yang sangat penting dalam musik yaitu untuk memastikan kesesuaian kecepatan lagu dengan iringan musik.

Terdapat 8 kategori tempo, yaitu largo (lambat sekali), lento (lebih lambat), adagio (lambat), andante (sedang), moderato (sedang sedikit cepat), allegro (cepat), vivace (lebih cepat), dan terakhir adalah presto (cepat sekali).

Timbre

Timbre juga termasuk sebagai salah satu unsur-unsur musik yang mana timbre ini merupakan perbedaan sifat antara dua nada yang sama kuat dan juga sama tinggi nadanya dalam konstruksi instrumen.

Selain itu, timbre juga dapat diartikan sebagai kualitas atau warna bunyi yang terdapat dalam seni musik. Bunyi timbre ini akan sangat dipengaruhi oleh sumber bunyinya, yaitu alat musik.

Contohnya adalah timbre yang dihasilkan dari alat musik tiup tentu berbeda dengan timbre yang dihasilkan dari alat musik petik meskipun keduanya dimainkan pada nada yang sama.

Nah, itulah pembahasan mengenai unsur-unsur musik lengkap beserta penjelasannya. Semoga dengan pembahasan tersebut dapat menjadi wawasan tambahan bagi kita akan seni musik.

Karakteristik Musik Kontemporer

Karakteristik Musik Kontemporer

Karakteristik Musik Kontemporer – Musik adalah salah satu seni yang dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Hadirnya musik ternyata tidak hanya dijadikan sebagai sarana hiburan saja, namun juga dapat dijadikan sebagai penenang pikiran di kala jenuh.

Seperti halnya seni yang lainnya, seni musik juga memiliki berbagai aliran, seperti misalnya aliran musik tradisional, jenis musik kontemporer hingga musik modern. Ya, dari sekian banyak jenis atau aliran musik, terdapat salah satu aliran musik, yaitu musik kontemporer.

Namun apakah kita mengetahui, apa itu musik kontemporer? Jika belum mengetahuinya, maka pada kesempatan kali ini kita akan membahas bersama-sama mengenai karakteristik musik kontemporer lengkap beserta pengertian dan hal lainnya yang masih berhubungan dengan musik kontemporer.

Karakteristik Musik KontemporerKarakteristik Musik Kontemporer

www.yuksinau.id

Untuk membedakan antara musik kontemporer dan dengan musik yang lainnya, maka sebelumnya kita wajib mengetahui karakteristiknya. Di bawah ini adalah karakteristik dari musik kontemporer:

  • Musik kontemporer memiliki melodi lirik yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan musik yang telah ada pada periode sebelumnya
  • Ritmenya kompleks
  • Memiliki banyak suara perkusi
  • Terdapat beberapa harmoni yang sengaja dibuat tidak selaras
  • Khusus frekuensi alat musik tiup wood wind, brass dan bunyi perkusi lainnya cenderung lebih sering terdengar jika dibandingkan dengan musik pada periode sebelumnya.
  • Musik kontemporer menggunakan suara sintetis dan elektronik

Pengertian Musik Kontemporer

Karakteristik Musik Kontemporer
www.ngelmu.co

Jenis musik kontemporer sendiri jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia adalah suatu hal yang mengedepankan aktivitas dan juga kreativitas.

Adapun dalam bahasa Inggris, musik kontemporer disebut juga dengan musik yang telah ada mulai dari zaman dahulu hingga sampai dengan saat ini.

Namun secara umum, pengertian musik kontemporer adalah sebuah cabang seni musik yang muncul sekitar abad ke-19 dan sampai dengan saat ini.

Baca Juga: Pengertian Tari Menurut Para Ahli

Sejarah Musik Kontemporer

Karakteristik Musik Kontemporer
www.whiteboardjournal.com

Membahas sedikit mengenai sejarah musik kontemporer yang mana musik ini pertama kali muncul sekitar abad ke 19, tepatnya berawal dari suatu gerakan seni lukis yang impresionis. Nah, kelompok yang membentuk ini yaitu kelompok pelukis yang berasal dari Prancis.

Sementara itu, pembentukan seni musik kontemporer ini didasarkan ketidaksetujuan terhadap pandangan romantisme yang diterima oleh masyarakat dengan aliran seni baru yaitu impersionalisme.

Aliran baru yang lebih mengedepankan kesan impresi ini dibuat dari karya seni, sehingga dalam musik kontemporer banyak menggunakan elemen baru yang menciptakan dan juga menonjolkan impresi.

Tepatnya 3 bulan terakhir di abad ke-19, mulailah muncul musik orkestrasi dan piano yang menghasilkan suara yang sangat bagus.

Bahannya sendiri berasal dari seni sastra kemudian dibarengi dengan munculnya tangga nada, chord, dan ritme yang masih dipakai hingga sampai dengan saat ini.

Hingga kemudian masuk pada abad ke-20, mulailah menunjukkan sastra dan seni di dalam mekanisme musik yang kemudian musik kini sudah memiliki variasi dan warna yang beragam dari modernisasi ke impresionisme.

Indonesia sendiri memiliki beberapa jenis musik kontemporer dan variasi yang juga beragam dan telah di akui dan di tetapkan sebagai gerakan besar yang di tiap tahunnya di adakan pekan komponis dan wadah bagi para komposer di seluruh Nusantara.

Ciri-ciri Musik Kontemporer

Karakteristik Musik Kontemporer
berita.upi.edu

Terdapat beberapa ciri-ciri dari musik kontemporer yang membedakan dengan aliran seni musik lainnya. Inilah ciri-ciri dari musik kontemporer:

  • Memiliki notasi musik yang hanya dapat dimengerti oleh pemusik saja. Hal ini karena notasinya ditulis menggunakan simbol atau tanda
  • Warna bunyi dapat saja sejenis namun dapat pula terdiri dari berbagai jenis
  • Bunyi atau suara yang tercipta didapat dari sumber yang beragam (elektronik) dan tidak hanya dari instrumen musik saja
  • Improvisasi dari musik kontemporer sangat bervariasi serta mengikuti keinginan dari si penciptanya
  • Biramanya tidak terpaku pada satu birama saja
  • Menggunakan tangga nada yang bervariasi
  • Musik kontemporer juga memiliki tempo dan dinamik yang lebih bervariasi

Unsur-unsur Musik Kontemporer

Karakteristik Musik Kontemporer
theinsidemag.com

Pada umumnya, seni musik memiliki unsur seperti nada, ritme, melodi dan harmoni. Begitu pula dengan musik kontemporer yang juga memiliki unsur-unsur tersebut.

Berikut adalah penjelasan mengenai unsur-unsur yang terdapat pada musik kontemporer:

Warna Nada (Tone Color)

Musik kontemporer memiliki sedikit penekanan pada campuran suara, namun disini perkusi memainkan peran utama, sedangkan warna nada yang dimainkan secara individu akan terdengar lebih jelas.

Harmoni

Pada aliran musik ini dikenal istilah polychord, yang mana 2 kunci nadanya terdengar pada waktu yang bersamaan. Namun dalam harmoni musik kontemporer juga menggunakan 4 kunci nada.

Ritme

Dapat dibilang, ritme merupakan salah satu unsur musik kontemporer yang paling menonjol/mencolok.

Disini, kebanyakan ritme yang digunakan adalah ritme yang membangkitkan semangat, dorongan, dan juga kegembiraan serta terdapat kelompok ketukan yang tidak beraturan.

Dalam ritme musik kontemporer, dikenal istilah polyrhrthm yang merupakan penggunaan dua ritme yang kontras dalam waktu bersamaan.

Melodi

Melodi adalah tingkatan tinggi-rendah dan juga panjang-pendek nada yang terdapat dalam musik. Adapun melodi dalam musik kontemporer ini dikenal memiliki range yang sangat besar atau lebar serta menggunakan 12 nada kromatik tanpa tonel center.

Baca Juga: Pengertian Seni Menurut Para Ahli

Jenis Musik Kontemporer

Karakteristik Musik Kontemporer
www.law-justice.co

Ada beberapa jenis musik kontemporer, seperti:

  • Musik Klasik
  • Musik Pop
  • Musik Rock
  • Musik Jazz
  • Musik Blues
  • Musik R&B

Alat Musik Kontemporer

Karakteristik Musik Kontemporer
s2.bukalapak.com

Beberapa jenis alat musik yang tergolong ke dalam musik kontemporer adalah:

  • Talempong
  • Sasando
  • Biola
  • Piano
  • Kecapi
  • Angklung
  • Suling
  • Gitar
  • Kolintang
  • Gamelan
  • Gelas Plastik
  • Perkusi

Fungsi Musik Kontemporer

Selain berfungsi sebagai kesenian, musik kontemporer juga memiliki beberapa fungsi lainnya, seperti:

Fungsi Keagamaan

Musik kontemporer dapat digunakan sebagai sarana untuk menyebarkan agama, yaitu dengan mengajarkan nilai kebaikan. Hal ini karena musik adalah salah satu media pembelajaran yang bagus dan dapat dengan mudah dipahami oleh masyarakat.

Fungsi Pendidikan

Fungsi pendidikan dalam konteks musik kontemporer adalah pada saat kerja sama dalam tim atau kelompok ketika sedang memainkan alat musik sehingga terbentuk musik yang harmonis.

Fungsi Hiburan

Sementara itu, fungsi paling umum dari sebuah musik adalah sebagai hiburan. Beberapa orang percaya, bahwa dengan mendengarkan musik ternyata dapat dijadikan sebagai hiburan tersendiri serta dapat menjadikan lebih relax dan santai serta bersemangat saat mendengarkan musik.

Fungsi Komunikasi

Musik juga dapat dijadikan sebagai media berkomunikasi untuk para pendengarnya. Seperti misalnya untuk menyampaikan ide, kritik sosial, motivasi, dan lainnya.

Fungsi Artistik

Maksud dari fungsi artistik pada musik kontemporer adalah sebagai media ekspresi seorang seniman guna untuk menyajikan sebuah karya yang ia ciptakan.

Fungsi Umum

  • Sebagai bentuk penemuan dan juga perkembangan gramatika musik
  • Aktualisasi gaya bermusik pada musik kontemporer dari komposer
  • Mengembangkan jenis dan juga variasi seni musik baik itu yang bersumber dari tradisi maupun bukan

Demikianlah pembahasan mengenai karakteristik musik kontemporer lengkap dari pengertian hingga fungsinya. Dengan pembahasan kali ini, semoga kita dapat lebih memahami seni musik kontemporer.

Pengertian Seni Menurut Para Ahli

Pengertian Seni Menurut Para Ahli

Pengertian Seni Menurut Para Ahli – Istilah seni tentu bukanlah suatu hal yang aneh, bahkan sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari.

Seni dapat diartikan sebagai sebuah karya yang dibuat/diciptakan secara artistik baik itu dalam bentuk audio, media visual, atau bahkan hasil dari kombinasi keduanya.

Adapun pengertian seni sendiri dapat mewakili perasaan manusia yang di dalamnya mengandung unsur estetik atau keindahan yang diungkapkan melalui suatu media yang bersifat nyata dan dapat dirasakan oleh panca indera manusia.

Pengertian Seni Menurut Para Ahli

Pengertian Seni Menurut Para Ahli
Sumber Gambar: www.portaljawa.com

Banyak para ahli yang mendefinisikan pengertian seni. Berikut adalah pendapat para ahli mengenai apa itu seni.

Ki Hajar Dewantara

Salah satu pejuang Indonesia atau yang lebih dikenal dengan sebutan “Bapak Pendidikan Nasional”, yaitu Ki Hajar Dewantara mengemukakan pengertian daripada seni.

Menurutnya, seni adalah hasil keindahan yang dapat menggerakkan perasaan indah siapa pun yang melihatnya. Maka apa pun perbuatan manusia yang mampu mempengaruhi dan menciptakan perasaan indah itu juga dapat disebut sebagai seni.

Aristoteles

Sementara itu, Aristoteles menyatakan bahwa seni merupakan suatu aktivitas meniru alam melalui bentuk atau cara pengungkapan dan penampilannya yang tidak menyimpang dari realitas atau fakta yang ada.

Alexander Baum Garton

Alexander Baum Garton berpendapat bahwa seni adalah suatu hal yang berkaitan dengan keindahan serta memiliki tujuan positif, sehingga mampu menciptakan perasaan senang dan bahagia bagi mereka yang menikmatinya.

James Murko

Seni menurut James Murko adalah penjelasan dari ungkapan perasaan indah yang ada dan terkandung pada setiap jiwa manusia.

Ia juga menyatakan bahwa seni dilahirkan atau diciptakan melalui perantara, baik itu berupa media atau alat komunikasi yang bisa ditangkap oleh panca indera manusia, baik itu pendengaran, penglihatan, atau perantara gerak.

Immanuel Kant

Berbeda dengan James Murko, Imamanuel Kant berpendapat bahwa seni merupakan sebuah impian yang dituangkan menjadi suatu karya. Hal ini karena rumus-rumus tertentu yang tidak dapat mewujudkan realitas atau kenyataan.

Hillary Bel

Hillary Bel mengemukakan bahwa seni adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sebuah karya yang dapat menyentuh hati serta dapat menimbulkan rasa penasaran bagi para penikmatnya sehingga mereka berusaha mencari tahu siapa penciptanya.

Leo Tolstoy

Sedangkan menurut Leo Tolstoy, seni adalah suatu ungkapan perasaan dari si pencipta seni untuk menyampaikan apa yang dirasakannya terhadap orang lain yaitu mereka sebagai penikmat karyanya.

Eric Ariyanto

Menurut Eric Ariyanto, seni adalah suatu kegiatan atau aktivitas rohani (batin) yang direfleksikan ke dalam bentuk karya yang mana karyanya ini mampu menciptakan timbulnya rasa penasaran dan juga ketertarikan orang lain untuk melihat dan mendengarnya.

Plato

Plato menyebut bahwa seni adalah sebuah hasil tiruan alam berikut dengan segala isinya (ars imitator naturam).

Ensiklopedi Indonesia

Sementara itu, ensiklopedi Indonesia menyatakan bahwa seni adalah sebuah karya cipta dari segala hal yang mengandung unsur keindahan yang membuat orang yang melihat atau mendengarnya menjadi senang dan bahagia.

Baca Juga: Identitas Nasional Indonesia

Pengertian Seni Secara Umum

Pengertian Seni Menurut Para Ahli
Sumber Gambar: www.yuksinau.id

Istilah seni sendiri berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu kata “Sani” yang memiliki arti persembahan atau pemujaan.

Ini dapat dilihat dalam kehidupan masyarakat secara umum bahwa seni sangat berkaitan erat dengan upacara adat atau keagamaan atau lebih tepatnya kesenian daerah. Sementara seni dalam bahasa Inggris adalah “Art” yang memiliki arti art visual atau seni rupa.

Maka dapat disimpulkan bahwa pengertian seni secara umum adalah suatu produk yang mengandung unsur kesenian yang diciptakan oleh manusia yang bertujuan untuk membawa kesenangan.

Seni sendiri sengaja diciptakan oleh manusia dengan membawa unsur keindahan yang terkandung di dalamnya sehingga dapat mempengaruhi perasaan orang lain, khususnya yang melihat atau mendengarkannya.

Macam-macam Seni

Pengertian Seni Menurut Para Ahli
Sumber Gambar: asarpua.com

Setelah mengetahui pengertian seni menurut para ahli dan juga secara umum, maka kita juga perlu mengetahui mengenai macam-macam seni.

Hasil dari seni sendiri dapat kita nikmati melalui media penglihatan atau visual, pendengaran atau audio, dan juga kombinasi di antara keduanya.

Di bawah ini adalah penjelasan mengenai macam-macam seni.

Seni Rupa

Macam-macam seni yang pertama adalah seni rupa yang mana definisinya adalah sebuah hasil karya visual berupa lukisan, gambar, patung, kerajinan tangan, multimedia, dan lain sebagainya yang mana wujudnya dapat dinikmati dengan indera penglihatan.

Seni Musik

Kedua adalah seni musik. Seperti namanya, seni musik adalah hasil karya cipta manusia yang menekankan pada unsur bunyi namun juga tetap memperhatikan unsur lainnya, baik itu unsur melodi, notasi musik, serta harmoni yang indah sehingga enak didengar.

Seni Tari

Seni tari adalah hasil karya cipta manusia yang terwujud dalam bentuk gerakan tubuh yang mampu menciptakan sebuah keindahan.

Macam seni tari juga menggunakan unsur bunyi yang berasal dari seni musik yang berfungsi sebagai sarana untuk mengomunikasikan atau menyampaikan maksud dan juga tujuan tertentu, yaitu dari seorang koreografer kepada penonton yang melihatnya.

Seni Teater

Selanjutnya adalah seni teater yang merupakan suatu karya seni yang mencoba untuk memvisualisasikan imajinasi seseorang yang berhubungan dengan perilaku makhluk hidup.

Adapun seni ini diperagakan dalam bentuk adegan-adegan yang diperankan oleh para pemain teater itu sendiri baik secara individu maupun kelompok.

Seni Sastra

Terakhir adalah seni sastra, yaitu sebuah bentuk atau wujud seni berupa kata-kata, seperti misalnya kaligrafi atau puisi yang dapat dinikmati dengan indera penglihatan dan indera pendengaran.

Sementara itu, seni sastra bertujuan untuk menyampaikan pesan dan kesan terhadap para penikmatnya dengan cara yang indah.

Fungsi Seni

Pengertian Seni Menurut Para Ahli
Sumber Gambar: www.haipedia.com

Secara umum, terdapat dua fungsi daripada seni, yaitu fungsi individu dan fungsi sosial.

Fungsi Individu

  • Sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan emosional, sehingga seseorang yang menikmati seni dapat merasakan senang, cinta, benci, marah, sedih, haru, dan perasaan lainnya guna meluapkan perasaannya.
  • Sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan fisik. Misalnya terdapat seorang seniman yang membuat guci unik dan bernilai seni sebagai pajangan rumah yang mana tujuannya untuk memuaskan kebutuhan fisik dan juga memberikan kenyamanan kepada para penikmat dari hasil karya seni tersebut.

Fungsi Sosial

  • Dalam fungsi sosial, seni dapat dijadikan sebagai sarana untuk menyampaikan pesan keagamaan yang dapat dilihat dari busana pakaian, prosesi upacara, lagu rohani, kaligrafi, dan lainnya.
  • Seni juga berfungsi dalam dunia pendidikan. Maksudnya adalah seni dapat dipelajari baik itu nilai dan ilmunya sebagai bentuk mengekspresikan diri dengan cara yang menyenangkan.
  • Sebagai sarana untuk mengekspresikan diri yang bertujuan untuk menghibur diri sendiri maupun orang lain yang melihatnya.
  • Untuk memudahkan dalam menjelaskan suatu hal kepada orang lain. Contohnya penggunaan poster untuk menyampaikan suatu informasi yang menggunakan gambar menarik makan akan lebih mudah dimengerti oleh para pembacanya.

Berdasarkan penjelasan tersebut, kini kita telah lebih memahami mengenai pengertian seni secara umum dan menurut para ahli lengkap beserta macam dan fungsinya. Bahkan fungsi seni ternyata bermanfaat baik bagi kehidupan secara individu maupun sosial.