Fungsi Musik Tradisional

Fungsi Musik Tradisional

Fungsi Musik Tradisional – Di era seperti sekarang ini mungkin tidak banyak orang yang mengetahui tentang jenis musik tradisional. Hal ini karena di jaman serba modern ini banyak orang yang lebih menyukai musik modern sehingga banyak yang mulai meninggalkan musik tradisional.

Ini tentu merupakan hal yang tidak boleh dibiarkan karena musik tradisional merupakan bagian dari kekayaan nusantara yang wajib kita jaga.

Salah satu hal yang perlu kita lakukan untuk menjaganya agar tetap ada dan tidak tergerus oleh jaman adalah dengan mengenal jenis musik tradisional. Maka pada kesempatan kali ini, kita akan membahas bersama-sama mengenai musik tradisional.

Baca Juga: Unsur-unsur Musik

Fungsi Musik Tradisional

Fungsi Musik Tradisional
www.djarumcoklat.com

Sebelum membahas lebih jauh mengenai apa itu musik tradisional, mengetahui fungsi daripada jenis musik ini merupakan hal yang perlu kita ketahui. Jika demikian, lantas musik tradisional berfungsi sebagai apa? Berikut adalah beberapa fungsi dari musik traditional.

Pengiring Tarian

Di beberapa daerah di Indonesia, musik tradisional digunakan sebagai sarana untuk mengiringi tari-tarian daerah. Sehingga kita dapat dengan mudah menjumpai tarian khas daerah yang diiringi oleh musik tradisional.

Bukan hanya itu saja, saat ini musik tradisional juga sering dijadikan sebagai pengiring tarian modern seperti dansa, poco-poco, dan lainnya.

Sebagai Sarana Upacara Adat (Ritual)

Sudah tidak dipungkiri lagi bahwa musik tradisional sering dijadikan sebagai sarana upacara adat, seperti misalnya untuk upacara perkawinan, kelahiran, kematian, keagamaan, dan juga kenegaraan.

Bahkan di beberapa daerah di Indonesia, bunyi yang dihasilkan dari musik tradisional dipercaya memiliki kekuatan magis. Inilah yang dijadikan sebagai alasan jika musik tradisional dipilih untuk sarana kegiatan adat istiadat dan budaya.

Sebagai Sarana Hiburan

Seni musik merupakan salah satu cara untuk menghilangkan perasaan stres/jenuh akibat dari rutinitas sehari-hari dan juga dijadikan sebagai sarana rekreasi.

Jika di suatu daerah ada yang menyelenggarakan kesenian musik tradisional, maka biasanya masyarakat Indonesia berbondong-bondong untuk menyaksikannya.

Sebagai Sarana Komunikasi

Musik tradisional juga berfungsi sebagai sarana untuk berkomunikasi antar anggota kelompok masyarakat.

Bunyi bunyi yang berasal dari musik tradisional ini memiliki pola ritme tertentu sehingga dapat menjadi tanda untuk anggota masyarakat akan suatu peristiwa atau kegiatan tertentu.

Adapun beberapa alat musik tradisional yang umumnya dipakai untuk berkomunikasi adalah kentongan, bedug, dan lonceng.

Sebagai Sarana Ekonomi

Bagi para pekerja seni atau musisi profesional, musik tentu tidak hanya dijadikan sebagai sarana ekspresi dan aktualisasi diri saja, melainkan musik juga dijadikan sebagai sumber penghasilan.

Mereka biasanya akan merekam hasil karya seninya baik itu dalam bentuk pita kaset maupun cakram padat (Compact Disk/CD) untuk dijual.

Dari hasil penjualan inilah mereka mendapatkan penghasilan sehingga dapat dijadikan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Selain itu, para pekerja seni musik juga sering kali mengadakan pertunjukan yang dipungut biaya.

Sementara itu, pertunjukannya pun tidak hanya diselenggarakan di satu tempat saja, melainkan juga diselenggarakan di berbagai daerah di Indonesia dan bahkan luar negeri.

Sebagai Sarana Ekspresi Diri

Khususnya bagi para seniman, musik adalah suatu media untuk mengekspresikan diri. Melalui musik, mereka akan menunjukkan atau mengaktualisasikan potensi yang mereka miliki.

Dengan melalui musik juga mereka mengungkapkan perasaan, pikiran, emosi, gagasan, dan juga cita-cita tentang diri sendiri, masyarakat, dunia, atau bahkan mengekspresikan akan Kebesaran Tuhan.

Baca Juga: Alat Musik Petik Tradisional

Pengertian Musik Tradisional

Fungsi Musik Tradisional
www.penaseo.com

Setelah mengetahui fungsi dari musik tradisional, kini saatnya kita membahas mengenai pengertian daripada musik tradisional. Seni musik sendiri dapat didefinisikan sebagai sebuah sarana ekspresi atau pikiran yang dikeluarkan secara teratur dalam bentuk bunyi.

Sementara kata musik berasal dari bahasa Yunani “mousike” yang mana kata tersebut diambil dari nama dewa dalam mitologi Yunani kuno yaitu Mousa yang memimpin seni dan ilmu. (Ensiklopedia Nasional Indonesia, 1990 : 413).

Sedangkan kata tradisional adalah berasal dari kata Traditio” (Latin) yang berarti kebiasaan masyarakat yang bersifat turun-temurun.

Dalam hal ini, kata tradisional merupakan sifat yang berpegang teguh terhadap kebiasaan yang terjadi secara turun-temurun (Salim dan Salim, 1991 : 1626).

Sedayawati (1992 : 23) berpendapat jika pengertian musik tradisional merupakan jenis musik yang digunakan sebagai perwujudan dan juga nilai-nilai yang sesuai/sejalan dengan tradisi.

Berbeda dengan Sedyawati, Tumbijo (1977 : 13) mengatakan bahwa musik tradisional adalah suatu seni budaya yang telah lama turun temurun dan telah ada serta berkembang di daerah tertentu.

Akan tetapi pengertian musik tradisional secara umum adalah musik masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun dan juga berkelanjutan pada masyarakat di suatu daerah.

Ciri-ciri Musik Tradisional

Fungsi Musik Tradisional
wikimedia.org

Terdapat beberapa ciri atau karakteristik dari musik tradisional. Ciri-cirinya ini dapat dilihat dari segi melodi dan juga aransemen khas. Jenis musik yang satu ini tidak ditulis atau didokumentasikan dan diturunkan dengan cara lisan.

Agar lebih jelas, berikut adalah ciri-ciri musik tradisional yang berhasil dirangkum dari Kemendikbud (2017, hlm. 6).

  • Ide musik baik itu vokal maupun cara memainkan alat musiknya ditularkan serta diwariskan secara langsung dan tidak tertulis untuk kemudian langsung harus dihafalkan
  • Alunan melodi dan iramanya menunjukkan ciri khas yang bersifat kedaerahan
  • Jika menggunakan vokal, syair lagu harus menggunakan bahasa daerah
  • Alat musik yang digunakan adalah alat-alat musik khas daerah.

Jenis Musik Tradisional Indonesia

Fungsi Musik Tradisional
hidupsimpel.com

Seni musik tradisional umumnya dikelompokkan pada saat kedudukan musik tersebut ketika dalam acara atau upacara adat istiadat tertentu.

Setiap daerah memiliki budaya, etnis dan suku bangsa mempunyai corak yang digunakan untuk perayaan adat tradisi ini memiliki ragam musik khasnya masing-masing.

Jenis musik tradisional di Indonesia sendiri dapat dibedakan menjadi:

  • Musik tradisi yang dikhususkan untuk upacara kehidupan dan kematian
  • Musik tradisi untuk acara perawatan sumber daya alam dan juga kelestarian lingkungan hidup
  • Musik tradisi untuk perayaan sosial, kenegaraan, dan lain sebagainya.

Selain musik tradisi, beberapa jenis musik lainnya juga termasuk ke dalam jenis musik tradisional Indonesia. Di antaranya adalah musik perjuangan, musik keroncong, musik pop, dan musik dangdut.

Baca Juga: Pengertian Alat Musik Ritmis

Contoh Musik Tradisional Indonesia

Fungsi Musik Tradisional
annienugraha.com

Beberapa contoh musik tradisional yang ada di negara kita ini adalah:

  • Musik Krumpyung
  • Musik Gong Luang
  • Musik Laras Madya dan Santi Swara
  • Musik Huda
  • Musik Goong Rentang
  • Musik Gambang Kromong
  • Musik Karang Dodou

Nah, demikianlah pembahasan kali ini mengenai fungsi musik tradisional lengkap beserta pengertian, jenis, dan contohnya yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Mari kita jaga bersama kekayaan budaya yang tidak ternilai harganya ini agar tetap lestari.

Unsur-unsur Musik

Unsur-unsur Musik

Unsur-unsur Musik – Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, definisi musik adalah sebuah ilmu seni menyusun nada atau suara dalam urutan, kombinasi dan juga hubungan temporal guna mendapatkan komposisi suara agar menghasilkan kesatuan dan juga kesinambungan.

Musik sendiri merupakan salah satu jenis seni yang telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Kehadiran musik juga dapat menjadi media ekspresi manusia untuk mengungkapkan segala bentuk perasaan yang dialaminya.

Selain itu, musik juga memiliki banyak manfaat lainnya baik itu dalam hal spiritual, pendidikan, maupun hiburan.

Baca Juga: Alat Musik Petik Tradisional

Unsur-unsur Musik dalam Bernyanyi

Unsur-unsur Musik
www.yuksinau.id

Salah satu dasar dari unsur seni musik adalah kerangka yang mengkombinasikan beberapa hal agar menghasilkan sebuah seni atau unsur seni musik.

Adapun secara umum terdapat 8 unsur utama dalam musik, yaitu melodi, birama, ritme atau irama, harmoni, tangga nada, dinamika, tempo, dan timbre. Berikut adalah penjelasan selengkapnya.

Melodi

Unsur-unsur Musik
miro.medium.com

Melodi adalah suatu kesatuan frase yang tersusun dari nada-nada dengan urutan, interval, serta tinggi rendah yang teratur. Singkatnya, pengertian melodi adalah suatu tingkatan tinggi rendah dan panjang pendek nada yang terdapat dalam sebuah musik.

Dengan adanya melodi inilah yang membuat musik menjadi lebih berwarna sehingga enak untuk didengarkan/dinikmati.

Musik melodi juga terdengar seperti nada yang seakan-akan bergerak menuju puncak dan kemudian kembali ke kondisi sebelumnya. Sementara itu, susunan melodi terdiri dari pitch, durasi, dan tone.

Birama

Unsur-unsur Musik
www.yuksinau.id

Selanjutnya adalah birama. Birama ialah ketukan atau ayunan yang terjadi secara berulang-ulang dan teratur pada waktu bersamaan.

Pada umumnya birama ditulis dalam angka pecahan seperti 2/4, 2/3, 3/4 dan lainnya. Sedangkan angka di atas tanda “/” atau penyebut menunjukkan nilai nada dalam satu ketukan.

Jika dilihat dari bilangan penyebutnya, terdapat 2 jenis birama, yaitu birama ganjil dan genap. Adapun birama yang nilainya ganjil disebut dengan birama tenair, sedangkan birama yang nilai penyebutnya genap disebut dengan birama bainar.

Ritme (Irama)

Unsur-unsur Musik
www.dictio.id

Ritme atau disebut juga irama merupakan suatu rangkaian gerak beraturan yang menjadi unsur dasar pada musik. Irama juga dapat diartikan sebagai pengertian dari panjang pendek, tinggi rendah, dan juga keras lembut nada atau bunyi yang terdapat dalam suatu rangkaian musik.

Unsur musik yang satu ini juga turut menentukan ketukan dalam musik. Jika kita mendengarkan musik secara sekilas, maka ritme atau iramanya memang tidak dapat langsung dirasakan. Namun jika kita ingin mengetahuinya, maka kita harus mendengarkan musik secara berulang-ulang.

Harmoni

Unsur-unsur Musik
www.ngelmu.co

Harmoni merupakan sekumpulan nada yang apabila dimainkan secara bersama-sama akan menghasilkan sebuah bunyi yang enak untuk dinikmati. Lebih jelasnya, harmoni adalah suatu bentuk keselarasan paduan bunyi atau nada.

Unsur yang terkandung dalam harmoni sendiri meliputi susunan, peranan, serta hubungan dari sebuah paduan bunyi dengan bentuk keseluruhan.

Akan tetapi harmoni juga dapat diartikan sebagai suatu rangkaian akor-akor yang disusun secara selaras dan dimainkan/dijadikan sebagai iringan musik. Adapun akor-akor ini dijadikan sebagai pengiring melodi.

Tangga Nada

Unsur-unsur Musik
www.guitarsquartz.net

Pengertian tangga nada yaitu urutan dari suatu nada yang disusun untuk membentuk tangga. Tangga nada sendiri dibagi menjadi dua, yaitu tangga nada diatonik dan tangga nada pentatonik.

Tangga nada diatonik merupakan tangga nada yang terdiri dari 7 buah nada serta terdiri dari 2 jenis jarak (1/2 dan 1). Berbeda dengan tangga nada diatonik, tangga nada pentatonik merupakan tangga nada yang hanya terdiri dari 5 nada pokok saja.

Dalam setiap tangga nada pasti memiliki satu nada dasar untuk diikuti oleh nada-nada lainnya baik itu lebih rendah maupun dapat juga lebih tinggi, dengan pola interval tertentu sehingga membentuk sebuah ciri khas tertentu.

Baca Juga: Pengertian Alat Musik Ritmis

Dinamika

Dalam seni musik, dinamika dapat diartikan sebagai tanda untuk memainkan nada baik itu dengan volume nyaring maupun lembut.

Dinamika sendiri memiliki fungsi sangat penting karena dapat menunjukkan nuansa sebuah lagu, baik itu nuansa senang, sedih, agresif, datar, dan lain sebagainya. Bukan hanya itu saja, dinamika juga dapat menunjukkan emosi dan juga perasaan yang terdapat pada sebuah lagu.

Kondisi nyaring (keras) atau lembut pada dinamika juga memiliki istilah sendiri-sendiri, seperti misalnya pianissiomo (sangat lembut), piano (lembut), mezzo piano (setengah lembut), forte (keras), mezzo forte (setengah keras), fortissimo (sangat keras), dan lainnya.

Tempo

Definisi daripada tempo adalah ukuran kecepatan birama lagu. Hal ini yang menjadikan semakin cepat sebuah lagu yang dimainkan membuat semakin besar pula nilai tempo yang ada pada sebuah lagu tersebut.

Tempo juga memiliki ukuran, yaitu beat. Beat adalah ketukan yang menunjukkan banyaknya ketukan dalam waktu satu menit. Unsur yang satu ini menjadi hal yang sangat penting dalam musik yaitu untuk memastikan kesesuaian kecepatan lagu dengan iringan musik.

Terdapat 8 kategori tempo, yaitu largo (lambat sekali), lento (lebih lambat), adagio (lambat), andante (sedang), moderato (sedang sedikit cepat), allegro (cepat), vivace (lebih cepat), dan terakhir adalah presto (cepat sekali).

Timbre

Timbre juga termasuk sebagai salah satu unsur-unsur musik yang mana timbre ini merupakan perbedaan sifat antara dua nada yang sama kuat dan juga sama tinggi nadanya dalam konstruksi instrumen.

Selain itu, timbre juga dapat diartikan sebagai kualitas atau warna bunyi yang terdapat dalam seni musik. Bunyi timbre ini akan sangat dipengaruhi oleh sumber bunyinya, yaitu alat musik.

Contohnya adalah timbre yang dihasilkan dari alat musik tiup tentu berbeda dengan timbre yang dihasilkan dari alat musik petik meskipun keduanya dimainkan pada nada yang sama.

Nah, itulah pembahasan mengenai unsur-unsur musik lengkap beserta penjelasannya. Semoga dengan pembahasan tersebut dapat menjadi wawasan tambahan bagi kita akan seni musik.

Alat Musik Petik Tradisional

Alat Musik Petik Tradisional

Alat musik petik tradisional adalah salah satu jenis instrumen yang telah dimodifikasi dan dibentuk sedemikian rupa agar mampu mengeluarkan suatu bunyi sehingga dapat digunakan pada sebuah acara pertunjukan seni musik.

Selain alat musik petik, terdapat juga jenis alat musik lainnya, seperti alat musik gesek, pukul, tiup, dan tekan.

Nah, salah satu negara yang banyak memiliki kekayaan keragaman budaya adalah Indonesia. Ya, negara kita ini memiliki banyak tradisi budaya atau kesenian tradisional, seperti misalnya alat musik.

Baca Juga: Pengertian Alat Musik Ritmis

Pengertian Alat Musik Petik

Alat Musik Petik Tradisional
saintif.com

Dapat dikatakan, alat musik petik adalah salah satu instrumen musik yang paling sering digunakan dalam acara musik yang membuat keberadaannya ini tidak dapat terpisahkan dari seni pertunjukan musik itu sendiri.

Sementara itu, semua jenis alat musik petik memiliki ciri-ciri yaitu menggunakan dawai atau senar untuk menghasilkan suara/bunyi.

Sedangkan perbedaan panjang dan pendek senar yang terdapat pada alat musik petik inilah yang mempengaruhi terhadap tinggi dan rendahnya nada yang dihasilkan.

Adapun pengertian alat musik petik secara umum adalah suatu alat musik yang dapat mengeluarkan suara atau bunyi pada saat alat musik tersebut digetarkan atau dipetik pada bagian dawai atau senarnya.

Contoh Alat Musik Petik Tradisional Indonesia

Alat Musik Petik Tradisional
www.carabermainalatmusik.com

Indonesia memiliki banyak alat musik tradisional yang mana cara memainkannya dengan cara dipetik. Berikut adalah beberapa contohnya:

1. Kecapi

Kecapi merupakan salah satu alat musik petik yang pertama kali ditemukan di tanah Pasundan. Alat musik yang satu ini memiliki jumlah dawai yang bermacam-macam.

Namun pada umumnya terdapat sekitar 15-20 dawai sesuai dengan jenis dan ukuran kecapi. Berdasarkan bentuknya, kecapi memiliki dua jenis, yaitu Parahu dan Siter.

Kedua jenis kecapi ini memiliki ciri yaitu menggunakan dawai yang diikatkan pada bagian kanan kotak yang berfungsi untuk mengontrol nada lagu.

Sementara jika dilihat berdasarkan fungsinya, kecapi memiliki dua jenis, yaitu Rincik dan Indung. Jenis kecapi Indung memiliki ukuran lebih besar daripada kecapi Rincik.

2. Sasando

Sasando merupakan salah satu alat musik petik tradisional asli Indonesia, tepatnya berasal dari pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan sejarahnya, sasando telah dimainkan oleh masyarakat di pulau tersebut sejak abad ke-7 Masehi.

Alat musik yang unik ini terbuat dari bambu yang dibentuk menjadi sebuah tabung yang panjang. Pada awalnya hanya terdapat dua tipe/jenis sasando, yaitu sasando Engkel dan sasando Dobel. Namun saat ini sudah ada tipe sasando elektrik.

3. Siter

Siter merupakan alat musik petik yang juga asli Indonesia, yaitu dari Jawa Tengah. Sekilas bentuknya mirip seperti kecapi, bedanya terletak pada cara memainkannya.

Biasanya siter digunakan sebagai alat musik pengiring pertunjukan seni musik. Siter memiliki ruang penggema yang berbentuk trapesium dan di bagian atasnya terdapat bentangan senar kawat yang panjang.

4. Jentreng

Jentreng adalah alat musik petik yang mirip seperti kecapi. Bedanya terletak pada ukurannya yang lebih kecil. Di Jawa Barat sendiri masyarakat lebih mengenal jentreng dengan sebutan tawangsa.

Karena memiliki ukuran yang lebih kecil dari kecapi, maka jentreng hanya memiliki 7 buah dawai, sementara kecapi memiliki dawai 15-20 buah.

Bahan untuk membuatnya ini berasal dari kayu nangka atau kenanga yang membuatnya memiliki suara yang khas.

5. Celempung

Provinsi Jawa Barat memang memiliki banyak alat musik tradisional, seperti halnya celempung. Berdasarkan fungsinya, alat musik petik yang satu ini kerap kali digunakan sebagai instrumen pelengkap musik gamelan daerah.

Terdapat keunikan dari alat musik ini, yaitu terletak pada penyetelan senarnya yang menggunakan nada prelog, sementara nada slendro digunakan untuk senar lainnya.

6. Japen

Japen merupakan alat musik tradisional yang berasal dari Kalimantan Tengah yang memiliki instrumen hampir sama seperti kecapi. Saking miripnya, bahkan bunyi nada dari japen juga mirip seperti bunyi nada kecapi.

7. Sampek

Berasal dari suku Dayak, sampek merupakan salah satu alat musik tradisional yang mana dalam memainkannya adalah dengan cara dipetik. Umumnya sampek terbuat dari kayu ulin dan kapur.

Awalnya senar sampek terbuat dari pohon enau, namun kini senarnya terbuat dari kawat kecil. Ciri khas dari alat musik ini adalah memiliki 3-6 senar.

Suku Dayak biasanya menggunakan sampek untuk mengiringi proses acara adat serta digunakan juga untuk mengiringi tarian tradisional.

Keunikan daripada alat musik ini adalah terletak pada bagian ujungnya yang memiliki semacam hiasan yang dijadikan sebagai ciri khas utama suku Dayak, yaitu kepala burung elang.

Baca Juga: Karakteristik Musik Kontemporer

Contoh Alat Musik Petik Modern

Alat Musik Petik Tradisional
Pinterest

Setelah kita mengetahui alat musik petik tradisional, kini kita akan membahas tentang contoh alat musik modern. Sebenarnya terdapat banyak sekali alat musik petik modern yang ada di dunia. Berikut adalah beberapa contohnya:

1. Gitar

Gitar merupakan alat musik petik modern paling terkenal dan paling sering dimainkan oleh orang-orang di seluruh dunia. Kemunculan alat musik yang satu ini berasal dari Spanyol.

Namun seiring berjalannya waktu, gitar kemudian menyebar hingga ke seluruh negara. Maka tak heran jika sebagian masyarakat di dunia mengenal dan dapat memainkannya.

Karena dimainkan dengan cara dipetik, maka gitar pasti memiliki senar/dawai yang menjadi sumber bunyi. Dibuat menggunakan bahan kayu serta memiliki bentuk leher dan badan yang sebagaimana sering kita lihat.

Bukan hanya dipetik saja, gitar juga dapat dimainkan dengan cara di “genjreng” menggunakan jari. Gitar sendiri memiliki dua tipe yang populer di dunia, yaitu gitar akustik dan yang satunya lagi adalah gitar elektrik.

Meskipun terlihat sederhana, namun gitar memiliki 144 kord yang dapat digunakan sesuai kebutuhan untuk menghasilkan nada/bunyi yang diinginkan.

2. Banjo

Banjo adalah alat musik petik yang berasal dari Amerika. Sejarah munculnya alat musik banjo di Amerika ini berawal dari kehidupan budak Afrika.

Budak-budak inilah yang menciptakan sekaligus mengembangkan instrumen menjadi sebuah alat musik petik yang dapat mengeluarkan suara sangat khas.

Di sana, banjo sering digunakan untuk mengiringi pertunjukan musik seperti folk, country, serta irish tradisional.

3. Ukulele

Sekilas ukulele berbentuk mirip seperti gitar. Akan tetapi ukulele memiliki ukuran badan yang lebih kecil jika dibandingkan dengan gitar, yaitu hanya memiliki panjang sekitar 20 inchi.

Karena berasal dari Hawaii, maka nama ukulele pun diambil dari bahasa Hawaii yang berarti “kutu loncat”. Tepatnya pada tahun 1880, ukulele mulai menyebar ke beberapa negara termasuk Indonesia.

Ukulele sering kali dijadikan instrumen utama dalam seni musik keroncong, hal ini karena bunyi yang dihasilkannya terdengar sangat unik.

Karena keunikannya ini menjadikan banyak para pemusik Indonesia yang memainkannya. Secara umum, terdapat 4 jenis ukulele, yaitu Concert (38 cm), Soprana (33 cm), Baritone (48 cm), dan Tenor (43 cm).

4. Gambus

Berasal dari wilayah Timur Tengah, alat musik petik modern yang diberi nama gambus dikenal oleh masyarakat melayu yang pada awalnya dibawa oleh bangsa Timur Tengah yang datang ke melayu.

Bentuknya mirip seperti gitar, namun gambus memilik bentuk yang menyerupai labu dibagi dua. Gambus sering digunakan sebagai alat musik untuk mengiringi tarian zapin dan juga musik islami.

5. Sitar

Meski di Indonesia alat musik yang diberi nama sitar kurang terkenal, namun saat ini sudah banyak yang memainkannya. Sitar sendiri berasal dari Asia Selatan. Alat musik ini sering digunakan untuk mengiringi tarian India yang dikolaborasikan dengan instrumen musik klasik Hindustan.

Sitar sendiri menggunakan dawai yang berjumlah 7 buah serta memiliki dua jenis, yaitu dawai biasa dan dawai simpatetik. Sementara untuk mendapatkan nada yang unik, maka dawai memiliki ruang yang disebut resonasi ground.

6. Harpa

Harpa adalah salah satu alat musik petik tertua di dunia yang mana di dalamnya memiliki beberapa bagian, seperti sound board, neck, dan string. Sementara jumlah dawai pada harpa pun bervariasi, yaitu sekitar 22-47 buah.

Sementara itu, pada tahun 1500 SM, dawai harpa dibuat menggunakan rambut atau serat tanaman yang dikaitkan di antara kedua sisinya.

7. Pipa

Pipa adalah salah satu alat musik yang tergolong dalam alat musik petik murni yang berasal dari China. Alat musik ini telah ada sejak jaman dinasti Qing atau tepatnya antara tahun 221-206 SM.

Keunikan dari alat musik pipa terletak pada bentuknya yang mirip seperti buah pir dengan dawai berjumlah 4-5. Sejak ada dinasti Tang, pipa mulai dimainkan dan bahkan digunakan sebagai pengiring acara kerajaan.

Seiring berjalannya waktu, alat musik petik ini terus dimodifikasi dan dikembangkan mulai dari bentuk, jumlah fret, hingga cara memainkannya.

Demikianlah pembahasan mengenai alat musik petik tradisional dan modern. Dengan keberagaman alat musik petik yang ada hingga saat ini menandakan jika dunia memiliki beragam seni dan budaya yang unik, tanpa terkecuali Indonesia.

Pengertian Alat Musik Ritmis

Pengertian Alat Musik Ritmis

Pengertian Alat Musik Ritmis – Musik adalah salah satu seni yang dapat membantu untuk mengurangi atau menghilangkan stres. Hal ini karena musik sangat nyaman untuk didengarkan.

Perpaduan nada-nada yang dihasilkan dari alat musik yang dimainkan dengan benar dan sempurna ini adalah sumber dari alat musik instrumen yang dibuat khusus untuk menghasilkan suara musik.

Adapun berdasarkan fungsinya, alat musik sendiri dibagi menjadi tiga, yaitu alat musik ritmis, melodis, dan harmonis.

Baca Juga: Karakteristik Musik Kontemporer

Pengertian Alat Musik Ritmis

Pengertian Alat Musik Ritmis
beranihijrah.com

Alat musik yang tergolong ke dalam jenis ini adalah alat musik yang hanya dapat menghasilkan beberapa nada unik atau hanya untuk mengiringi alat musik lainnya dalam lagu serta tidak bisa membuat sebuah irama pada lagu.

Sementara itu, alat musik ritmis hanya berperan sebagai pengatur tempo lagu. Biasanya alat musik ritmis mengeluarkan bunyi jika alat musik tersebut dipukul, digesek, atau digoyang.

Adapun secara umum, pengertian alat musik ritmis adalah sebuah alat musik yang berfungsi untuk melengkapi keharmonisan sebuah lagu.

Seperti yang telah dijelaskan diatas, alat musik ritmis memiliki peran yang cukup penting dalam membantu mengatur tempo dalam sebuah lagu meskipun pada dasarnya alat musik ritmis tidak mempunyai banyak nada.

Contoh Alat Musik Ritmis

Pengertian Alat Musik Ritmis
www.artisanalbistro.com

Pada umumnya, jenis alat musik ritmis dimainkan dengan cara dipukul atau digesek. Beberapa contoh alat musik ritmis adalah:

Kendang

Kendang merupakan salah satu jenis alat musik ritmis yang mana cara memainkannya yaitu dengan cara dipukul. Biasanya kendang digunakan sebagai alat musik pelengkap alat musik lain, misalnya gamelan.

Beberapa pementasan seni yang paling sering menggunakan jenis alat musik berupa kendang adalah pertunjukan wayang, tari-tarian daerah, seni kuda kepang, dan lain sebagainya.

Rebana

Rebana juga termasuk ke dalam jenis alat musik ritmis dimana bahan dalam membuat alat musik ini adalah menggunakan kulit dan kayu yang dibuat berbentuk tabung bulat pipih.

Sama seperti kendang, rebana juga dimainkan dengan cara dipukul serta digunakan untuk kegiatan islami yang berpadu dengan musik modern.

Drum

Alat musik selanjutnya yang termasuk ke dalam jenis alat musik ritmis adalah drum. Drum merupakan jenis alat musik yang sangat populer di kalangan para pemuda.

Pada umumnya, drum dibuat dari plastik khusus serta dimainkan dengan cara dipukul menggunakan stik yang terbuat dari kayu.

Tamborin

Tamborin adalah jenis alat musik yang jika dimainkan akan mengeluarkan dua suara sekaligus. Ciri-cirinya adalah memiliki suara gemerincing yang berasal dari tumbukan logam pada bagian sis-sisinya. Sementara bunyi kedua adalah suara tabuhan yang berasal dari membrannya.

Kastanyet

Kastanyet merupakan alat musik ritmis yang berbentuk seperti kerang. Cara memainkannya adalah dengan menggunakan dua atau tiga jari saja yang membuatnya sangat mudah untuk dimainkan bahkan oleh seorang pemula sekalipun.

Simbal

Simbal adalah alat musik yang memiliki banyak ukuran, mulai dari yang kecil sampai dengan ukuran yang besar. Bahan dasar dalam membuatnya adalah berasal dari logam.

Untuk ciri dari alat musik ini adalah berbentuk bulat mirip seperti cakram dan pada umumnya diletakkan di drum. Namun ada juga jenis simbal tangan yang dapat dimainkan dengan cara memadukan dua simbal.

Marakas

Sekilas, marakas memiliki bentuk mirip seperti lollipop besar. Sedangkan ciri dari alat musik yang satu ini adalah memiliki pegangan serta terdapat bola besar di atasnya yang mana bola besar tersebut akan mengeluarkan bunyi ketika digoyang-goyang.

Tifa

Tifa adalah jenis alat musik yang terbuat dari kayu yang diberi rongga pada bagian tengah serta ditutup menggunakan kulit pada salah satu sininya.

Ciri-ciri dari alat musik ini adalah berbentuk panjang dan ramping dan biasanya dimainkan pada saat upacara tradisional masyarakat Indonesia Timur, seperti di Maluku dan Papua.

Conga

Conga merupakan jenis alat musik ritmis yang berasal dari Afrika yang disebut juga dengan nama tumbora. Bentuknya sendiri mirip seperti kendang serta digunakan untuk mengiringi musik pop modern. Bahan dalam membuat alat musik ini adalah berasal dari serpihan kayu dan fiberglass.

Triangle

Alat musik triangle terbuat dari logam yang berbentuk panjang yang kemudian dibengkokkan sampai menjadi bentuk segitiga namun di setiap ujungnya tidak saling menyatu.

Ciri lainnya dari alat musik ini adalah terdapat semacam tali di salah satu sudutnya yang berfungsi untuk memegang alat musik ini.

Baca Juga: Pengertian Tari Menurut Para Ahli

Fungsi Alat Musik Ritmis

Pengertian Alat Musik Ritmis
satrianesia.com

Sama seperti jenis alat musik lainnya, alat musik ritmis juga memiliki banyak fungsi, seperti misalnya untuk menyempurnakan instrumen alat musik lainnya sehingga mampu menciptakan harmoni baik itu saat dipadukan dengan alat musik lain maupun pada saat dimainkan sendirian.

Beberapa fungsi lainnya dari alat musik ritmis adalah:

Harmonisasi

Dalam sebuah pertunjukan seni musik orkestra biasanya membutuhkan alat musik ritmis guna memadukan beragam unsur alat musik lainnya. Maka dalam hal ini, alat musik ritmis berfungsi dan berperan penting dalam pertunjukan musik.

Mengatur Tempo

Fungsi selanjutnya dari alat musik ritmis adalah untuk mengatur tempo, baik itu tempo dalam lagu atau tarian. Mengatur tempo merupakan hal yang sangat penting pada saat proses mencipta lagu maupun pada saat memainkannya.

Koreografi

Jenis alat musik ritmis juga berfungsi untuk membantu mengayur tempo. Sebab inilah mengapa biasanya sebelum masuk ke koreografi, maka akan diiringi oleh alat musik ritmis.

Tujuannya agar dapat masuk sesuai dengan tempo yang tepat dan juga sebagai penanda dari satu gerakan terhadap gerakan yang lainnya.

Pengiring Lagu

Selain sebagai koreografi, alat musik ritmis juga dapat membuat lagu lebih hidup, yaitu pada saat lagu dimainkan.

Penyempurna Instrumen

Terakhir adalah alat musik ritmis berfungsi sebagai penyempurna instrumen dari instrumen musik lainnya. Misalnya di dalam pertunjukan orkestra.

Itulah pembahasan mengenai pengertian alat musik ritmis lengkap beserta contoh dan fungsinya yang berhasil dirangkum dari berbagai sumber terpercaya.

Karakteristik Musik Kontemporer

Karakteristik Musik Kontemporer

Karakteristik Musik Kontemporer – Musik adalah salah satu seni yang dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Hadirnya musik ternyata tidak hanya dijadikan sebagai sarana hiburan saja, namun juga dapat dijadikan sebagai penenang pikiran di kala jenuh.

Seperti halnya seni yang lainnya, seni musik juga memiliki berbagai aliran, seperti misalnya aliran musik tradisional, jenis musik kontemporer hingga musik modern. Ya, dari sekian banyak jenis atau aliran musik, terdapat salah satu aliran musik, yaitu musik kontemporer.

Namun apakah kita mengetahui, apa itu musik kontemporer? Jika belum mengetahuinya, maka pada kesempatan kali ini kita akan membahas bersama-sama mengenai karakteristik musik kontemporer lengkap beserta pengertian dan hal lainnya yang masih berhubungan dengan musik kontemporer.

Karakteristik Musik KontemporerKarakteristik Musik Kontemporer

www.yuksinau.id

Untuk membedakan antara musik kontemporer dan dengan musik yang lainnya, maka sebelumnya kita wajib mengetahui karakteristiknya. Di bawah ini adalah karakteristik dari musik kontemporer:

  • Musik kontemporer memiliki melodi lirik yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan musik yang telah ada pada periode sebelumnya
  • Ritmenya kompleks
  • Memiliki banyak suara perkusi
  • Terdapat beberapa harmoni yang sengaja dibuat tidak selaras
  • Khusus frekuensi alat musik tiup wood wind, brass dan bunyi perkusi lainnya cenderung lebih sering terdengar jika dibandingkan dengan musik pada periode sebelumnya.
  • Musik kontemporer menggunakan suara sintetis dan elektronik

Pengertian Musik Kontemporer

Karakteristik Musik Kontemporer
www.ngelmu.co

Jenis musik kontemporer sendiri jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia adalah suatu hal yang mengedepankan aktivitas dan juga kreativitas.

Adapun dalam bahasa Inggris, musik kontemporer disebut juga dengan musik yang telah ada mulai dari zaman dahulu hingga sampai dengan saat ini.

Namun secara umum, pengertian musik kontemporer adalah sebuah cabang seni musik yang muncul sekitar abad ke-19 dan sampai dengan saat ini.

Baca Juga: Pengertian Tari Menurut Para Ahli

Sejarah Musik Kontemporer

Karakteristik Musik Kontemporer
www.whiteboardjournal.com

Membahas sedikit mengenai sejarah musik kontemporer yang mana musik ini pertama kali muncul sekitar abad ke 19, tepatnya berawal dari suatu gerakan seni lukis yang impresionis. Nah, kelompok yang membentuk ini yaitu kelompok pelukis yang berasal dari Prancis.

Sementara itu, pembentukan seni musik kontemporer ini didasarkan ketidaksetujuan terhadap pandangan romantisme yang diterima oleh masyarakat dengan aliran seni baru yaitu impersionalisme.

Aliran baru yang lebih mengedepankan kesan impresi ini dibuat dari karya seni, sehingga dalam musik kontemporer banyak menggunakan elemen baru yang menciptakan dan juga menonjolkan impresi.

Tepatnya 3 bulan terakhir di abad ke-19, mulailah muncul musik orkestrasi dan piano yang menghasilkan suara yang sangat bagus.

Bahannya sendiri berasal dari seni sastra kemudian dibarengi dengan munculnya tangga nada, chord, dan ritme yang masih dipakai hingga sampai dengan saat ini.

Hingga kemudian masuk pada abad ke-20, mulailah menunjukkan sastra dan seni di dalam mekanisme musik yang kemudian musik kini sudah memiliki variasi dan warna yang beragam dari modernisasi ke impresionisme.

Indonesia sendiri memiliki beberapa jenis musik kontemporer dan variasi yang juga beragam dan telah di akui dan di tetapkan sebagai gerakan besar yang di tiap tahunnya di adakan pekan komponis dan wadah bagi para komposer di seluruh Nusantara.

Ciri-ciri Musik Kontemporer

Karakteristik Musik Kontemporer
berita.upi.edu

Terdapat beberapa ciri-ciri dari musik kontemporer yang membedakan dengan aliran seni musik lainnya. Inilah ciri-ciri dari musik kontemporer:

  • Memiliki notasi musik yang hanya dapat dimengerti oleh pemusik saja. Hal ini karena notasinya ditulis menggunakan simbol atau tanda
  • Warna bunyi dapat saja sejenis namun dapat pula terdiri dari berbagai jenis
  • Bunyi atau suara yang tercipta didapat dari sumber yang beragam (elektronik) dan tidak hanya dari instrumen musik saja
  • Improvisasi dari musik kontemporer sangat bervariasi serta mengikuti keinginan dari si penciptanya
  • Biramanya tidak terpaku pada satu birama saja
  • Menggunakan tangga nada yang bervariasi
  • Musik kontemporer juga memiliki tempo dan dinamik yang lebih bervariasi

Unsur-unsur Musik Kontemporer

Karakteristik Musik Kontemporer
theinsidemag.com

Pada umumnya, seni musik memiliki unsur seperti nada, ritme, melodi dan harmoni. Begitu pula dengan musik kontemporer yang juga memiliki unsur-unsur tersebut.

Berikut adalah penjelasan mengenai unsur-unsur yang terdapat pada musik kontemporer:

Warna Nada (Tone Color)

Musik kontemporer memiliki sedikit penekanan pada campuran suara, namun disini perkusi memainkan peran utama, sedangkan warna nada yang dimainkan secara individu akan terdengar lebih jelas.

Harmoni

Pada aliran musik ini dikenal istilah polychord, yang mana 2 kunci nadanya terdengar pada waktu yang bersamaan. Namun dalam harmoni musik kontemporer juga menggunakan 4 kunci nada.

Ritme

Dapat dibilang, ritme merupakan salah satu unsur musik kontemporer yang paling menonjol/mencolok.

Disini, kebanyakan ritme yang digunakan adalah ritme yang membangkitkan semangat, dorongan, dan juga kegembiraan serta terdapat kelompok ketukan yang tidak beraturan.

Dalam ritme musik kontemporer, dikenal istilah polyrhrthm yang merupakan penggunaan dua ritme yang kontras dalam waktu bersamaan.

Melodi

Melodi adalah tingkatan tinggi-rendah dan juga panjang-pendek nada yang terdapat dalam musik. Adapun melodi dalam musik kontemporer ini dikenal memiliki range yang sangat besar atau lebar serta menggunakan 12 nada kromatik tanpa tonel center.

Baca Juga: Pengertian Seni Menurut Para Ahli

Jenis Musik Kontemporer

Karakteristik Musik Kontemporer
www.law-justice.co

Ada beberapa jenis musik kontemporer, seperti:

  • Musik Klasik
  • Musik Pop
  • Musik Rock
  • Musik Jazz
  • Musik Blues
  • Musik R&B

Alat Musik Kontemporer

Karakteristik Musik Kontemporer
s2.bukalapak.com

Beberapa jenis alat musik yang tergolong ke dalam musik kontemporer adalah:

  • Talempong
  • Sasando
  • Biola
  • Piano
  • Kecapi
  • Angklung
  • Suling
  • Gitar
  • Kolintang
  • Gamelan
  • Gelas Plastik
  • Perkusi

Fungsi Musik Kontemporer

Selain berfungsi sebagai kesenian, musik kontemporer juga memiliki beberapa fungsi lainnya, seperti:

Fungsi Keagamaan

Musik kontemporer dapat digunakan sebagai sarana untuk menyebarkan agama, yaitu dengan mengajarkan nilai kebaikan. Hal ini karena musik adalah salah satu media pembelajaran yang bagus dan dapat dengan mudah dipahami oleh masyarakat.

Fungsi Pendidikan

Fungsi pendidikan dalam konteks musik kontemporer adalah pada saat kerja sama dalam tim atau kelompok ketika sedang memainkan alat musik sehingga terbentuk musik yang harmonis.

Fungsi Hiburan

Sementara itu, fungsi paling umum dari sebuah musik adalah sebagai hiburan. Beberapa orang percaya, bahwa dengan mendengarkan musik ternyata dapat dijadikan sebagai hiburan tersendiri serta dapat menjadikan lebih relax dan santai serta bersemangat saat mendengarkan musik.

Fungsi Komunikasi

Musik juga dapat dijadikan sebagai media berkomunikasi untuk para pendengarnya. Seperti misalnya untuk menyampaikan ide, kritik sosial, motivasi, dan lainnya.

Fungsi Artistik

Maksud dari fungsi artistik pada musik kontemporer adalah sebagai media ekspresi seorang seniman guna untuk menyajikan sebuah karya yang ia ciptakan.

Fungsi Umum

  • Sebagai bentuk penemuan dan juga perkembangan gramatika musik
  • Aktualisasi gaya bermusik pada musik kontemporer dari komposer
  • Mengembangkan jenis dan juga variasi seni musik baik itu yang bersumber dari tradisi maupun bukan

Demikianlah pembahasan mengenai karakteristik musik kontemporer lengkap dari pengertian hingga fungsinya. Dengan pembahasan kali ini, semoga kita dapat lebih memahami seni musik kontemporer.