Perbedaan Drama dan Teater

Perbedaan Drama dan Teater

Tak dapat dipungkiri bahwa sebagian dari kita tidak bisa menjelaskan perbedaan antara drama dan teater. Sehingga tak jarang dijumpai kedua kata tersebut digunakan dalam makna yang sama.

Namun bagaimanapun juga, kedua kata tersebut memiliki makna yang berbeda. Hal ini diperkuat dengan pernyataan dari Dewojati (2010:14) dalam bukunya. Ia menuliskan bahwa teater adalah sebuah pertunjukan yang dapat langsung dinikmati hingga ke seluruh elemen-elemennya.

Sedangkan menurut Aristoteles (dalam Dewojati, 2010:14), drama adalah esensi dari teater.  Drama juga memiliki struktur peristiwa yang bergerak mulai dari bagian awal hingga akhir yang mana drama membuat pertunjukan bergerak menjadi sebuah teater.

Baca Juga: Sejarah Wayang Kulit

Perbedaan Drama dan Teater

Perbedaan Drama dan Teater
cdn.ayobandung.com

Berdasarkan penjelasan di atas kita dapat menyimpulkan bahwa teater memiliki keterkaitan langsung dengan pertunjukan. Adapun drama sendiri berkaitan dengan lakon/naskah cerita yang akan dipentaskan.

Nah, agar kita tidak salah lagi dalam mengartikan kedua kata tersebut, berikut adalah penjelasan mengenai perbedaan antara drama dan teater.

Perbedaan dari Segi Istilah

Dapat dikatakan, perbedaan paling mencolok di antara keduanya adalah dari segi istilah yang digunakan. Seperti yang telah dijelaskan di atas. Beberapa ahli lainnya juga mengemukakan bahwa drama dan teater itu berbeda.

Menurut Tim Matrix Media Literata, drama merupakan suatu bentuk narasi yang menggambarkan kehidupan dan alam manusia yang ditunjukkan melalui perilaku (akting) yang dipentaskan.

Sementara menurut Anne Civardi, drama yaitu sebuah kisah yang ditampilkan/diceritakan melalui kata-kata dan gerakan. Drama sendiri berasal dari kata “draomai” yang berarti berbuat, bertindak, atau berlaku.

Maka dapat disimpulkan jika drama merupakan sebuah kisah yang dinarasikan dan juga diceritakan melalui sebuah seni pertunjukan gerak atau seni peran di atas panggung.

Istilah “teater” sendiri dapat di definisikan dalam arti luas yaitu sebagai kisah hidup dan kehidupan manusia yang dituangkan/diceritakan di atas pentas dengan menggunakan media seperti percakapan, gerak, dan juga laku yang didasarkan pada naskah yang tertulis dengan ditunjang oleh dekor, musik, tarian, nyanyian, dan lain sebagainya.

Namun jika dilihat dari segi bahasa atau dalam artian yang lebih sempit, teater merupakan sebuah gedung pertunjukan (auditorium).

Perbedaan dari Segi Ciri-cirinya

Sementara dari segi ciri-cirinya, baik itu drama maupun teater mempunyai ciri-ciri sendiri-sendiri yang membedakan keduanya. Di antara ciri-ciri yang membedakan drama dan teater adalah:

  • Pengucapan Vocal

Drama tidak memerlukan pengucapan vocal yang kuat. Hal ini karena drama didukung oleh teknologi penunjang seperti microphone dan juga speaker.

Ini tentu berbeda dengan teater yang harus memerlukan pengucapan vocal yang keras dan kuat. Sebab penampilan dilakukan di atas panggung maka vocal harus terdengar hingga ke penonton di bagian paling belakang.

  • Emosi

Pada seni drama, emosi yang dikeluarkan oleh pemain/lakon tidak harus terlalu kuat karena diperkuat atau didukung oleh alat-alat seperti kamera dengan berbagai teknik pengambilan gambar.

Sementara pada teater, emosi yang dikeluarkan oleh pemeran/lakon harus dengan perasaan yang ekstrem. Sama seperti pengucapan vocal, emosi perasaan juga harus terlihat hingga ke penonton di barisan paling belakang.

  • Make Up

Para pemeran pada drama biasanya menggunakan make up yang biasa/tidak mencolok. Ini berbanding terbalik dengan teater yang mana make up para pemerannya harus mencolok.

Teater ditampilkan di atas panggung dengan tambahan lighting. Maka make up para pemerannya juga harus terlihat kuat dan jelas hingga ke ujung panggung.

  • Pengambilan Adegan

Dari segi pengambilan adegan pun drama dapat melakukan adegan berkali-kali. Sebab drama bisa direkam oleh kamera. Adapun pada teater, cerita atau penampilannya harus dilakukan secara terus-menerus tanpa adanya jeda hingga ceritanya selesai.

Teater juga harus dilakukan tanpa kesalahan karena cerita yang ditampilkan adalah secara langsung.

Perbedaan dari Segi Cerita

Jika dilihat dari segi cerita, baik itu drama maupun teater memiliki perbedaan yang cukup mencolok. Pada umumnya drama menampilkan cerita dengan berdasarkan kehidupan sehari-hari. Contohnya ketika kita melihat sinetron atau film.

Untuk teater sendiri biasanya menampilkan cerita yang diambil dari hasil pemilihan naskah dan juga penggarapan yang terstruktur. Bukan hanya itu saja, teater juga menampilkan narasi/cerita yang mana adalah proses dari pemahaman publik.

Tempat Pertunjukan

Perbedaan mencolok lainnya adalah tempat yang digunakan untuk menampilkan/mementaskan masing-masing ceritanya.

Drama bisa ditampilkan di mana saja yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari seperti misalnya di rumah sakit, terminal, sekolah, stasiun kereta api, dan lainnya.

Sementara pada teater hanya dapat dilaksanakan di tempat pementasan saja, yaitu di atas panggung dengan dekorasi tertentu sesuai dengan naskah.

Perbedaan Jenis Drama dan Teater

Kita pasti pernah melihat atau menyaksikan drama dan teater dengan beragam jenis. Hal ini karena drama memiliki banyak jenisnya. Misalnya saja seperti horror, romance, dan lain-lain.

Sedangkan pada teater hanya lebih kepada dua jenis, yaitu tradisional dan modern. Teater tradisional merupakan sebuah seni pertunjukan yang muncul di masing-masing daerah dan biasanya berhubungan dengan adat istiadat setempat sesuai dengan kehidupan masyarakat di tempat tersebut.

Sementara teater modern merupakan suatu bentuk perkembangan dari seni teater tradisional yang telah diubah/dimodifikasi sedemikian rupa sesuai dengan ilmu drama yang berasal dari bangsa barat.

Akan tetapi kenapa pada akhirnya drama sering disebut sama dengan teater? Kesalahan ini terjadi karena drama yang sering kita liat di televisi seperti misalnya sinetron juga dapat dibuat menjadi sebuah pertunjukan langsung di atas panggung seperti halnya teater.

Hal inilah yang menjadi rancu sehingga kita sering menganggap bahwa kedua kata tersebut memiliki makna yang sama.

Baca Juga: Seniman Patung di Indonesia

Contoh Drama dan Teater

Perbedaan Drama dan Teater
klatenkab.go.id

Agar kita lebih memahami perbedaan kedua kata tersebut, berikut adalah beberapa contoh drama dan teater.

Contoh Drama

  • Drama Sekolah
  • Film
  • Sinetron

Contoh Teater

  • Seni Pertunjukan Ketoprak
  • Pertunjukan Reog
  • Teater Ludruk
  • Pertunjukan Lenong
  • Seni Drama dan Tari
  • Pertunjukan Mamanda
  • Pertunjukan  Sanghyang
  • Dll

Baca Juga: Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi

Tujuan Drama

Perbedaan Drama dan Teater
kebudayaan.kemdikbud.go.id

Secara umum, drama bertujuan untuk menghibur penonton yang menyaksikannya. Namun Dewojati (2010:1) berpendapat bahwa selain sebagai hiburan, drama juga memberikan kegunaan khususnya kepada pembaca (jika drama ditulis) dan juga kepada penonton (jika drama dipentaskan).

Biasanya seni pertunjukan juga erat sekali hubungannya dengan emansipasi manusia itu sendiri (Harymawan, 1986:7).

Berdasarkan penjelasan tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa selain untuk menghibur kepada penonton, drama juga memberikan gambaran langsung baik itu cara bersosialisasi dalam menghadapi kehidupan nyata, permasalahan kehidupan, maupun dalam cara berpikir dan bertindak seseorang dalam segala sesuatu yang terjadi pada kehidupan manusia pada umumnya serta mempertajam kepekaan emosi.

Sementara bagi para pemain adalah untuk meningkatkan imajinasi yang tertuang di dalam naskah, berlatih pengembangan ujar atau cara bicara, membentuk postur tubuh, dan sebagai sarana untuk menyalurkan bakat/hobi.

Itulah penjelasan mengenai perbedaan drama dan teater lengkap beserta contoh dan tujuannya. Dengan pembahasan kali ini, semoga kita tidak lagi salah dalam mengartikan kedua kata tersebut.

Contoh Budaya Nasional

Contoh Budaya Nasional

Contoh budaya nasional merupakan suatu kebudayaan yang dapat mewakili dan juga bisa untuk menjadi identitas khas pada suatu bangsa.

Kebudayaan nasional merupakan perwujudan cipta, karya dan juga karsa bangsa Indonesia serta merupakan keseluruhan daya upaya manusia atau masyarakat Indonesia guna untuk mengembangkan harkat dan juga martabat bangsa serta diarahkan untuk memberikan wawasan dan makna pada pembangunan nasional dalam segenap kehidupan bangsa. Hal tersebut tertuang didalam TAP MPR No. 11 tahun 1998.

Berbeda dengan contoh budaya daerah, budaya nasional adalah hasil dari asimilasi dan juga akulturasi dari beberapa kebudayaan-kebudayaan yang ada di Indonesia, misalnya saja kebudayaan suku dayak, kebudayaan suku banjar, kebudayaan lampung atau kebudayaan-kebudayaan lainnya.

Contoh Budaya Nasional Indonesia

Contoh Budaya Nasional
Sumber Gambar: sumber: moondoggiesmusic.com

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki berbagai budaya baik itu budaya daerah atau pun budaya nasional. Dibawah ini adalah beberapa contoh budaya nasional yang ada di Indonesia.

1. Pakaian Nasional

Contoh Budaya Nasional
Sumber Gambar: sumber: pbs.twimg.com

Pakaian adat di Indonesia memiliki jumlah yang sangat banyak. Hampir di setiap daerah memiliki pakaian adat masing-masing. Misalnya saja di Jawa terdapat batik, kebaya dan juga beskap. Pakaian adat dari Bali yang bernama kamben, Nusa tenggara juga memiliki kain tenun yang tidak dapat dipisahkan.

Dari sekian banyak pakaian adat yang ada di Indonesia, maka dipilihlah beberapa pakaian adat yang bisa mewakili Indonesia secara umum, yaitu batik dan kebaya sebagai pakaian nasional.

1. Batik 

Batik telah menjadi bagian dari budaya nasional. Bahkan dunia telah mengetahui dan mengakui bahwa seni budaya melukis ini hanya ada di Indonesia.

Pada tanggal 2 Oktober 2009, UNESCO menetapkan  batik sebagai salah satu Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi  (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity). Sumber: id.wikipedia.org.

2. Kebaya

Pakaian nasional selain batik adalah kebaya. Kebaya merupakan pakaian tradisional atau blus tradisional yang biasanya dipakai oleh wanita Indonesia.

Kebaya terbuat dari bahan yang tipis dan umumnya dikenakan dengan batik, sarung, atau pakaian rajutan tradisional lainnya misalnya songket yang bermotif warna-warni.

2. Rumah Adat Nasional

Contoh budaya Indonesia yang kedua adalah rumah adat nasional. Diantara sekian banyak rumah adat yang ada di Indonesia, rumah joglo dan rumah gadang merupakan rumah adat yang paling sering dianggap sebagai rumah adat nasional di Indonesia.

1. Rumah Joglo

Contoh Budaya Nasional
Sumber Gambar: blog.elevenia.co.id

Joglo merupakan rumah tradisional masyarakat Jawa yang umumnya terdiri atas 4 tiang utama. Terdapat 17 jenis rumah joglo yang tersebar di Pulau Jawa atau sekitarnya.

17 jenis rumah joglo yang dimaksud adalah:

  1. Joglo ceblokan
  2. Joglo kepuhan limolasan
  3. Joglo lambangsari
  4. Joglo kepuhan lawakan
  5. Joglo kepuhan awitan
  6. Joglo wantah apitan
  7. Joglo Limasan Lawakan (atau “Joglo Lawakan”)
  8. Joglo Sinom ( Sinom Apitan)
  9. Joglo Jompongan (Jompongan Pokok)
  10. Joglo Pangrawit
  11. Joglo Mangkurat
  12. Joglo Hageng
  13. Joglo Semar Tinandhu
  14. Joglo Jepara
  15. Joglo Kudus
  16. Joglo Pati
  17. Joglo Rembang

Sumber: id.wikipedia.org.

2. Rumah Gadang

Contoh Budaya Nasional
Sumber Gambar: rumahkecilminimalis.com

Rumah adat nasional yang kedua adalah rumah gadang. Rumah gadang merupakan rumah adat yang berasal dari Minangkabau yang banyak dijumpai di provinsi Sumatra Barat.

Masyarakat setempat menyebut rumah ini dengan nama Rumah Bagonjong atau ada pula yang menyebutnya dengan nama Rumah Baanjuang.

Kedua rumah adat ini memiliki arsitektur yang unik serta sangat menggambarkan karakter dan ciri khas bangsa Indonesia. Pemilihan rumah adat nasional ini diputuskan berdasarkan kecocokan dengan ciri khas bangsa Indonesia.

3. Alat Musik Nasional

Contoh Budaya Daerah
Sumber Gambar: upload.wikimedia.org

Selanjutnya yang menjadi contoh budaya nasional Indonesia adalah alat musik nasional. Dari sekian banyak alat musik tradisional yang ada di Indonesia, gamelan merupakan alat musik adat yang dijadikan sebagai alat musik nasional.

Alat musik gamelan banyak digunakan di berbagai wilayah di Indonesia, seperti di Jawa dan Bali.

Dipilihnya gamelan sebagai alat musik nasional karena gamelan dianggap dapat memberikan ciri khas bagi bangsa Indonesia serta memiliki keunikan tersendiri jika dibandingkan dengan alat musik lainnya.

Oleh sebab itu, gamelan sangat cocok untuk menggambarkan adat masyarakat Indonesia yang suka bekerja sama dan gotong-royong didalam kehidupan sehari-hari.

4. Kesenian Nasional

Contoh Budaya Nasional
Sumber Gambar: bisniswisata.co.id

Kesenian wayang kulit merupakan salah satu kesenian yang ada di Indonesia yang mewakili sebagai kesenian nasional. Namun sebenarnya, terdapat banyak sekali jenis kesenian adat yang dapat dipilih, tetapi seni wayang kulit merupakan yang paling sering digunakan untuk menggambarkan kesenian nasional Indonesia.

Kita sebagai bangsa Indonesia seharusnya selalu melestarikan kesenian nasional ini karena jika kita tidak melestarikannya maka bisa saja negara lain dapat mencuri kesenian yang ada di Indonesia dan juga mematenkannya sebagai kesenian nasional mereka.

Seperti contohnya reog Ponorogo yang pernah diakui oleh Malaysia sebagai kesenian nasional negaranya. Sama halnya dengan reog Ponorogo, seni wayang kulit pun pernah dicuri dan hampir dipatenkan oleh negara lain sebagai kesenian nasionalnya.

Hal ini karena Indonesia dan Malaysia merupakan negara serumpun yang mengakibatkan terdapat banyak kesamaan dalam kebudayaan dan keseniannya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka kita sebagai bangsa Indonesia wajib untuk menjaga, menghargai dan melestarikan kesenian nasional yang ada di Indonesia agar hal-hal tersebut tidak terulang kembali.

5. Masakan Nasional

Contoh Budaya Daerah
Sumber Gambar: i2.wp.com

Berbicara mengenai masakan nasional di Indonesia memang tidak akan ada habisnya. Terdapat begitu banyak makanan tradisional yang dapat dijadikan sebagai masakan nasional.

Diantara sekian banyaknya masakan khas Indonesia, masakan rendang Padang merupakan yang paling lazim untuk dijadikan sebagai ikon masakan nasional Indonesia.

Ini dikarenakan rendang Padang telah memiliki pamor yang sangat baik didalam atau bahkan diluar negeri. Rendang pernah dinobatkan sebagai salah satu makanan khas paling nikmat dan lezat di dunia sehingga tidak mengherankan jika rendang dijadikan sebagai masakan nasional Indonesia.

6. Peninggalan Bersejarah

Contoh Budaya Nasional
Sumber Gambar: hoteltentrem.com

Contoh budaya nasional Indonesia yang terakhir adalah peninggalan-peninggalan bersejarah. Peninggalan sejarah yang menggambarkan tentang kebudayaan nasional Indonesia memang sangat banyak.

Akan tetapi candi Borobudur merupakan salah satu yang paling sering dijadikan sebagai peninggalan bersejarah di Indonesia. Selain itu, candi Borobudur juga dinobatkan menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang sering dikunjungi dan paling disukai oleh wisatawan mancanegara.

Selain candi Borobudur, terdapat juga candi Prambanan yang juga dijadikan sebagai ikon warisan budaya. candi Prambanan memiliki keindahan yang berbeda dengan candi-candi lainnya hingga sebagian orang menobatkan candi Prambanan sebagai ikon kebudayaan bersejarah di Indonesia.

Pengertian Budaya Nasional

Budaya nasional merupakan serangkaian himpunan norma, perilaku, kepercayaan, adat istiadat, dan juga nilai-nilai yang dimiliki oleh populasi negara yang berdaulat. Seperangkat keyakinan, makna nilai, dan asumsi yang khas umumnya dipegang oleh anggota kelompok nasional.

Dengan perbedaan budaya nasional dapat dinyatakan sebagai nilai-nilai di sejumlah dimensi, jarak kekuasaan, individualisme-kolektivisme, maskulinitas-feminitas, dan juga penghindaran dari ketidakpastian.

Pengertian Kebudayaan Nasional Menurut Para Ahli

1. Sutan Takdir Alisyahbana

Sutan Takdir Alisyahbana memberikan pengertian tentang kebudayaan nasional Indonesia sebagai suatu kebudayaan yang universal.

Unsur-unsur yang dikreasikan terutama adalah yang terbilang cukup langka dan dimiliki oleh masyarakat Indonesia pada masa itu yaitu teknologi, ekonomi, ilmu pengetahuan, dan keterampilan berorganisasi.

Agar dapat berkreasi untuk mencapai upaya tersebut yaitu dapat melalui usaha mempertajam rasio atau akal masyarakat Indonesia dengan cara mengambil alih dinamisme Barat.

2. Sanusi Pane

Sedangkan menurut Sanusi Pane, kebudayaan nasional Indonesia adalah sebagai kebudayaan timur yang harus mementingkan unsur-unsur kerohanian, perasaan, dan juga gotong-royong.

3. Poerbatjaraka

Poerbatjaraka juga memberikan penjelasan mengenai pengertian kebudayaan nasional Indonesia yaitu harus berakar pada kebudayaan Indonesia sendiri. Artinya adalah harus berakar pada kebudayaan suku-suku bangsa yang terdapat di Nusantara.

Serta dianjurkan juga agar manusia atau masyarakat Indonesia banyak mempelajari sejarah kebudayaannya sendiri.

4. Ki Hajar Dewantara

Menurut Ki Hajar Dewantara, kebudayaan nasional Indonesia merupakan puncak kebudayaan daerah. Didalam hal ini, Ki Hajar Dewantara telah memasukkan aspek mutu sebab ungkapan puncak yang berarti unsur-unsur kebudayaan daerah merupakan yang paling tinggi mutunya.

5. Koentjaraningrat

Pengertian budaya nasional menurut para ahli yang terakhir adalah dari Koentjaraningrat. Menurut Koentjaraningrat, terdapat beberapa konsep kebudayaan nasional, diantaranya adalah:

  1. Kebudayaan nasional adalah karya warga negara Indonesia. Termasuk didalamnya yaitu karya-karya zaman dahulu di berbagai wilayah di tanah air.
  2. Kebudayaan nasional adalah hasil karya warga negara Indonesia dimana tema pikiran dan wujudnya mengandung ciri-ciri khas Indonesia.
  3. Kebudayaan nasional adalah hasil karya warga negara Indonesia yang pada umumnya dapat dirasakan dan mempunyai nilai yang tinggi sehingga dapat menjadi kebanggaan orang Indonesia.

Ciri atau Karakteristik Kebudayaan Nasional

Kebudayaan nasional memiliki ciri-ciri atau karakteristik, seperti:

  1. Hasil budidaya masyarakat bangsa.
  2. Hasil budidaya masyarakat sejak zaman dahulu hingga kini.
  3. Hasil budidaya yang dibanggakan.
  4. Hasil budidaya yang memberikan identitas bangsa.
  5. Hasil budidaya yang memiliki kekhasan bangsa.
  6. Hasil budidaya yang menciptakan jati diri bangsa.

Fungsi Kebudayaan Nasional

Menurut Usman Pelly, kebudayaan nasional berfungsi sebagai pedoman untuk membina persatuan dan kesatuan bangsa bagi masyarakat majemuk di Indonesia. Misalnya saja seperti Indonesia bermanfaat untuk mencari pedoman dalam pengambilalihan ilmu dan teknologi modern.

Tujuan Kebudayaan Nasional Indonesia

Terdapat 4 tujuan pengembangan kebudayaan nasional Indonesia, yaitu:

  1. Kebudayaan nasional adalah perwujudan hasil upaya dan juga tanggapan aktif masyarakat Indonesia untuk proses adaptasi terhadap lingkungannya dalam arti luas.
  2. Pengembangan kebudayaan nasional harus menuju ke arah kemajuan adab yang bisa memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.
  3. Kebudayaan nasional merupakan perpaduan antara puncak-puncak kebudayaan daerah, sehingga dapat mewujudkan konfigurasi budaya bangsa.
  4. Tidak menutup kemungkinan untuk menyerap unsur-unsur kebudayaan asing yang bisa memperkaya dan mengembangkan kebudayaan nasional serta untuk mempertinggi kemanusiaan bangsa Indonesia.

Nah, itulah penjelasan lengkap mengenai contoh budaya nasional, pengertian budaya nasional, ciri-ciri atau karakteristik kebudayaan nasional, fungsi kebudayaan nasional dan tujuan kebudayaan nasional Indonesia. Semoga dapat menambah wawasan kita akan kebudayaan nasional Indonesia.

Contoh Budaya Daerah

Contoh Budaya Daerah

Di era seperti sekarang ini, contoh budaya daerah memiliki kegunaan sebagai identitas bangsa Indonesia. Indonesia sendiri memiliki beberapa budaya yang eksistensinya bahkan sampai ke mancanegara.

Keragaman budaya Indonesia dapat membawa efek positif bagi bangsa Indonesia. Dengan adanya keberagaman budaya yang ada di Indonesia maka dapat menjadi salah satu magnet untuk menarik wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia.

Secara umum budaya dapat dibedakan menjadi 2, yaitu budaya daerah dan budaya nasional. Diantara kedua budaya ini terdapat budaya Indonesia yang mendunia.  Untuk menambah pengetahuan kita akan budaya Indonesia, maka pada kesempatan kali ini kita akan membahas bersama mengenai beberapa contoh budaya daerah di Indonesia.

Contoh Budaya Daerah Indonesia Lengkap

Contoh Budaya Daerah
Sumber Gambar: puzzze.blogspot.com

Budaya daerah merupakan sebuah kebiasaan yang didalamnya mengandung nilai-nilai yang penting dan fundamental. Biasanya nilai-nilai ini diwariskan dari generasi ke generasi.

Seperti halnya seni budaya lainnya, budaya daerah terlahir dari berbagai faktor dan juga komponen yang mempengaruhinya. Diantara faktor-faktor yang mempengaruhi lahirnya budaya daerah yaitu seperti faktor agama, kawasan atau kewilayahan, politik, ekonomi, adat istiadat, dan beberapa faktor lainnya.

Inilah beberapa contoh budaya daerah di Indonesia.

Upacara Potong Jari

Contoh Budaya Daerah
Sumber Gambar: scontent-mia3-2.cdninstagram.com

Provinsi papua memiliki budaya yang sangat ekstrim, yaitu upacara potong jari. Upacara potong jari ini dilakukan ketika terdapat salah satu orang yang mereka cintai meninggal.

Hal ini dilakukan untuk memaknai kesedihan karena ditinggal oleh orang yang dicintainya. Dalam budaya mereka, tradisi ini merupakan tradisi yang wajib dilakukan ketika mereka kehilangan salah satu orang yang dicintai atau salah satu anggota keluarganya.

Masyarakat pegunungan tengah di Papua percaya, bahwa dengan memotong salah satu jari merupakan simbol dari rasa sakit dan pedihnya seseorang yang kehilangan anggota keluarganya.

Pesta Bakar Batu

Contoh Budaya Daerah
Sumber Gambar: www.goodnewsfromindonesia.id

Selain itu, masyarakat papua juga memiliki tradisi yaitu pesta bakar batu. Dilakukannya ritual ini merupakan simbol bentuk rasa syukur karena mendapatkan berkat yang melimpah.

Selain untuk simbol mendapatkan berkat melimpah, tradisi ini juga dilakukan sebagai simbol perdamaian.

Tanam Sasi

Contoh Budaya Daerah
Sumber Gambar: yennyletsoin.blogspot.com

Tanam sasi merupakan bentuk atau wujud upacara kematian yang dilakukan oleh Suku Marin yang berasal dari Merauke. Sasi merupakan sejenis kayu yang ditanam sesaat setelah seseorang meninggal. Kemudian Sasi yang ditanam akan dicabut kembali setelah mencapai 1000 hari.

Yamko Rambe Yamko

Contoh Budaya Daerah
Sumber Gambar: raw.cdn.baca.co.id

Yamko Rambe Yamko merupakan salah satu judul lagu daerah yang berasal dari Provinsi Papua. Meski irama pada lagu ini seperti menggambarkan kesan yang menyenangkan, namun sebenarnya syair lagu ini berisi tentang kesedihan akibat peperangan.

Misalnya kesedihan terhadap pertikaian, perlawanan bangsa Indonesia terhadap penjajahan, dan kesedihan yang diakibatkan Papua ingin memisahkan diri dari Indonesia.

Tari Suanggi

Contoh budaya daerah selanjutnya adalah Tari Suanggi. Tari Suanggi adalah tarian daerah yang asalnya dari Papua Barat dimana didalamnya mengisahkan seorang istri yang meninggal akibat korban angi-angi atau jejadian.

Seperti halnya tari daerah lainnya, tari daerah ini juga mengandung gerakan-gerakan yang mengarah kepada ritual atau upacara keagamaan.

Diceritakan, Suanggi merupakan roh jahat (Kapes) yang belum mendapatkan kenyamanan di alam baka. Roh jahat ini nantinya akan merasuk pada tubuh wanita.

Bau Nyale

Contoh Budaya Daerah
Sumber Gambar: media.beritagar.id

Bau Nyale merupakan salah satu upacara atau budaya daerah yang berasal dari Lombok. Dalam bahasa sasak, “Bau” memiliki arti menangkap, sedangkan “Nyale” merupakan sebutan untuk cacing laut didaerah Lombok.

Pelaksanaan upacara Bau Nyale ini biasanya diadakan di antara bulan Februari dan bulan Maret. Masyarakat Lombok akan turun ke pantai saat air laut mengalami pasang-surut, yaitu pada waktu dini hari untuk bersama-sama menangkap Nyale.

Mereka biasanya akan memakan atau menjual hasil tangkapan Nyale ini. Upacara Bau Nyale ini berawal dari legenda Putri Mandalika yang diperebutkan oleh para Pangeran dari berbagai kerajaan untuk dijadikan permaisuri.

Karena sang Putri merasa gusar dan ditakutkan akan terjadi pertempuran karena memperebutkan dirinya, maka Sang Putri memutuskan untuk mengundang seluruh pangeran beserta rakyatnya untuk bertemu di Pantai Kuta Lombok pada tanggal 20 bulan ke 10 dalam perhitungan bulan sasak di waktu sebelum Subuh.

Undangan ini disambut dan disetujui oleh seluruh Pangeran dan rakyat-rakyatnya. Sehingga tepat di tanggal tersebut, mereka berbondong-bondong menuju lokasi yang telah ditentukan oleh Sang Putri.

Pada waktu yang di tunggu-tunggu, akhirnya Sang Putri Mandalika muncul dengan dikawal oleh prajurit-prajurit yang menjaganya.

Saat itu, Sang Putri berhenti di sebuah batu besar di pinggir pantai. Sang Putri kemudian mengatakan untuk menerima pinangan dari seluruh Pangeran. Setelah Sang Puteri mengatakan hal tersebut, akhirnya Sang Putri meloncat kedalam laut.

Seluruh Pangeran dan rakyatnya kemudian mencarinya namun tidak menemukannya. Beberapa saat setelah Sang Putri melompat, maka datanglah sekumpulan cacing dengan beraneka warna yang kemudian masyarakat mempercayainya sebagai jelmaan dari Putri Mandalika. Dilansir dari wikipedia.org.

Merarik

Contoh Budaya Daerah
Sumber Gambar: basajan.net

Selain Bau Nyale, contoh budaya daerah yang berasal dari Lombok adalah Merarik. Merarik merupakan bahasa sasak yang mempunyai arti Menikah. Masyarakat Lombok memiliki cara unik untuk melangsungkan upacara pernikahan yaitu dimana sang mempelai pria akan menculik mempelai wanita, kemudian mempelai wanita akan dibawa kerumah mempelai pria.

Namun hal tersebut sebelumnya sudah melalui izin dan kesepakatan. Sesaat setelah melakukan penculikan, hari esoknya baru akan dilakukan proses ijab qobul supaya pernikahan kedua mempelai tersebut sah di mata agama atau negara.

Upacara Ngaben

Contoh Budaya Daerah
Sumber Gambar: kulturbangsaindonesia.blogspot.com

Ngaben merupakan sebuah upacara pembakaran mayat yang dipercayai serta dilakukan oleh masyarakat yang menganut agama Hindu khususnya Masyarakat Bali.

Masyarakat Hindu Bali mempercayai jika seseorang yang telah meninggal dunia wajib untuk disucikan menggunakan media api yaitu dengan cara dibakar hingga mayatnya berubah menjadi abu.

Kemudian abu hasil pembakaran mayat tersebut disebarkan atau di larungkan di sungai atau laut. Hal tersebut bertujuan untuk penyucian elemen jiwa dan juga raga.

Tradisi Penguburan Mayat di Desa Trunyan

Contoh Budaya Daerah
Sumber Gambar: www.adventuretravel.co.id

Masih berhubungan dengan upacara kematian, masyarakat Bali juga memiliki tradisi unik lainnya untuk menguburkan orang yang telah meninggal. Tradisi tersebut dilakukan di desa Trunyan.

Jika terdapat waga desa Trunyan yang meninggal, maka mayatnya hanya akan diletakkan disekitar pohon yang terdapat di hutan di sekitar desa Trunyan.

Pohon yang akan dijadikan untuk meletakkan mayat bukanlah pohon sembarangan, melainkan pohon taru dan menyan yang dapat mengeluarkan enzim dan juga bau wangi.

Hal ini dimaksudkan supaya bau busuk dari mayat dapat tersamarkan oleh bau wangi yang dikeluarkan oleh pohon taru dan menyan.

Tradisi Ngurek

Contoh Budaya Daerah
Sumber Gambar: scontent-ams4-1.cdninstagram.com

Ngurek merupakan sebuah tradisi yang berasal dari Provinsi Bali. Tradisi ini mirip dengan Debus yang berasal dari Banten. Para pelaku yang terlibat dalam tradisi upacara ini diharuskan menusuk tubuhnya menggunakan keris.

Tujuan dari tradisi ini adalah untuk meyakinkan manusia akan Tuhan Yang Maha Esa (menurut kepercayaan mereka). Pada saat seseorang melakukan tradisi ini, mereka yakin serta meminta perlindungan atau pertolongan kepada Sang Kuasa.

Melasti

Contoh Budaya Daerah
Sumber Gambar:dominik-photography.com

Berbicara mengenai Provinsi Bali memang tidak ada habisnya, termasuk tradisi budaya daerah didalamnya. Untuk menyucikan manusia sebelum Hari Raya Nyepi, masyarakat Bali diharuskan untuk melakukan upacara Melasti.

Masyarakat Hindu Bali akan melakukan sembahyang dan berdoa di tepi pantai. Mereka percaya, dengan melakukan hal tersebut, maka unsur-unsur jahat dan buruk dalam diri manusia dapat dibuang dan di larung ke lautan lepas.

Mesuryak

Contoh Budaya Daerah
Sumber Gambar: indonesiaindahmenawan.blogspot.com

Mesuryak merupakan sebuah ritual yang dilakukan secara turun-temurun di Desa Bongan, Tabanan, Bali. Upacara ini digelar bertepatan pada Hari Raya Kuningan, yaitu 10 hari setelah Galungan dan dilakukan setiap 6 bulan sekali.

Tujuan diadakannya upacara Mesuryak yaitu untuk memberikan bekal kepada para leluhur yang akan kembali ke alam baka (Suarga Loka). Bekal ini dapat berupa uang atau beras.

Masyarakat bali percaya jika para leluhur mereka akan turun tepat pada hari raya Galungan dan akan kembali lagi ke Nirwana pada hari raya Kuningan.

Mesuryak berasal dari kata suryak yang memiliki arti bersorak atau berteriak. Pada umumnya upacara ini dilaksanakan pada pukul 9 pagi sampai 12 siang. Jika telah lewat jam 12 siang, mereka percaya jika para leluhur telah kembali ke surga.

Sebelum dimulainya upacara ini, semua masyarakat atau warga akan melakukan ritual sembahyang di pura keluarga atau di pura kahyangan tiga yang terdapat di desa setempat.

Para leluhur yang telah dilepas kepergiannya akan dibekali banten pengadegan (sesaji) yang diletakkan di depan pintu gerbang rumah (kori). Biasanya sesajian ini terdiri atas beras, pis bolong, telur, dan juga perlengkapan lainnya untuk disiapkan sebagai bekal leluhur.

Jika semua persiapan telah dilakukan, maka selanjutnya adalah melakukan upacara Mesuryak. Setiap anggota keluarga akan memberi bekal kepada para leluhur sesuai dengan kemampuannya.

Misalnya saja dapat berupa uang logam atau uang kertas dalam pecahan Rupiah. Selanjutnya uang akan dilempar untuk diperebutkan oleh warga. Tradisi upacara Mesuryak yaitu bermakna kemakmuran.

Sedangkan uang yang dilempar untuk leluhur disimbolkan untuk ungkapan rasa syukur kepada Sang Hyang Widi.

Perang Pandan

Contoh Budaya Daerah
Sumber Gambar: yopiefranz.com

Mekare-Kare atau istilah lainnya upacara Perang Pandan merupakan sebuah upacara dimana orang-orang yang terlibat didalamnya akan saling menghantamkan daun pandan berduri dengan tujuan untuk dipersembahkan kepada Dewa Indra.

Meski mereka saling menghantam satu sama lain, mereka tidak akan merasa kesakitan meskipun terdapat luka pada kulit. Setelah upacara tersebut, mereka akan diobati dan juga disucikan oleh para pemangku adat.

Reuneuh Mundingeun

Contoh Budaya Daerah
Sumber Gambar: i.ytimg.com

Tidak kalah dengan masyarakat Bali, masyarakat Sunda juga memiliki ritual adat daerah. Ritual ini dilakukan ketika seorang perempuan mengandung lebih dari 9 bulan bahkan sampai usia kandungan mencapai 12 bulan namun belum melahirkan.

Didalam adat ini, perempuan yang hamil disebut dengan reuneuh mundingeun. Dimana perempuan yang hamil diibaratkan dengan munding atau kerbau yang sedang mengandung.

Maksud dan tujuan daripada upacara ini adalah agar perempuan yang hamil tersebut dapat segera melahirkan dengan selamat dan juga agar dijauhkan dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Tiwah

Contoh Budaya Daerah
Sumber Gambar: ksmtour.com

Contoh budaya daerah yang terakhir adalah berasal dari Suku Dayak yaitu bernama ritual Tiwah. Ritual Tiwah ini dilakukan untuk upacara kematian. Seperti halnya upacara adat lainnya, upacara kematian ini juga bersifat sakral.

Dimana tulang-tulang orang yang telah meninggal akan diambil kemudian diantar untuk diletakkan di Sandung (Rumah kecil yang dibuat khusus hanya untuk mereka yang telah meninggal dunia).

Sebelumnya akan terdapat banyak ritual lain diantaranya seperti tari-tarian, suara gong, dan juga hiburan lainnya.

Demikianlah pembahasan lengkap mengenai contoh budaya daerah di Indonesia yang harus kita jaga bersama-sama agar tidak luntur dimakan oleh zaman.

Tradisi Budaya Jawa Tengah

Tradisi Budaya Jawa Tengah

Berbicara tentang keragaman budaya Indonesia memang tidak akan ada habisnya. Hampir disetiap provinsi yang ada di Indonesia memiliki budaya yang berbeda-beda. Salah satu provinsi yang kaya akan budayanya adalah Jawa Tengah. Tradisi budaya Jawa Tengah dapat ditemukan di tiap-tiap kabupaten/kota didalamnya.

Kebanyakan tradisi di Jawa Tengah ini tergolong cukup unik yang sepantasnya harus kita lestarikan agar warisan budaya dari nenek moyang kita akan tetap terjaga dan lestari.

Diantara tradisi budaya Jawa Tengah ini melibatkan banyak orang untuk melakukannya. Nah di kesempatan kali ini, kita akan bahas bersama tradisi budaya Jawa Tengah lengkap berikut dengan gambarnya.

19 Tradisi Budaya Jawa Tengah Lengkap dengan Gambar dan Penjelasannya

Tradisi Budaya Jawa Tengah
Sumber Gambar: i.ytimg.com

Tradisi upacara adat merupakan suatu kegiatan atau ritual yang dilakukan oleh suku atau kelompok masyarakat. Hal ini karena kebiasaan atau kebudayaan tersebut dilakukan secara turun temurun serta bersumber dari nilai-nilai nenek moyang mereka.

Upacara adat seharusnya diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi agar dapat bertahan dan tidak punah di era modern seperti sekarang ini.

Inilah pembahasan lengkap mengenai tradisi budaya Jawa Tengah yang harus dilestarikan dan dijaga bersama-sama.

1. Tradisi Syawalan

Tradisi Budaya Jawa Tengah
Sumber Gambar: fajarbanten.com

Tradisi budaya Jawa Tengah yang pertama adalah tradisi Syawalan. Tradisi Syawalan di Jawa Tengah biasanya diisi dengan berbagai ragam kegiatan oleh warga.

Beberapa diantaranya mengisi dengan mengadakan doa bersama di tempat ibadah seperti masjid atau mushola, mengadakan pengajian akbar dan lain sebagainya. Tradisi Syawalan ini sebenarnya sudah berlangsung lama di tengah-tengah masyarakat kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Asal usul tradisi Syawalan di Jawa Tengah ini bermula pada tanggal 8 Syawal. Dimana masyarakat Krapyak berhari raya kembali setelah melakukan puasa 6 hari. Pada kesempatan ini, mereka membuat acara “open house” yaitu menjamu atau menerima tamu baik itu dari luar desa atau kota.

Hal ini diketahui oleh masyarakat diluar desa Krapyak, sehingga orang-orang diluar desa Krapyak tidak melakukan silaturahmi pada hari-hari antara tanggal 2-7 di bulan Syawal dan menggantinya di tanggal 8 Syawal.

Seiring berjalannya waktu, hal tersebut semakin berkembang luas di tengah-tengah masyarakat sehingga terjadilah tradisi Syawalan hingga seperti sekarang ini.

2. Tradisi Sadranan (Sadran)

Tradisi Budaya Jawa Tengah
Sumber Gambar: www.an-najah.net

Selanjutnya adalah tradisi Sadranan. Tradisi Sadranan merupakan tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Jawa untuk menyambut bulan suci Ramadhan.

Sebelum hadirnya agama Islam di Nusantara, tradisi Sadranan merupakan tradisi agama Hindu-Budha yang datang dan menyebar lebih dulu di Nusantara.

Sejak adanya Walisongo di tanah Jawa, para Sunan menyebarkan agama Islam dengan cara menggabungkan serta meluruskan tradisi-tradisi tersebut salah satunya tradisi Sadranan.

Hal ini bertujuan agar agama Islam yang dibawa oleh para Sunan dapat mudah diterima oleh masyarakat yang pada saat itu sebagian besar masih memuja roh dan beragama Hindu-Budha.

Para Sunan mengganti doa-doa didalam tradisi tersebut dengan bacaan Al Qur’an. Meski berbenturan dengan tradisi Jawa, namun lambat laun masyarakat Jawa dapat menerima dan pada akhirnya diamalkan oleh masyarakat Jawa hingga sekarang.

3. Tradisi Selikuran

Tradisi Budaya Jawa Tengah
Sumber Gambar: denmasdeni.blogspot.com

Tradisi Selikuran merupakan sebuah upacara atau tradisi yang terdapat di Jawa Tengah. Malam 21 Ramadhan adalah waktu dimana tradisi ini dilaksanakan. Pada malam tersebut, masyarakat Jawa akan melakukan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat.

Bagi masyarakat Jawa, Selikur pada bulan Ramadhan mempunyai arti yang sangat spesial dimana waktu tersebut merupakan salah satu waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mendoakan orang-orang Islam yang telah meninggal.

Sebagian masyarakat Jawa menganggap kebiasaan ini sebagai salah satu wujud rasa kecintaan mereka terhadap agama Islam dan Rasulullah SAW.

4. Tradisi Muludan (Maulid Nabi SAW)

Tradisi Budaya Jawa Tengah
Sumber Gambar: gdb.voanews.com

Tradisi selanjutnya yang biasanya dilakukan oleh masyarakat Jawa adalah tradisi Muludan. Muludan atau maulid nabi dalam adat Jawa mempunyai arti sebagai hari lahirnya nabi Muhammad SAW. Biasanya perayaan tradisi ini dilakukan pada tanggal 12 Rabiul Awal.

Sebenarnya tradisi maulid nabi Muhammad SAW tidak hanya berlaku di Jawa Tengah saja melainkan di berbagai wilayah di Indonesia bahkan acara maulid ini dilakukan di seluruh dunia.

5. Tradisi Grebeg

Tradisi Budaya Jawa Tengah
Sumber Gambar: pengenliburan.com

Saat memasuki bulan Mulud, biasanya sering diadakan acara di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk juga di daerah Solo dan Yogyakarta. Salah satu tradisi yang dilakukan di kedua kota tersebut adalah tradisi Grebeg.

Upacara atau tradisi Grebeg sebenarnya tidak hanya dilakukan pada bulan Mulud saja, melainkan juga dilakukan pada tanggal 1 Syawal dan juga bulan ke-12. Tujuan diadakannya tradisi ini adalah sebagai ungkapan rasa syukur atas rahmat dan karunia Tuhan Yang Maha Esa.

6. Tradisi Sekaten

Tradisi Budaya Jawa Tengah
Sumber Gambar: daftarkursusbahasaarab.files.wordpress.com

Tradisi Sekaten sebenarnya merupakan sebuah tradisi yang diadakan untuk memperingati lahirnya Nabi Muhammad SAW. Namun bedanya acara ini diadakan dalam kurun waktu tujuh hari dan biasanya hanya dilakukan di kompleks keraton.

Menurut beberapa sumber, Sekaten berasal dari istilah “Syahadatain“. Istilah ini dikenal sebagai kalimat tauhid didalam agama Islam. Upacara ini akan diselenggarakan dengan penabuhan dua gamelan dari keraton.

Kedua gamelan yang dimaksud adalah gamelan Kyai Guntursari dan gamelan Kyai Gunturmadu. Puncak atau akhir dari tradisi ini adalah tradisi grebeg gunungan di tanggal 12 Rabiul Awal atau Maulud.

7. Tradisi Siraman

Tradisi Budaya Jawa tengah
Sumber Gambar: cdn.idntimes.com

Tradisi Siraman merupakan salah satu tradisi budaya Jawa Tengah dimana calon pengantin harus dimandikan dan juga disucikan dengan air bunga 7 rupa.

Tradisi ini dilakukan dengan cara menguyurkan atau memandikan calon pengantin baik laki-laki atau perempuan dengan maksud agar dirinya suci sebelum proses acara pernikahan digelar.

Setelah tradisi Siraman selesai, biasanya calon pengantin akan di bopong oleh kedua orangtuanya atau keluarganya untuk selanjutnya akan di rias untuk acara sungkeman kepada kedua orangtuanya dengan maksud meminta restu agar pernikahannya dapat berjalan dengan lancar.

8. Padusan

Tradisi Budaya Jawa Tengah
Sumber Gambar: asset-a.grid.id

Maksud dari tradisi Padusan adalah ditunjukkan untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Padusan berasal dari kata “adus” yang dalam bahasa Indonesia berarti mandi dan membersihkan diri.

Biasanya tradisi Padusan dilakukan dengan mandi bersama dimana warga setempat akan mandi sekaligus untuk mensucikan diri meliputi jiwa dan raga untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Beberapa orang menyebut bahwa tradisi Padusan merupakan salah satu tradisi peninggalan Walisongo pada saat beliau menyebarkan agama Islam dengan cara mengawinkan budaya Jawa yang saat itu masih didominasi dengan budaya Hindu-Budha.

9. Tradisi Mendak Kematian

Tradisi Budaya Jawa Tengah
Sumber Gambar: delikkalbar.com

Selanjutnya adalah tradisi Mendak Kematian. Dalam bahasa Indonesia memiliki arti dan makna yaitu “memperingati kematian setelah satu tahun seseorang meninggal dunia”.

Beberapa orang menyebut bahwa tradisi ini memiliki hubungan yang sangat erat dengan agama Hindu-Budha karena tradisi ini merupakan salah satu warisan budayanya.

Meskipun berasal dari tradisi Hindu-Budha, tetapi Walisongo menggunakan tradisi ini untuk menyebarkan agama Islam. Sebabnya adalah jika tidak menggunakan tradisi ini sebagai salah satu metode penyebaran agama Islam maka Walisongo akan mengalami kesulitan untuk menyebarkan ajaran Islam.

Sehingga tradisi ini merupakan salah satu strategi atau inisiatif Walisongo yang sangat baik dalam menyebarkan agama Islam di pulau Jawa.

10. Tradisi Nyewu (1000)

Tradisi Budaya Jawa Tengah
Sumber Gambar: inpasonline.com

Selain tradisi Mendak untuk memperingati kematian seseorang, terdapat juga tradisi Nyewu atau memperingati kematian seseorang setelah 1000 hari. Tradisi ini masih dilakukan hingga saat ini oleh masyarakat di Jawa Tengah.

Tradisi ini dilakukan dengan cara melakukan doa bersama untuk orang yang telah meninggal dunia. Biasanya orang-orang akan membaca tahlil dan surah Yasin secara bersama-sama dan diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh tokoh agama setempat.

11. Tradisi Upacara Ruwatan

Tradisi Budaya Jawa Tengah
Sumber Gambar: suarabaru.id

Ruwatan merupakan salah satu upacara adat di provinsi Jawa Tengah sebagai sarana pembebasan atau penyucian manusia dari kesalahan dan dosa.

Salah satu contoh Ruwatan yang paling terkenal adalah tradisi yang dilakukan oleh masyarakat disekitar Dieng.

Anak-anak yang mempunyai rambut gimbal biasanya dianggap sebagai keturunan Buto Ijo dan anak-anak tersebut akan segera di ruwat dengan maksud agar selamat dari marabahaya.

12. Tradisi Upacara Kenduren

Tradisi Budaya Jawa Tengah
Sumber Gambar: 14deny.files.wordpress.com

Kenduren termasuk salah satu tradisi budaya di Jawa Tengah. Sebagian masyarakat lebih mengenal dengan sebutan Slametan. Tradisi ini merupakan budaya adat yang pertama sebelum adanya agama Islam di Jawa.

Kenduren merupakan kegiatan doa bersama yang biasanya dipimpin oleh tokoh agama atau sesepuh di daerahnya. Namun di zaman dahulu, makanan dijadikan sebagai sesaji untuk persembahannya.

Setelah adanya budaya Islam, akhirnya tradisi ini mengalami perubahan yang sangat besar. Makanan yang tadinya dijadikan sebagai sesaji untuk persembahan kemudian diubah menjadi hidangan untuk dimakan bersama-sama setelah acara selesai.

13. Tradisi KeboKeboan

Tradisi Budaya Jawa Tengah
Sumber Gambar: budayajawa.id

Jawa Tengah memiliki tradisi budaya yang dipercaya bisa untuk menolak bala. Tradisi ini bernama KeboKeboan dan biasanya dilakukan oleh para petani menjelang masa tanam atau masa panen.

Dengan melakukan tradisi ini maka harapannya akan diberi kemudahan untuk menanam supaya tanaman dapat tumbuh dengan baik serta mendapatkan hasil panen yang melimpah.

Didalam upacara ini biasanya ditandai dengan 30 orang yang berdandan menyerupai kerbau yang nantinya akan di arak keliling kampung. Orang-orang ini nantinya akan berjalan menyerupai kerbau yang sedang membajak sawah.

14. Tradisi Larung Sesaji

Tradisi Budaya Jawa Tengah
Sumber Gambar: muslimoderat.net

Larung sesaji adalah tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Jawa Tengah bagian pesisir pantai Selatan dan Utara. Tujuan dilakukannya tradisi ini adalah sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta atas hasil tangkapan ikan yang mereka dapat selama melaut.

Selain itu, tradisi ini dilakukan dengan maksud agar selalu diberi kelancaran, keselamatan dan juga hasil yang cukup didalam usahanya.

Tradisi ini ditandai dengan menghanyutkan berbagai bahan makanan dan hewan sembelihan ke laut. Dilaksanakannya tradisi ini yaitu pada tanggal 1 Muharram.

15. Tradisi Ngapati

Tradisi Budaya Jawa Tengah
Sumber Gambar: cvfajarhazmee.files.wordpress.com

Ngapati atau Ngupati merupakan tradisi budaya yang dilakukan untuk wanita yang sedang mengandung dimana umur kandungannya telah mencapai 4 bulan.

Masyarakat Jawa melakukan acara ini karena disaat usia kandungan telah mencapai 4 bulan akan diberi nyawa oleh Allah SWT yang menjadikan orang masyarakat Jawa akan mendoakannya. Selain itu juga sebagai bentuk rasa syukur atas karunia yang telah diberikan.

Didalam tradisi Ngapati ini, orang-orang akan berdoa bersama supaya ketika bayi sudah lahir akan menjadi orang yang berguna dan bermanfaat serta dijauhkan dari hal-hal yang dilarang oleh agama.

16. Tradisi Mitoni

Tradisi Budaya Jawa Tengah
Sumber Gambar: i.ytimg.com

Selain Ngapati, terdapat juga tradisi yang diperuntukkan untuk wanita yang sedang mengandung, yaitu Mitoni. Upacara Mitoni atau Tingkepan dilakukan ketika usia kandungan seorang wanita telah mencapai 7 bulan.

Salah satu rangkaian acara yang wajib dilakukan saat Mitoni adalah mandi air kembang setaman. Setelah hal itu dilakukan, biasanya para sesepuh akan mendoakan agar bayi yang dikandungnya selamat sampai proses persalinan.

17. Tradisi Dugderan

Tradisi Budaya Jawa Tengah
Sumber Gambar: www.infobudaya.net

Dugderan adalah upacara adat yang biasanya dilakukan oleh masyarakat di kota Semarang untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Tradisi atau upacara ini diawali dengan pemukulan beduk yang mengeluarkan bunyi dug dug dug dan kemudian akan disambut dengan suara dentuman meriam yang terdengar kuat hingga masyarakat setempat memberi nama Dugderan.

Pada saat acara Dugderan selesai, kemudian akan digelar pawai keliling kota dimana masyarakat sekitar akan tumpah ruah mengenakan pakaian adat dan juga menyajikan aneka festival tradisional Semarang yang ditunjukkan untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

18. Tradisi Wetonan (Wedalan)

Tradisi Budaya Jawa Tengah
Sumber Gambar: budayajawa.id

Wetonan atau Wedalan dalam bahasa Jawa mempunyai arti “keluar”, tetapi dalam hal ini yang dimaksud keluar adalah lahirnya seseorang.

Warga setempat biasanya akan melakukan tradisi ini dengan harapan agar diberi panjang umur serta dihindarkan dari berbagai macam mara bahaya dimasa depan. Selain itu dengan dilakukannya tradisi ini yaitu agar cita-cita bayi sang anak dapat dengan mudah tercapai.

19. Tradisi Popokan

Tradisi Budaya Jawa Tengah
Sumber Gambar: merahputih.com

Tradisi budaya Jawa Tengah yang terakhir adalah Tradisi Popokan. Kegiatan tradisi ini dilakukan dengan cara melempar lumpur yang dilakukan oleh warga Beringin di Semarang. Popokan dilakukan pada saat bulan Agustus pada hari Jumat Kliwon.

Berdasarkan sejarah, tradisi ini dimulai pada saat daerah Beringin didatangi oleh seekor binatang jenis macan dimana binatang tersebut dapat memberikan ancaman terhadap warga di desa tersebut sehingga segala macam peralatan digunakan untuk mengusirnya termasuk dengan melemparkan lumpur.

Sejak saat itu, tradisi Popokan ini menjadi dasar yang dilakukan oleh warga. Tujuan daripada tradisi ini yaitu untuk menghilangkan kejahatan dan juga tolak bala di daerah mereka. Sampai saat ini masyarakat didaerah tersebut masih menjaga dengan baik budaya tersebut.

Demikian penjelasan lengkap mengenai tradisi budaya Jawa Tengah. Kita sebagai bangsa Indonesia seharusnya bisa menjaga dan melestarikan tradisi budaya yang diwariskan oleh nenek moyang kita. Semoga bermanfaat.

Keragaman Budaya Indonesia

Keragaman Budaya Indonesia

Indonesia merupakan negara kesatuan yang didalamnya terdapat berbagai keragaman dan kekayaan yang tidak ternilai harganya. Keragaman budaya Indonesia ini tersebar di berbagai daerah dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai Pulau Rote.

Meskipun terdapat berbagai perbedaan suku, bahasa, ras, budaya, agama tetapi Indonesia tetap dapat bersatu sesuai dengan semboyan negaranya, yaitu “Bhineka Tunggal Ika” yang mempunyai makna meskipun berbeda-beda tetapi tetap satu jua.

Istilah cultural diversity ini sering dikaitkan dengan keragaman budaya karena memang memiliki makna yang sama yaitu keniscayaan yang dimiliki bangsa Indonesia. Di Indonesia ini, keragaman budaya merupakan sesuatu yang tidak dapat dipungkiri keberadaannya.

Keragaman Budaya Indonesia

Keragaman Budaya Indonesia
Sumber Gsmbsr: kpipekalongan.com

Pada konteks yang dipahami oleh masyarakat majemuk, selain kebudayaan suku dan bangsa, Indonesia juga terdiri atas berbagai adat serta budaya daerah yang sifatnya mengarah ke kewilayahan dan menjadi pertemuan antara adat yang satu dan adat lainnya di kawasan tersebut.

Indonesia memiliki jumlah penduduk lebih dari 250 juta jiwa yang tersebar di berbagai pulau. Diantaranya menetap di suatu wilayah yang memiliki kondisi geografis yang berbeda dengan wilayah lainnya.

Dimana masyarakat ini bertempat tinggal di dataran tinggi, dataran rendah, dan daerah pesisir, daerah pedesaan, serta daerah perkotaan.

Hal ini sangat berkaitan dengan tingkat peradaban yang terdapat di dalam suatu kelompok tertentu di Indonesia yang sangat beragam. Pertemuan berbagai budaya dan adat ini sangat mempengaruhi proses asimilasi kebudayaan yang ada di Indonesia.

Ini tentu saja dapat menyebabkan bertambahnya kebudayaan yang terdapat di Indonesia.

Dengan semakin berkembangnya agama-agama atau kepercayaan besar di Indonesia, maka turut mendukung terjadinya perkembangan dari kebudayaan Indonesia itu sendiri. Sehingga dapat menjadi sebuah gambaran atau cermin atas kebudayaan tertentu.

Maka tidak berlebihan jika Indonesia merupakan salah satu dari sekian banyak negara yang memiliki tingkat keragaman budaya dan heterogenitas yang terbilang tinggi.

Selain budaya yang beragam pada masing-masing kelompok, ragam budaya juga terdapat di dalam konteks peradaban, dimulai saat jaman tradisional sampai modern dan kewilayahan.

Dengan keberagaman budaya ini, Indonesia dikenal sebagai negara dengan keunggulan tersendiri dan berbeda dengan negara lainnya.

Sejarah Perbedaan Kebudayaan di Indonesia

Keragaman Budaya Indonesia
Sumber Gambar: alif.id

Jika dilihat secara sosial dan politik, Indonesia mempunyai sejarah dan dinamika interaksi antar kebudayaan yang satu dan lainnya.

Interaksi antar adat yang satu dan lainnya dan kebudayaan yang telah terjamin tidak hanya meliputi satu kelompok dengan kelompok lain yang berbeda. Akan tetapi juga antara satu peradaban dan peradaban lain yang berbeda.

Contohnya adalah mendarat nya kapal Portugis di daerah Banten pada abad pertengahan menjadi bukti bahwa Nusantara membuka diri di lingkup pergaulan di kancah Internasional.

Hubungan antara pedagang pesisir Jawa dan pedagang dari Gujarat juga memberi dampak yang penting dalam membangun interaksi antar peradaban yang ada di Indonesia.

Singgungan peradaban inilah yang dapat membangun daya elasitas negara dalam melakukan interaksi terhadap perbedaan yang terjadi.

Di sisi lain, Indonesia memiliki kemampuan dapat menelisik dan mengembangkan budaya lokal di tengah maraknya singgungan di antara satu bangsa dan bangsa lain pada kala itu.

Sejarah ini menjadi bukti terhadap kebudayaan di Indonesia dapat hidup secara berdampingan, saling melengkapi dan mampu berjalan secara paralel.

Pola relasi dan hubungan yang terjalin antar kebudayaan ini bisa berjalan dengan damai dan terbingkai dalam semboyan “Bhineka Tunggal Ika”, dimana di dalamnya tidak hanya mengacu pada keragaman suku bangsa dan budaya, tetapi di dalamnya juga terdapat sebuah konteks kebudayaan.

Dengan didasari kelompok suku bangsa yang mencapai 700’an suku yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia yang disertai berbagai ragam karakter kelompok dari masyarakat dan keragaman agama, pakaian adat, rumah adat, kesenian dan berbagai makanan yang beragam pula.

Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat majemuk dan memiliki karakter unik. Hal ini dapat dilihat dari budaya gotong royong, menghormati orang yang lebih tua, dan lain sebagainya.

Maka dari itu, bagi generasi muda selayaknya memiliki kemampuan menjaga dan melestarikan budaya yang dimiliki oleh bangsa kita ini.

Manfaat Keberagaman Budaya

Keragaman Budaya Indonesia
Sumber Gambar: wulanvalen.home.blog

Keragaman budaya Indonesia ini memiliki banyak manfaat, diantaranya adalah:

  • Menjadi Promotor Nilai-Nilai Kemanusiaan

Saat sebuah organisasi memiliki karyawan yang berlatar budaya yang berbeda, maka hal ini menunjukkan bahwa organisasi ini sangat menyadari dan mengakui juga merayakan keberagaman yang ada pada orang yang pada dasarnya memiliki latar belakang berbeda.

Hal ini dapat menjadikan anggota organisasi bisa berfikiran jika kontribusi dan nilai, mereka sedang direlasasikan di sebuah managemen organisasi yang baik pula.

  • Membantu untuk Membuat Kolam Bakat

Manfaat selanjutnya dari keragaman budaya di Indonesia adalah dapat membantu membuat kolam bakat.

Saat organinsasi telah melakukan investasi dalam keberagaman, maka akan menuai hasil yang di dalamnya juga dapat menciptakan suatu kolam bakat yang lebih besar.

Hal ini menjadi situasi win-win baik itu untuk karyawan atau organisasi. Seperti halnya kolam bakat yang menyediakan organisasi dengan keunggulan kompetensi yang dapat membantu memajukan dan membantu meningkatkan lingkungan yang besar dan kompetitif.

  • Saling Bertukar Ide-Ide Inovatif

Saat sebuah organisasi terdiri dari orang yang berlatar belakang berbeda, budaya serta pengalaman, ide-ide kreatif serta inovatif baru akan dapat menopang terhadap pikiran orang yang berbeda.

Hal seperti ini terbilang wajar jika orang-orang dengan berbagai pengalaman serta perspektif dalam hidup akan dapat menghasilkan ide jenius untuk memecahkan suatu masalah.

Pertukaran ide yang dapat berjalan secara dinamis ini dapat terjadi terhadap orang yang memiliki persepsi berbeda-beda dan akan dapat menghasilkan hasil/ ide kreatif.

  • Meningkatkan Produktifitas dan Profitabilitas

Keragaman budaya juga dapat membawa manfaat yang nyata pada bidang bisnis di seluruh dunia.

Persuasi aktif tentang keberagaman di tempat kerja secara langsung ini dapat memberikan dampak dalam meningkatkan produktivitas dan profitabilitas pada suatu organisasi.

  • Manfaan Keaneragaman

Terdapat beberapa studi yang berhubungan dengan kegiatan organisasi menyimpulkan, suatu pemahaman dengan mempromosikan keragaman budaya ternyata bisa mengurangi ketidak hadiran.

Dengan adanya perputaran dari karyawan yang lebih rendah, maka dapat mengurangi biaya yang berkaitan dengan perekrutan karyawan baru serta dapat mengurangi tanggung jawab hukum dalam gugatan diskriminasi.

Dalam dunia persaingan, keragaman budaya mempunyai banyak manfaat. Masyarakat Indonesia sendiri terdiri dari ratusan suku bangsa yang tersebar di berbagai pelosok pulau di Indonesia yang notabene nya mempunyai lebih dari tiga belas ribu pulau.

Di setiap suku bangsa mempunyai budaya, politik serta identitas sosial yang berbeda-beda. Misalnya bahasa, sistem kepercayaan yang di anut, tradisi, dan lain sebagainya.

Ciri Keragaman Kebudayaan Lokal di Indonesia

Keragaman Budaya Indonesia
Sumber Gambar: s2.akusehat.info

Keragaman kebudayaan lokal di Indonesia memiliki ciri-ciri yang dapat dilihat seperti hal-hal berikut:

  • Keragaman Suku Bangsa

Berdasarkan ilmu antropologi, diketahui bahwa nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari daerah Yunan, Cina Selatan.

Sekitar tahun 3000-500 SM, Indonesia telah menjadi daerah yang ditempati oleh penduduk migran yang berasal dari Submongoloid Asia. Setelah itu, penduduk tersebut bercampur dengan penduduk pribumi Indonesia yang berasal dari Asia Selatan.

Van Vollenhoven mengklasifikasi suku bangsa yang ada di Indonesia yang kemudian dibagi menjadi 19 kawasan suku bangsa, seperti:

  • Aceh, Bangka Belitung

Nias dan juga Batu

  • Bali serta Lombok, Gorontalo, Melayu, Minangkabau, Mentawai, Kalimantan, dan Minahasa.

Sangir-Talaud

  • Ambon, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Ternate, Sumatra Selatan

Kepulauan Barat Daya

  • Irian, Timor, Gayo-alas dan Batak, Jawa Tengah dan Jawa Timur, Surakarta dan Yogyakarta, Toraja.
  • Keragaman Religi

Indonesia memiliki berbagai keragaman agama dan kepercayaan. Terdapat 6 agama yang secara resmi diakui oleh negara. Diantaranya adalah: Islam, Kristen Katolik, Protestan, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Di luar daripada 6 agama tersebut, terdapat pula kepercayaan-kepercayaan lain yang ada di masyarakat.

  • Keragaman Bahasa

Indonesia termasuk ke dalam bahasa Austronesia (Australia-Asia). Gorys Keraf membagi rumpun bahasa ini ke dalam dua bagian, diantaranya adalah:

1. Bahasa Austronesia Barat atau dikenal dengan bahasa Indonesia atau Melayu. Bahasa ini meliputi:

Bahasa-bahasa Hesperonesia (Indonesia bagian barat). Bahasa tersebut meliputi bahasa Aceh, Batak, Bali, Bima, Bugis, Gayo, Minahasa, Melayu, Minangkabau, Lampung, Melayu Tengah, Mentawai, Jawa, Sunda, Madura, Dayak, Sasak, Gorontalo, Toraja, Makasar, Manggarai, Nias, Sabu, dan Sumba.

Kemudian Bahasa Indonesia Timur yang terdiri dari Bahasa Timor-Ambon, Sula Bacan, Haimahera Selatan-Irian Barat.

2. Bahasa-bahasa Austronesia bagian timur atau Polinesia. Bahasa ini meliputi:

Bahasa-bahasa Melanesia (Melanesia dan juga pantai bagian timur Irian). Melanesia ini berasal dari bahasa Yunani yaitu merupakan sebuah wilayah yang memanjang di mulai dari kawasan Pasifik Barat sampai ke Laut Arafura, timur dan laut Australia.

Sedangkan bahasa-bahasa Heonesia yaitu bahasa Mokronesia dan Polinesia.

  • Keragaman Seni Budaya

Sedangkan kebudayaan lokal yang terakhir adalah seni dan budaya yang sangat beragam antar kelompok satu dan kelompok lainnya. Beberapa wujud nyata dari keberagaman seni dan budaya ini diantaranya adalah seni tari, seni musik, seni sastra, seni rupa, seni drama, dan lainnya.

Manfaat Keragaman Budaya

Keragaman Budaya Indonesia
Sumber Gambar: masbidin.net

Keragaman budaya di Indonesia ini memberikan banyak manfaat bagi bangsa Indonesia sendiri. Misalnya dalam bidang bahasa, budaya daerah yang berwujud di dalam bahasa daerah masing-masing bisa memperkaya perbedaan istilah jika dalam bahasa Indonesia.

Pada bidang pariwisata, dengan adanya keragaman budaya ini bisa dijadikan objek tujuan pariwisata di dalam negeri dan tentunya dapat menambah devisa negara.

Manfaat keragaman budaya yang lainnya adalah adanya berbagai pemikiran beragam yang asalnya dari satu daerah dan daerah lainnya dan ini dapat dijadikan sebagai acuan guna kepentingan pembangunan nasional.

Masalah Akibat Adanya Keragaman Budaya

Keragaman Budaya Indonesia
Sumber Gambar: balkancsd.net

Mengatur masyarakat yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda tentu saja menjadi hal yang sulit jika dibandingkan dengan mengatur masyarakat yang memiliki latar belakang yang sama.

Ide-ide menarik untuk mengatasi kesalahpahaman serta membangun benteng agar saling mengerti satu sama lain adalah dengan multikuturalisme serta sikap simpati dan empati antar budaya.

  • Multikulturalisme

Multikulturalisme merupakan istilah yang biasa digunakan guna menjelaskan pandangan orang-orang terhadap ragam kehidupan di dunia.

Kebijakan kebudayaan yang menekankan penerimaan terhadap realitas keragaman, dan bermacam-macam budaya (multikultural) yang terdapat di dalam kehidupan masyarakat yang menyangkut sistem, nilai-nilai, kebiasaan, budaya, serta politik yang di anut.

Didalam multikulturalisme, masyarakat diharuskan untuk bisa melihat dan menyikapi perbedaan. Multikulturalisme ini juga berperan mengajak seluruh masyarakat agar melihat adanya keberagaman pada kacamata setara.

Agar tidak ada satu pun budaya yang merasa lebih baik, lebih tinggi dari budaya lainnya.

Sedangkan di dalam keragaman juga dilarang untuk melakukan tindakan yang diskriminatif. Karena dapat memicu konflik antar golongan atau budaya.

Maka dari itu ,seluruh suku bangsa dan budaya di Indonesia sejatinya harus dilakukan secara adil baik secara sosial, politik, hukum, pertahanan, keamanan, atau lainnya.

Dengan cara tersebutlah maka seluruh potensi suku bangsa akan dapat bahu membahu untuk membangun peradaban bangsa yang lebih baik.

  • Toleransi dan Empati

Toleransi adalah sikap menghargai dan menerima perbedaan terhadap kelompok lain. Sedangkan empati adalah sebuah kondisi dimana mental seseorang merasa dirinya berada di dalam suatu kondisi atau perasaan yang sama terhadap orang atau kelompok lain.

Dua sikap ini sangat penting untuk ditumbuhkan dan dikembangkan di kehidupan masyarakat majemuk seperti di negara kita ini. Cara berfikir seperti ini dapat membawa seseorang pada sikap dan tindakan untuk menghargai satu sama lain.

Faktor-Faktor Penyebab Keragaman Budaya

Keragaman Budaya Indonesia
Sumber Gambar: indonesia.go.id

Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan munculnya keragaman budaya, di antaranya adalah:

  • Faktor Manusia

Terjadinya keragaman budaya yang ada saat ini adalah disebabkan karena faktor manusia. Manusia merupakan makhluk yang menyukai berbagai jenis seni, misalnya seni musik, seni tari, dan lainnya.

Selain itu, masih terdapat beberapa bidang yang lainnya yang sangat disukai oleh manusia. Hal ini yang menjadi salah satu faktor keragaman budaya di Indonesia sangat banyak.

  • Faktor Perubahan Nilai dan Sikap

Tiap-tiap individu selalu berpegang teguh kepada norma dan nilai-nilai yang ada di dalam lingkungan hidup masyarakat. Nilai ini tentu sangat berpengaruh pada perilaku manusia itu sendiri baik secara individu atau golongan/kelompok.

Nilai ini sangat mempengaruhi sikap. Ketika nilai berubah, maka kebudayaan manusia juga tentunya dapat berubah yang pada akhirnya dapat menyebabkan keberagaman budaya di tengah-tengah masyarakat.

  • Faktor Lingkungan Alam

Faktor terakhir yang menyebabkan keragaman budaya adalah faktor lingkungan alam. Seperti terjadinya bencana banjir, gempa bumi, gunung meletus, tanah longsor dan lain sebagainya yang bisa menyebabkan paceklik.

Sehingga masyarakat lebih memilih berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Hal inilah yang menjadi penyebab ketika mereka memasuki daerah yang baru, mereka beradaptasi, dan setelah itu akan muncul kebudayaan yang baru pula.

Demikian pembahasan kali ini mengenai keragaman budaya Indonesia. Dengan mengetahui keragaman budaya yang ada di negara kita ini, maka akan dapat tercapai pula ketentraman dan kedamaian di Indonesia hingga akhir masa.