Cara Merawat Jalak Suren

Cara Merawat Jalak Suren

Dapat dikatakan, cara merawat Jalak Suren terbilang cukup mudah jika dibandingkan dengan cara merawat burung Beo atau cara merawat jenis burung kicau lainnya.

Meskipun mudah, namun kita juga harus sabar dalam cara merawat Jalak Suren ini agar burung Jalak Suren yang kita pelihara mampu berkicau dengan gacor.

Burung Jalak Suren memiliki kemampuan dapat menirukan suara burung kicau lainnya. Bahkan jika kita memeliharanya sedari anakan, Jalak Suren mampu menirukan suara manusia! Luar biasa bukan jenis burung yang satu ini?

Baca Juga : Cara Merawat Burung Branjangan

Cara Merawat Jalak Suren Agar Cepat Gacor

Cara Merawat Jalak Suren
Sumber Gambar: arenahewan.com

Supaya burung Jalak Suren yang kita pelihara mampu berkicau dengan gacor atau bahkan mampu menirukan suara manusia, maka kita wajib mengetahui mengenai cara merawat Jalak Suren yang baik dan benar.

Nah, dibawah ini adalah adalah panduan lengkap mengenai cara merawat Jalak Suren agar rajin berkicau dan juga gacor.

Proses Adaptasi Burung Jalak Suren

Cara Merawat Jalak Suren
Sumber Gambar: www.jalaksuren.net

Cara pertama dalam merawat burung Jalak Suren adalah dengan melakukan proses adaptasi. Proses adaptasi ini sangat diperlukan ketika kita baru saja membelinya di pasar.

Taruh Jalak Suren di tempat yang tenang, usahakan untuk sedikit jauh dari aktivitas manusia atau hewan lainnya. Ini bertujuan agar burung tidak kaget serta tidak ketakutan sehingga memudahkannya untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru.

Proses adaptasi ini merupakan salah satu hal yang sangat penting yang tidak boleh diabaikan. Karena Jalak Suren yang sebelumnya jinak dan rajin berkicau dapat berubah menjadi liar dan juga sungkan untuk berkicau.

Maka dari itu, sebagai majikan yang baru, kita perlu memberikan kesempatan pada Jalak Suren agar dapat beradaptasi dengan lingkukannya yang baru.

Untuk proses adaptasi ini berlangsung selama beberapa hari. Pada saat proses adaptasi berlangsung sebaiknya kita sedikit memanjakannya, misalnya dengan memberikan pakan lebih banyak, sering berinteraksi langsung dengannya dan lain sebagainya.

Memberikan Pakan Bernutrisi

Memberikan pakan bernutrisi berguna agar burung tetap sehat. Berikan voer yang banyak mengandung protein tinggi yang dapat di beli di toko burung. Selain voer, kita juga dapat memberikan buah-buahan pada Jalak Suren, misalnya buah pisang, apel dan beberapa jenis buah lainnya.

Pemberian Extra Fooding

Cara Merawat Jalak Suren
Sumber Gambar: 2.bp.blogspot.com

Extra fooding atau pakan tambahan untuk Jalak Suren juga sangat diperlukan agar semua kebutuhan nutrisinya terpenuhi. Beberapa extra fooding yang baik untuk burung Jalak Suren adalah kroto, jangkrik, belalang, ulat hongkong, cacing tanah dan lain-lain.

Kita dapat memberikan pakan tambahan ini dengan dosis sebagai berikut:

  • Berikan ulat hongkong 2 kali dalam seminggu
  • Jangkrik 3 ekor pada pagi hari dan 5 ekor untuk sore hari
  • Pemberian kroto cukup 1 sendok teh 2 kali dalam seminggu

Pemberian extra fooding ini faktanya mampu membantu agar Jalak Suren rajin berbunyi dan gacor.

Jaga Kebersihan Sangkar

Kebersihan sangkar Jalak Suren merupakan hal mutlak yang perlu diperhatikan dalam merawat burung Jalak Suren ini. Bersihkan sangkar dari kotoran-kotoran yang berserakan serta bersihkan juga wadah pakan, minuman dan juga tangkringannya.

Ini dimaksudkan agar Jalak Suren tidak mudah terserang penyakit. Jika Jalak Suren terjaga kesehatannya maka dapat membuatnya lebih rajin berkicau dan gacor.

Memandikan Burung Jalak Suren

Setelah sangkar dibersihkan, cara merawat Jalak Suren selanjutnya adalah dengan memandikannya secara rutin pada pagi atau sore hari. Untuk memandikan Jalak Suren dapat menggunakan keramba atau dengan cara menyemprotnya menggunakan sprey atau alat penyemprot.

Menjemur Burung Jalak Suren

Agar bulu burung Jalak Suren cepat kering setelah dimandikan, maka kita perlu menjemurnya di bawah sinar matahari langsung. Waktu terbaik untuk menjemur Jalak Suren ini adalah pada pukul 07-10 pagi hari.

Melakukan Pemasteran

Adapun cara terakhir untuk merawat Jalak Suren adalah dengan melakukan pemasteran. Pemasteran ini berguna agar Jalak Suren dapat lebih gacor dalam menirukan suara burung lainnya.

Dalam memaster Jalak Suren, kita dapat menggunakan suara mp3 atau bisa juga menggunakan burung asli. Agar Jalak Suren fokus untuk merekam suara yang mereka dengar ketika dalam proses pemasteran, maka kita perlu mengerodong sangkarnya menggunakan kain.

Selain beberapa cara tersebut diatas, sesekali kita juga perlu memberikan multivitamin tambahan yang dapat di beli di pasar atau toko burung.

Bagaimana, mudah bukan tips cara merawat Jalak Suren agar mampu berkicau dengan rajin dan gacor? Jika kita menerapkan cara-cara tersebut diatas dengan tekun dan sabar, maka pasti Jalak Suren yang kita pelihara akan lebih rajin untuk berkicau dan dengan gacor. Semoga Bermanfaat.

Cara Merawat Burung Beo

Cara Merawat Burung Beo

Bagi pecinta burung hias tentu sudah mengetahui bagaimana cara merawat burung Beo agar dapat berkicau dengan merdu dan mampu menirukan suara manusia.

Burung Beo merupakan salah satu jenis burung Jalak yang tidak hanya memiliki kecantikan pada bulunya saja, namun juga sangat cerdas dalam hal menirukan suara manusia.

Hal ini yang menjadi alasan banyak orang yang memeliharanya. Namun agar burung Beo dapat berkicau dengan gacor bahkan mampu berbicara layaknya manusia maka kita wajib mengetahui mengenai cara merawat burung Beo seperti halnya pada cara merawat burung Branjangan.

Cara Merawat Burung Beo Agar Cepat Berbicara

Cara Merawat Burung Beo
Sumber Gambar: hewanesia.com

Burung Beo merupakan jenis burung yang memiliki umur panjang, sehingga ketika kita ingin memeliharanya maka kita harus komitmen dan sabar dalam merawatnya.

Namun jika kita masih ragu atau setengah-setengah dalam cara merawat burung Beo, maka kita perlu mempertimbangkan lagi dalam memelihara burung yang terkenal akan kecerdasannya ini.

Dalam perawatan burung Beo ini, kita tidak hanya memerlukan perawatan fisiknya saja namun juga butuh perhatian, misalnya dengan mengajaknya bermain.

Jika kita hanya merawatnya secara fisiknya saja dan kurang dalam mengajaknya bermain maka dapat membuat burung Beo yang kita pelihara akan merasa bosan dan juga stres sehingga melakukan kebiasaan buruk seperti mencabuti bulunya sendiri.

Agar kita tidak kesulitan di dalam merawat burung yang terkenal akan kecerdasannya ini seperti halnya jenis burung paruh bengkok, maka pada kesempatan kali ini kita akan membahas bersama-sama mengenai cara merawat burung Beo agar dapat berbicara.

Kenali Jenis burung Beo yang Akan Dipelihara

Cara pertama untuk merawat burung Beo adalah dengan mengenali terlebih dahulu burung Beo yang akan kita pelihara. Mengenali karakteristik burung Beo yang akan dipelihara bertujuan agar kita dapat memperlakukannya dengan tepat.

Misalnya dalam hal makanan, penyakit yang menyerangnya dan lain sebagainya. Selain itu, kita juga perlu mengetahui jenis Beo yang akan kita pelihara termasuk ke dalam jenis Beo yang dilindungi atau tidak agar kita tidak berurusan dengan pihak berwajib.

Menempatkan Pada Sangkar Berukuran Pas

Cara Merawat Burung Beo
Sumber Gambar: s2.bukalapak.com

Menempatkan Beo pada sangkar yang berukuran pas juga penting dalam cara merawat burung Beo lho! Jika sangkar terlalu kecil maka dapat membuat Beo tidak leluasa dalam bergerak, begitu pun sebaliknya, jika sangkar terlalu besar, maka dapat membuatnya semakin giras/agresif.

Menjaga Kebersihan Sangkar

Dalam perawatan burung Beo, menjaga kebersihan kandang atau sangkar juga harus diperhatikan. Jika sangkar Beo tidak dijaga kebersihannya maka dapat membuatnya mudah sakit.

Bersihkan sangkar dari kotoran, sisa makanan dan juga bulu-bulu yang rontok. Selain itu, kita juga perlu membersihkan wadah makanan dan minumannya setiap hari.

Memandikan Burung Beo

Setelah sangkar dibersihkan, selanjutnya kita dapat memandikan burung Beo. Berbeda dengan jenis burung kicau lainnya ketika dimandikan dapat melakukannya dengan cara di semprot.

Di dalam memandikan burung Beo sebaiknya kita menyiapkan keramba khusus untuk mandi. Biarkan Beo mandi sendiri karena jika kita memandikannya dengan cara di semprot, maka dapat membuat bulu-bulunya rusak atau bahkan fisiknya terluka akibat berlompatan kesana-kemari ketika di semprot.

Memberi Makanan dan Minuman dengan Teratur

Cara Merawat Burung Beo
Sumber Gambar: wikicau.com

Setelah dimandikan, kita harus memberinya makanan dan minuman. Seperti halnya kita, makhluk hidup tidak akan dapat bertahan hidup jika tidak makan dan minum, maka dari itu kita wajib memberinya makanan dan minuman dengan teratur.

Pastikan agar Beo tidak kekurangan makanan atau minuman. Beberapa makanan yang cocok untuk burung Beo adalah voer yang dapat dibeli di toko burung, buah-buahan, susu, biji-bijian, serangga, sayur-sayuran, bahkan roti juga menjadi salah satu makanan favorit burung Beo ini.

Agar Beo tidak bosan dalam mengkonsumsi makanan yang kita berikan, maka kita perlu memberinya makanan dengan cara bervariasi. Variasikan makanan untuk Beo sesuai dengan keinginan kita dengan tujuan agar Beo tidak bosan.

Memberikan Mineral dan Vitamin Tambahan

Agar burung Beo yang kita pelihara dapat tercukupi kebutuhan nutrisinya maka kita perlu memberikan vitamin dan juga mineral tambahan yang dapat di beli di pasaran. Campurkan vitamin dan mineral ke dalam makanan burung Beo. Berikan vitamin tambahan ini cukup 1 atau 2 kali dalam seminggu.

Beri Perhatian dan Mengajak Bermain Burung Beo

Salah satu cara agar burung Beo tidak bosan di dalam sangkar adalah dengan memberikan perhatian lebih, seperti misalnya dengan cara mengajaknya bermain. Maka dari itu, kita wajib memberikan waktu khusus untuk bercengkerama dengan burung Beo yang kita pelihara.

Agar Beo tidak bosan, maka kita dapat memberinya mainan. Beberapa mainan yang cocok untuk burung Beo adalah bola atau balok kayu. Ini bertujuan agar Beo memiliki kesibukan di sela-sela waktunya, sehingga membuatnya lebih aktif dan terhindar dari kebosanan.

Melatih Berbicara

Seperti halnya burung Kakatua, Beo memiliki kemampuan dapat menirukan beberapa kata-kata yang biasa kita ucapkan setiap hari. Untuk membuatnya dapat berbicara, maka kita perlu melatihnya secara berkelanjutan dengan beberapa kata-kata pendek.

Misalnya kata salam, terima kasih, bapak, ibu, dan lainnya. Perlu diingat, jangan pernah mengajarinya kata-kata kasar karena jika Beo mampu menirukannya maka nanti akan sangat tidak baik ketika di dengar oleh orang, terlebih lagi oleh anak-anak.

Menempatkan Sangkar di Tempat yang Tenang

Cara terakhir dalam merawat burung Beo agar mampu berbicara adalah dengan menempatkan sangkar pada tempat yang jauh dari kebisingan.

Jika lingkungan sekitarnya terlalu bising, maka ditakutkan dapat membuatnya merasa ketakutan, hingga membuatnya stress bahkan mati.

Meskipun burung Beo terkenal akan kecerdasannya dalam menirukan suara manusia, namun jangan sekali-kali pada saat kita melatihnya berbicara menggunakan mimik yang terlihat memaksa.

Memperhatikan mood burung Beo adalah hal yang mutlak harus diketahui jika kita ingin memelihara burung cerdas ini. Jika burung Beo sedang dalam kondisi malas dan tidak mau diajak bermain, maka sebaiknya kita tidak boleh memaksanya.

Hal ini karena dapat menyebabkan Beo menjadi stres. Lakukanlah secara perlahan dan berkelanjutan agar Beo terbiasa untuk kita latih bermain dan berbicara.

Salah satu poin terpenting dalam cara merawat burung Beo agar dapat berbicara adalah kita harus memiliki tingkat kesabaran yang ekstra baik dalam perawatan fisik atau dalam hal memberikan perhatian kita terhadapnya. Semoga bermanfaat.

Cara Membedakan Beo Jantan dan Betina

Cara Membedakan Beo Jantan dan Betina

Cara membedakan Beo jantan dan betina sedikit berbeda dengan cara membedakan Trucukan jantan dan betina.

Meskipun burung Beo merupakan jenis burung kicau yang mempunyai postur tubuh yang besar, ia tergolong ke dalam keluarga Sturnidae dari Genus Gracula.

Burung Beo mempunyai nama latin Gracula atau dalam bahasa Inggrisnya yaitu Hill Myana, merupakan salah satu jenis burung yang dapat kita ditemukan di beberapa daerah di negara kita ini Indonesia.

Cara Membedakan Beo Jantan dan Betina Dengan Mudah dan Akurat

Cara Membedakan Beo Jantan dan Betina
Sumber Gambar: i.ytimg.com

Burung Beo termasuk ke dalam jenis burung jalak yang sangat terkenal dan populer di kalangan para pecinta burung. Hal ini karena burung Beo sangat pintar untuk menirukan suara manusia.

Selain itu, burung Beo juga memiliki daya ingat yang sangat kuat sehingga banyak pecinta burung yang menggemarinya.

Serupa tapi tak sama, itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan burung Beo ini, karena antara burung Beo jantan dan betina sekilas memiliki fisik yang sangat mirip seperti pada cara membedakan Ciblek jantan dan betina.

Dengan mengetahui cara membedakan Beo jantan dan betina merupakan salah satu hal yang mutlak wajib dimiliki oleh pecinta burung apalagi bagi kita yang ingin beternak burung Beo.

Di bawah ini merupakan cara membedakan Beo jantan dan betina dengan mudah dan akurat.

Cara Berdiri Burung Beo

Cara Membedakan Beo Jantan dan Betina
Sumber Gambar: 1.bp.blogspot.com

Berbeda dengan cara membedakan Branjangan jantan dan betina, burung Beo betina justru mampu berdiri dengan tegap serta kepalanya menengadah. Sedangkan Beo jantan malah cenderung menundukkan tubuh dan kepalanya.

Hal ini dikarenakan tubuh burung Beo jantan lebih berat daripada burung Beo betina.

Bentuk Kepala Burung Beo

Cara Membedakan Beo Jantan dan Betina
Sumber Gambar: asset-a.grid.id

Burung Beo betina memiliki bentuk kepala yang lebih kecil dan pada bagian belakang kepalanya berbentuk sudut serta landai. Untuk burung Beo jantan memiliki bentuk kepala yang lebih besar dan di bagian belakang kepalanya terdapat lengkungan sudut mendaki berbentuk siku-siku.

Selain itu, ukuran bola mata burung Beo jantan juga terlihat lebih besar dan lebih lebar daripada burung Beo betina.

Melihat Jengger Burung Beo

Cara Membedakan Beo Jantan dan Betina
Sumber Gambar: hewanesia.com

Beo memiliki warna bulu hitam hampir di seluruh tubuhnya. Selain itu, terdapat ciri lainnya pada burung Beo ini, yaitu memiliki jengger berwarna kuning yang melingkar di sekitar kepalanya.

Antara burung Beo jantan dan betina, tentu memiliki bentuk jengger yang berbeda. Jengger pada burung Beo jantan pada umumnya memiliki warna kuning yang lebih gelap dan memiliki bentuk segitiga yang tidak beraturan.

Sedangkan pada burung Beo betina biasanya memiliki jengger yang berwarna kuning terang. Pada samping sisi matanya juga terdapat jengger yang berbentuk segitiga sempurna.

Bentuk Paruh Burung Beo

Cara Membedakan Beo Jantan dan Betina
Sumber Gambar: i.ytimg.com

Jika kita perhatikan dengan seksama, burung Beo jantan memiliki paruh yang besar, kuat namun pendek. Ini berbeda dengan burung Beo betina di mana paruhnya terlihat lebih ramping dan juga panjang.

Agar lebih mudah untuk mengetahui bagaimana cara membedakan Beo jantan dan betina, maka kita dapat membandingkan kedua ukuran paruh burung Beo tersebut dari arah sisi depan dan samping.

Nanti akan terlihat dengan jelas bahwa paruh Beo jantan terlihat lebih besar. Jika kita lihat dari sisi samping, maka paruh burung Beo betina tampak lebih panjang.

Kloaka Burung Beo

Cara selanjutnya untuk mengetahui jenis kelamin burung Beo adalah dengan memeriksa kloaka atau lubang saluran pembuangan kotoran.

Burung Beo jantan memiliki benjolan pada kloakanya, sedangkan Beo betina bentuk kloaka terlihat halus atau rata tanpa adanya benjolan.

Selain itu, lubang kloaka di antara keduanya juga berbeda. Burung Beo betina biasanya memiliki lubang dengan ukuran yang lebih besar/lebar daripada Beo jantan.

Postur Tubuh Burung Beo

Cara Membedakan Beo Jantan dan Betina
Sumber Gambar: primaradio.co.id

Postur tubuh burung Beo jantan dan betina juga berbeda. pada umumnya burung Beo jantan memiliki postur tubuh yang lebih besar jika dibandingkan dengan burung Beo betina.

Untuk lebih jelasnya, kita dapat menempatkan pada kandang yang sama, maka akan terlihat dengan jelas perbedaan postur tubuhnya, yaitu burung Beo jantan akan tampak lebih besar, lebar dan berat. Sementara itu, burung Beo betina terlihat lebih ramping dan juga ringan.

Berdasarkan Perilaku Burung Beo

Cara Membedakan Beo Jantan dan Betina
Sumber Gambar: hewanesia.com

Seperti pada jenis burung Lovebird, burung Beo betina juga memiliki kebiasaan yaitu mampu berkicau lebih cerewet dibandingkan dengan Beo jantan.

Selain itu, Beo betina memiliki nafsu makan yang lebih besar daripada Beo yang berjenis kelamin jantan. Tetapi untuk ukuran volume suara, Beo jantan tetap memiliki suara yang lebih keras daripada Beo betina.

Pada saat kita melatihnya berbicara, burung Beo betina akan lebih mudah untuk menirukan bunyi-bunyi rekaman yang sering di dengarnya. Dapat dikatakan, durasi Beo betina untuk mampu menguasai suara/kata-kata tertentu akan lebih cepat daripada Beo jantan.

Seperti pada jenis burung Jalak lainnya, burung Beo juga beristirahat pada malam hari. Nah pada malam hari, kita dapat menutupi sangkarnya menggunakan kain untuk kerodong.

Pada saat kerodong dibuka, burung Beo betina biasanya akan tetap tenang dan tidak mengeluarkan suara. ini berbeda dengan Beo jantan, di mana ketika kerodongnya dibuka maka akan mengeluarkan suara misalnya seperti “kaka.. kaka”.

Berdasarkan Suara Burung Beo

Selain melihat perilaku burung Beo, kita juga dapat mengetahui jenis kelamin burung Beo dengan cara memperhatikan suara kicauannya. Seperti yang dijelaskan di atas, burung Beo jantan dapat bersuara lebih keras daripada Beo betina.

Burung Beo jantan dapat bersuara dengan keras tujuannya adalah untuk menarik perhatian burung Beo betina ketika berada di alam liar.

Dengan pembahasan tersebut di atas, kita dapat membedakan jenis kelamin burung Beo jantan dan betina hanya dengan melihat beberapa ciri fisik dan tingkah lakunya. Sehingga memudahkan kita yang akan mencoba beternak burung Beo ini.

Demikianlah pembahasan lengkap mengenai bagaimana cara membedakan Beo jantan dan betina dengan mudah dan akurat. Semoga bermanfaat.