Subsektor Industri Kreatif

Subsektor Industri Kreatif

Subsektor Industri Kreatif – Akhir-akhir ini industri kreatif di Indonesia tengah menjadi sorotan, hal ini karena industri kreatif menyumbang cukup signifikan terhadap perekonomian nasional.

Berdasarkan data resmi Badan Ekonomi Kreatif atau disingkat BEKRAF, ekonomi kreatif berkontribusi terhadap produk domestik bruto Indonesia pada tahun 2007 mencapai 7,28%.

Melihat kontribusinya yang cukup besar ini, maka kita perlu mengetahui bahwa apa sebenarnya yang dimaksud dengan industri kreatif itu.

16 Subsektor Industri Kreatif di Indonesia yang Perlu Kita Ketahui

Beberapa sumber mendefinisikan industri kreatif yang berbeda-beda, meskipun pada intinya sama.

Seperti misalnya Simatupang (2007). Ia mengatakan bahwa industri kreatif merupakan industri yang mengandalkan talenta, keterampilan, dan juga unsur kreativitas yang memiliki potensi untuk dapat meningkatkan kesejahteraan.

Sementara itu menurut Departemen Perdagangan RI di tahun 2009, industri kreatif ialah suatu industri yang berasal dari pemanfaatan keterampilan, kreativitas, dan juga bakat yang dimiliki oleh individu di dalam menciptakan kesejahteraan dan juga lapangan pekerjaan.

Industri yang dimaksud ini nantinya akan berfokus untuk memberdayakan daya cipta dan juga daya kreasi suatu individu.

Selain itu, menilik dari situs resmi Badan Ekonomi Kreatif, setidaknya terdapat 16 subsektor industri ekonomi di Indonesia yang menunjukkan tren positif. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai 16 subsektor industri yang dimaksud.

1. Arsitektur

Subsektor Industri Kreatif
Sumber Gambar: mamikos.com

Arsitektur adalah salah satu subsektor ekonomi kreatif yang berperan penting jika dilihat dari sisi kebudayaan dan juga pembangunan.

Sedangkan dari segi sisi budaya, arsitektur mampu menunjukkan karakter keragaman budaya yang terdapat di Indonesia. Sementara itu, jika dilihat dari sisi pembangunannya, arsitektur berperan dalam perancangan pembangunan sebuah wilayah/kota.

BEKRAF juga menyatakan jika sektor ini masih memiliki kendala, yaitu dari sisi jumlah arsitek yang kurang mencukupi.

Di Indonesia sendiri, saat ini jumlah arsitek baru mencapai 15.000 orang. Hal ini tentu tidak sebanding dengan jumlah populasi penduduk di Indonesia yang mencapai lebih dari 250 juta orang.

2. Fashion

Fashion merupakan sebuah subsektor industri kreatif yang berjalan dengan sangat dinamis. Berbagai tren fashion bermunculan di setiap tahunnya karena dipengaruhi oleh inovasi serta produktivitas para designer.

Subsektor fashion juga menunjukkan peningkatan daya saing yang signifikan di tingkat global. Data Kementerian Perindustrian pada tahun 2016 menyebutkan bahwa nilai ekspor dari bidang industri ini mencapai USD 11,7 miliar. Ini merupakan sebuah pencapaian yang cukup baik.

3. Aplikasi dan Pengembangan Permainan

Seiring dengan begitu banyaknya pengguna smartphone di Indonesia memberikan pengaruh dalam pengembangan aplikasi dan permainan di tanah air pun semakin hari semakin meningkat sehingga banyak pengembang aplikasi dan game muncul.

Namun sektor ini juga mengalami beberapa kendala seperti misalnya kurangnya peminat dari para investor. Hal ini karena belum adanya kebijakan proteksi yang memihak atau mendukung pada kepentingan developer domestik.

4. Desain Produk

Hasil dari subsektor desain produk ini sering dijumpai di dalam kehidupan sehari-hari. Banyak  tangan-tangan terampil dari para desainer produk yang mengkreasikan suatu produk dengan cara menggabungkan unsur fungsi dan estetika sehingga menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat.

Sektor industri ini dapat dibilang memiliki tren yang cukup baik seiring dengan bertambahnya populasi usia produktif yang telah membentuk interaksi antara pelaku industri dengan pasar.

Bukan hanya itu, industri ini juga didorong dari banyaknya apresiasi masyarakat yang juga semakin tinggi terhadap produk-produk yang memiliki kualitas tinggi.

5. Desain Interior

Menurut data BEKRAF, selama dua dekade terakhir ini, sektor desain interior memperlihatkan perkembangan yang sangat baik.

Banyak masyarakat yang telah menggunakan jasa desainer untuk merancang suatu interior hunian, perkantoran, hingga hotel pun semakin meningkat sehingga mempengaruhi apresiasi masyarakat terhadap bidang yang satu ini menjadi semakin baik.

Meski terdapat perkembangan yang baik, namun sektor ini juga terdapat beberapa hal yang masih perlu menjadi perhatian lebih.

Seperti misalnya proteksi terhadap para pelaku kreatif desain interior di lingkup pasar domestik, dibuatnya sertifikasi untuk menciptakan standar serta perlindungan terhadap hak cipta.

6. Desain Komunikasi Visual (DSV)

Desain Komunikasi Visual atau disingkat DSV merupakan suatu ilmu yang khusus mempelajari tentang konsep komunikasi dengan cara memanfaatkan elemen visual sebagai cara untuk mencapai tujuan tertentu.

Subsektor Desain Komunikasi Visual ini memiliki peran yang cukup penting dalam mendukung pertumbuhan bisnis swasta, pemilik merek atau bahkan program-program pemerintah.

7. Film, Animasi, dan Video

Subsektor Industri Kreatif
Sumber Gambar: rencongpost.com

Selain sektor DSV, industri perfilman juga sedang mengalami perkembangan yang cukup positif. Berbagai judul film silih berganti dalam menghiasi layar bioskop Indonesia.

Adapun animasi juga menunjukkan perkembangan yang baik pula. Saat ini kita dapat melihat sebuah serial animasi di televisi yang mana animasi ini diciptakan oleh anak bangsa yang sebelumnya film animasi hanya diisi oleh animasi-animasi yang berasal dari luar negeri.

Sementara itu, terdapat beberapa permasalahan yang muncul pada sektor ini, di antaranya seperti masalah sumber daya manusia yang belum memadai, tidak meratanya jumlah bioskop di Indonesia serta pembajakan.

8. Seni Pertunjukan

Negara Indonesia merupakan negara yang kaya akan seni pertunjukan. Kesenian-kesenian telah ada sejak lama baik itu dalam bentuk wayang, ludruk, tari, teater, dan lainnya.

Kesenian-kesenian ini menyebar di berbagai daerah di Indonesia dengan ciri khasnya yang berbeda-beda.

9. Fotografi

Perkembangan sektor industri fotografi dipengaruhi oleh meningkatnya anak muda yang semakin menyukai dunia fotografi.

Beberapa hal yang mempengaruhi tingginya minat anak muda terhadap fotografi adalah disebabkan karena semakin berkembangnya media sosial serta harga kamera yang terjangkau.

10. Kuliner

Subsektor Industri Kreatif
Sumber Gambar: www.rimma.co

Sektor kuliner juga memiliki potensi yang kuat untuk berkembang. BEKRAF menyebutkan bahwa sektor kuliner menyumbang kontribusi sekitar 30% dari total sektor pariwisata dan juga ekonomi kreatif.

Namun ada beberapa hal yang masih perlu mendapatkan perhatian lebih bagi pemerintah. Hal tersebut adalah terkait masalah perizinan satu pintu, panduan perizinan dan bisnis serta pendampingan hukum di dalam proses pendirian suatu usaha kuliner.

11. Kriya

Kriya adalah segala kerajinan yang berbahan dasar dari kayu, kulit, logam, keramik, kaca, dan tekstil. Indonesia sendiri merupakan salah satu negara yang kaya akan kerajinan yang tergolong ke dalam seni kriya.

Selain untuk pasar domestik, seni kriya ini juga di ekspor ke luar negeri. Namun terdapat masalah klasik yang sering dihadapi pada sektor ini yaitu terkait bahan baku kayu yang menjadi masalah utamanya serta permodalan.

12. Musik

Subsektor Industri Kreatif
Sumber Gambar: www.fajarpendidikan.co.id

Musik adalah suatu industri yang cukup dinamis. Perkembangan terbaru yang terlihat di dunia musik tanah air adalah semakin banyaknya platform pembelian musik digital yang mudah dan juga murah sehingga dapat meminimalisir pembajakan.

13. Seni Rupa

Sektor seni rupa di Indonesia juga dapat dikatakan berjalan dengan baik, Tercatat terdapat beberapa acara pameran seni rupa rutin yang diselenggarakan. Diantaranya adalah Jakarta Biennale, Art Jog, Jogja Biennale, dan OK Video Festival.

14. Penerbitan

Industri penerbitan saat ini berperan dalam membantu membangun kekuatan intelektualitas bangsa. Meski pangsa pasar industri ini tidak sebesar sektor yang lainnya, namun industri penerbitan juga memiliki potensi yang cukup kuat.

Selain itu, industri penerbitan juga terus berupaya untuk dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang ditandai dengan hadirnya produk-produk penerbitan seperti buku dan majalah dalam bentuk digital.

15. Periklanan

Subsektor Industri Kreatif
Sumber Gambar: keluhkesah.com

Periklanan adalah suatu penyajian materi yang di dalamnya berisi mengenai pesan persuasif kepada masyarakat guna mempromosikan suatu produk atau jasa.

Konten iklan pada umumnya dibuat khusus oleh sekelompok orang yang disebut sebagai agensi iklan.

Menurut data dari BEKRAF, periklanan adalah subsektor industri kreatif yang juga memiliki daya sebar paling tinggi. Hal ini karena tidak terlepas dari sinergi dengan para pemilik modal yang memasarkan suatu produk yang mereka keluarkan/produksi.

16. Televisi dan Radio

Meskipun arus informasi saat ini semakin masif, ternyata peran televisi dan radio masih dapat menunjukkan eksistensinya. Peranan dari kedua sektor industri ini terbilang besar dengan nilai mencapai 3,17% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Jika dilihat dari sisi ketenagakerjaannya, industri televisi dan juga radio menduduki peringkat ke-6 terbesar di dalam kontribusinya terhadap total tenaga kerja industri kreatif di Indonesia.

Manfaat Subsektor Industri Kreatif di Indonesia

Terdapat beberapa manfaat yang dapat dirasakan akibat dari bertumbuhnya industri kreatif di Indonesia, di antaranya adalah:

  • Membuka dan juga menambah lapangan pekerjaan
  • Nilai dan kualitas suatu produk semakin baik dan meningkat
  • Inovasi-inovasi baru semakin berkembang dengan cepat
  • Menjadikan persaingan yang kompetitif dan sehat
  • Manusia akan dituntut untuk semakin kreatif
  • Meningkatnya pertumbuhan ekonomi

Nah, itulah penjelasan mengenai 16 subsektor industri kreatif di Indonesia yang menunjukkan tren positif yang perlu kita ketahui. Jangan lupa, simak juga seputar ilmu pengetahuan lainnya di sini.