Perbedaan Drama dan Teater

Perbedaan Drama dan Teater

Tak dapat dipungkiri bahwa sebagian dari kita tidak bisa menjelaskan perbedaan antara drama dan teater. Sehingga tak jarang dijumpai kedua kata tersebut digunakan dalam makna yang sama.

Namun bagaimanapun juga, kedua kata tersebut memiliki makna yang berbeda. Hal ini diperkuat dengan pernyataan dari Dewojati (2010:14) dalam bukunya. Ia menuliskan bahwa teater adalah sebuah pertunjukan yang dapat langsung dinikmati hingga ke seluruh elemen-elemennya.

Sedangkan menurut Aristoteles (dalam Dewojati, 2010:14), drama adalah esensi dari teater.  Drama juga memiliki struktur peristiwa yang bergerak mulai dari bagian awal hingga akhir yang mana drama membuat pertunjukan bergerak menjadi sebuah teater.

Baca Juga: Sejarah Wayang Kulit

Perbedaan Drama dan Teater

Perbedaan Drama dan Teater
cdn.ayobandung.com

Berdasarkan penjelasan di atas kita dapat menyimpulkan bahwa teater memiliki keterkaitan langsung dengan pertunjukan. Adapun drama sendiri berkaitan dengan lakon/naskah cerita yang akan dipentaskan.

Nah, agar kita tidak salah lagi dalam mengartikan kedua kata tersebut, berikut adalah penjelasan mengenai perbedaan antara drama dan teater.

Perbedaan dari Segi Istilah

Dapat dikatakan, perbedaan paling mencolok di antara keduanya adalah dari segi istilah yang digunakan. Seperti yang telah dijelaskan di atas. Beberapa ahli lainnya juga mengemukakan bahwa drama dan teater itu berbeda.

Menurut Tim Matrix Media Literata, drama merupakan suatu bentuk narasi yang menggambarkan kehidupan dan alam manusia yang ditunjukkan melalui perilaku (akting) yang dipentaskan.

Sementara menurut Anne Civardi, drama yaitu sebuah kisah yang ditampilkan/diceritakan melalui kata-kata dan gerakan. Drama sendiri berasal dari kata “draomai” yang berarti berbuat, bertindak, atau berlaku.

Maka dapat disimpulkan jika drama merupakan sebuah kisah yang dinarasikan dan juga diceritakan melalui sebuah seni pertunjukan gerak atau seni peran di atas panggung.

Istilah “teater” sendiri dapat di definisikan dalam arti luas yaitu sebagai kisah hidup dan kehidupan manusia yang dituangkan/diceritakan di atas pentas dengan menggunakan media seperti percakapan, gerak, dan juga laku yang didasarkan pada naskah yang tertulis dengan ditunjang oleh dekor, musik, tarian, nyanyian, dan lain sebagainya.

Namun jika dilihat dari segi bahasa atau dalam artian yang lebih sempit, teater merupakan sebuah gedung pertunjukan (auditorium).

Perbedaan dari Segi Ciri-cirinya

Sementara dari segi ciri-cirinya, baik itu drama maupun teater mempunyai ciri-ciri sendiri-sendiri yang membedakan keduanya. Di antara ciri-ciri yang membedakan drama dan teater adalah:

  • Pengucapan Vocal

Drama tidak memerlukan pengucapan vocal yang kuat. Hal ini karena drama didukung oleh teknologi penunjang seperti microphone dan juga speaker.

Ini tentu berbeda dengan teater yang harus memerlukan pengucapan vocal yang keras dan kuat. Sebab penampilan dilakukan di atas panggung maka vocal harus terdengar hingga ke penonton di bagian paling belakang.

  • Emosi

Pada seni drama, emosi yang dikeluarkan oleh pemain/lakon tidak harus terlalu kuat karena diperkuat atau didukung oleh alat-alat seperti kamera dengan berbagai teknik pengambilan gambar.

Sementara pada teater, emosi yang dikeluarkan oleh pemeran/lakon harus dengan perasaan yang ekstrem. Sama seperti pengucapan vocal, emosi perasaan juga harus terlihat hingga ke penonton di barisan paling belakang.

  • Make Up

Para pemeran pada drama biasanya menggunakan make up yang biasa/tidak mencolok. Ini berbanding terbalik dengan teater yang mana make up para pemerannya harus mencolok.

Teater ditampilkan di atas panggung dengan tambahan lighting. Maka make up para pemerannya juga harus terlihat kuat dan jelas hingga ke ujung panggung.

  • Pengambilan Adegan

Dari segi pengambilan adegan pun drama dapat melakukan adegan berkali-kali. Sebab drama bisa direkam oleh kamera. Adapun pada teater, cerita atau penampilannya harus dilakukan secara terus-menerus tanpa adanya jeda hingga ceritanya selesai.

Teater juga harus dilakukan tanpa kesalahan karena cerita yang ditampilkan adalah secara langsung.

Perbedaan dari Segi Cerita

Jika dilihat dari segi cerita, baik itu drama maupun teater memiliki perbedaan yang cukup mencolok. Pada umumnya drama menampilkan cerita dengan berdasarkan kehidupan sehari-hari. Contohnya ketika kita melihat sinetron atau film.

Untuk teater sendiri biasanya menampilkan cerita yang diambil dari hasil pemilihan naskah dan juga penggarapan yang terstruktur. Bukan hanya itu saja, teater juga menampilkan narasi/cerita yang mana adalah proses dari pemahaman publik.

Tempat Pertunjukan

Perbedaan mencolok lainnya adalah tempat yang digunakan untuk menampilkan/mementaskan masing-masing ceritanya.

Drama bisa ditampilkan di mana saja yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari seperti misalnya di rumah sakit, terminal, sekolah, stasiun kereta api, dan lainnya.

Sementara pada teater hanya dapat dilaksanakan di tempat pementasan saja, yaitu di atas panggung dengan dekorasi tertentu sesuai dengan naskah.

Perbedaan Jenis Drama dan Teater

Kita pasti pernah melihat atau menyaksikan drama dan teater dengan beragam jenis. Hal ini karena drama memiliki banyak jenisnya. Misalnya saja seperti horror, romance, dan lain-lain.

Sedangkan pada teater hanya lebih kepada dua jenis, yaitu tradisional dan modern. Teater tradisional merupakan sebuah seni pertunjukan yang muncul di masing-masing daerah dan biasanya berhubungan dengan adat istiadat setempat sesuai dengan kehidupan masyarakat di tempat tersebut.

Sementara teater modern merupakan suatu bentuk perkembangan dari seni teater tradisional yang telah diubah/dimodifikasi sedemikian rupa sesuai dengan ilmu drama yang berasal dari bangsa barat.

Akan tetapi kenapa pada akhirnya drama sering disebut sama dengan teater? Kesalahan ini terjadi karena drama yang sering kita liat di televisi seperti misalnya sinetron juga dapat dibuat menjadi sebuah pertunjukan langsung di atas panggung seperti halnya teater.

Hal inilah yang menjadi rancu sehingga kita sering menganggap bahwa kedua kata tersebut memiliki makna yang sama.

Baca Juga: Seniman Patung di Indonesia

Contoh Drama dan Teater

Perbedaan Drama dan Teater
klatenkab.go.id

Agar kita lebih memahami perbedaan kedua kata tersebut, berikut adalah beberapa contoh drama dan teater.

Contoh Drama

  • Drama Sekolah
  • Film
  • Sinetron

Contoh Teater

  • Seni Pertunjukan Ketoprak
  • Pertunjukan Reog
  • Teater Ludruk
  • Pertunjukan Lenong
  • Seni Drama dan Tari
  • Pertunjukan Mamanda
  • Pertunjukan¬† Sanghyang
  • Dll

Baca Juga: Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi

Tujuan Drama

Perbedaan Drama dan Teater
kebudayaan.kemdikbud.go.id

Secara umum, drama bertujuan untuk menghibur penonton yang menyaksikannya. Namun Dewojati (2010:1) berpendapat bahwa selain sebagai hiburan, drama juga memberikan kegunaan khususnya kepada pembaca (jika drama ditulis) dan juga kepada penonton (jika drama dipentaskan).

Biasanya seni pertunjukan juga erat sekali hubungannya dengan emansipasi manusia itu sendiri (Harymawan, 1986:7).

Berdasarkan penjelasan tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa selain untuk menghibur kepada penonton, drama juga memberikan gambaran langsung baik itu cara bersosialisasi dalam menghadapi kehidupan nyata, permasalahan kehidupan, maupun dalam cara berpikir dan bertindak seseorang dalam segala sesuatu yang terjadi pada kehidupan manusia pada umumnya serta mempertajam kepekaan emosi.

Sementara bagi para pemain adalah untuk meningkatkan imajinasi yang tertuang di dalam naskah, berlatih pengembangan ujar atau cara bicara, membentuk postur tubuh, dan sebagai sarana untuk menyalurkan bakat/hobi.

Itulah penjelasan mengenai perbedaan drama dan teater lengkap beserta contoh dan tujuannya. Dengan pembahasan kali ini, semoga kita tidak lagi salah dalam mengartikan kedua kata tersebut.

Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi

Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi

Sebenarnya terdapat banyak jenis karya seni rupa 3 dimensi yang dapat ditemukan di sekitar kita. Seperti misalnya setiap benda yang dipajang di ruangan terbuka maupun tertutup juga termasuk sebagai karya seni rupa.

Namun kebanyakan orang biasanya hanya mengenal seni sekedar dari jenisnya saja. Seperti misalnya patung, lukisan, seni cetak, grafis, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Selebihnya, hanya sebagian orang saja yang dapat memahami kategori dari karya seni, misalnya seni rupa 3 dimensi yang akan kita bahas bersama-sama ini.

Baca Juga: Contoh Tari Kreasi

Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi

Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi
www.coretanpemuda.com

Karya seni rupa 3 dimensi juga memiliki jenis yang sama seperti yang terdapat pada seni rupa 2 dimensi. Selain dapat dibagi berdasarkan dimensinya, seni rupa juga dapat dibagi berdasarkan tema dan fungsinya.

Berdasarkan Tema

Dalam hal ini, tema merupakan gagasan pokok dari suatu karya seni. Misalnya adalah karya seni religius, cinta, lingkungan, kehidupan, kematian, dan lainnya. Akan tetapi, tema tidak selalu tampak secara kasat mata (eksplisit) namun malah lebih tampak secara tersirat (implisit).

Berdasarkan Fungsi

Jika berdasarkan fungsinya, terdapat dua jenis seni, yaitu seni rupa terapan (applied art) dan seni rupa murni (fine art). Adapun seni rupa terapan dibuat dengan tujuan yaitu lebih mengutamakan fungsi dan kenyamanan penggunanya.

Sedangkan seni rupa murni merupakan sebuah karya yang dibuat hanya untuk keindahan atau unsur estetis lainnya saja.

Baca Juga: Fungsi Seni Kriya

Pengertian Seni Rupa 3 Dimensi

Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi
bataviaexpress.id

Seni rupa 3 dimensi merupakan suatu karya seni rupa yang memiliki tiga ukuran atau sisi serta memiliki ruang ketiga yaitu berupa kedalaman. Inilah yang membedakan dengan karya 2 dimensi yang hanya memiliki ukuran panjang dan lebar saja.

Contoh Karya Seni Rupa 3 Dimensi

Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi
cf.shopee.co.id

Beberapa contoh yang termasuk ke dalam contoh karya seni rupa 3 dimensi adalah:

Seni Patung

Contoh pertama dari karya seni rupa 3 dimensi adalah patung. Patung dapat dilihat dari segala arah serta dapat diraba bentuknya. Sementara itu, terdapat beraneka macam karya patung yang ada di dunia ini.

Umumnya patung dibuat dengan menggunakan bahan dasar kayu, batu, logam, atau benda-benda keras lainnya yang cenderung memiliki volume dan tekstur yang kuat.

Beberapa contoh karya patung yang cukup terkenal di Indonesia adalah patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali, patung Martha Christina Tiaharu di Maluku, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Seni Kriya

Seni kriya merupakan sebuah seni yang mana dalam membuatnya adalah menitikberatkan pada keterampilan tangan namun tetap dengan memperhatikan fungsi untuk mengolah bahan baku untuk dijadikan sebagai bahan yang mempunyai nilai guna dan juga nilai estetis.

Selain itu, seni kriya juga diciptakan/dibuat untuk membantu kehidupan sehari-hari. Contohnya adalah cangkir dan poci untuk alat rumah tangga, produk furnitur seperti meja dan kursi, sampai ke wayang golek untuk seni pertunjukan.

Keramik

Seni keramik pada awalnya terbuat dari tanah liat yang diproses dengan cara dibakar, seperti contohnya adalah genteng dan gerabah.

Namun seiring dengan perkembangan teknologi, bahan dasar dalam pembuatan keramik saat ini digabung dengan logam kimia tertentu sehingga membentuk bahan dasar baru.

Keramik memiliki motif yang menarik sehingga selain digunakan sebagai pelapis material bangunan, keramik juga dapat dijadikan sebagai hiasan.

Kerajinan keramik ini banyak dan mudah dijumpai pada perabotan rumah tangga seperti vas bunga, gucci dan lain sebagainya.

Anyaman

Selanjutnya adalah anyaman. Seni anyaman merupakan teknik merangkai bambu/rotan dengan pola tertentu yang nantinya dibentuk menjadi beraneka ragam barang yang berguna untuk kebutuhan rumah tangga.

Beberapa contoh dari seni anyaman ini adalah pagar anyaman bambu, kursi anyaman rotan, tempat nasi, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Arsitektur

Arsitektur merupakan seni membuat bangunan atau lingkungan sebagai sarana prasarana untuk menunjang kehidupan manusia dari segala aspek baik itu tempat istirahat, berlindung maupun tempat untuk beraktivitas.

Baca Juga: Fungsi Musik Tradisional

Unsur-unsur Seni Rupa 3 Dimensi

Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi
macropocket.blogspot.com

Seni rupa 3 dimensi memiliki unsur-unsur khusus, seperti garis, bidang, bentuk, dan warna yang mana unsur-unsurnya ini digunakan untuk memperindah pada bentuk.

Contoh yang paling mudah dikenali dari unsur ini adalah patung. Sampai dengan saat ini, patung terus berkembang menjadi lebih baik sehingga nilai seni yang dimilikinya cukup tinggi.

Nilai Estetis Karya Seni Rupa 3 Dimensi

Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi
igedewirasena.blogspot.com

Sementara nilai estetis pada karya seni rupa ini dapat bersifat objektif maupun subjektif. Nilai estetis atau objektif ini memandang keindahan sebuah karya seni rupa agar berada pada karya seni itu sendiri secara kasat mata (eksplisit).

Sedangkan pandangan bersifat objektif akan menilai bagaimana keindahan fisik suatu karya seni jika dinilai berdasarkan efektivitas penerapan unsur dan juga prinsip seni rupa yang digunakan.

Keindahan ini tersusun dari komposisi yang baik yang berasal dari perpaduan warna harmonis, penempatan objek yang seimbang dan juga tampak menyatu. Adapun secara subjektif, keindahannya ditentukan oleh selera penikmatnya.

Seperti misalnya ketika seseorang melihat karya seni abstrak, maka orang biasa tidak dapat menemukan nilai estetis dari penataan unsur rupa pada karya tersebut serta menganggap karya abstraknya jelek dan juga sangat mudah untuk dibuat.

Ia menganggap bahwa anak kecil pun sanggup membuat karya seperti itu. Meski terasa nyata, namun seseorang yang menilai dengan cara tersebut sangatlah tidak tepat.

Sebelum menghakimi suatu karya yang terlihat abstrak, alangkah baiknya nilai terlebih dahulu secara objektif. Jika unsur dan prinsipnya memang ternyata tidak menunjukkan karya yang baik, maka sebaiknya cari sisi lainnya seperti apa konsep dibalik karya tersebut.

Bahkan sebagian orang akan lebih menyukai karya abstrak serta menganggap lukisan realistik justru terlalu biasa atau menjemukan. Pandangan yang berbeda inilah yang disebut dengan pandangan subjektif.

Itulah pembahasan kali ini mengenai Jenis karya seni rupa 3 dimensi lengkap beserta pengertian, contoh, unsur, dan nilai estetisnya. Semoga bermanfaat.

Budaya Indonesia yang Mendunia

Budaya Indonesia yang Mendunia

Indonesia adalah negara yang kaya akan budayanya. Negara yang termasuk ke dalam kawasan Asia Tenggara ini memiliki pesona alam yang begitu indah dan sudah terkenal di berbagai penjuru dunia. Namun bukan hanya pesona alamnya saja yang terkenal, melainkan terdapat pula budaya Indonesia yang mendunia.

Terdapat beberapa budaya Indonesia yang terkenal di mata dunia bahkan tercatat oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia. Hal inilah yang menjadi salah satu daya tarik tersendiri, hingga banyak wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia untuk lebih tahu dan belajar mengenai budaya Indonesia.

Kita sebagai warga negara Indonesia seharusnya bangga dengan kebudayaan yang ada di negara kita ini, dan sudah sepantasnya mempelajari agar budaya ini tidak jatuh dan di klaim oleh negara lain.

Baca juga tradisi budaya Jawa Tengah.

13 Budaya Indonesia yang Mendunia

Sebenarnya terdapat begitu banyak budaya Indonesia yang mendunia, namun tidak semua budaya yang ada di Indonesia telah di akui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia.

Apa saja budaya Indonesia yang mendunia dan sudah di akui oleh UNESCO? Berikut penjelasannya.

1. Wayang Kulit

Budaya Indonesia yang Mendunia
Sumber Gambar: id.wikipedia.org

Budaya Indonesia yang pertama dan juga sudah di akui oleh UNESCO adalah wayang kulit. Di Indonesia, wayang kulit berasal dari pulau jawa yaitu jawa tengah.

Wayang kulit merupakan seni pertunjukan yang dimainkan oleh dalang, sinden, dan nayaga sebagai penabuh/pemain alat musik gamelan.

Sejarah awal wayang kulit adalah dijadikan sebagai media untuk menyebarkan agama Islam di Nusantara yang dilakukan oleh salah satu Wali Songo, yaitu Sunan Kalijaga.

Pertunjukan wayang kulit biasanya menceritakan tentang para kesatria di cerita pewayangan, misalnya Mahabarata, Punakawan, atau Ramayana.

2. Batik

Budaya Indonesia Yang Mendunia
Sumber Gambar: phinemo.com

Batik merupakan hasil karya asli Indonesia yang sejak dahulu sampai sekarang sudah di kenal dimana-mana bahkan di mancanegara.

Terdapat beberapa daerah yang terkenal akan motif dan kualitas batik nya yang sangat baik. Seperti contohnya batik Pekalongan, batik Bali, batik Jogja, batik Solo, dan daerah lain yang tidak kalah kualitasnya dengan daerah tersebut.

Setiap daerah memiliki ciri khas dan motif yang berbeda-beda. Dahulu, batik hanya di produksi dengan tangan secara langsung atau biasa disebut dengan jenis batik tulis. Namun, seiring berjalannya waktu dan kemajuan teknologi, batik dapat diproduksi dengan cara di cetak atau biasa dikenal dengan jenis batik cetak.

Dua jenis batik ini memiliki keunggulan masing-masing, misalnya batik tulis.

Meskipun memerlukan proses yang lama untuk memproduksi batik tulis hingga siap untuk di pasarkan, namun harga batik tulis terbilang cukup tinggi. Hal ini karena proses pembuatannya memerlukan waktu yang cukup lama dan butuh keahlian khusus.

Sedangkan batik cetak memiliki keunggulan dapat di produksi dengan waktu yang cepat dan jumlah yang banyak. Akan tetapi harganya tidak jauh lebih tinggi dari batik tulis.

Kita sebagai bangsa Indonesia, tentunya jangan pernah malu untuk mengenakan kain batik ini agar dapat membantu melestarikan salah satu warisan budaya Indonesia ini. Jangan sampai malah di klaim oleh negara tetangga.

Batik secara resmi telah di akui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia. Ini tentunya kabar yang sangat baik, agar tidak ada negara lain yang berani mencuri dan mengklaim bahwa batik adalah warisan dari negara mereka.

3. Gamelan

Budaya Indonesia yang Mendunia
Sumber Gambar: about-amazing-indonesia.blogspot.com

Gamelan merupakan sekumpulan dari beberapa alat musik tradisional Indonesia yang biasanya digunakan untuk mengiringi pertunjukan seni tradisional. Seperti contohnya pertunjukan wayang kulit atau wayang golek, tari tradisional, seni kuda kepang dan lain sebagainya.

Alat musik yang tergolong dalam gamelan ini misalnya, saron, gong, gambang, kendang, dan lain sebagainya.

Setiap alat musik gamelan dapat mengeluarkan suara yang sangat khas dan berbeda-beda. Ini salah satu alasan banyak turis asing yang ingin belajar untuk memainkan gamelan.

Kita sebagai warga negara Indonesia harus memiliki semangat lebih untuk belajar memainkan alat musik gamelan. Jangan sampai budaya ini malah hilang dan malah wisatawan asing lebih menguasainya dari pada warga asli Indonesia.

4. Angklung

Budaya Indonesia yang Mendunia
Sumber Gambar: img.sukawu.com

Angklung adalah salah satu alat musik yang berasal dari jawa barat. Alat musik ini terbuat dari bambu dan dimainkan dengan cara di goyangkan. Suara alat musik ini sangat merdu dan sangat khas serta pada tiap-tiap ukuran bambu mempunyai suara yang berbeda-beda.

Sama seperti alat musik tradisional lainnya, banyak wisatawan asing yang belajar memainkan alat musik ini. Dengan beberapa keunggulan yang dimiliki oleh angklung ini, beberapa tahun kebelakang, angklung pernah di curi dan di klaim oleh negara tetangga.

Namun pada akhirnya UNESCO memutuskan alat musik ini sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari jawa barat, Indonesia.

5. Tari Saman

Budaya Indonesia yang Mendunia
Sumber Gambar: inspiratorfreak.com

Budaya Indonesia yang mendunia selanjutnya adalah tari saman. Tari yang berasal dari daerah Aceh Suku Gayo ini memperlihatkan gerakan para penarinya yang sangat cepat serta diiringi oleh Syair khas Aceh.

Biasanya, tari saman digunakan pada saat acara penting. UNESCO mengakui tarian ini sebagai warisan dunia dari Indonesia yang berasal dari Aceh.

Setiap pergerakan pada tari saman memiliki nama sendiri-sendiri, misalnya guncang, kirep, surang-saring-linggang. Nama gerakan tarian ini berasal dari bahasa Suku Gayo. Sedangkan syair yang dinyanyikan untuk mengiringi tari ini berasal dari campuran bahasa Gayo dan Arab.

Syekh Saman dari Suku Gayo adalah seorang ulama yang pertama kali mendirikan atau mengembangkan tari saman. Inilah yang menyebabkan tari ini di beri nama tari saman karena mengambil dari nama pendirinya.

6. Tari Kecak

Budaya Indonesia yang Mendunia
Sumber Gambar: media.travelingyuk.com

Tari kecak merupakan tari tradisional dari Pulau Dewata Bali. Beberapa masyarakat menyebutnya sebagai tari api atau tari ”cak”. Tarian ini biasanya dibawakan sebagai sendratari dan dipertunjukkan massal serta tari hiburan.

Di dalam tarian ini terdapat unsur drama dan tarian di golongkan sebagai sendratari karena pada pertunjukan tari kecak menggambarkan seni peran cerita pewayangan, misalnya peran tokoh Rama dan Sinta.

Masyarakat Hindu Bali mengkhususkan tarian ini sebagai tarian untuk ritual keagamaan seperti pemujaan dan upacara keagamaan. Selain itu, tari kecak juga mempertontonkan kekebalan fisik para penarinya yang kebal terhadap kobaran api.

7. Tari Barong

Budaya Indonesia yang Mendunia
Sumber Gambar: assets-a1.kompasiana.com

Tarian yang terkenal lainnya dan menjadi salah satu budaya Indonesia yang mendunia adalah tari barong yang berasal dari Bali. Barong merupakan tarian khas bali yang telah ada sejak jaman peradaban kebudayaan pra hindu. Tari barong menceritakan pertarungan antara kebaikan melawan keburukan.

Barong melambangkan kebaikan sedangkan rangda melambangkan simbol kejahatan.

8. Tari Pendet

Budaya Indonesia yang Mendunia
Sumber Foto: i.pinimg.com

Tari pendet awalnya merupakan sebuah tarian yang dibawakan oleh seorang perempuan yang sedang melakukan pemujaan di pura. Sampai akhirnya tarian ini terus berkembang dan dijadikan sebagai tarian untuk melambangkan penyambutan atas turunnya dewata ke dunia.

Namun, seiring perkembangan jaman, tari pendet berkembang sebagai tarian untuk penyambutan tamu.

9. Sendra Tari Ramayana

Budaya Indonesia yang Mendunia
Sumber Foto: blogkulo.com

Sendratari Ramayana sebenarnya merupakan gabungan antara pementasan tari dan pementasan drama namun tanpa dialog. Seperti namanya, tarian ini mengambil cerita dari kisah Ramayana.

Pada tahun 1961, sendratari Ramayana pertama kali dipentaskan di Candi Prambanan. Pementasan dilaksanakan pada hari selasa, kamis, dan sabtu.

10. Reog Ponorogo

Budaya Indonesia yang Mendunia
Sumber Foto: steemitimages.com

Budaya Indonesia yang mendunia selanjutnya adalah Reog Ponorogo. Reog Ponorogo merupakan kesenian tradisional yang berasal dari provinsi Jawa Timur yang sampai saat ini masih terus di jaga kelestariannya karena kesenian ini sempat di klaim oleh negara tetangga!

Kabupaten Ponorogo adalah daerah asal Reog Ponorogo. Ini sesuai dengan namanya dan pada gapura gerbang kabupaten/kota ini dihiasi oleh dua sosok yang biasanya ditampilkan pada pertunjukan reog, yaitu Warok dan Gemblak.

Pada pementasan Reog Ponorogo biasanya tidak ada alur tarian yang pasti. Seniman reog biasanya mementaskan berdasarkan adegan yang telah dipelajari sebelumnya.

Hal yang paling sering dilakukan oleh seniman reog adalah mengayun-ayunkan bagian kepala reog. Pada saat pementasan reog, biasanya akan mengikutsertakan para penonton tetap namun dengan interuksi dari dalang.

Salah satu hal yang wajib pada pementasan reog adalah kepuasan para penonton. Diantara semua adegan pada kesenian ini yang paling disukai oleh penonton adalah adegan singa barong Reog Ponorogo.

Adegan ini berupa pemain reog yang memakai topeng yang sangat besar berbentuk kepala singa yang terdapat mahkota di atasnya. Mahkota ini terbuat dari bulu burung merak.

Berat singa barong Reog Ponorogo ini mencapai 50-60 kilogram. Cara memainkannya adalah dengan menggigit bagian belakang dari singa barong ini. Tidak semua orang bisa memainkan singa barong ini karena harus mempunyai fisik yang kuat dan juga latihan khusus.

Demi mendapatkan kekuatan untuk memainkan singa barong ini, biasanya penari reog melakukan latihan spiritual seperti puasa dan bertapa.

11. Keris

Budaya Indonesia yang Mendunia
Sumber Foto: alif.id

Keris merupakan salah satu senjata tradisional Indonesia. Sebagian orang meyakini bahwa keris mengandung kekuatan supranatural. Senjata ini digunakan oleh para raja dan anggota kerajaan sebagai salah satu benda pusaka yang dituakan dan dijadikan sebagai senjata untuk perang/duel.

Keris telah digunakan di Indonesia sejak abad ke-9. Biasanya, bahan untuk membuat keris adalah menggunakan logam yang berkualitas. Namun terdapat juga keris kuno yang dibuat dari bahan dasar meteor yang jatuh ke bumi.

Sedangkan gagang keris biasanya terbuat dari kayu, tulang dan tanduk binatang. Pada tanggal 25 November 2005, UNESCO mengakui keris sebagai ”Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity.”

12. Lagu Rasa Sayange-Sayange

Keragaman budaya Indonesia memang sangat banyak. Diantaranya seperti alat musik, tari-tarian, senjata tradisional yang secara resmi telah diakui sebagai warisan dunia.

Namun, terdapat pula lagu daerah yang juga diakui oleh UNESCO, yaitu lagu rasa sayang-sayange

Lagu rasa sayang-sayange berasal dari Maluku dan merupakan ungkapan rasa kasih sayang terhadap persaudaraan masyarakat Maluku.

Negara tetangga pernah mengklaim lagu ini sebagai lagu daerah dari negaranya, akan tetapi Indonesia berhasil mengambil alih kembali dan mempertahankannya sampai sekarang.

13. Lagu Jali-Jali

Selain lagu rasa sayang-sayange, terdapat lagu daerah lainnya yang juga sudah di akui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia, yaitu lagu jali-jali.

Lagu jali-jali merupakan lagu daerah yang berasal dari Betawi. Beberapa kelompok meyakini lagu ini lahir dan dikembangkan oleh suku keturunan Cina yang bermukim di Jakarta.

Sebenarnya jali-jali merupakan sejenis tanaman perdu yang pada jaman dahulu selalu ada di pekarangan rumah orang Betawi. Kita sebagai bangsa Indonesia terlebih lagi orang Betawi wajib melestarikan lagu ini.

Jangan sampai negara tetangga dengan seenaknya mengklaim lagu jali-jali ini seperti mereka mengklaim lagu rasa sayange.

Nah demikian adalah pembahasan mengenai budaya Indonesia yang mendunia serta beberapa di antaranya sudah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia.